Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif

Journal Information
ISSN / EISSN : 20862334 / 24424218
Current Publisher: Universitas Negeri Semarang (10.15294)
Total articles ≅ 93
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Wulan Izzatul Himmah, Muhammad Istiqlal
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 78-85; doi:10.15294/kreano.v10i1.12695

Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada salah satu SMP di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan desain pretest-postest. Pemilihan sampel ditetapkan dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VII B sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data penelitian adalah tes kemampuan pemecahan masalah pada pokok bahasan segi empat sub pokok bahasan persegi panjang dan persegi. Uji yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan rata-rata gain adalah uji t. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing adalah 13.91, sedangkan rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional adalah 7.09. Dengan uji t terlihat bahwa rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Disarankan guru dapat terus mengembangkan pembelajaran dengan model problem posing tipe post solution posing dan menerapkan pada materi lain.The purpose of this study was to determine the effectiveness of applying the problem posing learning model type post solution posing to students' problem solving abilities in one of the junior high schools in the Semarang city. This research is a quasi-experimental study with a pretest-posttest design. Sample selection was determined by random sampling technique and was obtained by students of class VII A as an experimental group and students of class VII B as a control group. The instrument used for retrieval of research data is a problem solving ability test on the subject of rectangles. The test used to determine the difference in average gain is the t test. Based on the results of the study, the average gain problem solving ability of students who get learning with problem posing learning model type post solution posing is 13.91, while the average gain problem solving ability of students who obtain conventional learning is 7.09. With the t test it can be seen that the average gain of problem solving abilities of students who get problem posing learning model type post solution posing is better than students who get conventional learning. It is suggested that the teacher can continue to develop learning with problem posing learning model type post solution posing and apply it to other material.
Aulia Firdaus, Lulu Choirun Nisa, Nadhifah Nadhifah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 68-77; doi:10.15294/kreano.v10i1.17822

Abstract:Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi lulusan dari pembelajaran matematika pada jenjang SMA. Melalui penguasaan kompetensi ini, diharapkan siswa terbiasa untuk bisa bersikap rasional, tidak hanya dalam pembelajaran matematika namun juga dalam pemecahan masalah lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada pokok bahasan barisan dan deret berdasarkan gaya berpikirnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas XI MIPA 1 yang berjumlah 34 siswa. Dengan tes gaya berpikir Gregorc, dari ke-34 siswa tersebut diperoleh lima siswa memiliki gaya berpikir Sekuensial Konkret, delapan siswa bergaya Sekuensial Abstrak, lima siswa bergaya Acak Konkret, dan 16 siswa memiliki gaya berpikir Acak Abstrak. Dari masing-masing kelompok gaya berpikir tersbeut diambil dua siswa untuk dianalisis lebih lanjut kemampuan berpikir kritisnya. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Indikator kemampuan beripikir kritis yang digunakan mengacu pada Ennis (2011), yaitu mampu untuk (1) melakukan klarifikasi dasar, (2) memberikan dasar sebuah keputusan, (3) menyimpulkan, (4) melakukan klarifikasi lebih lanjut, dan (5) melakukan dugaan dan keterpaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dari kelompok gaya berpikir Konkret lebih baik daripada siswa dari kelompok Abstrak, dan siswa dengan jenis gaya berpikir Sekuensial Abstrak dan Acak Abstrak memiliki kemampuan berpikir kritis lebih rendah dibandingkan dengan gaya berpikir lainnya. Secara bertutut-turut, kemampuan berpikir kritis terbaik dimiliki oleh siswa dengan gaya berpikir Sekuensial Konkret yang memenuhi 4 kemampuan, Acak Konkret yang memenuhi 3 kemampuan, serta Sekuensial Abstrak dan Acak Abstrak yang hanya memenuhi 1 kemampuan berpikir kritis.
Mateus Diki Destino, Haninda Bharata, Caswita Caswita
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 57-67; doi:10.15294/kreano.v10i1.18493

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar transformasi geometri yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti tahapan R&D (Brog & Gall, 1989). Ujicoba lapangan dilakukan pada siswa kelas XI SMA Fransiskus Bandar Lampung tahun pelajaran 2018/2019, dengan XI-A1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-A3 sebagai kelas kontrol. Perbedaan perlakuan dari kedua kelas adalah penggunaan bahan ajar transformasi geometri. Pengumpulan data menggunakan lembar validasi untuk menentukan validitas bahan ajar, angket respon siswa dan praktisi untuk menentukan tingkat kepraktisan dan instrumen tes kemampuan berpikir ktitis siswa untuk menentukan kefektifan bahan ajar setelah pembelajaran yang kemudian dianalisis dengan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian ini adalah pengembangan bahan ajar tranformasi geometri yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif.This research was aimed to develop a geometry transformation learning material that is oriented to students' critical thinking ability. This research was an development research that followed R&D stages (Brog & Hall, 1989) until the main field test. The field-testing was conducted on grade XI students of SMA Fransiskus Bandar Lampung academic year 2018/2019 where XI-A1 was chosen as the experiment class and XI-A3 as the control class. The difference in treatment between these two classes was in the using of the geometry transformation learning material. Data were collected using the validation sheet to determine the validity level, the students' response questionnaire to determine the practicality level, and the students' critical thinking ability test instrument to determine the effectivity of the learning material after the learning process. Afterwards, data were analyzed by the difference in mean test. It can be concluded from the research result that the developed geometry transformation learning material was valid, practical, and effective.
Ni Putu Meina Ayuningsih, Ni Made Dwijayani
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 105-111; doi:10.15294/kreano.v10i1.14916

Abstract:This study aims to find out whether: (1) self efficacy mathematics of students who are taught by the learning model of Treffinger oriented local wisdom with better-tiered assignment or not from self efficacy of students receiving conventional learning, (2) students' mathematics student competence taught by model Lessons are used to perform better or better tasks from students receiving conventional learning, (3) there is some self-efficacy and simultaneous mathematical strategies between students who are taught by Treffinger-aided learning model with tiered assignments conventional learning. This research type is quasi experiment with posttest only control group design. Data in this research is self efficacy mathematics used by using questionnaire and data required by student. The data obtained were analyzed descriptively on the basis of t-test 1 for hypothesis 1 and hypothesis 2, and MANOVA test for hypothesis 3. Characteristics of the teaching-oriented model of Treffinger oriented local wisdom with the help of this tiered function are: (1) student involvement in the problem and they as participants active in problem solving, (2) the science of cognitive dimension and student affectivity to seek the direction of problem solving provided, (3) the students do group analysis to explore ideas, and (4) the students use the acquired understanding to solve other related problems with everyday life. In addition, by delivering advice sourced from Bali's reliable local wisdom and making the process more enjoyable. Given tiered tasks in learning mathematics such as practice questions that can be done effectively. Through the learning model oriented Treffinger local wisdom assisted by this tiered task is expected students are able to solve problems in a way with their own. The process of thinking to discuss mathematical problems and will foster confidence in students to solve problems related to other terms for the next. To complete the problem of tiered training well, also required good students also.
Khoirul Anwar, Jurotun Jurotun
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 94-104; doi:10.15294/kreano.v10i1.19366

Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi hasil belajar siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Di samping itu, model pembelajaran yang diterapkan monoton, sehingga aktivitas siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi dimensi tiga akibat pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran PBL berbantuan alat peraga sederhana berbahan limbah sedotan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Subyek penelitian ini siswa kelas XII IPA-1 SMA Negeri 1 Dempet Demak semester gasal tahun pelajaran 2017/2018. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan angket yang selanjutnya dianalisis sebagai data kualitatif, serta penilaian hasil ulangan blok dianalisis sebagai data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL berbantuan alat peraga sederhana berbahan limbah sedotan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan rata – rata mencapai 75,44 dengan jumlah siswa yang tuntas mencapai 86,84%, dapat meningkatkan aktivitas siswa menjadi 3,68 (sangat aktif). Respon siswa terhadap model pembelajaran yang telah diterapkan adalah sangat positif (80,99%). Oleh karena itu, model pembelajaran PBL berbantuan alat peraga sederhana berbahan limbah sedotan dapat diterapkan pada pembelajaran matematika, khususnya dimensi tiga .This research is based on the learning result of students who have not met the minimum completeness criteria that have been determined, besides that, learning model that is applied monotonically so that student activity is low. This study aims to determine the activity of student learning result in the three dimensional material due to PBL learning models assisted with simple teaching aids made from straws. This research is a classroom action research with three cycles. The subject of this research is XII IPA-1 of SMAN 1 Dempet of the odd semester in 2017/2018. Taking data in this research used observation and questionnare techniques which are then analyzed as qualitative data and the result of block test are analyzed as quantitative data the result of the study showed that the PBL learning models assisted with sample teaching aids made from straws can improve student learning results by an average of 75,44 with the number of students who completed 86,84% can improve student activity to 3,68 (very active). Student response to the learning model that has been applied is very positive (80,99%). Therefore, PBL learning models assisted with simple teaching aids made from straws can be applied to mathematic learning, especially the three dimensions.
Achmad Fauzan, Sekti Kartika Dini, Rohmatul Fajriyah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 37-48; doi:10.15294/kreano.v10i1.18214

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil dari penggunaan metode Student Team Achievement Division (STAD) dan tutorial berdasarkan hasil belajar serta tingkat kepuasan mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus 1. Pengambilan data diperoleh dengan metode tes melalui ujian kompetensi (UK), UTS, dan UAS. Hasil belajar tersebut dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dan post hoc test untuk mengetahui perbedaan rata-rata yang signifikan diantara sampel yang diambil. Sementara tingkat kepuasan dianalisis menggunakan text mining dari kuesioner yang diberikan berdasarkan barplot dan wordcloud yang diasosiasikan dengan kata yang dominan muncul serta evaluasi keseluruhan dari tingkat kepuasan dan saran yang diberikan. Berdasarkan hasil belajar, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Sementara dari tingkat kepuasan masuk dalam kategori puas hingga sangat puas. Lebih jauh metode ini dapat digunakan sebagai alternatif metode pembelajaran untuk matakuliah lain yang khususnya berkaitan dengan konseptual.The purpose of this study is finding out how the processes and results of using the Student Team Achievement Division (STAD) and tutorial methods based on the learning outcomes and the student’s satisfaction level at Calculus 1 class. Data are provided through the competency tests (UK), mid term exam (UTS), and final exam (UAS). The learning outcomes is analyzed using the Kruskall Wallis test and the post hoc test to find out the significant differences in the samples average. The satisfaction level is analyzed by a text mining technique: barplot and wordcloud associated to other dominant words as well as the overall evaluation of the students’s satisfaction level and their suggestion. The learning outcomes analysis shows that the average exam scores of the experimental class is higher than the control class. Mean while the students’ satisfaction level is categorized as satisfied at both of the STAD and tutorial methods. Furthermore this method can be used as an alternative learning method in other subjects which are considered as conceptually heavy.
Fatmah Fatmah, Arif Hidayad
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 1-9; doi:10.15294/kreano.v10i1.16664

Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang pembelajaran berbasis proyek dalam pembiasaan berpikir kreatif mahasiswa calon guru matematika. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian tersebut mengikuti tahapan identifikasi, pengembangan, dan penyebaran (Borg & Gall). Ujicoba dilakukan pada semester VI program studi pendidikan Matematika di STKIP Taman Siswa Bima. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi, pedoman wawancara dan instrumen tes. Perangkat pembelajaran yang melalui tahap pengembangan, setelah dilakukan uji validasi dan ujicoba dapat dikatakan praktis dengan adanya penilaian validator yang menyatakan perangkat valid dan dapat dipergunakan setelah direvisi sesuai catatan, hasil observasi pelaksanaan pembelajaran setiap SAP pada kriteria baik, hasil observasi pembelajaran mahasiswa setiap SAP menunjukan aktif. Perangkat pembelajaran dikatakan efektif dengan adanya mahasiswa merespon positif pembelajaran setiap SAP, RTM dan instrumen tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, reliabel dan sensitif serta ketuntasan belajar klasikal terpenuhi.The purpose of this study is to get an overview of project-based learning in the habit of creative thinking of teacher and students perspective of mathematics. This research included development research with qualitative descriptive analysis. The study follows the stages of identification, development, and dissemination (Borg & Gall). The trial was conducted in the sixth semester of Mathematics education program at STKIP Taman Siswa Bima. Data collection used observation sheet, in-depth interview and test. Learning device through development stage, after validation test and test can be said practically with the existence of validator assessment which stated device valid and can be used after the revised, the result of observation of learning implementation every Teaching Events Unit on a good criterion, the result of observation of students' learning in every Teaching Events Unit show active participation. Learning devices are said to be effective in the presence of students respond positively to learning each Teaching Events Unit, Student Duty Plan and test result learning instruments meet the criteria of valid, reliable and sensitive as well as completeness of classical learning fulfilled.
Lucy Asri Purwasi, Nur Fitriyana
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 18-26; doi:10.15294/kreano.v10i1.16825

Abstract:Penelitian ini bertujuan menghasilkan lembar kerja siswa matematika berbasis pendekatan open-ended yang valid, praktis dan efektif dalam melatih kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Kelas VIII SMP di Kota Lubuklinggau. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian pengembangan LKS diadaptasi dari model pengembangan perangkat pembelajaran 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Ujicoba terbatas dan ujicoba kelompok besar dilakukan di SMP Negeri 14 Lubuklinggau kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang. Berdasarkan hasil analisis data menghasilkan LKS berbasis pendekatan open-ended yang valid dengan nilai rata-rata 4,167, praktis dengan nilai rata-rata 4,21 dan efektif dengan nilai rata-rata 4,126. Implementasi LKS Berbasis Pendekatan open-ended meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa di SMP Negeri 1 Lubuklinggau sebesar 79,70% dengan kategori baik, SMP Negeri 14 Kota Lubuklinggau sebesar 74,02% dengan kategori baik, dan SMP PGRI 3 Kota Lubuklinggau sebesar 66,45% dengan kategori baik.This study aims to produce mathematics student worksheets based on a valid, practical and effective open-ended approach in training mathematical problem solving skills of VIII SMP students in Lubuklinggau City. The type of research conducted is development research (Research and Development). The LKS development research procedure is adapted from a 4-D learning device development model consisting of 4 stages, namely define, design, develop, and disseminate. Limited trials and large group trials were conducted in the eighth grade Lubuklinggau Middle School 14 with a total of 29 students. Based on the results of data analysis produces worksheet based on a valid open-ended approach with an average value of 4.167, practically with an average value of 4.21 and effective with an average value of 4.126. Implementation of Student-Based Worksheets An open-ended approach improves students' problem solving abilities in Lubuklinggau Middle School 1 by 79.70% in good category, Lubuklinggau Middle School 14 State by 74.02% in good category, and Lubuklinggau City PGRI 3 Junior High School by 66.45 % in good category.
Bambang Eko Susilo, Darhim Darhim, Sufyani Prabawanto
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 86-93; doi:10.15294/kreano.v10i1.19373

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar yang dialami mahasiswa pada materi aplikasi integral untuk luas daerah dalam perspektif disposisi matematis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan instrumen skala, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data diambil dari 80 mahasiswa dari program studi S1 pendidikan matematika di sebuah universitas di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan disposisi matematis positif sedang dan tinggi memiliki jenis kesulitan yang sama yaitu (1) kesulitan dalam menggambar grafik, (2) kesulitan dalam menentukan daerah yang dicari luasnya, (3) kesulitan dalam menentukan batas integral, (4) kesulitan dalam menggunakan rumus integral, dan (5) kesulitan dalam memahami integral. Mahasiswa dengan disposisi matematis positif rendah selain mengalami kelima kesulitan tersebut, juga mengalami kesulitan dalam menghitung integral. Terdapat tren atau kecenderungan peningkatan persentase pada 2 jenis kesulitan, dan penurunan persentase pada 1 jenis kesulitan, sedangkan pada 3 jenis kesulitan yang lain bersifat fluktuatif.The purpose of this research was to described the learning difficulties experienced by students in integral application material for the area in the perspective of mathematical dispositions. This research used descriptive exploratory methods with scale, tests, documentation, and field notes instruments. Data was taken from 80 undergraduate students from the mathematics education study program at a university in Central Java. The results showed that students with moderate and high positive mathematical dispositions had the same types of difficulties, namely (1) difficulties in drawing graphics, (2) difficulties in determining the area to be searched for, (3) difficulties in determining integral boundaries, (4) difficulties in using integral formulas, and (5) difficulties in understanding integrals. Students with low positive mathematical dispositions in addition to experienced these five difficulties, also experienced difficulties in calculating integrals. There is a trend or tendency to increase percentage in 2 types of difficulties, and a decrease in percentage in 1 type of difficulty, while in 3 other types fluctuating.
Izomi Awalia, Aan Subhan Pamungkas, Trian Pamungkas Alamsyah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 49-56; doi:10.15294/kreano.v10i1.18534

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran animasi PowToon pada mata pelajaran matematika di kelas IV, khususnya materi keliling dan luas bangun datar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4-D (define, design, development, and disseminate). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Karangtumaritis yang berjumlah 22 siswa. Data dikumpulkan dengan tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian didapatkan, 1) skor rata-rata dari validasi ahli dengan persentase sebesar 88% yang termasuk dalam kategori “sangat layak”; 2) skor rata-rata kepraktisan dengan persentase sebesar 93,33% yang termasuk dalam kategori “sangat praktis”; 3) skor rata-rata dari respon siswa dengan persentase sebesar 94,73% yang termasuk dalam kategori “sangat baik”; 4) skor rata-rata dari post test sebesar 76,14 yang termasuk dalam kategori baik sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran animasi PowToon dapat memberikan pemahaman kepada siswa kelas IV mengenai mata pelajaran matematika pada materi keliling dan luas bangun datar.This research aims to develop PowToon animation learning media on mathematical subjects in grade IV, especially on the material circumference and area of plane. This research was the kind of Research and Development (R&D) using the 4-D model (define, design, development, and disseminate). The subject of this research was the grade IV SDN Karangtumaritis with totalling 22 students. Data collected with the tests, observation, question form, and documentation. Data analysis was done with a descriptive analysis. The research results obtained, 1) the average score of validation experts with percentage of 88% that are included in the category of "highly feasible"; 2) the average score of practicality with a percentage of 93,33% is included in the category of "very practical"; 3) score the average of the percentage of students with response 94,73% are included in the categories "excellent"; 4) the average score of the post test of 76,14 are included in the categories “good” so it can be concluded that the PowToon animation learning media can give insight to grade IV on subjects of mathematics on the material circumference and area of plane.