Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

Journal Information
EISSN : 2746-2684
Published by: STKIP Nurul Huda (10.30599)
Total articles ≅ 24
Filter:

Latest articles in this journal

Dito Pramudyaseta, Gres Grasia Azmin
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 1-8; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i2.1060

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk membongkar bagaimanakah realitas sosial perubahan budaya masyarakat yang sedang marak terjadi pada zaman ini yang disinggung dengan lantang dan jelas. Melalui pendekatan sosiologi sastra dan teori yang digagas Ian Watt, dapat dilihat alasan mengapa sastra sering disebut sebagai cerminan masyarakat. Landasannya berupa sifat sastra, yang pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari kenyataan sosial. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni sebuah penafsiran terhadap karya sastra serta kalimat dan kata-kata yang terdapat di dalamnya yang dibatasi oleh fakta-fakta sosial, yang kemudian diikuti oleh analisis. Hasil penelitian ini menunjukan penggambaran yang terdapat di puisi Keluarga Khong Guan mengenai kenyataan sosial yang sedang terjadi di masyarakat pada bait 2, 3, 4, dan 5, akibat adanya globalisasi dan kemajuan teknologi dan informasi.
Prillia Ekaningtiass, Mery Fetriani
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 25-31; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i2.1257

Abstract:
Kyai Duri Ashari memiliki ciri khas dan keunikan yaitu memasukan bahasa Jawa “Yo ri” dalam ceramahnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kalimat imperatif dalam ceramah Kyai Duri Ashari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menghasilkan data berupa kata-kata. Sumber data berupa video ceramah Kyai Duri Ashari yang diunduh dari Youtube. Wujud data yakni keseluruhan kalimat-kalimat yang mengandung kalimat imperatif dalam bahasa ceramah Kyai Duri Ashari. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih. Hasil analisis yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 6 kalimat imperatif yang berupa: (1) kalimat imperatif halus, (2) kalimat imperatif permintaan, (3) kalimat imperatif ajakan, (4) kalimat imperatif harapan, (5) kalimat imperatif larangan, dan (6) kalimat imperatif pembiaran. Kalimat imperatif yang paling dominan digunakan pada penelitian kalimat imperatif dalam ceramah Kyai Duri Ashari yaitu berupa kalimat larangan. Sedangkan kalimat imperatif yang paling sedikit digunakan yaitu kalimat imperatif yang berupa kalimat imperatif permintaan.
Laila Namira Rizkika, Stella Andrea Fan, Gres Grasia Azmin
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 32-38; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i2.1058

Abstract:
Pandangan cinta dalam Novel Ubur-Ubur Lembur Karya Raditya Dika adalah masalah dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan guna mendeskripsikan cara pengarang menggambarkan kehidupan percintaan yang ada dalam novel Ubur-Ubur Lembur karya Raditya Dika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan cara berpikir pengarang terhadap aspek percintaan dalam novel Ubur-Ubur Lembur karya Raditya Dika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra oleh Ian Watt. Desain penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Hasil penelitian ini memaparkan bagaimana kehidupan pengarang mempengaruhi karyanya. Sisi percintaan yang dilihat adalah bagaimana pengarang yang mulai bertambah usia dan melihat cinta akan berubah seiring berjalannya waktu. Terlihat pula bagaimana pengarang membaluti tema percintaan dengan unsur komedi, yang membuat novel ini sangat menarik untuk diteliti.
Eka Damayanti
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 47-54; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i2.1377

Abstract:
Pendidikan karakter telah menjadi pembahasan secara nasional. Mulai dari pusat hingga di daerah dan menjadi tanggung jawab utama bagi pelaksana pendidikan. Setiap pendidik berkewajiban untuk membina karakter generasi muda khususnya mahasiswa STIKES Alma’arif Baturaja. Hal ini menandakan bahwa dosen memiliki peran strategis di dalam membina dan mengembangkan karakter mahasiswa sehingga diperoleh karakter yang mencerminkan karakter manusia Indonesia. Pembentukan karakter bangsa tidak terlepas dari pembinaan karakter di lembaga pendidikan. Salah satu sarana yang dipandang strategis dalam membina karakter mahasiswa yakni melalui perkuliahan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). Bahasa Indonesia memiliki fungsi yang luar biasa di dalam mengembangkan kepribadian bangsa, yakni senantiasa berkepribadian, berperilaku, dan berbudi bahasa khas Indonesia. Ketundukan penutur bahasa sesuai dengan tata krama serta sopan santun berbahasa akan menghasilkan masyarakat yang berbudi luhur dan berkarakter.
Syaiful Anam, Sugiarti Sugiarti, Shakti Apdilah Pratama
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 39-46; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i2.1258

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terdapat dalam cerita rakyat legenda terbentuknya Desa Tumijaya, Kecamatan Jayapura Kabupaten OKU Timur. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik penelitian lapangan. Hasil yang diperoleh ada lah ditemukannya sembilan nilai budaya dalam cerita legenda Desa Tumijaya. Nilai budaya tersebut yaitu nilai budaya menghormati orang lain, nilai keberagaman agama, nilai keberagaman suku, nilai menghargai keberagaman bahasa yaitu keberagaman bahasa yang dimiliki oleh penduduk Desa Tumijaya di antaranya ada Bahasa Jawa, Ogan, Komering, dan Batak. Nilai tanggung jawab yaitu kesadaran diri manusia terhadap semua tingkah laku dan perbuatan yang disengaja, nilai kasih sayang, nilai keberanian, nilai cinta tanah air, dan nilai pendidikan.
Madiah Hayati, Dedi Mardiansyah, Chabib Kusuma Jati
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 9-17; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i2.1256

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahasa ibu terhadap kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas VII.1 di SMP Negeri II Belitang III tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen kuasi, suatu tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar menghasilkan pengaruh tertentu terhadap yang lain. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.I. Sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, pengambilan sampel dari populasi secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh bahasa ibu. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan berbahasa Indonesia peserta didik kelas  VII.I. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan skala dan tes kemampuan membaca. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) 0.014 < 0.05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap perbedaan perlakuan yang diberikan pada masing-masing variabel. Berdasarkan nilai tersebut diketahui bahwa nilai signifikansi (2-tailed) lebih kecil, sehingga Ho ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan terhadap pengaruh bahasa ibu terhadap kemampuan berbahasaIndonesia pada siswa kelas VII.I saat pretest dan posttest.
Veronica Chervinnita Zakarias, Salmaa Athira, Gres Grazia Azmin
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 18-24; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i2.1068

Abstract:
Puisi, salah satu bentuk karya sastra, merupakan sebuah proses dan produk kreativitas penciptaan seorang penulis dalam menyampaikan pandangan dan gagasannya. Penelitian ini merupakan kajian dua puisi menggunakan pendekatan Sosiologi Sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana sebuah karya puisi digunakan sebagai alat kritik sosial. Puisi yang berjudul “Dari Catatan Seorang Demonstran” karya Taufiq Ismail dan “Puisi Sikap” karya Wiji Thukul dijadikan sebagai objek penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca data, memilah data, dan mencatat data yang berkaitan dengan aspek kritik sosial. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk menunjukkan bahwa objek penelitian ini menggambarkan realitas sosial di masyarakat: 1) Keresahan masyarakat pada keadaan negara yang krisis politik, ekonomi, dan sosial; 2) Dampak dari penyimpangan prinsip demokrasi negara. Kesimpulan yang ditemukan bahwa kekacauan dalam politik dan HAM berdampak besar pada kehidupan masyarakat. Salah satu media masyarakat untuk memperjuangkan aspirasinya adalah karya puisi.
Dedy Mardiansyah, YanDi Yandi, Lailatul Fitriyah
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 20-32; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i1.796

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur teks Nasehat Diniyah dalam kitab Taudihus Sholah karya Hasan Qolay dengan menggunakan teori wacana kritis model Van Dijk yang meliputi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata dalam teks syair Nasehat Diniyah kitab Taudihus Sholah. Data diambil dengan teknik simak dan catat. Berdasarkan hasil analisis dapat dinyatakan bahwa dimensi teks model analisis wacana kritis Van Dijk pada teks syair Nasehat Diniyah (ND) pada analisis aspek struktur makro ditemukan bahwa tema syair ND adalah ajakan untuk senantiasa mengingat akhirat dengan menegakkan sholat sebelum kematian datang. Pada analisis super struktur (skematik) ditemukan bahwa teks syair ND terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Teks syair diawalai dengan bait pembuka yang berupa permintaan maaf dari penulis. Pada bagian isi, teks syair berisi bait-bait tentang anjuran untuk senantiasa mengingat akhirat dengan cara senantiasa menjaga sholat lima waktu. Selain itu pada bagian ini penulis juga mengungkapkan peringatan akan datangnya kematian yang bisa muncul kapan saja. Pada bagian penutup, penulis syair menegaskan tentang kewajiban untuk menegakkan perintah dan menghindari larangan dalam agama dengan harapan Tuhan akan memberikan pungkasan kehidupan yang baik (meninggal dalam keadaan khusnul khotimah). Pada bagian unsur struktur mikro, latar penulisan teks syair adalah masyarakat desa Campang Tiga.
Suryani Suryani, Indah Sulmayanti, Diana Melinda
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 12-19; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i1.1005

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk bahan ajar berupa Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) pembelajaran Penulisan Karya Ilmiah untuk mahasiswa Prodi PBSI STKIP Nurul Huda. Metode yang digunakan adalah metode research and development (R&D) dengan mengadaptasi teori Brog and Gall dari 10 tahapan pengembangan produk menjadi 4 tahap utama pengembangan produk yakni 1) tahap studi pendahuluan, 2) tahap studi pengembangan, 3) tahap validasi dan evaluasi, dan 4) tahap implementasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes. Data akan dianalisis berdasarkan jenisnya yakni data kualitatif akan dianalisis dengan membaca, menulis, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan, sedangkan data kuantitatif akan dianalisis hasil dari uji kelayakan dan respon mahasiswa. Pada penelitian ini telah berhasil mendesain sebuah produk pembelajaran yang baik untuk MK Penulisan Karya Ilmiah berupa LKM yang fokus pada materi stuktur penulisan skripsi. LKM ini sudah layak untuk diujikan secara terbatas tetapi untuk uji luas harus mengikuti beberapa saran perbaikan atau catatan revisi dari validator. Hasil angket pengguna memberikan gambaran akan besarnya peluang untuk LKM ini dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah.
Indah Sulmayanti, Eni Anggraini
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 3, pp 1-11; https://doi.org/10.30599/spbs.v3i1.933

Abstract:
Bahasa Komering merupakan salah satu Bahasa daerah yang digunakan di OKU Timur Sumatera Selatan. Bahasa Komering terdapat perbedaan dalam pengucapan dari segi fonetik dan memunculkan makna yang berbeda-beda sehingga menarik untuk diteliti. Rumusan penelitian ini adalah bagaimanakah Perbedaan fonetik Bahasa Komering Desa Kurungan Nyawa dan Desa Riang Bandung Ulu. Tujuan artikel ini mendeskripsikan perbedaan fonetik bahasa Komering Desa Kurungan Nyawa dan Desa Riang Bandung Ulu. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif analitik. Hasil penelitian ini adalah deskripsi dari perbedaan fonetik bahasa Komering Desa Kurungan Nyawa dan Desa Riang Bandung Ulu, simpulan dari analisis fonetik bahasa Komering terdapat 4 perbedaan. Pertama, pada Desa Kurungan Nyawa mengunakan monoftong e, sedangkan Desa Riang Bandung Ulu mengunakan monoftong o. Kedua, artikulator Kurungan Nyawa yang digunakan adalah gerak lidah bagian depan dan dengan posisi bibir yang tidak bulat sedangkan Riang Bandung Ulu adalah adalah gerak lidah bagian belakang dan dengan posisi bibir yang bulat. Ketiga, Kurungan Nyawa banyak mengunakan konsonan hambat letup sedangkan Riang Bandung Ulu pengunaan konsonan tidak mendominasi. Keempat, Kurungan Nyawa mengunakan konsonan h atau geseran laringal dan konsonan s atau geseran lamino alveolar sedangkan Riang Bandung Ulu mengunakan konsonan r atau getar apiko alveolar.
Back to Top Top