Journal el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam

-
21 articles
Page of 3
Articles per Page
by
Naerul Edwin Kiky Aprianto
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp263-284

Abstract:Kegiatan komunikasi di dalam suatu organisasi bertujuan untuk membentuk saling pengertian dan menyamakan pengalaman di antara anggota organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik, suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar. Sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi, organisasi dapat berantakan. Oleh karena itu, kepemimpinan dalam komunikasi organisasi sangatlah penting karena keberadaan pimpinan menjadi salah satu ujung tombak dari keberhasilan dalam berorganisasi. Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan kajian tentang peran komunikasi kepemimpinan dalam pengembangan organisasi. Temuan tulisan ini membantah pendapat Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard yang mengemukakan bahwa kepemimpinan berhubungan hierarkis antara atasan dan bawahan, sehingga berfokus kepada para pengikut. Dalam tulisan ini, menyatakan bahwa hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin tidak selalu berada dalam hubungan hierarkis, di mana hal tersebut terdapat hubungan antara atasan dan bawahan sehinggamenjadikan adanya perbedaan kelas status. Di dalam Islam, kepemimpinan merujuk kepada makna khalifah yang memberikan arti menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menggantikan makhluk lain dalam menghuni bumi. Sementara itu, setiap individu yang menghuni di bumi ini disebut sebagai khalifah. Oleh sebab itu, kepemimpinan tidak mengenal perbedaan kelas status. Secara garis besar, peran komunikasi kepemimpinan dalam pengembangan organisasi adalah bersikap adil, memberikan sugesti/ saran, mendukung tercapainya tujuan organisasi, menciptakan rasa aman, sebagai wakil organisasi, sumber inspirasi, dan menghargai anggotanya. Communication activities within an organization is aimed at establishing mutual understanding and equating experience among members of the organization. With good communication, an organization can run smoothly. Conversely, lack or absence of communication will make it unorganized. Therefore, leadership in organizational communication is crucial because the existance of a leader is one of the spearheads of success of an organization. This paper is aimed at discussing role of leadership in the development of organizational communication. The findings of this paper refute Paul Hersey and Kenneth H. Blanchard, who argued that leadeship shows a hierarchical relationship between superiors and subordinates, so they focuse on the followers. Conversely, this paper suggests that the relationship between a leader and those being led are not always in a hierarchical relationship, in which there is relationship between superiors and subordinates causing differences in class status. In Islam, leadership refers to the caliph, which means the representative of God in enforcing His will and the substitute of the other creatures to inhabit the earth. For that reason, individuals who inhabit this earth are also called the Caliph. Therefore, the leadership knows no class distinction status. Broadly speaking, leadership communications roles in the development of the organization is to be fair, to give suggestions/advice, support the achievement of organizational goals, creating a sense of security, as a representative of the organization, sources of inspiration, and appreciate its members.
Apri Suhartanto
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp237-262

Abstract:Industri keungan syariah dari tahun ketahun menunjukan tren yang sangat positif. OJK merilis market share perbankan syariah diangka 5%. Salah satu faktor bertahannya perbankan syariah adalah produk pembiayaan. Pembiayaan sebagai jantung dari suatu perbankan. Dan pembiayaan mikro menjadi andalan perbankan dalam menjamah nasabah sampai kepada pelosok desa. Namun, masih kurangnya pendampingan yang dilakukan Bank Umum Syariah menjadikan pembiayaan ini diujung tanduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana optimalisasi pembiayaan mikro di bank umum syariah dalam pengembangan bisnis UMKM nasabah mikro. Penelitian ini merupakan jenis penulisan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan studi pustaka dan dokumenter.Hasil dan pembahasan adalah dengan melakukan teknik COD (Community Orginizing Development) yaitu adanya mentoring bisnis yang dilakukanoleh perbankan syariah itu sendiri atau dengan lembaga mitra bank umum syariah kepada nasabah pembiayaan mikro. Sharia financial industry shows a very positive trend from year to year. FSA (Financial Service Authority) has released Islamic banking market share of 5%. One of the persistence factors of Islamic banking is financing products, which is the heart of banking, and microfinance becomes a mainstay in serving its customer in the countryside. However, the lack of mentoring run by sharia division of convensional banks has made it not well developed. This study was aimed at analyzing the optimization of micro-financing in syaria division of conventional bank in the business development of SMEs micro customers. This is a descriptive qualitative research and the data used in this research were secondary data. Data were collected through literary and documentary study. This research found that the optimalization of micro financing in Islamic banks was done through COD (Organizing Community Development), i.e., the business mentoring done by the Islamic banking itself or by a partner institution of syaria division of conventional bank to microfinance customers.
Moh. Abdur Rohman Wahid
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp219-236

Abstract:Khazanah fiqh Islam selalu membahas topik-topik tentang konsep dan ilmu ekonomi. Untuk membantu umat Islam dalam membahas suatu tema tentang hukum ekonomi Islam, maka mempelajari kaidah–kaidah fiqh merupakan suatu keharusan untuk memperoleh kemudahan dalam mengetahui hukum-hukum kontemporer ekonomi yang tidak memiliki nash sharîh (dalil pasti) dalam Al-quran maupun hadis. Selain itu, kaidah-kaidah fiqh juga mempermudah kita menguasai permasalahan furu’iyah (cabang) yang terus berkembang dan tidak terhitung jumlahnya hanya dalam waktu singkat dan dengan cara yang mudah, yaitu melalui sebuah ungkapan yang padat dan ringkas berupa kaidah-kaidah fiqh, baik kaidah fiqh yang berkaitan dengan akad (transaksi), mal (aset kekayaan), perbankan, dan arbitrase. Islamic fiqh always discusses the topics of economics and economic concepts. To help Muslims in discussing a theme of the economic law of Islam, it is necessary to learn the rules of fiqh to gain ease in knowing the laws of the contemporary economy that has no sharih nash (certain reference) in the Qur’an and hadith. In addition, the rules of fiqh also help us to master the branch problems (furu’iyah) that are more various and incalculable, in only a short time an easy way, which is through a solid and succinct expression in the form of rules of fiqh, either fiqh rules related to contract (transaction), mal (property assets), banking, and arbitration.
Parno Parno, Tikawati Tikawati
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp285-316

Abstract:Penelitian ini dilakukan di KPN IAIN Samarinda dengan judul: Analisis Penerapan PSAK No. 102 Untuk Pembiayaan Murabahah Pada KPN IAIN Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adalah untuk mengetahui kesesuaian penerapan akuntansi murabahah pada KPN IAIN Samarinda dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah No.102 Tentang Akuntansi Murabahah. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan wawancara. Salah satu pendekatan dalam penelitian yang berbasis literatur yaitu analisis komparasi. Cara ini membandingkan obyek penelitian dengan konsep pembanding. Untuk menentukan kesesuaian praktik akuntansi murabahah yang diterapkan KPN IAIN Samarinda digunakan aturanaturan atau standar yang terdapat dalam PSAK Syariah khususnya PSAK No.102.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perlakuan akuntansi murabahah pada KPN IAIN Samarinda yang berkaitan dengan pengakuan dan pengukuran, penyajian dan pengungkapan belum sepenuhnya sesuai dengan PSAK No. 102. Secara garis besar perlakuan akuntansi yang dilakukan oleh KPN IAIN Samarinda telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum yaitu PSAK No. 102. Tetapi masih ada pada saat terjadi tunggakan angsuran dan penerimaan angsuran tunggakan, implementasinya KPN IAIN Samarinda tidak mencatat jurnal apapun atau tidak ada perlakuan akuntansi. Seharusnya dalam PSAK No. 102 diatur pada saat terjadinya tunggakan angsuran dan penerimaan angsuran tunggakan, margin diakui proporsional dengan kas yang diterima. ASEAN Economic Community (AEC) has started on January 1, 2016. This agreement was reached by the 10 members of ASEAN in 2007 to create a single market in Southeast Asia. ASEAN countries are doing the deal consists of Brunei, the Philippines, Indonesia, Cambodia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapore, Thailand, and Vietnam. The purpose of creation of this MEA, based on the ASEAN charter is in an effort to boost the region’s economy by increasing the competitiveness of ASEAN in regional and international arena as the economy grows evenly.Muslim entrepreneurs have very close ties with the national economic growth. They have very important roles in the economy of Indonesia especially in the era of the ASEAN Economic Community (AEC). There are at least seven roles of Muslim entrepreneurs in the Indonesian economy in the era of the MEA, i.e., increasing the productivity of goods and services, increasing per capita income, encouraging innovation of new products, capable of creating jobs, providing ease and convenience of life, encouraging progress of science and technology, and increasing state revenue from tax sector.
Sulasih Sulasih
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp317-344

Abstract:Penelitian ini berjudul “Pengaruh Motivasi, Persepsi Dan Internalisasi Standar ISO 9001 Terhadap Kinerja pada PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi, persepsi dan internalisasi standar ISO 9001 terhadap kinerja. Hipotesis penelitian ini adalah pertama motivasi penerapan standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi penerapan standar ISO 9001. Kedua motivasi penerapan standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap internalisasi standar ISO 9001. Ketiga motivasi penerapan standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Keempat persepsi penerapan standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kelima internalisasi standar ISO 9001 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang mengambil data dengan kuesioner. Sasaran penelitian adalah karyawan PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan di departemen PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap, sedangkan metode pengambilan sampelnya yaitu Probability Sampling dan jumlah sampel yang memenuhi syarat dalam penelitian ini sebanyak 143 orang. Alat analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling (SEM) melalui program Analysis of Moment Structure (AMOS) versi 16.0. Sedangkan pengukuran data menggunakan 7 skala likert This study was aimed at analyzing the influence of motivation, perception, and internalization of ISO 9001 standard on the performance of PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap. There are five hypothesa of this study, i.e: 1) the motivation of applying ISO 9001 standard has a positive and significant impact to the perception on applying ISO 9001 standard; 2) the motivation of applying ISO 9001 standard has a positive and significant impact to; 3) the motivation of applying ISO 9001 standard has a positive and significant impact to the performance; 4) the perception on applying ISO 9001 standard has a positive and significant impact to the performance; 5) the internalization of ISO 9001 standard has a positive and significant impact to the performance. This is a survey research the data of which was gained through questionaires. The respondents of this research were emplyoees of PT> Holcim Indonesia Tbk Cilacap and sampling technique used in this research was probabiliy sampling fulfilling the requirement of 143 orang. Data were analyzed with Structural Equation Modelling (SEM) using version 16.0 of Analysis of Moment Structure (AMOS) and data measurement used a Likert scale of 7.
Wartoyo Wartoyo, Nova Gina Meutia
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp345-376

Abstract:Lembaga keuangan khususnya perbankan merupakan lembaga yang menganut prinsip kehati-hatian (prudential principe) terutama dalam hal penyaluran pembiayaan kepada nasabah. Hal ini berlaku juga bagi perbankan syariah yang secara konsep dan prinsipnya sama dengan perbankan konvensional dalam hal penerapan sisem informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi di perbankan lebih dimaksudkan untuk melakukan sistem pengawasan, kontrol dan evaluasi terhadap pembiayaan yang disalurkan, supaya lebih efektif dan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem informasi akuntansi dalam menunjang efektivitas pengendalian internal pembiayaan murabahah pada PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Cirebon. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi pembiayaan mura>bahah} sudah diterapkan oleh PT Bank BNI Syariah kantor cabang Cirebon dan telah memadai serta memenuhi unsur-unsur sistem informasi akuntansi. Sedangkan pengendalian internal dapat dikatakan telah efektif. yang terdiri dari komponen pengendalian internal yaitu lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, informasi dan komunikasi, aktivitas pengendalian dan pemantauan. Dalam praktiknya pada pembiayaan, hanya saja lingkungan pengendalian pada manajemen selalu menetapkan target pembiayaan yang tinggi sehingga karyawan bisa saja mengabaikan prosedur atau peraturan yang telah ditetapkan pada Bank. Dan penerapan sistem informasi akuntansi dalam menunjang efektivitas pengendalian internal pembiayaan mura>bahah} diukur dari NPF pada Bank BNI syariah Kantor Cabang Cirebon menunjukkan tingkat NPF yang berfluktuatif namun masih dibawah standar BI yaitu 5%. Financial institutions, especially banks, are the institutions that embrace the prudential principle, especially in terms of the distribution of funding to customers. This principle is also applied by Islamic banks, which have the same concepts and principles as conventional banks in terms of the application of accounting information system. Accounting information system in banking is intended to monitor, control, and evaluate the system of finance distribution to make it more effective and controlled. This study was aimed at determining the application of accounting information systems to support the effectiveness of internal controls of murabaha financing at PT Bank BNI Syariah Branch Office Cirebon. This study used a qualitative method and descriptive analysis. Based on the research findings and discussion, it can be concluded that the accounting information system of murabaha financing has been applied by PT Bank BNI Syariah Branch Office Cirebon and has been adequate and met the elements ofaccounting information systems. Meanwhile, internal control is considered to be effective, consisting of components of internal control, namely the control environment, risk assessment, information and communication, and controlling and monitoring activities. However, in financing practices, management control environment always sets high targets of financing transaction that drive the employees to ignore the procedures or rules set by the Bank. In addition, application of accounting information systems in supporting the effectiveness of internal control of murabaha financing, which is measured by NPF, at Bank BNI sharia Cirebon Branch Office shows that fluctuative level but still below BI standard of 5%.
Yogi Nurfauzi
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i2.2016.pp377-398

Abstract:Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah mulai 1 Januari 2016. Kesepakatan ini dilakukan oleh 10 negara anggota ASEAN pada 2007 untuk menciptakan pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara. Negara ASEAN yang melakukan kesepakatan terdiri dari Brunei, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Tujuan dari diciptakannya MEA ini, berdasarkan piagam ASEAN adalah dalam upaya meningkatkan perekonomian kawasan ASEAN dengan meningkatkan daya saing di kancah regional dan Internasional agar ekonomi tumbuh merata.Wirausaha Muslim mempunyai ikatan yang sangat erat dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Wirausaha Muslim memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia Khusunya di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Setidaknya ada tujuh Peran wirausaha muslim dalam perekonomian Indonesia di era MEA yaitu: Pertama Meningkatkan produktivitas barang dan jasa, kedua Mampu Meningkatkan Pendapatan Per Kapita, ketiga Mendorong inovasi produk baru, keempat Mampu Menciptakan Lapangan Kerja, kelima Memberikan Kemudahan dan Kenyamanan Hidup, keenam Mendorong Kemajuan IPTEK (IlmuPengetahuan dan Tekhnologi), dan ketujuh Meningatkan Penerimaan Negara dari Sektor Pajak.
Bambang Kurniawan
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i1.2016.pp1-26

Abstract:Untuk melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang terbatas sebagai konsekuensinya harus difokuskan kepada pembangunan sektorsektor yang memberikan dampak pengganda (multiplier effects) yang besar terhadap sektor-sektor lainnya atau perekonomian secara keseluruhan. Hasil pengujian DLQ menunjukan bahwa sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor gas, listrik dan air bersih, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan hotel dan restoran, serta sektor jasa-jasa yang meiliki nilai DLQ > 1 maka sektor tersebut merupakan sektor yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut dalam upaya meningkatkan dan mendorong perekonomian daerah, sektor ini juga mampu bersaing dengan sektor perekonomian yang sama di luar Kabupaten Kerinci. Running the development with limited resources needs to focus on developmental sectors having multiple effects to the other sectors or to the entire economy. The result of DLQ shows that sectors such as transportation and communication, gas, electricity, clean water, finance, leasing and business services, mining and quarrying, trade, hotels and restaurants, as well as the service sectors that has DLQ value > 1 are are prospective to drive development as an effort to promote and encourage the regional economy. These sectors are also capable in competing with the same economic sector outside the Regency of Kerinci.
Yoiz Shofwa Shafrani
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i1.2016.pp189-215

Abstract:Perkembangan dunia perbankan syariah tidak lepas dari peran para nasabah yang memberikan kepercayaan terhadap pihak perbankan untuk penyimpanan asset keuangannya. Faktanya banyak kelompok nasabah yang memutuskan untuk menjadi nasabah di perbankan syariah karena faktor religiusitasnya. Faktor lain yang dapat ikut mempengaruhi keputusan nasabah adalah kualitas produk. Di mana kualitas produk merupakan karakteristik yang melekat dari suatu produk. Kemungkinan yang terjadi bahwa kebanyakan nasabah pada perbankan syariah juga masih merupakan nasabah perbankan konvensional.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan tingkat religiusitas nasabah terhadap keputusan nasabah untuk menyimpan dananya atau tidak di BSM Cabang Purwokerto. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dengan jumlah sampel 100 nasabah. Diperoleh hasil Y = 5,046 + 0,101X1 + 0,218X2. Berdasarkan uji F yang sudah dilakukan maka dapat diketahui bahwa variabel kualitas produk dan religiusitas secara bersama – sama berpengaruh terhadap keputusan nasabah untuk menyimpan dananya di BSM Cabang Purwokerto. Berdasarkan uji t yang sudah dilakukan dapat diketahui bahwa secara partial baik variabel kualitas produk maupun variabel religiusitas berpengaruh terhadap keputusan nasabah untuk menyimpan dananya di BSM Cabang Purwokerto. The progress of the Islamic bank cannot be separated from the role of its customers who give trust to the bank to deposit their financial assets. It is a fact many groups of customers decide to be the customers of the Islamic bank because of their religiosity. The other influences factor of a customer’s decision is the quality of the product. The aim of this research was to determine the effect of product quality and level of customers’ religiosity towards customers’ decision whether to keep their funds in Syariah Mandiri Bank, Branch of Purwokerto, or not. The analytical tool used was multiple linear regression analysis, with a sample of 100 customers. The results indicate Y = 5,046 + 0,101X1 + 0,218X2. Based on F, it can be seen that both variables of product quality and religiosity simultanously affect the customers’ decision to keep theirfunds in BSM Branch of Purwokerto. Based on t test, it can be seen that independently, either variable of product quality or variables of religiosityinfluences the customers’ decision to keep their funds in BSM Branch of Purwokerto.
Moh. Abdur Rohman Wahid
el-jizya : Jurnal Ekonomi Islam, Volume 4; doi:10.24090/ej.v4i1.2016.pp27-58

Abstract:Tulisan ini menawarkan konsep integrasi pajak dan zakat sebagai bentuk semangat baru dalam meningkatkan zakat dan pajak di Indonesia. Integrasi zakat dan pajak penting untuk diupayakan karena pertumbuhan zakat semakin meningkat dari waktu ke waktu yang ditandai dengan makin meningkatnya jumlah Badan Amil Zakat dan nomor akuisisi sedekah dari tahun ke tahun. Selain dari itu, perkembangan kekayaan serta kualitas pelayanan pengembangan distribusi zakat wajib, termasuk pemanfaatannya, menunjukkan trend yang terus meningkat secara progresif. Dengan pertumbuhan yang signifikan ini, zakat dapat menjadi alat kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi umat dan kedudukannya sama penting dengan pajak penghasilan negara. Pajak dan zakat, bilamana diintegrasikan dalam suatu konsep dan aturan hukum yang jelas, diyakini dapat memajukan perekonomian Indonesia. This paper propose the concept of integration between taxes and zakat to accelerate the achievement of social welfare in Indonesia. The integration is important as the growth of zakat steadily increases from time to time which is marked by the increasing number of Amil Zakat and alms acquisition from year to year. At the same time, the development of wealth and the service quality of obligatory zakat distributions, including utilization, is also increases progressively. Undoubtly, with this significant growth, charity, like the tax, can be utilized as a tool to achieve social walfare as well as to improve the economy of Indonesia.
Page of 3
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search