Jurnal Ekuilnomi

Journal Information
EISSN : 2614-7181
Current Publisher: Universitas Simalungun (10.36985)
Total articles ≅ 6
Filter:

Latest articles in this journal

Putri Wahyuni Arnold, Pinondang Nainggolan, Darwin Damanik
Published: 26 September 2020
Jurnal Ekuilnomi, Volume 2, pp 29 – 39-29 – 39; doi:10.36985/ekuilnomi.v2i1.349

Abstract:
Sektor industri mengambil bahan baku dari sektor primer dan mengubahnya menjadi produk pengguna akhir. Contoh bisnis sektor industri termasuk produksi kecil pembuatan tempe. Usaha industri besar memliki sifat produktif dan memenuhi kriteria berupa memiliki kekayaan diatas 10 miliar termasuk dengan kekayaan tanah, maupun bangunan usaha yang digunakan sebagai tempat usaha. Usaha industri besar ini bisa mendapatkan kredit atau pinjaman dari bank dimana nilainya lebih dari 5 miliar rupiah. Sedangkan usaha industri menengah bisa berdiri sendiri dan didirikan oleh perorangan atau badan usaha dan bukan menjadi anak perusahaan atau cabang perusahaan. Untuk kriterianya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 dimana kekayaan bersihnya mencapai lebih dari 500 juta dan paling banyak adalah 10 miliar. Dan usaha industri kecil adalah usaha dalam bidang ekonomi yang produktif dan mampu berdiri sendiri dan bisa didirikan oleh perorangan atau badan usaha namun tidak menjadi anak perusahaan atau cabang perusahaan. Kriteria dari usaha kecil ini diatur dalam Undang - undang Nomor 20 tahun 2008 yang mana memiliki kekayaan lebih dari 50 juta. Dalam menyusun penelitian ilmiah diperlukan strategi dan langkah - langkah yang benar sesuai dengan tujuan penelitian. Hal ini dimaksudkan agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan satu metode. Dalam penelitianini, peneliti menggunakan metode kuantitatif. Profil Usaha Industri Kecil Tempe di Kelurahan Setia Negara Kecamatan Siantar Sitalasari yaitu dikelola oleh laki-laki sebanyak 60% dan dikelola oleh perempuan sebanyak 40%, dikelola oleh penduduk berusia 30-40 tahun sebanyak 30%, usia 41-50 tahun sebanyak 40%, usia 51-60 tahun sebanyak 20% dan usia > 60 tahun sebanyak 10%, dikelola oleh penduduk berpendidikan SD sebanyak 30%, sebanyak 20% dikelola oleh penduduk berpendidikan SMP dan sebanyak 50% dikelola oleh penduduk berpendidikan SMA/SMK, sudah berdiri lama dengan lama usaha < 10 tahun sebanyak 40%, lama usaha 11-20 tahun 10%, lama usaha 21-30 tahun 30%, lama usaha 31-40 tahun 20%
Desman Gulo, Elidawaty Purba, Darwin Damanik
Published: 26 September 2020
Jurnal Ekuilnomi, Volume 2, pp 18-28; doi:10.36985/ekuilnomi.v2i1.348

Abstract:
Koperasi adalah salah satu bentuk usaha berbadan hukum yang berdiri di Indonesia. Menurut Undang-Undang No 17 tahun 2012 Pasal 1 Ayat 1 Tentang Perkoperasian, Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi. Credit Union (CU) adalah sebuah lembaga keuangan yang bergerak dibidang simpan pinjam dan dikelola oleh anggotanya, dan yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya sendiri. dan CU merupakan kumpulan orang - orang saling percaya dan mempunyai jaringan international. Waktu penelitian berlangsung dari bulan Maret 2020 sampai dengan Juni 2020. Lokasi penelitian bertempat di Kantor CU. Maju Bersama di Jalan Asahan Km 4, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, Melalui metode deskriptif ini diharapkan peneliti dapat menghasilkan gambaran yang tepat mengenai pengaruh jumlah simpanan dan jumlah tunggakan kredit terhadap kesejahteraan anggota koperasi CU Maju Bersama di Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruh Simpanan Anggota terhadap kesejahteraan anggota koperasi CU Maju Bersama di Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun berbanding positif dan signifikan. Dengan nilai probabilitas simpanan anggota yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,038. Hal ini menunjukkan bahwa apabila simpanan anggota naik 1% maka kesejahteraan anggota yang diproxy dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) akan meningkat sebesar 0,038.
Jefri Alfin Sinaga, Elidawaty Purba, Pawer Darasa Panjaitan
Published: 26 September 2020
Jurnal Ekuilnomi, Volume 2, pp 40-48; doi:10.36985/ekuilnomi.v2i1.350

Abstract:
Kenaikan tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu tujuan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah. Desentralisasi merupakan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih efisien dan akurat terhadap kebutuhan, potensi maupun karakteristik yang terdapat pada masing - masing daerah. Selain sebagai tujuan pemerintah, pertumbuhan ekonomi juga merupakan indikator pencapaian pembangunan nasional. Desentralisasi akan memberi kebebasan kepada pemerintah daerah untuk membuat kebijakan - kebijakan dan renncana keuangan sendiri, sehingga akan memberikan pengaruuh terhadap pertumbuhan ekonomi. Otonomi daerah berdasarkan UU NO. 22 Tahun 1999 lebih bernuansa desentralistik, yang mana daerah provinsi dengan kedudukan sebagai sebagai daerah otonom sekaligus wilayah administrasi, yang melaksanakan kewenangan adalah pemerintah pusat yang di delegadi kepada gubernur. Dengan adanya otonomi daerah memunculkan dimensi baru berupa desentralisasi dan dekonsentralisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dana Alokasi Khusus mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun nilai thiitung -0,155< ttabel 1.942 Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Pendapatan Asli Daerahmaka Pertumbuhan Ekonomi semakin meningkat, begitu pula sebaliknya jika semakin rendah Pendapatan Asli Daerah maka Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan nilai t: diketahui nilai thitung -1.131< ttabel 1.942 sehingga dapat disimpulkan bahwa PAD (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y)
Intan Suswita, Darwin Damanik, Pawer Darasa Panjaitan
Published: 26 September 2020
Jurnal Ekuilnomi, Volume 2, pp 1-11; doi:10.36985/ekuilnomi.v2i1.346

Abstract:
Pembangunan merupakan dasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikator untuk melihat pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang positif menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perekonomian, sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang negatif menunjukkan adanya penurunan dalam aktivitas perekonomian. Infrastuktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Ketidakcukupan infrastruktur merupakan salah satu kunci terjadinya hambatan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di suatu Negara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif bertujuan untuk menjelaskan perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, panjang jalan (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun. Kedua, jumlah air bersih (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun. Ketiga, jumlah pelanggan listrik (X3) di PLN Kabupaten Simalungun berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun
Windah Meylin Panjaitan, Darwin Damanik, Bagudek Tumanggor
Published: 26 September 2020
Jurnal Ekuilnomi, Volume 2, pp 49-59; doi:10.36985/ekuilnomi.v2i1.351

Abstract:
Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya didalam melanjutkan pembangunan, karena pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara untuk membiayai pengeluaran negara. Selain itu, pajak juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan nasional, baik berupa barang ataupun jasa. Kota Pematangsiantar merupakan salah satu Kota di Provinsi Sumatera Utara yang saat ini memiliki fokus dengan upaya yang maksimal terhadap penggalian sumber - sumber penerimaan dan pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh daerah. Salah satun strategi dalampeningkatan penerimaan daerah tersebut, yaitu perlunya mengetahui factor - faktor yang mempengaruhi penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruh luas tanah terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan berpengaruh positif dan signifikan. Dengan nilai probabilitas luas tanah yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,905. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruhPDRB per kapita terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan di Kota Pematangsiantar berpengaruh positif dan signifikan. Dengan nilai probabilitas luas tanah yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,801. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruhInflasi terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan di Kota Pematangsiantar berpengaruhnegatif dan tidak signifikan. Dengan nilai probabilitas inflasi yaitu 0,157> 0,05 dan nilai koefisien sebesar -0,084.
Miswati Gultom, Anggiat Sinurat, Darwin Damanik
Published: 26 September 2020
Jurnal Ekuilnomi, Volume 2, pp 12-17; doi:10.36985/ekuilnomi.v2i1.347

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja di Kota Pematangsiantar; 1) Laju Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah , 2) Efektifitas Penerimaan Pendapatan Asli Daerah, 3) Rasio Pajak, 4) Efisiensi Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini termasuk menggunakan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar. Kota Pematangsiantar adalah daerah otonom yang tidak memiliki sumber daya alam yang dapat dieksploitasi sehingga diperlukan kreativitas dan inovasi pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan PAD dari pajak yang memungkinkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Pematangsiantar.Kota Pematangsiantar sebagai salah satu pemerintah otonomterus berupaya menggerakkan berbagai potensi ekonomi di wilayahnya. Hal inidilakukan agar para pelaku ekonomi dapat berperan serta dan berpartisipasi aktifmenggerakkan perekonomian sehingga mampu memberikan kontribusi bagipertumbuhan ekonomi di Kota Pematangsiantar.Dalam menjalankan fungsinya sebagai daerah otonom, daerah harus mematuhi peraturan yang ada
Daniel Collyn Damanik
Published: 27 May 2019
Jurnal Ekuilnomi, Volume 1, pp 34-39; doi:10.36985/ekuilnomi.v1i1.330

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan objek wisata Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun dan Untuk mengetahui faktor - faktor yang menghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan objek wisata Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun
Dwi Maria Hasibuan, Elidawaty Purba
Published: 27 May 2019
Jurnal Ekuilnomi, Volume 1, pp 9-16; doi:10.36985/ekuilnomi.v1i1.331

Abstract:
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh jumlah simpanan dan pinjaman anggota terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Simalungun secara parsial dan simultan. Hasil dari penelitian ini adalah (1).Variabel Simpanan Anggota (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Simalungun (2).Variabel Pinjaman Anggota (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Simalungun; (3).Variabel Simpanan Anggota (X1) dan Pinjaman Anggota (X2) berpengaruh signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Simalungun; (4). Besarnya Koefisien Determinasi (R2) = 0, 982 yang artinya variable simpanan anggota (X1) dan pinjaman anggota (X2) berpengaruh 98, 20% terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi CU Maju Bersama di Kabupaten Perdagangan, sisanya 1, 80 % dipengaruhi oleh variable lainnya
Alex Ganda Subrata, Darwin Damanik
Published: 27 May 2019
Jurnal Ekuilnomi, Volume 1, pp 1-8; doi:10.36985/ekuilnomi.v1i1.253

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia, modal kerja, jam kerja, dan inovasi produk terhadap pendapatan industri rumah tangga pengrajin tenun ulos di Kota Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei lapangan dan wawancara langsung dengan responden. Model analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan jumlah responden sebanyak 160 responden. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwah secara parsial variabel modal kerja, jam kerja dan inovasi produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan industri rumah tangga pengrajin tenun, sedangkan variabel usia pengrajin tidak memilki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan industri rumah tangga pengrajin tenun ulos di Kota Pematangsiantar. Dalam peranan peningkatan pendapatan pengrajin tenun ulos di Kota Pematangsiantar inovasi produk turut berperanan meningkatkan pendapatan para pengrajin tenun ulos Kata kunci: Industri Rumah Tangga, Pendapatan, Tenun Ulos, Ekonomi Kreatif
Indah Lestari, Pawer Darasa Panjaitan
Published: 27 May 2019
Jurnal Ekuilnomi, Volume 1, pp 17-25; doi:10.36985/ekuilnomi.v1i1.255

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendapatan dan harga emas terhadap permintaan tabungan emas di PT. Pegadaian (Persero). Penelitian ini dilakukan pada PT. Pegadaian (persero) JL.Thamrin No. 46 Kota Pematangsiantar.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui daftar pertanyaan yang diisi oleh responden, dan data sekunder data yang diambil dari PT. Pegadaian (Persero). Adapun sampel pada penelitian ini adalah 50 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling yang penentuan sampelnya berdasarkan kebetulan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program komputer SPSS 21. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Variabel pendapatan nasabah (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan tabungan emas (Y), dan (2) Variabel harga emas (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan tabungan emas (Y) di PT. Pegadaian (Persero) Pematangsiantar. Kata kunci: Permintaan, Pendapatan Nasabah, Harga Emas, dan Tabungan Emas
Back to Top Top