SITTAH: Journal of Primary Education

Journal Information
ISSN / EISSN : 2745-4479 / 2745-4487
Published by: LPPM Institut Agama Islam Negeri Kediri (10.30762)
Total articles ≅ 19
Filter:

Latest articles in this journal

Novi Rosita Rahmawati, Fatimatul Eva Rosida, Farid Imam Kholidin
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 1, pp 139-148; https://doi.org/10.30762/sittah.v1i2.2487

Abstract:
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana proses pembelajaran selama pandemi COVID-19 yang dilakukan dalam jaringan (daring), dan juga mengulas faktor-faktor dalam prosesnya. MI (Madrasah Ibtidaiyah) Miftahul Huda Ngreco Kandat Kediri merupakan tempat diadakannya penelitian ini selama bulan agustus 2020. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket serta wawancara. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa guru di MI Miftahul Huda Ngreco. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran di MI Miftahul Ngreco menggunakan aplikasi whatsapp group dan google doc. Pembelajaran luring juga diterapkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Adapun faktor pendukung pembelajaran daring di MI Miftahul Ngreco adalah gawai, laptop, kuota internet, dan buku mata pelajaran. Sedangkan faktor penghambat pembelajaran daring antara lain guru tidak bisa menjelaskan secara maksimal, minat dan motivasi peserta didik, serta faktor ekonomi.
Afridha Sesrita
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 1, pp 165-176; https://doi.org/10.30762/sittah.v1i2.2489

Abstract:
Buku ajar IPA yang digunakan saat pembelajaran dilakukan oleh guru bersama peserta didik seharusnya mampu mengkonstruksi konsep-konsep yang dipelajari, membiasakan berfikir kritis, adanya interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat serta mengajak peserta didik untuk melakukan berbagai eksperimen dan penyelidikan dengan metode ilmiah agar semua aspek literasi sains muncul. Namun buku ajar yang tersedia di perpustakan sekolah belum memuat aspek-aspek pada literasi sains tersebut. Tujuan pelaksanaan sebuah penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana literasi sains yang terdapat pada buku ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran dipahami oleh guru. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah buku ajar yang paling banyak digunakan oleh guru-guru IPA SDN se-Kecamatan Ciawi Bogor. Hasil penelitian memperlihatkan aspek-aspek pada literasi sains yang paling banyak muncul pada buku ajar yang dianalisis adalah aspek pengetahuan sains. Ini dapat disimpulkan bahwa penganalisisan buku ajar IPA lebih dominan menekankan tentang pengetahuan sains, dimana dalam hal ini lebih banyak menyajikan teori, konsep dan prinsip, menjabarkan fakta, hukum, model, dan pertanyaan-pertanyaan yang pada akhirnya berharap siswa untuk selalu mengingat pengetahuan serta informasi.
Ratna Wahyu Wulandari, Eka Vasia Anggis
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 1, pp 95-108; https://doi.org/10.30762/sittah.v1i2.2484

Abstract:
Indikator keaktifan siswa yang diteliti mencakup kecepatan, partisipasi, kerjasama, dan ketelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Diperoleh hasil yang sesuai dengan hipotesis dan perumusan masalah yaitu “melalui penggunaan model pembelajaran Cooperatif Learning dengan metode Tebak Kata akan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas V SD Negeri Gandasoli Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi Tahun Pelajaran 2018/2019 pada materi Pesawat Sederhana” ini dapat dilihat dari kenaikan rata-rata keaktifan peserta didik di setiap siklusnya. Nilai keaktifan peserta didik pada tahap pra-siklus yaitu 47,3%, pada siklus 1 menjadi 65%, artinya terjadi kenaikan keaktifan peserta didik sebesar 17,7% dari pra siklus ke siklus 1. Dan dari 65% pada siklus 1 menjadi 75,8% pada siklus 2, artinya terjadi kenaikan keaktifan peserta didik sebesar 10,8% dari siklus 1 ke siklus 2. Proses pembelajaran sangat penting bagi guru untuk merencanakan metode pembelajaran Tebak Kata yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik. Hal ini dimaksudkan agar tujuan pembelajaran yaitu meningkatkan keaktifan peserta didik dapat tercapai dengan maksimal.
Sholihat Seftiani, Afridha Sesrita, Irman Suherman
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 1, pp 125-138; https://doi.org/10.30762/sittah.v1i2.2486

Abstract:
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri Cijujung 03. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasi fungsional. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik angket kuesioner, dengan jumlah responden sebanyak 85 siswa. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara profesionalisme guru terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri Cijujung 03. Diketahi bahwa nilai thitung 3,579 > 1,988 ttabel dengan taraf kesalahan adalah 5% dengan hasil signifikan sebesar 0,001 < 0,05. Maka sesuai dengan hasil keputusan Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga, ada pengaruh profesionalisme guru terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri Cijujung 03. Besarnya pengaruh profesionalisme guru terhadap motivasi belajar siswa sebesar 13,4%, sedangkan 86,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari profesionalisme guru terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri Cijujung 03.
Ana Mardiana, Imron Muzakki, Salma Sunaiyah, Fartika Ifriqia
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 1, pp 177-192; https://doi.org/10.30762/sittah.v1i2.2491

Abstract:
Penelitian ini berlokasi di SDN Betet 1 Kota Kediri tepatnya berada di Jln. Lapangan 07 Kel. Betet Kec. Pesantren. Peneliti menentukan SDN Betet 1 Kota Kediri sebagai tempat penelitian ini, karena SDN Betet 1 merupakan salah satu sekolah yang memiliki siswa ABK dengan jumlah murid paling banyak se-Jawa Timur dan sekolah ini baru saja mendapatkan kunjungan dari Komisi-2 DPR RI sehingga menarik untuk diteliti program pembelajaran individual yang diterapkan di sekolah tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba mengungkap tentang penerapan Program Pembelajaran Individual (PPI) untuk siswa Tunagrahita kelas inklusi SDN Betet 1 Kota Kediri, sehingga peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis yang digunakan adalah studi kasus. Implementasi program pembelajaran individual siswa tunagrahita di SDN Betet 1 Kota Kediri memiliki 3 tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
Dewi Agus Triani
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 1, pp 109-124; https://doi.org/10.30762/sittah.v1i2.2485

Abstract:
Tujuan penelitian pengembangan ini untuk menghasilkan buku ajar Perkembangan Peserta Didik SD/MI pada program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Pengembangan buku ajar ini dilakukan dengan pendekatan kontekstual menggunakan model desain pengembangan Dick and Lou Carey. Penelitian ini dilaksanakan pada Program Studi PGMI dengan mengambil sampel dari uji perorangan sejumlah 5 mahasiswa, uji kelompok kecil sejumlah 12 mahasiswa, dan uji lapangan sejumlah 36 mahasiswa. Hasil penelitian diperoleh, buku ajar Perkembangan Peserta Didik SD/MI mendapat penilaian dengan kualifikasi baik, berdasarkan hasil validasi ahli isi memperoleh presentase 88%, ahli desain mendapat presentase 91%, dan ahli bidang studi mendapatkan 88%. Berdasarkan data tersebut maka bahan ajar layak dan tidak perlu revisi. Selain uji ahli, bahan ajar juga dilakukan uji coba dengan hasil uji perorangan presentase 92%, uji kelompok kecil 87%, dan uji lapangan mendapat presentase 90%, sehingga bahan ajar dikatakan layak dan tidak perlu revisi. Dengan melihat rata-rata (mean) nilai pre-test adalah 69,59 dan post test 89,17 maka hal ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas. Dari taraf signifikansi (2-tailed) dapat dilihat hasil uji t menunjukkan angka 0.000. Jika signifikansi (2-tailed) < 0,05 maka perbedaan yang muncul sangat signifikan. Dengan demikian buku ajar Perkembangan Peserta Didik SD/MI yang dikembangkan dengan pendekatan kontekstual terbukti secara signifikan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.
Siti Irma Rohimah, Wiworo Retnadi Rias Hayu, Irman Suherman
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 1, pp 149-164; https://doi.org/10.30762/sittah.v1i2.2488

Abstract:
Dalam proses melakukan kegiatan pembelajaran di kelas oleh guru dan peserta didik, masih terdapat peserta didik yang hanya duduk, mendengarkan, mengerjakan latihan, kemudian bergegas untuk pulang. Terdapat kegiatan fisik di dalam kelas, namun tidak ada kegiatan mental. Belajar pada dasarnya membutuhkan adanya kegiatan, baik kegiatan fisik maupun kegiatan mental. Dengan kegiatan belajar, peserta didik mampu mengikuti semua rangkaian di kelas dengan benar. Selama kegiatan belajar diperlukan gagasan bertujuan supaya peserta didik dapat memecahkan masalah jika terjadi kesulitan belajar, karena dengan demikian berarti peserta didik sedang berkreativitas. Kreativitas yaitu kamampuan untuk dikembanggkan yang dimiliki setiap orang, bertujuan membuat sebuah inovasi berbentuk orisinil, baik berbentuk gagasan ataupun ide-ide baru maupun karya. Kreativitas itu terpecah menjadi dua yakni kreativitas produk dan kreativitas sikap. Hal yang mampu menjadikan peserta didik menjadi juara itu juga salah satunya dengan kreativitas yang mampu dikembangkan sendiri. Karena dengan kreativitas peserta didik mampu memudahkan dalam menemukan kesulitan belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kegiatan belajar peserta didik dengan kreativitas belajar peserta didik. Penulis memakai metode kuantitatif korelasional. Populasi yang digunakan sebanyak 132 peserta didik, kemudian peneliti menjadikan bagian kecil yang mewakili keseluruhan yang lebih besar yaitu berjumlah 99 peserta didik. Dilihat dari hasil signifikansi diantara kegiatan belajar peserta didik dengan kreativitas peserta didik di SDN Harjasari 01 Kota Bogor, maka hasil perhitungannya yakni thitung ˃ ttabel (2,138 ˃ 1,984) dan kedudukannya bermakna sebesar 0,005 < 0,05, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kegiatan belajar peserta didik dengan kreativitas peserta didik.
Irwanto Irwanto, Syamsudin Ali Nasution, Afridha Sesrita
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 83-94; https://doi.org/10.30762/sittah.v2i1.2459

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) berasosiasi pendekatan kontekstual terhadap prestasi belajar peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian semu (quasi experimental design). Hasil akhir penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model IOC pada kelas eksperimen diperoleh data skor maksimum yaitu 100 dan skor minimum yaitu 60 dengan jumah rata-rata skor sebesar 83,21. Skor maksimum yang diperoleh pada kelas kontrol yaitu 90, sedangkan skor minimum yakni 25 dengan skor rata-rata 62,32. Terdapat kenaikan persentase rata-rata prestasi belajar peserta didik sebesar 37,30%. Hasil kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil akhir diperoleh dimana kelas ekserimen meningkat setelah pengimplementasian model dengan nilai 83,21 dibandingkan dengan kelas kontrol dengan nilai 62,32 dengan selisih nilai 20,89.
Destia Nurahmawati, Afridha Sesrita, Novi Maryani
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 1, pp 17-30; https://doi.org/10.30762/sittah.v1i1.1968

Abstract:
Matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol, maka konsep-konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. Penelitian ini bermaksud untuk membandingkan dampak dari belajar matematika siswa SD yang diajar dengan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) dan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT) di kelas III. Cara yang dipakai dalam kajian ini adalah eksperimen semu (quasi experimental design). Dan populasi yang terdapat pada pengkajian ini adalah seluruh siswa kelas III, dengan jumlah populasi sebanyak 56 siswa, terdiri dari dua kelas yaitu kelas A sebanyak 29 dan kelas B sebanyak 27 siswa. Kemudian sampel yang diambil adalah siswa kelas III yang berjumlah 56 siswa. Dilakukan analisis deskripsi terhadap hasil belajar siswa. Hasil pengkajian yang dilaksanakan dengan pengujian tes U Mann Whitney, terdapat angka signifikansi sebesar 0.000, artinya nilai signifikansi < 0,05 atau (0,000 < 0,05), dapat dinyatakan bahwa H0 tidak diterima dan H1 diterima maka terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe NHT dan model pembelajaran Cooperative Learning tipe TGT pada kasus ini.
Siti Heni Yuliani, Teguh Prasetyo, Annisa Mawardini
SITTAH: Journal of Primary Education, Volume 1, pp 31-44; https://doi.org/10.30762/sittah.v1i1.2071

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping pada hasil belajar siswa kelas empat pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan di SDN Pajajaran Kota Bogor. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas IV yaitu 72 responden. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik tes tertulis, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil akhir dari hasil uji-t menunjukkan bahwa hasil belajar memiliki signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000
Back to Top Top