Dunia Keperawatan

Journal Information
ISSN / EISSN : 23378212 / 25415980
Total articles ≅ 71
Filter:

Latest articles in this journal

Rismia Agustina, Eka Setiawati, Ghina Pangestika, Nor Hayatunnisa Hayatunnisa, Rosina Apriani, Siti Munawarah, Asmadiannor Asmadiannor
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 91-96; doi:10.20527/dk.v7i2.6636

Abstract:Introduction: Some of the main nursing problems that arise in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis are problems with excess fluid volume.The aim of this study was to describe increased fluid intake in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Ulin General Hospital of Banjarmasin.Methods: This was a descriptive cross sectional study. 80 respondents were taken using consecutive sampling. The instruments used in this study were questionnaire of demographic, knowledge, attitude, family support, involvement of health workers and Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) calculation sheets.Results: The results showed that the majority of respondents were women (53.8%), the education of respondents was high school (28.8%), the average age of respondents was 48.19 years old, most respondents had been undergoing hemodialysis for less than 12 months (57.5%), the frequency of hemodialysis was 2 times each week (93.8%), the level of knowledge was good (42.5%) and moderate (42.5%), the family support was good (86.3%), the attitude was positive (55%), the involvement of health workers was good (60%), and the majority of respondents had moderate IDWG criteria (47.5%).Conclusion: Almost half of patients with chronic kidney disease who were undergoing hemodialysis at Ulin General Hospital of Banjarmasin had moderate IDWG. Further study is needed to investigate related factors of excessive fluid intake in patients undergoing hemodialysis.
Linda Juwita, Rika Budi Agustinah
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 128-133; doi:10.20527/dk.v7i2.6094

Abstract:Hipertensi yang membutuhkan pengobatan lama, menjadikan seseorang berada dalam kekhawatiran dan ketakutan yang menyebabkan stresss. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita hipertensi dengan tingkat stresss . Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas kedungdoro Surabaya dengan jumlah 79 orang. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sample dimana sampel dipilih berdasasrkan kriteria inklusi. Sampel dalam penelitian ini adalah 38 orang. Penelitian ini di analisis dengan menggunakan uji Spearman Rank dan didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan lama mederita hipertensi dengan tingkat stresss, dengan nilai p= 0, 541 ( p.value>0,05). Semakin lama seseorang menderita hipertensi maka semakin rendah tingkat stresssnya.. Koping yang adaptif dapat menghasilkan adaptasi yang positif.
Dewi Rachmawati, Etika Ma’Rifatul Ulum, Tri Cahyo Sepdianto
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 118-127; doi:10.20527/dk.v7i2.6488

Abstract:Stroke menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan dengan beban penyakit yang semakin meningkat dua kali lipat di Indonesia. Tingginya angka kecacatan memperpanjang waktu perawatan dan tirah baring sehingga berisiko tinggi terjadinya luka decubitus apabila 24-48 jam setelah serangan tidak segera dilakukan mobilisasi dini. Tujuan studi kasus ini menggambarkan pencegahan decubitus pasien stroke hamorrhagic setelah 24 jam serangan. Studi kasus ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Subyek adalah pasien stroke hemorrhagic setelah 24 jam serangan beserta keluarganya dengan masalah keperawatan risiko dekubitus. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan penilaian risiko dekubitus dengan skala Norton. Tindakan keperawatan yang dilakukan pemberian mobilisasi/alih baring setiap 2 jam dan massage kulit pada area yang tertekan. Hasil studi kasus menunjukkan pemberian mobilisasi/alih baring setiap 2 jam dan pemberian massage kulit pada area yang tertekan terbukti efektif menurunkan risiko dekubitus yang dibuktikan dengan kenaikan skor skala Norton. Diharapkan perawat/keluarga menerapkan pemberian alih baring/mobilisasi setiap 2 jam dan massage kulit pada area tertekan sedini mungkin untuk pencegahan decubitus
Sahrudi Sahrudi, Agung Waluyo, Masfuri Masfuri
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 142-152; doi:10.20527/dk.v7i2.6892

Abstract:Asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan yang akan diterima oleh pasien. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan tersebut salah satunya dengan mengaplikasikan teori virginia henderson. Tujuan : Penerapan teori Virginia Henderson pada pasien dengan neglected fracture of left shaft femur. Metodologi yang digunakan adalah dengan menggunakan studi literatur dan studi kasus. Hasil : Penerapan teori Virginia Henderson efektif diterapkan pada pasien dengan neglected fracture of left shaft femur. Kesimpulan : teori Virginia Henderson dapat digunakan pada asuhan keperawatan pasien dengan neglected fracture left shaft femur untuk meningkatkan kemandirian akibat perubahan fisik dan psikologis.
Eka Adimayanti, Dewi Siyamti
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 153-162; doi:10.20527/dk.v7i2.6926

Abstract:Kemampuan anak yang berlebutuhan khusus berbeda dengan anak yang normal, di satu sisi, anak luar biasa harus dapat mandiri, beradaptasi dan bersaing dengan orang normal, di sisi lain ia tidak secara otomais dapat melakukan aktifitas. Setiap anak yang memiliki karakteristik, kelebihan, kekurangan serta tingkat kemampuan dan tingkat kecacatan yang bervariatif maka pengajaran individualisasi sangat efektif. Bisa disimpulkan bahwa anak yang berkebutuhan khusus membutuhkan pendampingan khusus untuk belajar. Melalui bermain anak dapat mengeksplorasi semua kemampuan yang dimilikinya. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mahyudin, MJ (2016). Bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran program bimbingan melalui terapi bermain pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Ungaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dengan metode diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada pelaksanaannya terdapat kategorisasi secara kuantitatif, dan disimpulkan dengan deskripsi kualitatif.. Seleksi responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu anak tunagrahita dan anak Autis usia 4 tahun-11 tahun. Hasil dari penelitian ini terdapat gambaran peningkatan kemampuan adaptif siswa pada self help general, self eating,self dressing, self direction, locomotion,occupation, socialization dan komunikasi). Kesimpulan: pemberian metode bimbingan melalui terapi bermain dapat memberikan stimulus kepada siswa tunagrahita dan autis untuk meningkatkan perilaku adaptif sehari hari. Key word: program bimbingan, terapi bermain, tunagrahita, autis
Maulidya Septiany, Cecep E Kosasih, Urip Rahayu
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 71-81; doi:10.20527/dk.v7i2.6239

Abstract:Cedera kepala merupakan penyakit terbanyak yang mampu mengubah tingkat kesadaran seseorang dan menyebabkan kematian dengan case fatality rate (CFR) sebesar 4,37%. Selain itu, dampak dari cedera tersebut juga dapat menimbulkan kerusakan kognitif dan fungsi fisik. Pemberian stimulasi sensorik berupa stimulasi auditori sedini mungkin sangat penting untuk kelangsungan hidup, kualitas hidup dan prognosis jangka panjang pada pasien cedera kepala karena pendengaran merupakan fungsi indera yang paling akhir berfungsi pada penurunan kesadaran. Tujuan sistematik review ini untuk mengevaluasi pengaruh stimulasi auditory pada pasien cedera kepala dengan penurunan kesadaran. Studi ini merupakan systematic review dari beberapa penelitian Randomized Clinical Trial (RCT). Databased yang digunakan yaitu ProQuest, CINAHL, PsycINFO, Google Schoolar, PubMed, EBSCHO dan ScienceDirect dengan kata kunci yang digunakan adalah Traumatic Brain Injury, Auditory Stimulation, Comatoes Patient, Level of Consciousness. Kriteria inklusi artikel yang diambil yaitu penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008-2018, jenis penelitian Randomized Clinical Trial (RCT), sampel penelitian adalah pasien cedera kepala dengan penurunan kesadaran, intervensi yang diberikan berupa stimulasi auditory dan artikel ditulis dalam Bahasa Inggris. Hasil studi literature ini diperoleh 6 artikel penelitian yang sesuai dengan tujuan dan kriteria review. Hasil telaah menyimpulkan bahwa stimulasi auditori pada pasien cedera kepala berpengaruh signifikan terhadap peningkatan status kesadaran. Oleh karena itu, stimulasi auditori dapat direkomendasikan sebagai terapi tambahan secara non farmakologis terhadap pasien cedera kepala yang mengalami penurunan kesadaran.
Dahlia Dahlia, Noor Diani, Husaini Husaini, Paula Paulina, Makmun Makmun, Efriliana Efriliana, Elyana Fadian, Siti Nurjannah, Winda Permatasari
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 134-141; doi:10.20527/dk.v7i2.6426

Abstract:Manajemen ulkus kaki salah satunya adalah dengan memastikan suplai darah yang cukup yang dapat dilihat dari nilai ABI serta perawatan luka lokal (termasuk pengendalian infeksi) yang dapat dilihat dari Skor MUNGS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran nilai ABI dan karakteristik luka berdasarkan instrumen pengkajian luka MUNGS pada pasien diabetes mellitus dengan ulkus diabetik. Metode penelitian ini berupa deskripsi kuantitatif melalui wawancara dengan pedoman. Teknik sampling menggunakan Accidental sampling dan jumlah sampel sebanyak 32 orang pasien Diabetes Mellitus dengsn ulkus diabetik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Skor ABI pada responden Diabetes Mellitus dengan ulkus diabetik yang memiliki skor ringan sebanyak 19 orang (59%) dan skor pengkajian luka (MUNGS) kategori sedang (6-10) sebanyak 17 orang (53%). Semakin tinggi skor MUNGS maka status luka buruk, sebaliknya semakin rendah nilai skor maka kondisi luka semakin baik.
Khairus Sadiq, Abdurrahman Wahid, Ifa Hafifah
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 82-90; doi:10.20527/dk.v7i2.4396

Abstract:ABSTRAKProses keperawatan termasuk pengkajian keperawatan memiliki kendala dalam aplikasinya termasuk dalam lingkup IGD yang kompleks dengan beban kerja tinggi. Falsafah keperawatan memandang individu secara holistik sebagai kesatuan yang utuh memiliki dimensi biologis, psikologis, sosial, budaya dan spiritual. Penelitian ini bertujuan mengetahui deskripsi pelaksanaan pengkajian keperawatan holistik oleh perawat di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pada 34 orang perawat di ruang IGD RSUD Ulin Banjarmasin yang diambil secara total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20-27 November 2017. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran pengkajian keperawatan holistik menunjukkan hasil aspek biologis kategori aplikatif 76%, aspek psikologis kategori aplikatif 91%, aspek sosial kategori aplikatif 76%, aspek spiritual kategori tidak aplikatif 59% dan aspek budaya kategori aplikatif dan tidak aplikatif dengan persentase 50%. Perawat sebagai tenaga kesehatan profesional memberikan pelayanan kesehatan khususnya asuhan keperawatan yang komprehensif. Disarankan perawat perlu meningkatkan kemampuan untuk menunjang pelaksanaan pengkajian keperawatan holistik terutama pada aspek spiritual. Kata-kata kunci : Pengkajian Keperawatan, Biologis, Psikologis, Sosial, Spiritual, Budaya ABSTRACTThe nursing process including nursing assessment has constraints in it’s application including within the complex scope of IGD with high workload. The nursing philosophy views the individual in a holistic way as a whole, which had biological, psychological, social, cultural and spiritual dimensions. Objective To determine the description of holistic implementation nursing assessment by nurses at IGD RSUD Ulin Banjarmasin. This study used Descriptive research on 34 nurses in IGD room of Ulin Banjarmasin General Hospital taken in total sampling. The study was conducted on 20-27 November 2017. Pursuant to result of research got description of nursing holistic study showed result of biological aspect of applikative category 76%, psychological aspect of applikative category 91%, social aspect of applikative category 76%, spiritual aspect category not applicative 59% and culture aspect applicative and non applicative category with percentage of 50%. Nurses as health professionals provide health services, especially comprehensive nursing care. It was suggested that nurses need to improve their ability to support the implementation of holistic nursing assessment especially on the spiritual aspect.
Moh Heri Kurniawan, Rr Tutik Sri Hariyati, Laurentia Dewi
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 97-105; doi:10.20527/dk.v7i2.6601

Abstract:Preceptor memiliki peranan penting dalam menjamin kualitas pelayanan yang diberikan oleh perawat baru.yang sedang dalam masa transisi. Komitmen seorang preceptor sangat penting dalam optimalisasi program preceptorship. Tujuan penulisan adalah untuk melakukan identifikasi pelaksanaan preceptorship, pemberian pelatihan, dan evaluasi komitmen preceptor di ruang rawat inap Rumah Sakit Militer di Jakarta. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan pilot studi yang dilaksanakan dari identifikasi, analisis situasi, penetapan masalah, pembuatan perencanaan tindakan, implementasi, evaluasi dan analisis kesenjangan menggunakan literatur review. Analisis situasi dilakukan dengan menggunakan analisis diagram fish bone. Sampel yang digunakan dalam pengkajian awal adalah 10 ruang rawat inap yang meliputi 10 kepala ruangan, 19 preceptor, dan 36 preceptee. Pada saat implementasi melibatkan 25 perawat untuk dipersiapkan menjadi preceptor dengan melibatkan dalam workshop preceptorship. Hasil identifikasi menunjukkan adanya masalah dalam pelaksanaan program preceptorship terutama pada fungsi manajemen dalam implementasi program preceptorship di ruang rawat inap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% preceptor memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan perannya setelah mengikuti pelatihan preceptorship. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah untuk terus mempertahankan komitmen preceptor dan mengoptimalkan preceptorship hendaknya manajemen rumah sakit memberikan dukungan berupa kebijakan, alur pengembangan program, dan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di ruang rawat inap.
Ridlo Cahya Ilhami, Retno Purwandari, Alfid Tri Afandi
Dunia Keperawatan, Volume 7, pp 106-117; doi:10.20527/dk.v7i2.6611

Abstract:Proses belajar di perguruan tinggi harus diselenggarakan dengan prinsip berpusat kepada mahasiswa (Student Centered Learning). Penerapan Student Centered Learning (SCL) memiliki beberapa komponen yang bisa berpengaruh dalam penerapan SCL. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran penerapan model pembelajaran SCL di Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif dengan teknik purposive sampling pada 26 dosen dan teknik stratified sampling pada 260 mahasiswa. Hasil menunjukkan penerapan SCL pada mahasiswa mencapai 80,19% (dari nilai maksimal 36) dan penerapan SCL pada dosen mencapai 81,7% (dari nilai maksimal 33). Hal ini memperlihatkan penerapan SCL dari segi mahasiswa dan dosen memiliki persentase ketercapaian yang baik. Terdapat tujuh indikator yang diteliti pada mahasiswa dan empat indikator pada dosen. Nilai terendah pada mahasiswa yaitu bahan ajar (71%) dan nilai terendah pada dosen yaitu kondisi kelas (68,4%). Fasilitas yang kurang maksimal bisa berdampak terganggunya proses belajar menggunakan SCL sehingga mahasiswa dan dosen tidak memperoleh hasil yang maksimal.