Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2654-3958 / 2685-0702
Published by: IAIN Syekh Nurjati Cirebon (10.24235)
Total articles ≅ 50
Filter:

Latest articles in this journal

Asriyanti Rosmalina, Tia Khaerunnisa
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, Volume 4, pp 49-58; https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.8755

Gita Afriani, Evi Afiati, Putri Dian Dia Conia
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, Volume 4, pp 99-108; https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.8762

Abstract:
Media memiliki peran penting dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media bimbingan dan konseling dalam bentuk modul tentang kesehatan reproduksi remaja perempuan. Tujuannya untuk membantu guru bimbingan dan konseling dalam memberikan informasi, serta menarik minat siswa belajar tentang kesehatan reproduksi remaja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian pengembangan (R&D) model Borg & Gall. Model Borg & Gall di sederhanakan menjadi tujuh tahap yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk awal. Uji validasi modul dilakukan oleh satu orang ahli media dan satu orang ahli materi. Sementara, untuk uji coba produk dilakukan kepada 30 siswa sebagai calon pengguna modul. Hasil uji validasi yang dilakukan mencapai 81% oleh ahli materi, 83% oleh ahli media, dan 89% oleh siswa. Berdasarkan uji validasi dan produk yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa modul bimbingan dan konseling kesehatan reproduksi remaja perempuan layak diimplementasikan kepada siswa.
Ismarini Bekti Setiani
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, Volume 4, pp 1-10; https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.8751

Abstract:
Kesulitan yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir di masa pandemi covid-19 yang membatasi ruang gerak dalam proses penyeleasian tugas akhir mahasiswa. Tekanan mental mahasiswa menghadapi kesulitan-kesulitan yang terjadi dapat berdampak pada stress, depresi yang akhirnya lebih memilih menyerah dan tidak menyelesaikan tugas akhir, bahkan sampai memunculkan ide untuk bunuh diri. Beban dan kesulitan yang dirasakan mahasisawa tingkat akhir pada masa pandemi ini agar tidak menjadi tekanan yang berlarut dan berdampak pada kesehatan (fisik maupun mental) serta kelancaran penyelesaian kuliah maka mahasiswa tingkat akhir perlu memiliki self-compassion (welas diri). Dengan memiliki self-compassion yang tinggi pada mahasiswa maka menimbulkan resiliensinya tinggi dan prokrastinasi rendah, serta lebih termotivasi untuk berjuang lebih baik dalam proses penyelesaian tugas akhir khususnya di era pandemi covid-19. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat self-compassion (welas diri) mahasiswa tingkat akhir prodi bimbingan dan konseling Universitas Negeri Yogyakarta pada masa pendemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif dan menggunakan analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir prodi bimbingan dan konseling di Universitas Negeri Yogyakarta yang memiliki kriteria tertentu yaitu mahasiswa yang telah menyelesaikan KKN dan praktik kependidikan serta sedang menyusun tugas akhir sebanyak 36 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa sebagian besar memiliki self-compassion kategori sedang. Komponen self-compassion yang masih perlu ditingkatkan yaitu kewawasan (mindfulness) dan komponen yang perlu dikurangi yaitu menghakimi diri, isolasi, dan overidentifikasi. Diperlukan adanya intervensi untuk membantu mahasiswa tingkat akhir dalam meningkatkan self-compassion.
Siti Fatimah, Ardian Renata Manuardi, Rini Meilani
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, Volume 4, pp 25-36; https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.8753

Abstract:
Efikasi diri performa akademik adalah keyakinan atas kemampuan diri sendiri dalam melakukan segala aktivitas yang menunjang proses belajar individu. Perkembangan efikasi diri dalam tiap fase dibutuhkan kompetensi dari individu itu sendiri untuk berhasil melalui tiap fase tersebut, meskipun tahap perkembangan yang dilalui individu tidaklah sama. Hal ini dikarenakan permasalahan dalam pendidikan sangat kompleks, dimulai dengan perubahan struktur kurikulum yang selalu berubah setiap pergantian pemangku kepentingan juga permasalahan teknis lainnya yang berimbas langsung kepada proses-proses pendidikan yang sedang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efikasi diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling IKIP Siliwangi dari perspektif dimensi Bandura. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data yang diperoleh dari angket yang disebarkan secara daring. Hasil dari penelitiannya adalah 23,9% mahasiswa berada pada kategori efikasi diri performa akademik rendah, disusul sebanyak 61,2 % mahasiswa yang termasuk ke dalam kategori efikasi diri performa akademik sedang, dan terakhir terdapat 14,9% mahasiswa yang termasuk ke dalam kategori efikasi diri performa akademik tinggi. Kemudian, tingkat efikasi diri performa akademik ini lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat kekuatan dan kemantapan individu terhadap keyakinannya serta kemampuan individu dalam menguasai suatu tugas.
Rina Kurnia
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, Volume 4, pp 59-70; https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.8756

Abstract:
Pandemi COVID-19 yang tengah mewadah seluruh dunia termasuk Indonesia memberikan dampak yang negatif bagi seluruh aspek kehidupan. Pandemi COVID-19 berhasil mengubah kebiasaan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di jalan, di tempat ibadah, dan dimanapun. Kebiasaan baru untuk hidup bersih dan sehat mesti dilakukan oleh masyarakat sehingga menjadi norma individu dan norma sosial baru dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan sikap dan perilaku masyarakat pada masa kenormalan baru di tengah pandemi COVID-19 membutuhkan perjuangan dalam bentuk penyesuaian diri dan kontrol diri yang tinggi untuk memutus penyebaran virus agar kehidupan kembali tertata dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pandangan mengenai strategi meningkatkan kontrol diri di masa pandemi COVID-19. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data didapatkan dari artikel, jurnal, buku, dokumen resmi, penelitian terdahulu, dan media sosial. Hasil penelitian ini diketahui melalui strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kontrol diri individu atau masyarakat di tengah pandemi diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Mumtaz Afridah
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, Volume 4, pp 11-24; https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.8752

Abstract:
Hambatan perkembangan sosial adalah kondisi perkembangan sosial yang terjadi pada anak tidak sesuai dengan tahapan pencapaian perkembangan sosial di usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari terapi perilaku dengan metode token economy dalam menurunkan gejala hambatan perkembangan sosial pada anak usia dini. Terapi perilaku dengan metode token economy disusun sebagai upaya untuk menurunkan gejala hambatan sosial yang dimunculkan saat berinteraksi di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif single case experimental desain A-B-A. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Adapun responden dalam penelitian ini adalah anak dengan gejala hambatan perkembangan sosial yang belum pernah mendapatkan terapi perilaku sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi perilaku dengan metode token economy dapat menurunkan gejala hambatan perkembangan sosial.
Siti Nadiah Fauziah, Rochani Rochani, Deasy Yunika Khairun
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, Volume 4, pp 89-98; https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.8761

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai konsentrasi belajar siswa dan adiksi media sosial instagram serta membuat rancangan program bimbinganobelajar untuk meningkatkan kosentrasi belajar siswa dan mengurangi adiksi media0sosial instagram pada siswa. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 120 siswa dari kelas VIII SMPN 1 Kota Serang. Penelitian mengenai konsentrasi belajar berdasarkan dari 7 aspek yaitu, pemusatan pemikiran, motivasi, rasa khawatir, perasaan tertekan, gangguan pemikiran, gangguan kepanikan. Selanjutnya penelitian tentang adiksi media sosial Instagram berdasarkan dengan 6 aspek yaitu, salience, moodmodification, tolerance, withdrawalsymptoms, conflict, dan relapse. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penyebaran instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Serang berada dalam kategori sedang sebesar 83%, kategori tinggi dengan 12% dan 5% pada kategori rendah. Hasil penelitian pada adiksi media sosial Instagram siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Serang berada dalam kategori sedang dengan presentase 70%, kategori tinggi 13% dan kategori rendah 13%. Setelah mengetahui tingkat konsentrasi belajar dan adiksi media sosial instagram pada siswa, selanjutnya yaitu merancang program yang dibuatbberdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.
Annisa Indah Nurina, Naimatus Tsaniyah
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, Volume 4, pp 79-88; https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.8760

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang dilakukan oleh ibu karir dalam pendidikan Islam pada anak dimasa pandemi Covid-19 di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang Tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah ibu karier. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan ibu yang berkarier di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang Tahun 2020 pada masa pandemi Covid-19 mempunyai karakteristik, yaitu (1) membuat jadwal belajar; (2) komunikasi; (3) jam sekolah yang dilakukan dirumah dan pendidikan agama lebih banyak; serta (4) membagi peran mengasuh. Lebih lanjut, para ibu karier memasukan ajaran agama Islam sejak dalam kandungan. Penanaman pendidikan agama yang kuat, berakhlak, dan pandai dalam membaca Al-Quran adalah efek dari pola asuh orang tua yang dipupuk sejak kecil. Pola asuh yang demokrasi pula mampu mengembangkan anak-anak dari segi: (1) perkembangan fisik yang kuat agar tidak menjadi muslim yang pemalas; (2) perkembangan kognitif yang baik agar menjadi muslim yang cerdas dalam intelektualitasnya; dan (3) perkembangan sosial agar menjadi manusia yang baik menjalin dengan makhluk-makhluk Allah secara bijaksana. Adapun faktor pendukung dan penghambat pola asuh ibu karir di Desa Tlompakan pada masa pandemi Covid-19 dalam pendidikan Agama Islam yang utama berkaitan dengan latar belakang ibu karier, kondisi pandemi, dan lingkungan sekitar.
Back to Top Top