Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Journal Information
ISSN / EISSN : 19079133 / 24069264
Total articles ≅ 332
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Jurnal Pascapanen Dan Bioteknologi Kp
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.685

Arifah Kusmarwati, Fairdiana Andayani, Yusma Yennie
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.570

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Riong Seulina Panjaitan, Yulia Verawati Simanjuntak, Sumantri Sumantri
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.622

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Muhamad Darmawan, Joko Santoso, Dina Fransiska, Marsella Marsella
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.645

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Arif Rahman Hakim, Wahyu Tri Handoyo, Adrianto Widi Prasetyo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.639

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Wahyu Tri Handoyo, Luthfi Assadad, Bakti Berlyanto Sedayu
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15, pp 73-84; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.618

Abstract:
Tepung ikan merupakan salah satu komoditas penting akuakultur yang permintaannya di Indonesia meningkat setiap tahun seiring pesatnya perkembangan akuakultur. Sebagian besar kebutuhan tepung ikan tersebut dipenuhi dari impor. Salah satu upaya untuk mengurangi kebutuhan impor adalah memanfaatkan berbagai jenis ikan rucah dan sisa olahan ikan berupa tulang dan kepala ikan sebagai bahan baku tepung ikan. Permasalahan yang dihadapi pada pengolahan tulang ikan adalah proses pencacahan menjadi ukuran yang lebih kecil. Oleh karena itu diperlukan mesin yang mampu mencacah tulang ikan yang memiliki tekstur keras. Telah dilakukan perancangan, pembuatan dan pengujian kinerja mesin pencacah tulang ikan. Mesin dirancang berdasarkan mekanisme kerja poros berputar untuk menggerakkan sepasang mata pisau yang saling berhimpitan dan berputar berlawanan arah. Uji kinerja dilakukan dengan beban tulang ikan tuna dengan variasi perlakuan frekuensi inverter 25; 37,5; dan 50 Hz. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kecepatan putaran poros, waktu pencacahan, dan kapasitas pencacahan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi inverter, kecepatan putaran poros semakin tinggi, sehingga kapasitas pencacahan semakin meningkat. Berdasarkan parameter yang diamati, mesin bekerja optimal pada frekuensi inverter 50,0 Hz. AbstractFish meal is one of the essential inputs for aquaculture, and the demand in Indonesia is growing every year parallel with the rapid development of aquaculture. Most of the fish meal was imported. An effort to reduce imports is to utilize various types of trash fish and fish processing waste, including bones and head as raw material for fish meal. The problem that occurs in the processing of fish bone is the process of chopping them into smaller sizes. Therefore, a machine capable of chopping hard texture of fish bones is needed. The design and performance tests of the fish bone chopping machine have been conducted. The device was designed based on the working mechanism of the rotating shaft to drive the paired blades that coincide and rotate in the opposite direction. The performance test was carried out for tuna bone with varied inverter frequencies of 25; 37,5; and 50 Hz. The parameters observed were yield, shaft speed, chopping time, and capacity. The results showed that increasing inverter frequency increased the shaft speed; therefore, it increased the capacity. Based on the observed parameters, the machine worked optimally at an inverter frequency of 50,0 Hz.
Rahmi Nurdiani, Abdul Aziz Jaziri, Fitri Septa Puspita
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15, pp 63-72; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.628

Abstract:
Kemasan aktif memiliki fungsi yang lebih luas dalam menjaga kualitas suatu produk. Salah satu bahan baku kemasan aktif adalah gelatin dengan penambahan senyawa aktif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari karakteristik dan bioaktivitas kemasan aktif dari gelatin ikan ayam-ayam (Abalistes stellaris) dengan penambahan ekstrak daun jeruju (Acanthus ilicifolius) sebesar 0%, 1%, 3%, 5% dan 7%. Kemasan aktif yang dihasilkan diamati karakteristik dan bioaktifitasnya yang meliputi ketebalan, kuat tarik, elongasi, transmisi uap air, kadar air, pH, aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri. Hasil analisa sidik ragam menunjukkan penambahan ekstrak daun jeruju berpengaruh nyata (p0,05) terhadap kuat tarik, elongasi dan transmisi uap air. Kemasan aktif dari gelatin ikan ayam-ayam dengan penambahan ekstrak daun jeruju 7% memiliki ketebalan 143,01 µm, mampu menghambat 65,45% radikal bebas DPPH dan menghasilkan zona hambat bakteri berkisar antara 2,18-2,61 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan gelatin yang terbuat dari kulit dan sisik ikan ayam-ayam dengan penambahan ekstrak daun jeruju memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kemasan aktif. AbstractPackaging has an important function in maintaining the quality of product. Active packaging can be made from gelatin as basic material with addition of bioactive substances. The purpose of this research was to study the characteristics and bioactivity of active packaging made from staryy triggerfish (Abalistes stellaris) gelatin incorporated with 0, 1, 3, 5, and 7% of Acanthus ilicifolius leaf extract. The active pakaging was observed for its charateristics and bioactivity including thickness, elongation, tensile strength, water vapor transmission, moisture content, pH, antioxidant activity, and antibacterial activity of active packaging. The statistical analyses showed that the addition of A. ilicifolius leaf extracts significantly affected (p
Jurnal Pascapanen Dan Bioteknologi Kp
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.683

Abstract:
Cover Depan JPBKP Vol. 15 No. 1 Tahun 2020
Muhammad Alfid Kurnianto, Harsi Dewantari Kusumaningrum, Hanifah Nuryani Lioe
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15, pp 1-11; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.647

Abstract:
Saluran pencernaan (terutama usus) ikan perairan estuaria merupakan salah satu ceruk lingkungan potensial Actinobacteria yang belum tereksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi karakteristik morfologi Actinobacteria asal ikan bandeng (Chanos chanos) dan belanak (Mugil cephalus) serta mengevaluasi aktivitas antimikroba yang dihasilkannya. Penelitian ini diawali dengan mengambil usus ikan, kemudian digesta usus secara perlahan dipisahkan untuk dieksplorasi keberadaan Actinobacteria dengan menggunakan media isolasi selektif. Isolat yang diperoleh dikarakterisasi berdasarkan ciri makroskopik dan mikroskopik, serta dilakukan penapisan antibakteri awal menggunakan metode double-layer diffusion. Isolat dengan zona penghambatan terbaik dipilih untuk dilakukan produksi dan ekstraksi senyawa antibakteri, serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli. Sebanyak 44 isolat Actinobacteria telah diisolasi dari digesta usus ikan bandeng (Chanos chanos) dan belanak (Mugil cephalus) menggunakan media strach casein dan actinomycete isolation agar. Sebagian besar isolat yang diperoleh menunjukkan karakteristik morfologi genus Streptomyces sp., seperti koloni memiliki tekstur menyerupai serbuk, bertepung dan kasar, memiliki aerial miselium berwarna putih dan substrat miselium berwarna krim susu, serta memiliki bentuk rantai spora rectus-flexibilis. Proses penapisan antibakteri isolat Actinobacteria menunjukkan 22 isolat memiliki indeks penghambatan terhadap sedikitnya satu bakteri uji, dengan aktivitas terbaik ditunjukkan oleh isolat A-SCA-11. Uji antibakteri terhadap ekstrak kasar isolat A-SCA-11 menunjukkan aktivitas antibakteri berspektrum luas yang mampu menghambat seluruh bakteri uji dengan zona hambat tertinggi pada P. aeruginosa. AbstractThe gut of estuary fish is one of the potential novel niches of Actinobacteria that has not yet been explored. This study aimed to isolate and identify the morphological characteristics of Actinobacteria from milkfish (Chanos chanos) and blue-spot mullet fish (Mugil cephalus) and to evaluate the antibacterial activity produced. This research was started by taking the fish gut, and then the digesta were slowly separated to explore the presence of Actinobacteria using selective isolation media. The isolates obtained were characterized by macroscopic and microscopic characteristics, and antibacterial preliminary screening of isolates was performed using a double-layer diffusion method. The isolates with the best inhibition zone were selected for production and extraction of antibacterial compounds, and antibacterial activity tests using the disk-diffusion method against the test bacteria Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginosa, and Escherichia coli. A total of 44 isolates of Actinobacteria have been isolated from the gut of fish using starch casein and actinomycete isolation agar. Most isolates showed morphological characteristics of the genus Streptomyces sp., such as colonies with a tough or powdery texture, antibacterial have white aerial mycelium and milk-cream substrate mycelium, and rectus-flexibilis spore chain. The antibacterial preliminary screening of Actinobacteria isolates showed 22 isolates had inhibitory index against at least one test bacterium, with the best activity indicated by A-SCA-11. Antibacterial test of A-SCA-11 crude extract showed broad-spectrum antibacterial activity that was able to inhibit all test bacteria with the highest inhibitory zone on P. aeruginosa.
Jurnal Pascapanen Dan Bioteknologi Kp
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Volume 15; doi:10.15578/jpbkp.v15i1.686

Abstract:
Preface JPBKP Vol. 15 No. 1 Tahun 2020
Back to Top Top