Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2337-8212 / 2541-5980
Total articles ≅ 132
Filter:

Latest articles in this journal

Krisna Yetti Malawat, Laras Adythia Pratiwi, Dewi Gayatri
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 511-517; doi:10.20527/dk.v8i3.9389

Abstract:
Perilaku Perawat memiliki pengaruh yang kuat terhadap kebutuhan dan keberhasilan edukasi pasien yang bertujuan mengidentifikasi determinan perilaku perawat dalam pemberian edukasi pasien dengan desain cross sectional. Penelitian menggunakan total sampling dengan 210 sampel sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan merupakan modifikasi dari berbagai tinjauan literatur yang kemudian diuji validitas dan reliabilitas. Mayoritas perawat memiliki karakteristik sebagai berikut: berjenis kelamin perempuan, berumur < 35 tahun, pendidikan D3 Keperawatan, memiliki total pengalaman < 10 tahun, berstatus PNS, sudah mengikuti pelatihan (dalam tiga tahun belakangan), tetapi memiliki pengetahuan yang kurang terkait pemberian edukasi pasien. Terdapat hubungan antara umur, pencapaian, kebijakan, kondisi kerja, supervisi, dukungan sosial, dan fungsi perencanaan kepala ruangan dengan perilaku perawat dalam pemberian edukasi pasien (p=0,001-0,037), variabel yang paling dominan mempengaruhi perilaku perawat dalam pemberian edukasi pasien adalah dukungan sosial (OR= 5,186). Manajer keperawatan beserta seluruh jajaran rumah sakit perlu membuat program penunjang pemberian edukasi pasien, melengkapi segala sarana dan prasarana yang ada, beserta mempersiapkan sumber daya yang kompeten.
Arista - Maisyaroh, Eko Prasetya Widianto, Rizeki Dwi Fibriansari, Lailatul Sholeha, Novita Tri Handayani
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 490-498; doi:10.20527/dk.v8i3.8050

Abstract:
Alat dan mesin pertanian saat ini banyak digunakan di pertanian untuk meningkatkan produktivitas, akan tetapi angka trauma akibat penggunaan nya juga masih tinggi, Petani terbatas kemampuan dalam penanganan kejadian trauma di area pertanian, menyebabkan peningkatan resiko morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani melakukan perawatan luka akibat trauma di area pertanian dengan menggunakan pendekatan Population Centered Health Nursing Care (CHNC). Penelitian menggunakan desain quasi eksperimental pre and post. Kelompok perlakukan 125 petani dari Candipuro dan kelompok control 125 petani dari pasirian, tekung, senduro, dan sumbersuko. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney U pada kelompok perlakuan diperoleh nilai significancy 0,000 (p0,05), disimpulkan bahwa efektifitas peningkatan kemampuan petani setelah diberikan pelatihan melalui pendekatan Population Centered Health Nursing Care. Pengembangan model peningkatan keamanan dan keselamatan petani dilakukan dengan mengembangkan kader kesehatan di kelompok tani .
Irmina Ika Yuniarti, I Made Kariasa
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 452-459; doi:10.20527/dk.v8i3.8256

Abstract:
Stroke dapat menyebabkan kematian dan menimbulkan dampak kecacatan. Self management dengan dukungan keluarga diperlukan untuk beradaptasi dengan kondisi pasca stroke serta mencegah stroke berulang. Dukungan keluarga mempunyai peran untuk keberhasilan self management. Tujuan : literature review bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa peran penting dari dukungan kelurga terhadap self management pasien pasca stroke. Desain : naratif literature review. Metode: analisis penelitian yang diterbitkan pada data base online ProQuest, EBSCO, Google scholar dan Scopus, CINAHL, MEDLINE, Science direct. Penelitian dipilih menggunakan kriteria dan kata kunci periode 2015-2019. Sembilan penelitian dilakukan analisa menggunakan proses literature review. Hasil: Dukungan keluarga yang dapat diberikan pada pasien stroke dalam melaksanakan self management meliputi: dukungan terhadap manajemen penyakit, dukungan terhadap manajemen peran, dukungan terhadap manajemen emosi Kesimpulan : dukungan yang kuat dari keluarga diperlukan untuk meningkatkan self management pada pasien stroke karena keluarga merupakan pendamping utama pasien dalam beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pasca stroke.
Stepanus Maman Hermawan, Hany Wihardja
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 406-416; doi:10.20527/dk.v8i3.7818

Abstract:
Stroke merupakan penyebab ketiga tertinggi kematian di dunia. Kecacatan dan kelumpuhan jangka panjang menjadi beban bagi penderita stroke yang hidup. Kecacatan diakibatkan oleh kelemahan otot dan syaraf ekstremitas atas dan bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan karakteristik individu dan riwayat stroke pertama dengan kekuatan otot pasien stroke di unit rawat jalan dan inap, rumah sakit pemerintah di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deksriptif cross-sectional dengan kuesioner dan Manual Muscle Testing (MMT). Total sampel pada penelitian ini sebanyak 99 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni tahun 2018. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,026), jenis kelamin (p=0,029), dan riwayat stroke (p=0,036) dengan kekuatan otot. Kekuatan otot dapat ditingkatkan dengan latihan penguatan yang dilakukan secara konsisten dan berulang. Latihan ini juga harus disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan keadaan atropi otot yang dialami pasien sebelumnya untuk mencegah kecacatan jangka panjang.
Fitrio Deviantony
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 346-353; doi:10.20527/dk.v8i3.7731

Abstract:
Banjir dan tanah longsor adalah bencana yang menyebabkan banyak kerusakan yang berkaitan dengan lingkungan, dan ada peningkatan jumlah morbiditas, serta jumlah kerusakan dari lingkungan yang terjadi, dan akan mempengaruhi psikologi masyarakat yang terkena dampak bencana. Efek psikologis dari peristiwa yang tidak biasa ini tidak diragukan lagi akan menyebabkan trauma atau apa yang disebut gangguan stress pasca trauma (PTSD). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman petani yang mengalami banjir langsung dan tanah longsor; desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam dengan panduan wawancara semi-terstruktur yang melibatkan lima peserta, dan data dianalisis menggunakan analisis fenomenologi interpretatif. Hasil dari penelitian ini mendapatkan enam tema. Pertama adalah bencana yang disebabkan oleh manusia, tema kedua adalah menerima kenyataan yang ada, tema ketiga semakin dekat dengan Allah, tema keempat memiliki keinginan untuk bertani lagi setelah bencana, tema kelima adalah memulihkan ekonomi keluarga, dan tema keenam adalah menjaga lingkungan di sekitar dan meningkatkan diri mereka sendiri. Mengingat dampak yang akan timbul dari kondisi ini, jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, diperlukan peran petugas kesehatan dalam memberikan layanan kepada petani yang terkena dampak banjir dan tanah longsor untuk memahami, hidup dan menerima kondisi yang terjadi serta mampu beradaptasi dengan baik, karena jika tidak diatasi dengan baik maka tidak diragukan lagi akan mempengaruhi psikologi masyarakat yang terkena dampak bencana. Efek psikologis dari peristiwa yang tidak biasa ini tidak diragukan lagi akan menyebabkan trauma atau apa yang disebut gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Indra Adi Sugiatno, Sri Rahayu
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 354-364; doi:10.20527/dk.v8i3.8045

Abstract:
Keselamatan pasien merupakan komponen yang penting dalam asuhan serta langkah untuk memperbaiki mutu layanan yang berkualitas. Strategi penerapan patient safety telah dilakukan dengan berbagai upaya di lingkungan rumah sakit. Data keselamatan pasien berdasarkan provinsi terbanyak di Banten 125 laporan, dan Jakarta 105 laporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penerapan patient safety pada perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Dradjat Prawiranegara tahun 2018. Desain penelitian bersifat cross sectional dimana sampel yang diambil dengan metode total sampling. Populasi penelitian adalah perawat yang ada di ruang IGD RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang berjumlah 37 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian univariat menunjukan dari 37 responden sebanyak 30 responden (81,1%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 21 responden (56,8%) memiliki sikap positif, 30 responden (81,1%) memiliki masa kerja ≥5 tahun, dan 20 responden (54,1%) memiliki perilaku yang baik. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (nilai P=0,002), sikap (nilai P=0,003) dan masa kerja ≥5 tahun (nilai P=0,027) dengan perilaku penerapan keselamatan pasien pada perawat. Peneliti mengharapkan agar Rumah Sakit mampu melakukan penyegaran kembali tentang penerapan keselamatan pasien (patient safety) kepada seluruh perawat secara berkala enam bulan sekali.
Hendra Dwi Cahyono, Dewi Irawaty
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 386-396; doi:10.20527/dk.v8i3.8222

Abstract:
Background: Chemotherapy induced Alopecia (CIA) is one of the most complained and cause the highest distress in breast cancer patients with chemotherapy. Cryotherapy or Scalp Cooling is an alternative intervention to reduce metabolism of cytotoxic agents against hair follicle by lowering the temperature of the scalp. Literature that discusses the effectiveness of Cryotherapy in breast cancer patients is still limited.Objective: Summarize and investigate the effect of Cryotherapy on preventing Chemotherapy induced Alopecia in breast cancer patients and its determinant factors of successfull Cryotherapy . Design: Literature ReviewData Sources: A search was performed by using Ebscohost, Scopus, Science Direct, and ProQuest database from 2009 to 2019 for research article.Review methods: A systematic process was used to analyze and extract data include studies using CASP.Result: From 278 articles that have been observed using CASP, only 10 articles match the inclusion criteria. Total respondents in 10 articles were 1201 breast cancer patients undergoing chemotherapy. All articles used in this study showed positive results about the effect of Cryotherapy on decreasing the severity of Chemotherapy Induced Alopecia (CIA) measured by hair preservation, hair loss, hair regrowth, and decreasing use a wig or head covering. The importance of continuously monitoring the patient's condition to manage the side effects caused by Cryotherapy such as headaches, cold, and nausea.Conclusion:Cryotherapy significantly reduce the severity of CIA by inhibit the process of mitosis and vasoconstriction. There are several factors that must be considered when giving Cryotherapy, such as type of chemotherapy, dosages, device, duration of administration, and temperature. For further research, it is important to considered some factors that can affect the successfull of Cryotherapy and the patient response
Frima Ulfa Agustina, Tuti Afriani, Hanny Handiyani
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 468-478; doi:10.20527/dk.v8i3.7768

Abstract:
Kejadian jatuh merupakan hal yang harus dicegah pada saat pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit. Perawat harus patuh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan perawat tersebut adalah dengan supervisi keperawatan. Metode yang digunakan adalah pilot project dengan inovasi. Implementasi berupa pembuatan draft instruksi kerja supervisi, draft instrumen supervisi, buku saku sasaran keselamatan pasien, sosialisasi inovasi terhadap 46 orang yang terdiri dari bidang pelayanan keperawatan, komite keperawatan, kepala instalasi, kepala ruangan, leader dan perawat pelaksana. Hasil studi melalui evaluasi input project berupa wawancara 2 ketua tim dan 3 perawat pelaksana memperlihatkan bahwa supervisi kepala ruangan dengan menggunakan instrumen dan instruksi kerja supervisi pengurangan risiko jatuh akan membantu meningkatkan pengetahuan perawat tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengurangan Risiko Jatuh di Rumah Sakit. Kesimpulan: peningkatan pengetahuan perawat tentang pengurangan risiko jatuh dipengaruhi oleh fungsi supervisi kepala ruangan sebagai perawat manajer lini pertama. Rekomendasi: studi ini menjadi dasar penerapan supervisi sasaran keselamatan pasien khususnya pengurangan risiko jatuh.
Elfina Natalia, Maria Floriana Ping
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 435-441; doi:10.20527/dk.v8i3.9163

Abstract:
Kemenkes (2015) melakukan pemantauan status gizi dengan hasil Kalimantan Timur memiliki 26,7% anak yang mengalami stunting, dimana 18,3% tergolong pendek dan 8,4% sangat pendek. Stunting erat kaitannya dengan asupan zat gizi yang rendah akibat dari perilaku pemberian makan yang tidak tepat, hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan gizi ibu dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan melihat keterkaitan dan implikasi yang ditimbulkan kearifan lokal dan pengetahuan ibu terhadap status gizi dan pola makan pada stunting anak usia preschool. Menggunakan metode observasional analitik dengan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif dengan jumlah responden 50. Uji regresi logistik memaparkan terjadinya stunting yang dominan dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang gizi dengan nilai p=0,027 dan OR=3,801. Sedangkan data kualitatif mengungkapkan adanya persepsi yang keliru terkait tumbuh dan kembang pada anak usia preschool. Analisis ini menginformasikan bahwa pengetahuan dan persepsi ibu yang keliru tentang gizi memiliki hubungan erat dengan kejadian stunting pada anak usia preschool.
Aby Yazid Al Busthomy Rofi'i, Agung Waluyo, Masfuri Masfuri, Umi Aisyiyah
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 365-374; doi:10.20527/dk.v8i3.8297

Abstract:
Fracture atau patah tulang menjadi bagian gangguan musculoskeletal, salah satu penyebab utama seseorang mendatangi ke layanan kesehatan. Fraktur tibia merupakan 17-21% dari seluruh fraktur ekstremitas bawah dan 3%-13% dari fraktur tibia dikelompokkan sebagai fraktur segmental. Virginia Henderson mengemukakan teori kebutuhan dasar manusia yang sesuai digunakan sebagai dasar pengkajian keperawatan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan aplikasi teori Henderson dalam pengkajian keperawatan pasien gangguan muskuloskeletal. Metode yang digunakan adalah studi kasus sederhana dengan instrumen pengkajian berdasarkan 14 domain kebutuhan dasar manusia sesuai teori Henderson. Hasil pengkajian menunjukkan terdapat kebutuhan dasar yang bermasalah yaitu kebutuhan bergerak dan mempertahankan postur, proteksi dan hygiene serta rasa aman dan nyaman. Analisis kelompok data dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia didapatkan lima diagnosis keperawatan yang sesuai. Hasil studi menunjukkan pendekatan teori Henderson dapat digunakan sebagai model pengkajian, khususnya dalam kasus mukuloskeletal. Diperlukan studi lanjutan untuk mendapatkan bentuk baku model pengkajian keperawatan berdasarkan teori kebutuhan dasar Henderson.
Back to Top Top