Journal el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam

-
21 articles
Page of 3
Articles per Page
by
Sulasih Sulasih
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp317-344

Abstract:Penelitian ini berjudul “Pengaruh Motivasi, Persepsi Dan Internalisasi Standar ISO 9001 Terhadap Kinerja pada PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi, persepsi dan internalisasi standar ISO 9001 terhadap kinerja. Hipotesis penelitian ini adalah pertama motivasi penerapan standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi penerapan standar ISO 9001. Kedua motivasi penerapan standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap internalisasi standar ISO 9001. Ketiga motivasi penerapan standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Keempat persepsi penerapan standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kelima internalisasi standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang mengambil data dengan kuesioner. Sasaran penelitian adalah karyawan PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan di departemen PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap, sedangkan metode pengambilan sampelnya yaitu Probability Sampling dan jumlah sampel yang memenuhi syarat dalam penelitian ini sebanyak 143 orang. Alat analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling (SEM) melalui program Analysis of Moment Structure (AMOS) versi 16.0. Sedangkan pengukuran data menggunakan 7 skala likert This study was aimed at analyzing the influence of motivation, perception, and internalization of ISO 9001 standard on the performance of PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap. There are five hypothesa of this study, i.e: 1) the motivation of applying ISO 9001 standard has a positive and significant impact to the perception on applying ISO 9001 standard; 2) the motivation of applying ISO 9001 standard has a positive and significant impact to; 3) the motivation of applying ISO 9001 standard has a positive and significant impact to the performance; 4) the perception on applying ISO 9001 standard has a positive and significant impact to the performance; 5) the internalization of ISO 9001 standard has a positive and significant impact to the performance. This is a survey research the data of which was gained through questionaires. The respondents of this research were emplyoees of PT> Holcim Indonesia Tbk Cilacap and sampling technique used in this research was probabiliy sampling fulfilling the requirement of 143 orang. Data were analyzed with Structural Equation Modelling (SEM) using version 16.0 of Analysis of Moment Structure (AMOS) and data measurement used a Likert scale of 7.
Apri Suhartanto
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp237-262

Abstract:Industri keungan syariah dari tahun ketahun menunjukan tren yang sangat positif. OJK merilis market share perbankan syariah diangka 5%. Salah satu faktor bertahannya perbankan syariah adalah produk pembiayaan. Pembiayaan sebagai jantung dari suatu perbankan. Dan pembiayaan mikro menjadi andalan perbankan dalam menjamah nasabah sampai kepada pelosok desa. Namun, masih kurangnya pendampingan yang dilakukan Bank Umum Syariah menjadikan pembiayaan ini diujung tanduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana optimalisasi pembiayaan mikro di bank umum syariah dalam pengembangan bisnis UMKM nasabah mikro. Penelitian ini merupakan jenis penulisan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan studi pustaka dan dokumenter.Hasil dan pembahasan adalah dengan melakukan teknik COD (Community Orginizing Development) yaitu adanya mentoring bisnis yang dilakukanoleh perbankan syariah itu sendiri atau dengan lembaga mitra bank umum syariah kepada nasabah pembiayaan mikro. Sharia financial industry shows a very positive trend from year to year. FSA (Financial Service Authority) has released Islamic banking market share of 5%. One of the persistence factors of Islamic banking is financing products, which is the heart of banking, and microfinance becomes a mainstay in serving its customer in the countryside. However, the lack of mentoring run by sharia division of convensional banks has made it not well developed. This study was aimed at analyzing the optimization of micro-financing in syaria division of conventional bank in the business development of SMEs micro customers. This is a descriptive qualitative research and the data used in this research were secondary data. Data were collected through literary and documentary study. This research found that the optimalization of micro financing in Islamic banks was done through COD (Organizing Community Development), i.e., the business mentoring done by the Islamic banking itself or by a partner institution of syaria division of conventional bank to microfinance customers.
Moh. Abdur Rohman Wahid
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp219-236

Abstract:Khazanah fiqh Islam selalu membahas topik-topik tentang konsep dan ilmu ekonomi. Untuk membantu umat Islam dalam membahas suatu tema tentang hukum ekonomi Islam, maka mempelajari kaidah–kaidah fiqh merupakan suatu keharusan untuk memperoleh kemudahan dalam mengetahui hukum-hukum kontemporer ekonomi yang tidak memiliki nash sharîh (dalil pasti) dalam Al-quran maupun hadis. Selain itu, kaidah-kaidah fiqh juga mempermudah kita menguasai permasalahan furu’iyah (cabang) yang terus berkembang dan tidak terhitung jumlahnya hanya dalam waktu singkat dan dengan cara yang mudah, yaitu melalui sebuah ungkapan yang padat dan ringkas berupa kaidah-kaidah fiqh, baik kaidah fiqh yang berkaitan dengan akad (transaksi), mal (aset kekayaan), perbankan, dan arbitrase. Islamic fiqh always discusses the topics of economics and economic concepts. To help Muslims in discussing a theme of the economic law of Islam, it is necessary to learn the rules of fiqh to gain ease in knowing the laws of the contemporary economy that has no sharih nash (certain reference) in the Qur’an and hadith. In addition, the rules of fiqh also help us to master the branch problems (furu’iyah) that are more various and incalculable, in only a short time an easy way, which is through a solid and succinct expression in the form of rules of fiqh, either fiqh rules related to contract (transaction), mal (property assets), banking, and arbitration.
Parno Parno, Tikawati Tikawati
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp285-316

Abstract:Penelitian ini dilakukan di KPN IAIN Samarinda dengan judul: Analisis Penerapan PSAK No. 102 Untuk Pembiayaan Murabahah Pada KPN IAIN Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adalah untuk mengetahui kesesuaian penerapan akuntansi murabahah pada KPN IAIN Samarinda dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah No.102 Tentang Akuntansi Murabahah. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan wawancara. Salah satu pendekatan dalam penelitian yang berbasis literatur yaitu analisis komparasi. Cara ini membandingkan obyek penelitian dengan konsep pembanding. Untuk menentukan kesesuaian praktik akuntansi murabahah yang diterapkan KPN IAIN Samarinda digunakan aturanaturan atau standar yang terdapat dalam PSAK Syariah khususnya PSAK No.102.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perlakuan akuntansi murabahah pada KPN IAIN Samarinda yang berkaitan dengan pengakuan dan pengukuran, penyajian dan pengungkapan belum sepenuhnya sesuai dengan PSAK No. 102. Secara garis besar perlakuan akuntansi yang dilakukan oleh KPN IAIN Samarinda telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum yaitu PSAK No. 102. Tetapi masih ada pada saat terjadi tunggakan angsuran dan penerimaan angsuran tunggakan, implementasinya KPN IAIN Samarinda tidak mencatat jurnal apapun atau tidak ada perlakuan akuntansi. Seharusnya dalam PSAK No. 102 diatur pada saat terjadinya tunggakan angsuran dan penerimaan angsuran tunggakan, margin diakui proporsional dengan kas yang diterima. ASEAN Economic Community (AEC) has started on January 1, 2016. This agreement was reached by the 10 members of ASEAN in 2007 to create a single market in Southeast Asia. ASEAN countries are doing the deal consists of Brunei, the Philippines, Indonesia, Cambodia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapore, Thailand, and Vietnam. The purpose of creation of this MEA, based on the ASEAN charter is in an effort to boost the region’s economy by increasing the competitiveness of ASEAN in regional and international arena as the economy grows evenly.Muslim entrepreneurs have very close ties with the national economic growth. They have very important roles in the economy of Indonesia especially in the era of the ASEAN Economic Community (AEC). There are at least seven roles of Muslim entrepreneurs in the Indonesian economy in the era of the MEA, i.e., increasing the productivity of goods and services, increasing per capita income, encouraging innovation of new products, capable of creating jobs, providing ease and convenience of life, encouraging progress of science and technology, and increasing state revenue from tax sector.
Yogi Nurfauzi
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp377-398

Abstract:Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah mulai 1 Januari 2016. Kesepakatan ini dilakukan oleh 10 negara anggota ASEAN pada 2007 untuk menciptakan pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara. Negara ASEAN yang melakukan kesepakatan terdiri dari Brunei, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Tujuan dari diciptakannya MEA ini, berdasarkan piagam ASEAN adalah dalam upaya meningkatkan perekonomian kawasan ASEAN dengan meningkatkan daya saing di kancah regional dan Internasional agar ekonomi tumbuh merata.Wirausaha Muslim mempunyai ikatan yang sangat erat dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Wirausaha Muslim memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia Khusunya di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Setidaknya ada tujuh Peran wirausaha muslim dalam perekonomian Indonesia di era MEA yaitu: Pertama Meningkatkan produktivitas barang dan jasa, kedua Mampu Meningkatkan Pendapatan Per Kapita, ketiga Mendorong inovasi produk baru, keempat Mampu Menciptakan Lapangan Kerja, kelima Memberikan Kemudahan dan Kenyamanan Hidup, keenam Mendorong Kemajuan IPTEK (IlmuPengetahuan dan Tekhnologi), dan ketujuh Meningatkan Penerimaan Negara dari Sektor Pajak.
Naerul Edwin Kiky Aprianto
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp263-284

Abstract:Kegiatan komunikasi di dalam suatu organisasi bertujuan untuk membentuk saling pengertian dan menyamakan pengalaman di antara anggota organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik, suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar. Sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi, organisasi dapat berantakan. Oleh karena itu, kepemimpinan dalam komunikasi organisasi sangatlah penting karena keberadaan pimpinan menjadi salah satu ujung tombak dari keberhasilan dalam berorganisasi. Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan kajian tentang peran komunikasi kepemimpinan dalam pengembangan organisasi. Temuan tulisan ini membantah pendapat Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard yang mengemukakan bahwa kepemimpinan berhubungan hierarkis antara atasan dan bawahan, sehingga berfokus kepada para pengikut. Dalam tulisan ini, menyatakan bahwa hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin tidak selalu berada dalam hubungan hierarkis, di mana hal tersebut terdapat hubungan antara atasan dan bawahan sehinggamenjadikan adanya perbedaan kelas status. Di dalam Islam, kepemimpinan merujuk kepada makna khalifah yang memberikan arti menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menggantikan makhluk lain dalam menghuni bumi. Sementara itu, setiap individu yang menghuni di bumi ini disebut sebagai khalifah. Oleh sebab itu, kepemimpinan tidak mengenal perbedaan kelas status. Secara garis besar, peran komunikasi kepemimpinan dalam pengembangan organisasi adalah bersikap adil, memberikan sugesti/ saran, mendukung tercapainya tujuan organisasi, menciptakan rasa aman, sebagai wakil organisasi, sumber inspirasi, dan menghargai anggotanya. Communication activities within an organization is aimed at establishing mutual understanding and equating experience among members of the organization. With good communication, an organization can run smoothly. Conversely, lack or absence of communication will make it unorganized. Therefore, leadership in organizational communication is crucial because the existance of a leader is one of the spearheads of success of an organization. This paper is aimed at discussing role of leadership in the development of organizational communication. The findings of this paper refute Paul Hersey and Kenneth H. Blanchard, who argued that leadeship shows a hierarchical relationship between superiors and subordinates, so they focuse on the followers. Conversely, this paper suggests that the relationship between a leader and those being led are not always in a hierarchical relationship, in which there is relationship between superiors and subordinates causing differences in class status. In Islam, leadership refers to the caliph, which means the representative of God in enforcing His will and the substitute of the other creatures to inhabit the earth. For that reason, individuals who inhabit this earth are also called the Caliph. Therefore, the leadership knows no class distinction status. Broadly speaking, leadership communications roles in the development of the organization is to be fair, to give suggestions/advice, support the achievement of organizational goals, creating a sense of security, as a representative of the organization, sources of inspiration, and appreciate its members.
Wartoyo Wartoyo, Nova Gina Meutia
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp345-376

Abstract:Lembaga keuangan khususnya perbankan merupakan lembaga yang menganut prinsip kehati-hatian (prudential principe) terutama dalam hal penyaluran pembiayaan kepada nasabah. Hal ini berlaku juga bagi perbankan syariah yang secara konsep dan prinsipnya sama dengan perbankan konvensional dalam hal penerapan sisem informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi di perbankan lebih dimaksudkan untuk melakukan sistem pengawasan, kontrol dan evaluasi terhadap pembiayaan yang disalurkan, supaya lebih efektif dan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem informasi akuntansi dalam menunjang efektivitas pengendalian internal pembiayaan murabahah pada PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Cirebon. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi pembiayaan mura>bahah} sudah diterapkan oleh PT Bank BNI Syariah kantor cabang Cirebon dan telah memadai serta memenuhi unsur-unsur sistem informasi akuntansi. Sedangkan pengendalian internal dapat dikatakan telah efektif. yang terdiri dari komponen pengendalian internal yaitu lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, informasi dan komunikasi, aktivitas pengendalian dan pemantauan. Dalam praktiknya pada pembiayaan, hanya saja lingkungan pengendalian pada manajemen selalu menetapkan target pembiayaan yang tinggi sehingga karyawan bisa saja mengabaikan prosedur atau peraturan yang telah ditetapkan pada Bank. Dan penerapan sistem informasi akuntansi dalam menunjang efektivitas pengendalian internal pembiayaan mura>bahah} diukur dari NPF pada Bank BNI syariah Kantor Cabang Cirebon menunjukkan tingkat NPF yang berfluktuatif namun masih dibawah standar BI yaitu 5%. Financial institutions, especially banks, are the institutions that embrace the prudential principle, especially in terms of the distribution of funding to customers. This principle is also applied by Islamic banks, which have the same concepts and principles as conventional banks in terms of the application of accounting information system. Accounting information system in banking is intended to monitor, control, and evaluate the system of finance distribution to make it more effective and controlled. This study was aimed at determining the application of accounting information systems to support the effectiveness of internal controls of murabaha financing at PT Bank BNI Syariah Branch Office Cirebon. This study used a qualitative method and descriptive analysis. Based on the research findings and discussion, it can be concluded that the accounting information system of murabaha financing has been applied by PT Bank BNI Syariah Branch Office Cirebon and has been adequate and met the elements ofaccounting information systems. Meanwhile, internal control is considered to be effective, consisting of components of internal control, namely the control environment, risk assessment, information and communication, and controlling and monitoring activities. However, in financing practices, management control environment always sets high targets of financing transaction that drive the employees to ignore the procedures or rules set by the Bank. In addition, application of accounting information systems in supporting the effectiveness of internal control of murabaha financing, which is measured by NPF, at Bank BNI sharia Cirebon Branch Office shows that fluctuative level but still below BI standard of 5%.
Nurjanah Nurjanah, Dewi Laela Hilyatin
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i1.2016.pp59-96

Abstract:Dalam lembaga perbankan syariah, istilah pembiayaan bermasalah bukan sesuatu hal yang asing untuk didengar. Hampir semua lembaga perbankan baik konvensional maupun syariah mengalami hal tersebut, karena tidak sedikit lembaga perbankan yang terhambat laju pertumbuhannya bahkan harus terhenti kegiatan operasionalnya karena tidak dapat mengatasi masalah ini. Pihak perbankan syariah dituntut untuk memiliki strategi dalam menangani pembiayaan bermasalah. Merujuk pada data NPF Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto pada tahun 2013 (4,2%), 2014 (3,2%), dan 2015 ((3,8%), diketahui bahwa nilai NPFnya mengalami penurunan (dinilai baik). Walaupun pada tahun 2015 meningkat sebesar 0,6%, tetapi hal ini masih dinilai baik karena masih di bawah standar maksimal nilai NPF yang ditetapkan oleh BI (5%). Penyaluran pembiayaan untuk tahun 2015 meningkat 50% dari tahun sebelumnya, dan pembiayaan yang mendominasi adalah pembiayaan murabahah Untuk mencapai nilai NPF yang baik, Bank Syariah Mandiri CabangPurwokerto menggunakan strategi dalam mengatasi pembiayaan bermasalah yaitu stay strategy dan exit strategy. Namun untuk tahapan penyelamatan pembiayaan bermasalah strategi yang digunakan adalah stay strategy melalui upaya restrukturisasi pembiayaan.
Sochimin Sochimin
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i1.2016.pp119-150

Abstract:Masjid merupakan pusat atau sentral kegiatan kaum muslimin, baik dalam urusan ibadah, ekonomi maupun sosial. Oleh karenanya dibutuhkan pengelolaan atau manajemen yang baik. Mengelola masjid juga memiliki peran yang sangat penting sebagai sarana memakmurkan masjid. Apalagi masjid memang sebuah ikon yang mempunyai kaitan erat dengan keimanan dan pembinaan umat bagi kaum muslimin agar dapat memberikan peranan yang dominan dalam pembangunan negara. Kekuatan iman inilah yang menentukan persatuan umat yang akan memberikan kekuatan lahir batin dalam memperjuangkan nasib masyarakat Islam. Namun sangat disayangkan banyak masjid-masjid di masa sekarang yang telah mengalami pergeseran fungsi yang sesungguhnya, ia tak ubahnya sebuah tempat khusus yang hanya dipakai untuk shalat saja dan terkunci untuk kegiatan lain. Ini barangkali yang menjadi sebab pengelolaan masjid kurang maksimal dan tidak akuntabel. Pada sisi lain sumber pemasukan keuangan masjid cukup fantastis, namun tidak didukung dengan manajemen keuangan yang layak. Dalam tulisan ini dipaparkan potret pengelolaan keuangan masjid di kota Purwokerto, dan ternyata hanya beberapa masjid saja yang memenuhi standar pengelolaan yang baik. Corak penyesuaian fungsi masjid sesuai dengan tuntutan zaman mutlak dibutuhkan. Organisasi masjid merupakanorganisasi nirlaba yang berarti kumpulan beberapa individu yang memiliki tujuan tertentu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut, dalam pelaksanaannya kegiatan yang mereka lakukan tidak berorientasi pada pemupukan laba atau kekayaan semata. Oleh karenanya perlu upaya pengembalian fungsi masjid sebagaimana mestinya, sehingga masjid juga dapat berfungsi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi bagi umat islam. Mosque is the center of muslim’s activities, either of worship, economic, and social activities. For that reason, there should be a good mosque managementsince it will be very important in improving muslims’ prosperity. In addition, a mosque also plays a significant role in improving muslims’ faith and guiding them to give a contribution to state development. It is Muslims’ strong faith that will lead to the unity of muslims and give the power to struggle for the improvement of muslim society. However, there have been many mosques nowadays that have changed their real function as the center of muslims’ activities to merely a place of worship. This condition causes mosque management to be not optimal and not accountable. In contrast, the financial income of mosques is fantastic. This paper portrays mosque financial management in Purwokerto, and it was found that there were only few mosques that perform good financial management. The style of mosque management should meet the need of present condition. The mosque organization is non-profit, which means that the individuals dealing with organization have certain purposes to be reached and their activities are not oriented to gain financial profit. For that reason, it is necessary to turn the function of a mosque back to its real function as the center of economic and social activities.
Ubaidillah Ubaidillah
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i1.2016.pp1510188

Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Penyusunan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP), Biaya Operasional per Pendapatan Operasional (BOPO), Pangsa Pembiayaan, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS).Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Hal ini menunjukkan data yang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan model persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel NPF, PPAP, dan SBIS tidak meunjukkan pengaruh yang signfikan terhadap Profitabilitas. Variabel FDR menunjukkan pengaruhyang positif signifikan terhadap Profitabilitas, sedangkan variabel CAR, BOPO, dan Pangsa Pembiayaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas. Kemampuan prediksi dari ketujuh variabeltersebut terhadap profitabilitas (ROA) dalam penelitian ini sebesar 78,40%, sedangkan sisanya 11,60% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. This research was aimed at examining the influence of Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Allowance for Earning Assets (PPAP), Operating Expenses per Operating Income (BOPO), and Share Financing, Sharia Certificates of Bank Indonesia (SBIS) to profitability. During the period of observation, data were normally distributed. Based on normality, multicollinearity, heteroscedasticity and autocorrelation tests, deviation of classical assumptions of variables were not found. It shows that the available data were qualified to be examined with multiple linear regression model. The results of this study show that the NPL, PPAP, and SBIS variables did not indicate significant impact on profitability. FDR variable showed a significant positive effect on profitability, while variable CAR, BOPO, and the share of financing had a significant negative effect on profitability. The predictive ability of these variables on profitability (ROA) in this study was 78.40%, while the remaining 11.60% was influenced by other factors not included in the study.
Page of 3
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search