Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara

Journal Information
EISSN : 2809-9818
Published by: IIQ An Nur Yogyakarta (10.37252)
Total articles ≅ 6
Filter:

Articles in this journal

Muhammad Khabibullah, Ahmad Shofiyuddin Ichsan, Muh. Subhan Ashari
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara, Volume 1, pp 64-78; https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i1.176

Abstract:
Penelitian ini mengungkap bagaimana meningkatkan bacaan kitab kuning melalui metode sorogan terhadap santri desa di Pondok Pesantren Wali Songo Pleret Bantul dan apa saja faktor dan penghambat dalam penerapan metode sorogan untuk meningkatkan bacaan kitab kuning santri desa di pesantren tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya ustaz dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning bagi santri desa yaitu dengan menerapkan metode sorogan dipandang sangat efektif. Hal ini didasari oleh tujuan pokok metode sorogan yaitu meningkatkan kualitas membaca, kepemahaman isi, dan dapat mengungkapkan isi bacaan. Tidak hanya itu, peningkatan itu terlihat juga dari banyaknya faktor pendukung dan minimnya faktor penghambat.
Jauharatul Kamila Afliha
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara, Volume 1, pp 26-49; https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i1.119

Abstract:
This study emphasizes two problems: (1) What is the history of the traditional house of Kudus Joglo Pencu and its development; (2) What are the meanings and values in the Joglo Pencu traditional house. This study finds the Islamic meanings, decorations, and architectural arts found in the Kudus traditional house. The approach used in this research is architectural-anthropology. This theory explains the relationship between function, form and meaning in four stages, namely heuristics, interpretation, interpretation, and historiography. The results of this study indicate that the traditional house of Kudus Joglo Pencu existed in 1500 AD with original teak wood through the roles of Sunan Kudus and Kiai Telingsing. The form of this Kudus traditional house architecture is the development of Javanese traditional houses which are influenced by Chinese, European, and Persian cultures. The traditional house of Kudus Joglo Pencu has Islamic values such as on the top of the roof of the king's roof with plant motifs that humans live must take refuge in Allah.
Dewi Ayu Kusuma Ning Tyas
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara, Volume 1, pp 1-25; https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i1.136

Abstract:
This study discusses the origin, change and continuity as well as the factors causing the study of the Qur'an at An-Nur Ngrukem Islamic Boarding School. It is qualitative research oriented towards literature study and oral history. The approach used is historical with heuristic methods, source criticism, interpretation and historiography. The results of the study, namely the study of the Qur'an at the An-Nur Ngrukem Islamic boarding school from 1978 AD to 2018 AD, did not change much. At the beginning of the establishment of the An-Nur Ngrukem Islamic boarding school, there was only a study of tahsin (qir?'ah Ashim) and tahfid then a study of commentaries and other classical books such as the Madrasah Diniyah Al-Furqon. The teaching system, facilities and infrastructure developed and the An-Nur Qur'an Education Park (TPQ) institution was established which was devoted to the children of the Ngrukem hamlet and its surroundings using the yanbu'a method. And the pioneering of qir?'ah sab'ah guidance for students who have memorized 30 juz. This was followed by the establishment of educational institutions to support the formal education of the students.
Adib Abbiya Qowiyyuddin
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara, Volume 1, pp 91-106; https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i1.152

Abstract:
Pesantren merupakan subkultur Islam yang mengakar pada kebudayaan Islam di Indonesia. Pendidikan di pesantren, tidak hanya identik dengan sarana dan praktik pendidikan, tetapi juga penanaman sejumlah nilai dan karakter moral. Berdirinya Pondok Pesantren Al Falah memberikan dampak sosial keagamaan bagi masyarakat serta menjadi pusat kajian Islam di wilayah Gedongan, Baki, Sukoharjo. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti yaitu Sosiologi budaya. Pendekatan Sosiologi Budaya mengkaji tentang konsep dan perilaku msyarakat yang mampu menafsirkan dan memecahkan fenomena budaya dalam sudut pandang sosiologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori fungsional struktural yang dikemukakan oleh Robert K Merton. Metode yang digunakan yaitu metode sejarah, yang meliputi empat langkah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi.
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara, Volume 1, pp 79-90; https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i1.144

Abstract:
Nama Gus Baha, sapaan akrab KH. Bahauddin Nur Salim tidak asing bagi warga muslim di Indonesia. Popularitasnya di media sosial makin meningkat hingga banyak sekali masyarakat muslim yang menjadi pecinta (muhibbin) Gus Baha. Anggapan ini didasari oleh banyaknya riset dan artikel-artikel yang membahas tentang sosok Gus Baha, terdapat 2500 artikel yang menyebut nama Gus Baha berdasarkan pencarian di google cendekia pada tahun 2021. (Gus Baha - Google Cendekia, n.d.) Selain itu, di kanal Youtube, Gus Baha merupakan salah satu kiai milenial yang mempunyai jutaan penonton pada tahun 2020 (Rusydiyah et al., 2020)
Muhamad Rofingi
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara, Volume 1, pp 50-63; https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i1.153

Abstract:
Penelitian ini berawal dari asumsi penulis tentang menurunnya moral anak, yang dipengaruhi oleh buruknya arus globalisasi dan meningkatnya ilmu teknologi yang belum menjadi landasan akhlak mulia. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan tawaran kajian pendidikan akhlak anak baik di sekolah maupun di pesantren melalui pemikiran pendidikan akhlak anak yang terdapat dalam kitab Simtu al-‘Iqyan Syarah Bugyah al-Ikhwan Wariyah al-sibyan Karya Abdullah Bin Amad Basaudan. Jenis penelitian ini adalah library research dengan memakai pendekatan hermeunetik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi. Analisis data memakai Content analysis. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pendekatan yang dilakukan di dalam kitab simtu al-iqyan tidak hanya secara kognitif, tetapi juga secara afektif yang menekankan pada aspek spiritual. Sehingga anak tidak hanya pintar secara kognitif tetapi juga secara intuitif.
Back to Top Top