Refine Search

New Search

Advanced search

Journal JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia)

-
37 articles
Page of 4
Articles per Page
by
Tri Mega Ralasari, Amelia Atika
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 31-38; doi:10.26737/jbki.v4i1.844

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara faktual penyusunan program Bimbingan dan Konseling berikut kelebihan dan kekurangan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar dan mendesain penyusunan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar komprehensif di SMA Negeri Kota Pontianak. Metode pengumpulan datanya menggunakan teknik komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Teknik analisis menggunakan tiga tahapan meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi model program bimbingan belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model faktual penyusunan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar SMA Negeri Kota Pontianak Guru Bimbingan dan Konseling melakukan need assesment menggunakan instrumen DCM dan sosiometri saja sebatas penggumpulan data bukan analisis data; (2) Penyusunan program Bimbingan dan Konseling konseptual tentang bidang belajar berbantuan sistem informasi menajemen dapat melibatkan kepala sekolah untuk monitoring kinerja guru Bimbingan dan Konseling dalam menyusun program Bimbingan dan Konseling, guru mata pelajaran dan wali kelas melakukan identifikasi masalah kesulitan belajar di kelas.
Ni Komang Sri Yuliastini
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 1-5; doi:10.26737/jbki.v4i1.781

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi self-esteem siswa dan mengetahui keefektifan layanan konseling kelompok teknik manajemen diri untuk meningkatkan self-esteem siswa kelas X SMK PGRI 1 Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.Penelitian ini melibatkan 6 siswa sebagai sampel. Berdasarkan hasil uji lapangan, tingkat self esteem siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti kegiatan konseling kelompok dengan teknik manajemen diri. Ditunjukkan dengan perubahan tingkat efikasi diri siswa sebelum diberikan perlakuan (evaluasi awal) dan sesudah (evaluasi akhir) sebesar 103 poin. Hasil didukung data hasil perhitungan dengan uji rata-rata uji wilcoxon yang menunjukkan nilai hitung 0,026 sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik manajemen diri efektif untuk meningkatkan self esteem siswa.
Erna Hervina Ahmad
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 14-18; doi:10.26737/jbki.v4i1.860

Abstract:Maraknya tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah saat ini sudah sangat memprihatinkan. Salah satu dampak yang ditimbulkan menyasar pada pelaku, yaitu adanya indikasi yang menggambarkan perilaku agresif yang lebih besar/meningkat dikemudian hari yang dilakukan oleh pelaku. Pemberian intervensi yang efektif bagi pelaku bullying harus didasarkan pada bagaimana kondisi emosinya. Emosi yang melatarbelakangi remaja melakukan tindakan bullying adalah emosi marah. Sedangkan rasa marah yang dimiliki remaja pelaku bullying ialah karena adanya distorsi pada cara berpikirnya. Pelaku bullying akan beranggapan negatif pada setiap situasi yang dirasa mengancam dirinya kemudian jalan keluar yang dapat ia lakukan dalam mengatasi ancaman itu ialah dengan melakukan tindak kekerasan. Dengan adanya distorsi kognitif pada diri pelaku bullying maka pendekatan yang dianggap sesuai adalah cognitive-behavioral therapy (CBT). Asumsi dasar pendekatan CBT adalah bahwa tingkah laku yang ditampilkan dipengaruhi oleh proses kognitif. Jadi dengan CBT, intervensi tidak hanya berfokus pada perubahan tingkah laku (tindakan bullying) akan tetapi mengintervensi pula proses kognitif yang mempengaruhi emosi dan tingkah laku.
Resti Susanti
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 23-30; doi:10.26737/jbki.v4i1.858

Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan, peran Guru BK, dan hambatan yang di alami selama proses bimbingan karier untuk mempersiapkan siswa memasuki perguruan tinggi di SMAN Jakarta Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei menggunakan metode kualitatif. Narasumber penelitian ini adalah Koordinator BK SMAN di Jakarta Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan survei, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data penelitian diuji dengan menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpul data. Teknik analisis data mengikuti konsep analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan karier untuk mempersiapkan siswa memasuki perguruan tinggi di laksanakan sejak siswa duduk di kelas X semester pertama yaitu dengan memberikan informasi tentang jalur masuk ke perguruan tinggi terutama jalur masuk SNMPTN yaitu jalur masuk yang menggunakan nilai raport dari semester 1-5. Selanjutnya bimbingan karier dilaksanakan ketika siswa berada di kelas XII semester pertama pihak sekolah yang diprakarsai guru BK mengundang perguruan tinggi (universitas, institut, akademi, sekolah tinggi) untuk memberikan informasi kepada siswa, selain itu mengundang alumni yang sudah berhasil masuk di perguruan tinggi negeri untuk berbagi pengalamannya. Keterbatasan waktu yang dimiliki Guru BK menjadi salah satu hambatan sehingga kegiatan bimbingan karier untuk mempersiapkan siswa memasuki perguruan tinggi tidak bisa teroptimalisasikan.
Betty Nurbaeti Rachman
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 19-22; doi:10.26737/jbki.v4i1.872

Abstract:Beragam penelitian pengembangan (R&D) media bimbingan karier ini telah dilakukan sejak 2012-2018 oleh mahasiswa prodi bimbingan dan konseling di Indonesia. Penelitian ini mengulas tren media bimbingan karier pada jenjang SMP dan memberi evaluasi agar penelitian pengembangan media berikutnya dapat lebih inovatif dan efektif. Terdapat 27 penelitian pengembangan media bimbingan karier selama 2012-2018. Secara kuantitas, tren pengembangan media mengalami peningkatan. Adapun jenis media yang paling banyak dikembangkan yakni media yang terintegrasi komputer/internet. Namun, penelitian pengembangan media yang telah dilakukan belum membahas aspek kompetensi karier siswa SMP. Peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya mengacu pada ASCA Standard atau NOICC Middle School Competencies.
Karwono Karwono, Marliza Muchtar, Hadi Pranoto
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 6-13; doi:10.26737/jbki.v4i1.795

Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi layanan informasi teknik AT terhadap pemanfaatan internet peserta didik. Target tujuan jangka panjang setelah penelitian ini adalah membuat layanan informasi teknik AT tidak hanya terhadap pemanfaatan internet saja namun bisa perluas dengan permasalahan lain yang dapat diselesaikan dengan teknik AT dan layanan Informasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Action Research atau Penelitian Tindakan yang diterapkan dalam Layanan Bimbingan dan Konseling dapat disebut PTL (Penelitian Tindakan Layanan). Subjek Penelitian kelas VIII F SMP Negeri 2 Metro. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi dan catatan lapangan. Teknik-teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi terus terang. Sedangkan teknik catatan lapangan untuk melihat kegiatan setiap siklusnya dan persentase kegiatan layanan klasikal berlangsung di kelas. Hasil implementasi layanan informasi teknik AT terhadap pemanfaatan internet tiap siklusnya terjadi meningkat dengan baik.
Hendrik Hendrik, Ratini Ratini
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 31-35; doi:10.26737/jbki.v3i2.713

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pemahaman resiko perilaku seksual pra nikah sebelum diberikan layanan informasi dengan media audio visual siswa SMA Negeri 2 Mempawah, 2) mengetahui pelaksanaan layanan informasi dengan media audio visual meningkatkan pemahaman resiko perilaku seksual pra nikah siswa SMA Negeri 2 Mempawah, 3) peningkatan pemahaman resiko perilaku seksual pra nikah melalui layanan informasi dengan media audio visual siswa SMA Negeri 2 Mempawah. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan Bimbingan dan Konseling. Subjek uji coba terbatas terdiri dari 33 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman resiko perilaku seksual pra nikah melalui layanan informasi dengan media audio visual siswa SMA Negeri 2 Mempawah meningkatkan pemahaman resiko perilaku seksual pra nikah, melalui 4 tahapan dalam penelitian tindakan bimbingan dan konseling, yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan skor awal 57% mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan siklus I menjadi 65% dan dilaksanakan tindakan siklus II meningkat lagi dengan persentase 77%. Dari peningkatan hasil penelitian di atas disarankan guru bimbingan dan konseling dapat menggunakan layanan informasi dengan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman resiko perilaku seksual pra nikah.
Dewi Lianasari, Muhammad Japar, Purwati Purwati
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 6-10; doi:10.26737/jbki.v3i1.509

Abstract:Kemampuan berperilaku asertif sangat penting bagi kelangsungan hidup individu di lingkungan sosial. Kemampuan siswa berperilaku asertif baik di lingkungan sekolah, lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial menjadi sebuah proses pendewasaan diri dalam menghadapi tuntutan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, sehingga melalui cara berperilaku asertif akan menjadi karakter positif dalam menyampaikan keinginan demi memenuhi kebutuhan hidup sepanjang masa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dan mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik brainstorming untuk meningkatkan perilaku asertif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen, dengan rancangan pretest-posttest. Para siswa diukur kemampuan perilaku asertif dengan menggunakan skala perilaku asertif. Seluruh subjek penelitian dimasukkan ke dalam satu kelompok yaitu kelompok eksperimen (One Group Pretest-Posttest Design). Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok di SMP Muhammadiyah Alternatif Kota Magelang sudah sesuai dengan tahapan dalam pelaksanaan namun watu pelaksanaan bimbingan kelompok bersifat insidental, hasil uji statistik dengan perhitungan Paired Samples test menunjukkan t-hitung = - 4.640 ≤ t-tabel= - 2.262, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik brainstorming terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan perilaku asertif siswa.
Hijrah Eko Putro, Sugiyadi Sugiyadi
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 1-5; doi:10.26737/jbki.v3i1.508

Abstract:Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) Mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di MTs Al Iman Kota Magelang, (2) Mengetahui kondisi obyektif motivasi belajar siswa, (3) menghasilkan model layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, (4) mengetahui efektivitas layanan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning untuk peningkatan motivasi belajar siswa MTs Al Iman Kota Magelang. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al Iman Kota Magelang yang berjumlah 29 siswa dan digunakan sebagai sampel 8 siswa. Desain penelitian menggunakan pre-experimental: one group pretest-posttest design dengan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Paired sample t-Test dengan pertimbangan dalam penelitian ini menggunakan satu variabel bebas (Independent Variabel). Hasil uji efektivitas dari penelitian ini adalah adanya peningkatan motivasi belajar melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning. Tingkat motivasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning. Hal ini dilihat dari peningkatan hasil skala motivasi belajar sebelum dan sesudah diberi layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning sebesar 22,73 % dan diperkuat melalui uji efektivitas menggunakan t-test yang menunjukan -t hitung < -t tabel, yaitu -5,857 < -2,365 atau data Sig (0,001) < 0,05.
Novi Andriati, Rustam Rustam
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 11-15; doi:10.26737/jbki.v3i1.523

Abstract:Tujuan penelitian yaitu menghasilkan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Dari hasil uji coba lapangan, kemampuan motivasi belajar siswa SMA mengalami perkembangan setelah mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dengan metode problem solving. Keseluruhan nilai asymp sig 0,028 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan metode problem solving efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Saran: penggunaan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving sebaiknya dapat dimulai dengan mendiagnosa secara cermat kondisi objektif siswa yang akan dijadikan sebagai anggota kelompok, metode problem solving yang digunakan sebagai dasar perlakuan mengandung nilai kebermanfaatan dan kebermaknaan bagi siswa SMA serta guru dapat menggunakan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA.
Page of 4
Articles per Page
by