Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia

Journal Information
EISSN: 25274058
Published by: Universitas Timor
Total articles ≅ 30

Latest articles in this journal

Tri Indri Astuti
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 116-122; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i3.746

Abstract:
Discussions about gender equality and feminism are always interesting topic to discuss. This phenomenon of gender imbalance or inequality often occurs in social life. Women receive subordinate treatment compared to men. Often the discriminatory treatment is raised through various literary works, such as novels. This research will discuss about the issue of feminism raised by a well-known author in Indonesia, Andrea Hirata, in her latest novel entitled Guru Aini. The research design is using qualitative descriptive.
Ismi Isma Wati, Sri Mulyati Mulyati, Khusnul Khotimah Khotimah
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 123-131; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i3.612

Abstract:
Cohesion and coherence have an important role in writing essays, both those that will write or those that have become essays. Therefore this study aims to determine the use of cohesion and coherence in the KKN novel in Penari Village. The object of this research is the KKN novel in Penari Village by Simpleman. The subject of this research is the sentence which contains the type of cohesion and coherence in the KKN novel in Penari Village by Simpleman. The approach used is a qualitative approach. A qualitative approach is an approach that presents data in the form of sentences. The design of this research is by collecting data, then the data is grouped according to the use of cohesion and coherence types, then the data is analyzed and presented in an informal form. Data collection techniques using reading techniques and note taking techniques. The technique of presenting the results of the analysis using informal techniques. Informal techniques are techniques that present data in the form of common words that are easily understood by the reader. The results of this study are grammatical cohesion, lexical cohesion and coherence types. Grammatical cohesion includes: reference, substitution, ellipsis, and conjunction. The use of lexical cohesion are of two types namely, repetition and collocation. The use of coherence there are five relationships, namely: the sum relationship, the sequential relationship, the resistance relationship, the causal relationship, and the time relationship.
Naurah Khairunnisa
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 132-141; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i3.871

Abstract:
Perkembangan zaman yang sangat pesat pastinya berpengaruh terhadap teknologi informasi dan komunikasi, termasuk pada bidang Pendidikan. Salah satu dari produk teknologi informasi dan komunikasi yang sangat menarik untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah aplikasi VideoMaker FX ini. Dalam pemanfaatan media, diperlukan kreativitas dan juga pertimbangan instruksional yang matang dari pengajar. Kenyataannya banyak pengajar yang menggunakan media pembelajaran seadanya tanpa pertimbangan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan aplikasi VideoMaker FX di sekolah yang praktis, mudah dan efektif terhadap pembelajaran siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskripsi, dengan cara mendeskripsikan penggunaan aplikasi VideoMaker FX sebagai pengembangan media video pembelajaran.
Salimulloh Tegar Sanubarianto
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 142-148; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i3.621

Abstract:
This study aims to identify some of the phonetics change rules of Kaera and Teiwa languages. Therefore, this research uses mix methods. Quantitative methods used to determine the level of differences of Kaera and Teiwa languages. Qualitative methods are used to determine the rules about phonetic changes of both languages. Data collection uses advanced techniques and records with the main instrument 200 Swadesh vocabulary. The data collected were then analyzed using the dialectometry technique to determine the level of differences of Kaera and Teiwa languages, while the Padan Intralingual Crowley technique to determine the rules about phonetic changes of Kaera and Teiwa language. The result of dialectometry analysis shows that the level of differences of Kaera and Teiwa languages ​​is 29—35,5%, meaning the two languages ​​are included in the cognate category. Furthermore, in the vocabulary of Kaera and Teiwa language cognates, zeroization, namely aferesis and apokop are found. Keywords: Kaera, Teiwa, phonetic change
Septara Utrujjah Putri
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 149-160; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i3.863

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gangguan berbahasa dari perspektif fonologi dalam hal pelafalan fonem, mana yang memiliki gangguan dan mana yang normal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini berupa bunyi-bunyi fonem yang sulit dan tidak sulit diujarkan oleh penderita kelumpuhan langit-langit mulut atau sumbing langit-langit. Sumber data (informan) dalam penelitian ini adalah seorang anak penderita sumbing langit-langit berusia sembilan tahun. Penyediaan data menggunakan metode simak dan wawancara, teknik simak meliputi catat serta rekam. Berdasarkan hasil penelitian bahwa di beberapa fonem informan mengalami kesulitan dalam melafalkan bunyinya dan cenderung terdengar sengau, namun ada beberapa pula fonem yang terdengar jelas seperti orang normal. Kata Kunci: Gangguan berbahasa, Perspektif fonologi, Sembilan tahun. Abstract This study aims to determine language disorder from a phonological persepectve in terms if phoneme pronunciationm which ones have interference and which ones are normal. This study uses a qualitative research approach. The object of this research is phoneme sounds that are difficult and not difficult to pronounce by people with palate paralysis or cleft palate. The data source (informant) in this study was a child with cleft palate aged nine years. provision of data using observation and interview methods, listening techniques include note-taking and recording. Based on the result of the study, some phonemes, the informants had difficulty pronouncing the sounds and tended to sound nasal, but there were also some phonemes that sounded clear like normal people. Keywords: Language disorders, Phonological perspective, nine years
Bella Choirunnisa Choirunnisa
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 30-37; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i1.433

Abstract:
Bahasa mempunyai peran penting di dalam kehidupan manusia sehari-hari, yaitu sebagai media komunikasi yang digunakan manusia untuk menyampaikan ide, perasaan, dan keinginan antara sesama manusia. Hal tersebut menarik perhatian para ahli untuk mengkaji bagaimana suatu bahasa diproses, kemudian digunakan manusia untuk berkomunikasi. Kajian itu disebut dengan ilmu “Psikolinguistik”. Psikolinguistik merupakan kajian yang mempelajari mengenai proses di dalam diri seseorang yang berkaitan dengan cara mereka berbahasa. Proses tersebut antara lain komprehensi, produksi, landasan biologis serta pemerolehan bahasa. Usia 0-6 tahun adalah fase dimana seorang anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, oleh karena itu diperlukan penanganan yang tepat agar anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal. Orang tua berperan besar dalam pemerolehan bahasa anak khususnya seorang ibu, karena seorang ibu lebih intensif dalam pertemuan dengan anaknya dibandingkan seorang ayah. Maka dari itu, penelitian ini akan memaparkan bagaimana peranan seorang ibu dalam pemerolehn bahasa anaknya yang berusia 4-5 tahun. Peneliti memilih responden bernama Adiba Kalisa Zahra yang berusia 4 tahun dan Rahma Salsabila berusia usia 5 tahun dalam percakapan dengan ibunya masing-masing. penelitian dilakukan di Desa Bojong Indah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
Kristofel Bere Nahak
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 38-49; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i1.484

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk sapaan yang terdapat dalam bahasa Tetun dialek Fehan berdasarkan bentuk pronomina persona yang ada dalam bahasa Tetun dialek Fehan. Fokus penelitian ini adalah percakapan sehari-hari yang melibatkan bentuk-bentuk sapaan pronomina persona yang ada di desa Kletek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini memanfaatkan pengumpulan data dengan teknik observasi partisipan, yang menggali data langsung dari tuturan para penutur asli melalui wawancara dengan informan di desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk sapaan Pronomina persona yang digunakan oleh masyarakat Fehan dalam tuturan setiap hari seperti bentuk pronomina persona pertama tunggal/ singular ‘hau’ (saya), plural inklusif ‘ami’ (kami), dan plural eksklusif ‘ita’ (kita), pronomina persona kedua tunggal ‘o, ita bot, na’i, dan jamak ‘ emi” serta pronomina persona ketiga tunggal ‘nia’ dan jamak ‘sia’. Analisis mengenai bentuk pronomina persona bahasa Tetun dialek Fehan dipengaruhi oleh beberapa variabel diantaranya variabel formal dan non-formal, jenis kelamin, kekerabatan, dan usia.
Alfi Sailin Nimah
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 1-18; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i1.329

Abstract:
Dewasa ini, masyarakat berlomba-lomba mengejar informasi agar tidak dianggap ketinggalam zaman.Maraknya berita hoaks di kalangan media sosial berdampak negatif di media sosial seperti WhatsApp.Maka dari itu perlu dilakukan penelitian penggunaan diksi dan pola berita hoaks agar masyarakat mengetahui ciri-ciri berita hoaks di WhatsApp. Penelitian penggunaan diksi dan pola berita ini difokuskan pada berita hoaks Desember 2018 sampai Februari 2019. Indikator bahwa berita itu merupakan berita hoaks adalah atas hasil ketetapan Kominfo. Metode yang digunakan pada tahap pengumpulan data atau penyediaan data adalah metode simak teknik lanjutan teknik teknik bebas libat cakap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode agih dan padan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan diksi dalam berita hoaks pada WhatsApp dalam kurun waktu Desember 2018 sampai Februari 2019 ditemukan penggunaan diksi bahasa asing, bahasa daerah, ragam cakapan, dan singkatan kata yang tidak sesuai KBBI. Berdasarkan 21 berita tidak semua ditemukan pola 5 W 1 H + so what. Ada beberapa berita yang hanya terdiri dari unsur apa, siapa, dan di mana. Ada beberapa berita pula yang tidak dilengkapi hanya salah satu unsur 5 W 1 H tersebut.Namun, mayoritas dari 21 berita hoaks ini memiliki unsur so what berupa kalimat imperatif. Ketidaklengkapan unsur 5 W 1 H dalam berita menyebabkan sebuah berita kurang akurat kebenarannya dan kalimat imperatif sebagai unsur so what itulah penyebab berita yang belum diketahui kebenarannya akan tersebar dengan mudah.
Abdul Rahim Arman Putera Dapubeang
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 19-29; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i1.476

Abstract:
Adanya bantuan terhadap peralatan makan yang dipindahkan dari daging babi atau anjing atau dari bekas jilatan anjing menjadi salah satu alasan kaum muslim menolak tawaran makan dari kaum nasrani di kota Kupang. Penelitian ini memiliki masalah yang berkaitan dengan bahasa umat Muslim atas tawaran makan dari kaum nasrasi di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis heuristik. Analisis heuristik merupakan proses berpikir seseorang untuk memaknai seseorang tuturan. Tuturan heuristik diinterprestasikan berdasarkan berbagai dugaan / dugaan sementara, kemudian dugaan sementara itu disesuaikan dengan fakta-fakta pendukung yang ada di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua bentuk kebebasan dari kaum Muslim terhadap tawaran makan dari kaum nasrani di Kota Kupang, yaitu kebebasan langsung dan kebebasan tidak langsung. Penolakan langsung terdiri dari dua jenis yang disetujui performatif dan konstantif. Sementara pinjaman tidak langsung terdiri dari tujuh jenis perdebatan, yaitu: 1) setuju dengan alasan, 2) setuju dengan alternatif, 3) setuju dengan janji, 4) setuju dengan penyesalan, 5) setuju dengan penerimaan di masa depan, 6) setuju dengan perjanjian , dan 7) setuju dengan penghindaran. yaitu pinjaman langsung dan pinjaman tidak langsung. Penolakan langsung terdiri dari dua jenis yang disetujui performatif dan konstantif. Sementara pinjaman tidak langsung terdiri dari tujuh jenis perdebatan, yaitu: 1) setuju dengan alasan, 2) setuju dengan alternatif, 3) setuju dengan janji, 4) setuju dengan penyesalan, 5) setuju dengan penerimaan di masa depan, 6) setuju dengan perjanjian , dan 7) setuju dengan penghindaran. yaitu pinjaman langsung dan pinjaman tidak langsung. Penolakan langsung terdiri dari dua jenis yang disetujui performatif dan konstantif. Sementara pinjaman tidak langsung terdiri dari tujuh jenis perdebatan, yaitu: 1) setuju dengan alasan, 2) setuju dengan alternatif, 3) setuju dengan janji, 4) setuju dengan penyesalan, 5) setuju dengan penerimaan di masa depan, 6) setuju dengan perjanjian , dan 7) setuju dengan penghindaran. Kata Kunci : Penolakan, tawaran makan, Muslim, Kristen
Mia Nur Aprilia
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5, pp 50-56; https://doi.org/10.32938/jbi.v5i1.429

Abstract:
This study analyzes the ability to tell stories to children aged 5 years. The ability to tell stories in children will improve speaking skills, such as at the phonological, morphological, and syntactic levels. In addition to improving speech, we can see how structural errors occur in children aged 5 years. The data used in this study is a voice recording of a 5-year-old boy named Abizar. The purpose of this study was to determine the language development of children at the age of 5 years through storytelling, knowing word mistakes in children aged 5 years. The method used in this study is a qualitative method with naturalistic techniques. The ability to tell will produce sentences spoken by the child and find the factors that exist.
Back to Top Top