Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science)

Journal Information
ISSN / EISSN : 19071760 / 24606626
Current Publisher: Universitas Andalas (10.25077)
Total articles ≅ 281
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

T. Saili, R. Aka, F. A. Auza, W. L. Salido, A. M. Sari, A. Napirah
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 327-336; doi:10.25077/jpi.21.3.327-336.2019

Abstract:Ninety head day old chick (DOC) of local village chicken was used in this experiment to evaluate the effect of agricultural by product-based feed supplemented with herbal probiotics (HP) and mud clams extract (MC) on production performance of local village chicken. A completely randomized design was used with 5 treatments and 4 replications. The treatments consisted of control (R0), 0.75%HP+1.5%MC (R1), 1.5%HP+3%MC (R2), 2.25%HP+4.5%MC (R3), and 3.0%HP+6.0%MC (R4). All chicken was kept in a group of five flocks equipped with feeding and water supply apparatus. The results showed that local village chicken got R2 treatment gave a significantly higher response in feed consumption (32.5gd-1) compared to R0 (23.1gd-1), R1 (23.9gd-1), R3 (24.0gd-1), and R4 (21.3gd-1). The daily gain of local village chicken was also significantly higher in R2 treatment (7.4g-1) compared to R0 (4.6gd-1), R1 (4.9gd-1), R3 (4.6gd-1), and R4 treatment (4.1gd-1). However, feed conversion resulted from those treatments did not show a significant difference. The lower feed conversion gain in this experiment has existed in R2 treatment (4.0) followed by treatment R1 (4.9), R0 (5.0), R4 (5.2), and treatment R3 (5.4). Therefore, it was concluded that the treatments had a significant effect on feed consumption and daily gain but had no effect on feed conversion of local village chicken. The inclusion level of 1.5% herbal probiotics and 3% mud clams extract gave better effect on both feed consumption and daily gain of local village chicken.
T. Karyono, H. Nofrida, B. Herlina, M. Arifin
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 294-302; doi:10.25077/jpi.21.3.294-302.2019

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dalam air minum terhadap kinerja ayam arab jantan periode starter, parameter yang diamati konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan mortalitas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan dengan Mei 2016 di Kelurahan Sidoarjo Kecamatan Lubuklinggau Barat II Kota Lubuklinggau. Digunakan 96 ekor DOC (Day Old Chicken) ayam arab silver jantan. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial terdiri dari 6 taraf perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang 4 kali.Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis keragaman, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Keenam perlakuan dibedakan berdasarkan taraf pemberian ekstrak daun pepaya dalam air minum yaitu: P1=1 ml, P2=3 ml, P3=5 ml, P4=7 ml, P5=9 ml dan P0 sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak daun pepaya dalam air minum dengan taraf berbeda berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap angka konversi ransum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pada perlakuan P5 dengan penambahan ekstrak daun pepaya 9 ml dalam air minum memberikan hasil terbaik pada parameter konsumsi ransum dan pertambahan bobot ayam arab jantan.
R. Rianita, Y. Metri, Evitayani Evitayani, L. Warly
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 311-318; doi:10.25077/jpi.21.3.311-318.2019

Abstract:Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Titonia (Tithonia diversifolia) dan limbah baglog pelepah sawit dari budidaya jamur tiram putih (Pleoratus ostreatus) terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO), serta ketersediaan mineral makro pada kambing PE. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok dengan 4 kali ulangan. Perbandingan antara hijauan dan konsentrat adalah 60 : 40. Perlakuan dalam penelitian ini adalah: A = 0 % Baglog + 40 % Konsentrat + 60 % Titonia, B = 20 % Baglog + 40 % Konsentrat + 40 % Titonia, C = 30 % Baglog + 40 % Konsentrat + 30 % Titonia, dan D = 40 % Baglog + 40 % Konsentrat + 20 % Titonia. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah; kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO), ketersediaan hayati (bioavailability) mineral makro (Ca, P, Mg, S). Pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pemberian titonia yang disubstitusikan dengan baglog pelepah sawit memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap KcBK(64,59%) dan KcBO (59,73%). Mineral makro Ca, P, Mg dan S memiliki Biovailabilitas sebesar (68,30%, 72,55%, 71,40%, 73,49%). Peningkatan level baglog pelepah sawit hingga 40% masih memberikan nilai kecernaan yang baik terhadap kecernaan BK dan BO, serta masih dapat menyediakan kebutuhan mineral makro diatas 60% dari total elemen yang dikonsumsi.
R. L. K. Nagara, S. Kismiati, S. Setyaningrum, L. D. Mahfudz
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 198-204; doi:10.25077/jpi.21.3.198-204.2019

Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji sinbiotik kombinasi inulin ekstrak umbi gembili (IEUG) dengan Lactobacillus plantarum dalam pakan ayam broiler terhadap massa kalsium dan protein daging. Materi yang digunakan adalah DOC ayam broiler sejumlah 144 ekor unsexed, dengan bobot badan awal 45,68 ±1,52 gram. Ransum yang digunakan selama pemeliharaan mengandung PK 22% dan energi metabolis (EM) 3000 kkal/kg. Pemberian perlakuan dilakukan umur 0 – 42 hari. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 4 perlakuan dengan 6 ulangan, dan setiap unit percobaan terdapat 6 ekor ayam. Penambahan sinbiotik yang diterapkan yaitu T0 = 0 ml/100 g ransum, T1 = 1 ml/100 g ransum, T2 = 2 ml/100 g ransum dan T3 = 3 ml/100 g ransum. Parameter yang diambil kadar protein, kadar kalsium, massa protein dan massa kalsium daging. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata, dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian memperlihatkan semakin tinggi dosis penambahan sinbiotik berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan kadar protein dan kalsium daging, massa protein dan massa kalsium daging. Kesimpulan penelitian ini adalah sinbiotik 2 ml/100 g ransum meningkatkan massa protein dan kalsium daging, sinbiotik 1 ml/100 g ransum meningkatkan kadar kalsium daging sedangkan sinbiotik 2 dan 3 ml/100 g ransum meningkatkan kadar protein.
E. A. F. Marang, L. D. Mahfudz, T. A. Sarjana, S. Setyaningrum
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 303-310; doi:10.25077/jpi.21.3.303-310.2019

Abstract:Penelitian bertujuan untuk mengkaji perubahan kualitas dan kadar amonia litter pada pemeliharaan ayam broiler akibat penambahan sinbiotik dari inulin ekstrak umbi gembili dan bakteri Lactobacillus plantarum. Materi yang digunakan adalah ayam broiler day old chick (DOC) unsexed sebanyak 144 ekor dengan bobot awal 45,68 ± 1,52 g dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa penambahan sinbiotik yaitu sebagai berikut T0 : ransum basal (tanpa penambahan sinbiotik); T1 : sinbiotik 1 ml/100g ransum; T2 : sinbiotik 2 ml/100g ransum dan T3 : sinbiotik 3 ml/100g ransum. Parameter yang diamati adalah kadar air, pH, suhu, dan amonia litter. Data yang diperoleh dianalisis dan data yang menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata di uji lanjut dengan uji wilayah Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sinbiotik signifikan (P≤0,05) menurunkan kadar amonia dan pH litter, dan signifikan (P≤0,05) meningkatkan kadar air litter, sedangkan terhadap suhu litter tidak berpengaruh signifikan (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan sinbiotik sebanyak 2 ml/ 100g ransum dapat memperbaiki kualitas dan kadar amonia litter.
A. P. Ermanda, Jafrinur Jafrinur, J. Hellyward
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 220-229; doi:10.25077/jpi.21.3.220-229.2019

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi pangan hewani terutama daging sapi, unggas dan ikan pada rumahtangga di Propinsi Sumatera Barat. Penelitian ini memakai pendekatan ekonometrika dengan membangun model fungsi permintaan untuk komoditas daging sapi, daging unggas dan ikan dengan memakai data mentah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) untuk Propinsi Sumatera Barat Tahun 2018. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 rumahtangga. Data dianalisis dengan menggunakan model Almost Ideal Demand System (AIDS). Variable yang digunakan didalam model, yaitu harga daging sapi, harga daging unggas, harga ikan, total pengeluaran rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, umur ibu rumah tangga, dummy pendidikan ibu rumah tangga (berpendidikan tinggi, berpendidikan rendah), dan dummy wilayah (kota, desa). Pola konsumsi dari permintaan daging sapi, daging unggas dan ikan ditandai dengan R2 bernilai 0,8233, artinya 82,33% dari variabel yang digunakan dalam model dapat menjelaskan keragaman pola konsumsi daging sapi, unggas dan ikan di Propinsi Sumatera Barat dan sisanya sebesar 18,62% tidak dapat dijelaskan oleh variabel yang digunakan dalam model.
A. Hervani, M. Ariani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 319-326; doi:10.25077/jpi.21.3.319-326.2019

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi secara berkala mengenai tingkat, status, dan kecenderungan emisi metana dari pengelolaan kotoran ternak di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian desk study dengan cara melakukan inventarisasi GRK menggunakan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Guidelines 2006. Penelitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data aktivitas ternak provinsi Yogyakarta pada bulan November tahun 2016 sebagai sumber emisi GRK, serta penetapan faktor emisi berdasarkan IPCC Guidelines 2006. Data aktivitas didapatkan dari data statistik provinsi Yogyakarta. Inventarisasi emisi gas rumah kaca dari pengelolaan kotoran ternak di Yogyakarta menggunakan Tier 1 dari IPCC Guidelines. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi terbesar dari pengelolaan kotoran ternak di Yogyakarta dari ternak unggas yaitu ternak ayam ras pedaging yang menyumbang 37% diikuti ayam buras sebesar 24%, ayam ras petelur sebesar 20% dan itik sebesar 3%. Sedangkan emisi dari ternak mamalia seperti sapi potong, sapi perah, kuda, kerbau, kambing, domba dan babi menyumbangkan emisi metana yang rendah terhadap total emisi metana dari pengelolaan kotoran ternak di Yogyakarta.
D. R. Sari, E. Suprijatna, S. Setyaningrum, L. D. Mahfudz
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 284-293; doi:10.25077/jpi.21.3.284-293.2019

Abstract:Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh penambahan sinbiotik dari inulin ekstrak umbi Gembili dengan bakteri Lactobacillus plantarum terhadap bobot daging dan tulang serta nisbah daging-tulang karkas ayam broiler. Materi yang digunakan yaitu 144 day old chik (DOC) unsexed dengan bobot badan awal 45,68 ± 1,52 g. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan sinbiotik sebagai berikut: T0 (ransum basal), T1 (ransum basal + sinbiotik 1 ml/100 g ransum), T2 (ransum basal + sinbiotik 2 ml/100 g ransum) dan T3 (ransum basal + sinbiotik 3 ml/100 g ransum). Parameter yang diamati yaitu bobot daging dan tulang serta nisbah daging-tulang karkas. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan bobot daging, bobot tulang serta nisbah daging-tulang karkas ayam broiler. Dosis 3 ml/100 g ransum menghasilkan bobot daging, bobot tulang serta nisbah daging-tulang tertinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan sinbiotik dari inulin umbi gembili dengan bakteri Lactobacillus plantarum 3 ml/100 g ransum dapat digunakan sebagai aditif pakan dalam pemeliharaan ayam broiler.
Halimatuddini Halimatuddini, Y. Marlida, M. Zain, Elihasridas Elihasridas
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 266-273; doi:10.25077/jpi.21.3.266-273.2019

Abstract:Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh jenis kemasan dan waktu penyimpanan pakan konsentrat sapi potong yang terbaik berdasarkan kualitas nutrisi, ketengikan dan kandungan aflatoksin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x3x3 dengan dua faktor. Faktor A yaitu Jenis Kemasan (A1 = woven bag; A2 = woven bag dilapisi plastik PE (polyethylene)) dan Faktor B yaitu Waktu Penyimpanan (B1 = 1 bulan; B2 = 2 bulan, B3 = 3 bulan) dengan ulangan 3 kali. Peubah yang diamati adalah kualitas nutrisi (bahan kering, lemak kasar, protein kasar), ketengikan, dan kandungan aflatoksin. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara faktor A (jenis kemasan) dan faktor B (lama penyimpanan) terhadap penurunan bahan kering, protein kasar, lemak kasar namun terjadi peningkatan tingkat ketengikan dan kandungan aflatoksin. Jenis kemasan woven bag yang dilapisi plastik menunjukkan kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan kemasan woven bag berdasarkan kandungan nutrisi, ketengikan, dan kandungan aflatoksin selama penyimpanan 2 bulan.
M. Baharudin, E. Kurnianto, S. Kismiati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 192-197; doi:10.25077/jpi.21.3.192-197.2019

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur induk dan lama penyimpanan terhadap kualitas internal telur ayam kedu jengger hitam. Penelitian dilaksanakan mulai bulan September sampai dengan November 2018 di Balai Pusat Bibit Ternak Non Ruminansia (BPBTNR) Satker Ayam Maron, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Materi penelitian ini adalah 60 butir telur yang berasal dari 18 ekor ayam kedu jengger hitam berumur 61-65 minggu. Rancangan acak lengkap pola faktorial 5 x 4 dengan 3 kali ulangan diterapkan pada penelitian ini. Faktor pertama adalah umur induk yaitu 61, 62, 63, 64, dan 65 minggu. Faktor kedua yaitu lama penyimpanan 1, 3, 5 dan 7 hari. Parameter yang diamati meliputi indeks kuning telur, haugh unit, dan indeks putih telur. Data dianalisis dengan prosedur General Linear Model (GLM) program Statistical Analysis System (SAS) Versi 6.12. Jika perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati, maka dilanjutkan dengan uji Duncan multiple range test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara umur induk dan lama penyimpanan terhadap kualitas internal telur. Umur induk tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas internal telur, sementara itu, lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas internal telur. Simpulan penelitian ini, kualitas internal telur tidak mengalami penurunan pada umur induk 61-65 minggu. Namun, kualitas internal telur menurun seiring dengan makin lama waktu penyimpanan telur.