Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)

-
28 articles
Page of 3
Articles per Page
by
Fajar Wulandari
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 18-20; doi:10.26737/jpipsi.v3i2.712

Abstract:. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan media video terhadap kesiapsiagaan siswa menghadapi bencana gempabumi di SMA Negeri 1 Gantiwarno. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif sebelumnya dilakukan uji prasyarat analisis menggunakan metode Kolmogorov Smirnov untuk uji normalitas dan metode Levene Test untuk uji homogenitas, dengan populasi siswa SMA Negeri 1 Gantiwarno sebagai kelompok siswa yang rentan terhadap bencana gempabumi di sekolah. Sampel yang diambil yaitu 50 siswa dari kelas X, XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPS 1, XII IPA 1, XII IPA 2, XII IPS 1, XII IPS 2. Hasil penelitian menyimpulkan 1) Hasil data diketahui dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa SMA Negeri 1 Gantiwarno menghadapi bencana gempabumi. Nilai indeks gabungan kesiapsiagaan siswa sebelum diberikan media video adalah 63,83 termasuk kategori hampir siap dengan presentase sangat siap (10%), siap (32%), hampir siap (44%), kurang siap (12%) belum siap (2%), sedangkan tingkat kesiapsiagaan siswa SMA Negeri 1 Gantiwarno menghadapi bencana gempabumi sesudah diberikan media video dengan perolehan nilai78,79 termasuk kategori siap dengan presentase sangat siap (46%), siap (36%), hampir siap (16%), kurang siap (2%)belum siap (0%). 2) Penggunaan media video dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi bencana gempabumi.
Dina Anika Marhayani, Wasis Suprapto
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 21-32; doi:10.26737/jpipsi.v3i2.758

Abstract:Penelitian ini bertujuan mengembangkan model teoritk resolusi konflik dalam pembelajaran IPS di SMA Kota Singkawang. Secara rinci tujuan penelitian ini: 1) mengembangkan perangkat pembelajaran model teoritik resolusikonflik intoleransi dalam pembelajaran IPS; 2) untuk mengetahui hasil pengembangan perangkat pembelajaran modelteoritik resolusi konflik intoleransi dalam pembelajaran IPS valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini akan menghasilkanmodel yang berupa model teoritik resolusi konflik intoleransi dalam pembelajaran IPS. Target yang akan dicapai melaluipenelitian ini adalah terbitnya sebuah karya ilmiah yang dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi pembacamelalui publikasi ilmiah dalam jurnal nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D yang dilakukanselama 1 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model Borg dan Gall dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: Pengumpulan informasi awal, perencanaan awal, pengembangan produk, ujicoba produk awal,revisi produk, ujicoba lapangan 1, revisi produk, ujicoba lapangan 2, revisi produk, desiminasi dan implementasi. Padapenelitian ini hanya sampai pada revisi produk dan ujicoba hanya sampai pada ujicoba lapangan 1 karena mengingatketerbatasan waktu. Model teoitik resolusi konflik intoleransi dapat digunakan di sekolah-sekolah terutama sekolah yangmemiliki siswa yang multi etnis. Dengan penggunaan model ini, diharapan dapat digunakan di sekolah-sekolah terutamapada tingkat SMA pada pembelajaran IPS
Wasis Suprapto
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 33-39; doi:10.26737/jpipsi.v3i2.975

Abstract:Artikel ini sendiri bertujuan untuk mengkaji tiga hal yaitu (1) Bagaimanakah rekam jejak Etnis Tionghoa di Indonesia, (2) Bagaimanakah pelaksaan tradisi Cap Go Meh di Singkawang? (3) Bagaimanakah peran dari tradisi Cap Go Meh untuk menanamkan pendidikan resolusi konflik pada masyarakat?. Artikel ini dikaji dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Kehidupan sosial masyarakat tionghoa di Indonesia telah mengalami pasang surut dari mulai dibatasi sejak keluarnya Inpres No 14 tahun 1967 yang melarang penyelenggaraan ibadah agama atau kepercayaan serta adat istiadat orang Tionghoa. Namun, pada era Presiden Abdurahman Wahid Inpres ini dihapus dan diganti dengan Keppres No 6 Tahun 2000 untuk memutihkan hak mereka. Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahkan dikeluarkan Undang-Undang No 40 Tahun 2008 yang melarang adanya deskriminasi ras dan etnis. (2) Pelaksaan Tradisi Cap Go Meh di Singkawang dilakukan dilakukan melalui tiga acara besar yaitu kegiatan Ritual Bersih Jalan di hari ke-14, Pawai Lampion di mala hari ke-15, dan Parade Tatung di hari ke-15. Kegiatan ini diikuti oleh hampir semua etnis di Kota Singkawang baik sebagai pelaku parade maupun penonton acara. (3) Pelaksaan tradisi Cap Go Meh ternyata dapat dijadikan sebagai media pendidikan resolusi konflik di masyarakat. Model pendidikan resolusi konflik tersebut dapat dikaji dari tiga pendekatan baik peace keeping, peace building, dan peace making. Peace keeping terlihat dari keberadaan oknum TNI, Polisi, dan tokoh lintas etnis maupun agama. Peace building terlihat dari adanya keikutsertaan dari Etnis Dayak dalam kegiatan Cap Go Meh meskipun kedua etnis pernah terlibat konflik tahun 1967. Peace making terlihat dari berakhirnya kegiatan Cap Go Meh sebelum Adzan Dzuhur berkumandang. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keharmonisan antar etnis di Singkawang.
Fajar Wulandari, Dahroni Dahroni
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 1-3; doi:10.26737/jpipsi.v3i1.479

Abstract:Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan media video terhadap kesiapsiagaan siswa menghadapi bencana gempabumi di SMA Negeri 1 Gantiwarno. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif sebelumnya dilakukan uji prasyarat analisis menggunakan metode Kolmogorov Smirnov untuk uji normalitas dan metode Levene Test untuk uji homogenitas, dengan populasi siswa SMA Negeri 1 Gantiwarno sebagai kelompok siswa yang rentan terhadap bencana gempabumi di sekolah. Sampel yang diambil yaitu 50 siswa dari kelas X, XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPS 1, XII IPA 1, XII IPA 2, XII IPS 1, XII IPS 2. Hasil penelitian menyimpulkan 1) Hasil data diketahui dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa SMA Negeri 1 Gantiwarno menghadapi bencana gempabumi. Nilai indeks gabungan kesiapsiagaan siswa sebelum diberikan media video adalah 63,83 termasuk kategori hampir siap dengan presentase sangat siap (10%), siap (32%), hampir siap (44%), kurang siap (12%) belum siap (2%), sedangkan tingkat kesiapsiagaan siswa SMA Negeri 1 Gantiwarno menghadapi bencana gempabumi sesudah diberikan media video dengan perolehan nilai 78,79 termasuk kategori siap dengan presentase sangat siap (46%), siap (36%), hampir siap (16%), kurang siap (2%) belum siap (0%). 2) Penggunaan media video dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi bencana gempabumi.
Masnurrima Heriansyah
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 4-7; doi:10.26737/jpipsi.v3i1.535

Abstract:Nowadays, student’s life was very close to the risky behaviors that can lead to mental health disorders such as smoking, alcohol consumption, drug addiction and premarital sex. Risky behaviors that can interfere students should be prevented so that they could avoid negative things in their life. This study will attempt to show the contribution of group guidance services in providing risky behavior prevention program on the students. This research was used Ex Post Facto Research combined with correlational research and involved the subject of 65 students. The results of the study showed that group guidance services showed contribution in prevent risky behavior to their students by 35% to conclude that group guidance services can used as prevention strategy for risky behavior and give positive sentiment for students about the negative impact of risky behavior. The implication of this research is giving an overview of the importance of guidance and counseling service as the prevention step and as for students to be aware and integrate and avoiding risky behaviors for the sake of their better future.
Heryani Agustina
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 8-13; doi:10.26737/jpipsi.v3i1.536

Abstract:Corporate Social Responsibility (CSR) practice in local area involved three governance components that are local government, private sector and society, so productive and strong partnership among those three components need to be built in order to create good governance in CSR. Partnership and good governance in CSR will create synergy and optimal CSR results, so it supports local government programs to create society prosperity. Some area success in building partnership and good governance in CSR, but there are many areas are failed and involved in corruption case of CSR fund. Building partnership and good governance in CSR is not an easy thing because it faced many obstacles related to basic foundation of partnership and good governance itself.
Muhammad Husen Arifin
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 1-3; doi:10.26737/jpipsi.v3i1.534

Abstract:Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi, iklim sekolah terhadap kinerja guru dan karyawan MAN 2 Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif sebelumnya dilakukan uji korelasi product moment untuk uji validitas. Sampel yang diambil yaitu 39 guru MAN 2 Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian menyimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi dan iklim sekolah terhadap kinerja guru MAN 2 Kabupaten Probolinggo besarnya pengaruh secara simultan (93,2%). Besarnya pengaruh secara parsial antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (10,1%), antara motivasi berprestasi terhadap kinerja guru (8,6%) dan besarnya pengaruh antara iklim sekolah terhadap kinerja guru (16,3%)
I Wayan Mudana, La Ode Ali Basri
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 14-17; doi:10.26737/jpipsi.v3i1.537

Abstract:This study aims to examine and analyze about base factors collaboration of economic community, political community, and civil community in investing social capital and forms of the social capital invested for preservation of marine and coastal environment in the Pemuteran village, Bali. This study uses qualitative method, with kajian budaya approach. The technique of data collection, involves observation, serious interviewing, library/document study. Data is carried out in qualitative descriptive, and implemented in narration shape. The result of this study shows, there is the factors that base the collaboration among the communities of economic, politic and civil, to invest the social capital in appearing ecological everlasting of marine and coastal in Pemuteran village there are: situation is based on awareness to natural ecology condition, ecologic intelligence, the purpose reason, that has economical character, politic, sociological, socio religious, and development policy. The shape of social capital that’s collaborated by economic, politic, and civil community in developing the everlasting of marine and coastal environment, involving the ideology of tri hita karana, nyegara gunung, menyama beraya, kinship system, neighboring relationship of Desa Pakraman and office village.
Rini Setyowati, Wira Fimansyah
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 14-17; doi:10.26737/jpipsi.v3i1.544

Abstract:Konsep pendidikan IPS di Indonesia secara historis epistemologis terasa sangat sukar karena dua alasan yaitu diIndonesia belum ada lembaga profesional bidang IPS sekuat pengaruh NCSS atau SSEC dan pembelajaran IPS sangattergantung pada pemikiran individual atau kelompok pakar. Pembelajaran IPS yang bermakna diperlukan agar siswadapat berkomunikasi dengan terampil. Selain itu , mengajar dengan diskusi memungkinkan siswa untuk mengembangkanpemahaman tentang isu tertentu, meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan untuk meningkatkan keterampilaninterpersonal. Pentingnya diskusi dalam pelajaran IPS mempertahankan argumen yang meliputi fakta dan konsep yangmendukung gagasan bahwa siswa yang mengalami keterlibatan pada kegiatan, interaksi kelompok kecil dan pembelajarankooperatif lebih sukses dalam pembelajaran IPS
Muh Husen Arifin
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 1-3; doi:10.26737/jpipsi.v3i1.545

Abstract:Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi, iklim sekolah terhadap kinerja guru dan karyawan MAN 2 Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif sebelumnya dilakukan uji korelasi product moment untuk uji validitas. Sampel yang diambil yaitu 39 guru MAN 2 Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian menyimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi dan iklim sekolah terhadap kinerja guru MAN 2 Kabupaten Probolinggo besarnya pengaruh secara simultan (93,2%). Besarnya pengaruh secara parsial antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (10,1%), antara motivasi berprestasi terhadap kinerja guru (8,6%) dan besarnya pengaruh antara iklim sekolah terhadap kinerja guru (16,3%).
Page of 3
Articles per Page
by