Journal of Islamic Education Research

Journal Information
ISSN / EISSN : 2716-1005 / 2716-0998
Current Publisher: IAIN Jember (10.35719)
Total articles ≅ 18
Filter:

Latest articles in this journal

Ahmad Fikri Sabiq
Published: 30 December 2020
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 179-189; doi:10.35719/jier.v1i3.41

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi orang tua tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada masa adaptasi new normal. Pencarian data dalam penelitian ini menggunakan angket online dengan aplikasi google form yang ditujukan kepada seluruh orang tua siswa SD Plus Tahfizhul Quran (PTQ) Annida sejumlah 406 orang. Dari hasil penelitian diperoleh data yang menyatakan setuju (74,5 %), tidak setuju (8,2 %), dan ragu-ragu (17,3 %). Alasan yang menyatakan setuju adalah agar pembelajaran lebih efektif, pembelajaran daring kurang maksimal, anak-anak sudah bosan, orang tua sudah bingung, agar siswa menjadi semangat, ketika di rumah anak menjadi kurang baik, dilaksanakan asalkan dengan protokol kesehatan, saat ini sudah waktunya adaptasi, anak sudah merindukan sekolah, anak menjadi lebih terkondisikan, dan berserah diri kepada Allah Swt. Alasan menyatakan tidak setuju adalah saat ini masih ada kasus, anak yang tidak bisa mentaati protocol kesehatan, dan bermunculan banyak klaster pendidikan. Alasan menyatakan ragu-ragu adalah saat masih ada kasus, anak-anak yang tidak bisa mentaati protokol kesehatan, dan orang tua belum faham sistem pembelajaran tatap muka.
Wely Dozan
Published: 30 December 2020
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 252-267; doi:10.35719/jier.v1i3.49

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendidikan yang setiap tahunnya berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman menuntut semua pihak terutama guru untuk meningkatkan kompetensinya. Karena guru merupakan komponen utama dalam sistem pendidikan Guru dalam proses belajar mengajar memiliki peranan yang sangat penting sebagai upaya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa.oleh karena itu guru harus memiliki kompetensi dalam mengajar yang merupakan kecakapan atau keterampilan dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, kesulitan guru dalam pembelajaran dan solusi guru untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam kelas VII di SMP Negeri 3 Kuripan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang mana data diperoleh melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun metode analisis data bersifat induktif yaitu mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sudah cukup baik yang meliputi: a) Kemampuan memahami peserta didik. b) Kemampuan merancang pembelajaran. c) Kemampuan melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. d) Kemampuan melakukan evaluasi. e) Kemampuan mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 2) Kesulitan dalam pembelajaran yang meliputi: a) Kemampuan daya serap peserta didik yang berbeda-beda. b) Kurangnya minat belajar siswa. c) Kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar anak. d) Kurangnya fasilitas yang tersedia di sekolah. 3) Solusi untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran yaitu: a) Memberikan pendekatan khusus dan remedial bagi siswa yang lamban menerima materi dan memberikan materi lanjutan bagi siswa yang cepat paham. b) Memberikan motivasi atau dorongan. c) Bekerja sama dengan orang tua wali. d) Memanfaatkan media yang ada.
Siti Qurrotul A'Yuni Uni
Published: 30 December 2020
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 225-238; doi:10.35719/jier.v1i3.39

Abstract:
Pemikiran tokoh pendidikan klasik masih layak untuk dibahas karena terkadang melampaui zamannya dan dalam beberapa hal dianggap cocok dengan konteks pendidikan masa kini. Salah satu tokoh yang dimaksud adalah Ibnu Sina. Ibnu Sina (Avicenna) adalah seorang filsuf Islam ternama di bidang ilmu kedokteran, namun banyak pemikirannya juga membahas tentang pendidikan dan dianggap berkontribusi pada perkembangan pemikiran pendidikan modern. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemikiran pendidikan Ibnu Sina dan kontribusinya pada pendidikan Islam di masa modern. Dihimpun dari berbagai sumber referensi yang diperoleh, konsep pendidikan Ibnu Sina antara lain membahas tentang tujuan pendidikan Islam, kurikulum pada satuan pendidikan tingkat pertama, bagaimana menjadi pendidik, bekal menjadi peserta didik dan lingkungan belajar. Pokok-pokok pemikiran tersebut dapat menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan masa kini terutama sebagai landasan filosofis dalam merancang sistem pendidikan yang baik namun tetap adaptif.
Luthfi Luthfi Zulkarmain
Published: 30 December 2020
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 239-251; doi:10.35719/jier.v1i3.65

Abstract:
Lembaga Pendidikan MTs Assalam Kota Mataram NTB termasuk lembaga pendidikan yang tergolong baru karena resmi menjadi lembaga pendidikan secara resmi pada tahun 2019, namun siswa dan siswanya di sana sudah menunjukkan semangat dan motivasi yang tinggi untuk belajar. Mereka juga aktif dalam beberapa kegiatan ekstra seperti tahfidz, OSIS, Pramuka, silat, dan pengajian, kebijakan yang diterapkan adalah mewajibkan semua siswa dan siswa untuk tinggal di dalam gubuk serta gratis biaya makan dan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kualitas (input, proses, dan output) yang ada di lembaga pendidikan MTs Assalam Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proses pembinaan mutu santri yang ada dengan diwajibkan tinggal di pesantren, mengikuti aturan pesantren, bekerjasama dengan lembaga pendidikan, masyarakat, mengadakan pengajian untuk masyarakat, selalu berkoordinasi dengan santri, wali, dan membangun jaringan dengan pemerintahan.
Arbain Nurdin, Akhmad Munir
Published: 26 December 2020
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 201-214; doi:10.35719/jier.v1i3.69

Abstract:
Pentingnya reposisi pesantren dalam merespon perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat, maka mau tidak mau pesantren harus mampu mengambil peran dan melakukan gerakan konstruktif dengan memformulasi sistem pendidikan pesantren dengan menyelenggarakan lembaga formal yang bermutu, salah satunya dengan mengadopsi filosofi dan pendekatan manajemen peningkatan mutu dengan tidak mengadopsi keseluruhan filosofinya yang mengutamakan kepentingan bisnis, yang pada umumnya banyak diterapkan di perusahaan yang mengejar keuntungan provit dari pada proses pemberdayaan moral, intelektual dan spiritual sehingga memiliki kematangan mental kepribadian. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep pemetaan kebutuhan kurikulum, formulasi kurikulum serta kebijakan operasionalisasi kurikulum di Madrasah Unggulan Berbasis Pesantren yaitu di MTs Unggulan Al Qodiri 1 Jember dan MTs Unggulan Nurul Islam 1 Jember. Sedangkan pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitiannya ialah Madrasah unggulan berbasis pesantren memetakan kurikulum berdasarkan visi misi pesantren dan madrasah itu sendiri, lalu memformulasi kurikulum dengan beberapa program kerja serta mengkomunikasikan setiap kebijakan kurikulum dengan pimpinan yayasan pesantren.
Fausi Fausi
Published: 20 December 2020
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 190-200; doi:10.35719/jier.v1i3.45

Abstract:
Penelitian ini membahas tentang strategi guru pendidikan agama Islam dalam mengimplementasikan pendidikan Islam multikultural di SMP Negeri 2 Mlandingan Situbondo Jawa timur, serta faktor pendukung dan penghabatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data menggunakan analisis deskriptif, validitas data menggunakan triangulasi sumber, serta pengecekan anggota dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, perencanaan strategis, perencanaan program dan perencanaan kegiatan pembelajaran memuat aspek pendidikan Islam multikultural, terutama pada mata pelajaran PAI; Kedua, aspek implementasi, pemahaman pendidikan Islam multikultural dilakukan dengan berbagai cara dan kegiatan, seperti pembacaan Qur’an yang mengandung nilai pendidikan Islam Multikultural, peringatan hari besar keagamaan, serta pembiasaan sholat berjema’ah, berjabat tangan, berdoa sebelum memulai pelajaran; ketiga, evaluasi dilaksanakan pada aspek Pembelajaran dan praktek nilai multikultural. Faktor pendukung dan penghambat meliputi tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, siswa, fasilitas, waktu dan guru.
Fadilatul Laily, Aset Sugiana
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 54-66; doi:10.35719/jier.v1i02.25

Abstract:
This research is intended to describe the religious consciousness of the praying dhuhr of students and the attempt to elevate it. This method of research involves qualitative work. Research data obtained from an Islamic religious teacher and student notebooks. The data analysis technique used that classifies, combines, interprets, and concludes. The study yielded the following conclusions: 1. The religious consciousness of praying dhuhr of students X IPS class at Muhammadiyah school 1 of Palembang was divided into a) a student whose consciousness was very good/good, b) a student of sufficient self-awareness and c) students who had poor spiritual awareness and still needed much improvement. The factors of student awareness in worship are due to a) Internal factor that is the factor comes from within the student; b). external factors such as family, school factors, and community factors. 2. Teacher PAI's role in raising awareness of worship the dhuhr student prayer, which is: a) acts as a teacher; b). acts as a tutor; c) acts as a leader; d) played the scientist; e) acts as a link; f) acting as a renewal. The role is performed by teachers supported by way: a) breeding; b. motivation; c. example; d. awareness; and e. surveillance.
Ruzaipah, Muhammad Munir, Agus Ma’Sum Aljauhari
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 67-79; doi:10.35719/jier.v1i02.18

Abstract:
The focus of the study is on the Islamic religious education strategy for disabled children. Disabled children are those with orthopedic disorders or disorders of normal function in bones, muscles, and joints because of congenital birth, illness, or accident. So that any movement or walking is necessary. Physical disability of disabled children causes them to go through obstacles to performing the prayers. With disabilities different from other children, the education teachers of Islam guide disabled children in performing prayers. The study aims to describe the learning strategy and to provide more information about the weaknesses and strengths of the learning strategy used by the Islamic religious education teacher. The study uses descriptive types of qualitative research. Data is obtained through methods of interviews, observation, and documentation. Research shows that the strategy used by the Islamic education teacher in The State SDLB of Pangkalpinang is a factually, contextual, and cooperative learning strategy. The weaknesses of these three strategies are that they cannot be used to students with hearing problems, teachers must be more intense in their guidance, and implementation requires considerable time. The advantage is that teachers can control the sequence and the broadness of the material, the study is more fun and less boring, and communicate with others.
Miftahul Huda
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 39-53; doi:10.35719/jier.v1i02.24

Abstract:
This paper aims to analyze the development of Islamic education in Indonesia and efforts to strengthen it in the national education system. This type of research is descriptive qualitative. Study of literature by focusing on terms of peeling, summarizing and collecting a literature, then the authors provide an analysis of the data that has been collected. The results showed that during the pre-independence era religious education was not only not recognized but also not included in the education system, it was even suspected of being a place to incite and fight the invaders. At the time of independence it did not yet have a role because the government still tended to be controlled by nationalist and secular groups, if there were Islamic groups, Islam was still more abangan. Thus the New Order government continuously fostered the quality of madrasa education so that in 1975 a joint decree (SKB) was issued by three ministers on Improving the Quality of Education in Madrasas, where the SKB of the three ministers had advantages and disadvantages. So that the solution of this weakness is the government is trying to make breakthroughs to restore the function of the madrasa as a place to print religious leaders, namely by opening an alternative Madrasah Aliyah named Madrasah Aliyah Special Program (MAPK). Henceforth, this MAPK was changed to Madrasah Aliyah Religious (MAK) which focuses and strengthens the field of Islamic education. There are two strengthening of Islamic education in the national education system, namely strengthening Islamic educational institutions, and strengthening religious subjects in all schools both under the auspices of the Ministry of Religion and other Ministries.
Habibah Mu'minah
Journal of Islamic Education Research, Volume 1, pp 28-38; doi:10.35719/jier.v1i02.19

Abstract:
Humans are one of the living things that experience development in every time, one of the most important aspects of development is the cognitive aspect. Cognitive development is a comprehensive development that is related to the ability to think, such as the ability to remember, reason, imagine, and creative. Cognitive development is the stages of changes that occur in everyday life to be able to understand, manage information, solve problems, and know something. Every child can develop their knowledge, meaning that the knowledge possessed by each child can be formed by each user interaction with the environment that is continuous and always changing. With the development of cognitive abilities, children can easily master extensive knowledge. Children's knowledge is formed gradually in line with the experience of the information found. Cognitive development involves expanding the horizon of stimuli that are close to and into more distant space.
Back to Top Top