J.Abdimas: Community Health

Journal Information
EISSN : 2746-542X
Published by: LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta (10.30590)
Total articles ≅ 21
Filter:

Latest articles in this journal

Chentia Misse Issabella, Febry Heldayasari Prabandari
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 61-71; https://doi.org/10.30590/jach.v2n2.315

Abstract:
Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditransmisikan dan tidak dapat ditularkan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun yang dapat menyebabkan kematian dan membunuh 60% dari seluruh kematian secara global dan data prevalensi di negara berkembang mencapai 80%. Penyakit Tidak Menular, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes melitus merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit tidak menular yaitu skrining tekanan darah, kadar gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat, pada masyarakat Padukuhan Pikgondang Desa Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta. Jenis kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Tekanan darah diukur menggunakan spignomanometer dan stetoskop sedangkan analisis kolesterol, gula darah dan asam urat menggunakan alat pengecekan digital. Pengabdian masyarakat ini, telah dilakukan skrining dan deteksi dini factor risiko penyakit tidak menular terhadap 46 orang responden, meliputi 28 laki-laki dan 18 perempuan. Adapun hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa tekanan darah sistole rata-rata pada laki-laki 135 mmHg, sedangkan perempuan 140 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastole pada laki-laki 80 mmHg dan perempuan 80 mmHg dan dapat diketahui bahwa sebagian besar warga memiliki tekanan darah tinggi sebesar 86,96% dan sebesar 58,70 % warga memiliki kadar kolesterol normal (<200 mg/dl), hasil pemeriksaan GDS sebesar 80,43% warga memiliki kadar gula normal (<200 mg/dl) dan sebesar 73,91% warga memiliki kadar asam urat normal (<7mg/dl). Dengan hasil skrining ini selanjutnya akan mendapatkan tindak lanjut dari Pusksesmas Depok II serta dapat memaksimalkan pemanfaatan Posyandu sebagai wadah skrining penyakit tidak menular dan mengupayakan penyuluhan dan edukasi tentang penyakit tidak menular tersebut.
Haryani, Zurriyatun Thoyibah, Zuhratul Hajri
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 72-79; https://doi.org/10.30590/jach.v2n2.308

Abstract:
Diare masih menjadi penyebab utama kematian terbesar di dunia dan merupakan masalah pediatric sosial yang banyak terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Diare dapat menimbulkan komplikasi diantaranya dehidrasi, renjatan hipovolemik, hipokalemia, kejang dan malnutrisi. Penyebab utama kematian akibat diare pada anak adalah dehidrasi akibat kekurangan cairan elektrolit. Penanganan penyakit diare yang cepat dan tepat menjadi kunci agar bayi dan balita tidak mengalami kondisi dehidrasi yang parah dan menyebabkan kematian. Pengetahuan ini penting dimiliki oleh ibu dan keluarga, karena balita masih tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan sendiri. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui edukasi atau penyuluhan kesehatan. Di Lingkungan Tempit, sebagian ibu belum memahami tentang cara membuat oralit guna mencegah terjadinya dehidrasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat di Lingkungan Tempit, Ampenan Kota Mataram yang difokuskan pada edukasi keluarga tentang pentingnya cairan dan cara membuat oralit untuk anak yang mengalami diare. Kegiatan edukasi pada keluarga terdiri dari identifikasi jumlah keluarga yang memiliki balita, kegiatan penyuluhan kesehatan dan evaluasi. Jumlah keluarga yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebanyak 20 orang. Evaluasi kegiatan menunjukkan keluarga telah memahami cara membuat larutan gula garam dan oralit dengan tepat dan benar. Edukasi pada ibu, keluarga dan masyarakat tentang pentingnya cairan dan rehidrasi dengan membuat larutan gula garam dan oralit penting dilakukan secara kontinue, agar dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita yang mengalami diare.
Gani Apriningtyas Budiyati, Suryati
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 50-54; https://doi.org/10.30590/jach.v2n2.316

Abstract:
Di Indonesia, banyak kematian memiliki kaitan dengan penggunaan rokok. Selain itu, Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan rokok. Munculnya perokok aktif ini akan meningkatkan risiko perokok pasif terutama pada anak. Untuk itulah diperlukan edukasi terutama bagi pengasuh tentang dampak bahaya merokok bagi anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu ceramah/ edukasi dengan leaflet yang disampaikan secara online. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan terjadinya peningkatan dari 2 indikator. Pada indikator mampu menyebutkan zat berbahaya dalam rokok dari 25% menjadi 70%. Sedangkan pada indikator kedua yaitu menyebutkan bahaya merokok bagi anak terjadi peningkatan dari 60% menjadi 70%. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu bahwa edukasi tentang dampak bahaya merokok bagi anak dapat meningkatkan pengetahuan pengasuh dan diharapkan pengasuh dapat menghindarkan anak dari paparan asap rokok. Saran bagi pengabdi selanjutnya untuk dapat mengembangkan topik edukasi dan model edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di bidang pencegahan perilaku merokok.
Nining Tunggal Sri Sunarti, Winarsih
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 43-49; https://doi.org/10.30590/jach.v2n2.330

Abstract:
Nyeri haid merupakan permasalahan yang sering terjadi pada seorang perempuan Banyak wanita yang mengalami masalah menstruasi, di antaranya adalah nyeri saat menstruasi yang dikenal dengan dismenore. Dismenore mempengaruhi 40% sampai 70% dari wanita usia reproduksi dan merupakan salah satu penyebab yang paling sering untuk absen sekolah. Penelitian di Amerika Serikat, dismenore adalah penyebab paling utama ketidakhadiran berulang disekolah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa remaja dengan dismenore mengalami penurunan pada prestasi akademis, sosial dan kegiatan olahraga.Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan melalui kegiatan webinar dengan metode ceramah. Pengabdian tentang pemberdayaan remaja putri dalam mengatasi Dismenore di Masa Pandemi COVID-19 dengan peserta 37 remaja mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO. Kegiatan diadakan pada hari minggu, tanggal 18 Juli 2021 yang disajikan melalui webinar zoom meeting, karena sedang dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar. Kesimpulan yang didapat: Pengetahuan remaja peserta webinar mengalami peningkatan 4,17%. Pengetahuan remaja peserta webinar terbanyak dalam kategori baik dengan nilai saat pre 79,16% dan saat post sebesar 83,33%. Saran bagi remaja setelah mendapatkan informasi tentang dismenore dan cara mengatasinya diharapkan terjadi perubahan sikap dan perilaku lebih siap dalam menghadapi dismenore dan bagi Pembicara membuat webinar terjadwal dan terstruktur yang terus berfokus pada remaja dengan melihat riset dan isu terkini.
Eka Nur Rahayu, Fitriani Mediastuti
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 35-42; https://doi.org/10.30590/jach.v2n2.337

Abstract:
Pandemi COVID-19 membatasi akses pelayanan kesehatan reproduksi dan KB. Hal tersebut membuat cakupan akseptor KB menurun dan konseling kesehatan reproduksi maupun KB terbatas. Bidan khawatir terhadap keamanan dalam memberikan pelayanan di masa pandemi. Akseptor takut untuk datang ke layanan kesehatan karena takut tertular virus corona. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pada bidan di Indonesia dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi dan KB selama pandemi. Pengabdian ini laksanakan dalam bentuk webinar. Webinar diadakan pada tanggal 20 November 2020. Peserta adalah para bidan yang tergabung dalam Ikatan Alumni Akbidyo se-Indonesia. Tema pertama webinar difokuskan pada model layanan kesehatan reproduksi dan KB selama pandemi. Tema kedua tentang aplikasi REDI KB yang dapat mempermudah pelayanan kesehatan reproduksi dan KB. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa manfaat aplikasi, diskusi selama webinar, penyampaian materi, dan tema materi adalah 93,75%; 92,5%, 93%; dan 93,25%. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini bermanfaat bagi bidan sebagai bekal dalam memberikan layanan kesehatan di masa pandemi. Bidan diharapkan dapat memanfaatkan aplikasi KB REDI yang dapat di unduh di app store sebagai media konseling secara online. Selain itu, bidan juga dapat membuat alur pelayanan yang nyaman baik untuk bidan maupun pasien dengan mengacu pada model layanan KB di masa pandemi.
Retno Heru Setyorini, Andina Vita Sutanto
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 55-60; https://doi.org/10.30590/jach.v2n2.327

Abstract:
Komunikasi adalah kunci terpenting untuk membangun hubungan yang baik antara semua orang. Penyampaian pesan secara lisan atau tulisan mengharapkan seseorang dapat membaca atau mendengar apa yang dikatakan dengan benar. Komunikasi yang efektif sangat tergantung pada keterampilan seseorang dalam mengirim dan menerima pesan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan komunikasi efektif untuk mendukung tugasnya sebagai kader keluarga berencana. Pelaksanaan kegiatan dengan memberikan materi tentang komunikasi efektif kepada 50 kader di Desa Panggungharjo menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan roleplay, dengan menggunakan media LCD Projector dan Power Point. Peserta banyak yang mengajukan pertanyaan terkait dengan teknik komunikasi efektif untuk memecahkan masalah dan kendala yang ditemui di lapangan pada saat memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), maupun pada saat memberikan motivasi pada pasangan usia subur untuk menggunakan kontrasepsi. Pelatihan komunikasi efektif yang menjelaskan pengertian, tujuan, manfaat komunikasi dan hambatan-hambatan dalam komunikasi mampu meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan komunikasi efektif.
Paramita Dwi Sukmawati
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 11-15; https://doi.org/10.30590/jach.v2n1.p11-15.2021

Abstract:
Pengelolaan sampah yang saat ini dilakukan masih sebatas kumpul, angkut dan buang tanpa ada upaya pengurangan jumlah timbulan sampah. Dampaknya adalah jumlah timbulan sampah bertambah dan hanya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir sampah (TPA) sehingga mempengaruhi kesehatan lingkungan di sekitar lokasi TPA. Untuk itu perlu dilakukan upaya pengurangan jumlah timbulan sampah, dengan cara pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui 3R (Reduse, reuse dan Recycle). Tujuan kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi tentang bagaimana cara pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui 3R agar para guru, karyawan dan siswa SMK Negeri 6 Yogyakarta dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini masih berupa hasil jangka pendek, yaitu dengan melihat antusiasme peserta pada waktu tanya jawab dan diskusi. Untuk itu hasil dari kegiatan ini masih membutuhkan kegiatan tindak lanjut berupa pendampingan pengelolaan sampah, supaya SMK Negeri 6 Yogyakarta dapat menerapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui 3R.
Ani Kristiyani, Sarah Puspita Admaja
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 28-34; https://doi.org/10.30590/jach.v2n1.p28-34.2021

Abstract:
Masalah penggunaan obat yang rasional di masyarakat terutama pada kalangan pelajar masih minim pengetahuan. Pemerintah melalui program gema cermat atau gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat yang bekerjasama dengan masyarakat mengharapkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan obat yang baik dan bijak sehingga melahirkan kepedulian dan kesadaran dalam penggunaan obat yang beredar di masyarakat. Pendidikan kesehatan merupakan suatu upaya yang diberikan berupa bimbingan dan tuntunan kepada seseorang atau peserta didik. Untuk itu pemberian penyuluhan diharapkan dapat mampu meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan obat yang tepat pada siswa. Metode yang digunakan dalam edukasi kepada siswa adalah melalui pemaparan materi, diskusi, kuis, dan bermain game. Sebelum dan sesudah edukasi siswa diberikan pre-test dan post-test. Edukasi meningkatkan pengetahuan siswa ditunjukkan dari hasil post-test yang diperoleh memiliki nilai pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan pre-test.
Zuriati, Nani Asna Dewi, Erika Lubis, Mustika Pramestiyani, Sondang Manurung
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 22-27; https://doi.org/10.30590/jach.v2n1.p22-27.2021

Abstract:
Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis. The World Health Organization (WHO) melaporkan Indonesia menduduki posisi ketiga dengan kasus TB tertinggi di dunia dan merupakan negara penyumbang 60% dari seluruh kasus TB dunia. Upaya menurunkan kasus TB adalah melalui suatu literasi yang baik pada tentang sistem pernafasan. Tenaga kesehatan berusaha mengedukasi masyarakat dengan skrining. Pelayanan Keperawatan merupakan ujung tombak dalam pelayanan asuhan kepada pasien, tenaga kesehatan merupakan garda depan yang melayani masyarakat, terlebih pada masa pandemi COVID 19 sehingga berusaha memberikan pendampingan dan skrining kesehatan pada sistem pernafasan yang selaras dengan program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Metode yang digunakan adalah ceramah dengan tatap muka yang diikuti oleh kader Kampung Cililitan berjumlah 15 orang. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan kader dengan kriteria baik naik dari 15,3% menjadi 90,6%. Kegiatan upaya literasi dan pendampingan skrining kesehatan sistem pernafasan meningkatkan pengetahuan kader dalam upaya program gerakan masyarakat sehat.
Nur Yeti Syarifah, Siti Uswatun Chasanah
J.Abdimas: Community Health, Volume 2, pp 16-21; https://doi.org/10.30590/jach.v2n1.p16-21.2021

Abstract:
Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan pangan yang merupakan kebutuhan penting karena menyangkut makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh manusia agar tetap hidup. Badan Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan pentingnya menjaga pola makan sehat selama pandemi Covid-19. Terjadinya Pendemi menyebabkan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Gizi yang baik sangat penting sebelum selama dan setelah infeksi, sehingga untuk menghadapi situasi ini diperlukan adanya pendidikan kesehatan yang baik kepada masyarakat dengan harapan masyarakat mampu melindungi keluarga dari penularan virus corona. Penyuluhan Kesehatan Pola Makan Bergizi Dan Seimbang Di Era Pandemi Covid 19 diharapkan membantu meningkatkan derajat kesehatan yang optimal serta meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat mencegah dari penularan covid 19
Back to Top Top