Journal Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences

-
19 articles
Page of 2
Articles per Page
by
Effendi Effendi, Mursilah Mursilah, Mujiono Mujiono
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 10, pp 17-23; doi:10.30599/jti.v10i1.131

Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi konsep bahwa ketercapaian prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa seperti tingkat inteligensi, bakat, minat, motivasi serta kemandirian dalam belajar. Sikap kemadirian siswa sangat mendukung terhadap keberhasilan dalam belajar, sehingga baik lingkungan keluarga maupun sekolah harus mampu melatih dan mengembangkan rasa kemandirian siswa. Di samping faktor intern tersebut salah satu faktor yang perlu dierhatikan yakni perhatian orang tua. Seorang peserta didik secara psikologis sangat membutuhkan rasa perhatian baik dari orang tua, guru maupun lingkungannya, sehingga sudah sewajarnya orang tua harus lebih intens untuk memberikan waktu kepada anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menhetahui seberapa besar hubungan antara tingkat perhatian orang tua dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar siswa. Penelitian dilaksanakan menggunakan jenis kuantitatif korelasional. Variabel bebas pada penelitian ini adalah tingkat perhatian orang tua (X1) dan kemandirian belajar (X2), sedangkan variabel terikat penelitian ini adalah prestasi belajar siswa. Populasi penelitian ini berjumlah 105. Sampel penelitian adalah diambil 50% dari populasi yaitu 53 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dan dokumentasi. Uji instrumen yang dilakukan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji prasyarat analisis data yang digunakan adalah uji normalitas. Adapun analisis data dilakukan menggunakan rumus product moment dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara tingkat perhatian orang tua dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar siswa dengan indeks korelasi sebesar 0,95 yang berada diantara 0,81 – 1,00. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai F0 = 834,798, F0 > F0,05(2)(50) yaitu 834,798>3,180 sehingga hipotesis nihil (H0) ditolak sedangkan (Ha) diterima. Dengan demikian maka sebaiknya orang tua senantiasa meningkatkan sikap perhatian kepada anak-anaknya dan seorang pendidik harus berupaya untuk mendesain pembelajaran sehingga peserta didik lebih mandiri dalam proses belajarnya.
Wahid Gunarto
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 10, pp 39-47; doi:10.30599/jti.v10i1.140

Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya minat dan perhatian siswa tarhadap mata pelajaran IPA, sehingga hasil belajar siswa belum tuntas secara klasikal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar IPA khususnya materi pembelajaran Fisika melalui menerapkan pendekatan pembelajaran keterampilan proses. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan mulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik tes. Adapun analisis data yang digunakan adalah teknik deskripsi dari data observasi dan tes. Dari analisis data didapatkan hasil penelitian dari pra siklus sampai ke siklus II yaitu persiapan guru mengalami peningkatan dari 74,0% pada pra siklus, 81,0% pada siklus I dan 96,3% pada siklsu II. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari 50,0% pada pra siklus, 77,1% pada siklus I dan 98,0% pada siklus II. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari ketuntasan 67,0% pada pra siklus, 77,8% pada siklus I dan 96,3% pada siklus II. Sedangkan aktivitas siswa mengalami peningkatan dari kriteria cukup, baik dan sangat baik. Dengan hasil tersebut maka peneliti berkesimpulan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Listrik Statis.
Helmi Helmi, Afridha Sesrita, Sobrul Laeli
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 10, pp 24-28; doi:10.30599/jti.v10i1.105

Abstract:Model pembelajaran IPA di sekolah dasar merupakan salah satu mata kuliah yang membekalkan keterampilan dasar bagi seorang calon guru yang meliputi berbagai model pembelajaran IPA yang diterapkan disekolah dasar. Pada kenyataanya ada banyak hambatan dalam proses pembelajaran. Karenanya dilakukan berbagai upaya untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam perkuliahan ini sehingga setiap mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dapat mengaplikasikan ilmunya dengan bekal yang cukup. Penelitian ini merupakan langkah perbaikan sistem perkuliahan yaitu perbaikan bahan ajar yang digunakan. Tahap awal yang dilakukan adalah menganalisis kebutuhan modul yang diperlukan oleh mahasiswa meliputi perlu dan tidaknya modul dibuat, bentuk modul yang diharapkan, cakupan isi dan sebagainya. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD di Universitas djuanda Bogor (N=30) dengan menyebarkan angket yang mencakup tingkat pemahaman materi dan analisis kebutuhan modul. Berdasarkan data dari angket, didapatkan bahwa penguasaan mahasiswa terhadap materi masih tergolong rendah, sedangkan modul yang memenuhi kriteria baik, menarik dan memudahkan pembelajaran sangat dibutuhkan oleh mahasiswa.
Saprudin Saprudin, Fatma Hamid
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 10, pp 29-38; doi:10.30599/jti.v10i1.135

Abstract:Artikel ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan model multimedia pembelajaran fisika berorientasi peta kompetensi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di provinsi Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas penggunaan multimedia interaktif (MMI) dalam meningkatkan penguasaan konsep fisika siswa SMA khususnya pada materi kalor. Penelitian eksperimen ini menggunakan randomized control group pretest-posttest design dengan sampel siswa kelas X pada salah satu SMA di Kabupaten Halmahera Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui tes yakni uji kompetensi siswa yang berisi kemampuan yang diujinasionalkan terkait materi kalor. Hasil perhitungan Effect Size menunjukkan bahwa besarnya Cohen’s d effect size antara kelas eksperimen 1 dengan kelas kontrol sebesar 3,7 (tinggi) dan antara kelas eksperimen 2 dengan kelas kontrol sebesar 0,7 (sedang). Hal ini berarti bahwa penggunaan MMI secara signifikan efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa pada kemampuan yang diujinasionalkan khususnya pada materi kalor. Besarnya effect size menunjukkan bahwa implementasi MMI lebih efektif jika digunakan dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran tertentu dalam hal ini model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD).
Suparman Suparman, Bahtiar Bahtiar, M. Nasir Tamalene
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 10, pp 9-16; doi:10.30599/jti.v10i1.130

Abstract:Kota Ternate adalah pusat pelajar di Provinsi Maluku Utara. Beberapa kasus kekerasan dan pengedaran narkoba di Kota Ternate sangat meresahkan pihak orangtua dan sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi pihak sekolah dan pelajar dalam mencegah kekerasan dan penyebaran anrkoba dengan mengintegrasikan suatu model pengabdian GEN AKTIF dalam ekstrakurikuler. Dua sekolah model digunakan sebagai mitra yakni SMP IT Albina Ternate dan SMA Nurul Hasan Kota ternate. Pelaksanaan IbM dimulai dengan kegiatan sosialisasi Anti Narkoba berupa Olimpiade Anti Narkoba untuk pelajar SMA Sekota Ternate. Tahapan kedua ialah pendempingan mengenai GEN AKTIF dan penyuluhan anti narkoba, anti kekerasan dan anti aids. Pendampingan mengambil waktu selama empat bulan yang dilaksanakan disekolah masing-masing. Selanjutnya evaluasi oleh tim pengabdi. Semua rangkaian usulan tersebut dapat dilakukan dengan program IbM pelajar Kota Ternate dalam GEN AKTIF (Generasi anti kekerasan, narkoba dan zat adiktif). Rangkaian program melibatkan siswa secara langsung dalam mengelola kegiatan dan pembentukan model komunitas sekolah bernuansa anti kekerasan dan narkoba dikalangan pelajar. Akhir program, tim mendapatkan perubahan pengetahuan peserta baik dari SMP maupun SMA tentang narkoba, aids dan kekerasan, yakni : pengetahuan peserta SMA rata-rata meningkat dari 30% menjadi 67%; peserta SMP meningkat dari 22% menjadi 61% pada tes akhir. Respon peserta juga menyatakan bahwa 100% peserta senang dengan kegiatan ini, dan 93% peserta mendapat pengalalan baru dan bermanfaat bagi masa depan.
Abdul Karim
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 10, pp 1-8; doi:10.30599/jti.v10i1.126

Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas soal perlombaan matematika tingkat SMA sederajat berdasarkan analisis butir soal secara kuantitatif dan sebagai bahan masukan untuk perbaikan soal perlombaan matematika yang akan datang Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini teknik menggumpulkan data adalah dokumen soal yang digunakan pada saat kompetisi matematika yang diadakan oleh program studi pendidikan matematika Universitas Indraprasta PGRI. Objek penelitian ini adalah soal (termasuk kunci jawaban) dan lembar jawaban soal yang dikerjakan peserta. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh soal dan jawaban pada kompetisi matematika yang berjumlah 109 peserta.Hasil analisis butir soal secara kuantitatif terbagi menjadi empat yaitu a) Ditinjau dari validitas, b) Ditinjau dari reliabilitas, c) Ditinjau dari daya beda dan 4) Ditinjau dari tingkat kesukaran.
Mardia Hi Rahman, Saprudin Saprudin, Husnin Mubarak, Fatma Hamid
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 9, pp 59-65; doi:10.30599/jti.v9i2.93

Abstract:Akreditasi sekolah/ madrasah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan dan kinerja satuan dan/ atau program, yang dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik. Kenyataan menunjukkan bahwa masih terdapat banyak sekolah/ madrasah yang ada di Kota Ternate yang harus di re-akreditasi tahun 2017. SD-A merupakan sekolah mitra IbM yang sudah dua kali diakreditasi yaitu pada tahun 2007 dengan peringkat akreditasi A, sementara tahun 2012 re-akreditasi dan terakreditasi dengan peringkat C. SD-B merupakan sekolah mitra IbM yang telah diakreditasi tahun 2012 dengan peringkat akreditasi C. Program pendampingan penyusunan borang akreditasi bagi Sekolah Dasar di kota Ternate merupakan salah satu program pengabdian yang dilakukan berupa; 1) transfer pengetahuan terkait pentingnya akreditasi sekolah, 2) pelatihan intensif terkait penyusunan borang akreditasi sekolah, 3) pendampingan penyusunan borang akreditasi bagi sekolah mitra. Adanya program pengabdian masyarakat ini berdampak terhadap peningkatan pemahaman sekolah mitra terkait akreditasi sehingga dapat menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan tanggung jawab sekolah mitra untuk meningkatkan status akreditasi sekolah.
Sutarno Sutarno, ERWIN ERWIN, Muhammad Syaipul Hayat
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 9, pp 51-58; doi:10.30599/jti.v9i2.92

Abstract:Teori fisika klasik telah menghasilkan konsensus bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang terdistribusi secara malar dalam ruang tiga dimensi. Cahaya merambat transversal dengan laju energi sebanding dengan intensitasnya. Paradigma ini telah menuntun rangkaian aktivitas ilmiah pada sains normal yang menghasilkan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan. Teori gelombang elektromagnetik terus berkembang hingga awal abad 19 sebelum akhirnya gagal menjelaskan fakta spektrum radiasi benda hitam dan efek fotolistrik. Teori fisika klasik mengalami krisis. Fase ini mendorong para ilmuwan melakukan berbagai spekulasi teori dan eksperimen guna memperoleh penyelesaian masalah. Muncul pemikiran revolusioner yang diilhami oleh gagasan Planck yang selanjutnya diartikan lebih fisis oleh Einstein membentuk teori kuantum cahaya. Fenomena radiasi benda hitam dan efek fotolistrik dapat dijelaskan secara memuaskan hanya dengan menganggap bahwa cahaya tidak terdistribusi secara malar, melainkan dalam bentuk paket-paket energi yang disebut kuanta (foton). Besar energi foton tidak ditentukan oleh intensitas, melainkan oleh frekuensi cahaya. Fenomena radiasi benda hitam dan efek fotolistrik telah membuka gerbang pergeseran paradigma, dari fisika klasik menuju fisika modern.
Rafika Rahmadani, Riswan Jaenudin, Ikbal Barlian
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 9, pp 72-78; doi:10.30599/jti.v9i2.97

Abstract:Penelitian ini berjudul Analisis Kecakapan Hidup Siswa Pada Pembelajaran Ekonomi Kreatif Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek di SMA Negeri 15 Palembang. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai kecakapan spesifik siswa pada pembelajaran ekonomi kreatif di SMA Negeri 15 Palembang dan bagaimana pembelajaran ekonomi kreatif melalui pembelajaran berbasis proyek dapat memperlihatan nilai-nilai pada kecakapan spesifik siswa. Variabel penelitian ini adalah kecakapan hidup siswa yang dibatasi pada kecakapan spesifik dan difokuskan pada nilai-nilainya. Subjek penelitian ini adalah SMA Negeri 15 Palembang dengan siswa kelas X.IPS 2 dan satu guru mata pelajaran ekonomi kreatif. Data observasi digunakan untuk mengetahui nilai-nilai kecakapan spesifik siswa, angket digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran ekonomi kreatif dan wawancara digunakan untuk mengetahui konsep pembelajaran ekonomi kreatif melalui pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kecakapan spesifik siswa yang terdiri dari kecakapan akademik dan kecakapan vokasional terlihat cukup baik. Hasil untuk nilai kecakapan akademik adalah 68,7% masuk dalam kategori cukup baik dan nilai kecakapan vokasional adalah 69.7% dan dapat dikatakan cukup baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa di dalam diri siswa memiliki nilai-nilai kecakapan hidup yang baik sehingga nilai-nilai tersebut dapat dijadikan sebagai proses pembentukan keterampilan diri siswa.
Hastuti Retno Kuspiyah, Ainur Rohmah
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Volume 9, pp 79-82; doi:10.30599/jti.v9i2.98

Abstract:Tujuan kegiatan ini adalah : 1) Memberi pelatihan bagi para siswa untuk memahami teori tentang storytellig, menyeleksi cerita, memodifikasi cerita dan bahkan membuat cerita sendiri dan kemudian menceritakanya didepan umum dengan baik dalam bahasa Inggris. 2) Membekali para siswa untuk memiliki pengetahuan tentang teori storytelling yang baik dan dapat memparktikanya didepan umum, khususnya untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (LFS2N) tahun 2016. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu, yaitu dari tanggal 02 Mei sampai dengan 16 Mei 2016. Lama waktu yang dibutuhkan ini terkait dengan alokasi waktu yang disediakan oleh pihak sekolah dalam rangka mempersiapkan untuk mengikuti penyelenggaraan FLS2N tahun 2016. Kegiatan ini ada dua bagian yaitu teori dan praktik, namun praktik akan lebih dominan. Peserta pelatihan adalah kelas VII dan VIII dengan pertimbangan bahwa merekalah nantinya yang akan disiapkan untuk terlibat dalam mengikuti lomba storytelling. Namun jumlah peserta dibatasi 20 siswa yang diambil dari perwakilan diawal dari masing- masing kelas dengan pertimbangan akan terjadi sharing dengan siswa lain dikelas. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan baru bagi para peserta dan mereka terlihat antusias dengan merespon positif dalam bentuk selalu menghadiri jadwal kegiatan yang telah di rencanakan secara rutin. Walaupun terlihat mengalami banyak kesulitan dalam melakukan storytelling dikarenakan keterbatasan dalam menggunakan Bahasa Inggris.
Page of 2
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search