Journal JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia)

-
30 articles
Page of 4
Articles per Page
by
Dewi Lianasari, Muhammad Japar, Purwati Purwati
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 6-10; doi:10.26737/jbki.v3i1.509

Abstract:Kemampuan berperilaku asertif sangat penting bagi kelangsungan hidup individu di lingkungan sosial. Kemampuan siswa berperilaku asertif baik di lingkungan sekolah, lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial menjadi sebuah proses pendewasaan diri dalam menghadapi tuntutan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, sehingga melalui cara berperilaku asertif akan menjadi karakter positif dalam menyampaikan keinginan demi memenuhi kebutuhan hidup sepanjang masa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dan mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik brainstorming untuk meningkatkan perilaku asertif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen, dengan rancangan pretest-posttest. Para siswa diukur kemampuan perilaku asertif dengan menggunakan skala perilaku asertif. Seluruh subjek penelitian dimasukkan ke dalam satu kelompok yaitu kelompok eksperimen (One Group Pretest-Posttest Design). Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok di SMP Muhammadiyah Alternatif Kota Magelang sudah sesuai dengan tahapan dalam pelaksanaan namun watu pelaksanaan bimbingan kelompok bersifat insidental, hasil uji statistik dengan perhitungan Paired Samples test menunjukkan t-hitung = - 4.640 ≤ t-tabel= - 2.262, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik brainstorming terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan perilaku asertif siswa.
Hijrah Eko Putro, Sugiyadi Sugiyadi
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 1-5; doi:10.26737/jbki.v3i1.508

Abstract:Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) Mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di MTs Al Iman Kota Magelang, (2) Mengetahui kondisi obyektif motivasi belajar siswa, (3) menghasilkan model layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, (4) mengetahui efektivitas layanan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning untuk peningkatan motivasi belajar siswa MTs Al Iman Kota Magelang. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al Iman Kota Magelang yang berjumlah 29 siswa dan digunakan sebagai sampel 8 siswa. Desain penelitian menggunakan pre-experimental: one group pretest-posttest design dengan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Paired sample t-Test dengan pertimbangan dalam penelitian ini menggunakan satu variabel bebas (Independent Variabel). Hasil uji efektivitas dari penelitian ini adalah adanya peningkatan motivasi belajar melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning. Tingkat motivasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning. Hal ini dilihat dari peningkatan hasil skala motivasi belajar sebelum dan sesudah diberi layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning sebesar 22,73 % dan diperkuat melalui uji efektivitas menggunakan t-test yang menunjukan -t hitung < -t tabel, yaitu -5,857 < -2,365 atau data Sig (0,001) < 0,05.
Novi Andriati, Rustam Rustam
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 11-15; doi:10.26737/jbki.v3i1.523

Abstract:Tujuan penelitian yaitu menghasilkan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Dari hasil uji coba lapangan, kemampuan motivasi belajar siswa SMA mengalami perkembangan setelah mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dengan metode problem solving. Keseluruhan nilai asymp sig 0,028 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan metode problem solving efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Saran: penggunaan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving sebaiknya dapat dimulai dengan mendiagnosa secara cermat kondisi objektif siswa yang akan dijadikan sebagai anggota kelompok, metode problem solving yang digunakan sebagai dasar perlakuan mengandung nilai kebermanfaatan dan kebermaknaan bagi siswa SMA serta guru dapat menggunakan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA.
Insan Suwanto
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 27-30; doi:10.26737/jbki.v3i1.538

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kematangan karir pada siswa SMK Negeri 2 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 2 Singkawang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas XI jurusan Administrasi 1 SMK Negeri 2 Singkawang yang memiliki tingkat wawasan dan persiapan karir yang lebih rendah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karir siswa masuk dalam kriteria tinggi (72,49 %). Saran yang dapat diberikan adalah siswa diharapkan mampu mempertahankan kemampuan dan kemantapan karir yang dimiliki menjadi terbiasa walaupun tanpa penguatan dan konsekuensi yang telah dipelajari selama mendapat layanan bimbingan kelompok dengan self management.
Hendrik Hendrik, Toni Elmansyah
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 22-26; doi:10.26737/jbki.v3i1.531

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pelaksanaan konseling teman sebaya, 2) mengetahui keefektifan konseling teman sebaya meningkatkan keterampilan interpersonal siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Subjek uji coba terbatas terdiri dari 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling teman sebaya dapat meningkatkan keterampilan interpersonal melalui 4 tahapan yang lazim dilalui yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan skor rata-rata pre test 963 dan pada saat post test 1.084 atau meningkat 121 poin. Sehingga konseling teman sebaya meningkatkan keterampilan interpersonal siswa terbukti efektif. Guru bimbingan dan konseling disarankan dapat menerapkan konseling teman sebaya secara kontinyu dan bekerja sama dalam melakukan pembinaan dan pendampingan dalam meningkatkan kompetensi konselor sebaya.
Martin Martin, Riki Maulana, Novi Wahyu Hidayati
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 3, pp 16-21; doi:10.26737/jbki.v3i1.525

Abstract:Pelaksanaan tata tertib sekolah menjadi keharusan untuk dilaksanakan sebagai peserta didik agar dapat belajar secara efektif dan diterima dilingkungan sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kepatuhan santri terhadap tata tertib sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK). Populasi penelitian adalah Santri MTs Mathla’ul Anwar Pontianak yang berjumlah 36 santri. Teknik pengumpul data yaitu teknik observasi langsung dan komunikasi langsung. Alat pengumpul data yang digunakan adalah panduan observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan informasi dapat meningkatkan kepatuhan santri terhadap tata tertib sekolah.
Fifi Khoirul Fitriyah
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jbki.v2i2.254

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas Konseling Singkat Berfokus Solusi (KSBS) untuk mereduksi perilaku agresif siswa di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif melalui metode eksperimen dengan desain subjek tunggal tipe AB. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil studi pendahuluan tentang gambaran perilaku agresif terhadap 162 siswa menunjukkan sebanyak 30 siswa (18,5%) termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan pada kategori rendah terdapat 26 siswa (16%). Uji empirik menunjukkan bahwa KSBS terbukti efektif mereduksi perilaku agresif empat siswa pada semua aspek. Sedangkan dua siswa lainnya tidak mengalami penurunan yang signifikan pada aspek agresi verbal.
Tri Mega Ralasari S
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jbki.v2i2.257

Abstract:Tujuan penelitian pembelajaran dengan metode jigsaw pada dasarnya adalah metode pembelajaran yang diarahkan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling dengan mendasarkan pada kompetensi guru meliputi aspek kepribadian, sosial, profesional, dan pedagogis. Namun, lebih menekankan pada standar kompetensi konselor yang menyatukan antara kompetensi akademik dan kompetensi profesional. Langkah-langkah dalam penelitian merujuk pada metode penelitian dan pengembangan berdasarkan metode jigsaw dengan modifikasi tahapan dan nilai-nilai yang pada umumnya bercirikan kerja kelompok untuk belajar dan partisipasi dalam kelompok, dengan kegiatan sebagai berikut:listening, speaking-student untuk lebih menguasai kompetensi, kerjasama setiap anggota, refleksi, dan berfikir kreatif. Dari penelitian diperoleh hasil, pembelajaran jigsaw dengan kompetensi konselor dapat disampaikan pada mahasiswa Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan aspek (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani, (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling.
Nur Astuti Agustriyana
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jbki.v2i1.244

Abstract:Tulisan bertujuan mengetahui keterkaitan antara fully human being dengan perkembangan identitas pada remaja. Pada artikel ini dijelaskan tentang tahapan perkembangan remaja, teori Gestalt terkait fully human being serta faktor-faktor yang mempengaruhi fully human being pada remaja.
Sri Hartatik, Fifi Khoirul Fitriyah
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jbki.v2i2.253

Abstract:Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kecemasan matematika pada mahasiswa calon guru sekolah dasar. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode expose facto. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan mengacu pada standar deviasi dalam menentukan level kecemasan matematika. Hasil penelitian pada 146 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), diketahui sebanyak 32 mahasiswa (22%) berada pada level kecemasan matematika tingkat tinggi, dan 21 mahasiswa (14%) termasuk dalam kecemasan matematika tingkat rendah. Saran utama dari penelitian ini kepada peneliti selanjutnya adalah penting dirumuskan solusi atas permasalahan kecemasan matematika pada mahasiswa PGSD, mengingat mahasiswa PGSD adalah calon guru yang juga akan mengajarkan mata pelajaran matematika kepada murid-murid SD, sehingga harus terhindar dari masalah kecemasan matematika.
Page of 4
Articles per Page
by

Refine Search

New Search

Advanced search