Dunia Keperawatan

Journal Information
ISSN / EISSN : 23378212 / 25415980
Total articles ≅ 52
Filter:

Latest articles in this journal

Fitri Ayatul Azlina
Dunia Keperawatan, Volume 6, pp 49-56; doi:10.20527/dk.v6i1.5083

Abstract:ABSTRAKAngka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Berbagai program yang telah dilakukan pemerintah berupaya untuk menurunkan AKI baik secara promotif maupun preventif selama kehamilan dan menjelang persalinan. Perawat berperan penting dalam upaya meminimalkan serta menurunkan AKI melalui berbagai metode salah satunya dengan pemanfaatan teknologi informasi. Tidak hanya perawat, ibu hamil harus berperan aktif dalam menemukan gejala dan faktor resiko selama kehamilan. Maternal Emergency Screening (MES) merupakan sebuah rencana rancangan teknologi informasi menggunakan sistem pakar yang dapat mempermudah ibu hamil dalam mengidentifikasi secara dini faktor resiko dalam kegawatdaruratan kehamilan serta mampu mengambil keputusan layaknya seorang pakar. Metode yang digunakan adalah literature review melalui pencarian berbagai refernsi yang berkaitan dengan topik yang diinginkan. Penggunaan Maternal Emergency Screening (MES) diharapkan memberikan peluang sebagai sistem skrining dini dalam menemukan resiko kegawadaruratan kehamilan serta membantu perawat untuk melakukan tindakan perawatan secara tepat dalam rangka menurunkan AKI.Kata-kata kunci : Maternal Emergency Screening (MES), sistem pakar, skrining.ABSTRACTMaternal mortality rate (MMR) in Indonesia is still high. Various programs that have been done by the government try to decrease the AKI both promotively and preventively during pregnancy and before childbirth. Nurses play an important role in efforts to minimize and reduce MMR through various methods one of them with the utilization of information technology. Not only nurses, pregnant women should play an active role in finding symptoms and risk factors during pregnancy. Maternal Emergency Screening (MES) is an information technology design using expert systems that can facilitate pregnant women in identifying early risk factors in emergency emergency and able to make decisions like an expert. The use of Maternal Emergency Screening (MES) provides an opportunity as an early screening system in finding risks of emergency pregnancy and helps nurses to take appropriate care measures in order to reduce MMR.Keywords : Maternal Emergency Screening (MES), expert system, screening.
Endang Pertiwiwati, Alfianur Alfianur
Dunia Keperawatan, Volume 6, pp 57-62; doi:10.20527/dk.v6i1.5084

Abstract:AbstrakKedudukan komite berada dalam struktur oleh peran fungsional rumah sakit yang tujuannya menghimpun,merumuskan,dan mengkomunikasikan pendapat dan ide- ide perawat sehingga memungkinkan penggunaan Tujuan penelitian menganalisis hubungan peran komite keperawatan terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, Sampel dalam penelitian ini seluruh perawat yang bertugas di rawat Inap di rumah sakit umum daerah Ulin Banjarmasin Teknik sampel dengan metode Simple Random Sampling. jumlah sample ada 92 orang. Hasil penelitian Peran komite keperawatan dalam pelayanan keperawatan di RSUD ULIN Banjarmasin menunjukkan bahwa 79 responden atau 85,9% dikategorikan perannya optimal.,Mutu Pelayanan Keperawatan di rawat inap RSUD Banjarmasin sebanyak 70 responden atau 76,1%,dikategorikan baik. Hasil analisis hubungan optimalisasi peran komite keperawatan terhadap peningkatan mutu pelayana keperawatan di rumah sakit umum daerah ulin Banjarmasin(p value = 0,043 < 0.05 ). Optimalisasi peran komite keperawatan dapat mempengaruhi peningkatan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan mempertahankan kompetensi dan menerima segala tanggung jawab setiap tindakan dan keputusan yang telah dibuat.Kata - kata kunci : komite keperawatan, mutu pelayanan, peranAbstractThe position of the committee is in structure by the functional role of the organization whose purpose was to collected, formulated, and communicated the opinions and ideas of the nurse. The purpose of the study was to analyzed the optimization of the role of nursing committee toward the improvement of nursing service quality at the inpatient of Ulin Banjarmasin General Hospital. The research method was analytical descriptive with cross sectional approached. The samples in this research were all nurses who served in Inpatient at Ulin Banjarmasin general hospital. The sample technique using Simple Random Sampling method. the number of samples were 92 people. The result of this research is Role of nursing committee in nursing service in RSUD ULIN Banjarmasin shows that 79 respondent or 85,9% is categorized its role optimally. Quality of Nursing Service in RSUD Banjarmasin as many as 70 respondents or 76.1%, categorized well. Result of analysis of relationship of optimization of nursing committee role to improvement of quality of nursing service in ulin general hospital of Banjarmasin (p value = 0,043
Ifa Hafifah, Noor Fithriyah
Dunia Keperawatan, Volume 6, pp 11-18; doi:10.20527/dk.v6i1.4948

Abstract:ABSTRAKPengalaman keluarga saat pengambilan keputusan pada pasien kritis bukan hal yang mudah. Ditemukan banyak masalah yang dialami keluarga saat pengambilan keputusan seperti masalah fisiologis, psikologis, spiritual, sosial, dan budaya. Masalah tersebut harus diatasi agar keputusan yang dihasilkan merupakan keputusan yang terbaik untuk pasien dan keluarga. Tujuan penelitian mengungkap secara mendalam tentang pengalaman keluarga dalam pengambilan keputusan pada pasien kritis. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Penelitian dilakukan di ICU RSUD Ulin tanggal 20 Juli-6 Agustus 2017. Jumlah informan mencapai saturasi yaitu 7 orang keluarga. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian ditemukan 6 tema yaitu diskusi dengan keluarga terkait perawatan pasien, informasi terkait tindakan yang akan dilakukan, kesembuhan pasien prioritas utama, lama perawatan pasien di ICU, pendanaan perawatan pasien, keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan kepada perawat dan tenaga kesehatan terkait kebutuhan pelayanan yang harus diberikan kepada keluarga sebelum pengambilan keputusan.Kata-kata kunci: ICU; paliatif; pengalaman keluarga; pengambilan keputusan.ABSTRACTFamily experience when making decisions in critical patients is not an easy thing. Found many problems experienced by the family when making decisions such as physiological, psychological, spiritual, social, and cultural issues. Those problems must be overcome and the resulting decision is the best decision for the patient and the patient's family. The aim of this research was to explore about family’s experiences in making decision in critical patients. The research design used qualitative research with descriptive phenomenology approach. This research have been done in ICU of Ulin Hospital on July 20 to August 6, 2017. The number of informants had reached saturation that was 7 informants family of critical patients in ICU. The techniques of data collection in this study has been used in-depth interviews. Data analysis used thematic analysis of Braun and Clarke. The Result found that 6 themes are discussions with family-related to patient care, information about the action to be taken, patient's cure a top priority, length of patient care, patient care funding, and family involvement in patient care. The Advice for nurses and health personnel are to provide all needs of services that must be given to the family before making decision.Keywords: decision making; family experience; ICU; palliative.
Hammad Hammad, Khairir Rizani, Rinne Agisti
Dunia Keperawatan, Volume 6, pp 27-33; doi:10.20527/dk.v6i1.4957

Abstract:ABSTRAKKelelahan kerja perawat yang tidak dapat diatasi akan menimbulkan berbagaipermasalahan kerja yang fatal. Penelitian ini bertujuan menilai perbandingan tingkat kelelahan perawat di ruang ICU RSD Idaman Banjarbaru dan RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian menggunakan rancangan penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini perawat di ruang ICU RSD Idaman Banjarbaru sebanyak 15 orang dan perawat di ruang ICU Ratu Zalecha Martapura sebanyak 16 orang, yang diambil dengan teknik cluster sampling, data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Terdapat perbedaan antara Tingkat kelelahan perawat di ICU RSD Idaman Banjarbaru dengan mayoritas ringan sedangkan RSUD Ratu Zalecha Martapura dengan mayoritas sedang dengan P Value 0.015. Penting bagi pihak manajemen rumah sakit untuk mengkaji kesesuaian jumlah perawat dan beban kerja sebagai cara meningkatkan pelayanan diruangan.Kata-kata Kunci : kelelahan perawat; kelelahan fisik; kelelahan psikologisABSTRACTFatigue of nurses that not resolved would cause various problems. This research aims to assess the comparative level of nurse fatigue in intensive care unit of idaman banjarbaru hospital and ratu zalecha martapura hospital. This research used comparative. The population of this research were nurses of ICU in Idaman Banjarbaru Hospital as many as 15 people and nurses of ICU Ratu Zalecha Martapura Hospital as many as 16 people, the data presented by cluster sampling; analyzed with the Mann-Whitney test. This study showed difference difference between level of fatigue of both hospital. The majority of nurses fatigue in ICU RSD Idaman Banjarbaru has light fatigue while the majority of nurses in ICU Ratu Zalecha Martapura had mild fatigue with P Value 0.015. Forhospital management must to assess the suitability of the number of nurses andworkloads to improve the service.Keywords : nurse fatigue; physical fatigue; psycological fatigue
Apriani Apriani, Rismia Agustinah, Ifa Hafifah
Dunia Keperawatan, Volume 6, pp 34-40; doi:10.20527/dk.v6i1.4969

Abstract:ABSTRAKPengkajian nyeri pada pasien penurunan kesadaran yang tidak mampu mengekspresikan respon nyeri yang dialami secara verbal merupakan hal penting yang harus dicermati. CPOT merupakan instrumen untuk menilai nyeri pasien yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal , sedangkan Wong Bekker merupakan pengkajian nyeri yang mudah dan cepat dalam memprediksi. Pengkajian nyeri yang sistematis pada pasien penurunan kesadaran akan menurunkan lamanya hari rawat serta menurunkan angka infeksi nasokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pengkajian nyeri menggunakan instrumen CPOT dan Wong Bekker pada pasien penurunan kesadaran di Ruang ICU RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian observasional analitik dengan cross sectional pada 31 responden di ruang ICU RSUD Ratu Zalecha Martapura dengan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan September – Oktober 2017. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil CPOT lebih efektif yaitu 17,48 di bandingkan Wong Bekker 12,54. (P= 0,000 < 0,05) dengan uji mann whitney. Pengkajian nyeri dengan instrumen CPOT lebih unggul karena evaluasi nyeri didasarkan pada tanda-tanda perilaku dan indikator komprehensif. Rumah sakit dapat menggunakan pengkajian nyeri dengan instrument CPOT.Kata – kata Kunci : CPOT, Pengkajian Nyeri, Penurunan Kesadaran, Wong BekkerABSTRACTPain assessment of unconsciousness patiens who unable to show their pain respon verbally is an important thing to learn. CPOT is an instrument for scoring the pain of patients who couldn’t doing verbal communication, and Wong Bekker is an easier and faster instrument for pain scale prediction. A sistematic pain assessment on critical unconsciousness patients will reduce long of stay and Healthcare-Associated Infections number. Objective for this research were knowing the effectivity of pain assessment used CPOT and Wong Bekker on critical unconsciousness patients in ICU of Ratu Zalecha Hospital Martapura. Analytic observational experimental by cross sectional on 31 responden in ICU of Ratu Zalecha Martapura, used purposive sampling. This experiment in September up October 2017. Based on the experiment that the CPOT was more effective (17.48) than Wong Bekker (12,54). P Value < 0,05 by mann whitney test. Pain assessment used CPOT was better because pain evaluating based on comprehensive behave signs and indicators. Hospitals may doing pain assessmenet used CPOT.Keywords : CPOT, Pain Assesment, Unconciousness, Wong Bekker.
Muhammad Al-Ihsan, Eka Santi, Anggi Setyowati
Dunia Keperawatan, Volume 6, pp 63-70; doi:10.20527/dk.v6i1.5086

Abstract:ABSTRAKHospitalisasi dapat menimbulkan respon kecemasan pada anak usia prasekolah. Dampak kecemasan pada anak dapat mengganggu tumbuh kembang, proses penyembuhan, dan trauma. Terapi bermain origami merupakan salah satu intervensi yang dapat mengurangi kecemasan anak selama menjalani hospitalisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain origami terhadap kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) yang menjalani hospitalisasi di RSUD Idaman Banjarbaru. Metode pada penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan rancangan penelitian pretest posttest non equivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan sampel 30 anak usia prasekolah yang terbagi atas 15 anak kelompok intervensi dan 15 anak kelompok kontrol. Pengukuran kecemasan anak usia prasekolah menggunakan Preschool Anxiety Scale. Hasil analisis data menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Signed Rank Test terdapat pengaruh terapi bermain origami terhadap kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) yang menjalani hospitalisasi di RSUD Idaman Banjarbaru(p-value 0,001).Kata-kata kunci: hospitalisasi, kecemasan, terapi bermain origami.ABSTARCTHospitalization can cause anxiety responses among preschool age children. Impact of children's anxiety when undergoing hospitalization may interfere with growth and development, healing process, and trauma. Origami therapy is one of the interventions to reduce anxiety among children during their hospitalization. The objective of this study was to measure the effectiveness of origami therapy on the anxiety among preschool children (3-6 years) during hospitalizatio Idaman Banjarbaru Public Hospital. The Method this study was quasi-experimental with nonequivalent pretest posttest control group design. The consecutive sampling technique was used in this study to select the samples of 30 preschool children, divided into 15 intervention group and 15 control group. Measurement of anxiety preschoolers using Preschool Anxiety Scale. The Results Analyzed using non-parametric test Wilcoxon Signed Rank Test, there was an effect of origami therapy on the anxiety preschool age children during Hospitalization at Idaman Banjarbaru Public Hospital (p-value 0.001).Keywords: anxiety, hospitalization, origami therapy.
Fatma Zulaikha, Enok Sureskiarti
Dunia Keperawatan, Volume 6, pp 19-26; doi:10.20527/dk.v6i1.4949

Abstract:ABSTRAK Perkembangan anak dapat ditinjau dari berbagai aspek yaitu fisik, mental, sosial dan emosi. Perkembangan emosi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak pra sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status perkembangan anak terhadap perkembangan emosi anak usia 36-72 bulan di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 138 anak usia 36-72 bulan di Kota Samarinda diambil secara purposive sampling dengan instrumen berupa lembar observasi KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) dan KMME (Kuesioner Masalah Mental Emosional). Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak dalam tahap perkembangan sesuai usia (81,9%) dan memiliki perkembangan emosi yang normal (84,8%). Hasil analisis uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,204, hal ini berarti bahwa ada hubungan yang positif antara status perkembangan anak terhadap perkembangan emosi anak usia 36-72 bulan di Kota Samarinda.Kata-kata kunci : anak; emosi; perkembangan.ABSTRACTChild development can be viewed from various aspect such as physical, mental, social and emotional. Emotional development is an important aspect in the pre school child development. This research aims to analyze the corellation between the children development status and children emotional development with aged 36-72 months in Samarinda city. this research used anaylitical method with cross sectional approach. The respondent of this research were 138 children aged 36-72 months in Samarinda, using purposive sampling with instrument in the form of observation sheet of KPSP and KMME. Research showed that majority of children were in developmental stage according to age 81.0% and have normal emotional development of 84.8%. The result of the analysis showed the value of corellation coefficient of 0.204 with significance value (2- tailed) of 0.017 > 0.05. This means that there was a weak corellation between the child's developmental status with the emotional development of children aged 36-72 months in Samarinda City. Keywords : children; development; emotional.
Hartanti Wisnu Wardani, Rismia Agustina, Emmelia Astika Fitri Damayanti
Dunia Keperawatan, Volume 6, pp 1-10; doi:10.20527/dk.v6i1.4946

Abstract:ABSTRAKIbu hamil mengalami kecemasan pada akhir kehamilan khususnya kehamilan pertama (primigravida). Studi pendahuluan pada 10 orang ibu hamil primigravida trimester III menunjukan 9 ibu hamil mengalami kecemasan dan 10 ibu hamil menilai kualitas tidur yang dirasakan cukup buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur ibu hamil primigravida trimester III di RSUD Idaman Banjarbaru. Metode penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 30 ibu hamil primigravida trimester III di RSUD Idaman Banjarbaru. Instrumen penelitian menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Pregnancy Related Anxiety Questionnaire-Revised 2 (PRAQ-R2). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman menyatakan bahwa tingkat kecemasan signifikan berhubungan dengan kualitas tidur ibu hamil primigravida trimester III (p value=0,013, r=0,449). Tingkat kecemasan mempengaruhi kualitas tidur ibu hamil primigravida trimester III. Semakin rendah tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III maka semakin baik kualitas tidurnya.Kata-kata kunci: kehamilan trimester III; kualitas tidur; primigravida; tingkat kecemasan.ABSTRACTThe pregnant women experienced anxiety at the end of pregnancy especially the first pregnancy (primigravidae). The previous of the study on 10 pregnant women in primigravidae trimester III showed 9 pregnant women experienced anxiety and all of the pregnant women appraised the quality of sleep was felt bad enough. The objective of the research was to know the correlation between the level of anxiety with the quality of sleep on the pregnant women in primigravidae trimester III at Idaman General Hospital Banjarbaru. The method of this research was the correlation research with cross sectional design on 30 pregnant women in primigravidae trimester III at Idaman General Hospital Banjarbaru. The instruments of the research were Pittsburgh Sleep Quality Index and Pregnancy Related Anxiety Questionnaire-Revised 2 (PRAQR2). The data analysis used correlation Spearman test. The analysis of correlation showed that the levelof anxiety was significant related to the quality of sleep primigravidae trimester III pregnant women (p value=0.013, r=0.449). The level of anxiety influenced the quality of sleep primigravidae trimester III pregnant women. The lower the level of anxiety is, the better the sleep quality of sleep gets.Keywords: level of anxiety; primigravidae; quality of sleep; the pregnancy of third trimester.
Syawalludin Rahman, Yeni Mulyani, Ichsan Rizany
Dunia Keperawatan, Volume 6, pp 41-48; doi:10.20527/dk.v6i1.5081

Abstract:ABSTRAKKepuasan pasien selama dirawat di suatu rumah sakit masih dalam kategori rendah. Rendahnya kepuasan pasien tersebut dipengaruhi beberapa faktor yang salah satunya adalah penjadwalan dinas perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penjadwalan dinas perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Ulin Banjarmasin. Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Responden penelitian berjumlah 92 orang. Waktu penelitian bulan Desember 2017 dan alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran penjadwalan dinas perawat rata-rata sebesar 37,29 mengarah ke rentang tinggi dan gambaran tingkat kepuasan pasien rata-rata sebesar 64,73 mengarah ke rentang rendah. Hasil analisis didapatkan adanya hubungan yang positif antara penjadwalan dinas perawat yang dipersepsikan pasien dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Ulin Banjarmasin. (P Value= 0,000). Saran penelitian ini diharapkan untuk kepala ruangan dan perawat agar bekerjasama dalam menentukan penjadwalan dinas yang baik dengan arahan manajer demi terciptanya pelayanan yang optimal untuk kepuasan pasien.Kata-kata kunci: Penjadwalan dinas perawat, Perawat, Tingkat kepuasan pasien, ABSTRACTPatient satisfaction during hospitalization is still in low category. The low patient satisfaction is influenced by several factors, one of which is the scheduling of nurse service. This study was made to know the correlation between scheduling of nurse service and patient satisfication level at RSUD Ulin Banjarmasin hospital. This research used correlation design with cross sectional approach and accidental sampling technique. Research respondents amounted to 92 people. December 2017 research period and measuring instruments used in the form of questionnaires. The result of the analysis shows that there is a positive relationship between scheduling of nurses service that is perceived by patient with patient satisfaction level in ward of RSUD Ulin Banjarmasin. (P Value = 0,000
Noor Diani, Devi Rahmayanti
Dunia Keperawatan, Volume 5, pp 101-106; doi:10.20527/dk.v5i2.4114

Abstract:Abstrak Tuberkulosis (TBC) mengakibatkan penurunan asupan dan malabsorbsi nutrien serta metabolisme tubuh berubah sehingga terjadi massa otot dan lemak menurun akibat mekanisme malnutrisi dari energi protein. Malnutrisi pada TBC berpengaruh terhadap prognosis dan tingkat kematian. Peningkatan produksi IFNl- γ dan IL-6, TNF α menghambat dari aktivitas Lipo Protein Lipase (LPL) dijaringan lemak. Enzim LPL berperan dalam proses bersihan trigliserida. Peningkatan ini meningkatkan trigliserida sehingga proses sintesis lemak menurun dan proses lipolisis lemak meningkat di jaringan. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan trigliserida dan status gizi pada klien TBC. Metode penelitian ini korelasi analitik dengan pendekatan cross-sectional, sampel 25 orang, dengan uji korelasi Pearson-Product Moment. Hasil penelitian status gizi dibawah normal 56%, normal 40% dan kelebihan berat badan 4%. Kadar Trigliserida normal 84%, trigliserida tinggi 16%. Kesimpulan ada hubungan antara kadar trigliserida dan status gizi yakni r hitung sebesar 0,5: r tabel = 0,396 sehingga r hitung > r tabel dengan korelasi positif.Kata Kunci : Trigliserida, Status Gizi, Tuberkulosis.AbstractTuberculosis(TB) resulting the decreasing of nutrient intake and malabsorbsi as well as changing the metabolism of the body. The wasthing are decreased protein energy. Malnutrition on TB affects the prognosis of the treatment and death rates. The increase TNF α will inhibit the enzyme activity of Lipoprotein Lipase (LPL) in the fat tissue. LPL enzyme plays a role in cleavage process of triglycerides. This research was to analyze the relationship of triglycerides and nutrition status on the client with tuberculosis. The design was cross-sectional approach. The respondents were gathered from 25 newly TB patients. The analyzed using Pearson Product-Moment correlation. The results showed 56% respondents undernutrition, and normal 40% and over nutrition 4%. Most triglyceride level of the respondent were normal (84). The concluded was a relationship between triglycerides and the nutritional status with a positive correlation ( P value 0,396).Keywords : Triglycerides, Nutritional Status, Tuberculosis