Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2407-1935 / 2502-1508
Current Publisher: Universitas Airlangga (10.20473)
Total articles ≅ 447
Filter:

Latest articles in this journal

Satrio Hadibowono, Noven Suprayogi
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 318-326; doi:10.20473/vol8iss20213pp318-326

Abstract:
ABSTRAKLembaga keuangan mikro adalah lembaga keuangan yang beroperasi karena berfungsi sebagai perantara keuangan dalam skala yang lebih kecil. Tetapi ada lembaga keuangan mikro yang tidak bekerja dengan cara itu, khususnya lembaga keuangan mikro ini tidak mengambil simpanan dari orang-orang. Karena mereka berfungsi sebagai lembaga keuangan mikro - sosial. Mereka beroperasi dengan sumber modal dari Lembaga Amil Zakat Indonesia, dan memberi orang-orang di sekitar sekolah asrama Islam suatu pemberdayaan dengan memberikan pinjaman dengan berbagai akd, tetapi dengan upah kecil atau rasio bagi hasil (hanya 3%). Lembaga keuangan mikro disebut sebagai Bank Wakaf Mikro. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana Bank Wakaf Mikro mengelola likuiditasnya tanpa deposit dari debitur. Dengan hanya satu sumber modal, bagaimana Bank Wakaf Mikro dapat mengoperasikan pembiayaan atau operasi peminjaman mereka?.Kata Kunci: Manajemen likuiditas, lembaga keuangan mikro, risiko likuiditas, risiko kredit, biaya operasional, strategi keuangan. ABSTRACTMicrofinance is a financial institution who operates as it function as a financial intermediaries on a smaller scale. But there is a microfinance institution who don’t works with that way, specifically this microfinance institution does not take any deposit from the people. Because they’re functioned as a microfinance–social institution. They operates with the capital source from Indonesian Amil Zakat Institution, and giving people around islamic boarding school an empowerment by giving a lending with various akd, but with a small wage or profit sharing ratio (only 3%). The microfinance institution is called as Bank Wakaf Mikro. This research goals is to give an explanation about how Bank Wakaf Mikro manage their liquidity without any deposit from debtor. With only one source of capital, how could Bank Wakaf Mikro operates their financing or lending operation?.Keywords: Liquidity management, microfinancing institution, liquidity risk, financing risk, operational cost, stategy.
Winalda Klarista Putri,
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 288-296; doi:10.20473/vol8iss20213pp288-296

Abstract:
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terkait pengaruh volume produksi minyak, harga minyak dunia, PDB, inflasi, dan jumlah penduduk terhadap IPM di negara anggota OKI pada tahun 2008-2017. Regresi data panel dengan model fixed effect adalah metode yang digunakan untuk menyelidiki hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat sebagian atau seluruhnya di waktu yang sama.. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa volume produksi minyak dan harga minyak dunia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM. PDB menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Sedangkan, inflasi dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap IPM. Hasil ini dapat menjadi informasi dan pertimbangan bagi pemerintah serta otoritas terkait dalam pengambilan kebijakan dalam memperbaiki dan meningkatkan pembangunan manusia pada masing-masing Negara-negara anggota OKI. Kata Kunci: Produksi Minyak, Harga Minyak Dunia, Indeks Pembangunan Manusia, Negara Anggota OKI. ABSTRACTThe purpose of this study is to find out what impact of oil production volume , world oil price, GDP, inflation, and population. Panel data regression with Fixed Effect Model is the approach used (FEM) to investigate the relationship between independent variables and the dependent variable in part or all at the same time. The findings show that oil production volume and world oil prices have a negative and signficant impact on HDI. GDP shows a positive and significant impact on HDI. Meanwhile, inflation and population have a positive and insignificant impact on HDI. These results can be used as information and considerations for the government and related authorities in policymaking in improving and increasing human development in each OIC member countries. Keywords: Oil Production, World Oil Price, Human Development Index, OIC Countries.
Febiola Bunga Asprila, Andriani Samsuri, Ana Toni Roby Candra Yudha
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 305-317; doi:10.20473/vol8iss20213pp305-317

Abstract:
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap perubahan ekonomi nasabahnya melalui empat aspek yaitu aset usaha, omzet usaha, pendapatan usaha, dan laba usaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber dan jenis data diperoleh dari teknik wawancara, observasi dan dokumentasi kepada tujuh nasabah pembiayaan mudharabah, pihak pemerintah Desa Berbek, pihak BMT PUMA dan masyarakat sekitar. Data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data dengan hasil penelitian yang disajikan dengan tabel, grafik, dan deskripsi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM mengalami perubahan ekonomi positif yakni mengalami peningkatan berupa aset usaha mencapai 90%, peningkatan omzet usaha mencapai 233,33%, peningkatan pendapatan usaha mencapai 233,33%, dan peningkatan laba usaha mencapai 150%. Namun masih ditemukan nasabah yang menggunakan sebagian dana pembiayaan untuk membayar hutang, membayar sekolah anak, dan kebutuhan lain. BMT PUMA memberikan kepercayaan penuh kepada nasabah tanpa melakukan pengawasan usaha. Saran yang relevan dengan hasil penelitian yaitu nasabah diharapkan lebih amanah dalam menggunakan dana pembiayaan mudharabah, selain itu BMT PUMA sebaiknya lebih tegas dalam mengawasi penggunaan dana pembiayaan mudharabah pada nasabah. Kata Kunci: BMT, UMKM, Mudharabah, Perubahan Ekonomi. ABSTRACTThis research is qualitative research that aims to know the influence of mudharabah financing on the economic changes of its costomers through four aspects, such as business assets, business turnover, business income, and business profit. The technique of data retrieval are interviews, observation, and documentation to seven mudharabah financing costomers, Berbek Government, BMT PUMA members, and local society. Data collected then analyzed by reduction data technique with the research result presented by tables, graphics, and description. The result of this study concludes that Small Micro Enterprises (SME’s) experiencing positive economic changes that experienced an increase in the form of business assets reached 90%, increase in business turnover reached 233,33%, increase in business income reached 233,33%, and increase in business profit 150%. But there were still customers who used part of their financing funds for other needs. BMT PUMA gives full trust to customers without monitoring their business. Suggestions that are relevant to the research result is customers are expected to be more trustworthy in using mudharabah financing funds. Moreover, BMT PUMA should be more assertive in overseeing mudharabah financing funds on customers.Keywords: Baitul Maal Wattamwi, SME’s, Mudharabah, Economic changes.
Nur Sugiarti, R. Moh. Qudsi Fauzi
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 327-337; doi:10.20473/vol8iss20213pp327-337

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini menguji pengaruh kewirausahaan Islam, entrepreneurial orientation, dan market orientation terhadap kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penelitian ini dilakukan pada UMKM yang tergabung dalam One Kecamatan One Center of Entrepreneurship Indonesia (OK Oce Indonesia). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 142 responden. Penelitian ini berdasarkan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner yang diberikan kepada pemilik sekaligus pengelola UMKM. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dari software AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara kewirausahaan Islam, orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar terhadap kinerja UMKM. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kewirausahaan Islam merupakan faktor penting di antara faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja UMKM. Selain itu, temuan ini berkontribusi pada literatur kinerja UMKM yang dapat membantu pemilik sekaligus pengelola UMKM untuk meningkatkan kinerja bisnisnya.Kata Kunci: kewirausahaan Islam, orientasi wirausaha, orientasi pasar, kinerja. ABSTRACTThis study examines the effect of Islamic entrepreneurship, entrepreneurial orientation and market orientation on performance of micro, small, medium enterprises (MSMEs). This study is conducted on MSMEs that are participate in One Kecamatan One Center of Entrepreneurship Indonesia (OK Oce Indonesia). Total sample in this study is 142 respondents. The study based on quantitative approach through a questionnaire administered on the owner-managers of MSMEs. Data are analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) of the AMOS software. The result showed that there is a significant positive relationship between Islamic entrepreneurship, entrepreneurial orientation and market orientation on MSMEs performance. The findings of this study confirm that Islamic entrepreneuship is an important factor among other factors that have influenced over MSMEs performance. Moreover, this findings contribute to MSMEs performance literature that can help MSMEs owner-managers to improve their business performance. Keywords: Islamic entrepreneurship, entrepreneurial orientation, market orientation, performance.
Habib Sa'Dul Kholqi, Dina Fitrisia Septiarini
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 338-353; doi:10.20473/vol8iss20213pp338-353

Abstract:
ABSTRAKPengungkapan ICSR menjadi isu penting yang dapat mempengaruhi reputasi dan profitabilitas bank syariah. Banyak penelitian empiris terkait pengaruh ICSR terhadap profitabilitas menunjukan hasil yang beragam. Misspesifikasi model penelitian dan strategi ICSR dapat menjadi sebab hasil tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan ICSR terhadap kinerja keuangan bank syariah dengan mempertimbankan reputasi sebagai variabel mediasi dan visibilitas sebagai variabel yang memoderasi pengaruh pengungkapan ICSR terhadap reputasi. Pendekatan kuantitatif dengan metode PLS SEM digunakan untuk menguji hipotesis. 10 bank syariah di Indonesia pada periode 2014-2019 dijadikan sebagai sampel. Hasil estimasi menunjukan bahwa pengungkapan ICSR berpengaruh positif baik terhadap reputasi maupun profitabilitas. Visibilitas bank syariah juga terbukti memoderasi pengaruh pengungkapan ICSR terhadap reputasi bank. Meskipun demikian, Reputasi tidak terbukti memediasi pengaruh ICSR terhadap profitabilitas bank syariah. Implikasi dari hasil penelitian ini adala pentingnya pengungkapan ICSR bagi bank syariah karena dapat mempengaruhi reputasi dan profitabilitas perusahaan. Meskipun reputasi sendiri tidak terbukti memberikan pengaruh terhadap profitabilitas, reputasi dapat menjadi sumber daya strategis bagi bank. Selain itu, bagi bank syariah dengan visibilitas tinggi, pengungkapan ICSR menjadi sangat penting karena dampaknya yang lebih besar yang terbukti dapat memperkuat hubungan pengungkapan ICSR terhadap reputasi.Kata Kunci: Pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility, Variabel Mediasi, Variabel Moderasi, Profitabilitas, Bank Syariah. ABSTRACTICSR disclosure becomes an important issue that could effect reputation and profitability of Islamic Bank. a lot of empirical research on the effect of ICSR disclosure to profitability indicates an inconsistent result. Misspecification of the research model and the ICSR strategy could be the cause of it. The study aims to examine the impact of ICSR disclosure to profitability by considering reputation as a mediating variable and visibility as a variable that moderates the effect of ICSR disclosure on reputation. Quantitative approach with PLS SEM method is applied to confirm the hypothesis. 10 Indonesian Islamic Banks on 2014-2019 period are take as a sample. The estimation results show that ICSR disclosure has positive effect on reputation and profitability. It also indicates that Islamic bank visibility moderates the correlation between ICSR disclosure and reputation. However, Islamic bank reputation isn’t proven to mediate the correlation between ICSR disclosure and the profitability. The implication of the study result is that ICSR disclosure is important for the Islamic banks because it can affect its reputation and profitability. Although reputation itself is not proven to affect profitability, it can be a strategic resource for a bank. In addition, for high-visibility Islamic banks, disclosure of ICSR is crutial because of its greater impact that is proven to affect the relationship of ICSR disclosure to reputation.Keywords: Islamic Corporate Social Responsibility Disclosure, Mediating Variable, Moderating Variable, Profitability, Islamic Bank.
Alifah Aditania, Sri Herianingrum
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 363-373; doi:10.20473/vol8iss20213pp363-373

Abstract:
ABSTRAKMasalah kemiskinan di Indonesia menjadikan ekonomi islam ikut serta dalam memperhatikan cara menanggulangi masalah tersebut. Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro syariah didirikan untuk menjembatani orang-orang yang memiliki harta berlebih dengan orang-orang yang kekurangan harta. BMT Muda Surabaya hadir dengan beberapa unit pembiayaan yang beroperasi melalui dana yang dihimpun dari shahibul maal. Penelitian ini fokus melihat peran pengusaha muslim sebagai shahibul maal. Tujuan dari penelitian ini merupakan pengetahuan motivasi dari pengusaha muslim sebagai shahibul maal tersebut dan juga peran BMT Muda Surabaya dalam mempertahankan serta meningkatkan penghimpunan dana kepada pengusaha muslim sebagai shahibul maal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumen, serta validasi data dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dampak positif penghimpunan dana kepada pengusaha muslim sehubungan dengan jalinan tali silaturahmi yang baik antara BMT Muda dengan shahibul maal tersebut, sehingga dapat menimbulkan minat pengusaha muslim untuk meletakkan sebagian dananya di BMT Muda Surabaya. Pertahanan dan peningkatan penghimpunan dana yang harus dilakukan dengan meningkatkan seluruh komponen pada faktor-faktor yang menjadi penunjang minat pengusaha muslim seperti kepercayaan, kelembagaan, sumber daya manusia, keuntungan, religiusitas, dan spiritualitas.Kata Kunci: Pengusaha muslim, shahibul maal, Penghimpunan dana, BMT Muda Surabaya, Motivasi. ABSTRACTBaitul Maal wat Tamwil (BMT) is a sharia microfinance institution that acts as a bridge between people who have excess assets and people who are not.BMT Muda Surabaya is one of the institutions with several financing units that operate from funds collected from shahibul maal. In this study, the author focused on observing the role of Muslim entrepreneurs as shahibul maal in BMT Muda Surabaya. This study aims to determine the motivation of Muslim entrepreneurs as shahibul maal also the role of BMT Muda Surabaya in maintaining and increasing the acquisition of funds for Muslim entrepreneurs as shahibul maal. The method used for the study is qualitative with case studies. The data were collected through direct observation, interviews, and documents. Then, the data was validated by triangulation of sources and techniques. The result showed that there was a positive impact in raising funds for Muslim entrepreneurs as shahibul maal, considering there was a good relationship between BMT Muda and the shahibul maal that it could arouse the interest of Muslim entrepreneurs to deposit some of their assets in BMT Muda Surabaya. The initial capital needed is human resources, particularly Muslim entrepreneurs who can trust BMT Muda Surabaya for some of their assets. Besides, a defense and an increase in the funds collecting are also required, which must be done by increasing all components of the supporting factors for the interest of Muslim entrepreneurs such as trust, institutions, human resources, profit, religiosity, and spiritual.Keywords: Muslim entrepreneurs, shahibul maal, Fundraising, BMT Muda Surabaya, Motivation.
Novita Hestiani, Dian Filianti
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 264-274; doi:10.20473/vol8iss20213pp264-274

Abstract:
ABSTRAKPerkembangan internet yang cepat memudahkan untuk menyebarkan informasi perusahaan kepada publik, pelaporan secara internet melaui website perusahaan yang sering disebut Internet Financial Reporting (IFR). IFR dapat membantu mengurangi agency cost terkait biaya penyebarluasan informasi berbentuk cetakan. IFR juga membantu menyebarkan informasi mengenai keunggulan-keunggulan perusahaan untuk memudahkan investor mengambil keputusan dan menarik investor baru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan bukti secara empiris mengenai pengaruh Profitabilitas, Jenis Industri, Firm Size, Reputasi Auditor terhadap Internet Financial Reporting (IFR). Sampel dalam peneltian ini sebanyak 30 perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2019. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah uji analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini mengungkapkan hasil bahwa variabel Firm Size dan Reputasi Auditor menunjukkan hasil yang positif dan signifikan. Sedangkan Profitabilitas dan Jenis Industri tidak terbukti memiliki hasil yang signifikan.Kata kunci: Profitabilitas, Jenis Industri, Firm Size, Reputasi Auditor, Internet Financial Reporting. ABSTRACTThe rapid development of the internet makes it easy to disseminate company information to the public, reporting on the internet through the company's website which is often called Internet Financial Reporting (IFR). IFR can help reduce agency costs related to the cost of disseminating printed information. IFR also helps disseminate information about the advantages of the company to make it easier for investors to make decisions and attract new investors. This study aims to provide empirical evidence regarding the effect of Profitability, Industry Type, Firm Size, Auditor Reputation on Internet Financial Reporting (IFR). The samples in this study were 30 companies registered in the Jakarta Islamic Index in 2019. The data analysis technique in this study was multiple regression analysis. In this study, the results reveal that the Firm Size and Auditor Reputation variables show positive and significant results. Meanwhile, the profitability and type of industry are not proven to have significant results. Keywords: Profitability, Type of Industry, Firm Size, Auditor Reputation, Internet Financial Reporting.
Fatkul Mubin Choiriyah, Luqman Hakim
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 275-287; doi:10.20473/vol8iss20213pp275-287

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bermaksud untuk menganalisis Pengaruh Pengetahuan Produk Bank Syariah, Pelayanan Bank Syariah, dan Pendapatan terhadap Preferensi Menabung Mahasiswa di Bank Syariah dengan Persepsi sebagai Variabel Moderating. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dalam pengumpulan data. Pengujian kuesioner dilakukan dengan aplikasi Soland 2.1. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, dengan program studi pendidikan akuntansi, ekonomi syariah, dan ekonomi Islam. Sampel berjumlah 100 mahasiswa dengan teknik quota sampling. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier dan Moderate Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini, secara parsial Pengetahuan Produk Bank Syariah, Pelayanan Bank Syariah, Pendapatan, dan Persepsi mempunyai pengaruh yang positif serta signifikan terhadap Preferensi Menabung Mahasiswa di Bank Syariah. Secara simultan, semua variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan serta positif terhadap variabel dependen. Persepsi sebagai variabel moderating Pengetahuan Produk Bank Syariah memberikan pengaruh signifikan terhadap Preferensi Menabung Mahasiswa di Bank Syariah, sedangkan Pelayanan Bank Syariah dan Pendapatan yang dimoderasi oleh Persepsi tidak memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap Preferensi Menabung Mahasiswa di Bank Syariah.Kata Kunci: Pengetahuan Produk Bank Syariah, Pelayanan Bank Syariah, Pendapatan, Persepsi, Preferensi Menabung. ABSTRACTThis study intends to analyze the effect Sharia banking product knowledge, Sharia banking services, and income towards preference saving students on Sharia banks with perception as a moderating variables. The research method used is quantitative research, using questionnaire in data collection. The questionnaire was tested using the Soland 2.1. The research population was students of the Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, and Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, with study programs of accounting education, sharia economics, and Islamic economics. The sample used was 100 students with a quota sampling technique. Hypothesis testing uses linear regression analysis and Moderate Regression Analysis (MRA). The results of this study, partially, Sharia banking product knowledge, Sharia banking services, and Income, and Perception have a positive and significant effect on Saving Preferences in Sharia Bank. Simultaneously, all independent variables have a significant and positive influence on the dependent variable. Perception as a moderating variable Sharia Bank Product Knowledge has a significant effect on Saving Preference in Sharia Banks, while Sharia Banking Services and Income moderated by Perception do not have a positive and significant effect on Saving Preference in Sharia Banks.Keywords: Knowledge of Sharia Bank Products, Sharia Bank Services, Income, Perception, Savings Preferences.
Ibnu Jauzi, Ari Prasetyo
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 297-304; doi:10.20473/vol8iss20213pp297-304

Abstract:
ABSTRAKLoyalitas pelanggan merupakan hal yang harus diutamakan perusahaan jasa dalam menjalankan bisnisnya. Tanpa adanya pelanggan yang loyal terhadap perusahaan maka sustainbility perusahaan tersebut akan terancam. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak orientasi pelayanan dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan pada salon muslimah di Kota Kediri. Apakah dalam mencapai loyalitas pelanggan harus melalui kepuasan pelanggan atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode SEM PLS. Pengujiannya dilakukan menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0 dengan kategori responden yaitu pelanggan yang telah merasakan produk salon muslimah di Kota Kediri. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek moderasi kepuasan pelanggan dalam hubungan orientasi dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan.Hal tersebut mengindikasikan bahwa orientasi dan kualitas pelayanan yang dilakukan oleh salon muslimah di Kota Kediri bisa dikategorikan baik sehingga membuat para pelanggannya menjadi loyal.Kata Kunci: Loyalitas Pelanggan, Orientasi Pelayanan, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan, Salon Muslimah. ABSTRACTCustomer loyalty is something that must be prioritized by service companies in running their business. Without customers who are loyal to the company, the company's sustainability will be threatened. This study aims to examine the impact of service orientation and service quality on customer loyalty through customer satisfaction at Muslimah salons in Kediri. Whether to achieve customer loyalty must go through customer satisfaction or not. This study uses a quantitative approach with the SEM PLS method. The test was carried out using the SmartPLS 3.0 application with the respondent category, namely customers who have experienced Muslim salon products in Kediri. The results showed that there was a moderating effect of customer satisfaction in the relationship between orientation and service quality on customer loyalty. This indicates that the orientation and quality of service carried out by muslimah salons in Kediri City can be categorized as good so that it makes its customers loyal.Keywords: Customer Loyalty, Service Orientation, Service Quality, Customer Satisfaction, Muslimah Salon.
Hafiz Minhajuel, Tika Widiastuti
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Volume 8, pp 354-362; doi:10.20473/vol8iss20213pp354-362

Abstract:
ABSTRAKFood Bank adalah organisasi yang mengkoordinasi makanan berlebih dari masyarakat atau industri makanan untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Food bank telah diterapkan di berbagai kota sebagai usaha dalam mengatasi permasalahan kerawanan pangan. Dalam penelitian ini membahas model pengelolaan infak sedekah dalam program food rescue Garda Pangan Kota Surabaya dengan metode studi kasus kualitatif-deskriptif. Beberapa pengurus Garda Pangan Surabaya dan penerima manfaat menjadi informan kunci dalam penelitian ini. Hasil dalam penelitian menunjukkan Garda Pangan menggunakan model pengelolaan konsumtif tradisional. Garda Pangan hanya ingin berfokus menyalurkan makanan yang berpotensi terbuang kepada masyarakat pra sejahtera yang membutuhkan melalui program food rescue. Penelitian ini memberikan memberikan kontribusi gambaran model pengelolaan infak sedekah dengan membangun food bank agar dapat memberikan bantuan pangan kepada masyarakat lebih optimal.Kata Kunci: Model Pengelolaan, Infak, Sedekah, Food Bank, Food Rescue. ABSTRACTFood Bank is an organization that voluntarily coordinates excess food from the community or the food industry to donate to the poor and needy. Food banks have been implemented in various cities in an effort to overcome the problem of food insecurity. In this research, it discusses the management model of alms donations in the food rescue program of Garda Pangan Kota Surabaya with a qualitative-descriptive case study method. Several Surabaya Food Guard administrators and beneficiaries were key informants in this study. The results of the study indicate that Garda Pangan uses a traditional consumptive management model. Garda Pangan only wants to focus on distributing food that is potentially wasted to underprivileged people in need through a food rescue program. This study contributes to an overview of the alms donation management model by building a food bank so that it can provide food assistance to the community more optimally.Keywords: Management Model, Infaq, Alms, Food Bank, Food Rescue.
Back to Top Top