BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar

Journal Information
ISSN / EISSN : 2356-3192 / 2714-7711
Total articles ≅ 31
Filter:

Latest articles in this journal

Ahmad Hulaimi
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 25-39; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.581

Abstract:
Pembelajaran adalah aktivitas di kelas yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik sehingga menimbulkan interaksi baik antara guru, peserta didik, sumber belajar dan lingkungan yang ada, sehingga peserta didik tidak hanya menjadi obyek tapi aktor, begitu juga denga guru tidak hanya satu-satunya sumber belajar, tapi lebih kepada penunjuk, pengarah dan pendidik. Pembelajaran tersebut akan efektif apabila disertai dengan penguasaan metode pembelajaran yang baik bagi guru. Ada pepatah pendidikan yang sering kita dengar, yakni : Materi pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting dari pada materi pembelajaran; Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting dari pada metode pembelajaran; Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi jiwa guru jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri. Pernyataan tersebut menunjukkan urgensinya metode dalam pembelajaran, begitu juga dengan gurunya karena core learning ada pada guru itu sendiri, tapi jika guru kurang menguasai metode pembelajaran, maka bisa dipastikan pembelajaran tersebut akan monoton dan menyebabkan siswa akan bosan dalam belajar. Metode ABaBta merupakan metode yang dipergunakan oleh guru dalam pembelajaran anak didik di tingkat dasar MI/SD. ABaBta singkatan dari (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) adalah akronim dari konsep pembelajaran yang ada dalam pendidikan pondok pesantren di Lombok Timur yakni Adabte (bahasa sasak : perilaku kita). Makna inilah yang menginspirasi terbentuknya metode ABaBta yang akan digunakan dalam pembelajaran literasi di Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Dalam beberapa studi pendahuluan ditemukan tingkat literasi dasar di Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lombok Timur masih tinggi yang mencakup literasi baca-tulis khususnya di kelas rendah yakni kelas 1 s/d 3, hal ini menjadi problem pendidikan karena baca-tulis saja sudah bermasalah apalagi pada tingkatan selanjutnya. Persoalan tersebut disebabkan banyak faktor salah satunya adalah pendekatan dan penggunaan metode dalam pembelajaran yang belum efektif diterapkna oleh guru. Dalam studi ini peneliti ingin menggali dan melihat bagaimana studi efektifitas metode ABaBta dalam pembelajaran literasi siswa kelas rendah MI Lombok Timur.
Awaludin Akbar Lalu
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 40-53; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.578

Abstract:
Pengaruh Program Maulana Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kemampuan Literasi Dasar Siswa OlehLalu Awaludin AkbarProdi Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahEmail: [email protected] AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai pengaruh program maulana terhadap profesionalisme guru dan kemampuan literasi dasar siswa pada madrasah sasaran program. Penelitian ini melibtkan guru-guru kelas 1, 2, dan 3 sebanyak 18 orang dan siswa kelas 1, 2, dan 3 yang berjumlah 303 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya perubahan profesionalisme guru menjadi lebih baik khususnya dalam pengelolaan pembelajaran sehingga terjadi perubahan level kemampuan literasi dasar siswa dari yang sebelumnya pada bulan Juli + 50,2% siswa berada pada kemampuan level pemula dan huruf turun menjadi 23,1% pada bulan November, siswa dengan kemampuan level kata dan kalimat pada bulan Juli + 34,3% meningkat menjadi + 43,5% pada bulan November, dan siswa dengan level kemampuan paragraf & cerita + 15,5% pada bulan Juli meningkat menjadi 33,3% pada bulan November. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan adanya perbedaan kemampuan literasi dasar antara siswa laki-laki dan perempuan. Kata Kunci: Program Maulana; Profesionalisme guru; Kemampuan Literasi Dasar
Dewi Rohiani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 13-24; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.583

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan fungsional belajar yang dialami oleh peserta didik MI Kabupaten Lombok Timur, langkah-langkah penanganan/layanan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan pihak madrasah, serta dampak penanganan/layanan pembelajaran guru terhadap perkembangan fungsional belajar peserta didik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di 40 Madrasah Ibtida’iyah di Lombok Timur pada bulan Juni 2021. Subjek penelitian ini ialah seluruh peserta didik kelas 1 s/d 3 berjumlah 1.923 peserta didik. Penelitian ini menggunakan 2 instrumen yaitu Profil Belajar Siswa (PBS) dan pedoman wawancara dengan guru. Validasi data menggunakan informant review, analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian bahwa peserta didik yang teridentifikasi memiliki kesulitan fungsional belajar dalam pembelajaran literasi dasar yaitu 163 peserta didik atau 8.48%. dengan rincian kesulitan sebagai berikut: 1) kesulitan penglihatan 2,45%; 2) kesulitan pendengaran 3,07%; 3) kesulitan motorik kasar 2,45%; 4) kesulitan motorik halus 3,07%; 5) kesulitan berbicara 52%; 6) kesulitan belajar spesifik 62,58%; 7) kesulitan mengontor perilaku 4,29%; 8) kesulitan mengontrol emosi 6,13%; 9) kesulitan ganda 10,43%. Jumlah laki-laki 119 dan perempuan 44 peserta didik, sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik laki-laki lebih banyak mengalami kesulitan fungsional belajar dibandingkan perempuan. Langkah penanganan yang dilakukan ialah peserta didik dikelompokkan berdasarkan level kemampuannya serta melibatkan guru pendamping, relawan literasi dan fasilitator daerah. Dampak dari penanganan tersebut secara akademik meningkat terutama pada kognitif, sikap dan perilaku serta sosial-emosinya berkembang.
Siti Nurul Fitriani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 69-78; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.580

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi dengan menggunakan metode ADaBta (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) melalui pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) pada siswa kelas rendah 40 MI yang menjadi sasaran program maulana Lombok Timur. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi kepada pihak kampus sebagai mitra INOVASI dalam mengatasi masalah literasi di Nusa Tenggara Barat, khsususnya di Lombok Timur. Objek penelitian ini adalah semua siswa kelas rendah di 40 MI di 5 Kecamatan Lombok Timur yang menerapkan program literasi Maulana yaitu Kecamatan Selong, Suralaga, Sukamulia, Masbagik dan Labuhan Haji. Jumlah sampel penelitiannya 156 orang siswa yang mengalami kesulitan belajar, Siswa perempuan berjumlah 41 orang dan siswa laki-laki berjumlah 119 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest – posttest design. Teknik penelitian ini akan menggunakan tes dan nontes (Instrumen Assesment Literasi, Observasi, dan metode AdaBta serta pendekatan TaRL). Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 65 orang atau 42% tidak mengalami peningkatan level kemampuan membaca dan 91 orang atau 58% mengalami peningkatan level kemampuan membaca.
Muhammad Iqbal Ansari, Abdul Hafiz, Nurul Hikmah
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 180-194; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.359

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin, serta mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek guru koordinator, wali kelas, dan kepala sekolah. Teknis analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin bahwa: 1) Perencanaan, siswa SDIT Nurul Fikri Banjarmasin mampu menghafal Al-Qur’an yaitu juz 29 dan 30. Sistem pembelajaran yang dilakukan dalam kelas dengan dipimpin oleh wali kelas, pembelajaran dilakukan setiap hari senin-jum’at dengan alokasi 2 JP/hari. 2) Pelaksanaan, kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan pembukaan, inti, dan penutup. 3) Evaluasi, dilakukan dengan evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilaksanakan setiap selesai pembelajaran dengan menyetorkan hafalan di setiap pertemuan, sedangkan sumatif dilaksanakan di akhir semester dengan menyetorkan hafalan satu surah secara langsung. Tiga aspek penilaian yaitu aspek kelancaran, makharijul huruf, dan tajwid. Faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin terdiri dari: 1) Faktor-faktor Pendukung yaitu faktor guru, dukungan orangtua, sarana dan prasarana, serta lingkungan. 2) Faktor-faktor penghambat yaitu faktor siswa dan kerjasama orangtua
Riska Nur Aulia, Ida Sulistyawati, Susi Hermin Rusminati
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 125-136; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.358

Abstract:
Media yang menggabungkan dua unsur sekaligus yaitu media audio dimana menggunakan unsur suara yang melibatkan indera pendegaran dan media visul yang menggunakan unsur gambar yang melibatkan indera penglihatan disebut media audio visual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara media audio visul dengan hasil belajar kelas IV tema 3 subtema 1 pembelajaran 1. Metode dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV SD Negeri Belahantengah Mojokerto yang berjumlah 31 peserta didik dengan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Adapun teknik analisis data yang digunakan yakni uji normalitas, uji linieritas, dan uji korelasi. Hasil uji korelasi menghasilkan adanya korelasi media audio visual dengan hasil belajar kelas IV tema 3 subtema 1 pembelajaran 1. Hal ini berdasarkan uji korelasi dengan menggunakan bantuan spss diketahui rhitung > rtabel yaitu 0,831 > 0,355. Dengan taraf signifikasi (Sig) . Sehingga hipotesis Ha yang menyatakan terdapat korelasi antara media audio visual dengan hasil belajar kelas IV tema 3 subtema 1 pembelajaran 1 dapat diterima.
Dewi Rohiani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 147-163; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.385

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi atau data tentang standar proses dalam kaitan dengan impelementasi kurikulum 2013 di sekolah dasar yang terkategori sekolah favorit dengan sekolah biasa, kaitannya dengan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Proses pembelajaran yang diharapkan pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi, peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dalam penelitian ini menggunakan 8 sampel yaitu 4 sekolah favorite dan 4 sekolah biasa. Dari hasil penelitian bahwa skor tiap-tiap komponen terdapat perbedaan nilai, artinya sekolah favorit memperoleh nilai lebih tinggi yaitu pada perencanaan rata-rata 87,50 dan pelaksanaan pembelajaran rata-rata 86,90. Sedangkan sekolah biasa pada perencanaan mendapat rata-rata 80,78 dan pelaksanaan pembelajaran rata-rata 83,36. Berdasarkan hasil analisis tersebut bahwa sekolah favorit maupun sekolah biasa sama-sama memperoleh kualifikasi Baik
, Cicilia Ika Rahayu Nita, Adelya Mega Insan Putri
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 137-146; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.388

Abstract:
Gerakan literasi dilakukan dengan cara membaca buku selain mata pelajaran dalam waktu lima belas menit sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan ensiklopedia tata surya yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian R&D (Research and Development) dengan metode penelitian ADDIE dengan empat tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, dan implementasi. Dalam metode ini tahapan evaluasi tidak dilakukan atas dasar keterbatasan waktu penelitian. Langkah yang terdapat dalam penelitian berikut berupa analisis kebutuhan, proses kerangka desain, pengembangan instrumen validasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, serta implementasi ensiklopedia kepada 10 orang siswa dalam uji lapangan serta guru wali kelas III SDN Sukun 1 Malang. Hasil penelitian diperoleh rata-rata validasi oleh ahli media sebesar 92% layak digunakan, dari ahli materi sebesar 96% layak digunakan, dan dari ahli bahasa sebesar 93% layak digunakan. Sedangkan, kepraktisan ensiklopedia tata surya dari guru sebesar 80% dan siswa kelas III sebesar 87%. Uji keefektifan sebesar 81% yang menunjukkan bahwa modul efektif untuk digunakan.
Megawati Mahalil Asna, Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 211-218; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.384

Abstract:
Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman Siswa Kelas IV MI Al-Hidayah Kasembon Bulu lawang Kabupaten Malang padamateri Hijrah Nabi Muhammad saw ke Yatsrib Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam semester 2. Pertanyaan utama yang ingin di jawab pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah proses penggunaan Media Story Boo kpadapembelajaran SKI MateriHijrahNabi Muhammad saw ke Yatsrib pada Siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Kasembon Bulu lawang ? (2) bagaimana peningkatan pemahaman Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) melalui media Story Book pada SiswaKelas IV Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Kasembon Bulu lawang Kabupaten Malang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan pendekatan dengan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan tanggal 03 September 2020 sampai 10 Oktober 2020 dan terdiri dari 2 siklus dan satu siklus terdiri atas dua jam pelajaran atau satu kali pertemuan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penyampaian materi sebelumnya guru menyampaikan materi HijrahNabi Muhammad saw ke Yatsrib matapelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sebelumnya menggunakan metode ceramah yakni guru menyampaikan dengan ceramah dan siswa hanya mendengarkan dengan hanya sesekali di beri kesempatan untuk bertanya. Pemahaman siswa tentang materi Isra’ Mi’raj yang di ajarkan dengan metode ceramah sangat rendah. Dari hasil tesulangan harian siswa, dari jumlah 32 siswa hanya sekitar 8 siswa (31%) yang mampu memahami materi Isra’ Mi’raj dan memperoleh hasil yang maksimal atau mencapai batas ketuntasan belajar minimal mereka. Sedangkan sisanya (65%) sekitar 28 siswa memperoleh rata-rata nilai di bawah 60.
Elfa Yuliana, Saepul Bahri
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 219-228; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.361

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning pada masa pandemi, dan apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi belajar dengan pemanfaatan e-learning pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber, yaitu memeriksa kembali data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning pada masa pandemi di Sekolah Dasar Negeri 2 Kembang Kerang didasari atas ketidak bolehan dalam melakukan pembelajaran secara langsung pada masa pandemi covid 19 atau virus corona (2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi belajar dengan pemanfaatan e-learning pada masa pandemi, adapun faktor pendorong strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning pada masa pandemi yaitu: motivasi dalam penggunaan dan pengaplikasian internet sangat besar dalam melakukan pembelajaran, baik dari kepala sekolah, guru, maupun siswa, sarana prasarana yang dimiliki sudah lumayan untuk penerapan e-learning. Faktor penghambat: terbatasnya kemampuan guru dalam mengaplikasikan pembelajaran e-learning di sekolah, sumber daya manusia yang belum optimal dalam penerapan strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning, belum adanya website e-learning, dan kesadaran semua pihak dalam pentingnya pembelajaran e-learning dalam memajukan pendidikan di sekolah masih sedikit.
Back to Top Top