Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif

Journal Information
ISSN / EISSN : 20862334 / 24424218
Current Publisher: Universitas Negeri Semarang (10.15294)
Total articles ≅ 105
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Asyifa Rahmawati, Dian Anggraini, Ruhban Masykur
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 193-201; doi:10.15294/kreano.v10i2.20337

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis POE (Predict Observe Explain) yang layak, menarik dan efektiv pada materi trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap (define, design, develop, disseminate). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah produk berupa bahan ajar modul dengan model pembelajaran POE (Predict Observe Explain) dengan perolehan hasil uji kelayakan sebesar 3,4 untuk validasi ahli materi dengan kriteria “sangat layak” dan 3,1 untuk validasi ahli media dengan kriteria “layak”. Hasil angket kemenarikan peserta didik diperoleh skor rata-rata sebesar 3,3 untuk kelompok kecil dengan kriteria “sangat menarik” dari 10 orang peserta didik dan 3,3 untuk uji kelompok besar dengan kriteria “sangat menarik” dari 30 orang peserta didik. Hasil uji efektivitas memperoleh skor sebesar 0,72 di SMAN 5 Bandar Lampung dan 0,70 untuk MAN 2 Bandar Lampung yang keduanya memiliki kriteria “tinggi”. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul berbasis POE (Predict Observe Explain) pada materi trigonometri efektif diterapkan untuk jenjang SMA/MA.This research aims to produce a POE-based module (Predict Observe Explain) that is feasible, interesting and effective in trigonometric material. This research is a development research using a 4-D model consisting of 4 people (defining, designing, developing, disseminating). The results obtained from this study are products consisting of module teaching materials with the POE learning model (Predict Observe Explain) by agreeing to the feasibility test results of 3.4 for the validation of material experts with criteria "very valuable" and 3.1 for media expert validation with a "Worthy" proposal. The results of the students' attractiveness questionnaire obtained an average score of 3.3 for small groups with the criteria of "very interesting" from 10 students and 3.3 for large group trials with the criteria "very interesting" from 30 students. The test score obtained a score of 0.72 at SMAN 5 Bandar Lampung and 0.70 for MAN 2 Bandar Lampung which was equipped to have the criteria of "high". Based on the results of data analysis it can be concluded that the development of a POE-based module (Predict Observe Explain) on trigonometric materials is effectively applied to the level of SMA / MA.
Syaiful Bakhri, Anisa Fatwa Sari, Agustin Ernawati
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 186-192; doi:10.15294/kreano.v10i2.19061

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas siswa IPS dalam mengikuti pembelajaran kontekstual materi Program Linier dengan mempertimbangkan kecemasan belajar matematika. Penelitian ini dideskripsikan secara kualitatif. Penelitian ini melibatkan 29 siswa kelas XI IPS di salah satu SMA Negeri di Surabaya. Data diperoleh dari pengamatan, angket, tes dan wawancara sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran dikategorikan tidak berkualitas. Namun, hasil tersebut lebih tinggi daripada kualitas pembelajaran yang umumnya terjadi di kelas yang sama.This research aims to describe the quality in contextual teaching and learning of linier programming by considering the mathematics anxiety. It will be described qualitatively. The subject is 29 students of second graders (social) from one of state senior high school in Surabaya. The data is obtained by observation, questionnaire, test and interview. The result of research shows that the learning quality is categorized as bad. However, this result is 24% higher than the common learning quality at the same class.
Muslimin Muslimin, Sunardi Sunardi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 171-178; doi:10.15294/kreano.v10i2.18323

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematika siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam matematika. Siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran materi geometri ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan penalaran matematika siswa SMA pada materi geometri ruang. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis kemampuan penalaran siswa dari instrumen yang diberikan. Instrumen dalam penelitian ini berbentuk tes tertulis yang berjumlah 5 soal. Berdasarkan hasil penelitian penelitian di SMA YPI Tunas Bangsa Palembang diperoleh nilai rata-rata kemampuan penalaran matematika siswa sebesar 66,11 yang tergolong cukup. Secara keseluruhan, indikator kemampuan penalaran matematika yang banyak dikuasai siswa adalah menyajikan pernyataan matematika dengan gambar dan tulisan, sedangkan indikator kemampuan penalaran matematika yang kurang dikuasai siswa adalah menarik kesimpulan dari suatu pernyataan.This research is motivated by the low mathematical reasoning abilities of high school students in mathematics. Students experience difficulties in learning space geometry material. This study aims to describe the mathematical reasoning abilities of high school students in space geometry. The method of this research is descriptive qualitative by analyzing the students' reasoning abilities of the given instrument. The instruments in this study were in the form of written tests totaling 5 questions. Based on the results of research at Tunas Bangsa Palembang YPI High School, the average mathematical reasoning ability of students of 66.11 was obtained as an average. Overall, the indicator of mathematical reasoning abilities that are controlled by many students is presenting mathematical statements with images and writing, while indicators of mathematical reasoning abilities that are less mastered by students are drawing conclusions from a statement.
Hanifah Hanifah, Agung Prasetyo Abadi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 141-145; doi:10.15294/kreano.v10i2.19369

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan antara konsep diri dengan prestasi akademik mahasiswa pada mata kuliah teori grup. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV kelas E Program Studi pendidikan Matematika FKIP UNSIKA. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket konsep diri dan hasil akademik mahasiswa. Dari hasil analisis korelasi sederhana, diperoleh nilai koefisien korelasi antara konsep diri dengan prestasi akademik mahasiswa sebesar 0,41. Berdasarkan perolahan data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan prestasi akademik mahasiswa pada mata kuliah teori grup.The purpose of this research is to describe the corelation betwen self-concept with academic achievement college student in teori grup courses.This research is quantitative experiment with descriptive methode. The subject of this research is college student of Fourth Semester on E Class in Educational Faculty of Singaperbangsa University. The instrument of research is some self-concept questionnaire and academic achievement college student score. The result of simple corelation analysis is 0,41. Based on the data, it concluses that there is positive and significant corelation between self-concept and academic achievement college student in teori grup courses.
Muhamad Asif Cahya Aji Nugroho, Budiyono Budiyono, Isnandar Slamet
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 125-131; doi:10.15294/kreano.v10i2.16831

Abstract:
The purpose of this study is to find out from each model of learning mathematics, which provides better mathematics learning achievement, students who have the type of logical intelligence mathematics, visual, kinesthetic or interpersonal. This research method of this study is quasi experimental research or pre-experimental research with research design using 3 x 4 factorial designs. The population in this study is the entire students VIII grade SMP N in districk of Demak. Sampling was done by stratified cluster random sampling technique. Instruments used to collect data are a questionnaire of multiple intelligences and mathematics learning achievement test. The prerequisite test includes the population normality test using the Lilliefors method and the homogeneity test of population variance using the Bartlett method.With α = 0, 05. Hypothesis testing of the study are analysis of variance with unequal cell. Based on the results of hypothesis testing, obtained the conclusion that. There is interaction of learning model on mathematics learning achievement in each category of students’ multiple intelligence.
Indhira Asih Vivi Yandhari, Trian Pamungkas Alamsyah, Dede Halimatusadiah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 146-152; doi:10.15294/kreano.v10i2.19671

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta strategi pembelajaran yang masih bertumpu pada guru. Salah satu alternatifnya yakni diterapkalah strategi pembelajaran Problem Based Learning, karena strategi ini diharapakan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pencapaian akhir dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan strategi pembelajaran Problem Based Learning lebih baik dari pada siswa yang menggunakan strategi pembelajaran Inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi ekperiment dengan desain non-equivalent control group. Teknik sampel menggunakan teknik purposive sampling, dimana kelas IV-A sebagai kelas ekperimen dan kelas IV-B sebagai kelas kontrol. Hasil analisis data menunjukan rata-rata skor posttest kelas ekperimen 75,03 dan kelas kontrol 68,7. Rata-rata data Gain kelas ekperimen 0,59 dan kelas kontrol 0,51. Hasil analisis tersebut memberikan kesimpulan bahwa pencapaian akhir dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas ekperimen lebih baik daripada kelas kontrol.The research is motivated by the low mathematical problem solving abilities of students and learning strategies that are still based on the teacher. One of the alternative is to apply the learning strategies of Problem Based Learning, because this strategy is expected to improve students' mathematical problem solving abilities. This study has a goal whether the final achievement and improvement of students' mathematical problem solving abilities using Problem Based Learning learning strategies is better than students who use Inquiry learning strategies. The research method used was a quasi experiment with a non-equivalent control group design. The sample technique used purposive sampling technique, where class IV-A as the experimental class and class IV-B as the control class. The results of data analysis showed an average posttest score of experimental class 75.03 and control class 68.7. The average Gain data of the experimental class is 0.59 and the control class is 0.51. The results of the analysis provide the conclusion that the final achievement and improvement of experimental class mathematical problem solving abilities are better than the control class.
Shimawati Lutvy Pradani, Muhammad Ilman Nafi'An
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 112-118; doi:10.15294/kreano.v10i2.15050

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah siswa dalam mengerjakan soal tipe Higher Order Thinkimg Skills (HOTS). Kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dikembangkan dan harus dimiliki oleh siswa. Dengan mengerjakan soal-soal Higher Order Thinking Skills, maka siswa akan mencapai level-level pada kemampuan matematika dari level yang terendah sampai level tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pemecahan masalah siswa kelas XII IPA dalam menyelesaikan soal tipe Higher Order Thinking Skills berdasarkan langkah-langkah Polya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pada penelitian ini peneliti juga menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data antara lain: tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa siswa dalam memecahkan masalah menggunakan langkah Polya, dapat menuhi indikator menganalisis, menciptakan, dan mengevaluasi.The purpose of this study to determine the ability to solve student problems in working on the problem type Higher Order Thinkimg Skills (HOTS). Ability to solve problems is one of the important skills to be developed and must be owned by students. By working on the Higher Order Thinking Skills questions, students will reach the levels of mathematical ability from the lowest level to the highest level. The purpose of this research is to describe the problem solving of students of class XII IPA in solving the problem of Higher Order Thinking Skills type based on Polya steps. This research uses qualitative approach with descriptive research type. In this study the researchers also used several methods to collect data, among others: tests, interviews and documentation. The results of this study obtained the conclusion that students in solving problems using Polya step, can meet the indicators analyze, create, and evaluate.
Puspita Ayu Damayanti, Abd Qohar
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 119-124; doi:10.15294/kreano.v10i2.16814

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis powerpoint pada materi kerucut yang valid dan praktis. Model pengembangan yang digunakan adalah modifikasi model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, yaitu pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Hasil analisa kevalidan menunjukkan bahwa media memenuhi kriteria valid dengan rata-rata skor 3,32. Hasil analisis kepraktisan menunjukkan bahwa media dinyatakan praktis dengan kriteria rata-rata skor hasil observasi kegiatan pembelajaran 3,83 dan skor hasil angket siswa 3,43. Berdasarkan hasil analisis tersebut, media pembelajaran interaktif berbasis powerpoint dapat dinyatakan valid dan praktis.This study aims to develop powerpoint-based interactive learning media on the material of cone. The development model used is the modification of 4D model developed by Thiagarajan, that is defining, designing, and developing. The results of the validity analysis showed that the media fulfill the valid criteria in average score of 3.32. The results of practical analysis showed that the media was practical in average score of observation result of learning activity 3.83 and score of student questionnaire result 3,43. Based on the results of the analysis, powerpoint-based interactive learning media was valid and practical.
Peni Anggareni, Akhmad Faisal Hidayat
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 132-140; doi:10.15294/kreano.v10i2.18818

Abstract:
Berpikir kreatif merupakan salah satu aspek penting dalam matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan proses berpikir kreatif siswa SMP dalam aktivitas pengajuan masalah matematika. Tahapan tersebut didasarkan pada hasil Tugas Pengajuan Masalah Matematika (TPMM) dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP Negeri di Kota Jambi. Subjek penelitian ini adalah 2 siswa SMP Kelas IX dengan kriteria kreatif, dengan alat pengumpul data berupa TPMM dan pedoman wawancara. Analisis data TPMM dilakukan dengan menganalisis soal yang dapat diselesaikan, kemudian dilihat berdasarkan indikator berpikir kreatif yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility) dan kebaruan (novelty). Wawancara dilakukan berdasarkan 4 tahap proses berpikir kreatif yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kreatif melewati empat tahap proses berpikir kreatif, yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Pada tahap persiapan siswa berusaha mendapatkan wawasan dalam menghadapi masalah yang diberikan; tahap inkubasi siswa mencari ide; tahap iluminasi siswa memunculkan ide; dan tahap verifikasi siswa menguji ide yang dihasilkan.Creative thinking is one of the important aspects in mathematics. This study aims to identify the stages of the creative thinking process of junior high school students in the activity of submitting mathematical problems. These stages are based on the results of the Task for Submission of Mathematical Problems (TPMM) and interviews. This research was conducted at one of the Public Middle Schools in Jambi City. The subject of this study were 2 junior high school students of Class IX with creative criteria, with data collection tools in the form of TPMM and interview guidelines. TPMM data analysis is done by analyzing the questions that can be solved, then seen based on creative thinking indicators, namely fluency, flexibility and novelty. Interviews were conducted based on 4 stages of the creative thinking process, namely preparation, incubation, illumination, and verification. The results showed that creative students passed the four stages of the creative thinking process, namely preparation, incubation, illumination, and verification. In the preparation stage students try to gain insight in dealing with problems given; incubation stage students look for ideas; the student's illumination stage raises ideas; and the verification stage students test the idea produced.
Abdul Baist, Barra Purnama Pradja, Dian Nopitasari, Aan Subhan Pamungkas
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, Volume 10, pp 165-170; doi:10.15294/kreano.v10i2.21244

Abstract:
Performa mahasiswa memiliki peran penting dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Kurang optimalnya performa mahasiswa terlihat dari hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial rata-rata sekitar 70 dan masih ada yang mendapatkan nilai kurang dari 70 sekitar 38%, serta kurangnya kemandirian belajar mahasiswa. Oleh karenanya optimalisasi performa mahasiswa perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan optimalisasi performa mahasiswa melalui penggunaan bahan ajar komputasi matematika berbantuan software Mathematica. Kemandirian belajar dan hasil belajar mahasiswa dijadikan sebagai sasaran performa mahasiswa yang akan dioptimalkan. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang yang berjumlah 24 mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial menggunakan bahan ajar Komputasi Matematika Berbantuan Software Mathematica. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar untuk kemandirian belajar dan hasil belajar mahasiswa melalui uji t. Rata-rata peningkatan persentase kemandirian belajar dan hasil belajar mahasiswa secara berturut-turut sebesar 7% dan 24%.Students’ performance has an important role in producing quality graduates. Less optimal students’ performance can be seen from student learning outcomes in Differential Equation courses an average of around 70 and there are still those who score less than 70 about 38%, and lack of students’ self regulated learning. Therefore, optimizing students’ performance needs to be done. The purpose of this study is to obtain the optimization of students’ performance using computational mathematics teaching materials assisted by Mathematica software. Self regulated learning and student learning outcomes are targeted as students’ performance to be optimized. This research was conducted in the Mathematics Education Study Program FKIP Muhammadiyah University of Tangerang, totaling 24 students in the Differential Equation course using Mathematica Software Computational Mathematics teaching material. This research is a quasi-experimental research with the experimental design used is a one-group pretest-posttest design. The results obtained from this study are that there are significant differences between before and after the use of teaching materials for self-regulated learning and student learning outcomes through t-test. The average increase in the percentage of self-regulated learning and student learning outcomes are 7% and 24%, respectively.
Back to Top Top