Journal Jurnal Pendidikan Dasar

-
45 articles
Page of 5
Articles per Page
by
Sukron Fujiaturrahman
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.14

Abstract:This correlational research was aimed to see the relationship between school’s climate and self-efficacy with teachers’ work motivation. Teachers’ work situation often changes which might affect teachers’ work motivation. Based on the hypotheses, school climate and self-efficacy were assumed to contribute to teachers’ work motivation. This research used survey method, thirty teachers in public elementary school of district 07 were randomly chosen. Questionnaires were developed and had been through expert judgment, they were validated by using Pearson Product Moment calculation and Alpha Cronbach was used to test reliability. The hypotheses were verified with regression analysis through F-test and the regression models were formulated, and correlation coefficient between the variables of school climate and self-efficacy with teachers’ work motivation. The research result showed that correlation between school’s climate and teachers’ work motivation was .886 (α, .05). The relationship between self-efficacy and teachers’ work motivation was .879 (α, .05). It was found that the correlation between school’s climate and self-efficacy with teachers’ work motivation was .900 (α, .05). It can be concluded that school’s climate and self-efficacy contributed to teachers work’s motivation. Considering the previous research findings, the principals and teachers are urged to maintain conducive school’s climate, either physically or non-physically to result comfortable work environment for the teachers and eventually help students to learn in secure school’s environment. Furthermore, the principals need to educate teachers about the importance of self-efficacy, ways to gain and maintain teachers’ self-efficacy. Keywords: School’s climate, self-efficacy, teacher’s work motivation Penelitian ini adalah sebuah penelitian korelasional yang bertujuan untuk menemukan hubungan iklim sekolah dan efikasi diri dengan motivasi kerja guru. Suasana lingkungan kerja yang dirasakan para guru kerap berubah dan hal itu berdampak terhadap motivasi kerja guru. Berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan, iklim sekolah dan efikasi diri diasumsikan berhubungan dengan motivasi kerja guru. Penelitian ini menggunakan metode survey, 30 orang guru di SDN segugus 07 dipilih secara acak. Instrumen berupa kuesioner divalidasi melalui uji kepakaran dan perhitungan Pearson Product Moment dan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Alpha Cronbach. Verifikasi hipotesis dilakukan dengan analisis regresi melalui uji F dan menemukan model persamaan regresi, dan koefisien korelasi antara variabel iklim sekolah, efikasi diri dengan motivasi kerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara iklim sekolah dengan motivasi kerja guru adalah .886 (α, .05). Hubungan antara efikasi diri dengan motivasi kerja guru adalah .879(α, .05). Ditemukan koefisien korelasi iklim sekolah dan efikasi diri dengan motivasi kerja guru adalah .900 (α, .005). Dapat disimpulkan bahwa iklim sekolah dan efikasi diri berkontribusi dengan motivasi kerja guru. Dengan mempertimbangkan temuan penelitian tersebut, maka diharapkan Kepala sekolah dan guru senantiasa menjaga iklim sekolah agar tetap kondusif, baik dari segi fisik maupun non fisik, sehingga para guru akan merasa nyaman dan tetap bersemangat dalam bekerja dan tentu sekali hal tersebut juga akan berdampak kepada seluruh siswa. Kata Kunci: iklim sekolah, efikasi diri, motivasi kerja guru
Dudu Suhandi Saputra
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.01

Abstract:The purpose in this study is to learn the influence of learning method and critical thinking toward ability in writing argumentation. This study was conducted on 4thgrade students of SDN Sukapura 3 Cirebon in 2015 by taking 32 samples. Data is acquired using two-way varian analysis test (ANAVA) utilizing treatment by level 2x2 design. The result study showed that: (1) the writing argumentation skill student’s problem based learning method is higher than that of using recitation method, (2) there is no interaction correlation between students’ learning methods and their critical thinking, proven by their writing argumentation skill, (3) the writing argumentation skill students with higher critical thinking using problem based learning method is higher than using recitation method, (4) the writing argumentation skill students with lower critical thinking using problem based learning is higher than using recitation method. The results of this study illustrates that using problem based learning method by considering the their critical thinking can increase toward ability in writing argumentation. Keyword: Learning method, think critical, ability writes argument Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Sukapura 3 Cirebon pada tahun 2015 dengan 32 sampel. Pengambilan data diperoleh melalui tes analisis Varian (ANAVA) dua jalur dengan desain treatmeant by level2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil menulis argumentasi siswa yang menggunakan metode problem based learning lebih baik dari pada siswa yang menggunakan metode resitasi. (2) Tidak terdapat pengaruh interaksi anatara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi. (3) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis tinggi dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi, (4) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis rendah dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode problem based learning dengan mempertimbangkan kemampuan berpikir kritis siswa dapat meningkatkan kemampuan menulis argumentasi. Kata kunci: Metode pembelajaran, berpikir kritis, kemampuan menulis argumentasi
Elah Nurelah
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.02

Abstract:The aim of the research is to determine the relationship among Independence of learning and interpersonal intelligence and Social Studies learning outcomes of Grade 5 students in the State Elementary School of Area IV Pulogadung, East Jakarta, the amount of students are 60 students. The method used in writing is a quantitative method. The technique used to analyze the data is the statistical techniques of correlation and regression. The research result showed that there was a correlation between: (1) Independence of learning and Social Studies learning outcomes; (2) Interpersonal intelligence and Social Studies learning outcomes; (3) Independence of learning, Interpersonal intelligence and Social Studies learning outcomes. From the results of the research, it can be concluded there is relationship among learning independence and interpersonal intelligence together and Social Studies learning outcomes. Keywords: Independence of learning, interpersonal intelligence, social studies learning outcomes. Abstrak : Penulisan ini bertujuan utuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dan kecerdasan interpersonal dengan hasil belajar IPS Peserta didik Kelas V Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Binaan IV Pulogadung, Jakarta Timur. Responden peserta didik yang diteliti sebanyak 60 orang peserta didik. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah metode kuantitatif. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik statistik korelasi dan regresi. Hasil penulisan menunjukkan bahwa ada korelasi antara: (1) Kemandirian belajar dengan Hasil Belajar IPS; (2) Kecerdasan interpersonal dengan Hasil Belajar IPS; (3) Kemandirian belajar dan kecerdasan interpersonal dengan hasil belajar IPS. Dari hasil penulisan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kemandirian belajar dan kecerdasan interpersonal secara bersama–sama dengan hasil belajar IPS. Kata Kunci:kemandirian belajar, kecerdasan interpersonal, hasil belajar ilmu pengetahuan sosial
Jani Natasari Sinulingga
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.05

Abstract:This research is one korelasional's research that aims to find personality relationship and efikasi self with learned motivation. Childrens living situation at evacuation impactedding to them psychological aspect, notably deep aspect motivates to study. Base hypothesis already being formulated, personality and efikasiself assumed in reference to student studying motivation. This research utilize survey's method, 95 student braze v elementary schools at posko evacuation is chosen at random. Instrument as kuesioner is validated through expertise and count quiz Pearson Product Moment andreliabilitas's quiz is done by use of Alpha Cronbach. Hypothesis verification is done with analisis regression via tests f and find mass media model amaan is regression, and correlation coefficient among variable configurational, efikasi self with belajarHasil's motivation research points out that relationship among configurational with learned motivation is .816(α . 001). Partial correlation is .629(α, . 001) among personality by motivates studying if done by pengontrolan to efikasi's variable self. Relationship among efikasi self with learned motivation is .674(α, . 001). kprelasi's coefficient efikasi's partial self with learned motivation if variable configurational being controlled is .111(α, . 05). Found by configurational correlation coefficient and efikasi self with learned motivation is .819(α, . 001). Key word: personality, efikasi self, learned motivation Penelitian ini adalah sebuah penelitian korelasional yang bertujuan untuk menemukan hubungan kepribadian dan efikasi diri dengan motivasi belajar.Situasi hidup anak-anak di pengungsian berdampak terhadap aspek psikologis mereka, khususnya dalam aspek motivasi belajar.Berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan, kepribadian dan efikasi diri diasumsikan berhubungan dengan motivasi belajar siswa.Penelitian ini menggunakan metode survey, 95 siswa kelas V sekolah dasar di posko pengungsian dipilih secara acak.Instrumen berupa kuesioner divalidasi melalui uji kepakaran dan perhitungan Pearson Product Moment dan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Alpha Cronbach. Verifikasi hipotesis dilakukan dengan analisis regresi melalui uji F dan menemukan model persamaan regresi, dan koefisien korelasi antara variabel kepribadian, efikasi diri dengan motivasi belajarHasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kepribadian dengan motivasi belajar adalah .816 (α .001). Korelasi parsial adalah .629 (α, .001) antara kepribadian dengan motivasi belajar jika dilakukan pengontrolan terhadap variabel efikasi diri.Hubungan antara efikasi diri dengan motivasi belajar adalah .674 (α, .001). Koefisien kprelasi parsial efikasi diri dengan motivasi belajar jika variabel kepribadian dikontrol adalah .111 (α, .05). Ditemukan koefisien korelasi kepribadian dan efikasi diri dengan motivasi belajar adalah .819 (α, .001). Kata Kunci: kepribadian, efikasi diri, motivasi belajar
Erlina Erlina
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.03

Abstract:The research aims to abtain facts about the influence of learning method and social intelligence to the learning outcomes of civics in fifth grade of Amaliah Elementary school. The method usedwasexperimentalstudydesignusingtreatment bylevel2x2 with analysis testing ANAVA.The study show that: (1) Study groups learning with Project Based Learning method gives a better effect than the method of Problem Based Learning learning outcomes civics. (2) There is an interaction between learning and social intelligence toward Civics outcomesin fifth garde. (3) Students who have a high social intelligence, Project Based Learning method gives a better effect than the group learned than using Problem Based Learning. (4) For students who have a low social intelligence, Problem Based Learning method give a better effect civics learning outcomes Civics fifth grader than the group with Project Based Learning.The implicationsofthis study indicatethat thelearningmethods andsocial intelligenceinfluence onstudentlearning outcomesCivic. Keyword : civic education, learning, Arah penelitian ke fakta abtain sekitar pengaruh terpelajar kiat dan inteligen kemasyarakatan ke hasil belajar dari kewarganegaraan di susun ke-lima dari Sekolah Dasar Amaliah. Cara yang dipergunakan adalah pembahasan percobaan mendisain perlakuan penggunaan oleh meningkat 2 x 2 dengan test analisa ANAVA.The mempelajari pertunjukan tersebut: (1) belajar group Pembahasan dengan Belajar Berdasar Proyek kiat memberikan satu lebih baik akibat dibandingkan cara dari Masalah Mendasari hasil belajar kewarganegaraan. (2) Di Situ adalah satu interaksi di antara mempelajari dan inteligen kemasyarakatan ke arah Kewarganegaraan outcomesin ke-lima garde. (3) Murid siapa punya ketinggian kemasyarakatan kecerdasan, Proyeksikan Belajar Berdasar kiat memberikan satu lebih baik akibat dibandingkan belajar group dibandingkan Masalah penggunaan Mendasari Belajar. (4 ) Untuk murid yang punya satu inteligen kemasyarakatan rendah, Masalah Mendasari Belajar kiat memberikan satu lebih baik akibat kewarganegaraan hasil belajar alat pengukur ke-lima dibandingkan group dengan Belajar Berdasar Proyek. Implikasi dari pembahasan ini menandai bahwa cara belajar dan pengaruh inteligen kemasyarakatan pada hasil belajar murid Tata Negara. Kata Kunci : Pendidikan Kewarganegaraan
Neneng Eliana
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.08

Abstract:The purpose of this research is to find the increase of mathematics study result with materi operation of adding numeral rounding.where the activity of one cycle consist of 4 component including planning, action, monitoring, and reflection. As data analysis technic, usingqualitative and quantiative data. Qualitative data was obtain by monitoring result along intervention act through field research notes and monitoring notes, while quantitative data was obtain with comparing first assessment average scoring (before action was given) and last assessment. The result of this research find there’s increasing in mathematics study result with materi operation of adding numeral rounding through “Stop-Jump” game. Keywords: Mathematics, Stop-Jump Game Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan peningkatan hasil belajar matematika dengan operasi materi menambahkan pembulatan angka. di mana aktivitas satu siklus terdiri dari 4 komponen, termasuk perencanaan, tindakan, pemantauan, dan refleksi. Sebagai teknik analisis data, usingqualitative dan data quantiative. Data kualitatif adalah memperoleh dengan hasil pemantauan di sepanjang intervensi tindakan melalui catatan penelitian lapangan dan pemantauan catatan, sedangkan data kuantitatif adalah mendapatkan dengan membandingkan penilaian pertama rata-rata skor (sebelum tindakan diberikan) dan penilaian terakhir. Hasil penelitian ini menemukan ada yang meningkat dalam hasil studi matematika dengan operasi materi penambahan angka pembulatan melalui “Stop-Jump” permainan. Kata Kunci :Matematika, permainan stop-Jump
Jumhariyani Jumhariyani
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.06

Abstract:This research goals to determined the effect of Instructional Media and Self Regulated Learning toward Mathematics ability. The research was conducted in 4th grade state primary school Menteng Atas 11 Pagi Setiabudi South Jakarta in 2nd semester 2015/2016 academic year. The data collected by test and analyzed by ANOVA. The research found: 1) Student’s mathematics ability learned discovery learn methode is higher than student learned using ekspositori methode; 2) there is an interaction effects between learned using discovery methode and critical thinking ability learning toward mathematics ability; 3) for students who have higher critical thinking ability, their mathematics ability better if they learned using discovery learn methode; 4) for students who have lower criticl thinking, their mathematics ability better if they learned ekspositori methode.The results of this research indicate that discovery methode and critical thinking ability learning can improve mathematics ability. Keywords: Learning Methode, Discovery Learning Methode, Ekspositori Methode, Critical Thinking Ability, Mathematics Abilitiy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode penemuan terbimbing dan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan matematika. Penelitian ini dilakukan di SDN Menteng Atas 11 Jakarta Selatan pada kelas IV semester dua tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan matematika siswa yang belajar menggunakan metode penemuan terbimbing lebih tinggi daripada kemampuan matematika siswa yang belajar menggunakan metode ekspositori; 2) terdapat pengaruh interaksi antara metode penemuan terbimbing dan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan matematika; 3) bagi siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi, kemampuan matematika siswa tinggi jika siswa belajar menggunakan metode penemuan terbimbing; 4) bagi siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah, kemampuan matematika siswa tinggi jika siswa belajar menggunakan metode ekspositori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penemuan terbimbing dan kemampuan berpikir kritis dapat meningkatkan kemampuan matematika. Kata Kunci : Metode Pembelajaran, Metode Penemuan Terbimbing, Metode Ekspositori, Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Matematika.
Indah Dwi Mustika
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.04

Abstract:The aim of the research is to determine the relationship between self-regulated, interpersonal intelligence and Civic Education learning outcomes of Grade 4 students in the State Elementary School of West CakungArea II Cakung West, Jakarta, the amount of students are 64 students. The method used is a method of survey research the technique used to correlation. The research result showed that there was a positive correlation between (1) Self-Regulated and learning outcomes Civic Education (2) Interpersonal Intelligences and Civic Education learning outcomes (3) Self-Regulated, Interpersonal Intelligences and learning outcomes of Civic Education. It can be concluded there is relationship between self-regulated, interpersonal intelligences and Civic Education learning outcomes. Keyword : Self-Regulated, Interpersonal Intelligences, Civic Education Learning Outcomes. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi diri dan kecerdasan interpersonal dengan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Cakung Barat Wilayah Binaan II Cakung Barat, Jakarta Timur, dengan jumlah siswa sebanyak 64 orang siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan menggunakan teknik korelasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada korelasi positif antara (1) Regulasi Diri dengan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (2) Kecerdasan Interpersonal dengan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (3) Regulasi Diri dan Kecerdasan Interpersonal dengan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Berarti hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara regulasi diri dan kecerdasan interpersonal dengan hasil belajar pendidikan kewarganegaraan. Kata Kunci : Regulasi Diri, Kecerdasan Interpersonal dan Hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan
Mohamad Syarif Sumantri
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.07

Abstract:This study intendsto expla in the importance of educating the interventionasesmentand learning in the early grades of primary school, We have to consider thecharacteristics of the development of elementary schoolage. Intervention can bed onewith athemeapproach, this approach is also based on the consideration ofdevelopmentally appropriatepractice. Alternative assess mentwould be suitableto monitorthe development of students' creativity. Theme as an intervention approach thatrequiresattention, especially the abilityto educate primary school education for skilledcollaborate. Keyword: Intervention, assessment, creativity, early grade of primary education. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya mendidik asesmentintervensi dan belajar di kelas-kelas awal SD. Kita harus mempertimbangkankarakteristik perkembangan usia SD. Intervensi bisa dilakukan dengan pendekatan tema,pendekatan ini juga didasarkan pada pertimbangan praktik sesuai dengan tahapanperkembangan. penilaian alternatif akan cocok untuk memantau perkembangankreativitas siswa. Tema sebagai pendekatan intervensi yang membutuhkan perhatian,terutama kemampuan untuk mendidik pendidikan sekolah dasar untuk berkolaborasiterampil.Keyword : Intervensi, penilaian, kreativitas, kelas awal pendidikan dasar.
Reza Rachmadtullah, Prayuningtyas Angger Wardani
Jurnal Pendidikan Dasar, Volume 7; doi:10.21009/JPD.071.10

Abstract:The purpose of this study was to determine how the application of methods Contextual Learning And, to improve learning outcomes Civic Education about my hero. Research conducted at the Elementary School District 22 Mempawah Mempawah West Kalimantan, with research subjects fifth grade students totaling 30 people. This research is an action using a model Kemmis and McTaggart, conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, implementing action, observation, and reflection action. The data collection process through tests mastery of learning outcomes Civics students, especially the material to understand the meaning and relevance of the symbols of the precepts of Pancasila in the understanding of Pancasila as a whole, and nontes be the observation of the implementation of the method of learning through methods Contexstual And Learning by using observation sheet activities of teachers and students, interviews, field notes, and documentation of results. The results showed an increase learning outcomes Citizenship Education about understanding the meaning and relevance of symbols in understanding the precepts of Pancasila Pancasila as a whole. This is evidenced by the value of learning outcomes Citizenship Education students about the hero in the first cycle is 50% of students who completed an average of 69 classes, were increased in the second cycle reaches 80% of students who completed, with an average grade 77. Activities of teachers and students according to the steps of this method reach 100% at the end of the second cycle. Keywords: Learning Outcomes, Contexstual Method And Learning, Civic Education Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara penerapan metode Contexstual And Learning, untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan tentang pahlawanku. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar 22 Mempawah Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, dengan subjek penelitian siswa kelas V yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart, dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, dan refleksi tindakan. Proses pengumpulan data melalui tes penguasaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa khususnya materi memahamimaknadanketerkaitansimbol-simbol sila pancasila dalam memahami pancasila secara utuh, dan nontes berupa hasil observasi pelaksanaan metode pembelajaran melalui metode Contexstual And Learning dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, wawancara, catatan lapangan, dan hasil dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan tentang memahami makna dan keterkaitan simbol-simbol sila pancasila dalam memahami pancasila secara utuh. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa tentang pahlawanku pada siklus I yaitu 50% siswa yang tuntas dengan rata-rata kelas 69, meningkat pada siklus II mencapai 80% siswa yang tuntas, dengan rata-rata kelas 77. Aktivitas guru dan siswa sesuai langkah-langkah metode ini mencapai 100% pada akhir siklus II. Kata kunci: Hasil Belajar, Metode Contexstual And Learning, Pendidikan Kewarganegaraan
Page of 5
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search