Range: Jurnal Pendidikan Matematika

Journal Information
EISSN: 26852373
Published by: Universitas Timor
Total articles ≅ 44

Latest articles in this journal

Anita Astriyanti, Sri Rejeki
Published: 25 January 2022
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 89-97; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.1100

Abstract:
The Covid-19 pandemic is an extraordinary event that is currently hitting various parts of the world. Many of the consequences caused by this outbreak of this virus. Limitation of social interaction (social distancing) in an effort to break the chain of the spread of Covid-19 was taken and followed government health protocols. Online learning as an alternative to learning in the midst of the Covid-19 pandemic. Learning that is carried out indirectly and is in a network, of course, makes students must have strong learning motivation to achieve maximum learning outcomes. There are two objectives in this study, namely 1) to analyze and test the differences in learning outcomes of class X students of SMK Muhammadiyah Kartasura in offline learning before the Covid-19 pandemic era and in online learning in the Covid-19 pandemic era, 2) Analyze and test the influence of motivation on outcomes. class X student of SMK Muhammadiyah 1 Kartasura in online learning in the Covid-19 pandemic era. This research uses a quantitative approach with the type of comparative causal research. The results of this study indicate that there are significant differences in the average learning outcomes of Class X Vocational School students in offline learning before the Covid-19 pandemic era and in online learning in the Covid-19 pandemic era. Student learning outcomes in offline learning are higher than in online learning. Meanwhile, the one-way Anova test results show that there is an influence of motivation on learning outcomes of class X Vocational High School students in online learning in the era of the Covid-19 pandemic. Students have high motivation to learn in the high and low groups.
Reliyanti Natalia Ellu, Oktovianus Mamoh, Sulasri Suddin
Published: 25 January 2022
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 181-193; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.1613

Abstract:
Mata kuliah struktur aljabar merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam program studi pendidikan matematika. Salah satu topik yang dibahas dalam mata kuliah struktur aljabar adalah teori grup. Teori grup merupakan mata kuliah struktur aljabar yang memperkenalkan konsep tentang aljabar modern sehingga dalam mempelajarinya mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir logis dan bernalar secara sistematis karena mata kuliah struktur aljabar sarat dengan definisi dan teorema. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis mahasiswa dalam menyelesaikan soal grup. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, penelitian ini telah dilaksanakan di program studi pendidikan matematika Universitas Timor, tahun 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa yang berkemampuan tinggi dinyatakan mampu bernalar pada seluruh tahap kemampuan penalaran matematis yaitu tahap analize, generalize, shyntesize dan  justify, mahasiswa yang berkemampuan sedang dinyatakan mampu bernalar pada tahap analize dan generalize, sedangkan mahasiswa yang berkemampuan rendah hanya mampu bernalar pada tahap analize. Kata Kunci: Analisis Kemampuan Penalaran; Soal grup
Lintang Ega Shavira, Leana Iramaya Phasa, Muhammad Muchlishin, Sumbaji Putranto
Published: 25 January 2022
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 174-180; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.2016

Abstract:
This research was conducted to see the readiness of students in implementing blended learning mathematics in the current transition period. Blended learning was chosen as a way of learning for students with a mixture of online and offline. This was implemented after the community evenly carried out a vaccination program from the government to prevent the Covid-19 virus. The readiness of students to take part in learning mathematics is judged by how students fill out questionnaires in the Google Form that we distribute. Students fill in several questions in the form of short questions, multiple choice with two options and several Likert scales that we have made. The method used in this study is a qualitative descriptive method using a questionnaire technique. Respondents in this study were students at one of the Madrasah Aliyah in Wonosari, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta who were selected randomly. The result of this study indicate that students can accept learning with the Blended Learning method in this transition periodperiod with 50% no problem and 35,7% ready in this learning. However, as many as 64,3% of students want offline learning and 7,1% want online learning. Then the remaining 28,6% of students want Blended Learning.
Ashilla Hanun Sanvi, Hafsah Adha Diana
Published: 25 January 2022
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 129-145; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.2021

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi ditinjau berdasarkan kemampuan awal matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek terdiri dari 34 siswa kelas XI IPS tahun ajaran 2020/ 2021. Instrumen berupa tes kemampuan awal matematika, tes kemampuan numerasi dan wawancara. Berdasarkan hasil tes awal kemampuan matematika diperoleh siswa dengan kemampuan awal matematika sangat tinggi sebanyak 38.3%, kemampuan awal matematika tinggi sebanyak 26.4%, kemampuan awal matematika sedang sebanyak 8.8%, kemampuan awal matematika rendah sebanyak 11.8%, kemampuan awal matematika sangat rendah sebanyak 14.7%. Dari setiap kemampuan awal matematika tersebut diberikan tes kemampuan numerasi dan wawancara diperoleh hasil, subjek dengan kemampuan sangat tinggi, tinggi, dan sedang yang mampu memenuhi sebagian dari indikator pemecahan masalah dan indikator numerasi sedangkan untuk subjek dengan kemampuan rendah dan sangat rendah sama sekali belum mampu memenuhi kedua indikator tersebut.
Silva Dwi Lestari, Sumarni Sumarni, Mohamad Riyadi
Published: 25 January 2022
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 113-128; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.1937

Abstract:
The purpose of this study is to analyze the mathematical problem-solving ability of SMK students with cognitive style Field Independent (FI) and Field Dependent (FD). The type of research is qualitative research with descriptive method. The research subjects are 23 students of class X SMK who had studied the Linear Programming material and four people were taken for analysis, namely two FI students and two FD students. Subjects are taken using a purposive sampling technique. This research instrument uses the Group Embedded Figures Test (GEFT), tests of mathematical problem-solving ability and interview guidelines. The results showed that the first FI subject who had a very good problem-solving ability category met all the indicators of problem-solving ability. The second FI subject who has a good problem-solving ability category meets three indicators of problem-solving ability. The first FD subject who has sufficient problem-solving ability category cannot fulfill all problem-solving indicators. The second FD subject who has a problem-solving ability category is sufficient to meet two indicators of problem-solving ability. It can be concluded that the problem solving ability of SMK students is quite good.
Ajeng Meilani, Hafsah Adha Diana
Published: 25 January 2022
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 146-159; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.2008

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk melihat kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan kecerdasan emosional. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 3 siswa dengan kecerdasan emosional rendah, sedang, dan tinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan hasil tes, angket, dan wawancara. Hasil analisis dari penelitian ini adalah siswa yang kecerdasan emosionalnya tinggi mampu menyelesaikan masalah dengan benar dan tepat sesuai dengan indikator pemecahan masalah, siswa yang kecerdasan emosionalnya sedang mampu memberikan solusi namun masih terdapat kesalahpahaman pada tahapan awal penyelesaian masalah yaitu pada proses menginterpretasikan informasi sehingga memberikan solusi yang kurang tepat, siswa yang kecerdasan emosionalnya rendah belum mampu menyelesaikan masalah karena ketidakpahaman konsep sehingga hasil yang diberikannya belum mengarah kepada solusi yang tepat.
Annisa Nurlaela, Sendi Ramdhani, Guntur Maulana Muhammad
Published: 25 January 2022
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 166-173; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.1391

Abstract:
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis dan self efficacy siswa pada pembelajaran berbasis e-learning berbantuan Microsoft Kaizala. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X OTKP 1 SMK Negeri I Cipanas sebanyak 10 orang siswa. Penelitian ini mengunakan instrumen berupa soal tes dan non tes (kuesioner/angket). Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) kemampuan komunikasi siswa masuk ke dalam kategori baik; 2) Siswa mampu menyelesaikan permasalahan matematika dengan solusi yang tepat. Namun beberapa responden mengalami kendala dalam merancang permasalahan matematika. Responden tersebut mampu menyelesaikan masalah, namun belum mampu merancang situasi matematika dengan tepat. Siswa harus terbiasa dilatih dalam merancang permasalahan matematika berdasarkan ide dan keterangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kemudian menyelesaikan permasalahan tersebut. 3) Pada tahap pengujian self efficacy, siswa memilki self efficacy cukup tinggi. Pembelajaran berbasis e-learning direkomendasikan menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat meningkatkan self efficacy siswa.
Dwi Aroma Syorga, Ristontowi Ristontowi
Published: 25 January 2022
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 160-165; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.2025

Abstract:
Penelitan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa soal-soal kemampuan koneksi matematis siswa yang valid dan praktis. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Tessmer 1993(dimodifikasi oleh Zulkardi, 2006). yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: preliminary, self evaluation, expert review dan one-to-one. Subjek dari penelitian ini adalah 6 orang siswa kelas VII . Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, maka diperoleh bahwa soal-soal yang dikembangkan telah valid berdasarkan penilaian dari komentar validator (expert rewiew) dan praktis berdasarkan hasil jawaban dan wawancara oleh siswa
Zahrina Salsabila, Suparni Suparni
Published: 25 January 2022
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 98-112; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i2.1247

Abstract:
Batik adalah budaya yang populer di Indonesia. Salah satunya adalah batik Sidoluhur. Selain menjadi budaya yang dapat digunakan dalam pentas seni, dan upacara adat di suatu daerah tertentu. Batik Sidoluhur juga dapat diaplikasikan dalam pembelajaran matematika realistik berbasis open-ended. Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji aspek-aspek matematika pada batik sidoluhur dan mengaplikasikan batik Sidoluhur dalam pembelajaran matematika realistik berbasis soal open-ended. Data dari penelitian ini diperoleh dari studi kepustakaan, dan dokumentasi yang sudah dilakukan peneliti. Dokumentasi penelitian berupa gambar batik yang akan digunakan dalam pembelajaran matematika. Hasil yang diperoleh dari kajian dalam penelitian ini bahwa batik Sidoluhur mengandung konsep-konsep matematika, dan batik Sidoluhur juga dapat diaplikasikan ke dalam pembelajaran matematika realistik berbasis open-ended yang dapat memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif siswa.
Try Gunawan Zebua
Published: 31 July 2021
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 68-76; https://doi.org/10.32938/jpm.v3i1.1185

Abstract:
One of the famous Motivation Theory is Abraham H. Maslow's Motivation Theory which is also referred to as Abraham H. Maslow's Motivation Theory or Maslow's Hierarchy of Needs Theory. Students' Mathematics Learning Achievement and Mathematics Learning Outcomes can be categorized as low, so a solution needs to be given by implying Abraham H. Maslow's Motivation Theory. The research method used in this research is Literature Study, where the researcher analyzes Abraham H. Maslow's Motivation Theory directly from Abraham H. Maslow's book entitled Motivation and Personality (translation of Achmad Fawaid and Maufur, the publisher of Cantrik Pustaka), then the researcher analyzes the impact of the theory. if it is implied in mathematics learning activities. Abraham H. Maslow's Motivation Theory in the first stage can be applied in mathematics learning activities by providing food and drink to students, the second stage can be applied by making students safe in mathematics learning activities, the third stage can be applied by establishing communication between teachers and students, The fourth stage can be applied in a way that there is mutual respect between teachers and students and fellow students, and the fifth stage can be applied by providing opportunities for students to express opinions in discussion activities. By implying Abraham H. Maslow's Motivation Theory can influence or improve students' Mathematics Learning Achievement and Mathematics Learning Outcomes. Keywords: Abraham H's Motivation Theory, Maslow, Dream, Learning Mathematics.
Back to Top Top