Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Journal Information
ISSN / EISSN : 2301-9875 / 2621-1033
Current Publisher: Universitas Muhammadiyah Tangerang (10.31000)
Total articles ≅ 54
Filter:

Latest articles in this journal

Mulasih Mulasih, Winda Dwi Hudhana
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 19-23; doi:10.31000/lgrm.v9i2.2894

Abstract:
Literasi di Indonesia mengalami ketertinggalan dibandingkan negara-negara maju. Indonesia menduduki peringkat ke-64 dari 65 negara pada tahun 2012. Hal tersebut sangat memprihatinkan, mengingat negara Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang sangat banyak. Faktor yang mempengaruhi budaya literasi terkait dengan faktor intern dan extern. Faktor intern berkaitan dengan individu personal dan faktor extern berkaitan dengan lingkungan persoal. Masyarakat Indonesia seharusnya menyadari pentingnya membaca, karena mambaca mampu menghadirkan pengetahuan yang tidak terbatas. Kebiasaan membaca seharusnya dipupuk sejak dini. Kebiasaan membaca sejak dini ternyata dapat menggali bakat dan potensi anak. Membaca juga memacu daya nalar dan melatih konsentrasi. Para orang tua seharusnya mampu memberikan motivasi agar anak-anak gemar membaca. Selain itu, pemerintah juga diharapkan menyediakan perpustakaan yang ramah dengan anak. Perpustakaan ramah anak mempunyai ciri-ciri yaitu 1) suasana interior yang disukai anak, 2) koleksi buku dan CD yang mendukung kegiatan anak, 3) pelayanan yang menyenangkan untuk anak, dan 4) melakukan kegiatan anak misalnya mendongeng. Kata kunci: Budaya Literasi, Minat Baca
Nur Latifah, Najib Hasan
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 11-18; doi:10.31000/lgrm.v9i2.2892

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrifsikan kelogisan, penyusunan, penggunana tata bahasa, kosa kata dan ketepataan ejaan penulisan karangan ekposisi siswa kelas 5 SDN Duri Kepa, Jakarta. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) kelogisan dan kesistematisan karangan merupakan ide kalimat yang di terima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan. (2) penyusunan organisasi karangan merupakan pengelompokan gambar atau kejadian suatu “peristiwa” secara tersusun untuk di jadikan sebuah cerita. (3) penggunana tata bahasa merupakan penggunaan kata di setiap baris atau kalimat dengan penulisan yang dibicarakan atau yang di gambarkan dari sebuah peritiwa dengan benar. (4) kosa kata merupakan kata yang di gunakaan secara baku atau tidak baku di dalam penulisan kalimat di dalam penulisannya. (5) ketepataan ejaan merupakan penempatatan atau menggambarkan perhentian antara perhetian akhir, tekanan, tanda tanya dan lainnya. Kata Kunci: karangan ekposisi, keterampilan menulis
Irpa Anggriani Wiharja, Hendri Hendriyan Al Gardi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 63-72; doi:10.31000/lgrm.v9i2.2899

Abstract:
Film dan Novel Dear Nahtan Karya Erik Febriani dalam Perspektif Sastra Bandingan. Tidak semua isi novel dapat terungkap dalam film yang ditayangkan, sehingga terkadang dapat menimbulkan kekecewaan pada penonton yang merasa tidak sesuainya isi novel dengan film yang ditayangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario film Dear Nathan dengan novel Dear Nathan karya Erisca febriani, berupa plot, penokohan dan latar yang akan dianalisis melalui perspektif sastra bandingan. Penelitian ini menggunakan metode sastra bandingan. Teknik pengadaan data yang digunakan adalah teknik baca, menyimak dan mencatat dari hasil penelitian sumber data utama skenario, film dan novel Dear Nathan. Sedangkan data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Untuk hasil penelitian diperoleh bahwa perbandingan plot antara skenario film Dear Nathan dengan novel Dear Nathan, keduanya menggunakan alur yang sama yaitu pembukaan, klimaks dan penyelesaian. Juga keduanya menggunakan alur sorot balik pada saat klimaks. Sedangkan perbandingan penokohan antara skenario film Dear Nathan dengan novel Dear Nathan memiliki perbedaan dan persamaan. Persamaannya adalah keduanya menguraikan penokohan pada setiap tokoh dengan karakter yang sama antara film dengan novel. Namun, perbedaannya adalah tokoh yang muncul dalam film dan novel berbeda, ada tokoh yang ditambahkan ataupun dihilangkan. Sedangkan untuk latar yang disampaikan dalam skeanrio film Dear Nathan dengan novel Dear Nathan, keduanya menggunakan latar tempat dan waktu. Mengenai latar tempat pada skenario film Dear Nathan, terdapat beberapa tempat yang tidak ada dalam novel Dear Nathan. Kata kunci: Film, novel, perbandingan unsur pembangun.
Isna Zumrotus Solikhah, Nadia Mawar Janah, Miftahul Sidik
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 33-42; doi:10.31000/lgrm.v9i2.2896

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi fenomena penggunaan bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan yang masih terdapat banyak kesalahan bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan wujud kesalahan berbahasa Indonesia yang meliputi kesalahan semantik dalam unggahan instagram akun resmi @kominfodiy, (2) mendeskripsikan keterkaitan bentuk kesalahan berbahasa Indonesia yang ada dalam unggahan instagram @kominfodiy dengan perkuliahan analisis kesalahan berbahasa Indonesia serta mengetahui analisa suatu pemakaian bahasa tulisan dalam penggunaan semantik.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Adapun subjek penelitian ini adalah unggahan instagram @kominfodiy dan objek penelitiannya berupa kesalahan berbahasa Indonesia meliputi semantik. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian ini menghasilkan wujud kesalahan berbahasa Indonesia yaitu kaitan kesalahan berbahasa Indonesia dalam unggahan akun resmi instagram @kominfodiy dengan perkuliahan analisis kesalahan berbahasa Indonesia yang dijadikan alternatif bahan ajar perkuliahan analisis kesalahan berbahasa Indonesia salah satunya meliputi semantik yakni setiap kata satu dengan lainnya jika terjadi satu huruf atau kata dapat menimbulkan makna yang berbeda walaupun pengucapannya hampir sama namun memiliki makna kata yang berbeda – beda sehingga harus sesuai dan tepat bahasa lisan ataupun tulisannya. Kata Kunci: Analisis Bahasa, Semantik, media instagram
Eka Putri Haryani, Hamdah Siti Hamsanah Fitriani, Dilla Fadhillah
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 51-62; doi:10.31000/lgrm.v9i2.2900

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) terhadap keterampilan membaca intensif pada siswa kelas 3 SDN Pondok Makmur Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan bentuk desain statis dua kelompok. Variabel terikat keterampilan membaca intensif dan variabel bebasnya adalah strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 SDN Pondok Makmur Kota Tangerang. Objek penelitian ini adalah pengaruh strategi DRTA terhadap keterampilan membaca intensif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Setelah data terkumpul dilakukan analisis data. Hasil analisis menunjukkan rata-rata nilai pretest kelas kontrol yaitu 60,63. Rata-rata pretest kelas eksperimen yaitu 61,39. Setelah dilakukan tindakan pada kedua kelas, maka diperoleh rata-rata postest kelas eksperimen yaitu 75,30 dan kelas kontrol 72,30. Hasil perhitungan uji hipotesis pada data postest fhitung = 2,809 pada taraf signifikansi ɑ = 0,05 memperoleh ttabel = 1,997. thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini membuktikan bahwa penerapan strategi DRTA berpengaruh terhadap keterampilan membaca intensif pada siswa kelas 3 SDN Pondok Makmur Kota Tangerang. Kata kunci : strategi DRTA, keterampilan membaca intensif
Asfitri Hayati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 25-32; doi:10.31000/lgrm.v9i2.2895

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan ejaan pada makalah mahasiswa prodi teknik mesin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, ditemukan beberapa kesalahan bentuk Kesalahan ejaan pada tugas makalah mahasiswa terletak pada (1) kesalahan pemakaian huruf kapital ditemukan sebanyak 31, (2) kesalahan terletak pada ketidakbakuan pilihan kata ditemukan sebanyak 37, (3) kesalahan terletak pada ketidaktepatan pilihan kata ditemukian sebanyak 52, (4) kesalahan terletak pada pemakaian tanda baca ditemukan sebanyak 43. Pada penulisan tanda baca, terdapat 43 kesalahan penggunaan tanda baca, meliputi 35 kesalahan tanda baca titik (.), 8 kesalahan tanda baca titik dua (:). Kesalahan terbesar yaitu terletak pada Ketidaktepatan Pemilihan kata yang berjumlah 32 % tingkat frekuensi 0,96 dari total kesalahan. Kesalahan terletak pada pemakaian huruf kapital sebesar 19 % frekuensi 0,62, kesalahan terletak pada ketidakbakuan pilihan kata sebesar 23% tingkat frekuensi 0,74, dan kesalahan terletak pada pemakaian tanda baca sebesar 26% tingkat frekuensi 0,86. Kata kunci: kesalahan ejaan, makalah, mahasiswa.
Widodo Widodo
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 1-10; doi:10.31000/lgrm.v9i2.2890

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai moral dalam novel Dunia Sophie karya Jostein Gaarder. Selanjutnya untuk nilai-nilai kepribadian tokoh utama yang terkandung dalam novel Dunia Sophie. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkandata deskripsi berupa kata-kata tertulis atau lisan. Pendekatan penelitian dengan menggunakan pendekatan struktural dan pragmatik teknik penelitian dengan studi kepustakaan. Fokus penelitian adalah unsur nilai dalam novel, nilai moral dan nilai kepribadian tokoh utama sebagai sub fokusnya. Objek penelitian ini adalah informasi dengan nilai-nilai moral dan kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam novel Dunia Sophie karya Jostein Gaarder. Metodepengumpulan data menggunakandokumentasi. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang bersumber dari teks novel Dunia Sophie karya Jostein Gaarder.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah teknik kepustakaan dan pencatatan.Instrumen penelitian ini adalah penelitian sendiri.Analisis dalam penelitian ini; 1). Dengan menggunakan kriteria dimensi nilai moral yaitu hubungan manusia pada Tuhan: beriman dan bertakwa, bersyukur, tawakal, hubungan manusia pada hati nurani atau diri sendiri: antisipatif, berpikir matang, bertanggungjawab, gigih, sabar, tegar, hubungan manusia pada orang lain: menghargai pendapat orang lain, pemurah, peduli dan 2). Untuk nilai kepribadian tokoh utama: id, ego, superego. Kata kunci: moral, kepribadian, novel, tokoh utama
Metah Aprilia Ardian, Wildan Ghufron, Sawitri Sawitri
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 43-50; doi:10.31000/lgrm.v9i2.2897

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang kesalahan berbahasa gubernur di Indonesia dalam bidang morfologi. Metode penelitian yaitu menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan berbahasa dalam bidang morfologi yakni 7 kesalahan diksi, 6 kesalahan penulisan imbuhan, 3 kesalahan singkatan kata, 2 kesalahan istilah asing, dan 2 kesalahan penulisan huruf kapital. Kesalahan yang sering ditemui adalah penulisan diksi dan imbuhan. Kesalahan penyingkatan kata terjadi karena pejabat ingin memberi informasi sesingkat mungkin kepada masyarakat. Tetapi kesalahan diksi dan imbuhan adalah murni kurangnya pengetahuan akan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal tersebut bisa menimbulkan makna yang berbeda dalam penulisan takrir. Solusi dan sarannya adalah pejabat memiliki tim humas khusus yang berpengalaman dalam bidang bahasa untuk menangani kesalahan penulisan sehingga dapat diminimalkan. Kata kunci: media sosial, takrir, morfologi
Ira Anisa Purawinangun, Maulana Yusuf
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 67-75; doi:10.31000/lgrm.v9i1.2401

Abstract:
Media sosial adalah sebuah jembatan komunikasi baik antar personal maupun antar badan atau lembaga dengan menggunakan fasilitas internet. Saat ini penggunaan media sosial merupakan sebuah fenomena yang lumrah, semua orang dapat menggunakan sosial mediakhususnya generasi milenial. Penggunaan media sosial tak luput dari konten yang berisi pendidikan, karya sastra, seni, olahraga, berita, dan lain sebagainya. Hal tersebut turut diupayakan sebagai wujud digalakanya gerakan literasi bagi generasi milenial. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskripsi analisis berupa, wawancara yang meliputi penggunaan media sosial, minat baca generasi milenial dalam media sosial, dan perolehan informasi dari media sosial. Target dalam wawancara ini adalah siswa-siswi SMK dan mahasiswa. Hasil daripada penelitian ini dapat dijadikan acuan dari tingkat efisiensi penggunaan media sosial terhadap tingkat literasi generasi milenial. Kata kunci: Media sosial, literasi, generasi milenial.
Intan Sari Ramdhani, Sumiyani Sumiyani
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 9, pp 49-55; doi:10.31000/lgrm.v9i1.2399

Abstract:
Seni budaya memiliki kontribusi bagi pengembangan karakter generasi milenial melalui literasi seni budaya, salah satu bentuk literasi yang sedang gencar digalakkan oleh pemerintah, khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu faktor yang mendasari hal tersebut terjadi adalah manusia harus menjadi manusia yang berkarakter, baik karakter kebangsaan atau karakter cinta tanah air dengan cara mencintai warisan budaya nasional. Pengenalan budaya dan penanaman nilai-nilai luhur tersebut perlu ditanamkan dari generasi ke generasi, khususnya pada generasi milenial. Generasi milenial adalah generasi yang hidup di zaman kemajuan dan perkembangan teknologi yang cukup pesat, bahkan produk teknologi itu akan mengikuti gaya hidup generasi milenial. Itu berdampak pada pergeseran perilaku dan yang lebih parah dapat mengakibatkan gaya hidup yang berbahaya sehingga mampu merusak moral kaum milenial. Maka untuk mencegah hal itu terjadi, maka penanaman dan pengembangan karakter harus terus digagas dengan menerapkan upaya atau melaksanakan program yang dapat memperkuat karakter manusia seperti mendongeng dengan media boneka tangan sebagai bentuk kecintaan dan pelestarian warisan budaya serta bentuk kontribusi seni budaya dalam mengembangkan karakter generasi penerus bangsa. Kata Kunci : Budaya,Karakter, Generasi milenial, Seni.
Back to Top Top