Journal JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika)

-
40 articles
Page of 5
Articles per Page
by
Sumarli Sumarli
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 3, pp 8-13; doi:10.26737/jipf.v3i1.335

Abstract:Pembelajaran fisika sampai saat ini lebih mengutamakan penilaian hasil belajar tanpa menilai proses pembelajarannya. Selain itu, sistem penilaian prestasi siswa lebih banyak didasarkan melalui tes-tes yang sifatnya menguji kemampuan kognitif tingkat rendah sehingga menyebabkan rendahnya prestasi siswa Indonesia di bidang sains khususnya fisika yang masih di bawah rata-rata internasional. Kemampuan kognitif tingkat rendah ini belum melibatkan proses analisis siswa. Untuk melibatkan proses analisis siswa diperlukan tes yang menguji kemampuan kognitif tingkat tinggi. Namun untuk memberikan tes yang dapat menguji kemampuan kognitif tingkat tinggi diperlukan proses pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman langsung pada siswa. Pembelajaran yang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat dikembangkan melalui pembelajaran langsung dengan tujuan agar siswa dapat memperoleh ingatan dalam jangka panjang dan siswa juga dapat mengonstruk pengetahuannya sendiri, tetapi kenyataannya secara umum pembelajaran fisika didominasi dengan metode ceramah. Aktivitas siswa hanya terbatas pada mendengarkan, mencatat, menjawab pertanyaan bila guru memberikan pertanyaan, maka proses pembelajaran tersebut jelas tidak mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam beraktivitas. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) berbasis pemecahan masalah. Model ini dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada diri siswa, membuat siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga siswa belajar konstruktif tidak bersifat hapalan dan melatih siswa untuk melakukan proses berpikir dan mengungkapkan pendapat dalam memecahkan permasalahan yang ada. Dengan adanya model pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang meliputi keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan seiring dengan meningkatnya prestasi belajar siswa serta terwujudnya pmbelajaran fisika yang lebih bermakna.
Yudi Kurniawan
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 3, pp 28-30; doi:10.26737/jipf.v3i1.411

Abstract:Conceptual understanding is the most important thing that students should have rather than they had reaches achievement. The interpretation skill is one of conceptual understanding aspects. The aim of this paper is to know the consistency of students’ interpreting skills and all at once to get the levels of increasing of students’ interpretations skill. These variables learned by Interactive Lecture Demonstrations (ILD) common sense. The method of this research is pre-experimental research with one group pretest-posttest design. The sample has taken by cluster random sampling. The result had shown that 16 % of all student that are have perfect consistency of interpretation skill and there are increasing of interpretation skill on 84 % from unknown to be understand (this skill). This finding could be used by the future researcher to study in the other areas of conceptual understanding aspects
Putri Retno Artiawati, Riski Muliyani, Yudi Kurniawan
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 3, pp 5-7; doi:10.26737/jipf.v3i1.331

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kuantitas siswa yang miskonsepsi pada materi Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Terdapat 2 konsep distribusi atau sebaran miskonsepsi pada materi GLBB. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah three tier-test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi tertinggi adalah miskonsepsi benda yang memiliki massa lebih besar, apabila dijatuhkan dari ketinggian yang sama, maka benda tersebut akan tiba terlebih dahulu ke dasar. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk mencari solusi dalam menurunkan kuantitas siswa yang miskonsepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kuantitas siswa yang miskonsepsi pada materi GLBB.
Fachmi Nurdiansyah, Andika Kusuma Wijaya, Eka Murdani
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 3, pp 31-34; doi:10.26737/jipf.v3i1.440

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk miskonsepsi pada pokok bahasan dinamika gerak dalam buku ajar fisika SMA kelas X. Adapun buku ajar yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Fisika untuk SMA/MA Kelas X Semester I karangan RA dan SI yang diterbitkan tahun 2012 oleh penerbit IP, (2) Fisika untuk SMA/MA Kelas X Semester I karangan TPM yang diterbitkan tahun 2013 oleh penerbit VP, dan (3) Fisika Peminatan untuk SMA/MA Kelas X karangan SN dan SZ yang diterbitkan tahun 2013 oleh penerbit YW. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah data berupa aspek penjelasan konsep, penulisan rumus, penulisan simbol, penulisan satuan, dan penyajian gambar pada pokok bahasan dinamika gerak dalam buku ajar fisika SMA. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data dalam buku ajar fisika SMA yang dibandingkan dengan buku teks fisika universitas. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi pada pokok bahasan dinamika gerak terdapat dalam buku ajar fisika SMA. Buku ajar IP mengalami miskonsepsi pada aspek penjelasan konsep dengan persentase 10%, penulisan rumus dengan persentase 57,14%, penulisan simbol dengan persentase 46,15%, dan penyajian gambar dengan persentase 20%. Buku ajar VP mengalami miskonsepsi pada aspek penjelasan konsep dengan persentase 10%, penulisan rumus dengan persentase 85,71%, penulisan simbol dengan persentase 79,62%, dan penyajian gambar dengan persentase 80%. Buku ajar YW mengalami miskonsepsi pada aspek penjelasan konsep dengan persentase 10%, penulisan rumus dengan persentase 85,71%, penulisan simbol dengan persentase 69,23, dan penyajian gambar dengan persentase 20%. Pada aspek penulisan satuan, tidak terdapat miskonsepsi dalam buku ajar IP, VP, dan YW.
Rin Agustia Nur Maulida, Intan Kusumawati, Andika Kusuma Wijaya
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 3, pp 14-19; doi:10.26737/jipf.v3i1.332

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku petunjuk praktikum IPA berbasis model pembelajaran POE (Predict Observe Explain) pada materi usaha dan energi kelas VIII SMP di kota Singkawang, kualitas buku petunjuk praktikum, dan respon siswa terhadap buku petunjuk praktikum. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development. Subjek dalam penelitain ini adalah dua orang guru IPA SMP dan 40 orang siswa kelas VIII dari SMP Negeri 8 Singkawang, serta SMP Torsina 1 Singkawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengetahui penilaian kualitas dan respon dari buku petunjuk praktikum yang dibuat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) telah dihasilkan buku petunjuk praktikum IPA berbasis model pembelajaran POE pada materi usaha dan energi kelas VIII SMP kota Singkawang yang telah dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan prosedural, yang direvisi berdasarkan masukan dari ahli materi, ahli media, dan guru, (2) kualitas buku petunjuk praktikum yang dinilai oleh dua guru IPA kelas VIII yang masing-masing berasal dari SMP Negeri 8 Singkawang dan SMP Torsina 1 Singkawang adalah sangat baik, dengan skor 102, sehingga buku petunjuk praktikum IPA berbasis POE, layak untuk digunakan oleh guru sebagai bahan ajar di sekolah, (3) kualitas buku petunjuk praktikum yang dinilai berdasarkan respon 12 orang siswa pada uji coba skala kecil sebesar 67,66 dengan kriteria Baik (B). Sedangkan pada uji coba skala luas yang dilakukan pada 40 siswa yang berasal dari SMP Negeri 8 Singkawang dan SMP Torsina 1 Singkawang, dengan rincian 20 siswa dari SMP Negeri 8 Singkawang, 20 orang dari SMP Torsina 1 Singkawang adalah Sangat Baik (SB), dengan skor 68,20, sehingga buku petunjuk praktikum IPA berbasis POE dapat digunakan oleh siswa sebagai tambahan sumber belajar.
Haris Rosdianto
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 3, pp 20-23; doi:10.26737/jipf.v3i1.347

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa alat dan pedoman praktikum gerak jatuh bebas dengan stopwatch otomatis sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan yang dicetuskan oleh Borg dan Gall. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar kuisioner validasi. Hasil validasi alat praktikum oleh ahli alat sebesar 92,86% yang diinterpretasikan sangat baik. Hasil validasi buku pedoman praktikum oleh ahli materi dan ahli konten sebesar 88,46% yang diinterpretasikan sangat baik. Hasil uji coba lapangan dengan subjek penelitian 15 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika sebesar 87,33% yang diinterpretasikan sangat baik.
Muhammad Erfan, Tursina Ratu
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 3, pp 1-4; doi:10.26737/jipf.v3i1.161

Abstract:The aim of this study is to investigate the difficulties experienced by students on the concept of Newton’s Law of Motion. The method used is descriptive analysis with a sample of 14 students who take Mechanics Course on Physics Education Study Porgram, Faculty of Teacher Training and Education of Samawa University. The data was collected by essai test. Based on the test result show that (1) students have difficulty in integrating mathematical equation. (2) students was unable to operated integration and differentiation related to trigonometric function. (3) students have not understood the concept of potential in conservative force field.
Nurussaniah Nurussaniah, Anita Anita, Boisandi Boisandi
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 3, pp 24-27; doi:10.26737/jipf.v3i1.338

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengisolasi dan karakteristik dye organik alam sebagai sensitizer. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu persiapan, isolasi dye organik alam, karakterisasi sifat optik, analisis dan menyimpulkan. Isolasi dye organic alam dilakukan untuk memperoleh sari dari bahan-bahan alam. Penelitian ini menggunakan bahan alam yaitu jagung (Zea mays) dan labu kuning (Cucurbita moschata). Karakterisasi optik dye organik alam dalam penelitian ini dilihat dari spektrum absorbansi yang diukur menggunakan Spektrophotometer Uv-Vis. Spektrum absorbansi dye diukur dalam kuvet optik, pada panjang gelombang 350-800 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi dye organik alam diperoleh melalui metode ekstraksi, yaitu suatu metode untuk memperoleh sari dari bahan-bahan alam. Proses ekstraksi dilakukan dengan melarutkan biji jagung (Zea mays) dan daging buah labu kuning (Cucurbita moschata) dalam pelarut etanol dengan konsentrasi 1:5. Karaktistik optik jagung (Zea mays) dan labu kuning (Cucurbita moschata) menunjukkan panjang gelombang yaitu berada pada cahaya tampak dengan rentang panjang gelombang 350 – 500 nm. Dengan demikian dye beta-karoten yang berasal dari jagung (Zea mays) dan labu kuning (Cucurbita moschata) dapat dimanfaatkan sebagai sensitizer dalam prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC).
Septi Maulini, Yudi Kurniawan, Riski Muliyani
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 2; doi:10.26737/jipf.v2i2.222

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kuantitas siswa yang miskonsepsi pada konsep konstanta pegas. Konsep konstanta pegas didistribusikan menjadi dua sub konsep. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Siswa diwajibkan untuk menjawab soal (dalam bentuk three tier-test) tentang konsep konstanta pegas pada lembar jawaban, kemudian lembar jawaban siswa dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa kuantitas siswa yang miskonsepsi yang tertinggi adalah pada konsep pertambahan panjang pegas hanya terjadi pada bagian yang paling dekat dengan beban.
Lisma Lisma, Yudi Kurniawan, Emi Sulistri
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), Volume 2; doi:10.26737/jipf.v2i2.228

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran peningkatan pemahaman konsep siswa melalui penerapan model Learning Cycle (LC) 7E pada materi kalor kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan bentuk pre-eksperiment. Desain yang digunakan adalah one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X salah satu SMA Negeri di Kota Singkawang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XB yang berjumlah 17 siswa dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda dan non tes yang berupa respon siswa terhadap penerapan model LC 7E. Nilai reliabilitas tes pilihan ganda sebesar 0,71 berada pada kategori tinggi. Peningkatan pemahaman konsep siswa setelah diterapkan model LC 7E pada materi kalor di kelas X mengalami peningkatan dengan N-gain sebesar 0,78 berada pada kategori tinggi. Respon siswa terhadap penerapan model LC 7E sebesar 89% dengan kategori sangat baik.
Page of 5
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search