Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam

Journal Information
ISSN / EISSN : 1979-1399 / 2548-3889
Published by: IAIN Syekh Nurjati Cirebon (10.24235)
Total articles ≅ 7
Filter:

Articles in this journal

Lia Rosita Dewi
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, Volume 5, pp 84-98; https://doi.org/10.24235/oasis.v5i2.6149

Abstract:
Teachers have a significant role in the educational system. In the Industrial Age 4.0, teachers are expected to continue to develop themselves to answer the challenges of today's education. This article describes the relationship between pedagogic competence and personality competence with the professionalism of Islamic education teachers in elementary schools in Bulakamba District, Brebes Regency. This study uses correlational quantitative methods (correlation design). The results of this study indicate that increasing pedagogic competence and personality competence will increase teacher professionalism and can improve the quality of education.Guru menjadi ujung tombak utama keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan. Di Era Industri 4.0, seorang guru diharapkan dapat terus mengembangkan dirinya untuk menjawab tantangan pendidikan saat ini. Artikel ini menjelaskan hubungan antara kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian dengan profesionalisme guru PAI di SD di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional (correlation design). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin meningkat kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian maka akan meningkat profesionalisme guru dan dapat meningkatkan mutu pendidikan.
Tutik Nurul Janah, Abdul Ghofarrozin
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, Volume 5, pp 69-83; https://doi.org/10.24235/oasis.v5i2.7775

Abstract:
Islamic boarding schools are Islamic educational institutions that have an important role in society, including in providing guidance for the implementation of worship during the COVID19 pandemic. The function of the pesantren in the community at least includes three aspects, namely religious function (diniyah), social function (ijtima'iyyah), and educational function (tarabawiyyah. This research is qualitative research. This research uses a descriptive method. Data obtained from three sources: primary data, secondary data and tertiary data. The results of this study indicate the role of pesantren as Islamic educational institutions in the implementation of guidance of worship during the pandemic. The implementation of worship in pesantren refers to the decision of the LBM NU regarding worship guidelines during the pandemic era in areas affected by the virus.Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting di tengah masyarakat termasuk dalam memberikan panduan pelaksanaan ibadah di masa pandemi COVID19. Fungsi pesantren di tengah masyarakat paling tidak mencakup tiga aspek, yakni fungsi religius (diniyah), fungsi sosial (ijtima’iyyah), dan fungsi edukasi (tarabawiyyah). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh melalui tiga sumber: data primer, data sekunder dan data tersier. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam memberikan panduan pelaksanaan Ibadah di masa pandemi. Pelaksanaan ibadah yang diberikan oleh pesantren merujuk pada keputusan LBM NU tentang panduan ibadah pada masa pandemi yang berada di daerah yang terjangkit virus.
Azra Batrisyia, Siti Rohmah Soekarba
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, Volume 5, pp 53-68; https://doi.org/10.24235/oasis.v5i2.7473

Abstract:
Pesantren is known as a cultural heritage in the form of an Islamic religious education system that has been existed for a long time in Indonesia. Pesantren APIK is a traditional pesantren that has been developed in the learning system with the existence of schools and colleges. This research discusses on Islamic education held by Pesantren APIK. This study used a qualitative descriptive method by collecting data using literature review and interview, then written based on cultural adaptation theory. The result shown that Islamic education held in Pesantren APIK is using a gradation system with a curriculum based on Kyai’s decision. The learning system centred on study of the yellow book, religious routine practice, and certain ijazah to increase santri’s of religiosity.. Pesantren dikenal sebagai warisan kebudayaan berupa sistem pendidikan agama Islam yang telah ada sejak dulu di Indonesia. Pesantren APIK merupakan pesantren tradisional yang telah mengalami perkembangan dalam sistem pembelajaran dengan hadirnya sekolah serta perguruan tinggi yang ada di sekitarnya. Penelitian ini membahas pengajaran agama yang diselenggarakan oleh Pesantren APIK. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara berdasarkan teori kebudayaan adaptif. Hasilnya, pembelajaran agama dilakukan menggunakan sistem gradasi dengan kurikulum yang ditentukan oleh kiai. Pembelajaran agama di pesantren APIK dipusatkan pada kajian kitab kuning, amalan rutin, dan ijazah khusus untuk menanamkan nilai religiusitas pada santri.
Muhammad Ichwanuddin
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, Volume 5, pp 1-17; https://doi.org/10.24235/oasis.v5i2.6081

Abstract:
Educational values are the spirit of education. Moreover, the moral dimension which is the core of Muhammad's prophethood with al-Qur'an as his greatest miracle. This article concludes that Surah Al-Hujurat: 11-13 and Luqman verses 12-19 are full of moral education values. The difference between the two letters is Al-Hujurat: 11-13 instills moral values which lead to social transgression while Luqman 12-19 is more on individual transgression. This research is a qualitative study, included in the category of library research. Data collection is based on primary data and secondary data which is done by reading, studying, researching and collecting books that contain theories, opinions or the views of relevant experts. Data analysis was performed using descriptive-analytic techniques, reasoning methods, and comparative methods.Keywords: Educational Values, Morals, Al-Qur'an AbstrakNilai-nilai pendidikan merupakan ruh dalam pendidikan. Terlebih dimensi akhlak yang merupakan inti dari kenabian Muhammad SAW dengan al-Qur’an sebagai mukjizat terbesarnya. Artikel ini menyimpulkan bahwa Surat Al-Hujurat: 11-13 dan Luqman ayat 12-19 sarat dengan nilai-nilai pendidikan akhlak. Perbedaan kedua surat tersebut adalah Al-Hujurat: 11-13 menanamkan nilai akhlak yang menuju pada kesalihan sosial sedangkan Luqman 12-19 lebih pada kesalihan individu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data didasarkan pada data primer dan data skunder yang dilakukan dengan cara membaca, menelaah, meneliti dan mengumpulkan buku-buku yang berisi teori, pendapat atau pandangan para pakar yang terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif-analitik, metode penalaran dan metode komparatif.Kata Kunci: Nilai Pendidikan, Akhlak, Al-Qur’an
Muhammad Candra Syahputra, Dewi Puspo Rini
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, Volume 5, pp 33-41; https://doi.org/10.24235/oasis.v5i2.7859

Abstract:
The use of the internet is often misused, as seen from the widespread of fake news and issues that threaten national unity. The implementation of Islamic religious education is needed for internalizing the understanding of digital piety to students in the era of cyberculture. This research uses a qualitative approach, while the type of this research is library research sourced from library materials without conducting field research. Internalization understanding digital piety in learning Islamic religious education conducted by instilling an understanding of digital literacy, monitoring students’ social media Penggunaan internet sering disalahgunakan untuk menyebarkan berita bohong dan isu lainnya yang mengancam kesatuan bangsa. Penerapan pendidikan agama Islam yang menenkankan internalisasi paham kesalehan digital kepada peserta didik di era cyberculture sangat perlu dilakukan di era digital ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang bersumber dari bahan-bahan pustaka tanpa melakukan penelitian di lapangan. Hasil penelitian ini membuktikan internalisasi paham kesalehan digital dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dapat dilakukan dengan cara menanamkan pemahaman literasi digital, pengawasan akun media sosial peserta didik, dan komunikasi efektif antara guru dan orang tua.
Fauziah Mar'Ie, Eni Fariyatul Fahyuni
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, Volume 5, pp 42-52; https://doi.org/10.24235/oasis.v5i2.7700

Abstract:
In the current era of technology that is growing rapidly and massively, accompanied by increasingly unlimited use of the internet, also various technological products have emerged. One of that is an online game that has a positive and negative impact on the players. Game online is an online game that is currently in great demand by the world community, and most of the users of this game are teenagers who are still experiencing mental and emotional instability. This phenomenon ultimately has an impact on the behavior of religious adolescents. Religious behavior in adolescents is very important, because this age is the golden age for humans to instill religion from an early age as a foundation for their life in the future. The method in this study uses a qualitative descriptive approach where this method processes data by analyzing the factors related to the object of research. The results of this study indicate that there is an influence between the use of online games on adolescent religious behavior.Pada era teknologi saat ini yang berkembang secara massive dan cepat, diiringi dengan penggunaan internet yang semakin tidak terbatas mengakibatkan beragam produk teknologi bermunculan. Salah satunya adalah game online yang memberikan dampak positif dan negatif bagi para pemainnya. Game online yang saat ini sangat diminati oleh masyarakat dunia, dan sebagian besar pengguna game ini adalah para remaja yang masih mengalami ketidakstabilan pemikiran dan emosional. Fenomena ini akhirnya berdampak pada perilaku keagamaan remaja. Perilaku keagamaan pada remaja sangatlah penting, karena pada usia ini adalah usia keemasan bagi manusia untuk menanamkan agama sejak dini sebagai bekal fondasi pegangan hidup kedepannya. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimana metode ini mengolah data dengan cara menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan objek penelitian. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan game online terhadap perilaku keagamaan remaja.
Muhammad Azis Husnarrijal
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, Volume 5, pp 18-32; https://doi.org/10.24235/oasis.v5i2.4985

Abstract:
The aggressive behavior of students in school becomes an issue that needs solution to overcome this. Several institutions implement discipline through religious activities that are hoped to increase student religiosity and lead to solving the problem of student aggressiveness. The purpose of this study is to determine the effect of the application of discipline and student religiosity on students' aggressive behavior in the Al-Ishlah Educational Environment for the 2018/2019 Academic Year. This type of research is quantitative with the research method. The results of this study indicate the influence of the implementation of discipline throughout series of religious activities and student religiosity on students' aggressive behavior.Perilaku agresif siswa di sekolah menjadi persoalan yang penanganan bersama untuk mengatasi hal tersebut. Beberapa lembaga menerapkan kedisplinan melalui kegiatan keagamaan yang diharapakan dapat meningkatkan religiousitas siswa dan mengarah pada penyelesaian persoalan agresifitas siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan pendidikan kedisplinan siswa dan religiositas siswa terhadap perilaku agresif siswa di Lingkungan Pendidikan Al-Ishlah Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan metode survei. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh penerapan pendidikan kedisiplinan melalui serangkain kegiatan keagamaan dan religiositas siswa terhadap perilaku agresif siswa.
Back to Top Top