Journal JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)

-
37 articles
Page of 4
Articles per Page
by
Erina Erina, Susan Neni Triani, Wahyuni Oktavia
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 6-9; doi:10.26737/jp-bsi.v3i1.448

Abstract:Penelitian berlatar belakang dikarenakan hasil belaar siswa khususnya pada materi menulis parafrasa puisi masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk, 1. mengetahui nilai rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model think talk write dalam menulis parafrasa puisi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang tahun pelajaran 2016/2017, 2. mengetahui keterlaksaan model think talk write dalam menulis parafrasa puisi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang tahun pelajaran 2016/2017, 3. mengetahui respon siswa terhadap penerapan model think talk write dalam menulis parafrasa puisi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan jenis penelitian quasi experimental design dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest control design dengan satu macam perlakuan. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang dengan jumlah keseluruhan siswa sebanyak 148 orang. Penentuan sampel dengan teknik sampling purposive dan kelas yang terpilih menjadi kelas eksperimen adalah kelas X UPW 1. Hasil analisis data pretest dan posttest diketahui bahwa hasil belajar siswa menulis parafrasa puisi dengan menarapkan model pembelajaran think talk write mengalami peningkatan yang cukup signifikan. hal ini terlihat dari rata-rata hasil posttest sebesar 85,288 dan pretest sebesar 62, 857. Hasil keterlaksanaan penerapan model pembelajaran think talk write yang menunjukkan bahwa hasil keterlaksanaan mencapai 80,51%. hasil dari sebaran angket yang dilakukan peneliti diperoleh hasil untuk kategori setuju (S) mencapai 47,50%, sangat setuju (SS) mencapai 47,30%, tidak setuju (TS) 5%, dan sangat tidak setuju 0,19%. Dari hasil yang diperoleh maka hasil penghitungan diperoleh dari uji hipotesis menunjukan 9,958 setelah dikonsultasikan dengan pada taraf signifikansi 0,05 dan df sebesar 25 ternyata lebih besar dari (1,708) sehingga Ha yang menyatakan adanya peningkatan setelah diterapkannya model pembelajaran think talk write terhadap hasil belajar menulis parafrasa puisi pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMK Negeri 3 Singkawang diterima.
Abdul Muklis, Teguh Supriyanto, Mimi Mulyani
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 10-17; doi:10.26737/jp-bsi.v3i1.443

Abstract:Penelitian stilistika ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk bahasa figuratif yang dominan dalam antologi puisi Melipat Jarak karya Sapardi Djoko Damono, (2) mendeskripsikan bentuk citraan yang dominan yang digunakan dalam antologi puisi Melipat Jarak karya Sapardi Djoko Damono, (3) memaparkan pemanfataan aspek stilistika yang ada dalam antologi puisi Melipat Jarak karya Sapardi Djoko Damono sebagai materi pengayaan sastra di SMA kelas X. Penelitian ini menggunakan stilistika sebagai alat pendekatannya. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif analisis semiotik melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik untuk mengungkap aspek stilistika dan analisis komparatif untuk memaparkan pemanfaatan aspek stilistika dengan materi pengayaan sastra. Hasil penelitian berdasarkan analisis data menunjukkan (1) bahasa figuratif yang ditemukan antara lain majas 60 data dan idiom 1 data, majas yang dominan yakni personifikasi 18 data (30%), simile 11 data (18,5%), dan metafora 10 data (16,65%), (2) data citraan yang ditemukan sebanyak 99 data. Citraan yang dominan yaitu citraan gerak 33 data (33%), pendengaran 29 data (29%), dan penglihatan 22 data (22%), dan (3) pemanfaatan aspek bahasa figuratif dan citraan dalam antologi puisi Melipat Jarak sebagai materi pengayaan sastra di SMA kelas X terbagi dalam dua kegiatan, yakni eksploratori dan keterampilan proses.
Dhanu Priyo Widodo, Mimi Mulyani, B. Wahyudi Joko Santoso
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 18-26; doi:10.26737/jp-bsi.v3i1.444

Abstract:Penelitian transitivitas ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tipe transitivitas (proses, partisipan, dan sirkumstan) serta makna logis yang terdapat di dalam pidato kampanye Ahok pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, (2) menganalisis tujuan yang ingin disampaikan oleh Ahok pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode2017-2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana fungsional. Adapun dalam penelitian ini yang menjadi data adalah penggalan klausa yang teridentifikasi tipe transitivitas (proses, partisipan, dan sirkumstan), makna logis, dan konteks situasi. Metode analisis yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis model Miles dan Huberman, serta dibantu dengan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian berdasarkan analisis data menunjukkan (1) tipe transitivitas, yakni proses yang ditemukan sebanyak 411 data dan proses material menjadi yang paling dominan digunakan, yakni sebanyak 210 atau 51%, partisipan yang ditemukan sebanyak 232 data dengan partisipan goal menjadi yang dominan digunakan, yaitu 81 data atau 34,9%, sirkumstan yang ditemukan sebanyak 163 data dengan sirkumstan lokasi dominan digunakan, yakni 63 atau 38,6%, makna logis yang ditemukan sebanyak 120 data dengan makna logis suprasegmental yang dominan digunakan, yaitu 61 data atau 50,8%., (2) konteks situasi yang ditemukan dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga, yakni medan wacana, pelibat wacana, dan sarana wacana. Medan wacana direalisasikan oleh ranah pengalaman yang diwujudkan oleh proses material, tujuan jangka panjang sebanyak 14 data atau 0%, tujuan jangka pendek sebanyak 21 data atau 60%. Pelibat wacana terbagi menjadi dua, yakni jarak sosial dan status sosial. Jarak sosial direalisasikan oleh penggunaan nomina “Bapak-Ibu” sebagai sapaan dan temuannya sebanyak 22 data sedangkan status social direalisasikan oleh penggunaan nomina saya sebanyak 66 data atau 44,2%, nomina kami sebanyak 40 data atau 26,8%, dan nomina kita sebanyak 43 data atau 28,8%. Terakhir sarana wacana yang dibagi menjadi dua, yakni saluran dan medium. Saluran dalam penelitian ini adalah pidato kampanye Ahok pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 yang utuh sedangkan medium direalisasikan oleh penggunaan persuasi. Dalam penelitian ini, ditemukan persuasi sebanyak 8 data.
Al Ashadi Alimin, Saptiana Sulastri
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 1-5; doi:10.26737/jp-bsi.v3i1.447

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai keberanian dalam novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan bentuk kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumenter, dengan menelaah karya sastra. Penelaahan dilakukan dengan cara mengklasifikasikan bagian-bagian yang menjadi objek penelitian, khususnya nilai keberanian. Alat pengumpul data yang digunakan adalah manusia, peneliti sendiri sebagai instrumen utama. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan nilai keberanian meliputi: (1) nilai keberanian dalam bertarung, (2) nilai keberanian dalam menghadapi tantangan, (3) nilai keberanian dalam memperjuangkan kebenaran, (4) nilai keberanian melawan musuh, (5) nilai keberanian menyelamatkan diri dari musuh, (6) nilai keberanian menyelamatkan orang lain, (7) nilai keberanian mencari bukti kebenaran.
Mei Anjar Kumalasari, Rustono Rustono, B. Wahyudi Joko Santoso
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 34-43; doi:10.26737/jp-bsi.v3i1.446

Abstract:Tujuan pada penelitian ini ialah menganalisis strategi kesantunan yang digunakan pemandu acara talkshow di Metro TV. Pendekatan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan pragmatis, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan ialah pendekatan deskriptif analitis secara kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding memperbedakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, pemandu acara talkshow di Metro TV menggunakan berbagai strategi kesantunan dengan intensitas yang berbeda-beda. Strategi kesantunan yang paling banyak digunakan pemandu acara Kick Andy ialah strategi kesantunan positif. Hal ini dikarenakan sebagai pemandu acara Andy berupaya memuaskan muka positif mitra tutur sehingga komunikasi di antara mereka menjadi lebih santun dan komunikatif. Sementara itu, strategi kesantunan yang banyak digunakan pemandu acara talkshow Mata Najwa ialah strategi langsung dan strategi kesantunan positif. Banyaknya tuturan Najwa yang menunjukkan penggunaan strategi langsung itu tidak terlepas dari ciri khas Najwa sebagai seorang wartawan yang tegas dan berani dalam berbicara. Adapun penggunaan strategi kesantunan positif sering dilakukan Najwa agar saat menggali informasi yang sedalam-dalamnya dari narasumber ia tetap tegas dan santun.
Eka Yulin Adriani, Subyantoro Subyantoro, Hari Bakti Mardikantoro
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 27-33; doi:10.26737/jp-bsi.v3i1.445

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteristik kebutuhan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar, (2) merumuskan prinsip-prinsip penyusunan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar, (3) menyusun prototipe buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar, (4) menguji keefektifan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar. Desain penelitian ini adalah pendekatan R&D (Reseach and Development) dengan langkah penelitian yaitu (1) analisis teoretis dan praktis; (2) analisis kebutuhan peserta didik dan guru; (3) penyususnan prototipe; (4) uji prototipe kepada ahli dan guru; (5) revisi prototipe; (6) uji coba lapangan; dan (7) deskripsi hasil penelitian. Data dalam penelitian ini meliputi data kebutuhan pengembangan buku pengayaan menurut peserta didik dan persepsi guru, data hasil penilaian ahli, dan data uji coba terbatas berupa skor. Sampel penelitian ini adalah sumber belajar menulis permulaan pada kelas I SD. Hasil Penelitian adalah (1) karakteristik kebutuhan buku pengayaan pada peserta didik SD kelas I berdasarkan minat peserta didik dan persepsi guru, (2) perumusan prinsip-prinsip penyusunan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter, (3) pengembangan prototipe untuk peserta didik SD kelas I dengan menggunakan teknik 5M (mengeblat, menghubungkan, menatap, melengkapi, menyalin), (4) validitas dan reliabilitas prototipe buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I SD.
Oktaviantoro Oktaviantoro, Mardian Mardian, Fitri Fitri
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 44-50; doi:10.26737/jp-bsi.v3i1.449

Abstract:This descriptive qualitative research focuses his study on the values of character education in Mimpi Sejuta Dolar Novel, and how to implement it in Indonesian language learning. The data of this research are (1) novel excerpts related to character education derived from liver, (2) novel quotations related to character education derived from thought, (3) novel excerpt related to character education derived from sports or kinesthetics, (4) novel excerpts related to character education derived from taste and initiative, and (5) implementation of character education in learning.
M. Ainur Rizqi, Haries Pribady
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jp-bsi.v2i1.236

Abstract:Over the last 40 years, plenty research has extensively examined the role of learning strategies on the language acquisition/learning. In Indonesia, unfortunately, this issue seemingly receives less attention at least until 2000’s. Perhaps, Setiyadi’s (2001; 2004) and Mistar’s (2001) work which both studied students’ learning strategies in a university degree could be declared as the first batch of strategies-oriented research, and followed by Subekti& Lawson (2007) and Mistar&Umamah (2014). Generally, the studies were descriptive or correlational in which depicting the types of strategies that the learners employed, or sought a relationship between learning strategies and the learners’ academic achievements. Strikingly, none elucidated strategy-instruction as the key priority. In fact, this is vital to ensure whether these strategies really could help poor language learners in practice.
Darmawan Darmawan, Gunta Wirawan, Lili Yanti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jp-bsi.v2i1.230

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran reciprocal learning terhadap keterampilan menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen, dengan bentuk penelitian pre eksprimental design dan rancangan penelitian one-group posttes-pretes design. Teknik pengumpul data, yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan secara umum terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal learning terhadap hasil belajar keterampilan menulis rangkuman pada siswa SMP Negeri 16 Singkawang. Sedangkan secara khusus dapat disimpulkan (1) hasil belajar siswa dalam menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang sebelum menggunakan model reciprocal learning terdapat perbedaan yang signifikan pada skor pretes, hal ini dapat dilihat pada mean pretes sebesar 55,62 dan hasil diperoleh dari analisis data pretes masih dalam katagori cukup; (2) Hasil belajar siswa dalam menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang sesudah menggunakan model reciprocal learning terdapat perbedaan yang signifikan pada skor postes hal ini dapat dilihat pada mean posttes sebesar 80,22 tergolong dalam katagori baik; dan (3) dengan diketahuinya ada pengaruh yang signifikan maka dalam hal ini pengaruh model reciprocal learning terhadap hasil belajar siswa menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang dinyatakan berpengaruh hal ini di buktikan dengan hasil uji effect size dengan hasil 3,08 kategori tinggi.
Laurensius Laurensius, Nurdi Nurdi, Susan Neni Triani
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jp-bsi.v2i1.234

Abstract:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan majas yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso Karya Dewi Lestari (2008). Metode yang digunakan adalah metode deskriftif dan bentuk penelitiannya kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika. Berdasarkan hasil analisis yang terdapat dalam cerpen disimpulkan sebagai berikut: 1) Majas perbandingan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso yaitu gaya bahasa perumpamaan 35 kutipan, metafora 11 kutipan, personifikasi 12 kutipan, dan antitesis 7 kutipan. 2) Majas pertentangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa hiperbola terdapat 17 kutipan, gaya bahasa klimaks 11 kutipan, antiklimaks 1 kutipan, dan hipalase 1 kutipan. 3) Majas pertautan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa sinekdoke terdapat 1 kutipan, dan gaya bahasa eufemisme 2 kutipan. 4) Majas perulangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa tautotes 2 kutipan, anafora 7 kutipan, epistropa 2 kutipan, dan anadiplosis 1 kutipan. Berdasarkan hasil analisis terhadap kumpulan cerpen Rectoverso karya Dewi Lestari, maka dapat disimpulkan: (1) Majas perbandingan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (2) Majas pertentangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (3) Majas pertautan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (4) Majas perulangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (5) Implementasi dalam bentuk (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang akan di gunakan dalam proses pembelajaran.
Page of 4
Articles per Page
by

Refine Search

New Search

Advanced search