Jurnal Psikologi Perseptual

Journal Information
ISSN / EISSN : 2528-1895 / 2580-9520
Published by: Universitas Muria Kudus (10.24176)
Total articles ≅ 63
Filter:

Latest articles in this journal

Indra Prapto Nugroho, Angeline Hosana Zefany Tarigan, Muhammad Zainal Fikri
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 7; https://doi.org/10.24176/perseptual.v7i1.6688

Abstract:
Perilaku pencarian pertolongan akademik sangat di butuhkan sebagai upaya pencapaian keberhasilan proses belajar anak, terutama pada masalah Anak Jalanan yang perlu membagi waktu antara belajar dan bekerja. Faktor yang diduga dapat mempengaruhi perilaku pencarian pertolongan akademik ialah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran efikasi diri terhadap perilaku pencarian pertolongan akademik di Kalangan Anak Jalanan. Partisipan penelitian ini menggunakan 100 partisipan Anak Jalanan yang berada di Kota Palembang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dalam model skala likert yang teknik pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun variabel di dalam penelitian adalah efikasi diri dan perilaku pencarian pertolongan akademik. Kedua variabel ini akan di lakukan pengukuran menggunakan skala Likert yang di buat peneliti berdasarkan teori Bandura (1997) dengan dimensi efikasi diri, yaitu level, generality dan strength dan perilaku pencarian pertolongan akademik dari Pajares, Cheong, dan Oberman (2004) berdasarkan aspek Instrumental help seeking, executive help seeking, avoidance help seeking, dan perceived benefits of help seeking. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efikasi diri memiliki peran terhadap perilaku pencarian pertolongan akademik pada anak jalanan. Tidak hanya itu perilaku pencarian pertolongan akademik dan efikasi diri anak jalanan terbilang berada di kategori rendah. Selain itu, ada perbedaan perilaku pencarian pertolongan akademik dan efikasi diri jika ditinjau berdasarkan usia ataupun tingkat pendidikan. Merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk membahas perilaku pencarian pertolongan akademik didasari stigma sosial ataupun model pendekatan pembelajaran di kelas.
Mirna Mirna, , Zulkarnaim Zulkarnaim
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 7; https://doi.org/10.24176/perseptual.v7i1.6174

Abstract:
Motivasi belajar penting diteliti karena menjadi modal dasar peserta didik agar tergerak dalam belajar. Dengan memiliki motivasi belajar maka peserta didik lebih mudah dipandu untuk belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yakni kepribadian conscientiousness. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian conscientiousness terhadap motivasi belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 14 Bone. Instrumen penelitian yang digunakan berupa skala psikologi yaitu skala kepribadian conscientiousness dan skala motivasi belajar biologi yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis regresi liniear sederhana setelah melalui uji prasyarat analisis (uji normalitas dan uji liniearitas). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kepribadian conscientiousness berpengaruh terhadap motivasi belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 14 Bone (p lebih kecil dari 0,05). Pengaruh kepribadian conscientiousness terhadap motivasi belajar biologi peserta didik sebesar 84,8%, sementara sisanya 15,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa guru dalam mengajar harus memperhatikan kepribadian peserta didik khususnya kepribadian conscientiousness karena terbukti berpengaruh terhadap motivasi belajar biologi peserta didik.
Eka Jannatuna’Im, Fikrie Fikrie
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 7; https://doi.org/10.24176/perseptual.v7i1.6064

Abstract:
Perilaku phubbing adalah perilaku mengabaikan seseorang dalam lingkungan sosial dengan lebih terfokus pada smartphone, dan cenderung mengabaikan pembicaraan saat sedang melakukan interaksi dengan orang yang ada disekitarnya. Dalam pernikahan dibutuhkan komunikasi yang baik di antara suami-istri agar tercapainya kepuasan pernikahan antara keduanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan perilaku phubbing dengan kepuasan pernikahan pada orang yang sudah menikah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 100 orang dengan kriteria, yaitu laki-laki atau perempuan yang sudah menikah, dalam ikatan/status pernikahan (tidak cerai mati/cerai hidup), usia pernikahan minimal 2 tahun, tinggal serumah dengan pasangan (bukan pasangan jarak jauh), individu berada pada usia dewasa awal dan dewasa tengah, memiliki anak dan menggunakan smartphone di kesehariannya. Data dikumpulkan dengan skala perilaku phubbing dan kepuasan pernikahan. Pengambilan data dilakukan secara daring menggunakan aplikasi formulir google (google form) yang berisi instrumen penelitian, yang disebarkan melalui forum media sosial. Hipotesis alternatif yang diajukan oleh peneliti ditolak dan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku phubbing dengan kepuasan pernikahan pada orang yang sudah menikah (r sama dengan -0,120 dan p sama dengan 0,234)
Titis Semara Dana, Nur Eva, Sri Andayani
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 7; https://doi.org/10.24176/perseptual.v7i1.6136

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan percaya diri dan kesejahteraan psikologis pada anggota ormawa FPPSI di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan korelasional. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa anggota ormawa di FPPsi UM periode kepengurusan 2020. Pengambilan data menggunakan instrumen skala kesejahteraan psikologis oleh Ryff yang telah diadaptasi sebelumnya oleh Eva et al.,(2019) dan juga skala percaya diri yang disusun peneliti berdasarkan teori Lauster. Validitas skala percaya diri yaitu sebesar 0.256-0.771 dan untuk skala kesejahteraan psikologis sebesar 0.120-0.721. Reliabilitas skala percaya diri sebesar 0.867 dan skala kesejahteraan psikologis sebesar 0.780. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji korelasi dengan formula pearson product moment. Hasil koefisien korelasi kedua variabel sebesar 0.641 artinya penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan dengan arah positif antara variabel percaya diri dan kesejahteraan psikologis
Dwinda Abi Permana, Suryanto Suryanto, Anung Priambodo
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 7; https://doi.org/10.24176/perseptual.v7i1.6041

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan dan tingkat percaya diri atlet atletik menjelang perlombaan/pertandingan. Total sampling yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 30 olahragawan cabang olahraga Atletik provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan hasil keluar berupa persentase. Subjek penelitian ini adalah atlet cabang olahraga Atletik (lari, lompat, lempar). Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dikumpulkan secara online. Hasil analisis dibedakan menjadi dua faktor yaitu faktor dari dalam diri atlet (internal) serta faktor dari luar atlet (eksternal). Pada analisis aspek kecemasan (internal) diketahui berapa pada level rendah yaitu sebesar 27,8%, kemudian analisis aspek kecemasan (eksternal) berada pada level yang tinggi yaitu sebesar 72,2%. Sedangkan hasil dari analisis aspek percaya diri pada faktor internal adalah sebesar 76,94% atau masuk dalam kategori tinggi, selanjutnya analisis pada aspek percaya diri secara eksternal yaitu sebesar 23,06%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah setiap atlet memiliki tingkat kecemasan yang berbeda-beda baik itu kecemasan yang timbul dari dalam diri sendiri ataupun kecemasan yang timbul akibat faktor lain diluar, untuk menghilangkan rasa cemas yang timbul atlet memiliki cara bagaimana untuk untuk memotivasi dirinya sendiri (intrinsik), selain itu faktor dari luar (ekstrinsik) baik itu dari lingkungan terdekat dan dukungan stakeholder yang terlibat juga akan menambah rasa percaya diri atlet sehingga dampaknya performa atlet yang sudah disiapkan pada saat latihan akan dapat ditampilkan pada saat pertandingan
Silviana Meinawati Putri, Iranita Hervi Mahardayani, Latifah Nur Ahyani
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 7; https://doi.org/10.24176/perseptual.v7i1.7664

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara gaya hidup hedonis dan kepribadian ekstrovert dengan perilaku konsumtif produk fashion pada wanita dewasa awal. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita dewasa awal dengan usia 20 – 30 tahun, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu wanita bekerja di instansi atau perusahaan minimal level staf, usia masa kerja minimal 1 tahun, menyukai produk fashion bermerek, dan berdomisili di Kudus. Sampel yang diperoleh berjumlah 109 responden. Alat pengumpul data penelitian ini berupa skala perilaku konsumtif, skala gaya hidup hedonis, dan skala kepribadian ekstrovert. Hasil hipotesis mayor diperoleh rx12y sebesar 0,790 dengan p sebesar 0,000 (p lebih kecil dari 0,01) yang artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara gaya hidup hedonis dan kepribadian ekstrovert dengan perilaku konsumtif, dengan sumbangan efektif sebesar 62,4%. Hipotesis minor pertama diperoleh rx1y sebesar 0,790 dengan p sebesar 0,000 (p lebih kecil dari 0,01). Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel gaya hidup hedonis dengan perilaku konsumtif. Sedangkan hipotesis minor kedua diperoleh rx2y sebesar -0,001 dengan p sebesar 0,497 (p lebih besar dari 0,05). Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan antara kepribadian ekstrovert dengan perilaku konsumtif.
Grandikha Faatih Suwandi, Khoiruddin Bashori, Erita Yuliasesti Diah Sari
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 7; https://doi.org/10.24176/perseptual.v7i1.6564

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Work Engagement pada Pengemudi Layanan Ambulans Gratis Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang pengemudi layanan Ambulans Muhammadiyah yang tetap menjalankan pelayanan pada masa awal terjadinya pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Informan dipilih berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki subjek sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dilakukan. Hasil yang ditemukan bahwa gambaran work engagement pada pengemudi layanan ambulans gratis Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah adanya energi dan ketahanan mental yang kuat, kemauan bekerja keras, tidak mudah lelah, siap menghadapi kesulitan, bersedia bekerja penuh waktu, keterlibatan kuat dalam pekerjaan, mengeluarkan banyak waktu dan usaha, perasaan penting, berharga dan bangga dalam pekerjaan, mempersiapkan pekerjaan, ketahanan menghadapi kesulitan, menikmati pekerjaan, bahagia dan senang ketika bekerja, sulit lepas dari pekerjaan serta adanya kontrol terhadap tubuh dan pikiran. Peneliti juga menemukan beberapa temuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi work engagement pada pengemudi layanan ambulans gratis Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu job resources, job demands, personal resources, ideological resources, engagement outcome dan family support.
Paul Arjanto
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 7; https://doi.org/10.24176/perseptual.v7i1.6196

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan uji validitas terhadap DASS-21 pada mahasiswa. Depression Anxiety Stress Scales 21 (DASS-21) adalah instrumen laporan diri yang mengukur kecemasan, depresi, dan stres. Validasi dilakukan pada sampel dari 109 orang mahasiswa program studi bimbingan dan konseling Universitas Pattimura. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DASS-21 dapat digunakan sebagai instrumen yang valid dan reliabel untuk pengukuran depresi, kecemasan dan stres pada mahasiswa. Skala depresi, kecemasan, dan stres menunjukkan konsistensi internal yang baik. Secara khusus, koefisien Cronbach alpha dengan skor 0,85, 0,84, dan 0,84, sedangkan koefisien Spearman-Brown dengan skor 0,84, 0,83, dan 0,85. Analisis faktor konfirmatori menunjukkan bahwa nilai CFI dan TLI lebih tinggi dari 0,90 dan nilai RMSEA dan SRMR kurang dari 0,08 dengan muatan faktor berkisar antara 0,49 – 0,75 dari setiap item DASS-21.
Lupita Novisari, Cut Nurul Kemala
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 6, pp 125-147; https://doi.org/10.24176/perseptual.v6i2.6137

Abstract:
Masa pandemi COVID-19, praktik pembelajaran jauh (PJJ), dan transisi sekolah bisa memicu kecemasan terutama pada siswi perempuan. Kecemasan dengan intensitas sedang sampai tinggi yang bertahan pada periode yang panjang bisa mempengaruhi kehadiran siswi, kinerja, dan kehidupan sosial. Maka, dibutuhkan intervensi yang bisa membantu siswi perempuan agar bisa mengelola kecemasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur gejala kecemasan dan ketidakfleksibelan psikologis sebelum dan sesudah program Acceptance and Commitment Therapy (ACT) pada siswi perempuan kelas 10. Penelitian ini merupakan within subject design dengan delapan partisipan Partisipan menyelesaikan 10 sesi program ACT dan 2 kali tindak lanjut yang dilakukan pada bulan November 2020 sampai Februari 2021. Gejala kecemasan diukur dengan Beck Anxiety Inventory, sementara itu ketidakfleksibelan psikologis diukur dengan Avoidance and Fusion Questionnaire for Youth. Analisis data dengan menggunakan Friedman’s ANOVA menunjukkan bahwa terdapat hasil yang signifikan antara sebelum (pre), sesudah (post), serta saat tindak lanjut yang dilakukan di minggu kedua (FU1) dan keempat (FU2) sesudah program ACT dilakukan pada gejala kecemasan, X2F(3)=16.443, p=.001 dan ketidakfleksibelan psikologis, X2F(3)=21.346, p=.000. Program ACT bisa menurunkan gejala kecemasan dan meningkatkan fleksibilitas psikologis pada siswi perempuan yang memiliki gejala kecemasan di masa transisi ke SMA pada masa COVID-19
Kharisma Putri Pratiwi, Rahmawati Prihastuty
Jurnal Psikologi Perseptual, Volume 6, pp 89-100; https://doi.org/10.24176/perseptual.v6i2.5128

Abstract:
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara customer perceived value dengan online repurchase intention pada pengguna e-commerce Shopee. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna e-commerce Shopee yang pernah mengalami kekecewaan saat berbelanja melalui Shopee. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 350 orang yang diambil dengan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala customer perceived value dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,923 dari 37 item valid dan skala online repurchase intention dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,909 dari 25 item valid. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik korelasi pearson product moment. Hasil uji korelasi antara online repurchase intention dan customer perceived value menunjukkan bahwa nilai r=0,729; p<0,05. Sehingga, hipotesis yang berbunyi “ada hubungan antara customer perceived value dengan online repurchase intention pada pengguna e-commerce Shopee” dapat diterima. Nilai koefisien korelasi yang positif menunjukkan adanya hubungan positif antara kedua variabel. Secara umum, online repurchase intention berada pada kategori tinggi dengan persentase 80,6% dan customer perceived value juga berada pada kategori tinggi dengan persentase 57,1%.
Back to Top Top