EDUCARE: Journal of Primary Education

Journal Information
ISSN / EISSN : 2716-1021 / 2716-1013
Published by: EDUCARE: Journal of Primary Education (10.35719)
Total articles ≅ 35
Filter:

Latest articles in this journal

Zainal Abidin, Nasirudin Nasirudin
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 119-134; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.50

Abstract:
Each student has different potentials from one another, because each person is indeed born with a variety of different talents and has brought out his or her own nature, namely good nature that encourages tawhid and other natural qualities in the form of various innate potentials such as talents, intellectual abilities and others. The research approach used is a descriptive qualitative approach with the type of case study. The techniques used are interviews, observation, and documentation. While the validity of the data used triangulation of techniques and sources. The results of this study indicate: (1) Mina talents at MI Miftahul Muna through recruitment where students choose and register themselves to take part in the extracurricular program. Such as: drumband, dance, qiroat, scout, Pencak Silat, Chess, Volleyball, football, hadrah, singing, fashion, culinary, and calligraphy. (2) Interest talent planning, namely: Learning Implementation Plan, preparing experts who are competent in their fields as well as students recruited through extracurricular registration. Except for the drum band in this case bringing in experts from outside. (3) Implementation of talent and interest development at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Muna Kesilir, which is carried out once a week every Friday unless the drumband is held on Fridays and Sundays and if you want to appear at certain events, you can adjust the trainer's schedule or not. (4) Supervision is carried out directly at the time of the activity and some is carried out in an indirect way such as in this drumband activity because it brings in a trainer and is reported to the Madrasah Head.Keywords: Development; Talents and Interests; Students Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, karena setiap orang memang dilahirkan dengan berbagai bakat yang berbeda-beda dan telah membawa fitrahnya masing-masing, yaitu fitrah baik yang mendorong bertauhid maupun fitrah lainnya dalam bentuk berbagai potensi bawaan seperti bakat, kemampuan intelektual dan lain-lain. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, Adapun tehnik yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi tehnik dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pemetaan bakat mina di MI Miftahul Muna melalui perekrutan dengan peserta didik memilih dan mendaftarkan diri mengikuti program ekstrakurikuler. Seperti: drumband, tari, qiroat, pramuka, Pencak Silat, Catur, Bola Volly, Sepak Bola, hadrah, menyanyi, tata busana, tata boga, dan kaligrafi. (2) Perencanaan bakat minat, yaitu: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, menyiapkan tenaga ahlinya yang berkompeten dibidangnya serta peserta didik yang direkrut melalui pendaftaran ekstrakurikuler. Kecuali drum band dalam hal ini mendatangkan tenaga ahli dari luar. (3) Pelaksanaan pengembangan bakat dan minat di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Muna Kesilir yaitu dilaksanakan seminggu sekali setiap hari jum’at kecuali drumband dilaknakan hari Jum’at dan Minggu serta kondisional jika mau tampil pada event-event tertentu menyesuaikan jadwal pelatih bisa atau tidak. (4) Pengawasan dilakukan secara langsung pada saat kegiatan dan ada pula yang dilakukan dengan cara tidak langsung seperti yang dilakukan di kegiatan drumband ini karena mendatangkan pelatih dan dilaporkan ke Kepala Madrasah. Kata Kunci: Pengembangan; Bakat dan Minat; Peserta didik
Khusnul Khovia
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 201-220; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.60

Abstract:
The purpose of this study is to describe the planning, implementation and evaluation of the tahfidzul Al-Qur'an program for students volume 5 at MI Muhammadiyah 02 Pontang Ambulu Jember. This study uses a qualitative approach and the technique of determining data sources using purposive sampling. Collecting data through observation, interviews and documentaries. Data analysis, descriptive qualitative with data reduction steps, data presentation, conclusion drawing/verification. To check the validity of the data using triangulation of sources and techniques. The results of the research show: (1) Planning the tahfidzul Al-Qur'an program for students volume 5 at MI Muhammadiyah 02 Pontang Ambulu Jember, namely: determining the goal of memorizing 2 letters Al-Insyiqaq and Al-Muthoffifin, instilling a love of the Qur'an since early, Content of material, determine method, Determination of media, Determination of evaluation. (2) The implementation of the tahfidzul Al-Qur'an program for students volume 5 at MI Muhammadiyah 02 Pontang Ambulu Jember, namely: students memorizing letters Al-Insyiqaq and Al-Muthoffifin, reading letters according to makhraj and tajwid, Submission of material by teachers, using tilawati method by listening, imitating, reading together and repeatedly, using Juz 'Amma, Al-Qur'an and murottal media. (3) Evaluation of the tahfidzul Al-Qur'an program for students volume 5 at MI Muhammadiyah 02 Pontang Ambulu Jember, namely: evaluation of objectives, evaluation of material based on the target of memorizing letters Al-Insyiqaq and Al-Muthoffifin and not experiencing difficulties, evaluation of methods, formative evaluation at the end of each lesson and letter increase.Keywords: Tahfidzul Al-Qur'an; Student; Madrasah Ibtidaiyah Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program tahfidzul Al-Qur’an peserta didik jilid 5 di MI Muhammadiyah 02 Pontang Ambulu Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tehnik penentuan sumber data menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumenter. Analisis data, kualitatif deskriptif dengan langkah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan tehnik. Hasil penelitiannya menunjukkan: (1) Perencanaan program tahfidzul Al-Qur’an untuk peserta didik jilid 5 di MI Muhammadiyah 02 Pontang Ambulu Jember yaitu: penentuan tujuan hafalan 2 surat Al-Insyiqaq dan Al-Muthoffifin, menanamkan cinta Al-Qur’an sejak dini, Isi materi, menentukan metode, Penentuan media, Penentuan evaluasi. (2) Pelaksanaan program tahfidzul Al-Qur’an untuk peserta didik jilid 5 di MI Muhammadiyah 02 Pontang Ambulu Jember yaitu: peserta didik menghafal surat Al-Insyiqaq dan Al-Muthoffifin, membaca surat sesuai makhraj dan tajwid, Penyampaian materi oleh guru, menggunakan metode tilawati dengan mendengarkan, menirukan, membaca bersama-sama dan berulang-ulang, Penggunaan media Juz ‘Amma, Al-Qur’an dan murottal. (3) Evaluasi program tahfidzul Al-Qur’an untuk peserta didik jilid 5 di MI Muhammadiyah 02 Pontang Ambulu Jember yaitu: evaluasi tujuan, evaluasi materi berdasarkan target menghafal surat Al-Insyiqaq dan Al-Muthoffifin dan tidak mengalami kesulitan, evaluasi metode, evaluasi formatif setiap akhir pembelajaran dan kenaikan surat. Kata Kunci: Tahfidzul Al-Qur’an; Peserta Didik; Madrasah Ibtidaiyah
Ronald Felix Yanuar, Theresia Niken Dwi Utami Putri
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 181-200; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.74

Abstract:
This research was carried out at SDS Harapan Jakarta. This research aims to unravel the implementation of character education’s values through thematic subject, specifically on Indonesian Language Content. This research uses qualitative descriptive approach to gather research data deeply and thoroughly regarding character education’s value. Data collection was done using interviews, observation, and documentation. Miles and Huberman method was used to analyze data collected with the process of data collection, condensation, data display, and data verification. Triangulation was used to verify the validity of the data. The result of this study revealed that 1) The implementation of character education values in the content of Indonesian Language learning in Class 3 is implemented through reading and writing activities that prioritize the five main values in education according to the Minister of Education and Culture. 2) There are still less-effective efforts to achieve learning objectives. 3) There is still a lack of learning innovations carried out to achieve learning goals. 4) No lesson plans that are not made routinely as a means of evaluating learning. 5) There is still a need for improvement in the application of character education in Indonesian content that is linked to students' real experiences, both through online and offline learning. Keywords:Character Education; Primary School; Thematic Learning; Indonesian Language Content Penelitian ini dilaksanakan di SDS Harapan Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap implementasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui mata pelajaran tematik, khususnya pada muatan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data penelitian secara mendalam dan menyeluruh mengenai nilai pendidikan karakter. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan dengan proses pengumpulan data, kondensasi, tampilan data, dan verifikasi data. Triangulasi digunakan untuk memverifikasi keabsahan data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa 1) Implementasi nilai pendidikan karakter dalam muatan pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 3 diterapkan melalui kegiatan membaca dan menulis yang mengedepankan lima nilai utama dalam pendidikan sesuai Permendikbud. 2) Masih ada upaya-upaya yang kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. 3) Masih kurangnya inovasi pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 4) Tidak ada RPP yang tidak dibuat secara rutin sebagai sarana evaluasi pembelajaran. 5) Masih perlu adanya perbaikan penerapan pendidikan karakter konten bahasa Indonesia yang dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik, baik melalui pembelajaran online maupun offline. Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Sekolah Dasar; Pembelajaran Tematik; Muatan Bahasa Indonesia
Sinta Yulis Pratiwi
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 135-148; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.53

Abstract:
This study aims to explain the optimization of the ARCS learning model as an effort to increase the learning motivation of students, especially in thematic learning at MI At-Taqwa Bondowoso. The method used is qualitative with a descriptive qualitative approach, while the type of research used in this research is field research. The data collection techniques used interviews, observation, and documentation. Data analysis used was condensation, data presentation, and verification. And the validity of the data uses triangulation of sources and techniques. The results of this study indicate (1) Thematic Learning Problems at MI At-Taqwa Bondowoso, namely: Teachers are less biased in utilizing learning media, so that the only sources used are textbooks, classroom learning is only centered in the teacher, the students' lack of interest in the learning process, so that students do not pay attention to the teacher who teaches. (2) The application of the ARCS model in thematic learning at MI At-Taqwa Bondowoso, namely: The implementation of the ARCS model was carried out by teachers with several methods and strategies such as modeling the way strategy and also contextual teaching and learning, ARCS Model as an alternative solution in learning for increasing students 'learning motivation is able to stimulate students' enthusiasm in thematic learning.Keywords: ARCS Model; Thematic Learning; Motivation to Learn Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan optimalisasi model pembelajaran ARCS sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik khususnya dalam pembelajaranTematik di MI At-Taqwa Bondowoso. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yakni kondensasi, penyajian data, dan verifikasi. Dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Problematika Pembelajaran Tematik di MI At-Taqwa Bondowoso, yaitu: Guru kurang biasa memanfaatkan media pembelajaran, sehingga sumber yang dipakai hanya buku ajar saja, Pembelajaran di kelas hanya berpusat pada guru, Kurangnya ketertarikan peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik tidak memperhatikan guru yang mengajar. (2) Penerapan model ARCS dalam pembelajaran tematik di MI At-Taqwa Bondowoso, yaitu: Penerapan model ARCS dilakukan oleh para guru dengan beberapa metode dan strategi seperti strategi modeling the way dan juga contextual teaching and learning, Model ARCS sebaga solusi altenatif dalam pembelajaran untuk meningkatakn motivasi belajar peserta didik mampu merangsang semangat peserta didik dalam pembelajaran tematik. Kata Kunci: Model ARCS; PembelajaranTematik; MotivasiBelajar
Faiqotul Isma Azizah, Hartono Hartono
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 149-164; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.67

Abstract:
The Quantum Teaching learning model is a modification of the various interactions that exist in and around the moment in learning. This study aims to find out more about how to apply Quantum Teaching in measuring students' abilities including cognitive, affective and psychomotor aspects. This research method uses qualitative research methods with the type of research field research. Data collection techniques using observation techniques, interviews, and documentation. While the data analysis is a qualitative analysis model of Miles and Huberman and Saldana which consists of data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions. The results of this study are: (1) Implementation of Quantum Teaching in Class V Thematic Learning at MI Mambaul Ulum Kandangrejo cognitive aspects, namely students are able to think more critically and broadly, students are able to do assignments or exercises and can understand learning well, students able to provide questions and answers properly and appropriately. (2) Implementation of Quantum Teaching in Class V Thematic Learning at MI Mambaul Ulum Kandangrejo aspects in the affective aspect, namely: the curiosity of students increases, students become more focused, students' attitudes become more confident and courageous. (3) Implementation of Quantum Teaching in Class V Thematic Learning at MI Mambaul Ulum Kandangrejo psychomotor aspects, namely: students are able to practice well the learning media is provided, students are able to name the names and parts of the circulatory organs, students are able to show the circulatory organs blood using the medium.Keywords: Quantum Teaching; Learning; Madrasah Ibtidaiyah Model pembelajaran Quantum Teaching merupakan pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana penerapan Quantum Teaching dalam mengukur kemampuan peserta didik meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Field Research. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data analisis kualitatif model Miles dan Huberman dan Saldana yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Implementasi QuantumTeaching Pada Pembelajaran Tematik Kelas V di MI Mambaul Ulum Kandangrejo aspek kognitif yaitu peserta didik mampu berfikir secara lebih kritis dan luas, peserta didik mampu mengerjakan tugas atau latihan dan dapat memahami pembelajaran dengan baik, peserta didik mampu memberikan pertanyaan dan jawaban dengan baik dan sesuai. (2) Implementasi QuantumTeaching Pada Pembelajaran Tematik Kelas V di MI Mambaul Ulum Kandangrejo aspek dalam aspek afektif yaitu: rasa ingin tahu peserta didik meningkat, peserta didik menjadi lebih fokus, sikap peserta didik semakin percaya diri dan berani. (3) Implementasi QuantumTeaching Pada Pembelajaran Tematik Kelas V di MI Mambaul Ulum Kandangrejo aspek dalam aspek psikomotorik yaitu: peserta didik mampu mempraktikkan dengan baik media pembelajaran disediakan, peserta didik mampu menyebutkan nama dan bagian organ peredaran darah, peserta didik mampu menunjukkan bagian organ peredaran darah dengan menggunakan media. Kata Kunci: QuantumTeaching; Pembalajaran; Madrasah Ibtidaiyah
Mutik Nur Fadhilah, Mohamad Nurahman
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 165-180; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.72

Abstract:
The learning process in the new normal is currently still undergoing a process of adaptation. Where the learning is still limited face-to-face and some others are brave. Process adaptation. This learning requires an NHT learning technique that makes it easier for class II students to understand the concept of social studies learning in the natural and artificial environment as a whole and is able to increase their motivation in learning. The research method uses a quantitative design using a non-equivalent control group design. The variables of this study consisted of independent variables and dependent variables. The population of this study were all second grade students at Anak Saleh Elementary School, while the samples were second grade students who carried out the bold learning process and second grade students who carried out offline learning processes. The data collection used in this study included interviews, questionnaires and observations. The data analysis technique is validity test and reliability test. Analysis of the data used through data coding, data transfer to a computer using prerequisite tests and hypothesis testing. The results of the research show: 1) the level of understanding of the social studies concept of class II students who study with the Numbered Head Together (NHT) learning technique is better than conventional learning techniques of 0.429 (results from the t-test) and 2) the level of motivation to learn social studies of class students II with Numbered Head Together (NHT) learning technique of 0.733 is better than conventional learning which is only 0.704. Surely this is greater than rtable = 0.361. Keywords: NHT; Concept Understanding; Motivation to Learn Proses pembelajaran di masa new normal saat ini masih mengalami proses adaptasi. Dimana pembelajarannya masih dengan tatap muka terbatas dan sebagian lainnya daring. Adaptasi proses peralihan pembelajaran inilah dibutuhkan sebuah tekhnik pembelajaran NHT yang mempermudah peserta didik kelas II dalam memahami konsep belajar IPS dalam materi lingkungan alam dan buatan secara utuh dan mampu meningkatkan motivasinya dalam belajar. Metode penelitian menggunakan kuantitatif menggunakan desain non equeivalen control grup design. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas II di SD Anak Saleh, sedangkan sampelnya adalah peserta didik kelas II yang melakukan proses pembelajaran daring dan kelas II yang melakukan proses pembelajaran luring. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, angket dan observasi. Tehnik analisis data uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data yang digunakan melalui pengkodean data, pemindahan data ke komputer menggunakan uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Hasil penelitiannya penelitian ini menunjukkan: 1) tingkat pemahaman konsep IPS peserta didik kelas II yang belajar dengan tekhnik pembelajaran Numbered Head Together (NHT) lebih baik daripada tekhnik pembelajaran konvensional sebesar 0,429 (hasil dari uji-t) dan 2) tingkat motivasi belajar IPS peserta didik kelas II dengan tekhnik pembelajaran Numbered Head Together (NHT) sebesar 0,733 lebih baik daripada tekhnik pembelajaran konvensional yang hanya sebesar 0,704. Tentunya hal ini lebih besar daripada r tabel = 0,361. Kata Kunci: NHT; Pemahaman Konsep; Motivasi Belajar
Yesi Budiarti, Meita Dwi Solviana
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 221-234; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.68

Abstract:
Learning is a conscious effort made by individuals to acquire various kinds of abilities (competencies), skills (skills), and attitudes (attitudes) through a series of learning processes that will ultimately result in behavioral changes in the individual. The learning process in schools tends to emphasize the achievement of changes in cognitive (intellectual) aspects which are carried out through various forms of approaches, strategies, and certain learning models. Learning systems that specifically develop affective abilities have received less attention, affective abilities are only used as a nurturing effect. This study aims to (1) find out whether online learning is able to bring out the affective abilities of prospective study program teachers (2) analyze the affective abilities of prospective teachers in online learning. The data used in this study is qualitative data. The technique used is a questionnaire. This questionnaire was given to respondents, namely students of PGSD teacher candidates at Muhammadiyah University of Pringsewu. The results of the study indicate that affective abilities can appear in online learning as evidenced by the results of the questionnaire that has been given to respondents. The indicators of affective ability in this study include attitudes, interests, self-concept, values, and morals, all of which are in the good range. This means that the results of students' affective abilities can be said to be valid or appear in online learning Keywords: Affective Ability; e-learning; PGSD Belajar merupakan upaya sadar yang dilakukan individu untuk memperoleh berbagai macam kemampuan (competencies), ketrampilan (skills), dan sikap (attitudes) melalui serangkaian proses belajar yang pada akhirnya akan menghasilkan perubahan tingkah laku pada individu tersebut. Proses pembelajaran di sekolah lebih cenderung menekankan pada pencapaian perubahan aspek kognitif (intelektual) yang dilaksanakan melalui berbagai bentuk pendekatan, strategi, dan model pembelajaran tertentu. Sistem pembelajaran yang secara khusus mengembangkan kemampuan afektif kurang mendapat perhatian, kemampuan afektif hanya dijadikan sebagai efek pengiring (nurturant effect). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah pembelajaran online mampu memunculkan kemampuan afektif calon guru prodi (2) menganalisis kemampuan afektif calon guru SD pada pembelajaran online. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Teknik yang digunakan ialah angket. Yang diberikan kepada 132 responden, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan afektif dapat muncul pada pembelajaran online. Indikator kemampuan afektif dalam penelitian ini, meliputi sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral yang semuanya berada pada rentang baik. Hal ini berarti bahwa hasil kemampuan afektif calon guru sekolah dasar dapat dikatakan valid atau muncul pada pembelajaran online. Kata Kunci: Kemampuan Afektif; e-learning; PGSD
Nasilah Nasilah, Ahmad Winarno
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 39-58; https://doi.org/10.35719/educare.v2i1.49

Abstract:
This research was conducted at SD Darus Sholah, Jember which aims to answer the main problems related to the implementation of the Student Team Achievement Divisions learning strategy in integrated thematic learning. The problem studied in this research is the Implementation of the Student Team Achievement Divisions Strategy in integrated thematic learning at SD Darus Sholah, Jember. This research approach uses a qualitative approach with the type of phenomenological research. Methods of data collection using interviews, observation and documentation. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, with the process of data collection, condensation, data display, and data verification. To test the validity of the data using triangulation. The results of this study indicate that: 1) At the presentation stage, the teacher starts with story material, reviews previous material, and learning activities in teams. 2) The teacher prepares a worksheet as a guide for group work and each member can contribute, the teacher makes observations, provides guidance, motivation, and assistance if needed. 3) Individual tests in groups. 4) Score development for individuals, the teacher combines the previous score with the final score. 5) Appreciation for the team is based on the assessment of individuals in the group so that the process of group assessment recapitulation is based on individual assessment of each group. Keywords: STAD Model; Learning, Thematic; Primary school Penelitian ini dilakukan di SD Darus Sholah Jember yang bertujuan untuk menjawab pokok permasalahan berkaitan dengan penerapan strategi belajar Student Team Achievement Divisions dalam pembelajaran tematik terpadu. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, Implementasi Strategi Student Team Achievement Divisions dalam pembelajaran tematik terpadu di SD Darus Sholah Jember. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, dengan proses data collection, condensation, data display, and data verifiying. Untuk menguji keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pada tahap presentasi, guru memulai dengan materi cerita, mereview ulang materi sebelumnya, dan kegiatan belajar dalam tim. 2) Guru menyiapkan lembaran kerja sebagai pedoman kerja kelompok dan setiap anggota dapat berkontribusi, guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan, motivasi, dan bantuan jika diperlukan. 3) Tes individu dalam kelompok. 4) Skor pengembangan bagi individu, guru menggabungkan skor nilai sebelumnya dengan skor akhir. 5) Penghargaan bagi tim mendasarkan kepada penilaian terhadap individu dalam kelompok sehingga proses rekapitulasi penilaian kelompok, didasarkan kepada penilain individu masing-masing kelompok. Kata Kunci: Model STAD; Pembelajaran, Tematik; Sekolah Dasar
Siti Nur Fadilah, Nasirudin F
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 87-100; https://doi.org/10.35719/educare.v2i1.51

Abstract:
Giving stimulus from educators in the form of giving appreciation and punishment will greatly affect the way of thinking and behavior of students in achieving the goals of character education that have been set. This study aims to describe the implementation of reward and punishment in shaping the character of students' discipline. This research uses a qualitative approach with the type of case study. Methods of data collection using interviews, observation and documentation. The validity of the data used source triangulation and technical triangulation. The results of this study indicate: (1) The implementation of rewards in shaping the discipline character of students is done by giving rewards in the form of praise and giving appreciation in the form of gifts. (2) The implementation of punishment in shaping the disciplinary character of students is carried out by giving gradual warnings, giving spontaneous warnings and written warning letters. (3) Evaluation of the implementation of rewards and punishments in shaping the character of students' discipline is using process evaluation, which is an assessment carried out during the learning process by observing the attitudes of students everyday when they are in the madrasa environment.. Keywords: Reward; Punishment; Discipline; Learners Pemberian stimulus dari pendidik berupa pemberian apresiasi dan hukuman akan sangat mempengaruhi cara berpikir dan tingkah laku peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan karakter yang sudah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tehnik. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Implementasi reward dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik dilakukan dengan memberikan reward dalam bentuk pujian serta memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah. (2) Implementasi punishment dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik dilakukan dengan cara memberi peringatan secara bertahap, memberi teguran spontan dan surat peringatan tertulis. (3) Evaluasi implementasi reward dan punishment dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik adalah menggunakan evaluasi proses, yaitu penilaian yang dilakukan di saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati dari sikap peserta didik sehari-hari ketika berada di lingkungan madrasah. Kata Kunci: Reward; Punishment; Disiplin; Peserta Didik
Sumining Sumining
EDUCARE: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 1-24; https://doi.org/10.35719/educare.v2i1.30

Abstract:
Development of thematic teaching materials based on Islamic values, especially those related to the contents of the verses of the Alqur'an and / or hadith as the basis of all science. In the available books, there are no thematic teaching materials that are integrated with the Al-Quran and Hadith, as well as Islamic values ??that are able to implement the core competencies of the 2013 curriculum, namely the competence of spiritual attitudes in thematic learning. The formulation of this research is: (1) producing thematic teaching materials based on Islamic values ??theme 7 (Leadership) class 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Jember. (2) to determine the effectiveness of thematic teaching materials based on Islamic values ??in learning. This study uses a research and development research type, the Borg and Gall model which is divided into 10 steps, namely: (1) research and data collection (2) planning, (3) product draft development, (4) initial field trials, ( 5) revising the results of trials, (6) field trials, (7) improving products from field tests, (8) conducting field trials, (9) improving product results, and (10) disseminating and implementing. The testing technique was carried out by comparing the pre-test and post-test values. The data was calculated using the t-test and processed using the SPSS application to determine the effectiveness of teaching materials. The results of this study indicate: the validation test produces an average of 88.79% with the criteria that the book is very suitable for use in learning. In terms of attractiveness, this book is very interesting to use for students, this is based on the results of the questionnaire data given to students with an average of 88.24% with very attractive qualifications. Meanwhile, from the results of the pre-test and post-test based on the t count which shows that it is greater than the t table, it means that the book is effective for use in learning. Keywords: Teaching Materials; Thematic Learning; Islamic Value Pengembangan bahan ajar tematik berbasis nilai keislaman, terutama yang terkait dengan isi ayat Alqur'an dan/atau hadits sebagai dasar dari semua sains. Dalam buku yang telah tersedia tidak ada bahan ajar tematik yang terintegrasi dengan Al-Quran, dan Hadits, serta nilai-nilai Islam yang mampu mengimplementasikan kompetensi inti dari kurikulum 2013 yaitu kompetensi sikap spiritual dalam pembelajaran tematik. Perumusan penelitian ini yaitu: (1) menghasilkan bahan ajar tematik berbasis nilai keislaman tema 7 (Kepemimpinan) kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Jember. (2) mengetahui efektifitas bahan ajar tematik berbasis nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan Research and Development, model Borg and Gall yang terbagi menjadi 10 langkah, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk hasil, dan (10) diseminasi dan implementasi. Teknik uji coba dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test. Data dihitung dengan uji-t dan diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk mengetahui efektifitas bahan ajar. Hasil penelitian ini menunjukkan: uji validasi tersebut rata-rata menghasilkan 88,79 % dengan kriteria bahwa buku tersebut sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Dari segi kemenarikan, buku ini sangat menarik untuk digunakan pada siswa, hal ini berdasarkan dari hasil data angket yang diberikan kepada siswa dengan rata-rata 88,24% dengan kualifikasi sangat menarik. Sedangkan dari hasil pre-test dan pos-test berdasarkan uji t hitung yang menunjukan lebih besar dari t tabel, berarti buku tersebut efektif untuk digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: Bahan Ajar; Pembelajaran Tematik; Nilai Keislaman
Back to Top Top