Journal Information
EISSN : 2829-8179
Published by: Faculty of Law Pattimura University (10.30598)
Total articles ≅ 15
Filter:

Latest articles in this journal

Sumaria Lawajo, Wilma Latuny, Daniel B. Paillin
Published: 27 May 2022
Journal: i tabaos
i tabaos, Volume 2, pp 44-52; https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1.44-52

Abstract:
Fa Bandil merupakan merupakan salah satu Distributor di Kota Ambon yang bergerak dalam bidang pendistribusian produk terigu. Berdasarkan proses distribusi yang berlangsung bahwa perusahaan belum adanya jadwal distribusi yang pasti, yang menyebabkan terjadinya keterlambatan pengiriman barang. Hal ini terjadi karena pengiriman produk tidak teratur atau secara acak. Dari permasalahan ini maka penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jumlah produk yang didistribusikan dan merencanakan jadwal total pemesanan serta total pengiriman dari perusahaan ke outlet. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dari hasil wawancara, sekaligus pengumpulan data kuantitatif. Untuk merencanakan dan menjadwalkan kegiatan distribusi adalah dengan menggunakan metode Distribution Requirement Planning (DRP). Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan data dengan lot sizing lot for lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ). Hasil penelitian menunjukan lot sizing yang memberikan biaya paling minimum yaitu Economic Order Quantity (EOQ) sebesar Rp. 80.109.910. Jika menggunakan metode DRP mengalami penurunan sebesar 74% dibandingkan metode yang digunakan oleh perusahaan. Sehingga didapatkan total permintaan pada eselon satu yaitu 4209 unit produk terigu untuk memenuhi permintaan dari tiap outlet dan diperoleh penjadwalan distribusi produk terigu dengan menggunakan metode DRP perusahaan hanya melakukan pendistribusian untuk outlet A1, A2, A3,A4, A5, dan A7 sebanyak 4 kali pengiriman sedangkan untuk outlet A6 sebanyak 5 kali pengiriman dalam 12 periode.
Malfriando G. Sinay, Aminah Soleman, Victor O. Lawalata
Published: 27 May 2022
Journal: i tabaos
i tabaos, Volume 2, pp 53-60; https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1.53-60

Abstract:
Surya Pratama Raya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa untuk proyek bangunan, khususnya dalam pengerjaan plafon. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa postur kerja dari para pekerja kurang baik sehingga mereka cenderung mengalami rasa sakit pada beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja dan menentukan rekomendasi mengenai postur kerja guna mengurangi risiko musculoskeletal disorders. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi berupa foto dan video, serta penyebaran kuesioner Nordic Body Map untuk mengetahui bagian-bagian tubuh para pekerja yang terasa sakit. Analisis terhadap postur kerja dilakukan pada 3 orang pekerja pemasangan plafon dengan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) untuk menilai postur leher, punggung, lengan, pergelangan tangan, dan kaki saat bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor REBA untuk proses pemotongan besi hollow adalah 8 (level risiko tinggi), perakitan rangka besi hollow adalah 5 (level risiko sedang), pemasangan angle wall adalah 6 (level risiko sedang), pengangkutan plafon gipsum adalah 13 (level risiko sangat tinggi), dan pemasangan plafon gipsum adalah 9 (level risiko tinggi). Dengan demikian, untuk mengurangi risiko musculoskeletal disorders, maka direkomendasikan untuk menggunakan meja kerja dalam proses pemotongan dan perakitan besi hollow. Selain itu, dalam pemasangan angle wall dan plafon sebaiknya disediakan tempat pijakan dengan tinggi setidaknya 5 cm di bawah kepala serta menggunakan alat bantu seperti GRC board saat mengangkat plafon.
Emilyo Charlos Tuahatu, Alfredo Tutuhatunewa, Johan M. Tupan
Published: 26 May 2022
Journal: i tabaos
i tabaos, Volume 2, pp 12-22; https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1.12-22

Abstract:
PT Pos Indonesia (PERSERO) adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pos dan banyak diminati oleh masyarakat. Kehadiran PT Pos Indonesia, secara khusus di kota Ambon memudahkan masyarakat dalam mengirimkan surat maupun barang kapan pun dan ke mana pun. Bagian ekspedisi (antaran) merupakan bagian terakhir dalam proses pengiriman barang, yang harus mendapatkan perhatian yang khusus untuk mengatasi ketidakcapaian target standar waktu penyerahan (SWP). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis masalah kegagalan pengiriman barang pada PT Pos Indonesia cabang Ambon, dan menganalisis faktor-faktor penyebabnya. Metode yang dipakai adalah Statistical Quality Control. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat tiga jenis kegagalan dalam proses pengiriman barang pada PT Pos Indonesia Cabang Ambon yaitu keterlambatan pengantaran sebesar 53,2%, pengantaran ulang sebesar 30,8% dan salah alamat sebesar 16,0%. Dalam perhitungan dengan peta kendali yang menyatakan bahwa kegagalan pengiriman yang terjadi masih berada dalam batas kontrol. Terdapat tiga faktor signifikan yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam pengiriman barang yaitu yaitu faktor manusia, faktor mesin dan faktor lingkungan.
Ayu Putri Saraz Qur'Aini, Marcus Tukan, Alfredo Tutuhatunewa
Published: 26 May 2022
Journal: i tabaos
i tabaos, Volume 2, pp 35-43; https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1.35-43

Abstract:
Persaingan bisnis jasa pengiriman barang yang semakin tinggi mengakibatkan setiap perusahaan harus menyediakan pelayanan yang berkualitas untuk memberikan kepuasan kepada pelanggannya. PT JNE Cabang Utama Ambon, yang merupakan penyedia jasa pengiriman barang di kota Ambon, juga dituntut untuk senantiasa memberikan layanan berkualitas. Masalah keterlambatan pengiriman barang, kondisi barang yang rusak saat diterima, hingga terjadinya kesalahan komunikasi antara kurir dengan pelanggan, merupakan hal yang sering dikeluhkan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan terhadap jasa pengiriman barang PT JNE Kantor Cabang Utama Ambon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan penyebaran kuesioner bagi para pelanggan yang pernah menggunakan jasa pengiriman barang PT JNE Kantor Cabang Utama Ambon. Metode analisis data yang digunakan adalah SERVQUAL, yang didasarkan atas 5 dimensi, yakni tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan gap 5 secara keseluruhan bernilai negatif, yaitu sebesar -0,105. Sejalan dengan itu, nilai gap 5 untuk masing-masing dimensi juga negatif, yakni tangible sebesar -0,065, reliability sebesar -0,138, responsiveness sebesar -0,104, assurance sebesar -0,130, dan empathy sebesar -0,062. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap jasa pengiriman barang PT JNE Kantor Cabang Utama Ambon masih rendah, karena kondisi aktual yang dirasakan lebih rendah dari ekspektasi pelanggan.
Charla Solisa, Daniel B. Paillin, Johan M. Tupan
Published: 26 May 2022
Journal: i tabaos
Abstract:
Risiko merupakan faktor-faktor yang menghambat operasional pada rantai pasok makanan yang tidak dapat dihindari tetapi dapat diminimalisir dengan melakukan penanganan risiko yang tepat. Penanganan risiko dalam rantai pasok sangat diperlukan agar dapat meminimalkan biaya, waktu, dan kinerja dalam aktifitas rantai pasok. Kajian ini bertujuan untuk memitigasi risiko aktivitas rantai pasok pada produk tuna selama masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode House of Risk dengan mengidentifikasi setiap aktivitas proses bisnis berdasarkan model Supply Chain Operation Reference. House of Risk menawarkan kerangka kerja untuk mengendalikan risiko secara efektif dalam mengelola risiko dari agen risiko. Aggregate Potential Risk  digunakan untuk menentukan prioritas sumber risiko yang perlu dilakukan dalam merancang strategi mitigasi. Hasil penelitian mengidentifikasi 31 kejadian risiko dan 46 agen risiko. House of Risk fase I menunjukkan bahwa 10 Risk Agent akan diprioritaskan untuk ditangani berdasarkan nilai Aggregate Risk PotentiaL tertinggi, yang selanjutnya mengusulkan 15 kemungkinan strategi mitigasi. Berdasarkan nilai Efektifitas terhadap Kesulitan  dari House of Risk  fase II, diambil 12 langkah strategi mitigasi dari 15 usulan strategi yang akan digunakan untuk mencegah penyebab risiko.
Windari Oihu, Alfredo Tutuhatunewa, Ariviana L. Kakerissa
Published: 26 May 2022
Journal: i tabaos
i tabaos, Volume 2, pp 23-34; https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1.23-34

Abstract:
PT Dream Sukses Airindo (DSA) merupakan salah satu perusahaan penyedia air bersih di Kota Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan PT. DSA berdasarkan metode Servqual dan mengembangkan perbaikan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan PT. DSA dengan metode TRIZ. Lima dimensi utama yang digunakan, yaitu: bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Hasil analisis data menemukan bahwa, terdapat 16 gap negatif, diantaranya adalah perusahaan bersedia menerima kritik dan saran dari pelanggan, kecepatan karyawan dalam pelayanannya, kemudahan memperoleh informasi terbaru, perusahaan memberian jaminan nyata kepada pelanggan apabila terjadi kesalahan pada kinerja karyawan, dan ketersediaan lahan parkir yang cukup. Selanjutnya, dengan metode TRIZ dilakukan pengembangan perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi gap yang terjadi. Atribut yang menjadi fokus perbaikan adalah memperluas ketersediaan saluran bagi kritik dan saran dari pelanggan, mengubah pekerjaan pelayanan karyawan menjadi pekerjaan rotasi/shift jika ramai, agar karyawan tidak jenuh atau kelelahan, PT DSA membagi informasi tagihan dan pembayaran pada laman web dimilikinya, PT DSA dapat mengeluarkan jaminan Service Recovery pada pelanggan agar dapat memenuhi harapan pelanggan”, dan mengubah gaya parkir kendaraan agar terlihat luas sehingga pelanggan dapat memarkir kendaraan.
Andrew Novanto Lalihatu, Billy J. Camerling, Wilma Latuny
Published: 28 February 2022
Journal: i tabaos
i tabaos, Volume 2, pp 61-72; https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1.61-72

Abstract:
PT. Maluku Prima Makmur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan berbahan baku baku ikan tuna. Produk yang dihasilkan di antaranya fresh product, seperti yellowfin tuna fresh dan fresh product, seperti sailfish frozen. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap pihak PT. Maluku Prima Makmur, ditemukan bahwa PT. Maluku Prima Makmur seringkali mengalami permintaan ikan tuna melebihi persediaan, yang disebabkan oleh belum adanya perencanaan dan penjadwalan persediaan ikan tuna yang baik. Berdasarkan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persediaan ikan tuna pada PT. Maluku Prima Makmur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terstruktur untuk memperoleh data-data yang relevan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapan metode EOQ, perusahaan dapat menghemat total biaya persediaan untuk tahun 2021 hingga 33% atau sebesar Rp43.416.000,00 dengan kuantitas pesan optimal sebanyak 5.880 kg per pemesanan dan total frekuensi pemesanan sebanyak 94 kali dalam satu periode. Selain itu, melalui penghitungan, diperoleh jumlah safety stock dan reorder point sebanyak 2.378 kg dan 2.716 kg per bulan yang dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk segera memesan kembali. Berdasarkan hasil tersebut, maka perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan metode EOQ dalam pengendalian persediaan bahan ikan tuna guna mengoptimalkan biaya persediaan.
Jihan S. Makatutu, Aminah Soleman, Mentari Rasyid
Published: 28 February 2022
Journal: i tabaos
i tabaos, Volume 2, pp 90-98; https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1.90-98

Abstract:
Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh bahwa bangunan rektorat Institut Negeri Ambon belum menggunakan Display sebagai salah satu upaya memitigasi bahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan lintasan terpendek berdasarkan pendekatan Alogoritma Djikstra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perthitungan jarak terpendek dengan menggunakan metode algortima djikstra diperoleh bahwa lintasan terpendek Lama waktu yang dibutuhkan pegawai atau pejabat pada bangunan Rektorat IAIN menuju titik kumpul atau Assembly Point (AP) adalah 4,70 menit. Hasil simulasi pada gedung tanpa display dan menggunakan display untuk gedung lantai 1, pegawai atau pejabat 1,93 menit lebih cepat di titik kumpul (Assembly Point) daripada gedung tanpa penggunaan display. Pada lantai 2, pegawai atau pejabat 3,07 menit lebih cepat di titik kumpul dari pada gedung tanpa penggunaan display, dan pada lantai 3 pegawai atau pejabat 2,75 menit lebih cepat di titik kumpul daripada gedung tanpa display.
Mutmainah Handoyo, Aminah Soleman, Dian Pratiwi Sahar
Published: 28 February 2022
Journal: i tabaos
i tabaos, Volume 2, pp 73-81; https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1.73-81

Abstract:
Pandemi Covid-19 mengakibatkan lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh satgas Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah Departemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. Pandemi ini menyebabkan terdapat beberapa pekerjaan dengan intensitas tinggi selama 5 jam, seperti membuat atau menyediakan berbagai dokumen yang diperlukan (termasuk dokumen untuk pengadaan APD, berbagai resep obat dan surat izin untuk penyaluran APD, penyiapan dan penggunaaan alat kesehatan dan administrasi). Pekerjaan semacam ini, sering dilakukan secara repetitif atau berulang-ulang, sehingga menimbulkan rasa jenuh yang dapat memicu terjadinya kelelahan mental maupun kelelahan fisik. Untuk mengukur beban psikologi dan kemampuan kerja satgas Covid-19 dapat menggunakan NASA-TLX. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat mental workload satgas Covid-19, sehingga dari hasil penelitian dapat diberikan usulan untuk meminimalkan beban psikologi dan usulan untuk meningkatkan kemampuan kerja yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan yang diperoleh yaitu 18 orang (60%) satgas Covid-19 masuk dalam kategori mental workload tinggi sekali dan 12 orang (40%) lainnya masuk dalam kategori mental workload tinggi. Dari 6 indikator, rata-rata nilai beban kerja mental terbesar yaitu pada indikator kebutuhan mental (MD) dengan nilai rata-rata sebesar 21%.
Falensia Kaihena, Marcy L. Pattiapon, Nil E. Maitimu
Published: 28 February 2022
Journal: i tabaos
i tabaos, Volume 2, pp 82-89; https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1.82-89

Abstract:
PT. Nusa Ina merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang mengelola dan memproduksi minyak sawit. Untuk menunjang proses produksi, PT Nusa Ina memiliki 8 stasiun kerja yaitu stasiun timbang, stasiun sortasi, stasiun loading ramp, stasiun sterilizer, stasiun thressing, stasiun press, stasiun clarification dan storage tank Berdasarkan hasil pengamatan peneliti pada saat proses produksi minyak sawit diketahui bahwa terdapat 4 jenis aktivitas yang dapat menyebabkan pemborosan atau tidak memiliki nilai tamba Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi penyebab pemborosan serta membuat usulan perbaikan untuk mengurangi pemborosan di sepanjang aliran pengolahan CPO. Kemudian untuk menyelesaikan permasalahan menggunakan konsep lean manufacturing untuk menganalisis waste dengan value stream mapping, kemudian menentukan waste dengan menggunakan fishbone diagram serta merancangan rekomendasi perbaikan untuk mengatasi waste  tersebut. Berdasarkan Identifikasi waste sepanjang aliran pengolahan CPO maka perusahaan sering mengalami beberapa jenis pemborosan yang membuat sulitnya tercapai kapasitas produksi diantaranya over production, waiting time, transportation, motion, inventory, defect. Usulan perbaikan untuk mengurangi waste adalah dengan dilakukannya penjadwalan produksi, Penambahan jumlah lori, Perlu penambahan bak perebusan pada stasiun sterilizer, meminimasi penumpukan bahan baku dan terkena sinar matahari langsung, dan lainnya. Dalam penerapan lean manufacturing, lean time aktual yang sebelumnya 534 menit menggalami penurunan sebesar 15 menit menjadi 519 menit. Dengan Process Cycle Efficiency aktual sebesar 87,82%, mengalami peningkatan sebesar 1,02% menjadi 90,36% setelah dilakukan perbaikan.
Back to Top Top