Jurnal Elementaria Edukasia

Journal Information
ISSN / EISSN : 2655-0857 / 2615-4625
Published by: Universitas Majalengka (10.31949)
Total articles ≅ 159
Filter:

Latest articles in this journal

Moch Taufik Iskandar, Karta Sasmita, Sri Tatminingsih
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3763

Abstract:
Hasil belajar yang rendah dapat dipengaruhi oleh minat belajar dan efikasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhl minat belajar dan efikasi diril terhadap hasill belajar lIPS siswal kelasl V di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Adapun penelitian ini menggunakan desain penelitian survei pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini seluruhl peserta didik kelasl V SD di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengn jumlah 169 siswa dengan menggunakan teknik purposive lsampling sejumlah 157 peserta didik. Pengambilan data menggunakan instrument non tes dan tes untuk mengukur hasil belajar IPS yang telah diujicobakan. Adapun analisis data penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian ini adalah pertama, terdapatl pengaruhl minat belajar terhadapl hasill belajar IPSl siswa kelasl V dil Kabupatenl Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 63,7% dan sebesar 36,3% pengaruh berasal dari fackor lain. Kedua, terdapatl pengaruh efikasil diri terhadapl hasil belajarl IPSl siswa lkelas V dil Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 67% dan sebesar 33% pengaruh berasal dari fakrot lain. Ketiga, terdapatl pengaruhl minat belajarl dan efikasil diri terhadapl hasil lbelajar IPSl siswa kelasl V dil Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 79% dan sebesar 21% pengaruh sisanya berasal dari faktor lain. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi guru untuk dapat memperhatikan minat belajar dan efikasi diri guna menunjang pencapaian belajar siswa.
Vella Sinta Nur Azizah, Kartika Yuni Purwanti
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3731

Abstract:
Peniltian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan sosial siswa pada kelas VI Sekolah Dasar pada saat itu keterampilan sosial siswa hanya 48%. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh penggunaan model Role Playing berbantu media Emaze terhadap Keterampilan Sosial Siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Dalam penelitian kuantitatif ini hanya memfokuskan beberapa variable saja, Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang merupakan suatu penelitian untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji statistik yang akurat. Pada penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design berupa nonequivalent control group design. Desain penelitian ini menggunakan metode pretest sebelum pelajaran di mulai, kemudian diberikan perlakuan denganmenggunakan model pembelajaran Role Playing berbasis Media Emaze, serta diakhiri dengan postest untuk mengukur perbedaan Peningkatan keterampilan sosial siswa pada setiap pertemuan. Subjek pada penelitian ini adalah 39 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji independent sample t-test, dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh model role playing berbantuan media emaze terhadap keterampilan sosial siswa.
Irma Sofiasyari, Devi Afriyuni Yonanda
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3776

Abstract:
Kearifan lokal yang terdapat pada masyarakat di Indonesia banyak mengandung nilai luhur budaya bangsa, salah satunya kearifan lokal di Kabupaten Majalengka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) nilai kearifan lokal yang ada di masyarakat Majalengka untuk membentuk karakter siswa sekolah dasar, 2) cara menanamkan nilai tersebut sehingga dapat membentuk karakter siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka sistematis, langkah penelitiannya yaitu menemukan artikel yang sesuai dengan dua kata kunci, memenuhi kriteria inklusi eksklusi, lolos penilaian kualitas terdiri dari penilaian pertanyaan penelitian, metodologi, dan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Kabupaten Majalengka yang dapat diajarkan kepada siswa SD adalah tari kedempling, tari simbarkencana, jum’at bersih, dan tradisi di Majalengka. Nilai karakter yang terdapat dalam kearifan lokal tersebut diantarnya (1) religius, (2) toleransi, (3) disiplin, (4) jujur, (5) demokrasi, (6) mandiri, (7) bersahabat/ komunikatif, (8) peduli sosial, dan (9) bekerja keras. Bentuk implementasinya dengan mengintegrasikan pada pembelajaran tematik bidang SBdP, kegiatan pembiasaan dan mengajak siswa untuk ikut serta pada kegiatan tradisi masyarakat Majalengka. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran untuk mengembangkan penelitian selanjutnya mengenai kearifan lokal dan diintegrasikan pada pembelajaran lain.
Bagus Nurul Iman, Dewi Yuningsih, Rinto Rinto, Sri Rahayu Fitriani
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3734

Abstract:
Selama pembelajaran daring, motivasi belajar siswa dominan dipengaruh juga oleh persepsi siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Penggunaan aplikasi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang ikut memberikan efek terhadap motivasi belajar dan persepsi siswa. Salah satu aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh guru adalah edmodo. Tujuan penelitian ini yaitu pertama, mengetahui pengaruh penggunaan edmodo terhadap motivasi belajar peserta didik di kelas V SDN Kemakmuran 2 pada masa COVID-19. Kedua, mengetahui persepsi penggunaan aplikasi edmodo kelas V SDN Kemakmuran 2 pada masa COVID-19. Ketiga, mengetahui motivasi belajar yang di alami oleh peserta didik dalam penggunaan aplikasi Edmodo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Sampel pada penelitian ini berjumlah 36 siswa kelas V-A, dan V-B dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen yang digunakan adalah berupa angket. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, edmodo berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap motivasi belajar siswa. Kedua, siswa kelas V SDN Kemakmuran 2 memiliki persepsi baik terhadap aplikasi edmodo karena memberikan rasa nyaman kepada penggunanya serta fitur edmodo menjadi faktor dalam memberi rasa ketertarikan kepada siswa. Ketiga, siswa kelas V SDN Kemakmuran 2 memiliki motivasi belajar dalam kategori sedang dengan jumlah 23 siswa. Dengan demikian edmodo menjadi aplikasi yang dapat membantu pembelajaran daring selama masa pandemi.
Neni Maulidah, Decenni Amelia, Dian Anggraeni Maharbid
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3775

Abstract:
Akhir-akhir ini berpikir kreatif menjadi satu dari sekian banyak keterampilan yang banyak diminati, dikembangkan, diteliti dan mewarnai perubahan sistem pendidikan serta penyesuaian kurikulum. Bagi guru dan calon guru, kebiasaan berpikir kreatif akan sangat berpengaruh pada penyusunan rencana kegiatan mengajar. Penelitian ini bermaksud menganalisis kebiasaan berpikir kreatif (Creative Habits of Mind) mahasiswa calon guru sekolah dasar. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana calon guru memiliki kebiasaan berpikir kreatif terutama terkait pengembangan kompetensi pedagogic di dalam kelas. Analisis kebiasaan berpikir kreatif (Creative Habits of Mind) calon guru sekolah dasar dalam penelitian ini menggunakan indikator Creative Habits of Mind dari Bill Lucas serta pengukuran potensi kreatif melalui Torrance Test Creativity dan Inventori Kebiasaan Berpikir Kreatif dari Tidd & Bessant. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada mahasiwa prodi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang dilaksanakan pada semester genap 2020/2021. Penelitian dilakukan pada 31 sampel penelitian yang dipilih secara random. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kreativitas, penyebaran angket dan rubrik penilaian kebiasaan berpikir kreatif. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mengemukakan bahwa mahasiswa calon guru dengan IPK tinggi cenderung memiliki kebiasaan berpikir kreatif tinggi dan sebaliknya mahasiswa dengan IPK rendah memperoleh kebiasaan berpikir kreatif rendah pada 3 pengujian yaitu dua kali tes torrance dan satu kali kuesioner inventori kebiasaan berpikir kreatif. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru dengan indeks prestasi kumulatif tinggi cenderung memiliki kebiasaan berpikir kreatif tinggi. Diharapkan penelitian ini mendorong mahasiswa calon guru untuk dapat mengembangkan kebiasaan berpikir kreatif.
I Gusti Agung Jatiariska, Kadek Yudista Witraguna, I Komang Wisnu Budi Wijaya
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3771

Abstract:
Proses pembelajaran Matematika saat ini belum memuaskan jika ditinjau dari hasil belajar, maka diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran Matematika yang berbeda dan melatih siswa untuk berpikir yang diajarkan sejak dini. Pembelajaran matematika di sekolah dasar hendaknya menggunakan pendekatan matematika realistik mengingat usia anak sekolah dasar yang berada pada tahap operasional konkret. Pada pendekatan ini siswa belajar dari hal yang kontekstual, adanya pemodelan untuk mengajarkan konsep yang abstrak, pembelajaran secara berkelompok dan adanya hubungan antara Matematika dengan ilmu lainnya. Namun, situasi pandemi Covid-19 membuat pembelajaran tatap muka berubah menjadi pembelajaran daring. Dengan demikian, pembelajaran matematika realistik pun harus beradaptasi dengan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan matematika realistik berbasis pembelajaran daring di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka. Sumber data berupa jurnal, buku dan sumber ilmiah lainnya yang berkaitan dengan pendekatan matematika realistik, pembelajaran daring dan karakter anak sekolah dasar. Data dianalisis dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pendekatan matematika realistik dapat diterapkan dalam pembelajaran daring dengan berfokus pada penggunaan konteks, penggunaan model, pemanfaatan hasil konstruksi siswa, interaktivitas dan keterkaitan.
Zulhendri Zulhendri
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3781

Abstract:
Dalam memberikan pelayanan pada siswa Attention Defisit Hyperactivy Disorder (ADHD), guru kelas menghadapai berbagai kendala dari mulai proses pembelajaran sampai pada pelayanan secara personal. Apalagi jika tidak terdapat guru pendamping khusus (GPK) yang dapat menangani serta memberikan bimbingan khusus terhadap siswa ADHD. Berbagai kendala yang dialami oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran terhadap siswa ADHD. Dalam hal ini guru kelaslah yang memberikan bimbingan kepada siswa berkebutuhan khusus tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebu, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan apa kendala yang dialami oleh guru di SDN 06 Rawang Sulit Air dalam menghadapi Anak Berkebutuhan Khusus: ADHD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif jenis deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan subjek penelitian adalah guru kelas. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yaitu mendeskripsikan temuan dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan, Hasil penelitian menggambarkan bahwa beberapa kendala yang dialami oleh guru dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus: Attention Defisit Hyperactivy Disorder (ADHD) untuk mengimpelementasikan atau menerapkan pembelajaran, yaitu: 1) Kendala dari Guru Pembimbing Khusus (GPK), 2) Kendala dari siswa, 3) Kendala dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), 4) Kendala dari media pembelajaran, dan 5) Kendala dari sarana dan prasarana pendidkan. Dengan demikian, guru kelas harus mempersiapkan diri secara lebih matang dalam menghadapi kendala dalam memberikan pelayanan kepada siswa ADHD.
Siti Fatonah, Maya Setia Priadi
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3774

Abstract:
Pembelajaran yang dilakukan selama masa pandemi menuntut guru untuk tetap melaksanakan penilaian secara komprehensif. Salah satunya adalah dalam melaksanakan penilaian autentik pada masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penilaian autentik pada ranah afektif, kognitif dan psikomotor pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV MI Al Islamiyah Grojogan. Subjek yang diteliti yaitu guru kelas IV A, Kepala Sekolah dan lima peserta didik. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif melalui reduksi data, pengolahan data dan interpretasi data. Sumber data pada penelitian ini adalah peserta didik, kepala sekolah, dan guru Bahasa Infonesia kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penilaian autentik ranah afektif pada pembelajaran Bahasa Indonesia diawali tahap perencanaan dengan menentukan sikap yang akan diamati, menyusun indikator sikap, dan menentukan format penilaian. Teknik penilaian yang digunakan yaitu observasi dan jurnal. Pada penilaian autentik ranah kognitif pada pembelajaran diawali dengan tahap perencanaan melalui perancangan prota, prosem, silabus. Teknik penilaian yang digunakan yaitu tes tulis, tes lisan dan penugasan. Pada penilaian autentik ranah psikomotor diawali dengan tahap perencanaan penilaian psikomotor yang dilakukan secara terpadu dengan penilaian kognitif. Teknik penilaian yang dilakukan yaitu unjuk kerja, proyek dan portofolio. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penilaian autentik yang dilakukan meliputi ranah afektif, kognitif, dan psikomotor. Diharapkan selama masa pandemi, guru tetap melaksanakan penilaian autentik karena melalui penilaian autentik, guru tetap dapat mencapai target tujuan pembelajaran bukan hanya dari sisi pengetahuan tetapi juga sikap dan keterampilan siswa.
Siwi Utaminingtyas, Ujiati Cahyaningsih
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3787

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan fokus masalah tentang penerapan penggunaan media audio visual pada pembelajaran tatap muka terbatas di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dengan audio visual pada pembelajaran IPS kelas V Sekolah Dasar pada pembelajaran tatap muka terbatas. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, penelitian dilaksanakan di SD Negeri Kasatriyan Kelas V dengan jumlah peserta didik 14 yang terdiri atas 9 laki-laki dan 5 perempuan. Teknik pengumpulan data berupa tes dan non tes. Instrumen pengumpulan data meliputi tes pilihan ganda, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus I menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik yang tuntas sebesar 64,28%. Begitu juga pada siklus II peserta didik mencapai ketuntasan dalam pembelajaran IPS meningkat sebesar 92,86%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media audio visual pada pembelajaran IPS kelas V Sekolah Dasar dapat mengalami peningkatan pada pembelajaran tatap muka terbatas.
Hilman Hilmawan, Nurani Hadnistia Darmawan, Kidung Rakasiwi
Jurnal Elementaria Edukasia, Volume 5; https://doi.org/10.31949/jee.v5i1.3799

Abstract:
Kemampuan verbal merupakan hal yang sangat penting bagi individu khususnya siswa sekolah dasar. Hal demikian dikarenakan kemampuan verbal yang baik dapat menunjang proses pembelajaran karena siswa dapat dengan mudah menuangkan isi pikirannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tingkat kemampuan verbal yang dimiliki siswa kelas 1 sekolah dasar berdasarkan gender nya. Subjek penelitian ini adalah 42 orang siswa kelas 1 sekolah dasar. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi yang berisikan indikator kemampuan verbal. Deskriptif kualitatif menjadi metode penelitian yang diterapkan dengan teknik analisis data yakni reduksi data, display data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kemampuan verbal siswa perempuan yakni 58% dan persentase kemampuan verbal siswa laki-laki yaitu 42%, kemampuan verbal siswa perempuan lebih mendominasi dibandingkan dengan kemampuan verbal siswa laki-laki. Hal penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa siswa serta menerapkan berbagai metode pembelajaran yang tepat untuk mengembangkan kemampuan verbal siswa.
Back to Top Top