Journal Information
EISSN: 25021710
Published by: Universitas Timor
Total articles ≅ 161

Latest articles in this journal

Ruth Dameria Haloho, Chaula Lutfia Saragih, Fauzul Azhimah
Published: 31 October 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 165-169; https://doi.org/10.32938/ag.v7i4.1799

Abstract:
Kabupaten Karo merupakan sentra produksi hortikultura terbesar di Sumatera Utara. Dalam melakukan kegiatan penyuluhan tentang sosialisasi pengolahan limbah sayuran di lahan pertanian Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo diharapkan penyuluh dapat melakukan pengukuran kepuasan petani. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kepuasan petani terhadap sosialisasi pengolahan limbah sayuran di lahan pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kepuasan kerja Job Description Index (JDI) dengan mengambil seluruh populasi kelompok tani Arihta Ersada sebanyak 27 orang. Untuk karakteristisk petani dilakukan dengan uji regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS. Penelitian ini menunjukkan penilaian yang sangat baik untuk setiap indikator yang ditetapkan. Indikator JDI penelitian ini secara simultan adalah sangat baik sebanyak 43,8%, dengan penilaian baik sebanyak 34%, tingkat kepuasan yang buruk sebanyak 12,3 % dan sangat buruk 9,9%. Sedangkan parsial setiap indikator menunjukkan bahwa sosialisasi ini dinilai sangat baik sebesar 40,7%, hasil pengomposan sebesar 51,9%, peluang pendapatan sebesar 40,7%, kualitas sosialisator sebesar 77,8%, rekanan petani sebesar 40,7%, dan kondisi limbah sayuran sebesar 11,1%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani merasa sangat puas terhadap sosialisasi pengolahan limbah hasil tani. Pengolahan limbah hasil tani diperlukan untuk subtitusi pupuk yang selama ini menjadi peluang biaya yang besar dan pada akhirnya mampu menjadi salah satu bentuk penerapan pertanian organik.
Ira Khanitaturrahmah, Amanatuz Zuhriyah, Mardiyah Hayati
Published: 31 October 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 154-164; https://doi.org/10.32938/ag.v7i4.1743

Abstract:
Desa Dempo Barat adalah salah satu desa di Kabupaten Pamekasan yang merupakan daerah pengembangan sapi lokal Madura baik sapi sonok, sapi kerap maupun sapi potong. Pemeliharaan sapi potong Madura oleh peternak umumnya digunakan sebagai tabungan untuk kebutuhan hidup, biaya pendidikan atau modal usaha. Dalam rangka mengukur motivasi peternak sapi potong di Desa Dempo Barat maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi peternak dan faktor yang mempengaruhi motivasi peternak dengan harapan dapat meningkatkan usaha peternakan sapi potong Madura di Desa Dempo Barat. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan menganalisis tingkat motivasi peternak serta faktor yang mempengaruhi motivasi peternak menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa sebagian besar tingkat motivasi peternak tergolong sedang dengan persentase 83,7%. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi peternak adalah lingkungan sosial peternak sedangkan faktor lain seperti usia, pendidikan, pengalaman serta jumlah sapi tidak berpengaruh terhadap motivasi peternak.
Yohanes Pebrian Vianney Mambur, Lambertus Nesi Bria
Published: 31 October 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 121-129; https://doi.org/10.32938/ag.v7i4.1768

Abstract:
Sopi Timor dikenal sebagai simbol keakraban, kebersamaan, dan kekeluargaan. Selain itu, sopi juga dikenal dengan peradaban masyarakat Timor Barat dalam realita sosial kemasyarakatan dan sebagai salah satu usaha rumah tangga yang sudah dilakukan kurang lebih 300 tahun lalu. Tujuan penelitian untuk mengetahui alternatif strategi pengembangan sopi lokal. Metode analisis dalam penelitian ini yaitu matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa sopi lokal berada pada kuadran I yang artinya menyerang dengan cara mempromosikan sopi lokal secara besar-besaran karena produk yang dihasilkan sangat bagus dan konsumen menyukainya. Penelitian ini juga terdapat 9 alternatif strategi dengan 4 prioritas strategi pengembangan sopi lokal yakni: 1) memanfaatkan ketersediaan bahan baku dan pengelaman usaha untuk menjawab permintaan pasar; 2) kemudahan menjual hasil produksi dengan memanfaatkan lokasi yang menunjang dan kebijakan pemerintah yang mendukung; 3) memanfaatkan tenaga kerja dan teknologi yang ada untuk menangkap peluang pasar; 4) mempertahankan pelanggan dengan memanfaatkan inovasi baru dan kemudahan menjual hasil produksi dapat mematenkan produk sopi lokal yang dihasilkan oleh produsen.
Published: 31 October 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 141-153; https://doi.org/10.32938/ag.v7i4.1911

Abstract:
Keberhasilan penyuluh ditentukan oleh kompetensinya dalam memberikan informasi yang dibutuhkan pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak faktor-faktor kompetensi penyuluh peternakan yang berhubungan dengan keterampilan teknis peternak ayam pedaging. Penelitian dilakukan dengan metode ex post facto dan dilaksanakan di Provinsi Gorontalo pada bulan Mei sampai Agustus 2022. Jumlah responden 60 orang penyuluh peternakan dan 60 orang peternak ayam buras yang dipilih secara purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analisis Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak faktor-faktor kompetensi penyuluh peternakan yang berhubungan dengan keterampilan teknis peternak ayam pedaging adalah; kemampuan kepemimpinan, kemampuan merencanakan program penyuluhan, kemampuan mengapresiasi keragaman budaya, kemampuan menyelenggarakan penyuluhan, kemampuan memanfaatkan sumberdaya lokal, kemampuan melakukan aksi sosial, kemampuan melakukan hubungan interpersonal, dan kemampuan mengelola informasi penyuluhan.
Reza Asra, Muhammad Bibin, Aksal Mursalat, M Irwan
Published: 31 October 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 130-140; https://doi.org/10.32938/ag.v7i4.1857

Abstract:
Persyarikatan Muhammadiyah telah berupaya melakukan pendataan aset lahan yang dikuasai dan dimiliki dengan tujuan untuk mengelola dan menggunakan aset lahan secara efektif yang berorientasi kepada pengembangan kesejahteraan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran aset lahan dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta untuk menganalisis bentuk pemanfaatan yang optimal atas aset lahan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Cabang Rappang. Penelitian ini diawali dengan membuat peta acuan untuk identifikasi sebaran aset lahan dengan metode Visual On-Screen Digitizing. Selanjutnya Analisis hierarki Proses (AHP) untuk menentukan alternatif bentuk pemanfaatan lahan yang optimal. Jumlah keseluruhan aset lahan yang dimiliki oleh PDM Cabang Rappang seluas 171.931,39 m2. Aset lahan yang dimiliki paling banyak berada pada desa Rijang Panua sebesar 67,85%. Prioritas alternatif yang ditawarkan dalam optimalisasi aset lahan PDM cabang Rappang adalah kegiatan pertanian (34,98%). Alternatif kedua melakukan kerjasama pihak lain (33,81%). Alternatif ketiga membangun kawasan hijau (17,68%), dan alternatif terakhir membangun fasilitas umum (13,52%).
Syamsuri Syamsuri, Hasria Alang
Published: 31 July 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 86-93; https://doi.org/10.32938/ag.v7i3.1757

Abstract:
Budidaya kacang tanah oleh masyarakat Desa Raddae dilakukan setelah panen padi, yang merupakan masa akhir musim hujan. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan penggunaan sawah pada saat musim hujan tiba, sebelum musim kemarau yang sekaligus merupakan masa paceklik. Masyarakat didaerah tersebut melalukan budidaya kacang tanah, namun mereka tidak mengetahui apakah usaha tersebut dapat mendatangkan keuntung atau tidak. Masyarakat melakukan budidaya kacang tanah demi memaksimalkan sawah pada saat musim penghujan tiba. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis potensi dan kelayakan usaha usaha budidaya kacang tanah di Desa Raddae Kabupaten Wajo. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana sehingga diperoleh 15 sampel. Analisis potensi ekonomi dilakukan menggunakan rumus pendapatan yaitu TR-TC, sedangkan analisis kelayakan usaha dihitung menggunakan ratio R/C, BEP, PP, dan ROI. Hasil penelitian meunjukkan bahwa budidaya kacang tanah dilokasi tersebut memiliki potensi ekonomi karena dapat memenuhi seluruh kebutuhan selama proses bertani, sedangkan hasil analisa kelayakan juga menunjukkan bahwa budidaya tersebut layak dijalankan atau dilanjutkan.
Rachman Hakim, Gazali Gazali
Published: 31 July 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 94-101; https://doi.org/10.32938/ag.v7i3.1762

Abstract:
Produktivitas tanaman padi mengalami tren penurunan selama beberapa tahun terakhir di Provinsi Jawa Timur. Hal ini perlu mendapat perhatian karena padi merupakan makanan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi pertanian padi di Jawa Timur dan mengetahui pengaruh faktor akses kredit, pendidikan, penyuluhan pertanian, keanggotaan kelompok tani, umur, dan bantuan pemerintah terhadap efisiensi pertanian padi. Sumber data berasal dari Survei Pertanian yang diterbitkan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. Rumah tangga petani padi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8603 sampel. Metode penelitian menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk pengukuran efisiensi teknis pertanian padi dan regresi tobit (two limit tobit) untuk menentukan faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis pertanian padi. Berdasar hasil penelitian ditemukan bahwa efisiensi teknis pertanian padi di Jawa Timur sangat rendah, yaitu sebesar 0.267. Sementara itu, hasil estimasi two limit tobit menunjukkan bahwa efisiensi teknis pertanian padi di Jawa Timur dipengaruhi secara signifikan oleh variabel pendidikan, umur, penyuluhan, serta bantuan pemerintah. Variabel keanggotaan kelompok tani dan kredit pengaruhnya tidak signifikan.
Dwi Indah Febriyani, Sri Widayanti, Hamidah Hendrarini, Nisa Hafi Idhoh Fitriana
Published: 31 July 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 77-85; https://doi.org/10.32938/ag.v7i3.1747

Abstract:
Pedesaan merupakan suatu wilayah yang di dominasi oleh kegiatan perekonomian di bidang pertanian. Desa Ketawang adalah salah satu daerah pedesaan yang ada di Kecamatan Gondang dimana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Rumah tangga petani memiliki beberapa tantangan dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumsi untuk rumah tangganya. Berbagai macam kebutuhan pengeluaran atau konsumsi rumah tangga yang perlu dialokasikan baik untuk konsumsi pangan ataupun bukan pangan, tabungan dan juga investasi rumah tangga secara bersama-sama akan saling mempengaruhi sesuai dengan prioritas mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Mendeskiripsikan karakteristik rumah tangga petani padi, 2) Menganalisis pola konsumsi tangga petani padi di Desa Ketawang. Data primer diperoleh dari wawancara 57 petani padi yang memiliki karakteristik yaitu petani pemilik sekaligus penggarap lahan. Jumlah sampel ditentukan dengan 10% dari jumlah populasi. Metode pengolahan dan analisis data dengan analisis deskriptif dengan metode tabulasi serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini yaitu bahwa konsumsi rumah tangga petani padi di Desa Ketawang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk didominasi oleh pengeluaran untuk konsumsi non pangan. Pengeluaran pangan dihasilkan sebesar 31,61% dan pengeluaran konsumsi untuk non pangan yaitu sebesar 68,39%. Hal tersebut berarti hampir sebagian besar petani padi menggunakan pendapatannya untuk konsumsi bukan pangan.
Muhammad Ibnu
Published: 31 July 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 102-113; https://doi.org/10.32938/ag.v7i3.1775

Abstract:
Intervensi di sektor pertanian perlu dievaluasi apakah benar-benar berhasil dan memberikan dampak yang diharapkan kepada penerima manfaat, misalnya petani. Namun, definisi evaluasi dampak cukup beraneka ragam dalam dua dekade terakhir. Studi-studi empiris sebagian juga masih bias dalam melakukan evaluasi dampak, dan hal ini terkait dengan metode yang digunakan. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama, meninjau kembali definisi evaluasi dampak menurut literatur. Kedua, mengidentifikasi sumber bias dalam studi evaluasi dampak. Ketiga, meninjau kembali studi-studi empiris tentang evaluasi dampak, yang memiliki hasil berbeda, terutama dari metodologi yang digunakan. Studi-studi empiris yang dijadikan ‘kasus’ di sektor pertanian adalah studi-studi tentang dampak standar dan sertifikasi kopi. Penelitian ini mengkaji literatur, baik literatur yang bersifat teoritis maupun yang bersifat empiris. Berdasarkan literatur, definisi evaluasi dampak yang paling umum adalah evaluasi yang berkaitan dengan penetapan kontra faktual, yaitu perbedaan yang dibuat oleh suatu program intervensi dibandingkan dengan bila program intervensi tersebut tidak ada. Kontra faktual yang tidak didesain dengan tepat merupakan sumber utama bias dalam evaluasi dampak, selain ancaman validitas. Berdasarkan kajian studi-studi empiris tentang dampak standar dan sertifikasi kopi, disimpulkan bahwa sebagian studi hasilnya lebih dapat dipercaya dibandingkan studi-studi yang lain. Studi-studi yang hasilnya dapat lebih dipercaya mempergunakan kontra faktual yang andal, sehingga mampu meminimalkan bias evaluasi dampak melalui perbandingan yang sesuai (apple-to-apple comparison) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Ody Wolfrit Matoneng, Marsianus Falo
Published: 31 July 2022
Journal: Agrimor
Agrimor, Volume 7, pp 114-120; https://doi.org/10.32938/ag.v7i3.1765

Abstract:
Konsep pembangunan pedesaan hakikatnya berlandaskan pada komunikasi dan partisipasi yang tujuannya adalah mufakat. Pembangunan pedesaan didasari atas masyarakat pedesaan yang mau diberdayakan melalui tatanan nilai modal sosial. Desa Noeltoko dikenal sebagai desa yang memiliki nilai lokal dan nilai sejarah yang tetap terjaga di Kabupaten TTU. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, keeratan sosial yang menjadi tradisi dan budaya pelan-pelan mulai memudar. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Noeltoko yakni menurunnya modal sosial diantaranya kepercayaan sosial, norma sosial, serta jaringan sosial, yang makin hari kian menurun dipengaruhi oleh menurunnya tradisi komunikasi secara partisipatif. Komunikasi konvergen atau terpusat sebagai dasar penelitian bertujuan agar meningkatkan Kembali tradisi komunikasi partisipasi menjadi modal sosial dari keswadayaan masyarakat Desa Noeltoko. Sehingga penelitian ini akan menghasilkan model komunikasi partisipatif melalui konvergensi komunikasi yang mampu mempengaruhi modal sosial di Desa Noeltoko. Penelitian ini di desain menjadi penelitian mix methods. Teknik Purposive digunakan dalam menentukan lokasi. Penentuan populasi dan sampel menggunakan teknik Rule of tumb dimana sampel kurang dari 1000 dibutuhkan sampel minimal sebanyak 30% dari jumlah populasi yakni 30% dari 164 Kepala Keluarga sebagai sampel menjadi 42 sampel. Metode pengumpulan data terdiri atas data primer yang diperoleh dari sampel dan data sekunder yang diperoleh dari sumber pelengkap seperti kajian Pustaka. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif serta analisis statistik inferensial menggunakan analisis jalur melalui software Partial Least Square (PLS). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwasannya modal sosial akan meningkat apabila dikondisikan oleh pemberdayaan komunikasi konvergen melalui indikator level dialog, level interaksi serta level partisipasi.
Back to Top Top