Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan

-
130 articles
Page of 14
Articles per Page
by
Suharyanto Suharyanto, Henny Nuraini, Tuti Suryati, Irma Isnafia Arief, Dondin Sajuthi
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan; doi:10.17728/jatp.3147

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi esktrak daun senduduk (EDS) sebagai food additive ditinjau dari sifat fisikokimia dan mikrobiologi sosis daging sapi selama penyimpanan dingin. Sebanyak 40 g bubuk daun senduduk dimaserasi dalam air destilata (1:4; b/v) selama 24 jam pada suhu kamar, disaring, kemudian di-freeze dry. Empat perlakuan diaplikasikan, yaitu kontrol yang mengandung daging sapi, minyak nabati, susu skim bubuk, tepung tapioka, garam, fosfat, es, dan bumbu-bumbu (kontrol); formula kontrol ditambah dengan ekstrak 0,55% (EDS), ditambah garam nitrit 0,0011% (nitrit), dan ditambah keduanya (EDS+nitrit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EDS dan kombinasinya dengan nitrit menurunkan susut masak sosis. Kandungan nutrisi semua sosis penelitian masuk dalam kategori SNI. Nilai pH sosis menurun akibat pemberian EDS, bukan oleh lamanya penyimpanan. Lama penyimpanan berpengaruh terhadap meningkatnya aw sosis dengan menghasilkan nilai yang sama pada penyimpanan hari ke-12 untuk semua sosis. EDS dan nitrit memberikan efek yang sama terhadap daya mengikat air (DMA) yang lebih rendah dibanding kontrol pada hari ke-0, tetapi memiliki DMA yang sama pada penyimpanan hari ke-12. Warna sosis tidak berbeda antar sosis dan lamanya penyimpanan kecuali pada sosis yang diberi nitrit memiliki derajat kemerahan lebih tinggi. Penambahan EDS dapat meningkatkan kandungan senyawa fenolat, aktivitas antioksidan pada sosis, dan menurunkan nilai TBARS serta mereduksi nitrit pada setiap masa penyimpanan. Kombinasi EDS dan nitrit menekan pertumbuhan bakteri hingga penyimpanan hari ke-12. Pemberian EDS saja hanya menekan pertumbuhan bakteri hingga hari ke-6. Meskipun demikian secara mikrobiologis, sosis masih masuk kategori SNI kecuali keberadaan Salmonella yang muncul pada hari ke-9.This study aimed to analyze the potency of senduduk leaf extracts (SLE) as a food additive to physicochemical and microbiological properties of beef sausages during refrigerated storage. A-40 g powder was macerated with distilled water (1:4; w/v) for 24 h at room temperature, filtered, and then was freeze-dried. Four treatments were employed including control containing beef, vegetable oil, skimmed milk powder, tapioca, salt, phosphate, ice, and seasons (control); control added extract 0.55% (SLE); sodium nitrite 0.0011% (nitrite); and both (SLE+nitrite). The results showed the addition of SLE and SLE+nitrite decreased the cooking loss. The nutritional content of all sausages fit SNI (Indonesia Nasional Standard) category. The pH of sausage decreased caused by SLE, not by storage. The storage affected increasing aw sausages by yielding the similar value at day 12th. SLE and nitrites exerted an equivalent effect on water holding capacity (WHC) compared to control on day 0 but gave the same WHC at day 12 storage. The Sausage color was not different between treatment and storage except for sausage added with nitrite, which had a higher redness. The SLE increased...
Zita Letviany Sarungallo, Budi Santoso, Meike Meilan Lisangan, Sritina Noverita Paulina Paiki, Risma Uli Situngkir, Endah Ayudwi Asokawaty
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Volume 7; doi:10.17728/jatp.2947

Abstract:Kandungan fosfolipid dalam minyak kasar buah merah merupakan masalah utama dalam pengolahannya menjadi berbagai produk pangan, yang dapat dihilangkan melalui proses degumming. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model kinetik perubahan kualitas minyak buah merah hasil degumming (MBMD) selama penyimpanan. MBMD dikemas dalam botol gelap dan disimpan pada suhu 60, 75, dan 90°C selama ± 15 hari untuk dievaluasi kadar air, kadar asam lemak bebas (ALB), bilangan peroksida dan total karotenoid. Perubahan kualitas MBMD selama penyimpanan dihitung menggunakan persamaan Arhennius dengan perangkat lunak Microsoft Excell 2007. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mutu MBMD menurun dengan meningkatnya suhu dan waktu penyimpanan. Kadar ALB dan bilangan peroksida MBMD meningkat mengikuti ordo 0, dengan energi aktivasi (Ea) 22416 dan 34839 J/mol ˚K. Sedangkan, penurunan kadar karotenoid sesuai dengan ordo 1 dengan Ea 48504 J/mol ˚K. Kadar ALB MBMD dengan Ea terendah adalah yang paling sensitif terhadap kerusakan hidrolisis selama penyimpanan, dibandingkan bilangan peroksida, dan kadar karotenoid. Kesimpulannya, perkiraan umur simpan MBMD berdasarkan peningkatan kadar ALB dan bilangan peroksida berhasil untuk ditentukan. Kinetics of Quality Change of Degummed Red Fruit (Pandanus conoideus) Oil during StorageAbstract The main problem in crude red fruit oil (CRFO) is the phospholipid content. That problem can be eliminated through degumming process. The objective of this study was to obtain kinetic model of quality of degummed red fruit oil (DRFO) during storage. The DRFO was packaged in dark bottles and stored at 60, 75, and 90°C for ±15 days to evaluated of water content, free fatty acids (FFA), peroxide value and total carotenoids content. The quality change of DRFO during storage was calculated using Arhennius equation with Microsoft Excell 2007 software. The results showed that the quality of DRFO decreases with the increase of temperature and storage time. The FFA and peroxide value of DRFOs were increase following a zero order, with energy of activation (Ea) of 22416 and 34839 J/mol ˚K, respectively, while carotenoid content was decrease at the first order with Ea of 69009 J/mol ˚K. The FFA content of DRFOs (the lowest Ea) was the most sensitive to hydrolisys damaged during storage, compared to both peroxide value and carotenoid content. As conclusion, the shelf life estimation of the DRFO based on the increasing of both FFA and peroxide values were successfully formulated.
Suliasih Suliasih, Anang Mohamad Legowo, Baginda Iskandar Moeda Tampoebolon
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Volume 7; doi:10.17728/jatp.3061

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi kombinasi perlakuan antara rasio starter dan konsentrasi ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) pada yogurt drink terhadap aktivitas antioksidan, BAL, viskositas dan nilai L*a*b*. Penelitian dengan menggunakan desain eksperimen rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor dan tiga kali pengulangan. Faktor pertama adalah rasio starter, mempunyai tiga taraf yaitu S1,1 (L. bulgaricus + S. termophilus): 1 B. longum; S2,1 (L. bulgaricus + S. termophilus): 2 B. longum; dan S3, 2 (L. bulgaricus + S. termophilus): 1 B. longum dan faktor kedua konsentrasi ekstrak buah naga merah mempunyai empat taraf dengan T0 tanpa buah naga merah, T1 ekstrak buah naga merah 5%; T2 ekstrak buah naga merah 10%; T3 ekstrak buah naga merah 15%. Variabel yang diuji aktivitas antioksidan, BAL, viskositas dan warna . Variabel dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi rasio bakteri dengan konsentrasi ekstrak buah naga merah terhadap aktivitas antioksidan dan pengaruh nyata (P0.05). Semakin tinggi rasio Bifidobacterium longum menghasilkan kenaikan viskositas dan semakin tinggi penambahan konsentrasi ekstrak buah naga merah menghasilkan kenaikan nilai a (warna merah - hijau) sedangkan viskositas, nilai L (kecerahan) dan nilai b (biru – kekuningan) mengalami penurunan, dan jumlah BAL tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan.The purpose of this research was to evaluate the interaction combination of treatments between starter ratio and the concentration of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) extract of yogurt drink to antioxidant activity, LAB, viscosity and L*a*b* score . The experiment design of this research was completely randomized design of factorial pattern with two factors and three replications. The first factor was a starter ratio, with has three levels of S1, 1(L. bulgaricus + S. termophilus): 1 B. longum; S2, 1( L. bulgaricus + S. thermophilus): 2 B. longum; and S3, 2 (L. bulgaricus + S. termophilus):1 B. longum) and the second factor was the concentrations of red dragon fruit extract having four levels (T0, without red dragon fruit extract; T1, red dragon fruit extract 5%; T2, red dragon fruit extract 10%; T3, red dragon fruit extract 15% ). Variables tested for antioxidant activity, BAL, viscosity and L*a*b* score . The variables were analyzed by ANOVA at 5% level and continued by Duncan Multiple Range Test . The result showed that the interaction of bacteria ratio with red dragon fruit extract concentration on antioxidant activity and significant effect (P 0.05). The higher ratio Bifidobacterium longum resulted in increased viscosity and the higher concentration of red dragon fruit extract yields a (red - green) value rises while viscosity, L (brightness) and b (blue - yellow) values decrease.
Hermawan Setyo Widodo, Tridjoko Wisnu Murti, Ali Agus, Widodo Widodo
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Volume 7; doi:10.17728/jatp.3008

Abstract:Susu kambing memiliki komponen protein salah satunya protein β dan secara umum terjadi polimorfisme pada level protein. Perubahan urutan asam amino akibat polimorfisme memungkinkan adanya potensi dihasilkannya peptida bioaktif penghambat enzim pengubah angiotensin (ACEi). Penelitian ini bertujuan untuk menyaring peptida bioaktif yang berpotensi sebagai ACEi dari kasein β kambing beserta polimorfismenya. Penelitian ini dilakukan dengan teknik in silico terhadap sekuen kasein β kambing serta struktur tiga dimensi human testicular ACE. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi simulasi pemotongan peptida dengan enzim pencernaan (pepsin, tripsin dan kimotripsin), peninjauan karakteristik peptida lalu simulasi docking ligan-reseptor. Tampilan parameter Lipinski’s Rule of Five (Ro5), bioaktivitas dan energi afinitas dipertimbangkan untuk memilih peptida bioaktif. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ditemukan peptida bioaktif yakni INK (Ile-Asp-Lys) yang memiliki kemampuan hampir setara dengan lisinopril (afinitas energi -8,2kkal/mol vs. -8,3kkal/mol). Peptida INK dapat ditemukan dari hasil hidrolisis dari alel A, C, D dan E, sehingga polimorfisme tidak menyebabkan perbedaan produksi peptida bioaktif. Kesimpulan yang dapat diambil yakni kasein β susu kambing jika dicerna dengan enzim pencernaan dapat menghasilkan peptida bioaktif ACEi yakni INK.Identification of Angiotensin Converting Enzyme-inhibitor (ACEi) Bioactive Peptide from Goat Milk β-Casein with It's Polymorphism by In Silico TechniqueAbstractPolymorphism eventually may be occurred at the protein level. Changes in the amino acid sequence due to polymorphism may exhibit a potential action to generate of the angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEi) bioactive peptide. This study is aimed to assess bioactive peptides that have a great potent value as ACEi from goat β casein along with its polymorphism. The research was done by in silico technique on goat β-casein sequence and three-dimensional structure human testicular ACE. Peptide-cutting simulations with digestive enzymes (pepsin, trypsin and chymotrypsin), peptide properties review, then ligand-receptor docking simulations was applied in this research. Appearance of Lipinski's Rule of Five (Ro5), bioactivity and affinity energy were considered for selecting bioactive peptides. The results show that bioactive peptide found as INK (Ile-Asp-Lys) which had similar ability as lisinopril (energy affinity –8.2kcal/mol vs. –8.3kcal/mol). The INK peptides could be found from the hydrolysis resulted in alleles A, C, D and E, therefore polymorphism did not affect the differences of production of bioactive peptides. A conclusion, processed goat milk β casein with digestive enzymes could produce ACEi of INK as bioactive peptide.
Salsabila Eka Ghina Rana, Lydia Ninan Lestario, Yohanes Martono
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Volume 7; doi:10.17728/jatp.2581

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan gula dengan konsentrasi yang bervariasi terhadap stabilitas warna ekstrak antosianin buah rukem yang terpapar cahaya lampu fluoresens berdasarkan kinetika degradasi warnanya dan menentukan konsentrasi gula yang optimal untuk meningkatkan stabilitas warna ekstrak antosianin buah rukem. Variasi konsentrasi gula yang digunakan adalah 20, 40, dan 60% (b/v). Uji stabilitas warna dilakukan terhadap ekstrak antosianin buah rukem yang disinari selama 10 jam dengan intensitas cahaya 3580, 4655 lux, dan 8544 lux. Metode yang digunakan yaitu pemodelan kinetika degradasi, dimana nilai konstanta laju degradasi (k) dan nilai waktu paruh (t1/2) dihitung berdasarkan orde reaksi yang sesuai. Degradasi antosianin mengikuti orde reaksi 0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula 20% mampu meningkatkan stabilitas warna ekstrak antosianin buah rukem dibandingkan dengan kontrol (tanpa penambahan gula), terlihat dari meningkatnya waktu paruh dari 54,82 jam menjadi 61,35 jam. Namun, pada penambahan gula 40 dan 60% dapat menurunkan stabilitas warnanya dengan menurunnya waktu paruh dari 42,52 jam menjadi 31,66 jam pada intensitas 3580 lux. Kecenderungan kenaikan dan penurunan waktu paruh yang sama juga terjadi pada intensitas cahaya 4655 lux dan 8544 lux. Kesimpulannya, penambahan gula mempengaruhi stabilitas warna ekstrak antosianin buah rukem yaitu dapat meningkatkan dan menurunkan stabilitasnya.Effect of Various Concentration Sugar Addition on the Color Stability of Rukem Fruit Anthocyanin Extract (Flacourtia rukam Zoll. & Mor.)This study is aimed to determine the effect of sugar addition with varying concentrations to the color stability of anthocyanin extract of rukem fruit exposed to fluorescent lamp lights based on color degradation kinetics and determining the optimal sugar concentration to improve color stability of anthocyanin extract of rukem fruit. Variations of sugar concentration were 20, 40, and 60% (w/v). The color stability test was performed on the anthocyanin extract of rukem fruit which was irradiated for 10 hours with the light intensity of 3580, 4655, and 8544 lux. The degradation kinetics modeling was used as method, where the value of the degradation rate constant (k) and half-life value (t1/2) were calculated according to the appropriate reaction order. Degradation of anthocyanin was analyzed using zero order reaction. The results showed that sugar addition at 20% could increase the stability of rukem fruit anthocyanin extract compared to control (without sugar addition), that was reflected by increase of half-life from 54.82 to 61.35 hours. However, addition of 40 and 60% sugar decreased the color stability with the half-life decline from 42.52 to 31.66 hours. The similar half-life increase and decrease also occured at the intensity of light 4655 and 8544 lux. As conclusion, sugar addition might increase and decrease of the color stability in the extract rukem fruit.
Bambang Dwiloka, Umiyati Atmomarsono, Valentinus Priyo Bintoro, Bhakti Etza Setiani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Volume 7; doi:10.17728/jatp.2447

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) dalam mengeliminasi Cd dan Pb pada paha ayam broiler yang diberi pakan mengandung logam berat (Cd.Cl2.4H2O). Perlakuan yang diberikan adalah perendaman larutan daun kumis kucing yang diikuti dengan proses perebusan. Kandungan Cd dan Pb yang dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometer. Data logam berat yang diperoleh dianalisis statistik dengan Anova. Hasil penelitian membuktikan bahwa dada ayam broiler yang diberi pakan mengandung CdCl2.4H2O ternyata mengandung Cd dan Pb, walaupun masih di bawah Maximum Residu Limit (MRL). Perlakuan perendaman dalam larutan daun kumis kucing yang dilanjutkan dengan perebusan mampu menurunkan nilai Cd pada dada ayam broiler. Sementara dengan perlakuan perendaman dalam larutan daun kumis kucing dan pada perlakuan perebusan mampu menurunkan kandungan Pb pada dada ayam broiler. Kesimpulannya, kandungan Cd dan Pb pada daging ayam broiler dapat diturunkan melalui perendaman daun kumis kucing.The Effect of Orthosiphon stamineus Benth (OSB) Leaf in Reducing Cd and Pb Content on Breast Broiler ChickenAbstractThe feed containing heavy metal was provided to broiler feeds in order to detect the residue of Cd and Pb in chicken broiler breast. The treatments for eliminating the residue was conducted by the immersion in the distilled water containing cat whiskers leaf. The boiling of chicken meat was also conducted. The content of metals was analysed by Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The data were analysed statistically by ANOVA. As results, Cd and Pb were able to be detected in the chicken breast meat although still below the Maximum Residue Limit (MRL). The treatment of immersion in the cat whiskers leafs extract plus boiling in the distilled water were significantly (P
Gino Nemesio Cepeda, Meike Meilan Lisangan, Mathelda Kurniaty Roreng, Elva Intan Permatasari, Dolly Citra Manalu, Wulan Tanlain
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Volume 7; doi:10.17728/jatp.3239

Abstract:Akway (Drimys piperita Hook. f) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam kelompok tumbuhan berkayu, berdaun tebal aromatik dan termasuk kerabat winteraceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati malaria dan untuk meningkatkan vitalitas tubuh. Beberapa penelitian kandungan fitokimia ekstrak akway telah dilakukan untuk mengetahui potensi bioaktivitas akway. Ekstrak kulit kayu akway dilaporkan mengandung kelompok senyawa alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, terpenoid dan glikosida. Minyak atsiri kulit kayu akway mengandung linalool, β-pinen, α-pinen, nerolidol dan terpineol. Senyawa-senyawa tersebut dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kapasitas antioksidan ekstrak kulit kayu akway secara in vitro dan vitamin C sebagai kontrol positif. Pengujian kapasitas antioksidan yang dilakukan meliputi kandungan total fenol dengan metode Folin-Ciocalteu, kandungan flavonoid dengan metode aluminum klorida, kapasitas penangkalan radikal bebas menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl)-radical scavenging assay dan daya reduksi menggunakan metode reduksi Fe+3 menjadi Fe+2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki kandungan total fenol dan flavonoid yang tertinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol dan etilasetat. Kandungan total fenol dan flavonoid ekstrak metanol masing-masing sebesar 18,22 dan 14,32%. Ekstrak metanol dan vitamin C memiliki kapasitas menangkal radikal bebas DPPH dan daya reduksi yang paling tinggi kemudian diikuti ekstrak etanol dan etilasetat. Kemampuan menangkal radikal bebas ekstrak metanol dan vitamin C pada konsentrasi 200 µg/ml masing-masing sebesar 90% dan 88,31% sedangkan daya reduksi masing-masing sebesar 0,54 dan 0,62. Kesimpulannya, ekstrak metanol memiliki kapasitas antioksidan yang paling tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol dan etilasetat. Abstract Free Radical Scavenging Activity and Reducing Power of Akway (Drimys piperita Hook. f.) Bark ExtractsAkway (Drimys piperita Hook. f) was a woody and aromatic plant of winteraceae. This plant was used as traditional medical plant to heal malaria and to enhance vitality of body. Some studies were done to know bioactivity potency of akway extracts. D. piperita bark extract contains alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, terpenoid and glycoside. The bark essential oil of the plant consists of lynalool, β-pinene, α-pinene, nerolidol and terpineol. Those compounds were exhibited high antioxidant activity. The objectives of this research were to determine total phenol and flavonoid of the extracts and its antioxidant capacity which was compared to antioxidant capacity of vitamin C. The assay of antioxidant capacity comprised of total phenol and flavonoid content, free radical scavenging activity, and reducing power. Total phenol and flavonoid was determined using Folin-Ciocalteu and aluminum chloride method, respectively while determination of free radical...
Olivia Prastiandani, Ahmad Ni'matullah Al-Baarri, Heni Risqiati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan; doi:10.17728/jatp.2303

Abstract:Keasaman bahan penggumpal merupakan faktor penting dalam proses koagulasi curd kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikomimiawi curd sari kedelai yang dihasilkan dari koagulan sari belimbing wuluh dengan dan tanpa pengenceran. Sari buah belimbing wuluh sebanyak 7% (v/v) dengan pengenceran (1:1, v/v) dan tanpa pengenceran dan renet (0,01% b/v) ditambahkan pada sari kedelai untuk menghasilkan curd. Curd yang didapat langsung dianalisis jumlah rendemen, nilai pH, kekerasan, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenceran koagulan belimbing wuluh secara signifikan meningkatkan jumlah rendemen, nilai pH, dan tingkat kekuningan namun mengurangi kekerasan tekstur curd. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengenceran koagulan sari belimbing wuluh dapat secara keseluruhan mempengaruhi karakteristik fisikokimiawi curd kedelai. The acidity of coagulant is an important factor in the process of soy curd coagulation. This research aimed at analyze the physicochemical characteristics of soy curd that were coagulated with Averhoa bilimbii juice with and without dilution. Averhoa bilimbii juice as much as 7% (v/v) with dilution (1:1,v/v) and without dilution and rennet (0,01% b/v) added to soybean milk to obtain the curd. Curd obtained directly analyzed the amount of yield, pH value, hardness, and yellowish level. The result showed that dilution coagulant of Averhoa bilimbii significantly increased yield, pH value, and yellowish level but reduced hardness of texture curd. This research can be concluded that dilution coagulant of Averhoa bilimbii overall influence the physicochemical characteristic of soy curd.
Nurhayati Nurhayati, Djagal Wiseso Marseno, Fmc Sigit Setyabudi, Supriyanto Supriyanto
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Volume 7; doi:10.17728/jatp.2314

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh steam blanching terhadap aktivitas polifenol oksidase, total polifenol, dan aktivitas antioksidan biji kakao. Bii kakao segar yang telah dihilangkan pulpnya ditimbang sebanyak 100 dan 200 g kemudian masing masing massa biji kakao diberi perlakuan steam blanching selama 1, 3, dan 5 menit. Biji kakao steam blanching dianalisa karakteristik fisikokimia (kadar air, pH, warna dan suhu), gugus fungsional (FTIR), aktivitas polifenol oksidase (PPO), kandungan total polifenol, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa steam blanching dengan perlakuan kombinasi antara massa 100 g dan lama 1 menit menyebabkan menurunnya aktivitas PPO dari 445,87 menjadi 11,28 U/g berat biji kakao segar (FW), meningkatkan kandungan total polifenol dari 72,63 menjadi 92,15 mg Ekuivalen Asam Galat (EAG)/g bubuk kakao bebas lemak (DS), dan meningkatkan aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH dari 55,36 % menjadi 68,99 % atau dengan nilai IC50 dari 3,39 menjadi 2,58 ml/l apabila dibandingkan dengan kontrol (tanpa steam blanching). Aktivitas antioksidan pada biji kakao steam blanching juga lebih tinggi dibandingkan antioksidan sintetis seperti BHT dan asam askorbat. Kesimpulannya, steam blanching dapat menurunkan aktivitas PPO, meningkatan kandungan total polifenol dan meningkatkan aktivitas antioksidan. Oleh karena itu, perlakuan steam blanching dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif proses pengolahan dalam mempertahankan antioksidan alami polifenol biji kakao.Steam blanching effect on polyphenol oxidase activity, total polyphenol content and antioxidant activity of cocoa beanThe aim of this research were to determine the effect of steam blanching on the activity of polyphenol oxidase, total polyphenol content, and antioxidant activity of cocoa beans. The fresh cocoa beans that have been removed the pulp were 100 and 200 g and then each cocoa beans mass was treated with steam blanching for 1, 3, and 5 minutes. Physicochemical characteristics (moisture content, pH, color, and temperature), functional group, polyphenol oxidase (PPO) activity, total polyphenol content and antioxidant activity of cocoa beans were observed. The results showed that steam blanching by treatment (100 g; 1 min) decreased of the PPO activity from 445.87 to 11.28 U/g of fresh weight (FW), increased total polyphenol content from 72.63 to 92.15 mg of Equivalent Galic Acid (EAG)/g defatted sample (DS), increased RSA DPPH from 55.36 % to 68.99 % or with IC50 value from 3.39 to 2.58 ml/l when compared to the control (without steam blanching). Antioxidant activity of steamed blanching cocoa beans also were detected higher than the synthetic antioxidants such as BHT and ascorbic acid. As conclusion, the steam blanching treatment might decrease the PPO activity, increase the total polyphenol content, and increase of antioxidant activity. Therefore, the steam blanching treatment could be used as an alternative process for...
Wildan Alfira Gusrianto, Siti Fatimah-Muis, Ahmad Ni'matullah Al-Baarri, Anang Mohamad Legowo
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Volume 7; doi:10.17728/jatp.2874

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek asam hypoiodous (HIO) pada aktivitas antioksidan dan total mikrobia pada salak Pondoh selama penyimpanan pada suhu ruang. Metode eksperimen yang digunakan untuk penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dua perlakuan dan tiga kali ulangan dengan total sampel sebanyak 45 salak Pondoh dengan minimum usia panen adalah sekitar 5 bulan dengan berat sebesar 65±7 g per salak. Penyemprotan HIO dilakukan satu kali perhari dan dengan volume sebanyak 0,5 ml. Setelah penyemprotan, dilakukan penyimpanan pada suhu ruang selama 12 hari. Pengukuran aktivitas antioksidan dan total mikroba dilakukan setiap dua hari sekali. Analisis data menggunakan Shapiro-Wilk, Independent t-test, dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan, telah terjadi peningkatan aktivitas antioksidan pada salak mulai dari 21,7±1,72% hingga kisaran 82,4% untuk tanpa dan dengan perlakuan HIO serta terdapat peran HIO yang sangat nyata dalam menurunkan total mikroba pada salak pondoh HIO. Kesimpulannya, HIO dapat digunakan untuk agen yang dapat meningkatkan antioksidan serta dapat digunakan untuk menekan perkembangan mikroba pada salak.Hypoiodous Acid Effect on Antioxidant Activity and Total Microbes in Salak Pondoh in Room Temperature of StorageAbstract This study was aimed at analyzing the influence of hypohiodous acid or HIO on antioxidant activity and total microbes in salak pondoh during storage at room temperature. This study used a group randomized design with two treatments and three replications. Each group consisted of 45 salak Pondoh which was harvested at 5 months age with size 65±7 g/salak. The spraying of 0.5 ml of HIO was done everyday for entire of salak surface, then salak was stored at 25ºC for 12 days. The measurement of antioxidant activity and total microbes was performed every two days. Data were analized using Shapiro-Wilk, Independent t-test, and Mann-Whitney. Result indicated that HIO was able to increase antioxidant activity from 21.7±1.72 to about 82% for control and HIO treated salak. HIO was also inhibit growth total microbes significantly. As conclusion, HIO might be used as an agent to increase antioxidant activity and inhibit total microbe in salak.
Page of 14
Articles per Page
by