Refine Search

New Search

Advanced search

Journal JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)

-
54 articles
Page of 6
Articles per Page
by
Rofia Suciati, Dede Endang Mascita, Tri Pujiatna
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 53-58; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.923

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas siswa saat pembelajaran menulis teks berita, (2) profil hasil siswa menulis teks berita, dan (3) efektivitas model pembelajaran Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik yang diterapkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2018. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII H sebagai kelas eksperimen dan VIII J sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 29 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan sebagai tes hasil pembelajaran menulis teks berita berbentuk 1 butir soal isian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis. Penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif. Hal tersebut terbukti dari hasil uji t bahwa thitung = 4,817 dengan derajat keberhasilan (df)(n1=n2-2)=56, diperoleh ttabel = 2,00 dengan α = 0,05. Oleh karena itu thitung 4,817 > ttabel 2,00 dan diperoleh nilai Sig.2-tailed 0,000 < 0,05, sesuai dengan pengambilan keputusan dalam uji Independent Sample T-Tes dapat disimpulkan bahwa penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif.
Alfian Rokhmansyah, Purwanti Purwanti, Nur Ainin
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 47-52; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.887

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk pelanggaran maksim yang dilakukan seorang remaja perempuan yatim dan faktor-faktor yang memengaruhi tuturannya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang berbentuk studi kasus. Pemaparan data dilakukan secara deskriptif. Objek penelitian (OP) adalah seorang remaja perempuan yatim berusia 21 tahun. Data utama penelitian adalah tuturan dalam kegiatan tindak tutur sehari-hari dari OP. Sedangkan data sekunder berupa identitas diri OP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim yang dilakukan OP, yaitu (a) maksim kearifan, (b) maksim kedermawanan, (c) maksim pujian, (d) maksim kerendahan hati, dan (e) maksim kesepakatan. Adapun faktor yang memengaruhi cara berbahasa OP, yaitu (a) kurang mendapat perhatian menyebabkan bentuk tuturan OP condong kasar, (b) posisi sebagai anak sulung dalam keluarga disiplin rendah menyebabkan OP berani mengungkapkan gagasan secara bebas, dan (c) kehilangan sosok teman diskusi menyebabkan OP selalu berusaha mencari teman diskusi untuk mengetahui suatu hal ataupun menyelesaikan masalah.
Elsita Lisnawati Guntar
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 29-38; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.926

Abstract:Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk dan fungsi penggunaan campur kode dan alih kode antara pewawancara dan peserta wawancara beasiswa “PIB Berbagi” Tahun Akademik 2018-2019. Adapun manfaat yang didapatkan dalam penelitian ini ialah civitas academica PIB memahami tentang bentuk dan fungsi variasi bahasa sebagai sebuah sarana komunikasi yang positif. Selain itu, penelitian ini juga dapat memeperkaya pengetahuan berbahasa civitas akademica PIB. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kampus Politeknik internasional Bali yang berlokasi di Jalan Pantai Nyanyi, Banjar Nyanyi, Desa Braban, Tabanan. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode simak melalui teknik sadap dan teknik dokumentasi. Prosedur analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian yang ditemukan ialah campur kode dan alih kode yang digunakan oleh tim pewawancara dan peserta wawancara berwujud kata, frasa, klausa, dan kalimat. Wujud campur kode dan alih kode tersebut digolongkan ke dalam campur kode ekstern yaitu campur kode bahasa Indonesia dan bahasa asing (Inggris). Fungsi campur kode dan alih kode antara peserta wawancara dan pewawancara dalam kegiatan tes “PIB Berbagi” ialah 1) untuk menegaskan maksud, 2) untuk memberikan informasi, dan 3) untuk mengakrabkan diri. Kajian campur kode dan alih kode ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan civitas academika PIB dan menjadikannya sebagai sarana komunikasi yang positif dalam dunia pariwisata.
Ririen Wardiani, Sarwiji Suwandi, Andayani Andayani, Budiyono Budiyono
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 24-28; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.917

Abstract:The purpose of this study is to describe the application of the use of multisensory media in learning to write narratives based on balancing brain function. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. Place of research in elementary schools in Ponorogo. Subjects in the study were teachers and elementary school students in grade IV. Data collection techniques are direct observation techniques, interview techniques, and tests. The instruments of data collection are observation guides, interview guides, and test questions. The data analysis technique uses mastery learning guidelines. The results showed that the use of multisensory media in the form of media images, concrete objects, and film media can be used to ignite emotions as a basis for the initial search and development of ideas. The use of picture media can produce students categorically mastery as many as 30 students, the use of concrete media objects 59 students, and the use of film media as many as 63 of the 72 students studied. The use of multisensory media is very important in implementing learning based on balancing brain function.
Sudarto Sudarto, Adpriyadi Adpriyadi
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 14-17; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.826

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya bahasa, makna kata, dan lingkungan pembacaan mantra yang terdapat dalam mantra pengobatan anak rewel pada masyarakat Dayak Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan bentuk penelitian kualitatif dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural semiotik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik perekaman, pengamatan langsung, dan teknik wawancara bebas terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang terdapat dalam mantra pengobatan anak rewel masyarakat Dayak Desa Ensaid Panjang meliputi: (1) gaya bahasa yang terdapat dalam mantra pengobatan masyarakat Dayak Desa Ensaid Panjang meliputi: (a) gaya bahsa pengulangan Aleterasi (b) gaya bahasa pengulangan kiasmus. (2) kata-kata yang terdapat dalam mantra berisikan permohonan agar penyakit yang diderita oleh seseorang dapat tersembuhkan (3) lingkungan pembacaan mantra pengobatan masyarakat Dayak Desa Ensaid Panjang tidak memiliki pantangan-pantangan, dalam melakukan pengobatan boleh kapan saja, hanya menyan yang harus ada dan yang lain boleh tidak ada.
Frans Apriliadi, Anwar Efendi
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 8-13; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.825

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak alih fungsi hutan dan upaya menjaga lingkungan dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah Al-Ma’rab dengan perspektif ekokritik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh diuji secara validitas semantik dan reliabilitas melalui kegiatan membaca secara berulang-ulang. Data selanjutnya dianalisis dengan empat tahap, yaitu pengumpulan, reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian memberikan gambaran sebagai berikut. Pertama, dampak yang ditimbulkan dari alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit, seperti berkurangnya kandungan air tanah, tanaman di sekitar sawit mati, pemanasan global, kebakaran hutan, kabut asap, gangguan pernapasan dan kematian. Kedua, upaya mencegah kerusakan lingkungan dari alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit adalah dengan mengubah pola pikir masyarakat kembali kesistem pertanian agraris, memperketat perizinan, melaksanakan uji kelayakan dan analisis lingkungan oleh lembaga kredibel. Berdasarkan penjelasan tersebut novel Luka Perempuan Asap mengajakarkan kepada pembaca agar tidak melakukan bentuk-bentuk pengintimidasian terhadap alam secara berlebihan. Pengintimidasian terhadap alam secara tidak langsung menimbulkan banyak masalah yang berdampak buruk bagi lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya.
Suntoro Suntoro
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 39-46; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.962

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesantunan berbahasa mahasiswa pada dosen melalui Whatsapp. Metodologi penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan fokus penelitian yaitu gaya bahasa dan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa WhatsApp. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan teknik analisis datanya menggunakan metode normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya bahasa komunikasi mahasiswa terhadap dosen berbasis jejaring sosial WhatsApp cenderung mengabaikan kaidah tata bahasa yang benar. Dari aspek gramatikal ditemukan gejala elipsis dan kata depan unik. Pada aspek leksikal ditemukan gaya language mixing dan bahasa gaul. Pada aspek grafologi ditemukan clipping, sound addition, dan coinage. Sementara itu, dalam wacana komunikasi berbasis jejaring sosial WhatsApp mahasiswa mampu mematuhi prinsip kesantunan berbahasa meliputi prinsip kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kecocokan, dan kesimpatian. Meskipun demikian, juga ditemukan pelanggaran-pelanggaran terhadap prinsip kesantunan berbahasa komunikasi berbasis jejaring sosial WhatsApp.
Apri Damai Sagita Krissandi, Kelik Agung Cahya Setiawan
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 1-4; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.721

Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman guru sekolah dasar Kabupaten Melawi Kalimantan Barat dalam menulis kalimat bahasa Indonesia sesuai dengan strukutur dan pola kalimat. Jenis penelitian adalah kualitiatif deskriptif. Data berupa kontruksi kalimat bahasa Indonesia yang didapat dari hasil kuisioner yang diberikan kepada guru-guru sekolah dasar Kabupaten Melawi yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) daerah khusus yang berjumlah tiga puluh satu peserta. Instrumen penelitan adalah berupa soal. Keabsahan data yang dilakukan dengan menggunakan trianggulasi. Hasil penelitan menunjukan bahwa pemahaman menulis guru Kabupaten Melawi Kalimantan Barat termasuk dalam kriteria “cukup baik”. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase jawaban yanng benar sebanyak 64% sedangkan yang tidak sesuai dengan instruksi adalah 36%. Kesalahan yang dilakukan para guru meliputi: (1) Ketidakpahaman Konsep Subjek; (2) Kesalahan Pemahaman Objek; (3) Kesalahan Penempatan Keterangan; (4) Kesalahan Fungsi Pelengkap.
Novita Dewi
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 18-23; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.905

Abstract:The novel Putri Cina or The Chinese Princess by Sindhunata builds on the intertextuality of various texts such as myths, chronicles, history, and pop culture. In the light of René Girard’s theory of desire, revenge, and scapegoating, this study aims (1) to show the inter-relationship among the texts in question; and (2) placing this novel in the work of World Literature. Through qualitative research methods and close reading techniques, this study finds out that Putri Cina recounts the history of conflicts to promote peace rather than revenge. The novel narrates such conflicts as the war between the descendants of the Javanese kings; the feud between the Chinese and Javanese people in colonial time; and the May 1998 ethnic riots in Indonesia. It concludes that it is necessary to circulate the narrative of the Chinese Princess as a peace ambassador in World Literature through the process of adaptation and translation. In a world prone to conflict, literary works can be effective agents of transformation.
Fitri Wulansari, Mesterianti Hartati, Mesteriyanti Hartati
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 5-7; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.802

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan kebudayaan lokal yang terkandung di dalam cerita pendek dan cerita rakyat karya mahasiswa IKIP PGRI Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Subjek penelitian yang digunakan adalah dokumen cerita pendek dan cerita rakyat karya mahasiwa IKIP PGRI Pontianak sebanyak lima cerita pendek dan lima cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis kebudayaan lokal di dalam cerita pendek dan cerita rakyat karya mahasiswa IKIP PGRI Pontianak. Ketiga jenis itu adalah kerajinan tangan, permainan rakyat, dan acara adat.
Page of 6
Articles per Page
by