Jurnal Agrotech

Journal Information
ISSN / EISSN : 1858-134X / 2621-7236
Total articles ≅ 54
Filter:

Latest articles in this journal

Kamelia Dwi Djayanti, Yulinda Tanari
Jurnal Agrotech, Volume 12, pp 16-22; https://doi.org/10.31970/agrotech.v12i1.82

Abstract:
Pertumbuhan setek tanaman nilam dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah kesesuaian lingkungan tumbuh dan kecukupan terhadap hara tanaman. Oleh sebab itu untuk meningkatkan pertumbuhan setek nilam dibutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai serta zat pengatur tumbuh yang dapat memicu pertumbuhannya. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kawua Kecamatan Poso Kota Selatan Kabupaten Poso pada bulan Juni hingga November 2021, menggunakan rancangan petak terpisah. dengan pemberian naungan sebagai petak utama dan ZPT alami sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setek nilam dengan tingkat naungan 55% nyata lebih baik dalam meningkatkan jumlah dan panjang tunas, tinggi tanaman serta biomassa tanaman. Jenis ZPT alami kelapa hijau berpengaruh terhadap jumlah dan panjang tunas, dan jumlah daun nilam. Tidak ada interaksi antara pemberian naungan dengan ZPT alami pada pertumbuhan tanaman nilam.
Arfan, Lisa Indriani, Ratnawati, Kasman Jaya
Jurnal Agrotech, Volume 12, pp 10-15; https://doi.org/10.31970/agrotech.v12i1.89

Abstract:
This study aims to determine the level of insecticide use and the intensity of pest leafminer fly attacks on local shallots in Palu in Guntarano Village. The research was conducted in Guntarano Village from April to July 2021. This study used a direct survey method using a structured questionnaire to obtain primary data by interviewing 10 respondent farmers. Respondents were selected based on their daily activities as local shallot farmers in Palu. Determination of respondents was carried out using a simple random sample method, while the observation of the percentage of Liriomyza sp pests was carried out at intervals of once every 7 days for 1 month. The results showed that the respondent farmers in cultivating shallots controlled herbivorous insects with the application of insecticides, with an interval of 1-3 times a week as many as 90% of respondent farmers had never participated in Integrated Pest Control (IPC) training activities. Farmers who used doses while the average percentage of Liriomyza, sp was the highest in the fourth week of 49.55%.
Vindy Putri Septania Suradi, Saidah, Zainuddin Basri
Jurnal Agrotech, Volume 12, pp 1-9; https://doi.org/10.31970/agrotech.v12i1.81

Abstract:
Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah sangat dipengaruhi kesuburan tanah. Kesuburan tanah pada lahan budidaya bawang merah dapat diperoleh dengan upaya menyuplai pupuk hayati, seperti Trichoderma asperellum dan pupuk organik, seperti pupuk kandang sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi Trichoderma asperellum dan pupuk kandang yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lahan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan April hingga Juni 2021. Penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan perlakuan yang dicobakan yaitu kombinasi Trichoderma asperellum dan pupuk kandang yang terdiri dari tiga aras, yaitu tanpa pemberian Trichoderma asperellum maupun pupuk kandang (kontrol), pemberian 12 g Trichoderma asperellum tanpa pupuk kandang per petak (setara 40 kg Trichoderma asperellum per hektare), serta pemberian 12 g Trichoderma asperellum dan 3 kg pupuk kandang per petak (setara 40 kg Trichoderma asperellum dan 10 ton pupuk kandang per hektare). Setiap aras perlakuan diulang lima kali sehingga terdapat 15 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman. Hasil analisis yang menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata selanjutnya diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil taraf 5% guna mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara grup perlakuan yang dicobakan terhadap kontrol serta nilai rata-rata antar perlakuan dalam grup secara kontras ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi Trichoderma asperellum dan pupuk kandang berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan bawang merah, namun berpengaruh nyata terhadap hasil, yaitu berat tanaman per rumpun, berat segar umbi per rumpun dan berat kering umbi per rumpun. Aplikasi kombinasi Trichoderma asperellum dan pupuk kandang mampu meningkatkan hasil tanaman bawang merah sebesar 32,36% pada komponen berat kering umbi per rumpun dibanding kontrol.
Nur Hidayat, Eny Maria, Rusmini, MuDi La, Dyah Widayasari
Jurnal Agrotech, Volume 12, pp 33-37; https://doi.org/10.31970/agrotech.v12i1.86

Abstract:
Teknologi budidaya tanaman secara hidroponik sangat maju perkembangnya, namun ada beberapa faktor yang harus selalu diperhatikan dalam budidaya secara hidroponik yaitu suhu nutrisi hidroponik. Sinar matahari yang selalu mengenai zona perakaran tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik mengakibatkan suhu di daerah perakaran semakin meningkat sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penurunan suhu air terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai yang dibudidayakan secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda pada bulan Juni sampai Oktober 2021. Penelitian ini terdiri dari pembuatan hidroponik dengan sistem dutch bucket, budidaya cabai habanero secara hidroponik, pembuatan sensor monitoring suhu air XH-W3001 dan pemasangan Resun CL-280 sebagai pengatur (menurunkan) suhu air di bak penampungan. Variabel yang diamati meliputi; pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun yang terbentuk, umur berbunga, jumlah buah pertama, dan berat buah. Data Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri dari 2 perlakuan yaitu penanaman cabai di dutch bucket tanpa pengaturan suhu (P0) dan penanaman cabai di dutch bucket dengan pengaturan suhu (P1). Setiap perlakuan diulang sebanyak 10 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam dan data yang berpengaruh nyata diuji dengan uji BNTα=0,05. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa penurunan suhu air nutrisi tanaman hidroponik mempengaruhi pertambahan tinggi tanaman umur 30, 60 hst, pertambahan jumlah daun umur 30, 60 hst, umur berbunga, jumlah buah pertama, berat buah tanaman cabai harbanero.cabai habanero, hidroponik, Resun CL-280, suhu air, XH-W3001
Aris Aksarah, Hasmari Noer, Dewi Mitrayani, Idris
Jurnal Agrotech, Volume 12, pp 38-43; https://doi.org/10.31970/agrotech.v12i1.90

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui waktu tanam yang tepat agar diperoleh hasil kacang tanah yang optimal pada sistem tumpangsari dengan tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Pertanian Kelurahan Petobo Kelurahan Palu Selatan Kota Palu Sulawesi Tengah selama 3 bulan yang dimulai dari bulan September hingga Nopember 2017. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan pengelompokan berdasarkan sumber air. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah waktu tanam sistem tumpangsari (TS) yaitu sebagai berikut : TS0 = Jagung manis ditanam bersamaan kacang tanah; TS1 = Jagung manis ditanam 2 MST kacang tanah; TS2 = Jagung manis ditanam 4 MST kacang tanah; TS3 = Monokultur jagung manis. Masing-masing perlakuan terdiri atas 3 ulangan sehingga terdapat 12 petak satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 MST dan jumlah cabang 6 dan 8 MST dan berpengaruh tidak nyata terhadap hasil tanaman kacang tanah pada sistem tumpangsari dengan jagung manis. Waktu tanam yang lebih baik untuk mendapatkan produksi kacang tanah, ditanam 4 MST lebih awal daripada jagung manis.
Sumini, Samsul Bahri, Hermanto, Sutejo
Jurnal Agrotech, Volume 11, pp 50-55; https://doi.org/10.31970/agrotech.v11i2.72

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman arthropoda predator pada tanaman padi di Kecamatan Tugumulyo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Agustus 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan metode acak sederhana, dan diambil 4 Desa sebagai tempat pengambilan sampel. Adapun sampel yang dipilih secara acak dengan rincian sebagai berikut: Desa D Tegalrejo, Desa E Wonokerto, Desa H Wukirsari, dan Desa A Widodo. Dari setiap desa ditetapkan 3 petakan sawah dengan luas petakan 10 m x 10 m. Pengambilan sampel data dilakukan dengan menggunakan jaring serangga pada setiap petakan. Serangga yang didapat dibersihkan dan diidentifikasi di Laboratorium Hama dan Penyakit Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas. Hasil penelitian diketahui bahwa keanekaragaman arthropoda predator yang ditemukan baik di permukaan tanah maupun ditajuk tanaman termasuk ke dalam kriteria sedang dengan indeks keragaman 1 < H’ < 3. Nilai keanekaragaman di tajuk tanaman dan di permukaan tanah tertinggi di Desa D Tegalrejo yaitu H’ = 2,16 dan H’ = 2,17 dengan indeks dominasi yaitu 0,3 pada tajuk tanaman dan 0,5 di permukaan tanah sehingga tergolong rendah.
Nurul Fadillah, Gusti Ayu Kade Sutariati, Tresjia Corina Rakian
Jurnal Agrotech, Volume 11, pp 56-63; https://doi.org/10.31970/agrotech.v11i2.75

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh teknik LEISA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah lokal di Kota Baubau, mengkaji bagaimana pengaruh teknik LEISA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah lokal di Kota Baubau dan mengkaji perlakuan yang memberi pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah lokal di Kota Baubau. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 (SMKN 5) Kecamatan Gonda Baru, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara yang berlangsung pada bulan November 2020 sampai Februari 2021. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Tunggal (RAK) dengan perlakuan Teknik LEISA yang terdiri atas 6 (enam) taraf yaitu P0=Tanpa aplikasi, P1=Pupuk Organik 5 ton ha-1, P2=Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1, P3= Pupuk Organik 5 ton ha-1 + Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1, P4= Pupuk Organik 5 ton ha-1 + 1/ 2 Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1, P5= Pupuk Organik 5 ton ha-1 + 1/ 4 Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1 .Dengan demikian setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 18 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat kering, jumlah umbi, berat umbi dan produksi per petak. Data hasil pengamatan dianalisis ragam dan data yang menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf nyata α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LEISA mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terutama pada variabel jumlah daun, jumlah anakan, bobot kering tanaman, jumlah umbi, berat umbi dan produksi per petak. Perlakuan sistem LEISA terbaik diperoleh pada perlakuan Pupuk Organik 5 ton ha-1 + Pupuk NPK Majemuk 250 kg ha-1 (P3) dengan dibandingkan dengan kontrol.
Tamara Pingki, Sudarti, Trapsilo Pridandono
Jurnal Agrotech, Volume 11, pp 43-49; https://doi.org/10.31970/agrotech.v11i2.77

Abstract:
Laser inframerah sering diaplikasikan pada tanaman, salah satunya pada tanaman padi. Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman yang hasil panennya menjanjikan untuk masyarakat Indonesia, namun tidak semua padi dapat dipanen dan tidak semuanya dapat dipasarkan. Karakteristik padi yang baik untuk dipasarkan dan dikonsumsi terdapat pada tinggi dan jumlah anakan produktif tanaman padi sesuai dengan perlakuan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh laser inframerah terhadap tinggi dan jumlah anakan produktif tanaman padi. Penelitian ini dilakukan pada sawah seluas 5 m2 di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Tanaman padi pada penelitian ini berjenis Inpari 13 yang berumur 48 hari setelah sebar (HSS). Karakteristik data panjang gelombang infrared memiliki rata-rata sebesar 497,53 micrometer serta pada data tinggi batang padi memiliki rata-rata sebesar 56,845 cm. Pola hubungan antara panjang gelombang infrared dengan tinggi batang padi menunjukkan korelasi yang positif. Artinya, jika panjang gelombang infrared bertambah maka tinggi batang padi akan bertambah. Jika panjang gelombang infrared bernilai 0 maka tinggi batang padi sebesar 55,226 cm, dan jika panjang gelombang infrared naik 1 satuan maka tinggi batang padi akan naik sebesar 0,03. Pengujian asumsi residual IIDN residual data tinggi batang padi memenuhi asumsi identik, independen, dan berdistribusi normal.
Nur Hidayat, Arini Rajab, MuDi La
Jurnal Agrotech, Volume 11, pp 64-70; https://doi.org/10.31970/agrotech.v11i2.73

Abstract:
Cendawan endofit berperanan penting dalam pengendalian penyakit Fusarium sp. dan bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji cendawan endofit asal tumbuhan rambusa sebagai agens pengendali hayati penyakit Fusarium sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, pada bulan April sampai Juni 2021. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu cendawan endofit asal daun dan batang yang diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 10 unit percobaan. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang dan daun mampu menghambat cendawan Fusarium sp. Hal ini menunjukkan bahwa cendawan endofit yang diisolasi memberikan hasil yang sama dalam mengendalikan penyakit Fusarium sp. Hasil penelitian daya hambat tertinggi diperoleh pada isolat yang diisolasi dari daun yaitu sebesar 55,27% pada pengujian hari ketujuh, bila dibandingkan dengan isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang yaitu sebesar 52,64%. Berdasarkan hal kemampuan daya hambat tersebut maka isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang dan daun berpotensi digunakan sebagai agens pengendali hayati Fusarium sp.
Eko Priyantono, Maemunah, Moh. Adnan Khaliq, Mustakim, Yusran
Jurnal Agrotech, Volume 11, pp 79-84; https://doi.org/10.31970/agrotech.v11i2.71

Abstract:
Penyimpanan sangatlah penting dilakukan untuk menghasilkan benih padi gogo yang bermutu dan berkualitas yang akan digunakan sebagai bahan tanam selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan teknik produksi benih padi gogo yang bermutu dan berkualitas dengan perkecambahan terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di desa Kalukubula dan uji perkecambahan dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai Februari 2020. Penelitian ini disusun menggunakan racangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor, faktor pertama terdiri atas dua lokasi penyimpanan yaitu: P1= Dalam Ruangan, P2= Luar Ruangan, Sedangkan faktor kedua terdiri atas tiga waktu penyimpanan yaitu: W1=satu bulan dan W2= dua bulan, dan W3= tiga bulan, yang diulang sebanyak enam kali sehingga terdapat 36 unit percobaan dimana setiap unit percobaan terdapat 50 benih dan total benih yang digunakan ialah sebanyak 1.800 benih. Analisis data menggunakan uji Fisher dan dilanjutkan dengan menggunakan uji BNJ pada taraf 1%. Hasil penelitian menunjukkan hasil panen yang disimpan dalam ruangan selama 3 tiga bulan menghasilkan daya berkecambah (93,00%), waktu berkecambah (2,08 hari), potensi tumbuh maksimum (99,00%) dan persentase benih berjamur (1,33%).
Back to Top Top