Savana Cendana

Journal Information
EISSN: 24777927
Published by: Universitas Timor
Total articles ≅ 145

Latest articles in this journal

Ayu Fitriani, Akhmad Rizali, Riza Adrianoor Saputra, Noorkomala Sari
Published: 30 April 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 27-28; https://doi.org/10.32938/sc.v7i02.1020

Abstract:
Hiyung chili is a type of chili found in Hiyung Village, Tapin District, South Kalimantan with a spiciness rate of 94,500 ppm. Bat manure is a fertilizer that contains elements of N, P, and K which are important for plant growth and development and are expected to increase nutrient content in the soil. This study aims to determine the effect and the best dosage of bat manure on the growth and yield of Hiyung chili on ultisol. Ultisol is a soil that has low organic matter, yellowish-red soil, acidic soil reaction, low base saturation, high Al content, low nutrient content such as N, P, and K. This study used a single factor CRD consisting of 5 treatment levels, namely k0 = 0 t.ha-1, k1 = 1 t.ha-1, k2 = 2 t.ha-1, k3 = 3 t.ha-1, k4 = 4 t.ha-1. The results of this study showed that giving several doses of bat manure fertilizer significantly affected plant growth, leaf size, fresh fruit weight, cropping, and crop production. The best bat manure doses to increase growth and yield of hiyung chili plants at a dose of 3 t.ha-1
Anna Tefa
Published: 30 April 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 38-40; https://doi.org/10.32938/sc.v7i02.1458

Abstract:
Salah satu strategi untuk meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah adalah dengan mendorong penggunaan bahan tanam melalui biji yang dikenal dengan nama true shallot seed (TSS). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan produksi benih TSS dan meningkatkan mutu benih TSS bawang merah lokal asal Kecamatan Miomaffo Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah aplikasi giberelin (GA3), terdiri atas tiga perlakuan yaitu tanpa aplikasi GA3 (kontrol), aplikasiGA3 100 ppm dan aplikasi GA3 200 ppm. Faktor kedua adalah perlakuan vernalisasi pada suhu 10 oC yang terdiri atas tiga perlakuan yaitu tanpa vernalisasi (kontrol), vernalisasi selama 2 minggu dan vernalisasi selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kapsul perumbel tertinggi terdapat pada perlakuan vernaliasasi 2 dan 4 minggu yaitu 60,67 dan 59,00. Jumlah kapsul bernas perumbel tertinggi terdapat pada perlakuan vernalisasi 2 dan 4 minggu yaitu 42.75 dan 54.83. Jumlah biji perumbel tertinggi terdapat pada perlakuan vernalisasi 4 minggu yaitu 108.14. Jumlah biji perkapsul tidak terjadi perbedaan yang nyata. Potensi tumbuh maksimum tertinggi terdapat pada perlakuan vernalisasi 4 minggu yaitu 70%, daya berkecambah pada perlakuan vernalisasi 4 minggu 50% dan indeks vigor pada perlakuan vernalisasi 4 minggu yaitu 46.00 %.
Syprianus Ceunfin, Maria Goreti Bere
Published: 30 April 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 33-37; https://doi.org/10.32938/sc.v7i02.1377

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.) di lahan kering. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September-Desember 2020 di Kebun Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan rancangan Petak Berjalur (Stripe Plot Design) 2 faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik yang terdiri dari 3 taraf yaitu: tanpa pupuk organik, pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah kultivar ubi jalar yang terdiri dari 2 taraf yaitu ubi jalar warna merah dan ubi jalar warna ungu. Terdapat enam kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 18 unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan pemberian jenis pupuk dan kultivar ubi jalar terhadap parameter pengamatan kadar lengas tanah 80 HST, berat volume tanah 40 HST, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman dan indeks panen. Pemberian jenis pupuk dan kultivar ubi jalar, jenis pupuk organik kotoran kambing 64 g atau setara dengan 10 t/ha dapat menghasilkan umbi ubi jalar terberat yaitu 4,84 t/ha dan kultivar ubi jalar warna merah menghasilkan berat umbi ubi jalar terberat yaitu 3,49 t/ha.
Yuliana Boe
Published: 30 April 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 23-26; https://doi.org/10.32938/sc.v7i02.1004

Abstract:
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan dosis teh kompos daun gamal, serta untuk memperoleh komposisi media tanam dan dosis teh kompos yang paling optimal meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica junceaL.) pada irigasi sistem genangan telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3x3 diulang 3 kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam, yaitu: pasir 70%: kompos 15% : arang 15%, pasir 70% : kompos 20% : arang 10%, pasir 70%: kompos 25% : arang 5% . Faktor kedua adalah: dosis teh kompos, yaitu: 15%, 20% dan 25%. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi media tanam dan dosis teh kompos tidak berinteraksi pada semua parameter yang diamati. Pengaruh utama pemberian komposisi media tanam pasir:kompos:arang sekam (70:25:5) berbeda nyata memberikan pertumbuhan dan hasil sawi lebih baik, karena meningkatnya konsentrasi kompos dalam medium. Pengaruh utama pemberian dosis teh kompos 25 % memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik tetapi tidak berbeda nyata.
Hyldegardis Naisali, Martha Kore, Maria Angelina Tuas
Published: 30 April 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 29-32; https://doi.org/10.32938/sc.v7i01.1574

Abstract:
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2021 di Fakultas Pertanian Universitas Timor dan dilanjutkan dengan analisis kualitas di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas waktu pengeringan udara alamiah terhadap kualitas lempuyang (Zingiber Zerumbet) yang dikeringkan menggunakan Pengeringan Tipe batch dryer, dan untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid dan tanin pada lempuyang dengan menggunakan pengeringan udara almiah. Dalam penelitian digunakan jumlah total berat irisan umbi lempuyang sebanyak 60 kg yang di didapatkan dari Desa Noepesu Kecamatan Miomaffo barat, dengan menggunakan waktu pengeringan 5 jam, 10 jam dan 15 jam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan perlakuan waktu pengeringan (A) yang terdiri dari 3 aras yakni waktu pengeringan 5 jam (A1), 10 jam (A2) dan 15 jam (A3) dan diulang sebanyak 2 kali sehingga terdapat 6 unit perlakuan. Pengeringan dilakukan dengan ketebalan 3 mm. Hasil penelitian menunjukkan Lama waktu pengeringan lempuyang (Zingiber zerumbet) mempengaruhi kadar flavonoid dan tanin yang terkandung di dalamnya. Waktu pengeringan yang optimum terdapat pada 5 jam pengeringan dengan menghasilkan kadar flavonoid sebesar 507,96 mg/g dan kadar tanin sebesar 99,29 mg/g dengan kadar air akhir yakni 9,19%bb. Waktu pengeringan yang terbaik yakni pada 5 jam pengeringan dimana kadar flavonoid tertinggi yaitu 507,96 mg/g.
Suratman Sudjud, Hayun Abdullah, Buhari Umasugi, Ramli Hadun, Idris Abd. Rachman
Published: 31 January 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 21-22; https://doi.org/10.32938/sc.v7i01.1795

Abstract:
Batang bawah berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan kompatibiltas secara vegetatif melalui metode grafting. Mengetahui salah satu umur batang bawah terbaik yang menentukan tingkat persentase keberhasilan metode grafting menjadi tujuan penelitian ini dilakukan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 3 perlakuan perbedaan umur batang bawah 60 hari, 90 hari dan 120 hari. Hasil penelitian bahwa perbedaan umur batang bawah mempengaruhi 90% keberhasilan pembiakan vegetatif metode sambungan terhadap kemunculan tunas baru dan jumlah daun. Persentase kerberhasilan tertinggi pada perlakuan bibit batang bawah umur 60 hari (48,75%). Jumlah daun tertinggi pada perlakuan umur bibit pala 60 hari (6 helai) sedangkan yang terendah pada perlakuan umur bibit pala 120 hari (3 helai).
Agustina Roma Dahu
Published: 31 January 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 1-4; https://doi.org/10.32938/sc.v7i01.1404

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Jenis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas, L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September-Desember 2020 di Kebun Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan rancangan Petak Berjalur (Stripe Plot Design) 2 faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik yang terdiri dari 3 taraf yaitu: tanpa pupuk organik, pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah kultivar ubi jalar yang terdiri dari 2 taraf yaitu ubi jalar warna merah dan ubi jalar warna ungu. Terdapat enam kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 18 unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan pemberian jenis pupuk dan kultivar ubi jalar terhadap parameter pengamatan kadar lengas tanah 80 HST, berat volume tanah 40 HST, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman dan indeks panen. Pemberian jenis pupuk dan kultivar ubi jalar, jenis pupuk organik kotoran kambing 96 g atau setara dengan 15 t/ha dapat menghasilkan umbi ubi jalar terberat yaitu 4,84 t/ha dan kultivar ubi jalar warna merah menghasilkan berat umbi ubi jalar terberat yaitu 3,49 t/ha.
Allam Rinanda Yoedhistira, Ahmad Arif Darmawan
Published: 31 January 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 16-20; https://doi.org/10.32938/sc.v7i01.1712

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian arang sekam terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau, (2) mengetahui pengaruh pemberian pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau, (3) mengetahui interaksi perlakuan pemberian arang sekam dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2019 sampai dengan Januari 2020 di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah media arang sekam, yaitu A0 = Tanpa arang sekam; A1 = Arang sekam 12,5 ton/ha atau setara dengan 50 g/polibag; A2 = Arang sekam 25 ton/ha atau setara dengan 100 g/polibag; A3 = Arang sekam 37,5 ton/ha atau setara dengan 150 g/polibag. Faktor kedua adalah dosis pupuk kotoran ayam yaitu, P0 = tanpa pupuk kotoran ayam; P1 = pupuk kotoran ayam 5 ton/ha atau setara dengan 20 g/polyibag; P2 = pupuk kotoran ayam 10 ton/ha atau setara dengan 40 g/polibag; P3 = pupuk kotoran ayam 15 ton/ha atau setara dengan 60 g/polibag, masing - masing faktor dikombinasikan dan didapatkan 16 kombinasi perlakuan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 48-unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm), panjang akar (cm), bobot tanaman segar (g), bobot tajuk segar (g), bobot tajuk kering (g), bobot akar segar (g), bobot akar kering (g). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian. Apabila perlakuan berbeda nyata diuji lanjut dengan menggunakan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian arang sekam dengan dosis 35,70 ton/ha mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada parameter tinggi tanaman, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar. Pemberian pupuk kotoran ayam dengan dosis 15 ton/ha mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering. Interaksi perlakuan pemberian arang sekam dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau tidak ada.
Lidwina Haor Leki
Published: 31 January 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 5-9; https://doi.org/10.32938/sc.v7i01.1407

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan campuran media dan dosis teh kompos terhadap pertumbuhan awal bibit trembesi (Samanae saman). Penelitian ini mengunakan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2x5. Faktor pertama adalah jenis bahan campuran media tanam (P) yang terdiri dari 2 aras, yaitu pupuk kandang sapi, tanah, pasir (3: 1: 2) (P1) dan pupuk kandang, tanah, Biochar (3: 1: 2) (P2). Faktor kedua adalah dosis teh kompos (D) terdiri dari 5 aras, tanpa aplikasi teh kompos, 300 mL teh kompos, 400 mL teh kompos, 500 mL teh kompos, 600 mL teh kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan jenis bahan campuran media tanam dengan perlakuan teh kompos pada semua parameter pengamatan kecuali pada parameter pengamatan jumlah daun 7 HST. Perlakuan jenis bahan campuran media tanam menunjukkan tidak berbeda nyata pada semua parameter pengamatan kecuali pada pengamatan tinggi tanaman 21 HST, jumlah daun 35 HST dan 42 HST. Secara keseluruhan biochar merupakan jenis bahan campuran media tanam yang memberikan pertumbuhan awal bibit terbaik. Perlakuan teh kompos menunjukkan tidak berbeda nyata pada semua parameter pengamatan kecuali pada parameter pengamatan tinggi tanaman 35, 42, 56 dan 63 HST, pengamatan diameter batang secara keseluruhan teh kompos tidak berbeda nyata dengan kontrol terhadap pertumbuhan awal bibit.
Magdalena Hely
Published: 31 January 2022
Journal: Savana Cendana
Savana Cendana, Volume 7, pp 10-15; https://doi.org/10.32938/sc.v7i01.1423

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tanaman bayam merah di tanah alfisol semi arid dan untuk mengetahui respon tanaman terhadap pemberian kompos biochar dan teh kompos biochar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai bulan Januari 2021 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Propinsi Nusa Tenggara Timor. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktorial yang terdiri dari 4 kali ulangan. Faktor pertama dosis kompos biochar (T) yang terdiri dari 0 ton/ha (T0), 5 ton/ha (T1), 10 ton/ha (T2), 15 ton/ha (T3). Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman teh kompos (F) yang terdiri dari 0 kali seminggu (F0), 1 kali seminggu (F1), 2 kali seminggu (F2), 3 kali seminggu (F3). Sehingga kombinasi perlakuannya adalah: T0F0, T0F1, T0F2, T0F3, T1F0, T1F1, T1F2, T1F3, T2F0, T2F1, T2F2, T2F3, T3F0, T3F1, T3F2, T3F3 diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 64 satuan unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan takaran kompos biochar dan frekuensi penyiraman teh kompos terhadap pengamatan pertumbuhan tanaman bayam merah takaran 15 ton dengan frekuensi penyiraman 2 kali mampu meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat segar total, berat kering total, berat segar daun, berat kering daun, berat segar akar, berat kering akar, berat segar daun, berat kering daun, luas daun dan indeks panen.
Back to Top Top