Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2807-5560 / 2807-5447
Total articles ≅ 22
Filter:

Latest articles in this journal

Wahyu Indriyadi
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 2, pp 1-10; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v2i1.40

Abstract:
The soaring price of cooking oil and the shortage of supply in Indonesia since December 2021 have brought the Indonesian palm oil industry back into the spotlight. Indonesia is one of the largest palm oil producers in the world. Although oil palm plantations are recognized as having a major role in alleviating poverty in Indonesia, there is a lot of controversy surrounding the Indonesian palm oil industry, both in terms of poverty alleviation itself and in terms of environmental damage it caused. Using exploratory qualitative method, this paper argues that the palm oil industry controversy stem from different eco-centric and technocentric views of producer and importer countries on how to achieve sustainable agriculture. Using Indonesia as a case, the results shows that arguing palm oil’s role in alleviating poverty and efforts in reducing environmental impact in Indonesia is not enough to quell palm oil industry controversies. The existing sustainability certification system such as RSPO and ISPO are seen as a technocentric solution that is ineffective and inadequate, whereas eco-centric unclear concept of sustainability and the complexity of the palm oil industry production chain is seen as contradictive. The results shows Indonesia needs to further strengthen its perspective on sustainability with more openness of data and improvement of systems in order to overcome the polarization of the narrative that has grown distrust of the palm oil industry. Negative sentiment toward the palm oil industry will not only harm Indonesia's socio-economic status but can also harm the environment, because importing countries may have to abandon palm oil even though they yet have an alternative that is more sustainable than palm oil.
Fitria Cita Dirna
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 2, pp 26-35; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v2i1.42

Abstract:
Lingkungan sekolah memiliki peranan penting terhadap motivasi belajar siswa di sekolah. Situasi lingkungan sekolah berimplikasi terhadap tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Melalui realita tersebut, artikel ini menawarkan pembahasan mengenai analisis lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi tingginya motivasi belajar siswa. Diskusi disajikan dengan memaparkan gambaran lingkungan sekolah yang baik serta faktor-faktor lain yang berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian dilakukan di SLB Negeri Banyuasin dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara serta mempelajari dokumentasi terkait yang membahas tentang kondisi lingkungan dan motivasi belajar siswa. Hasil menunjukkan bahwa lingkungan SLB Negeri Banyuasin memberikan pengaruh yang tinggi terhadap kemauan belajar siswa. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai mampu mendukung proses belajar-mengajar dengan baik. Meskipun secara akademik prestasi siswa berkebutuhan khusus belum maksimal, namun lingkungan sekolah yang baik mampu mendorong kemauan belajar yang cukup tinggi kepada siswa.
Alfi Nurfita Chasanah, Yuniasih Purwanti
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 2, pp 48-56; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v2i1.45

Abstract:
The closure of school activities in Indonesia because of the Covid-19 pandemic brought a spontaneous shift from face-to-face learning to online learning. Early childhood education teachers were challenged to thoughtfully deliver a good quality lesson with the resource limitation due to pandemics. This study directly responds to the challenges and strategies of early childhood teachers to enhance quality learning during the Covid-19 Pandemic. This qualitative study surveyed teachers in the Secang district, one of the rural areas in Indonesia. The study shows that equity concern, digital tools and skills, and decreasing the quality of education were challenges that they experienced during Covid-19 pandemics. Home visits and blended learning were strategies that they used to enhance the learning quality of early childhood education. The paper concluded with implications for stakeholders to elaborate on online teaching and learning and strategies for supporting teachers in the Covid-19 pandemic.
Ade Tri Widyanti, Muhammad Raji Fudin
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 2, pp 36-47; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v2i1.43

Abstract:
Munculnya Botoh tidak lepas dari keadaan sosial politik masyarakat desa. Botoh menjalankan peran dan melakukan strategi pemenangan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan menggunakan ciri atau karakter lokal setempat. Aspek tersebut merupakan bagian dari indikator peran aktor politik dan strategi pemenangan dengan basis lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memfokuskan penelitian pada peran dan strategi Botoh dalam pemenangan Pilkades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, peran Botoh dalam pemenangan Pilkades dilakukan secara individu dan dalam tim pemenangan. Hubungan antara calon Kepala Desa dengan Botoh berupa hubungan patron-klien, yaitu hubungan yang berlandaskan pada pertukaran sumber daya. Selain itu, Botoh berperan sebagai perantara bagi calon Kepala Desa dengan pemilih. Kedua, strategi yang dilakukan Botoh dalam pemenangan ini menggunakan strategi pemenangan berbasis karakter lokal. Strategi pemenangan berbasis karakter lokal merupakan langkah pemenangan yang dilakukan oleh calon Kepala Desa bersama Botoh dengan memanfaatkan kebiasaan atau tradisi lokal. Strategi ini dinilai efektif untuk mengambil suara masyarakat dengan menggunakan pendekatan berbasis karakter lokal setempat. Namun demikian, kasus ini menarik sebab terdapat anggota Botoh yang bukan merupakan warga asli Desa Parakan.
Askar Nur, Muhammad Syamsul Abdullah
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 2, pp 11-25; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v2i1.41

Abstract:
Currently, technological developments have significant impact on people's lives. This development must also be followed by the mentality and readiness of the community to deal with it. One form of effort to keep pace with technological developments is through literacy-based community empowerment. This research focuses on community empowerment through cultivating reading literacy as a step in facing the challenges of the times while creating quality community characters based on literacy skills. Aspects of discussion in this research are alternative literacy movement carried out by the Barru Membaca community in the process of cultivating reading literacy among the people of Barru District, Barru Regency, South Sulawesi Province and responds of the community to the presence of the Barru Membaca community. This research uses descriptive research with a qualitative approach by conducting interviews with informants. The data analysis technique used is data collection, reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the process of cultivating reading literacy carried out by the Barru Membaca community had been running systematically, efficiently and independently, starting from the planning process of reading literacy acculturation programs, to the program evaluation stage in improving human resources literacy skills.
Dwi Nugroho
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 2, pp 57-68; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v2i1.46

Abstract:
Perempuan yang sejauh ini banyak mendapatkan diskriminasi dalam berbagai sektor pada prinsipnya memiliki potensi yang sama dengan laki-laki dalam ekonomi, sosial, politik, dan pendidikan. Namun meskipun demikian, keberadaan perempuan tidak banyak mendapat perhatian dan bahkan terbentur oleh beberapa nomenklatur yang berlaku. Agama dalam hal ini memiliki peran penting dalam pengembangan potensi dan kapabilitas perempuan. Selain itu, budaya juga memiliki nilai dan kekuatan yang sama untuk membangun sebuah kualifikasi perempuan. Integrasi keduanya dalam pemberdayaan ekonomi perempuan seharusnya menjadi keterhubungan yang memberi dampak signifikan pada ekonomi perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung, dokumentasi, dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan keberadaan agama dan budaya yang mampu mendorong perempuan dengan segala keterbatasannya dalam membangun struktur ekonominya. Penelitian ini menawarkan pembahasan mengenai integrasi agama dan budaya sebagai dasar gerakan komunitas pemberdayaan perempuan yang membawa dampak signifikan pada pembangunan ekonomi perempuan. Pertama, adanya Pesantren Wirausaha mampu meningkatkan kapasitas perempuan melalui advokasi-advokasi yang dilakukan setiap malam Kamis sebagai agenda rutin Pesantren. Kedua, keberadaan komunitas yang mengintegrasikan semangat keagamaan dan kekuatan sosial-budaya mampu mentransformasikan ruang agama yang eksklusif dan kebudayaan yang kaku mampu membuat gerakan-gerakan yang responsif dan komprehensif. Namun demikian, artikel ini masih terbatas pada skala diskusi dalam pemberdayaan, pesantren, dan perempuan di Payungi, jadi ini masih membutuhkan studi lebih lanjut dengan melihat dampak sosial-politik yang dihasilkan.
Alfian Nur Ahmad, Holy Glora Saragie Sijabat, Usman Manor
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 2, pp 69-80; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v2i1.47

Abstract:
Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama lebih dari satu dekade telah menunjukkan signifikansi terhadap penurunan korupsi di Indonesia. Namun begitu Revisi Undang-Undang KPK serta pandemi terbukti memberikan berpengaruh terhadap memburuknya tingkat korupsi dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia berdasarkan perspektif Principal Agent Theory (P-A) dan Collective Action Theory (C-A) serta intervensi yang dapat dilakukan berdasarkan kedua teori. Dengan menggunakan metode studi pustaka serta analisis struktural terhadap pembentukan perilaku, maka ditemukan bahwa upaya pemberantasan korupsi di Indonesia didominasi oleh perspektif P-A sehingga memerlukan upaya penguatan dari perspektif C-A melalui pelibatan masyarakat untuk menguatkan norma kolektif dan budaya anti-korupsi. Lebih lanjut analisa struktur menemukan bahwa intervensi pada level meso (norma kolektif) menjadi upaya paling rasional dan strategis untuk memberantas korupsi yang berada dalam jangkauan masyarakat serta memberikan pengaruh bagi pembenahan level mikro (karakter dan kepribadian individu) sekaligus menguatkan kepatuhan serta efektivitas dari level makro (tatanan kebijakan, aturan, dan hukum). Intervensi pada level meso dapat membentuk mekanisme kontrol sosial untuk memastikan akuntabilitas pelayanan publik, sekaligus menjadi integrasi pendekatan P-A dan C-A yang perlu dilakukan secara simultan sebagai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Rustono Farady Marta, Miletresia, Maristela Fernandes
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 2, pp 81-91; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v2i1.49

Abstract:
Social media has been used as a form of user character in Cyberspace. The new form of new media that was originally used as a place of self-expression has now built the users’ behavior. The used for representing themselves on social media initially aims to give an impression to other users then occur a cognitive dissonance behavior between behavior in the real world and things uploaded on social media. By using qualitative methods which focus on equilibrium in Tzvetan Todorov’s narrative analysis, researchers want to see the contrast in the behavior of social media users through the film ‘Social Life’. The author uses Impression Management Theory and Cognitive Dissonance Theory to describe and at the same time interpret the impression that the characters want to build in the film as well as the cognitive dissonance of social media users' behavior through the interpretation of the short film ‘Social Life’. The implication of this research is in the form of a narrative plot that shows the uncomfortable situation of the main character (Meredith) due to her desire to display a different self-image on social media so that this cognitive dissonance becomes the main consideration for leaving her social life.
Shiddiq Sugiono
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 1, pp 81-92; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v1i2.28

Abstract:
Setiap orang maupun organisasi harus mengetahui keunggulan dari konten podcast sehingga dapat memaksimalkan efektivitas strategi komunikasi program vaksinasi Covid-19. Adapun podcast merupakan konten media yang mendapatkan perhatian publik pada masa pandemi. Pemanfaatan konsep wawancara pada podcast perlu dimaksimalkan oleh setiap pemangku kepentingan karena pada masa pandemi banyak disinformasi dalam berbagai bentuk yang berpotensi menghambat kesuksesan program vaksinasi. Penyampaian informasi kesehatan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai berbagai keunggulan podcast dalam memberikan pemahaman maupun kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 melalui perspektif peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah tinjauan literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumber literatur didapatkan dari basis data Google Scholar dengan kata kunci podcast, vaccine, dan covid-19. Hasil sintesis dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil kajian ini menyebutkan bahwa podcast memiliki 4 keunggulan yang dapat digunakan sebagai peluang dalam mengomunikasikan pemahaman tentang vaksinasi yakni: menghadirkan expert, kemudahan akses informasi, keunggulan konten berjenis audio serta bersifat user generated content/UGC. Dengan menghadirkan Narasumber yang kredibel, konten podcast diharapkan mampu meningkatkan validitas informasi yang disampaikan sehingga masyarakat dapat terhindar dari berita bohong maupun hoaks. Adapun podcast dapat dibuat oleh siapa pun, tak hanya individu tetapi juga lembaga pemerintah, lembaga pendidikan hingga industri kesehatan sekalipun sehingga dapat memperluas cakupan edukasi masyarakat. Pada akhirnya podcast dinilai mampu berperan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat karena berbagai stakeholder turut berinisiatif untuk mengomunikasikan vaksinasi. Kajian ini turut membangun kerangka konseptual sebagai model untuk memahami relevansi keunggulan podcast dalam mendukung edukasi vaksinasi Covid-19.
Suroyo Suroyo, Bima Putra, Bedriati Ibrahim, Yanuar Yanuar, Asyrul Fikri, Bunari Bunari
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Volume 1, pp 143-152; https://doi.org/10.55480/saluscultura.v1i2.29

Abstract:
History subject, as one of the topics with the capacity to mold the nation's character, should stress mentality or emotional intelligence as well as knowledge or academic intelligence. This study employs the Library Research approach, which entails gathering information and data from existing book sources such as Malay history and culture books, past journals, and historical knowledge books. This is part of the Malay culture's character, and character building in the Malay community may be used in any learning topic, particularly history subject. The goal of this study is to demonstrate how Riau Malay culture is being included into history classes. The problem in the area is that the Malay character is not accommodated in school learning; it is doubtful that this generation in Riau Province would conduct in accordance with the Malay personality. Otherwise, Malay culture is implemented or used in every subject, particularly history instruction. However, implementation Malay culture of Riau into history education may be an input and source of information where instructors can apply character development to pupils while also developing historical education understanding.
Back to Top Top