Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2337-8212 / 2541-5980
Total articles ≅ 112
Filter:

Latest articles in this journal

Santa Maria Pangaribuan, Josephine Tahasy Barakah
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 120-129; doi:10.20527/dk.v8i2.7968

Abstract:
Cervical cancer is caused by human papillomavirus (HPV) but it can be reduced by HPV infection. The aimed of this study was to explore perception and knowledge about HPV, cervical cancer and HPV vaccine in Ciranjang West Java, Indonesia. This was a cross sectional study of 90 adult female in Ciranjang, West Java, Indonesia. A 31 item self-report questionnaire was completed in this study. The reliability of this tool was assessed using Cronbach’s alpa (0.86) and the Kaiser-Meyer-Olkin value was 0.704. A total of 90 questionnaire were distributed, completed and analyzed. Only 42 (46.7%), 69 (76.7%) and 69 (76.7%) of adult female had ever heard of HPV infection, cervical cancer and HPV vaccine respectively. Only 13 (14.4%) knew that HPV can cause herpes and 28 (31.3%) knew that HPV can cause genital warts. Of the 44 adult female knew that there is a vaccine being developed to prevent HPV infection. Generally, the perception, knowledge and attitude about HPV among adult female were low. There is a need for health promotion to improve knowledge, perception and HPV vaccine
Vema Tiyas Puspita, I Made Kariasa
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 294-303; doi:10.20527/dk.v8i2.8253

Abstract:
Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di seluruh dunia. Salah satu komplikasi stroke adalah fatigue post stroke (FPS), dimana prevalensi berkisar 25%-85%. Mekanisme FPS belum diketahui secara pasti kemungkinan dapat disebabkan oleh fatigue fisik dan mental. Faktor-faktor yang menyebabkan FPS antara lain disabilitas fisik dan gangguan psikologi. Intervensi baik fisik maupun non fisik belum terbukti secara efektif mengatasi FPS. Tujuan dari studi ini untuk melihat keefektifan intervensi yang bersifat non fisik dalam mengatasi FPS. Studi ini merupakan literature review dengan pencarian artikel menggunakan database Scopus, Ebsco, dan Science Direct dengan kata kunci fatigue post stroke, non-physical intervention, dan stroke management. Kriteria inklusi adalah jurnal full text dalam Bahasa inggris, intervensi pada manusia, penelitian Randomize Control Trial (RCT) atau Quasi experiment, jurnal yang terbit dari tahun 2015-2020 dan penelitian yang mengukur tingkat FPS sebagai tujuan utamanya. Hasil studi literatur didapatkan lima artikel RCT yang sesuai kriteria inklusi, dari kelima artikel didapatkan tiga jenis intervensi yaitu obat psikostimulan, Traditional Chinese Medicine (TCM) dan intervensi psikologi. Meskipun tidak semua intervensi menunjukkan hasil yang signifikan, intervensi dengan modafinil, Cognitive Behavioral Therapy dan TCM dapat menurunkan FPS. Hasil dari telaah literatur dapat dijadikan sebagai bukti dasar dalam penanganan fatigue pada pasien post strok
Kelana Kusuma Dharma, Andi Parellangi, Halina Rahayu
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 208-221; doi:10.20527/dk.v8i2.8331

Abstract:
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifitas pembiayaan intervensi model adaptasi berbasis pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup pasien pasca stroke dibandingkan dengan program rehabilitasi konfensional di rumah sakit. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen menggunakan desain pre-test dan post-test kontrol group. Peneliti membagi sampel menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan pemberdayaan keluarga berbasis model adaptasi (caregiver empowerment program based on adaptation model/CEPBAM) dan kelompok kontrol yang mendapatkan program rehabilitasi medik di RS. Metode sampling yang digunakan yaitu stratified random sampling. Sampel berjumlah 56 orang (28 orang perkelompok) yang dihitung menggunakan rumus jumlah sampel untuk menguji hipotesis dua mean kelompok independen. Hasil: Tidak ada perbedaan kapasitas fungsional dan kualitas hidup pasca stroke yang bermakna sebelum dan setelah perlakuan diantara kedua kelompok. Terjadi peningkatan kapasitas fungsional dan kualitas hidup yang bermakna sesudah perlakuan pada setiap kelompok (p=0,001). Rasio efektifitas pembiayaan menunjukkan perlunya pembiayaan sebesar Rp 564.634 untuk meningkatkan 1 nilai kualitas hidup menggunakan intervensi CEP-BAM dan Rp 566.527 menggunakan rehabilitasi di RS. Kesimpulan: Intervensi CEP-BAM dan program rehabilitasi di rumah sakit menunjukkan efektifitas pembiayaan yang sama dalam meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup pasien pasca stroke. Rekomendasi: CEP-BAM dapat digunakan dalam rehabilitasi pasca stroke terutama di wilayah yang tidak memiliki rumah sakit dengan fasilitas unit rehabilitasi medik.
Hilman Syarif, Agung Waluyo, Yati Afiyanti, Muchtaruddin Mansyur
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 222-230; doi:10.20527/dk.v8i2.8228

Abstract:
Penurunan fungsi kognitif seringkali memengaruhi keberfungsian, kualitas hidup, dan integrasi penyintas kanker payudara di komunitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan penurunan fungsi kognitif terhadap kualitas hidup penyintas kanker payudara pasca-kemoterapi. Penelitian desain crosssectional ini dilakukan di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Responden sebanyak 110 yang diidentifikasi menggunakan metode purposif. Kuesioner untuk mengukur fungsi kognitif adalah Montreal Cognitive Assessment (MoCA) versi Indonesia dan EORTC QLQ C30 untuk kualitas hidup. Rerata skor visuospasial/ eksekutif adalah 4,30 (0,80), penamaan 2,76 (0,45), atensi 4,25 (1,16), bahasa 2,39 (0,80), abstraksi 1,63 (0,52), delayed recall 2,17 (1,01), dan orientasi 5,88 (036). Rerata skor kualitas hidup lebih rendah pada kelompok yang mengalami penurunan fungsi kognitif dibandingkan dengan kelompok yang normal, yaitu 56,76 (13,04) dan 79,47 (10,05), p
Neny Utami, Imami Nur Rachmawati
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 277-285; doi:10.20527/dk.v8i2.8151

Abstract:
Kehamilan pre-eklampsia menjadi salah satu penyebab kematian maternal. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan untuk melakukan pemeriksaan, perawatan antenatal dan perawatan intrapartum yang tepat baik pada ibu hamil dan keluarga berdampak pada keterlambatan pengambilan keputusan penanganan. Tujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat dan tenaga kesehatan tentang kehamilan pre-eklampsia. Metodologi: Literature review. Pencarian basis data yang digunakan adalah ScienceDirect, Scopus, ProQuest dan Pubmed dengan diperoleh 10 artikel dengan metode SPIDER. Kriteria inklusi dalam kajian adalah Persepsi masyarakat dan tenaga kesehatan tentang tentang kehamilan pre-eklampsia, bahasa inggris, fulltext, studi kualitatif, tahun 2014-2019. Literature review menunjukkan masih belum tepatnya pemahaman masyarakat tentang pre-eklampsia dan tenaga kesehatan tentang penanganan pre-eklampsia. Literature review ini merekomendasikan peningkatan pemahaman masyarakat tentang tanda bahaya kehamilan termasuk preeklampsia sehingga dapat mendorong peran masyarakat dalam pencegahan angka kesakitan
I Wayan Artana, Yunik Widiyani, Si Putu Agung Ayu Pertiwi Dewi
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 253-258; doi:10.20527/dk.v8i2.8504

Abstract:
Penurunan fungsi fisiologis berbagai sistem organ yang terjadi pada lansia sering mengakibatkan kecemasan yang dapat mengganggu fungsi-fungsi lain di antaranya fungsi sosial dan kesehatannya. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat berlanjut menjadi depresi bahkan sampai melakukan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik gamelan selonding Bali terhadap kecemasan pada lansia yang ada di Banjar Selat, Buahan Kaja, Payangan, Gianyar. Desain yang digunakan pre eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 41 orang lansia. Data kecemasan dikumpulkan menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) di analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test pada tingkat kepercayaan 95% (α 0,05). Hasil uji Wilcoxon Sign Rank ditemukan p = 0,001, < 0,05. Kesimpulannya adalah ada pengaruh yang signifikan musik gamelan Selonding Bali dalam menurunkan kecemasan lansia. Disarankan dalam upaya menurunkan tingkat kecemasan lansia, dapat menerapkan terapi musik gamelan Selonding.
Putri Nilasari, Rr Tutik Sri Hariyati, Siti Anisah
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 178-188; doi:10.20527/dk.v8i2.8026

Abstract:
Asuhan keperawatan yang holistik merupakan asuhan yang seharusnya diberikan oleh perawat. Namun diketahui perawat pernah melewatkan satu dari beberapa kegiatan dalam asuhan keperawatan. Studi ini bertujuan mendeksripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan di ruang sub instalasi rawat inap X RS Militer Jakarta. Metode yang digunakan yaitu pilot study melalui 23 dokumen rekam medis, observasi dan wawancara dengan pasien dan keluarga. Tahap dimulai dengan pengkajian awal, analisis fishbone, PDSA (Plan-Do-StudyAction), implementasi dan evaluasi. Implementasi berupa pembuatan draft SPO dan pengoptimalan formulir, sosialisasi, pendampingan, dan video roleplay. Hasil studi menunjukkan terdapat peningkatan pada proses evaluasi jalannya asuhan keperawatan mencapai 78,26%. Sementara pada tindakan keperawatan yang menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemenuhan kebutuhan mandi mencapai 75%, ROM mencapai 70%, duduk di kursi roda dan berjuntai mencapai 100%. Keberhasilan dipengaruhi oleh sumber daya material berupa SPO serta dukungan dan peran dari manajer perawat. Rekomendasi studi ini dapat menjadi dasar dalam pengoptimalan pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit.
Ika Permanasari, Jannaim Jannaim, Yesi Septina Wati
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8; doi:10.20527/dk.v8i2.8149

Lola Illona Elfani Kausar, Astuti Yuni Nursasi
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 162-177; doi:10.20527/dk.v8i2.8200

Abstract:
Tuberkulosis paru merupakan penyakit dengan prevalensi tinggi dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, baik di Indonesia maupun di dunia. Prevalensi secara global mencapai 10 juta kasus pada tahun 2017 dengan 1,3 juta kematian, sedangkan di Indonesia mencapai hingga 1.017.290 kasus. Hal ini menyebabkan TB paru menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Penyebab penyakit ini terus meningkat adalah penularan yang mudah serta faktor individu dan sosial yang rentan. Banyak permasalahan yang ditimbulkan TB paru, terutama permasalahan kesehatan fisik pasien yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Sehingga regimen pengobatan saja tidak cukup dalam penanggulangan penyakit ini, melainkan memerlukan intervensi lain seperti program rehabilitasi paru. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran kesehatan fisik pasien TB paru dengan metode literature review terhadap studi yang relevan, diambil dari artikel terpublikasi dan terindeks internasional Scopus periode tahun 2014-2019 dengan bahasa inggris dan dapat diakses full text, dengan kata kunci status kesehatan fisik TB paru, rehabilitasi TB paru, dan tuberkulosis paru. Analisis dilakukan dengan seleksi artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan peneliti sehingga diperoleh 11 artikel. Analisis menggambarkan bahwa pada pasien TB paru terdapat permasalahan kesehatan fisik yang tidak dapat diabaikan meliputi penurunan berat badan, nyeri dan ketidaknyamanan, kelelahan dan kelemahan fisik, kurang berenergi dan penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari, gangguan istirahat dan tidur, dan penurunan kemandirian dalam mobilitasisi. Hasil telaah beberapa studi tersebut dapat digunakan perawat untuk merancang intervensi yang sesuai dengan pendekatan pencegahan primer dan sekunder dengan tujuan akhir adalah meningkatkan status kesehatan pasien.
Lita Heni Kusumawardani, Rasdiyanah Rasdiyanah, Utami Rachmawati, Muhamad Jauhar, I Gusti Ayu Putu Desy Rohana
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume 8, pp 259-268; doi:10.20527/dk.v8i2.8555

Abstract:
Stunting is a growth disorder in children caused by malnutrition for a long time. The child's condition becomes shorter than normal children his age and has a delay in thinking. The incidence of stunting in Indonesia is quite high sostunting is becoming a priority health problem now. An effective strategy is needed to control stunting in Indonesia. The aim of this review was to explore the stunting management strategies to potentially implement in Indonesia.A literature review design was used to explore the stunting management strategies. Literature study of 15 articles retrieved from the journal database of Science Direct, Proquest, Scopus, and EBSCO in the last 5 years using keywords stunting, management, rural areas, and community based. Data were analyzed in tables consist of title, author, year, sample, methodology, and result. Control and preventionstunting could done through integrated nutrition interventions.Strategy Specific nutritional interventions such as providing supplementation and supplementary food plus nutritional interventions including non-health interventions, improving the family's economy, access and utilization of clean water, sanitation (especially latrines and safe septic tanks), which are urgently needed to support personal hygiene behavior and the environment . Interventions can use mother's counseling and support methods regularly by health workers by involving health cadres.Specific and sensitive intervention strategies are effective strategies within stunting control and prevention. Monitoring and evaluation of nutritional knowledge, attitudes and practices coupled with an assessment of the nutritional status and morbidity of mothers and children is also very necessary in controlling and preventing stunting in Indonesia
Back to Top Top