Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science)

Journal Information
ISSN / EISSN : 1907-1760 / 2460-6626
Published by: Universitas Andalas (10.25077)
Total articles ≅ 357
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

H. Pisestyani, M. Dalimunthe, C. Nisa, F. A. Pamungkas
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 122-129; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.122-129.2021

F. Maulana, Nuraini Nuraini, Mirzah Mirzah
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 174-182; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.174-182.2021

T. N. I. Koni, T. A. Y. Foenay, H. Y. Chrysostomus
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 94-101; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.94-101.2021

Sunarno Sunarno, K. Budiraharjo, Solikhin Solikhin
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 83-93; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.83-93.2021

Abstract:
Itik (Anas plathyrynchos domecticus) merupakan salah satu jenis unggas yang banyak dibudidayakan, terutama sebagai penghasil telur. Produk telur diketahui bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat di Indonesia. Permasalahan yang dihadapi oleh peternak itik petelur, terutama di Kabupaten Brebes adalah pakan, keterbatasan pengetahuan tentang pemeliharaan itik, permintaan telur asin oleh konsumen yang tinggi yang tidak diiringi oleh peningkatan kualitas dan kuantitas telur yang diproduksi itik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh sistem pemeliharaan itik secara intensif dan ekstensif terhadap kuantitas dan kualitas telur. Variabel kualitas telur meliputi bobot badan, produksi dan bobot telur, adapun variable kualitas telur terdiri atas pH dan tinggi albumen, pH dan diameter yolk, indeks kuning telur (IKT), dan Haugh Unit (HU). Metode penelitian yang digunakan adalah pembandingan 2 populasi, yaitu antara itik yang dipelihara dengan sistem intensif dan ekstensif, masing-masing menggunakan itik sebanyak 25 ekor. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan uji t (t student test) pembandingan dua perlakuan. Analisis hasil penelitian menunjukkan, itik yang dipelihara dengan sistem intensif berbeda nyata dengan sistem ektensif, serta memiliki kuantitas dan kualitas telur yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemeliharaan itik secara intensif dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas telur itik, lebih tinggi dibanding itik yang dipelihara secara ekstensif. Pemeliharaan itik secara intensif direkomendasikan dapat diaplikasikan oleh para peternak lokal di Kabupaten Brebes dengan pemanfaatan sumber bahan pakan lokal yang mudah diperoleh, murah, dan aman sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak.
Back to Top Top