Refine Search

New Search

Advanced search

Journal JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia)

-
37 articles
Page of 4
Articles per Page
by
Nur Khotimah, Citra Utami, Nindy Citroresmi Prihatiningtyas
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 3, pp 15-20; doi:10.26737/jpmi.v3i1.457

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Learning Cycle 7E terhadap kemampuan literasi matematis siswa, motivasi belajar siswa, dan keterlaksanaan model Learning Cycle 7E pada materi prisma kelas VIII SMP Negeri 8 Singkawang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII SMP Negeri 8 Singkawang yang terdiri dari lima kelas yang berjumlah 141 siswa. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Adapun sampelnya terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji-t Independen, dan persentase rata-rata indikator motivasi dan keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan:1) Adanya perbedaan peningkatan kemampuan literasi matematis siswa pada kelas yang diterapkannya model Learning Cycle 7E dengan kelas yang diterapkan model pembelajaran langsung. 2) Motivasi belajar siswa dikategorikan tinggi. 3) Keterlaksanaan model Learning Cycle 7E dikategorikan baik.
Front Page
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 3; doi:10.26737/jpmi.v3i1.462

Fadrik Adi Fahrudin
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 3, pp 7-14; doi:10.26737/jpmi.v3i1.451

Abstract:Penelitian ini mengkaji tentang identifikasi letak, penyebab dan kategori kesalahan yang dilakukan mahasiswa ketika mengerjakan soal Kalkulus Peubah Banyak dengan menggunakan pendekatan kualitatif berjenis penelitian deskiptif terhadap mahasiswa kelas III-A Program Studi Tadris Matematika, UIN Mataram. Subyek penelitian dan wawancara terdiri dari 2 mahasiswa berkemampuan rendah, 2 mahasiswa berkemampuan sedang dan 2 mahasiswa berkemampuan tinggi. Identifikasi kesalahan mahasiswa dilakukan menggunakan Taksonomi SOLO (The Structure of the Observed Learning Outcome). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan mahasiswa berada dalam kategori: 1) kesalahan konsep, dikarenakan mahasiswa melakukan kesalahan dalam menentukan batas integral dan kesalahan dalam mensubstitusikan batas integral, 2) kesalahan operasi, mahasiswa melakukan kesalahan dalam mengoperasikan bilangan ke fungsi integral, 3) kesalahan faktual, mahasiswa tidak bisa menjawab karena tidak memiliki kemampuan dalam memahami soal, dan 4) kesalahan prosedur, mahasiswa melakukan kesalahan dalam sistematika penyelesaian.
Rypan Supriatna, Ekasatya Aldila Afriansyah
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 3, pp 1-6; doi:10.26737/jpmi.v3i1.450

Abstract:Penggunaan model pembelajaran bisa digunakan sebagai perangsang minat dan motivasi belajar peserta didik agar bisa terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan dan kualitas peningkatan kemampuan pemahaman matematis serta respon peserta didik antara yang menggunakan model pembelajaan kooperatif tipe Pair Checks dan model Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan menggunakan dua kelas sebagai sampel. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Cilawu tahun ajaran 2016/2017, kelas eksperimen I adalah kelas VII-G yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dengan jumlah peserta didik sebanyak 32 orang dan kelas eksperimen II adalah kelas VII-H yang mendapatkan model Problem Based Learning dengan jumlah peserta didik sebanyak 32 orang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Segiempat. Berdasarkan hasil analisis statistik yang dilakukan diperoleh kesimpulan: "Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan akhir yang signifikan antara peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check dan model Problem Based Learning”. sedangkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis peserta didik dari kedua kelas dikategorikan tinggi. Respon peserta didik terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check menghasilkan respon baik dan respon peserta didik terhadap model Problem Based Learning menghasilkan respon sangat baik
Buyung Buyung, Resy Nirawati
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 3, pp 21-25; doi:10.26737/jpmi.v3i1.519

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh karakter kerja keras terhadap kemampuan literasi matematis siswa melaui pembelajaran model discovery learning. Jenis penelitian kuantitatif yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan True experimental design dengan bentuk posttest-only control design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sanggau Ledo, Kalimantan Barat. Pengambilan data dengan melakukan tes kemampuan literasi matematis serta angket dan observasi untuk karakter kerja keras pada tiap sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa persamaan regresi mengambarkan persamaan regresi y ̂ = a + bx dimana a = 15.045 dan b = 0.830 sehingga dimasukan ke persamaan y ̂ = 15.045 + 0.830 x. nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. Sedangkan ketuntasan klasikal diperoleh nilai Zhitung = 1,89. dibandingkan ztabel = 1,645 dengan taraf kesalahan 5% atau 1,89 > 1,645, maka H0 ditolak. Artinya, proporsi siswa yang mendapat nilai TKLM lebih dari atau sama dengan KKM = 70 telah melampaui 75%.
Giyanti Prameswari, Ristia Apriana, Rika Wahyuni
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 3, pp 35-40; doi:10.26737/jpmi.v3i1.522

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inquiry learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain True Eksperimental Design dengan bentuk desain Post-test Only Control Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis, angket motivasi belajar siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan model inquiry learning. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh model inquiry learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis digunakan rumus Effect Size, untuk mengetahui pengaruh model inqiry learning terhadap motivasi belajar siswa dan keterlaksanaan model inquiry learning dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase rata-rata. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh model inquiry learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa yaitu nilai Effect Size yaitu sebesar 0,9 yang berada pada kriteria tinggi; 2) Model inquiry learning memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap motivasi belajar siswa karena persentase rata-rata motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan model inquiry learning sebesar 81,64% dengan kriteria sangat tinggi sedangkan persentase rata-rata motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung sebesar 69,28% dengan kriteria tinggi; 3) Keterlaksanaan model inquiry learning terlaksana dengan sangat baik dengan persentase keterlaksanaan model inquiry learning sebesar 81,44% memiliki kriteria sangat baik.
Vinna Triyana, Eka Murdani, Resy Nirawati
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 3, pp 32-34; doi:10.26737/jpmi.v3i1.521

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kontekstual dalam rangka meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Asoka Singkawang Selatan. Bentuk penelitian yang digunakan Pre-Experimental Design dengan One Group Pretest-Postest Design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII. Sampel penelitian yang diambil menggunakan Sampling jenuh maka didapat kelas VII yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen. Untuk mendapatkan hasil penelitian digunakan tes kemampuan pemecahan masalah, dan lembar angket. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kontekstual telah dilaksanakan dengan memperoleh nilai rata-rata 65,95 terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran kontekstual pada materi jajargenjang sebesar 0,43 yang berkriteria sedang. Ketuntasan siswa diperoleh sebesar 75% dengan jumlah siswa 20 orang, dan respon siswa menunjukkan kategori sangat baik dengan persentase 93,84%. Dengan demikian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis melalui model pembelajaran kontekstual pada materi jajargenjang.
Rika Wahyuni, Mariyam Mariyam, Dewi Sartika
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 3, pp 26-31; doi:10.26737/jpmi.v3i1.520

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui ketercapaian ketuntasan siswa pada materi persamaan garis lurus setelah diterapkannya model pembelajaran CPS; 2) Mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berfikir kritis matematis siswa pada materi persamaan garis lurus antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran CPS dan yang mendapat model pembelajaran langsung; 3) Mengetahui aktivitas belajar siswa selama diterapkannya model pembelajaran CPS. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan bentuk The Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas yang dipilih dari 4 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan terpilihlan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Pertimbangan dipilihnya kedua kelas tersebut karena masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dan rata-rata ketuntasan siswa belum mencapai KKM. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) Siswa mencapai ketuntasan secara individu maupun klasikal pada kelas yang menggunakan model pembelajaran CPS 2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berfikir kritis matematis antara siswa yang diberikan model pembelajaran CPS dengan siswa yang diberikan model pembelajaran langsung; 3) Aktivitas siswa tergolong aktif selama diterapkan model pembelajaran CPS.
Front Cover
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 3; doi:10.26737/jpmi.v3i1.539

Suji Suji, Resy Nirawati, Mariyam Mariyam
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpmi.v2i2.225

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi segitiga kelas VII. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan True Experimental dengan menggunakan bentuk penelitian Pretest-Posttest Control Group. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII MTs Ushuluddin Singkawang yang terdiri dari kelas VII A,VII B,VII C, VII D, VII E, VII F dengan jumlah 140 orang. Sampel penelitian diambil menggunakan probability sampling, dengan teknik simple random sampling maka didapat kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 22 orang dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol dengan jumlah 22 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa; 1) Terdapat peningkatan kelas eksperimen sebesar 0,51 dan hasil uji-t dua sampel diperoleh 3,54 > 2,08 sehingga terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas yang diberikan model pembelajaran Teams Games Tournament dengan kelas yang diberikan pembelajaran konvensional pada materi segitiga; 2) Aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament tergolong aktif yaitu memperoleh persentase sebesar 77%; 3) Respon siswa terhadap pembelajaran matematika tergolong positif terhadap penerapan model Teams Games Tournament pada materi segitiga dengan persentase sebesar 86%.
Page of 4
Articles per Page
by