Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif

Journal Information
ISSN / EISSN : 2086-2334 / 2442-4218
Total articles ≅ 75
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Siti Maryam Sari, Heni Pujiastuti
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 71-77; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.22717

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self-concept. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 9 peserta didik kelas VIII MTs Al Ulya Al Mubarok. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan komunikasi matemtis dan angket self-concept serta wawancara. Hasill penelitian diperoleh siswa yang memimiliki self-concept tinggi mendapatkan hasil tes kemampuan komunikasi matematisnya kategori baik dengan persentase nilai 75% sebanyak 3 orang. Siswa yang memiliki self-concept sedang yaitu mendapatkan hasil tes kemampuan komunikasi matematis yang cukup yaitu dengan rentang persentase nilai 41%-60% sebanyak 4 orang, dan siswa yang memimiliki self-concept rendah hasil tes kemampuan komunikasi matematisnya kurang yaitu persentase nilainya 40% sebanyak 2 orang. Kemampuan komunikasi matematis siswa sejalan dengan self-concept nya. Semakin tinggi self-concept siswa semakin baik pula kemampuan komunikasi matematisnya.This study was designed to describe students' mathematical communication skills in terms of self-concept. This research is a type of descriptive quantitative research. The subjects in this study tested 9 students of class VIII MTs Al Ulya Al Mubarok. The instruments used in this study were tests of mathematical communication skills and self-concept questionnaires and interviews. The results of the study obtained that students who have high self-concept get mathematical communication skills test results in both categories with a percentage of 75% as many as 3 peoples. Students who have self-concept are getting sufficient mathematical communication test results with a range of 41% -60% assessment value as many as 3 peoples, and students who have low self-concept of mathematical communication skills test results are less that is beneficial value of 40% by 3 peoples. Students' mathematical communication skills are in line with their self-concept. The higher the student's self-concept the better his mathematical communication skills.
Ahmat Wakit, Nor Hidayati
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 101-109; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.21047

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa Teknik Sipil ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sebanyak 26 subjek kelas GA ditentukan gaya kognitifnya menggunakan Group Embedded Figure Test (GEFT) untuk mengelompokkan subjek Field Dependent (FD), Field Intermediate (FDI), dan Field Independent (FI). Setiap kategori gaya kognitif diambil 2 mahasiswa dengan skor rendah dan tinggi yang dijadikan subjek penelitian. Hasil pemecahan masalah mahasiswa menunjukkan bahwa subjek FD Lemah belum mampu memenuhi semua indikator pemecahan masalah dan membutuhkan bimbingan lebih dalam menyelesaikan permasahalan yang dihadapi. Subjek FD Kuat mengalami kendala dalam menggunakan pengetahuan konsep dan menerapkan berbagai strategi yang tepat untuk memecahkan masalah, dan merefleksikan proses pemecahan masalah menggunakan langkah Polya. Kemampuan pemecahan masalah subjek FDI Lemah dan FDI Kuat tergolong baik, namun masih belum mampu melakukan pengecekan kembali. Subjek FI Lemah dan FI Kuat memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik. Seluruh indikator pemecahan masalah terpenuhi.This research aims to analyze the mathematical problem solving abilities of Civil Engineering students in terms of cognitive style. The research is a qualitative descriptive study. A total of 26 GA class subjects were determined by their cognitive style using the Group Embedded Figure Test (GEFT) to group Field Dependent (FD), Field Intermediate (FDI), and Independent Field (FI) subjects. Each category of cognitive style was taken by 2 students with low and high scores which were used as research subjects. The results of student problem solving show that the subject of Weak FD has not been able to meet all the indicators of problem solving and requires more guidance in solving the problem at hand. The subject of Strong FD encountered problems in using concept knowledge and implementing various appropriate strategies to solve problems, and reflecting the problem solving process using Polya's steps. The problem solving ability of the subject FDIL weak and strong FDI is quite good, but still not able to check again. Weak FIL and Strong FI subjects have good problem solving skills. All indicators of problem solving are met.
Putri Wulan Clara Davita, Heni Pujiastuti
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 110-117; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.23601

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gender. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pokok bahasan pada penelitian ini yaitu turunan fungsi trigonometri. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Wanasalam tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 20 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan melihat nilai tes kemampuan pemecahan masalah matematika dilihat dari kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa perempuan 80,12 dan nilai rata siswa laki-laki 74,57. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan lebih baik daripada siswa laki-laki.This study aims to describe students’ mathematical problem solving abilities in terms of gender. This research is a quantitative descriptive study using the results of the final test scores as a reference to see students’ mathematical problem solving abilities. The subject of this research is the trigonometric function derivative. Subjects in this study were students of class XII of SMA Negeri 1 Wanasalam in the 2019/2020 school year, is 20 students. Data analysis techniques in this study by looking at the test scores of mathematical problem solving skills seen from the high, medium and low categories. The results showed that the average value of female students was 80.12 and the average value of male students was 74.57. Based on the results of this study it can be concluded that the mathematical problem solving ability of female students is better than male students.
Ni Putu Novianty Sari, Yusuf Fuad, Rooselyna Ekawati
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 56-63; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.22525

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir aljabar siswa SMP dalam memecahkan masalah pola bilangan. Indikator berpikir aljabar yang digunakan, yaitu generalisasi, abstraksi, berpikir analitik, berpikir dinamik, pemodelan dan organisasi. Kelas 8B dipilih secara purposif dari dua kelas 8 pada SMP LabSchool Unesa Surabaya. Semua siswa kelas 8B, terdiri atas 21 laki-laki dan 9 perempuan, harus mengerjakan tes kemampuan matematika (TKM) dan tes pemecahan masalah (TPM). Hasil tes TKM, TPM dan dokumen nilai ujian tengah semester (UTS) mengidentifikasi 1 siswa berkategori matematika tinggi, 10 siswa berkategori matematika sedang dan 19 siswa berkategori matematika rendah. Selanjutnya, dipilih sebagai subjek penelitian, dengan sepersetujuan siswa, yakni seorang siswa laki-laki berkemampuan matematika tinggi dan masing-masing seorang siswa perempuan berkemampuan matematika sedang dan rendah. Data penelitian diperoleh dari jawaban TPM dan wawancara berbasis TPM. Keabsahan data diuji dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memenuhi semua indikator berpikir aljabar dan semua langkah pemecahan masalah. Siswa kemampuan matematika sedang mampu menerapkan semua langkah pemecahan masalah, namun hanya memenuhi indikator generalisasi, abstraksi, pemodelan dan berpikir analitik. Siswa kemampuan matematika rendah masih mengalami kesulitan untuk menerapkan keempat langkah pemecahan masalah, dan hanya mampu memenuhi indikator abstraksi, berpikir dinamik, berpikir analitik, dan pengorganisasian. Dengan demikian kemampuan berpikir aljabar siswa SMP signifikan berpengaruh pada penyelesaian permasalahan pola bilangan. Oleh karena itu guru disarankan untuk lebih banyak memberi latihan untuk mengembangkan kemampuan berpikir aljabar siswa dalam memecahkan masalah pola bilangan.Kata Kunci: Berpikir Aljabar, Kemampuan Matematika, Masalah Pola Bilangan, Pemecahan Masalah.
Ruhban Maskur, Dwi Permatasari, Rosida M Rakhmawati
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 78-87; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.23562

Abstract:
Penelitian ini menghasilkan bahan ajar matematika berbasis Rhythm Reading Vocal yang layak, menarik, efektif pada materi konsep pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari analysis, design, development, implementation, evaluation. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahan ajar berbasis Rhythm Reading Vocal. Perolehan hasil uji kelayakan ahli materi 4,26 “Sangat Layak” dan ahli media 3,9 “Sangat Layak”. Hasil angket kemenarikan peserta didik uji kelompok kecil diperoleh skor rata-rata 3,23 “Menarik” dari 10 peserta didik dan uji kelompok besar diperoleh skor rata-rata 3,41 “Sangat Menarik” dari 24 peserta didik. Hasil uji effect size diperoleh skor 1,03 “Tinggi’. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar matematika berbasis Rhythm Reading Vocal pada materi konsep pecahan layak, efektif dijadikan bahan ajar jenjang SMP.This research produces mathematics teaching material based on Rhythm Reading Vocal which is feasible, interesting, effective on fraction cocept material. This research is a development research using ADDIE model which consists of analysis, design, development, implementation, evaluation. The results obtained from this study are teaching materials based on Rhythm Reading Vocal. Aqcquistion of feasibility test results of material expert 4.26 “Very Feasible” and media expert 3.9 “Very feasible”. The results of the attractiveness of the small group test students obtained an average score of 3.23 “Attractive” from 10 students amd large group test obtained an average score of 3.41 “ Very Interesting” from 24 students. Effect size test results obtained score 1.03 “High”. Based on the results of the data analysis, it was concluded that the development of Rhythm Reading Vocal based mathematics teaching material on feasible fraction concept material, effectively became the teaching material for SMP.
Lisna Sari, Ryan Angga Pratama, Besse Intan Permatasari
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 88-100; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.23618

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) yang layak digunakan dalam materi Bilangan untuk siswa kelas 5 Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunas Bangsa Balikpapan. Penelitian ini merupakan kategori penelitian dan pengembangan (R&D), dengan metode pengembangan model Borg & Gall yang dimodifikasi dengan tahapan yang dilakukan sebagai berikut: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan format produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) yang dikembangkan termasuk kategori Sangat Valid (rata-rata skor 4,75), Sangat Praktis (skor 4,7), dan Efektif (ketuntasan belajar siswa mencapai 80%).This study aims to produce learning media for Number Puzzle and Number Funnel (PANCORAN) that aresuitable for use in Numbers material for Grade 5 Tunagrahita students at Tunas Bangsa Special Schools (SLB)Balikpapan. This research is a research and development (R&D) category, with the method of developing themodified Borg & Gall model with the following stages: (1) initial research and preliminary data collection, (2)planning, (3) developing the initial product format, ( 4) initial trials, (5) product revisions, (6) field trials, (7)product revisions. The results of the validation show that the learning media for Number Puzzle and NumberFunnel (PANCORAN) developed is in the category of Very Valid (average score 4,75), Very Practical (score4,7), and Effective (the percentage of completeness of student learning outcomes reaches 80%)
Egha Alifa Putra, Ria Sudiana, Aan Subhan Pamungkas
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 36-45; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.21014

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan learning management system (LMS) berbasis smartphone sebagai media pembelajaran matematika. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yaitu Analisis, Desain, Development, Implementasi, dan Evaluasi. Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu Analisis terhadap keadaan sekolah dan menemukan potensi serta masalah yang ada mengenai media pembelajaran, mendesain media pembelajaran sesuai dengan hasil analisis, mengembangkan hasil desain yang telah dibuat, implementasi terhadap media pembelajaran kepada para ahli yaitu ahli media pembelajaaran dan ahli Pendidikan matematika, serta evaluasi media pembelajaran yang telah layak menurut para ahli kepada siswa serta praktisi yaitu guru. Untuk melihat kelayakan dari media pembelajaran dilakukan validasi produk awal media pembelajaran. Pada tahap implementasi dilakukan validasi produk yang telah dibuat, adapun tingkat kualitas media pembelajaran berdasarkan penilaian terhadap media pembelajaran: 1) Ahli Media Pembelajaran diperoleh persentase 84% dengan kategori sangat baik, 2) Ahli Pendidikan Matematika diperoleh persentase 92,72% dengan kategori sangat baik. Efektifitas media pembelajaran berdasarkan evaluasi media pembelajaran oleh siswa serta praktisi yaitu guru, adapun hasil yang didapatkan adalah 1) Respon siswa terhadap media pembelajaran diperoleh persentase 87,91% dengan kategori sangat baik, 2) Hasil praktisi guru diperoleh persentase 87,86%.This study aims to develop a smartphone-based learning management system (LMS) as a medium for learning mathematics. The development model used is the ADDIE model, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The steps taken are Analysis of the state of the school and finding potential and existing problems regarding learning media, designing learning media in accordance with the results of the analysis, developing the design results that have been made, implementation of learning media to experts namely learning media experts and math education experts, as well as evaluation of instructional media that are appropriate according to experts to students and teachers. To see the feasibility of learning media, the initial product learning media validation is done. At the implementation stage, product validation has been carried out, as for the level of quality of learning media based on the assessment of learning media: 1) Learning media experts obtained a percentage of 84% with very good categories, 2) Mathematics education experts obtained a percentage of 92.72% with very good categories. The effectiveness of learning media is based on the evaluation of instructional media by students and teachers, while the results obtained are 1) Students' responses to learning media obtained a percentage of 87.91% with very good categories, 2) Results of teacher practitioners obtained a percentage of 87.86%
Irfan Fauzi, Andika Arisetyawan
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 27-35; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.20726

Abstract:
Geometri adalah cabang matematika yang diajarkan dengan tujuan agar siswa dapat memahami sifat-sifat dan hubungan antar unsur geometri serta dapat mendorong siswa untuk dapat berpikir secara kritis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa kelas 4 SD Negeri Asmi 033 Kota Bandung dalam menjawab soal geometri. Penelitian ini menggunakan studi eksploratif dalam bentuk tes uraian tertulis pada materi geometri yang diberikan kepada 26 siswa SD Negeri Asmi 033 Kota Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kesulitan yang dihadapi siswa dalam menjawab soal geometri, kesulitan tersebut diantaranya adalah (1) siswa kesulitan dalam penggunaan konsep, (2) siswa kesulitan dalam penggunaan prinsip, dan (3) siswa kesulitan dalam menyelesaikan masalah-masalah verbal. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pengembangan permasalahan geometri, khususnya pada materi keliling dan luas bangun datar di masa yang akan datang.Geometry is a branch of mathematics taught with the aim that students can understand the properties and relationships between elements of geometry and can encourage students to be able to think critically and solve problems in everyday life. This study aims to analyze the difficulties of fourth grade students of SD Negeri Asmi 033 Bandung City in answering geometry question. This study used an exploratory study in the form of a written description test on the geometry material given to 26 students of SD Negeri Asmi 033 Bandung City. The results of the analysis show that there were difficulties faced by students in answering geometry questions, such difficulties were (1) students difficulty in using concepts, (2) students difficulty in using principles, and (3) students difficuly in solving verbal problems. The result of this study can be used as material for the development of geometry problems, especially in the material of circumference and area of plane (geometry) in the future.
Jauharotul Izzah,
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 64-70; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.22547

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbasis lesson study dengan menggunakan model kooperatif Tipe Think Pair Share(TPS) pada matakuliah pengantar aljabar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika kelas C-2019 Universitas Negeri Malang yang berjumlah 34 mahasiswa. Analisis penelitian difokuskan pada kegiatan perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan refleksi (see). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan proses pembelajaran matematika berbasis lesson study dengan model kooperatif tipe TPS dapat diikuti oleh mahasiswa secara efektif. Sebagian besar mahasiswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Hasil tes individu sebagai uji pemahaman konsep aljabar mengalami peningkatan dengan perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 80,00 pada periode I dan perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 88,50 pada periode II. Sementara, hasil respon mahasiswa terhadap proses pembelajaran diperoleh skor rata-rata sebesar 3,26 yang berarti respon mahasiswa sangat positif.This study aims to describe the implementation of lesson study-based learning, using cooperative learning models Think Pair Share (TPS) type to improve understanding of algebraic concepts. This type of research is qualitative research. The subjects in this study were students of Mathematics Education class C-2019 State University of Malang, amounting to 34 students. Research analysis focused on planning (plan), implementation (do), and reflection (see) activities. The results showed that the whole process of learning mathematics based on lesson study with a cooperative model of Think Pair Share (TPS) type could be effectively followed by students. Most students actively participate in the learning process. Individual test results as a test of understanding the concept of algebra have increased with the acquisition of an average grade of 80.00 in period I and the average grade of 88.50 in period II. Meanwhile, the results of student responses to the learning process obtained an average score of 3.26, which means that the response of students was very positive.
Huriah Hasanah, Puji Nugraheni, Riawan Yudi Purwoko
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 11, pp 16-26; https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.20663

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran barisan dan deret geometri. Sumber data terdiri dari data primer yaitu siswa yang diambil dengan teknik snowball dan data sekunder yaitu guru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kendala penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran barisan dan deret geometri berupa: (1) kendala dalam menanya yaitu merumuskan pertanyaan terkait banyaknya suku, jumlah suku pertama, serta rasio; (2) kendala dalam mengumpulkan informasi yaitu kurang optimalnya penggunaan buku teks dan internet; (3) kendala dalam mengasosiasi yaitu menentukan banyaknya suku dan menentukan rumus barisan dan deret; (4) kendala dalam mengkomunikasikan yaitu membaca kalimat matematika perkalian dan akar.This study aims to analyze the constraints of implementation scientific approach in the learning of geometric sequences and series. Data sources consist of primary data is students uses snowball techniques and secondary data is teachers. Data collection techniques using observation, interview, and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data display, and conclusion drawing. The data validity inspection technique used triangulate technique. Based on the results of the study concluded that constraints of implementation scientific approach in the learning of geometric sequences and series is: (1) constraints in questioning is to formulate questions related to the number of tribes, the number of first tribes, and ratio; (2) constraints in collecting information is less optimal use of textbook and internet; (3) constraints in associating is determining the number of tribes and determining the sequences and series formula; (4) constraints in communicating is read math sentences of multiplication and root.
Back to Top Top