Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif

Journal Information
ISSN / EISSN : 2086-2334 / 2442-4218
Total articles ≅ 144
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Dwi Wulandari,
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 43-54; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.35275

Abstract:
This study aims to analyze the fraction addition difficulties of fourth-grade students at SDN Candinegoro No. 484. This study utilizes a qualitative approach and case study method. This study's data collection methods included tests and interviews. Data analysis consists of data reduction, data presentation, and data verification. The results of the analysis indicate that students have difficulty learning fraction addition. Students' difficulties with applying concepts, applying principles, and solving verbal problems. Through this study, it is anticipated that teachers will be able to identify the types of difficulties encountered by students when learning fraction addition. Hence, teachers can overcome the errors made by students when working on fraction addition problems. Moreover, teachers can use these guidelines when creating lesson plans to anticipate that there will be no fraction-related difficulties. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan penjumlahan pecahan siswa kelas IV SDN Candinegoro No. 484. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Metode pengumpulan data penelitian ini meliputi tes dan wawancara. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari penjumlahan pecahan. Kesulitan yang dialami siswa pada saat menggunakan konsep, prinsip, dan menyelesaikan masalah verbal. Melalui penelitian ini diharapkan guru dapat mengidentifikasi jenis-jenis kesulitan yang dihadapi siswa ketika mempelajari penjumlahan pecahan. Dengan demikian, guru dapat mengatasi kesalahan yang dilakukan siswa saat mengerjakan soal penjumlahan pecahan. Selain itu, guru dapat menggunakan pedoman tersebut saat membuat rencana pelaksanaan pembelajaran untuk mengantisipasi agar tidak ada kesulitan terkait pecahan.
Tri Nopriana, Cita Dwi Rosita, Diana Halbi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 100-112; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.32620

Abstract:
This study aimed to implement a didactic situation design to overcome learning obstacles in the circumference and area of the circle. The method used is qualitative research with Didactical Design Research which goes through the last two stages, namely metapedadidactic analysis and retrospective analysis. The instrument used is a didactic situation design prepared by Rosita, Maharani, Tonah & Munfi (2020) and interview guidelines. Based on the implementation results, the didactic situation that has been designed has not been able to overcome students' learning obstacles fully. In addition, a new learning obstacle appears in the concept of the circumference of a circle. Not all students can measure the length of the curvature of a circle because there are inaccurate measurement results. In this study, the didactic design was revised regarding the circumference and area of a circle based on metapedadidactic and retrospective analysis. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan rancangan situasi didaktis sebagai upaya mengatasi learning obstacle pada materi keliling dan luas lingkaran. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan Didactical Design Research yang melalui dua tahap terakhir yaitu analisis metapedadidaktik dan analisis retrospektif. Instrumen yang digunakan berupa rancangan situasi didaktis yang telah disusun oleh Rosita, Maharani, Tonah & Munfi (2020) serta pedoman wawancara. Berdasarkan hasil implementasi, situasi didaktis yang telah dirancang belum sepenuhnya dapat mengatasi learning obstacle siswa. Selain itu, terdapat learning obstacle baru yang muncul pada konsep keliling lingkaran yaitu tidak semua siswa mampu mengukur panjang lengkungan lingkaran karena terdapat hasil pengukuran yang kurang akurat.Pada penelitian ini, dilakukan perbaikan kembali desain didaktis mengenai konsep keliling dan luas lingkaran yang disusun berdasarkan analisis metapedadidaktik dan retrospektif.
Yosepha Patricia Wua Laja, Lailin Hijriani
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 33-42; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.31731

Abstract:
This study aims to understand the cognitive development of mathematics education students based on Piaget's theory in terms of gender differences. This research method is descriptive quantitative research with the research subjects being students of mathematics education at Timor Universities. Students' cognitive development was measured using the Logical Operations Test (LOT), which consisted of 14 numbers. LOT questions are given to students, the results are analyzed and described. The results showed that the cognitive development stage for females was 19.18% in the initial concrete stage, 36.99% in the final concrete stage, 13.70% in the initial formal stage and 1.37% in the final formal stage. Male at 9.59% in the initial concrete stage, 6.85% in the final concrete stage, 9.59% in the initial formal stage and 2.74% in the final formal stage. Meanwhile, students' understanding based on seven logical operations is in low understanding for each type. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui perkembangan kognitif mahasiswa pendidikan matematika berdasarkan teori Piaget ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika Universitas Timor. Perkembangan kognitif mahasiswa diukur dengan menggunakan Tes Operasi Logis (TOL) yang berjumlah 14 nomor. Soal TOL diberikan kepada mahasiswa, hasilnya dianalisis dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perkembangan kognitif sebesar 19,18% tahap konkret awal, 36,99 % tahap konkret akhir, 13,70% tahap formal awal dan 1,37% tahap formal akhir bagi mahasiswa perempuan. Sementara hasil pemetaan tahap perkembangan kognitif sebesar 9,59% tahap konkret awal, 6,85 % tahap konkret akhir, 9,59% tahap formal awal dan 2,74% tahap formal akhir bagi mahasiswa laki-laki. Sementara itu pemahaman mahasiswa berdasarkan 7 operasi logis berada dalam pemahaman rendah untuk masing-masing tipe. 
Lisnasari Andi Mattoliang, Ahmad Farham Majid, Rezkianti Hasan, Baharuddin Baharuddin, Fitriani Nur
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 67-77; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.32954

Abstract:
The development of online learning is increasingly rapid, especially during the Covid-19 pandemic which demands an innovation in the education system. However, this development is not accompanied by the availability of innovative learning media. Therefore, this study aims to develop an elementary linear algebra learning video media in Islamic context. This research type is research and development using a 4D development model consisting of 4 stages, namely define, design, develop, and disseminate. The subjects of this research trial were students of the Department of Mathematics Education, class of 2020 B, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training at UIN Alauddin Makassar. The research data were obtained using questionnaires, observations, and learning outcomes tests. The data is processed through the analysis of validity, practicality, and effectiveness. The results showed that the video media that had been developed had met the criteria of being valid, practical, and effective. Thus, this learning video media can be a solution to better support the implementation of online learning. Perkembangan pembelajaran daring semakin pesat khususnya di masa Pandemi Covid-19 yang menuntut adanya inovasi sistem pendidikan. Namun, perkembangan ini tidak diiringi dengan ketersediaan media pembelajaran yang inovatif. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran aljabar linear elementer dalam konteks Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dengan menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Subjek uji coba penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika, angkatan 2020 kelas B, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket, observasi, dan tes hasil belajar. Data diolah melalui analisis kevalidan, kepraktsian, dan keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video pembelajaran aljabar linear elementer dalam konteks Islam yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Dengan demikian, media video pembelajaran ini dapat menjadi solusi untuk mendukung terlaksananya pembelajaran daring dengan lebih baik.
Dina Octaria, Nila Kesumawati, Allen Marga Retta
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 136-150; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.31654

Abstract:
Selecta capita of mathematics is a subject that discusses algebra, geometry, and high school calculus material. Students face obstacles during the learning process: misconceptions about studying selecta capita of mathematics and the lack of electronic textbooks. Therefore, it is necessary to have electronic textbooks that can help students to solve problems by prioritizing independence in the learning process. This study aims to produce a selecta capita of mathematics e-books for SHS on a reasonable and practical contextual teaching and learning (CTL) approach and to see the effectiveness of the e-book that has been developed. The development of selecta capita of mathematics e-book for SHS on CTL approach refers to ADDIE development model. The instruments used to determine the quality of a developed e-book are (1) questionnaires to measure the validity, (2) student response questionnaires to measure practicality, and (3) learning outcomes test questions. The results showed that selecta capita of mathematics e-books for SHS based on the CTL approach developed was good quality and could be used in learning. Kapita selekta matematika merupakan mata kuliah yang membahas materi aljabar, geometri dan kalkulus sekolah menengah atas. Salah satu kendala yang dihadapi peserta didik selama proses pembelajaran yaitu terdapat miskonsepsi dalam mempelajari kapita selekta matematika serta masih minimnya buku ajar elektronik. Oleh karena itu, diperlukan adanya bahan ajar elektronik yang dapat membantu peserta didik memecahkan permasalahan dengan mengutamakan kemandirian dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-book kapita selekta matematika SMA berbasis pendekatan contextual teaching and learning (CTL) yang valid dan praktis, serta melihat keefektifan e-book yang telah dikembangkan. Pengembangan e-book kapita selekta matematika SMA berbasis pendekatan CTL mengacu pada model pengembangan ADDIE. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kualitas e-book yang dikembangkan, yakni: (1) angket untuk mengukur kevalidan; (2) angket respon peserta didik untuk mengukur kepraktisan; (3) soal tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan e-book kapita selekta matematika SMA berbasis pendekatan CTL yang telah dikembangkan berkualitas baik dan dapat digunakan dalam pembelajaran.
Aska Muta Yuliani, Muhammad Irham
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 151-162; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.33166

Abstract:
This study aims to produce an applicable Sumbawa local wisdom-based mathematics module for elementary school students by using the Four-D (4D) development research design from Thiagarajan. However, the development design of this module only includes three steps, namely define, design, and develop. The product feasibility test is only on the aspect of validity. Observation, interviews, and questionnaires were used to collect the data. The defined stage resulted in the formulation of the material, including the KPK, FPB, Fractions, Two-dimensional Shapes, and three-dimensional Geometry. A draft was created by emerging the elements of Sumbawa local wisdom in the materials, which is then validated at the design stage. The average validation results of material experts were 91.678%, linguists 90%, and media experts were 91.15%. The average validation result of the three specs is 90.94%, categorized as very valid, which confirms that the module is valid and suitable for elementary school students. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul matematika berbasis kearifan lokal Sumbawa yang valid untuk siswa sekolah dasar dengan menggunakan desain penelitian pengembangan Four-D (4D) dari Thiagarajan. Namun, desain pengembangan modul ini hanya meliputi tiga langkah yaitu define, design, dan develop. Pada tahap develop, uji kelayakan produk hanya pada aspek kevalidan. Teknik pengambilan data meliputi observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian pada tahap define yaitu perumusan materi yang meliputi KPK, FPB, pecahan, bangun datar dan bangun ruang.  Hasil penelitian pada tahap design yaitu memunculkan unsur kearifan lokal Sumbawa pada materi sehingga menghasilkan draf modul matematika berbasis kearifan lokal Sumbawa untuk divalidasi. Hasil validasi diperoleh bahwa rata-rata hasil validasi ahli materi 91.67%, ahli bahasa 90% dan ahli media 91.15%. Rata-rata hasil validasi ketiga spek yaitu 90.94% dan dikategorikan sangat valid, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul matematika berbasis kearifan lokal Sumbawa dikatakan sangat valid dan layak digunakan oleh siswa sekolah dasar.
Diah Putri Madinda, , Alfian Futuhul Hadi, Mailulah Ely Fauziyah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 174-185; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.34857

Abstract:
This study aims to analyse the outcomes of establishing valid, practical, effective Hybrid Learning tools based on Lesson Study for Learning Community (LSLC) and their impact on students' metacognitive abilities. Research and Development (R & D) and experimental research are used to conduct the study. The research subjects are consisted of three classes of 7th grade students. Collaborative Learning and Learning Community are implemented which are the components of LSLC. The 4-D model, which includes define, design, develop, and disseminate, is used to develop learning tools. Lesson plans, worksheets, and a metacognition ability test were created as a result of the research and met the criteria of being of valid, practical, and effective. Based on experimental research, there is a significant effect of Hybrid Learning tools based on Lesson Study for Learning Community on students' metacognitive abilities with p-value of 0.001 (sig < 0.05). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil pengembangan perangkat pembelajaran Hybrid Learning berbasis Lesson Study for Learning Community yang valid, praktis, efektif dan menganlisis pengaruhnya terhadap kemampuan metakognisi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kombinasi atau mix method. Penelitian ini menggabungkan dua bentuk penelitian yaitu penelitian pengembangan (research and development) dan penelitian eksperimen. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari tiga kelas siswa VII yang terdiri dari kelas uji coba, kelas eksperimen dan kelas kontrol. Komponen Lesson Study for Learning Community yang diterapkan yaitu Collaborative Learning dan Learning Community. Proses pengembangan perangkat pembelajaran dilaksanakan melalui 4-D yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran Hybrid Learning berbasis Lesson Study for Learning Community berupa RPP, LKS dan tes kemampuan metakognisi siswa yang valid, praktis dan efektif. Berdasarkan penelitian eksperimen dan observasi, terdapat pengaruh yang signifikan perangkat pembelajaran Hybrid Learning berbasis Lesson Study for Learning Community terhadap kemampuan metakognisis siswa dengan nilai signifikasi 0.001 .
Buhaerah Buhaerah, Kamarussaman Jusoff, Muhammad Nasir
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 14-32; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.35221

Abstract:
The mathematical communication of junior high school students is contained in written answers to mathematics, especially in finding patterns of problem-solving, presentation, and rewriting using the language, which is the purpose of this research. Expressing a mathematical situation into a mathematical model in writing can be done by reading and understanding the problem repeatedly, making connections between mathematical concepts and relevant images, making observations on the pictures given, then sorting the numbers based on the views, providing a complete explanation. Then ask students to illustrate the correct and correct answers in their language. The need to pay attention and maximize the time for students to communicate their findings. Creating a learning atmosphere that supports mathematical communication by getting students to dare to express opinions or ideas related to lessons and enrich themselves by seeking information from various sources. Komunikasi matematis siswa SMP yang terkandung dalam jawaban tertulis matematika, terutama dalam menemukan pola pemecahan masalah, penyajian, dan penulisan ulang menggunakan bahasanya. Menyatakan situasi matematika ke dalam model matematika secara tertulis, dapat dilakukan dengan cara membaca dan memahami masalah secara berulang-ulang, membuat hubungan antara konsep matematika dan gambar yang relevan, melakukan pengamatan pada gambar yang diberikan, kemudian mengurutkan angka berdasarkan gambar, memberikan penjelasan yang lengkap, kemudian meminta siswa untuk mengilustrasikan jawaban dalam bahasa mereka sendiri yang benar dan benar. Perlunya memperhatikan dan memaksimalkan waktu bagi siswa untuk mengomunikasikan temuannya. Menciptakan suasana belajar yang mendukung komunikasi matematis dengan cara membiasakan siswa memberanikan diri mengemukakan pendapat atau gagasan terkait pelajaran, dan memperkaya diri dengan mencari informasi dari berbagai sumber.
, Rika Mulyati Mustika Sari
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 78-87; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.34995

Abstract:
The application of project based blended learning in analyzing mathematical spatial literacy is described in this article. The research method used is descriptive quantitative. Participants in the study consisted of 33 students of class XI at one public high school in Bandung Regency. The type of research used is pre-experimental with a one-shot case study design, the subject is taken by simple random sampling using purposive sampling technique. Data analysis in this study is quantitative data analysis in the form of descriptive statistical tests and differential statistical tests. Based on the results of calculations using descriptive statistical tests that students in the high category were 10 students (3%), the medium category was 21 students (64%) and the low category was 2 students (6%). The results of the differential analysis for the normality test of the data are not normally distributed and from the results of the calculation of the median test obtained 0,0148782 ≥ 0,025, this means that the results of this test conclude that at a 95% confidence interval, the median mathematical spatial literacy ability of students after the Project based blended learning model is applied can reach KKM. Penerapan project based blended learning dalam menganalisis literasi spasial matematis dideskripsikan dalam artikel ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Partisipan dalam penelitian terdiri dari 33 siswa kelas XI pada satu SMA Negeri Kabupaten Bandung. Jenis penelitian yang digunakan pre-experimental dengan desain one shot case study, subjek diambil secara simple random sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif berupa uji statistik deskriptif dan uji statistik iferensial. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan uji statistik deskriptif bahwa siswa yang memiliki kategori tinggi 10 siswa (3%), kategori sedang 21 siswa (64%) dan kategori rendah 2 siswa (6%). Hasil analisis iferensial untuk uji normalitas data tidak berdistribusi normal dan dari hasil perhitungan uji median diperoleh 0,0148782 ≥ 0,025, ini berarti Hasil pengujian ini memberikan kesimpulan bahwa pada selang kepercayaan 95%, median kemampuan literasi spasial matematis siswa setela diterapkan model Project based blended learning dapat mencapai KKM.
Melinda Putri Mubarika, Elok Faiqoh, Susilawati Susilawati, Totok Dwi Raharjo,
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 13, pp 126-135; https://doi.org/10.15294/kreano.v13i1.35233

Abstract:
The purpose of this study was to improve the ability of creative thinking, to see the picture of self-regulated learning, and to analyze the effect of creative thinking ability on self-regulated learning through the implementation of the Scientific approach. This research method is a mixed method of insertion type. The research instrument used was a creative thinking ability test, observation, self-regulated learning scale, and interviews. The population in this study were students in a private high school in Bandung with a sample of 2 classes. The increase in creative thinking skills was analyzed by normalized gain scores, the description of self-regulated learning was analyzed by Post Hoc Tests, while the effect of creative thinking skills on self-regulated learning was used regression analysis. The results showed that the increase in the creative thinking ability of students who received the Scientific approach was better than the students who received conventional learning, there was no difference in the self-regulated learning of students who received learning using the Scientific approach and conventional models, and there was no difference the effect of creative thinking ability on self-regulated learning in learning with scientific approaches, and conventional ones. Tujuanpenelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif, melihat gambaran kemandirian belajar, dan menganalisis pengaruh kemampuan berfikir kreatif terhadap kemandirian belajar melalui implementasi pendekatan scientific. Penelitian ini menggunakan metode campuran tipe penyisipan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kreatif, observasi, skala kemandirian belajar, dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik di salah satu SMA swasta Bandung dengan sampel sebanyak 2 kelas. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif dianalisis dengan skor gain ternormalisasi, gambaran kemandirian belajar dianalisis dengan Tes Post Hoc, sedangkan pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap kemandirian belajar digunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berfikir kreatif peserta didik yang memperoleh pendekatan Scientific lebih baik daripada peserta didik yang memperoleh pembelajaran konvensional, tidak terdapat perbedaan kemandirian belajar peserta didik yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Scientific maupun konvensional, serta tidak terdapat pengaruh kemampuan berfikir kreatif terhadap kemandirian belajar pada pembelajaran dengan pendekatan Scientific, maupun konvensional.
Back to Top Top