Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science)

Journal Information
ISSN / EISSN : 19071760 / 24606626
Current Publisher: Universitas Andalas (10.25077)
Total articles ≅ 281
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

R. L. K. Nagara, S. Kismiati, S. Setyaningrum, L. D. Mahfudz
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 198-204; doi:10.25077/jpi.21.3.198-204.2019

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengkaji sinbiotik kombinasi inulin ekstrak umbi gembili (IEUG) dengan Lactobacillus plantarum dalam pakan ayam broiler terhadap massa kalsium dan protein daging. Materi yang digunakan adalah DOC ayam broiler sejumlah 144 ekor unsexed, dengan bobot badan awal 45,68 ±1,52 gram. Ransum yang digunakan selama pemeliharaan mengandung PK 22% dan energi metabolis (EM) 3000 kkal/kg. Pemberian perlakuan dilakukan umur 0 – 42 hari. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 4 perlakuan dengan 6 ulangan, dan setiap unit percobaan terdapat 6 ekor ayam. Penambahan sinbiotik yang diterapkan yaitu T0 = 0 ml/100 g ransum, T1 = 1 ml/100 g ransum, T2 = 2 ml/100 g ransum dan T3 = 3 ml/100 g ransum. Parameter yang diambil kadar protein, kadar kalsium, massa protein dan massa kalsium daging. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata, dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian memperlihatkan semakin tinggi dosis penambahan sinbiotik berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan kadar protein dan kalsium daging, massa protein dan massa kalsium daging. Kesimpulan penelitian ini adalah sinbiotik 2 ml/100 g ransum meningkatkan massa protein dan kalsium daging, sinbiotik 1 ml/100 g ransum meningkatkan kadar kalsium daging sedangkan sinbiotik 2 dan 3 ml/100 g ransum meningkatkan kadar protein.
E. A. F. Marang, L. D. Mahfudz, T. A. Sarjana, S. Setyaningrum
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 303-310; doi:10.25077/jpi.21.3.303-310.2019

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mengkaji perubahan kualitas dan kadar amonia litter pada pemeliharaan ayam broiler akibat penambahan sinbiotik dari inulin ekstrak umbi gembili dan bakteri Lactobacillus plantarum. Materi yang digunakan adalah ayam broiler day old chick (DOC) unsexed sebanyak 144 ekor dengan bobot awal 45,68 ± 1,52 g dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa penambahan sinbiotik yaitu sebagai berikut T0 : ransum basal (tanpa penambahan sinbiotik); T1 : sinbiotik 1 ml/100g ransum; T2 : sinbiotik 2 ml/100g ransum dan T3 : sinbiotik 3 ml/100g ransum. Parameter yang diamati adalah kadar air, pH, suhu, dan amonia litter. Data yang diperoleh dianalisis dan data yang menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata di uji lanjut dengan uji wilayah Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sinbiotik signifikan (P≤0,05) menurunkan kadar amonia dan pH litter, dan signifikan (P≤0,05) meningkatkan kadar air litter, sedangkan terhadap suhu litter tidak berpengaruh signifikan (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan sinbiotik sebanyak 2 ml/ 100g ransum dapat memperbaiki kualitas dan kadar amonia litter.
A. P. Ermanda, Jafrinur Jafrinur, J. Hellyward
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 220-229; doi:10.25077/jpi.21.3.220-229.2019

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi pangan hewani terutama daging sapi, unggas dan ikan pada rumahtangga di Propinsi Sumatera Barat. Penelitian ini memakai pendekatan ekonometrika dengan membangun model fungsi permintaan untuk komoditas daging sapi, daging unggas dan ikan dengan memakai data mentah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) untuk Propinsi Sumatera Barat Tahun 2018. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 rumahtangga. Data dianalisis dengan menggunakan model Almost Ideal Demand System (AIDS). Variable yang digunakan didalam model, yaitu harga daging sapi, harga daging unggas, harga ikan, total pengeluaran rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, umur ibu rumah tangga, dummy pendidikan ibu rumah tangga (berpendidikan tinggi, berpendidikan rendah), dan dummy wilayah (kota, desa). Pola konsumsi dari permintaan daging sapi, daging unggas dan ikan ditandai dengan R2 bernilai 0,8233, artinya 82,33% dari variabel yang digunakan dalam model dapat menjelaskan keragaman pola konsumsi daging sapi, unggas dan ikan di Propinsi Sumatera Barat dan sisanya sebesar 18,62% tidak dapat dijelaskan oleh variabel yang digunakan dalam model.
A. Hervani, M. Ariani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 319-326; doi:10.25077/jpi.21.3.319-326.2019

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi secara berkala mengenai tingkat, status, dan kecenderungan emisi metana dari pengelolaan kotoran ternak di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian desk study dengan cara melakukan inventarisasi GRK menggunakan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Guidelines 2006. Penelitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data aktivitas ternak provinsi Yogyakarta pada bulan November tahun 2016 sebagai sumber emisi GRK, serta penetapan faktor emisi berdasarkan IPCC Guidelines 2006. Data aktivitas didapatkan dari data statistik provinsi Yogyakarta. Inventarisasi emisi gas rumah kaca dari pengelolaan kotoran ternak di Yogyakarta menggunakan Tier 1 dari IPCC Guidelines. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi terbesar dari pengelolaan kotoran ternak di Yogyakarta dari ternak unggas yaitu ternak ayam ras pedaging yang menyumbang 37% diikuti ayam buras sebesar 24%, ayam ras petelur sebesar 20% dan itik sebesar 3%. Sedangkan emisi dari ternak mamalia seperti sapi potong, sapi perah, kuda, kerbau, kambing, domba dan babi menyumbangkan emisi metana yang rendah terhadap total emisi metana dari pengelolaan kotoran ternak di Yogyakarta.
D. R. Sari, E. Suprijatna, S. Setyaningrum, L. D. Mahfudz
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 284-293; doi:10.25077/jpi.21.3.284-293.2019

Abstract:
Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh penambahan sinbiotik dari inulin ekstrak umbi Gembili dengan bakteri Lactobacillus plantarum terhadap bobot daging dan tulang serta nisbah daging-tulang karkas ayam broiler. Materi yang digunakan yaitu 144 day old chik (DOC) unsexed dengan bobot badan awal 45,68 ± 1,52 g. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan sinbiotik sebagai berikut: T0 (ransum basal), T1 (ransum basal + sinbiotik 1 ml/100 g ransum), T2 (ransum basal + sinbiotik 2 ml/100 g ransum) dan T3 (ransum basal + sinbiotik 3 ml/100 g ransum). Parameter yang diamati yaitu bobot daging dan tulang serta nisbah daging-tulang karkas. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan bobot daging, bobot tulang serta nisbah daging-tulang karkas ayam broiler. Dosis 3 ml/100 g ransum menghasilkan bobot daging, bobot tulang serta nisbah daging-tulang tertinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan sinbiotik dari inulin umbi gembili dengan bakteri Lactobacillus plantarum 3 ml/100 g ransum dapat digunakan sebagai aditif pakan dalam pemeliharaan ayam broiler.
Halimatuddini Halimatuddini, Y. Marlida, M. Zain, Elihasridas Elihasridas
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 266-273; doi:10.25077/jpi.21.3.266-273.2019

Abstract:
Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh jenis kemasan dan waktu penyimpanan pakan konsentrat sapi potong yang terbaik berdasarkan kualitas nutrisi, ketengikan dan kandungan aflatoksin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x3x3 dengan dua faktor. Faktor A yaitu Jenis Kemasan (A1 = woven bag; A2 = woven bag dilapisi plastik PE (polyethylene)) dan Faktor B yaitu Waktu Penyimpanan (B1 = 1 bulan; B2 = 2 bulan, B3 = 3 bulan) dengan ulangan 3 kali. Peubah yang diamati adalah kualitas nutrisi (bahan kering, lemak kasar, protein kasar), ketengikan, dan kandungan aflatoksin. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara faktor A (jenis kemasan) dan faktor B (lama penyimpanan) terhadap penurunan bahan kering, protein kasar, lemak kasar namun terjadi peningkatan tingkat ketengikan dan kandungan aflatoksin. Jenis kemasan woven bag yang dilapisi plastik menunjukkan kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan kemasan woven bag berdasarkan kandungan nutrisi, ketengikan, dan kandungan aflatoksin selama penyimpanan 2 bulan.
M. Baharudin, E. Kurnianto, S. Kismiati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 192-197; doi:10.25077/jpi.21.3.192-197.2019

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur induk dan lama penyimpanan terhadap kualitas internal telur ayam kedu jengger hitam. Penelitian dilaksanakan mulai bulan September sampai dengan November 2018 di Balai Pusat Bibit Ternak Non Ruminansia (BPBTNR) Satker Ayam Maron, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Materi penelitian ini adalah 60 butir telur yang berasal dari 18 ekor ayam kedu jengger hitam berumur 61-65 minggu. Rancangan acak lengkap pola faktorial 5 x 4 dengan 3 kali ulangan diterapkan pada penelitian ini. Faktor pertama adalah umur induk yaitu 61, 62, 63, 64, dan 65 minggu. Faktor kedua yaitu lama penyimpanan 1, 3, 5 dan 7 hari. Parameter yang diamati meliputi indeks kuning telur, haugh unit, dan indeks putih telur. Data dianalisis dengan prosedur General Linear Model (GLM) program Statistical Analysis System (SAS) Versi 6.12. Jika perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati, maka dilanjutkan dengan uji Duncan multiple range test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara umur induk dan lama penyimpanan terhadap kualitas internal telur. Umur induk tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas internal telur, sementara itu, lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas internal telur. Simpulan penelitian ini, kualitas internal telur tidak mengalami penurunan pada umur induk 61-65 minggu. Namun, kualitas internal telur menurun seiring dengan makin lama waktu penyimpanan telur.
R. W. Putri, Y. Rustandi, A. Warnaen
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 247-256; doi:10.25077/jpi.21.3.247-256.2019

Abstract:
Kelompok Wanita Tani La Tulip merupakan Kelompok Wanita Tani penerima program Implementasi dari Rencana Strategis Kementerian Pertanian dalam Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) salah satunya adalah peningkatan diversifikasi pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Potensi yang dimiliki KWT La Tulip adalah lahan pekarangan seluas 10 Ha dan populasi ayam buras sebanyak 350 ekor. Unit usaha ayam buras dalam bentuk kelompok diharapkan mampu menjadikan wanita tani lebih mandiri dan produktif dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Tujuan penelitian ini untuk menyusun dan merumuskan strategi pemberdayaan wanita tani melalui model kelompok unit usaha ayam buras melalui program P2KP. Strategi dilakukan dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dengan analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Berdasarkan Diagram SWOT strategi yang diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy). Berdasarkan hasil Matriks SWOT dan FKK strategi yang dihasilkan untuk pemberdayaan wanita tani adalah (1) Mendirikan usaha kelompok ayam buras dengan menggunakan modal usaha sendiri dan didukung lembaga penyedia modal melalui pelaksanaan kegiatan. (2) mengembangkan usaha sebagai produsen dan dsitributor. (3) Mengembangkan prospek usaha dengan cara memanfaatkan kandang yang dimiliki kelompok.
A. Martiningsih, Ismulhadi Ismulhadi, A. Warnaen
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 274-283; doi:10.25077/jpi.21.3.274-283.2019

Abstract:
Ketertarikan generasi muda untuk berkecimpung dalam sektor pertanian dan peternakan semakin hari semakin menurun. Hal ini dikarenakan sektor pertanian dianggap kurang menghasilkan dan menjadi petani dinilai sebagai kasta rendah. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam bidang pembangunan pertanian dan peternakan adalah dengan mendirikan Trenggalek Agropark. Tujuan dari kajian ini adalah untuk merumuskan strategi terbaik pengembangan Trenggalek Agropark melalui animal based tourism. Model analisis yang digunakan adalah SWOT dan QSPM. Berdasarkan diagram SWOT, maka strategi SO adalah strategi yang sesuai dengan kondisi Trenggalek Agropark. Strategi yang dirumuskan dari faktor internal dan eksternal melalui FGD dengan Dinas Pertanian dan Pangan, PPL dan generasi muda berdasarkan prioritas diantaranya sebagai berikut: a) melengkapi sarana dan prasaran serta melakukan diklat bagi SDM pendamping; b) menyiapkan lahan untuk penanaman HPT guna mendukung penerapan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare); c) menyediakan showroom untuk memasarkan pruduk pertanian dan peternakan yang telah dihasilkan oleh petani/peternak Kabupaten Trenggalek.
T. D. Nova, Y. Heryandi, W. S. Br. Surbakti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 205-219; doi:10.25077/jpi.21.3.205-219.2019

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan secara adlibitum pembatasan persentase jumlah pakan pada jadwal waktu makan yang efesien terhadap bobot akhir, karkas, persentase karkas, persentase lemak abdomen, dan ketebalan usus halus pada ayam petelur jantan. Pada penelitian ini menggunakan 125 ekor anaka ayam (DOC) petelur jantan yang ditempatkan pada 25 unit kandang box. Sejumlah 5 ekor ayam petelur jantan dijadikan unit perlakuan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) selama 10 minggu dengan jadwal waktu persentase makan pagi-siang dan sore-malam yang sama dan persentase jumlah persentase pakan yang berbeda. Pada perlakuan T0: persentase pakan secara adlibitum, T1 : 30% pagi-siang dan 70% sore-malam, T2 : 40% pagi-siang dan 60% sore-malam, T3 : 50% pagi-siang dan 50% sore-malam, dan T4 : 60% pagi-siang dan 40% sore- malam. Variabel yang diamati yaitu bobot akhir (g/ekor), karkas (g/ekor), persentase karkas, persentase lemak abdomen, dan ketebalan usus halus (g/cm). Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh ad libitum (tanpa batas) terhadap persentae karkas, persentase lemak abdomen, dan ketebalan usus halus, berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap bobot akhir, karkas, Hasil penelitian menunjukkan angka bobot akhir T0 (638,80g/ekor), bobot akhir persentase pakan (562,08-578,88 g/ekor), Karkas T0 (401,20 g/ekor) karkas persentase persentase pakan (337,80-356,40 g/ekor), persentase karkas (60,10-62,76%), persentase lemak abdomen (0,72-1,16%), dan ketebalan usus halus (0,175-0,196 g/cm). Kesimpulan penelitian ini bahwa persentase jumlah persentase pakan pada jadwal waktu persentase makan menghasilkan bobot akhir, karkas, persentase karkas, persentase lemak abdomen, dan ketebalan usus halus yang sama. Persentase pakan adlibitum (tanpa batas) setiap hari menghasilkan bobot akhir dan karkas yang tertinggi yaitu masing- masing bobot akhir 638,80 g/ekor dan bobot karkas 401,20 g/ekor.