Al-Abyadh

Journal Information
ISSN / EISSN : 2620-7265 / 2775-7080
Total articles ≅ 14
Filter:

Latest articles in this journal

Ruliana Fajriati, Yunita Prastiani
Al-Abyadh, Volume 5, pp 9-14; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v5i1.466

Abstract:
Urgensi dari proses pendidikan adalah untuk membentuk karakter manusia. Pembentukan karakter tersebut dimulai sedini mungkin. Untuk itu diperlukan pendidikan karakter di pendidikan anak usia dini sebagai antisipasi arus globalisasi yang berdampak pada menurunnya perilaku menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Metode dalam mengumpulkan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Pengolahan data dan analisis data dengan melakukan reduksi data kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Tujuannya ialah untuk menganalisa nilai-nilai karakter anak usia dini melalui keteladanan dan pembiasaan yang diimplementasikan di TK Islam Baitul Ihsan. Adapun hasilnya yaitu di kelas B3 TK Islam Baitul Ihsan terlihat 8 nilai karakter yang telah berkembang melalui metode keteladanan dan pembiasaan yaitu religius, jujur, bersahabat/komunikatif, disiplin, peduli lingkungan, tanggung jawab, mandiri dan rasa ingin tahu. Namun TK Islam Baitul Ihsan masih terus mengembangkan nilai-nilai karakter dengan berbagai metode lainnya sehingga dapat menyiapkan anak dalam menghadapi arus globalisasi.
Renny Rahmalia, Hanny Rufaidah Damra, Basori Basori, Shanti Nur Aishah
Al-Abyadh, Volume 5, pp 37-41; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v5i1.506

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh “pelatihan CAT (Curiculum Asessment Training) dalam meningkatkan pengetahuan guru tentang penilaian perkembangan anak usia dini”. Pengumpulan data menggunakan observasi dan skala Guttman tentang pengetahuan guru dalam memahami penilaian perkembangan anak usia dini. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan uji Wilcoxon dan analisis kualitatif untuk mendeskripsikan pengaruh “pelatihan CAT (Curiculum Asessment Training) dalam meningkatkan pengetahuan guru tentang penilaian perkembangan anak usia dini”. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa “pelatihan Cat (Curiculum Asessment Training) terbukti dapat meningkatkan pengetahuan guru tentang penilaian perkembangan anak usia dini dengan ditunjukkan nilai uji signifikansi (p) value (Asymp. Sig 2 tailed) nilai Z sebesar -2.495 sebesar 0.01dimana kurang dari 0.05 (p<0.05). Adapun bentuk pengaruhnya adalah positif, yang artinya ketika guru mendapatkan pelatihan “Cat (Curiculum Asessment Training)” maka guru akan mendapatkan perubahan yang positif terkait pengetahuannya tentang penilaian perkembangan anak usia dini.
Utia Virli Susanti, Titin Latifah
Al-Abyadh, Volume 5, pp 23-29; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v5i1.488

Abstract:
Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat penting, dampak pandemi yang terjadi pada kita mengakibatkan lembaga TK tersebut mengalami penurunan dalam peningkatan siswa dan siswi yang mengakibatkan proses belajar mengajar tingkat usia 4-5 dan 5-6 tahun harus dilakukan secara bersamaan dalam satu kelas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran bahwa dampak pendemi yang terjadi berdampak pada penerimaan siswa dan proses belajar guru ditingkat usia kelompok TK A dan TK B. Metodologi dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif diartikan sebagai penelitian yang meneliti kehidupan sosial dengan mengutamakan penekanan pada proses dan makna, dengan data yang berupa data deskriptif, jenis penelitian ini adalah alamiah atau apa adanya dari fenomena yang terjadi di lapangan. Terdapat tiga cara analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menunjukan bahwa proses belajar mengajar ditingkat usia itu sangat terlihat dampak pada proses perkembangan anak dimasa Golden Age.
Endang Puspitasari, Siti Labiba Kusna
Al-Abyadh, Volume 5, pp 1-8; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v5i1.447

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah permainan kekean tradisional dapat digunakan untuk membantu perkembangan sosial emosional pada anak usia dini. Penelitian ini dilakukan di RA Ainul Huda, Desa Soko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, dengan 20 orang anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Observasi dan dokumentasi adalah dua teknik pengumpulan data umum yang digunakan dalam penelitian. Tes Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini merupakan dampak permainan kekean tradisional terhadap perkembangan sosial dan emosional anak usia 5-6 tahun. Hal ini terlihat dari peningkatan rekapitulasi sebesar 3,40 dari hasil pretest sebesar 6,05 dan posttest sebesar 10,45 dan dibuktikan melalui uji hipotesis melalui uji wilcoxon dengan diperolehnya nilai sig = nilai thitung sebesar 17,573 > ttabel 2,101 sehingga hasil tersebut diputuskan untuk menolak H0.
Puspita Melati, Lizza Suzanti
Al-Abyadh, Volume 5, pp 30-36; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v5i1.469

Abstract:
Mengembangkan motorik halus pada anak usia dini di khususkan fokus pada pengordinasian otot-otot halus anak. Kegiatan menganyam kain flanel berbentuk ayam dengan lebar 20 cm dan panjang 15 cm. Bahan dan alat yang digunakan antara lain Kain flanel, mata boneka, lem tembak. Penilaian yang digunakan menggunakan teknik checklist. Penelitian ini dilakukan karena ingin mengetahui bagaimana penggembangkan motorik halus anak dengan melakukan suatu kegiatan yaitu melalui kegiatan menganyam menggunakan bahan flanel. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data dengan observasi secara langsung. Observasi dilaksanakan di Daerah Pandeglang Banten, sample dengan menggunakan 4 orang anak usia 5-6 tahun, hasil yang di dapat dengan observasi melalui kegiatan menganyam menggunakan kain flanel adalah sebanyak 4 anak terdapat 1 orang anak yang mulai berkembang dan 3 anak lainya berkembang sesuai harapan. dari ke 4 anak tersebut 3 anak sudah lihat menggunakan motorik halusnya dalam kegiatan menganyam, kegiatan menganyam ini dapat mengembangkan aspek motorik halus anak di usia 5-6 tahun.
Tuti Hidayati, Erna Budiarti
Al-Abyadh, Volume 5, pp 42-50; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v5i1.502

Abstract:
Teknik pengajaran konvensional yang selama ini berjalan tidak sesuai dengan keadaan yang terjadi belakangan ini akibat wabah Covid 19 yang melanda seluruh dunia. Pada dunia pendidikan, pemerintah mengharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau yang dikenal dengan sebutan pembelajaran jarak jauh (PJJ) oleh karena itu diperlukan media pembelajaran yang sesuai. Aplikasi Quizizz merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru untuk kegiatan belajar mengajar pada Pendidikan Anak Usia Dini karena media pembelajaran yang berbasis teknologi serta dapat digunakan sebagai game edukasi yang didalamnya memuat kuis, game dan survei. Penelitian Quasy Eksperiment ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Aplikasi Quizizz sebagai game edukasi yang menyenangkan terhadap kemampuan kognitif AUD terutama pada kemampuan mengingat anak kelompok TK B usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Quizizz efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak pada aspek mengingat untuk anak berusia 5-6 tahun.
Salsabila Hasiana Tanjung, Kamtini Kamtini, Suri Handayani Damanik
Al-Abyadh, Volume 5, pp 15-22; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v5i1.482

Abstract:
Setiap anak memiliki karakteristik dan kecerdasannya yang berbeda dari tiap anak yang lainnya. Anak cenderung beraktifitas seperti bermain dan berinteraksi dengan menggunakan sisi kecerdasan yang anak miliki. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan tes terhadap anak. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji regresi untuk melihat seberapa besar pengaruh penggunaan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk dengan menggunakan pendekatan saintifik terhadap kecerdasan spasial anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran berbasis eksperimen Populasi yang digunakan adalah anak usia lima sampai enam tahun yang berada pada usia taman kanak-kanak yaitu anak usia lima sampai enam tahun.
Jazilah Nayren, Heri Hidayat
Al-Abyadh, Volume 4, pp 81-88; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v4i2.321

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini yaitu agar menjawab rumusan beberapa pemahaman guru pendidikan anak usia dini tentang pemikiran esetika dalam pendidikan, pengaruh nilai-nilai estetika pada penataan pojok baca terhahadap minat baca anak. Hal ini sangat dibutuhkan karena ada beberapa pendidikan anak usia dini kurang memperhatikan nilai-nilai estetika pada penataan pojok baca, dan kurang memahami akan pentingnya diadakan ruangan pojok baca, sehingga hal tesebut dapat mengurangi minat baca anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (Library Research). Subjek penelitian difokuskan pada anak usia dini, data yang dikumpulkan serta data yang dianalisis berasal dari literature, dokumentasi, maupun jurnal yang releven dengan judul apa yang akan diteliti. Hasil dari peneilitain ini bahwasanya nilai-nilai estetika pada penataan pojok baca sangat berpengaruh terhadap minat baca anak, mengapa demikian, karena jika pojok baca ditata dengan menarik, unik dan estetik, maka anak akan tertarik mengunjungi pojok baca dan anak akan merasa nyaman berada diruangan pojok baca. Minat baca harus seharusnya ditanamkan sejak dini, bahkan ketika anak belum dapat membaca susunan huruf dalam sebuah buku. Menghadirkan pojok baca merupakan salah satu cara agar dapat menumbuhkan minat baca terhadap anak. Kebiasaan membaca sangat diperlukan karena kebiasaan membaca banyak sekali manfaatnya, dan dengan membaca anak akan mempunyai masa depan yang berkesan dan berwawasan luas.
Puspita Melati, Esya Anesty Mashudi
Al-Abyadh, Volume 4, pp 89-94; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v4i2.361

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gawai terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner dan bersifat kualitatif. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun. Dengan melihat bahwa tujuan utama pendidikan anak usia dini yaitu untuk memberikan perkembangan pada seluruh aspek dalam anak usia dini dengan memberikan stimulus-stimulus berupa kegiatan bermain yang menyenangkan dan mampu mengintegrasikan kemampuan anak usia dini secara optimal. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagain besar setuju bahwa dengan menggunakan gawai mampu membrikan perkembangan yang positif terhadap anak dalam memenuhi perkembangan bahasanya. Selain itu, dampak negative dari penggunaan gadget pun mampu menghambat sebagian anak dalam berbahasa. Hal serupa setuju bahwa gawai memberikan pengaruh yang baik dalam menemukan istilah baru dan melatih anak usia dini untuk berbicara secara langsung. Namun, adapun dampak negatifnya yang disetujui oleh sebagian besar responden yaitu anak mudah terdistraksi dalam lingkungan sosial karena penggunakan gawai.
Maya Rusalman, Deni Febrini, Fatrica Syafri
Al-Abyadh, Volume 4, pp 101-109; https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v4i2.294

Abstract:
Tujuan penelitian yang saya lakukan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk pengembangan media buku kegiatan tema pada pembelajaran semester satu yakni dengan tema diriku, lingkunganku, kebutuhanku, binatang dan tanaman yaitu buku kegiatan berbahasa inggris yang didesain dengan inovasi gambar dan warna yang lebih menarik sehingga anak lebih tertarik untuk melihat dan memperlajarinya, buku ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris anak usia dini di RA As Shaffah Kota Bengkulu. Aadapun metode yang digunakan yakni search and development (R&D). pengembang dengan model pengembangan richey and klien pada level 1. Dengan mengunakan 7 langkah pengembangan antara lain (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain produk, (6) revisi produk dan (7) uji coba produk skala kecil. Penelitian ini mengunakan desain penelitian dengan jumlah 14 anak (satu kelas) untuk mengetahui bagaimana peningkatan bahasa inggris anak. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yakni mengunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh kesmipulan produk baru hasil pengembangan sudah layak digunakan karena berada dalam katagori “sangat baik” hal ini dibuktikan dengan penilain dari validator.
Back to Top Top