Jmm (jurnal Masyarakat Mandiri)

Journal Information
ISSN / EISSN: 25988158 / 26145758
Total articles ≅ 146

Latest articles in this journal

Kussudyarsana Kussudyarsana, Muhammad Halim Maimun, Huda Kurnia Maulana, Ahmada Auliya Rahman, Ihsan Cahyo Utomo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.10509

Abstract:
Abstrak: Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Ath-Thohiriyah Muhammadiyah (PPTAAM) mengalami kesulitan dalam mencari santri baru. Sehingga, pihak pondok mengatasi masalah tersebut melalui pemasaran media sosial. Pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Ath-Thohiriyah Muhammadiyah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengurus Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Ath-Thohiriyah Muhammadiyah tentang penggunaan sosial media marketing untuk meningkatkan jangkauan pemasaran. Kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan kepada pengurus pesantren yang berjumlah 10 orang. Proses kegiatan yang dilakukan: (1) sosialisasi dan persiapan pengabdian; (2) pelatihan dan pendapingan digital marketing, branding, konten digital dan sosial media; dan (3) evaluasi pemahaman peserta. Hasil pengabdian didapati bahwa pelatihan telah terlaksana dengan baik, adanya peningkatan pemahaman pengurus terhadap materi sosial media marketing, hasil pretest peserta rata-rata 75% dan setelah pelatihan hasil posttest peserta rata-rata 99%, ada peningkatan 24%. Respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan sangat bagus. Setelah diadakan pelatihan ada kenaikan jumlah follower media sosial pesantren dan jumlah percakapan melalui direct message (DM) Instagram. The Tahfidz Al-Quran Islamic Boarding School Ath-Thohiriyah Muhammadiyah (PPTAAM) is having difficulties in finding new students. To overcome this problem, social media marketing will be implemented. Community service at the Tahfidz Al-Quran Ath-Thohiriyah Muhammadiyah Islamic Boarding School aims to increase the knowledge of the administrators of the Tahfidz Al-Quran Ath-Thohiriyah Muhammadiyah Islamic Boarding School regarding the use of social media marketing to increase marketing reach. Activities in the form of training and mentoring for boarding school administrators totaling 10 people. The community service process carried out: (1) socialization and preparation for community service; (2) training and assistance in digital marketing, branding, digital content and social media; dan (3) evaluating participants' understanding. The results of the service found that the training had been carried out well, there was an increase in the management's understanding of social media marketing materials, the results of the pre-test participants were on average 75% and after the training the post-test results for participants were an average of 99%, there was an increase of 24%.The response of the participants to the implementation of the activity was very good. After the training, there was an increase in the number of pesantren's social media followers and the number of conversations via Instagram direct messages (DM).
Qory Hidayati, Ria Setyawati, Subur Mulyanto, Dahyang Ika Leni Wijayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.10666

Abstract:
Abstrak: Sebagian besar petani jamur tiram Kelurahan Karang Joang Km.15 Balikpapan Utara masih fokus pada budidaya, dan belum pada peningkatan pengolahan pangan jamur tiram, sehingga nilai ekonomi jamur tiram belum sebanding dengan peningkatan penghasilan masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah (1) membantu masyarakat dalam memproduksi abon dengan membuat dan mensosialisasikan pengoperasian mesin tersebut; (2) melakukan pendampingan pembuatan inovasi produk olahan jamur tiram berupa abon jamur; dan (3) melakukan pendampingan pemasaran produk olahan abon jamur via website. Metode yang dilakukan adalah (1) pembuatan dan pengoperasian mesin TTG pengering abon; (2) Pengembangan produksi jamur dengan Pengolahan abon; (3) Pengembangan dan inovasi produk; dan (4) pemasaran produk. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah (1) alat/mesin pengolah abon jamur tiram untuk mempercepat proses pembuatan yang berkualitas baik; (2) terlaksananya pendampingan kepada masyarakat dalam mengolah produk olahan jamur tiram; dan (3) tersedianya website untuk pemasaran abon jamur tiram untuk melakukan pemasaran produk. The majority of oyster mushroom farmers in Karang Joang North Balikpapan are still focused on cultivation and have not yet improved the food processing; consequently, the economic value of oyster mushrooms has not kept pace with the rise in people's income. The goals of this community service are (1) aiding the community in the production of floss by developing and socialising the machine; (2) assisting in the development of innovations for processed oyster mushroom products in the form of shredded mushrooms; and (3) assisting in the marketing of shredded mushroom products through the website. The methods applied are (1) manufacturing and operation of shredded dryer machine; (2) development of mushroom production with shredded processing; (3) product research and innovation; and (4) product marketing. This activity generates (1) tools/machines for processing shredded oyster mushrooms to expedite the production of high-quality goods; (2) public understanding of oyster mushroom processing goods; and (3) a website for selling shredded oyster mushrooms to promote the product.
Bela Novita Amaris Susanto, Nofri Zayani, Selvy Afrioza, Rifa Asmieza Al Haq
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.10739

Abstract:
Abstrak: Proses penyusunan skripsi sering membuat mahasiwa tingkat akhir mengalami kecemasan, stres sampai dengan depresi, hal tersebut merupakan tanda adanya gangguan kesehatan mental. Para mahasiswa belum memahami secara pasti cara untuk mengelola kesehatan mental. Diperlukan hatha yoga untuk mengelola kesehatan mental pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Tujuan Kegiatan yoga ini untuk meningkatan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa tingkat akhir dalam hal pengelolaan kesehatan mental selama penyusunan skripsi di masa pandemi covid-19. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu advokasi, bina suasana dan evaluasi. Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat ini mahasiswa tingkat akhir jurusan S1 Keperawatan, Universitas Yatsi Madani Tangerang yang berjumlah 30 perempuan. Mitra mengikuti kegiatan dengan antusias dan kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 90%. Diharapkan mitra dapat mempraktekkan hatha yoga secara berkala untuk pengelolaan kesehatan mental selama penyusunan skripsi. The process of writing a thesis often makes final year students experience anxiety, stress and depression, this is a sign of a mental health disorder. The students do not understand exactly how to manage mental health. need hatha yoga to manage mental health in final year students who are working on a thesis. The purpose of this yoga activity is to increase the knowledge and skills of final year students in managing mental health during the preparation of thesis during the covid-19 pandemic. Activities are carried out through several stages, namely advocacy, atmosphere building and evaluation. Partners of this community service activity are final year undergraduate students majoring in Nursing, Yatsi Madani University, Tangerang, which collects 30 women. Partners participated in the activity enthusiastically and this activity increased partner knowledge by 90%. It is hoped that partners can practice hatha yoga regularly for mental health management during thesis preparation.
Edy Herianto, M. Ismail, Dahlan Dahlan, M. Mustari, Sawaludin Sawaludin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.9699

Abstract:
Abstrak: Tujuan penyelenggaraan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru pada konsep dasar dan bentuk pembelajaran portofolio berbasis HOTS sesuai karakteristik mata pelajaran dan perkembangan siswa, serta keterampilannya menyusun rancangan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, TPM menggunakan metode pelatihan secara daring dengan menggunakan berbagai platform pembelajaran (whatapps group, zoom meeting, google classroom, dan google form). Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang guru mitra (SMP) selama 10 hari dengan ekuivalen waktu selama 32 jam pelatihan. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test, post-test, dan tugas mandiri. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman guru mitra dengan rerata sebesar 27.8, dimana perolehan rerata pre-test sebesar 54.8 dan post-test sebesar 82.5. Seluruh guru (100%) telah mampu mengembangkan rancangan pembelajaran portofolio berbasis HOTS dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran dan perkembangan siswa. Setelah mengikuti pelatihan, guru mitra merasakan pentingnya pelatihan ini. Sebagai tindak lanjut, melalui MGMP guru membuat surat pernyataan akan mengimplementasikan hasil pelatihan pada setiap kegiatan pembelajaran. Organizing this community service improves teachers' understanding of the basic concepts and forms of HOTS-based portfolio learning according to the characteristics of the subject and student development, as well as their skills in preparing lesson plans. To achieve this goal, TPM uses online training methods using various learning platforms (whatsapp group, zoom meeting, google classroom, and google form). There are twenty partner teachers (SMP) who attended for ten days with the equivalent of 32 hours of training. Evaluation of activities using pre-test, post-test, and independent tasks. The results show an increase in the understanding of partner teachers by an average of 27.8 (average acquisition of the pre-test is 54.8, and the post-test is 82.5. All teachers (100%) have developed a HOTS-based portfolio learning design by considering the characteristics of subjects and student development. After attending the training, partner teachers felt the importance of this training. As a follow-up, through the MGMP, the teacher states that they will implement the training results in each learning activity.
Anie Yoraeni, Hasan Basri, Aprilia Puspasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.10655

Abstract:
Abstrak: Permasalahan yang terjadi pada mitra desa Tegalsawah yaitu pelayanan publiknya masih dilakukan secara konvensional dalam proses pelayanannya dan belum menyadari pentingnya pemanfaatan teknologi dalam menyelenggarakan pengelolaan layanan data dan informasi kepada masyarakat, Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan pelayanan yang berkualitas kepada warganya, yaitu dengan mengembangkan sistem pelayanan desa berbasis web dengan dibangunnya sistem informasi pelayanan desa berbasis web menggunakan metode pengembangan perangkat lunak yaitu metode waterfall. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari persiapan yaitu diskusi dengan perangkat desa apa saja yang di butuhkan untuk pelayanan kepada masyarakat, tahap pelaksanaan pada tahap ini dibuatkan aplikasi sistem informasi pelayanan desa serta memberikan pelatihan keterampilan manajemen kearsipan, tahap pendampingan kepada mitra aparat desa Tegalsawah sebanyak 10 orang dalam melakukan pelayanan kepada publik/masyarakat dan terakhir tahap evaluasi yaitu mengevaluasi pelaksanaannya program dan sistem teknologi informasi. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan PKM ini adalah meningkatkannya kemampuan mitra dalam manajemen kearsipan secara sistematis 85%, keterampilan perangkat desa sekitar 85% dalam menggunakan teknologi informasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas dalam pelayanan kepada publik sekitar 90%. The problem that occurs in Tegalsawah village partners is that public services are still carried out conventionally in the service process and have not realized the importance of using technology in managing data and information services to the community. The purpose of this PKM is to improve quality services to its citizens, namely by developing a service system web-based village with the construction of a web-based village service information system using a software development method, namely the waterfall method. The method of implementing this activity starts from preparation, namely discussions with village officials what is needed for service to the community, the implementation stage at this stage is an application for village service information systems and provides training in archive management skills, the stage of mentoring for partners of Tegalsawah village officials as many as 10 people. In providing services to the public/community and the last stage of evaluation is evaluating the implementation of information technology programs and systems. The results that have been achieved in this PKM activity are increasing the ability of partners in systematic archive management by 85%, village apparatus skills about 85% in using information technology, so as to improve the quality of services to the public by around 90%.
, Rosalia Dika Agustanti, Bernadin Dwi M, Nada Prima Dirkareshza, Mouva Putri Ramadhita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.10325

Abstract:
Abstrak: Disahkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) diharapkan dapat mendukung dan membantu dalam pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 maupun pasca endemi Covid-19. Secara umum semua sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) memiliki permasalahan legalitas dan lemahnya strategi berbisnis serta minimnya informasi atas kemudahan dari Perusahaan Perseorangan khususnya dimasa pasca endemic Covid-19. Tujuan dari pengabdian melibatkan Perangkat Desa sebagai perpanjangan pengabdi untuk dapat tepat pada sasarannya yaitu UMKM yang membutuhkan, agar dapat ditindak lanjuti pada proses pendampingan secara real time. Berdasarkan hasil survey kepada perangkat Desa Mangunjaya, menghasilkan bahwa masyarakat Desa Mangunjaya membutuhkan peningkatan strategi pemasaran dan kesadaran hukum dagang untuk meningkatkan pendapat para pelaku UMKM di wilayah Desa Mangunjaya . Kegiatan pengabdian ini disusun menggunakan metode Plan - Do - Check - Action disertai pelaksanaan dialog dan praktik lapangan untuk menghasilkan bukti yang nyata kepada masyarakat Desa Mangunjaya. Penggunaan metode Plan - Do - Check - Action menjadi solusi praktis untuk pelaksanaan proses kegiatan. Pendampingan peningkatan kesadaran hukum yang dilaksanakan tim pengabdi menghasilkan 4 buah sertifikat Nomor Induk Berusaha. Sosialisasi peningkatan strategi bisnis menghasilkan peningkatan pengetahuan ilmu ekonomi kepada 85% peserta yang mengikuti kegiatan. The enactment of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation (Job Creation Law) is expected to support and assist in economic growth during the Covid-19 pandemic and post-endemic Covid-19. In general, all Micro and Small Enterprises (MSE) sectors have problems with the nature and weak business strategy and lack of information on the convenience of Individual Companies, especially in the post-endemic period of Covid-19. Thepurpose of service involves the Village Apparatus as an extension of service to be able to be right on its target, namely MSMEs in need, so that it can be followed up on the mentoring process in real time. Based on the results of a survey of the Mangunjaya Village apparatus, it was found that the people of Mangunjaya Village need to improve marketing strategies and awareness of trade laws to increase the opinions of MSME actors in the Mangunjaya Village area. This service activity was prepared using the Plan - Do - Check - Action method accompanied by the implementation of dialogue and field practices to produce concrete evidence to the people of Mangunjaya Village. The use of the Plan - Do - Check - Action method is a practical solution for the implementation of the activity process. Assistance in increasing legal awareness carried out by the service team produced 4 Certificates of Business Identification Numbers. Socialization of improving business strategies resulted in an increase in knowledge of economics to 85% of participants who participated in the activity.
, Sabrina Sabrina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.10367

Abstract:
Abstrak: Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia untuk menunjang kesehatan. Sehingga pengelolaan air bersih perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan kesehatan. Sebagian masyarakat RT 34 Pandan Mekar Dalam, Kota Samarinda masih belum mendapatkan akses air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum, sehingga mereka memanfaatkan sumber air dari danau yang terbentuk dari urukan tanah kegiatan pertambangan. Kondisi fisik air danau terlihat jernih dan tidak berbau. Namun saat hujan, dapat menjadi keruh akibat naiknya tanah dan lumpur. Masyarakat menggunakan sumber air danau untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan permasalahan diatas, solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi dan demonstrasi pengelolaan air dengan sistem penyaringan sederhana. Kegiatan dilakukan dengan mengundang masyarakat RT 34 Pandan Mekar Dalam yang menggunakan sumber air dari danau. Dilakukan penyebaran angket sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi untuk melihat gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat dalam pengelolaan air bersih. Hasil pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan sebesar 1,36% dan tidak terdapat peningkatan skor rata-rata sikap yang signifikan pada peserta. Namun, kegiatan sosialisasi dan demonstrasi berjalan baik dan disambut antusias masyarakat untuk berdiskusi tentang pengelolaan air dan penggunaan air bersih masyarakat. Water is a very important need for humans to support our health. So that clean water management needs to be carried out to prevent health problems. Some communities of neighbourhoods’ association 34 Pandan Mekar Dalam, Samarinda City still do not get access to clean water from Regional Drinking Water Company, so they use water sources from lakes formed from landfill mining activities. The physical condition of the lake water looks clear and odorless. But when it rains, it can become cloudy due to rising soil and mud. People use lake water sources for daily use. Based on the above problems, the solution offered is socialization and demonstration of water management with a simple filtration system. The activity was carried out by inviting the people of RT 34 Pandan Mekar Dalam who used water sources from the lake. The distribution of questionnaires before and after socialization activities was carried out to see a picture of knowledge and attitudes of the community in clean water management. The results of pretest and posttest showed that there was an increase in the average knowledge score of 1.36% and there was no significant increase in the average attitude score of the participants. However, the socialization activities and demonstrations went well and were enthusiastically welcomed by the community to discuss water management and the use of clean water in the community.
Fitriani Latief, Karlina Ghazalah Rahman, Dirwan Dirwan, Moch. Ridho Ghazalih R.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.10654

Abstract:
Abstrak: Tujuan pengabdian ini adalah bagaimana cara untuk meningkat UMKM khususnya pada bidang pemasaran dan keuangan sehingga mampu bersaing menyongsong Indonesia emas 2045 . Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah sosialisasi pengembangan skill masyarakat di bidang pemasaran dan workshop dalam bidang keuangan UMKM. Mitra pengabdian ini adalah UMKM di desa Bolaromang Kabupaten Gowa. Jumlah yang terlibat adalah 15 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner terhadap mitra. Hasil yang dicapai adalah 14 orang atau 85,7% dari hasi evaluasi bersama dengan pengelola UMKM menggunakan kuesioner terbuka dan wawancara menyatakan bahwa setelah ada sosialisasi dan workshop yang dilakukan terjadi peningkatan penjualan yang terjadi karena banyaknya konsumen yang membeli dari luar Desa Bolaromang. UMKM juga banyak yang telah menggunakan buku kas dalam proses pencatatan keuangannya. Sehingga kedepannya mitra ingin menggunakan social media lebih aktif lagi dan ingin terus menggunakan buku kas dalam pencatatan keuangan produknya. The purpose of this service is how to increase MSMEs, especially in the fields of marketing and finance so that they are able to compete for a golden Indonesia in 2045 . The method used in the service is socialization of community skill development in the field of marketing and workshops in the field of MSME finance. The partners of this service are MSMEs in Bolaromang village, Kabupaten Gowa. The number involved is 15 people. Evaluation is carried out using questionnaires against partners. The results achieved were 14 people or 85.7% of the evaluation results together with MSME managers using open questionnaires and interviews stating that after the socialization and workshops carried out there was an increase in sales that occurred due to the large number of consumers who bought from outside Bolaromang Village. Many MSMEs have also used cash books in the process of recording their finances. So that in the future partners want to use social media more actively and want to continue to use cash books in recording the finances of their products.
Sugeng Mashudi, Muhammad Lukman Syafii, Ghulam Asrofi Buntoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.9998

Abstract:
Abstrak Prioritas permasalahan kegiatan pengabdian masyarakat diantaranya adalah teknologi pendukung terapi okupasi gangguan jiwa yang belum memadahi dan bagaimanakah penerapan optiomized occupational therapy pada eks. penderita gangguan jiwa. Tujuan pengabdian masyarakat diantaranuya selain mengoptimalkan mutu layanan yang berfokus pada terapi okupasi dan mengaplikasi teknologi yang mendukung pelaksanaan terapi okupasi juga menilai peningkatan hardskill penderita eks. Gangguan jiwa melalui Optimized Occupational Therapy. Metode pelaksanaan PKM peningkatan hardskill penderita eks. Gangguan jiwa melalui Optimized Occupational Therapy terdiri dari dua kegiatan utama untuk memberikan solusi dari dua masalah, yaitu sebagai berikut: 1) penerapan teknologi pendukung terapi okupasi eks. penderita gangguan jiwa; 2) pelatihan terapi okupasi berdasarkan ipteks. Mitra pada program PKM ini adalah Puskesmas Kesehatan Jiwa Ponorogo , sebanyak 10 penderita gangguan jiwa terlibat aktif kegiatan OOT. Melalui model evaluasi pembelajaran keterampilan melalui lembar observasi check list, pengabdi mendapatkan hasil yang telah dicapai diantaranya peningkatan hardskill sebesar 70% bagi penderita eks. Gangguan jiwa, dan peningkatan kualitas produk sebesar 80%. The priority problems of empowerment are include supporting technology for occupational therapy for mental disorders is not yet adequate and how to apply optimized occupational therapy to ex. people with mental disorders. Among other things, the aim of community service is to optimize the quality of services that focus on occupational therapy, but also to apply technology that supports the implementation of occupational therapy. The method of implementing PKM Optimized Occupational Therapy (OOT) for Ex. Patients with mental disorders consist of two main activities to provide solutions to two problems, namely as follows: 1) application of supporting technology for ex occupational therapy. People with mental disorders; 2) occupational therapy training based on science and technology. Partners in this PKM program are Ponorogo mental health centres. The results that have been achieved include an increase in hard skills by 70% for sufferers of ex. Mental disorders, and an increase in product quality by 80%.
Melda Yunita, Morgan Ohiwal, Eka Astuty, Sukmawati Sukmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Volume 6; https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.9875

Abstract:
Abstrak: Serangan dari wabah novel coronavirus (Covid-19) telah menyebar secara masiv di seluruh wilayah Indonesia dan pernah menjadi kasus dengan angka kematian tertinggi di Asia tenggara. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah bersama dengan pihak terkait untuk mencegah transmisi Covid-19 yang sangat cepat, termasuk dengan mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Desa Air Salobar Ambon. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menganalisis level pengetahuan masyarakat mengenai PHBS untuk mencegah transmisi Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 Maret 2021 di Desa Air Salobar dengan melibatkan 26 responden. Metode yang digunakan pada kegiatan ini ialah metode deskriptif yaitu dengan memberikan pretest, edukasi berupa penyuluhan PHBS, dan posttest kepada masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai posttest meningkat dari 40,8% menjadi 95% setelah diberikan edukasi dengan rata-rata peningkatan nilai posttest dibandingkan pretest ialah sebesar 56.2%. Dapat disimpulkan bahwa edukasi membrikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan level pengetahuan masyarakat mengenai PHBS setelah mendapat edukasi dari fasilitator. The attack from novel coronavirus (Covid-19) outbreak has spread massively throughout Indonesia and has ever become the case with the highest death rate in Southeast Asia. Various efforts have been conducted by the government together with related parties to prevent the very rapid transmission of Covid-19, including by promoting clean and healthy living behavior (PHBS) at all levels of society, particularly in Air Salobar Village, Ambon. The objective of the community service activity was to analyze the level of knowledge of the community on PHBS to prevent the transmission of Covid-19. This activity was carried out on March 20, 2021 in Air Salobar Village by involving 26 respondents. The method used was a descriptive method, by providing pretest, education in the form of PHBS counseling, and posttest to the respondents. The results of the analysis showed that the posttest score increased from 40.8% to 95% after being given education with an increase in knowledge level of 56.2%.
Back to Top Top