Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas

Journal Information
EISSN : 2797-1309
Published by: LPPM Hang Tuah Pekanbaru (10.25311)
Total articles ≅ 51
Filter:

Latest articles in this journal

Hetty Ismainar, Hastuti Marlina, Ani Triana
Published: 2 September 2022
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 81-88; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss2.1283

Abstract:
Latar Belakang Sunting merupakan gangguan pertumbuhan tinggi badan. Prevalensi stunting di Provinsi Riau berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 yaitu 23,7% (standar WHO < 20%). Pemicu stunting ini multifaktor yang diawali mulai dari kehamilan sampai 2 tahun usia balita. Perlu upaya pencegahan untuk mengurangi prevalensi stunting tersebut. Tujuan, Untuk memberikan edukasi kesehatan masa kehamilan melalui leafleat dan banner pada ibu hamil. Metode, Edukasi kesehatan pada ibu hamil berupa penyuluhan dan media edukasi kesehatan berupa leaflet dan banner. Kegiatan ini diberikan kepada ibu hamil di wilayah kelurahan Rejosari berjumlah 18 orang. Pemahaman materi tentang “Cegah Stunting pada masa kehamilan” yang diberikan focus pada empat materi edukasi antara lain: Tablet Tambah Darah, Pertolongan Persalinan dengan tenaga kesehatan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dan ASI Ekslusif. Indikator pengukuran menggunakan kuisioner pre dan post-test. Hasil. Nilai pre-test, pengetahuan rendah 54,2% dan pengetahuan tinggi 45,8%, setelah dilakukan post-test, nilai pengetahun rendah 26,4% dan pengetahuan tinggi 73,6%. Kesimpulan. Kegiatan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan banner ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil cara pencegahan stunting dimasa kehamilan sebesar 27,8%. Saran. Perlu pemantauan berkala oleh bidan coordinator wilayah Puskesmas Rejosari yang berfokus pada pemberian 90 butir TTD, Persalinan dengan tenaga kesehatan, IMD dan ASI Ekslusif
Aslis Wirda Hayati, Husnan Husnan, Roziana Roziana
Published: 2 September 2022
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 112-123; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss2.1241

Abstract:
The prevalence of stunting in the Southeast Asia/South-East Asia Regional (SEAR) is 36.4%. One of the efforts to prevent and reduce the prevalence of stunting is to teach teenagers about food consumption patterns based on balanced nutrition. This community service aims to improve adolescent food consumption patterns. This training is conducted from February to February. August 2022. Dietary counseling was conducted 3 times using the book "Balanced Nutrition for Youth: Prevent Stunting" at SMP N 1 Kampar, Kampar District, Kampar Regency. Assessment of adolescent eating patterns was carried out using pre and post test questionnaires. Questions related to the type, amount and frequency of eating. The practice of administering food was carried out 3 times at the Food Processing Laboratory of the Integrated Laboratory of Poltekkes, Ministry of Health, Riau on Jl. Melur 103 Pekanbaru City. Assessment of adolescent skills in food administration was carried out by observing using a checklist. The number of participants in the training was 12 teenagers. The result of this activity is an increase in adolescent food consumption patterns by 6.7%, from 82.7 to 89.4%. The increase in value is seen in the frequency of food consumption, from 75 to 80%. The type and amount of food consumed by adolescents since before the training seems to have been good with a value above 80%. The average balanced menu processing practice by adolescents is in the good category with a score above 80%. The conclusion of this activity is that there is an increase in adolescent food consumption patterns after participating in the Training on the Use of the Book "Balanced Nutrition for Adolescents: Prevent Stunting". The type and amount of food consumed by adolescents was good since before the training. The frequency of adolescent food consumption became good after the training. Abstrak Prevalensi stunting di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR) yaitu sebesar 36,4%. Salah satu upaya untuk mencegah dan mengurangi prevalensi stunting yaitu mengajarkan kepada remaja tentang pola konsumsi pangan berdasarkan gizi seimbang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pola konsumsi pangan remaja. Pelatihan ini dilakukan bulan Februari s.d. Agustus 2022. Penyuluhan pola makan dilakukan sebanyak 3 kali dengan menggunakan Buku “Gizi Seimbang Remaja: Cegah Stunting” di SMP N 1 Kampar Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Penilaian pola makan remaja dilakukan menggunakan kuesioner pre dan post test. Pertanyaan berkaitan dengan jenis, jumlah dan frekuensi makan. Praktik penyelenggaraan makanan dilakukan sebanyak 3 kali di Laboratorium Pengolahan Pangan Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Riau di Jl. Melur 103 Kota Pekanbaru. Penilaian keterampilan remaja dalam penyelenggaraan makanan dilakukan dengan observasi menggunakan daftar tilik. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 12 orang remaja. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pola konsumsi pangan remaja sebanyak 6,7% yaitu dari 82,7 menjadi 89,4%. Peningkatan nilai terlihat pada frekuensi konsumsi pangan yaitu dari 75 mejadi 80%. Jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi remaja sejak sebelum pelatihan terlihat sudah baik dengan nilai di atas 80%. Rata-rata praktik pengolahan menu seimbang oleh remaja sudah termasuk kategori baik dengan nilai di atas 80%. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pola konsumsi pangan remaja setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Buku “Gizi Seimbang Remaja: Cegah Stunting”. Jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi remaja sudah baik sejak sebelum pelatihan. Adapun frekuensi konsumsi pangan remaja menjadi baik setelah pelatihan.
Ari Susanti, Hamidah Hamidah, Isye Fadmiyanor
Published: 2 September 2022
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 139-145; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss2.1324

Abstract:
Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) saat ini masih menjadi prioritas program kesehatan di Indonesia. Bidan sebagai pemberi asuhan kebidanan memiliki posisi strategis untuk berperan dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB. Karena itu, bidan harus memiliki kualifikasi yang diilhami oleh filosofi asuhan kebidanan yang menekankan asuhannya terhadap perempuan (women centred care).Salah satu model asuhan yang dapat berkontribusi dalam penurunan AKI dan AKB yaitu model asuhan Continuity of midwifery Care (CoMC). Model Asuhan CoMC adalah asuhan kebidanan yang berkelanjutan saat kehamilan, kelahiran dan masa pasca kelahiran. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bidan dalam memberikan asuhan Kebidanan model CoMC di Praktik Mandiri Bidan (PMB), Klinik Pratama dan klinik Utama di Kota Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan pada bulan Februari s/d September 2021 di Praktik Mandiri Bidan (PMB), Klinik Pratama dan klinik Utama Kota Pekanbaru. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah Bidan sebanyak 21 orang. Metode pengabdian yaitu pelatihan tentang asuhan kebidanan model CoMC, pendampingan dalam melaksanakan asuhan dan evaluasi pelaksanaan asuhan. Diharapkan kepada bidan yang ada di Kota Pekanbaru menerapkan model asuhan CoMC ini dalam memberikan pelayanan kebidanan. Kata Kunci: Asuhan kebidanan, kehamilan, bersalin, nifas
Ayu Laili, Gunawan Irianto, Asep Dian Abdillah, Ruhyandi Ruhyandi, Yayat Suryati, Susilowati Susilowati
Published: 2 September 2022
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 146-157; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss2.1331

Abstract:
Latar Belakang Desa Tanimulya mempunyai 25 Rukun warga (RW), yang mempunyai 26 posyandu. Ketika pandemi, sebagian masyarakat desa Tanimulya terancam dari segi ekonomi dan kesehatannya. Banyak juga yang terkena positif Covid-19, dan juga penurunan ekonomi keluarga, karena ada yang kena PHK, penurunan pendapatan akibat WFH, tidak bisa berjualan lagi, dan factor lainnya yang disebabkan oleh pandemic Covid’19. Berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan ekonomi dan Kesehatan keluarga, sehingga perlu meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dengan membekali pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan ekonomi dan Kesehatan keluarga. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat kelor untuk kesehatan dan untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan terhadap perwakilan kader posyandu dari 25 RW di Desa Tanimulya, dengan teknik praktek penanaman setek tanaman kelor, penyuluhan langsung, pembekalan keterampilan, praktek langsung pengolahan daun kelor menjadi makanan, minuman dan lainnya, dan untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Hasil dari pemberdayaan dan penyuluhan masyarakat tentang daun kelor, menunjukan bahwa pengetahuan tentang manfaat dan kandungan nutrisi daun kelor sebelum dilakukan penyuluhan sebesar 53% peserta, sedangkan pengetahuan peserta setelah penyuluhan sebesar 100%. Hasil kegiatan penyuluhan langsung berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan, penanaman bibit kelor, dan bisa mempraktekan pengolahan daun kelor menjadi bahan makanan pendamping ASI, jenis makanan dan minuman yang bernilai gizi dan ekonomi, menjadi produk siap jual. Manfaat bagi peserta (Kader posyandu), dapat memberikan penyuluhan kembali tentang manfaat kelor untuk Kesehatan dan cara pengolahan daun kelor untuk makanan pendamping asi (MPASI) kepada ibu-ibu balita di posyandunya masing-masing, dan untuk keluarganya. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi Kesehatan, Daun Kelor
Bayu Anggileo Pramesona, Asep Sukohar, Suharmanto Suharmanto
Published: 2 September 2022
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 103-111; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss2.1327

Abstract:
Latar Belakang Salah satu upaya guna memperbaiki keselamatan pasien di rumah sakit (RS) adalah dengan menerapkan komunikasi efektif baik antarperawat maupun perawat-petugas kesehatan lain. Namun, di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi belum pernah dilakukan pelatihan komunikasi efektif menggunakan teknik SBAR. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan mempraktikkan komunikasi efektif dengan teknik S-BAR pada perawat guna mencegah kesalahan pemberian obat sehingga keselamatan pasien dapat terwujud. Metode Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan simulasi/role play pelaksanan komunikasi efektif dengan teknik S-BAR pada 58 perawat pelaksana di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara pada 4 Juli 2022. Media yang digunakan berupa materi tentang komunikasi efektif menggunakan teknik S-BAR. Pengetahuan diukur dengan melakukan pre dan post-test sebelum dan setelah pelatihan. Penilaian praktik komunikasi S-BAR dilakukan setelah role play melalui contoh kasus. Hasil Rata-rata pengetahuan perawat meningkat 42.6% setelah dilakukan pelatihan. Perawat juga dapat mempraktikkan teknik komunikasi S-BAR dengan benar. Kesimpulan Pelatihan komunikasi S-BAR terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat untuk mencegah kesalahan pemberian obat. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi rutin terkait pelaksanaan komunikasi S-BAR pada perawat. Pihak manajemen RS disarankan untuk memberikan pelatihan komunikasi S-BAR pada tenaga kesehatan secara berkala.
Enisah Maksum, Nurhalina Nurhalina, Dyan K. Nugrahaeni, Iin Inayah, Mamat Lukman
Published: 2 September 2022
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 89-102; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss2.1238

Abstract:
Protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dapat disajikan dalam bentuk permainan kelompok yaitu ular tangga. Permainan ular tangga modifikasi khususnya bagi siswa sekolah dasar (SD) ditujukan sebagai media promosi kesehatan dalam pembelajaran pencegahan penularan Covid-19. Metode yang digunakan yaitu difusi ilmu pengetahuan, teknologi dan sains yang menghasilkan produk permainan berupa desain permainan simulasi ular tangga modifikasi bagi kelompok sasaran yaitu siswa SD kelas 1. Desain ular tangga modifikasi menghasilkan media permainan yang komunikatif dan mudah dimengerti, memiliki visualisasi eye catching dengan gambar yang menarik dan full colour, atraktif dan menyenangkan untuk digunakan sebagai media belajar. Ular tangga modifikasi ini dapat menjadi sebuah media pembelajaran karena penuh dengan ilustrasi yang komunikatif, dan dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar dan mengingat kembali pelajaran yang telah diberikan
Oktavia Dewi, Novita Rani, Erli Fanora
Published: 2 September 2022
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 124-131; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss2.1284

Abstract:
Aktivitas dokter gigi berhubungan dengan produksi aerosol. Virus SARS-CoV-2 sangat banyak ditemukan di naso-orofaring dan saliva. Produksi aerosol dan droplet merupakan penyebab penyebaran COVID-19 pada praktik dokter gigi.. Target capaian pengabdian masyarakat ini memberikan pemahaman dan motivasi kepedulian dokter gigi untuk dapat mencegah penularan covid sehingga tercapai proses layanan kesehatan gigi yang aman dan optimal. Dengan peningkatan pemahaman dokter gigi maka diharapkan tidak ada lagi dokter gigi yang tertular virus covid. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pemberian materi upaya pencegahan penularan covid-19 di ruang praktek dokter gigi dalam bentuk pemutaran video yang dikirimkan melalui aplikasi whats app pada masing masing dokter gigi di Pekanbaru. Pre Test dan Post test dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman dokter gigi terhadap materi yang diberikan secara daring melalui google form. Rerata peningkatan pemahaman dokter gigi yang terbesar sebesar 12,6% Sterilisasi harus dilakukan pada ruangan dan alat setiap pasien setelah selesai perawatan. Cara sterilisasi yang biasa dilakukan adalah cuci pakai sabun, merendam alat dalam larutan desinfektan atau memasukan dalam alat sterilisasi (autoclave). Selama pandemic Covid-19, Alat Perlindungan Diri yang dikenakan oleh dokter dan para perawat dianjurkan mengganti setiap pertukaran pasien agar menghindari transmisi virus dan bakteri dari 1 pasien ke pasien lainnya. Ruangan praktek juga dilakukan penyemprotan cairan desinfektan atau memberikan Sinar UV setelah selesai tindakan pasien, untuk membersihkan udara di ruangan klinik. Serta dianjurkan memberikan jarak waktu yang cukup antar pasien terutama jika ada tindakan invasif pada pasien yang sebelumnya. Kata kunci :Perilaku Penularan covid 19, ruang praktek dokter gigi, peningkatan pengetahuan
Vella Yovinna Tobing, Dian Roza Adila, Eva Nurlis
Published: 2 September 2022
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 132-138; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss2.1254

Abstract:
Penyebaran virus COVID-19 terjadi secara global. Saat ini dikabarkan bahwa virus sudah bermutasi dan menjadi lebih berbahaya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus adalah dengan memperkuat sistem pertahanan tubuh melalui vaksinasi. Beberapa issue menyebabkan program vaksinasi COVID-19 mendapat tanggapan pro dan kontra. Kondisi kontra dikarenakan adanya keraguan terkait keamanan dan keefektifan vaksinasi COVID-19. Keraguan ini khususnya timbul pada kelompok ibu hamil dan menyusui, sehingga cakupan vaksin COVID-19 untuk kelompok ibu hamil dan menyusui masih belum optimal. Edukasi terkait vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui menjadi salah satu tantangan, terutama dimasa pandemi dimana adanya pembatasan lama kunjungan saat melakukan ANC. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Rumbai Bukit, belum ada media edukasi terkait vaksin COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui yang bisa dibawa pulang oleh pasien. Selain itu, tenaga keseshatan mengalami keterbatasan waktu karena mayoritas tenaga kesehatan juga berperan menjadi vaksinator. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan program vaksinasi berupa pembuatan booklet yang berisi info tentang vaksinasi pada ibu hamil dan menyusui. Booklet ini diharapkan dapat menjadi media edukasi dan menjadi sumber informasi terkait vaksinasi COVID-19 yang bisa dibaca di rumah oleh pasien dan keluarga. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang positif dari Bidan Koordinator di Puskesmas Rumbai Bukit Kota Pekanbaru. Media berupa booklet ini akan sangat membantu proses edukasi pasien, terutama ibu hamil.
Fatma Nuraisyah, Apik Rusdiarna Indra Praja
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 1-5; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss1.1054

Abstract:
Penyakit tidak menular (PTM) mengalami peningkatan yang serius dari tahun ke tahun sehingga perlu adanya edukasi terkait perkembangan prevalensi PTM di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader Aisyiyah Banguntapan Utara Yogyakarta setelah dilakukan penyuluhan pencegahan dan penanganan penanggulangan PTM. Metode yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan desain eksperimen rancangan pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 31 orang ibu kader Aisyiyah Banguntapan Utara Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk dan dilanjut dengan uji alternatif Wilcoxon untuk melihat kemaknaan. Diperoleh hasil bahwa adanya perbedaan rerata antara pengetahuan sebelum dengan setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit PTM. Namun, secara statistik tidak signifikan (p-value=0,007) Metode seperti ini dapat dikembangkan di wilayah yang berbeda dengan jumlah responden yang lebih banyak. Disarankan adanya pemeriksaan dini secara rutin guna pencegahan komplikasi akibat PTM di wilayah Banguntapan Bantul Yogyakarta khususnya di Desa Wonocatur.
Riezky Faisal Nugroho, Erika Martining Wardani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, Volume 2, pp 15-21; https://doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss1.1136

Abstract:
Salah satu faktor yang menyebabkan masalah gizi balita di Indonesia adalah konsumsi makanan ibu pada masa kehamilan atau bahkan saat remaja yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil usia 15-49 tahun sebesar 24,2% dan meningkat sebesar 17,3% tahun 2018. Survei Diet Total (SDT) tahun 2014 sebesar 55,7% balita mempunyai asupan energi yang kurang dari Angka Kecukupan Energi (AKE) yang dianjurkan. Salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang mengalami peningkatan stunting adalah Jember. Jumlah penderita stunting di Kabupaten Jember meningkat dari 17.344 pada tahun 2018 menjadi 19.870 pada tahun 2019. Masalah stunting yang paling banyak terjadi di wilayah Puskesmas Jember bagian utara, salah satunya Puskesmas Pakusari. Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Surabaya memiliki kegiatan pelayanan ke masyarakat dengan memberi solusi dalam menangani Asupan Gizi pada balita dan ibu hamil dan status gizi melalui intervensi makanan tambahan (PMT) dan edukasi Gizi. Lokasi kegiatan adalah wilayah kerja Puskesmas Pakusari. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat, yaitu: menambah pengetahuan, sikap, perilaku dan asupan dalam mempersiapkan dan menyediakan menu gizi seimbang makanan lokal untuk ibu hamil dan balita.
Back to Top Top