Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa

Journal Information
EISSN : 2620-5300
Published by: LPPM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang (10.31932)
Total articles ≅ 48
Filter:

Latest articles in this journal

Eka Astuty, Elpira Asmin, Eka Sukmawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 4, pp 31-35; https://doi.org/10.31932/jpmk.v4i1.866

Abstract:
ABSTRAKSalah satu syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk mencapai gelar sarjana yaitu harus menulis karya tulis ilmiah berupa skripsi. Daftar pustaka dan sitasi menjadi elemen penting dalam penulisan karya ilmiah. Penyusunan dua hal tersebut dapat dilakukan secara manual ataupun dengan bantuan aplikasi. Mendeley merupakan salah satu perangkat lunak sitasi yang cukup mudah penggunaannya bagi orang awam sehingga menjadi favorit penulis. Kegiatan ini dilakukan secara daring memakai aplikasi zoom sebab di masa pandemi Covid- 19, kegiatan sosialisasi ataupun penyuluhan secara langsung tidak bisa dilakukan karena adanya anjuran Physical distancing. Selama berlangsungnya pemaparan materi, peserta diskusi dipersilahkan untuk mengemukakan pertanyaan. Peserta diskusi sangat antusias dan ada banyak pertanyaan yang disampaikan, diantaranya adalah sumber referensi yang bisa digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan jenis-jenis gaya penulisan yang terdapat dalam aplikasi mendeley. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk diskusi online tentang manajemen referensi (Aplikasi Mendeley) dalam penulisan karya ilmiah diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi terkhusus bagi peserta yang merupakan mahasiswa tingkat akhir. Diskusi online ini diharapkan juga menjadi wadah untuk me-refresh pengetahuan tentang manajemen referensi bagi peserta yang berprofesi sebagai dosen.Kata Kunci: Diskusi, Daring, Manajemen Referensi, Mendeley ABSTRACTOne of the requirements for students to achieve a bachelor's degree is to write scientific papers. Bibliography and citations are important elements in writing scientific papers. The arrangement of these two things is done manually or by application. Mendeley is a commonly used citation software. This activity was carried out online using the zoom application because during the Covid-19 pandemic, direct socialization or outreach activities could not be carried out because of the suggestion of Physical distancing. During the presentation of the material, discussion participants were invited to ask questions. The discussion participants were very enthusiastic and there were many questions submitted, including reference sources that could be used in writing scientific papers and the types of writing styles found in the Mendeley application. Community service activities in the form of online discussions about reference management (Mendeley Application) in writing scientific papers are expected to provide knowledge and information specifically for participants who are final year students. This online discussion is expected to also become a forum to refresh knowledge about reference management for participants who are lecturers. Keywords: Discussion, Online, Refference Management, Mendeley
Ratni Purwasih, Yanuarti Apsari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 4, pp 1-8; https://doi.org/10.31932/jpmk.v4i1.1060

Abstract:
ABSTRAKPenerapan e-learning merupakan salah satu inovasi teknologi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dengan konten pelajaran. Meskipun e-learning bisa digunakan secara mandiri oleh siswa, namun eksistensi guru menjadi sangat berarti sebagai orang dewasa yang berfungsi memberi dukungan dan mendampingi siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, model pembelajaran yang menggabungkan (blending) metode face to face learning dengan e-learning secara integratif dan sistematis akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Kejadian virus Corona yang mewabah di Indonesia membuat situasi belajar diarahkan ke online learning. Akan tetapi faktanya penggunaan teknologi masih sangat minim ditemukan di sekolah. Hal yang sama juga ditemukan di sekolah Mitra. MA Cahaya Harapan merupakan sekolah mitra untuk tempat workshop pengabdian ini, dimana kebanyakan guru belum dengan maksimal memanfaatkan penggunaan ICT ini pada proses pembelajaran di kelas. Tahap-tahapn pengabdian ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pendampingan. Tujuan workshop pendampingan dan pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan guru-guru dalam pembelajaran blended learning berbasis LMS Moodle di era post Covid-19. Peserta dalam PKM ini terdiri dari 25 orang dan dilaksanakan selama tiga hari dan dilanjutkan pendampingan selama dua pekan berturut-turut. Berdasarkan hasil angket kepuasaan sebesar 28% peningkatan kemampuan peserta dari sebelum pelatihan. Seluruh peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti program pelatihan. Hal ini bisa dilihat dari kehadiran seluruh peserta mulai dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan. Peserta mampu membuat dan mendesain pembelajaran blended learning berbasis LMS Moodle.Kata Kunci : Blended Learning, LMS Moodle, Post Covid 19 ABSTRACTThe application of e-learning is one of the learning technology innovations that integrate information and communication technology with lesson content. Although e-learning can be used independently by students, the existence of teachers is very meaningful as adults who function to support and assist students in the learning process. Therefore, a learning model that combines (blending) the face to face learning method with e-learning in an integrative and systematic manner will make the learning process more meaningful. The outbreak of the Corona virus in Indonesia has directed the learning situation to online learning. However, the fact is that the use of technology is still very minimal in schools. The same thing was found in the Mitra school. MA Cahaya Harapan is a partner school for this PKM workshop, where most teachers have not maximally utilized the use of ICT in the learning process in the classroom. The stages of this workshop include the stages of preparation, implementation, evaluation and mentoring. The purpose of this mentoring and training workshop is to improve the abilities of teachers in Moodle LMS-based blended learning in the post-Covid-19 era. Participants in this PKM consisted of 25 people and was held for three days and continued with mentoring for two consecutive weeks. Based on the results of the satisfaction questionnaire, there was a 28% increase of the participants ability after joining the training. All participants seemed very enthusiastic in participating the training program. This can be seen from the attendance of all participants from the start of the activity to the end of the activity. Participants are able to create and design Moodle LMS based blended learningKeywords: Blended Learning, LMS Moodle, Post Covid 19
Annikmah Farida, Rita Rahmawati, Habib Shulton Asnawi,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 4, pp 41-51; https://doi.org/10.31932/jpmk.v4i1.1082

Abstract:
ABSTRAKTujuan dari pendanpingan pemberdayaan masyarakat ini adalah ntuk pemanfaatan dan mengatasi masalah pencemaran lingkungan limbah air kelapa menjadi olahan yang bermnanfaat dan bernilai ekonomis dalam bentuk nata decoco untuk para anggota Fatayat NU Kecamatan Metro Utara Kota Metro sehingga air kelapa yang selama ini tidak dimafatkan oleh para pedagang kelapa dipasar-pasar tradisisonal yang ada di Kecamatan Metro Utara dan sekitarnya bisa dirmanfaatkan. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat ini menggunakan pendekatan pendampingan Asset Based Community Development (ABCD). Adapun jumlah peserta yang hadir 20 orang terdiri dari Pengurus Fatayat NU Cabang Kota Metro , Pengurus Fatayat NU Anak Cabang Kecamatan Metro Utara dan Pengurus Fatayat NU Ranting Kecamatan Metro Utara. Hasil dari pemberdayaan ini adalah memiliki ketrampilan dalam pengolahan limbah air kelapa menjadi suatu olahan yang bermnafaat dan bernilai ekonomis sehingga penambah pendapatan bagi keluarga.Kata Kunci: Limbah Air Kelapa, Nata Decoco, PelatihanABSTRACTThe purpose of this community empowerment guidance in to utilize overcome the problem of environmental pollution of coconut water waste into useful economical processing in the form of nata decoco for members of Fatayat NU, Metro Utara District, Metro City so that coconut water has not been ignored by coconut traders. In the traditional markets in Metro Utara District and its surroundings, it can be utilized. The method used in community empowerment uses the Asset Based Community Development (ABCD) mentoring approach. The number of participants who attended was 20 people consisting of the Fatayat NU Management Branch of the Metro City, the Executive of the Fatayat NU Branch of the North Metro District and the Fatayat NU Management, the North Metro District. The result of this empowerment is having skills in processing coconut water waste into a useful and economical process so that it can increase family income.Keywords: Coconut Water Waste, Nata Decoco, Training
, Sijono Sijono, Thomas Joni Verawanto Aristo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 4, pp 9-19; https://doi.org/10.31932/jpmk.v4i1.1099

Abstract:
ABSTRAKKurangnya pemahaman bagaimana melakukan penelitian tindakan kelas memicu realita bahwa guru masih enggan melaksanakan penelitian. Guna membantu guru dalam meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas, maka tim PKM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang melakukan pendampingan dan bimbingan dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas serta melakukan pendampingan teknis bagi para guru untuk dapat mempublikasi hasil penelitiannya. Secara umum kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan metode pelatihan berupa presentasi dan penjelasan tentang metodologi PTK serta bimbingan teknis publikasi jurnal ilmiah dengan metode pelaksanaan kegiatan secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru SD-SMPN 6 Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Luaran kegiatan pengabdian yang dilakukan di SD-SMPN 6 SATAP Sepauk mencapai target yang direncanakan. Kegiatan PKM ini diikuti oleh lebih dari 80% guru dari SD-SMPN 6 SATAP Sepauk, walaupun tidak 100% dari jumlah tersebut dapat mengikuti dari awal kegiatan karena kendala jaringan internet. Selama kegiatan berlangsung respon para guru sangat baik terhadap kegiatan PKM ini. Para guru menjadi bersemangat untuk melakukan penelitian dan beberapa diantaranya berupaya melakukan penelitian untuk kenaikan pangkatnya serta setidaknya ada kurang lebih 30% guru berniat mengadakan kolaborasi penelitian dengan para anggota PKMKata Kunci: Pengenalan Teknis; Bimbingan Teknis; Karya Tulis Ilmiah ABSTRACTA lack of understanding of how to conduct classroom action research triggers the reality that teachers are still reluctant to carry out research. PKM team of STKIP STKIP Persada Khatulistiwa Sintang provides assistance and guidance in carrying out classroom action research and provides technical assistance for teachers to be able to publish their research results. In general, this PKM was conducted with training methods in the form of presentations and explanations of the CAR methodology as well as technical guidance for scientific journal publications with methods of implementing activities online. This activity was attended by 20 teachers from SD-SMPN 6, Sepauk District, Sintang District. The output of the service activities carried out at SD-SMPN 6 SATAP Sepauk achieved the planned target. This PKM activity was attended by more than 80% of teachers from SD-SMPN 6 SATAP Sepauk, although not 100% of this number were able to participate from the beginning of the activity due to internet network problems. During the activity, the teachers responded very well to this PKM activity. The teachers are excited to do research and some of them try to do research for promotion and at least 30% of the teachers intend to conduct research collaborations with PKM members.Keywords : Technical Introduction; Technical guidance; Scientific papers
Herlinda Mawardika, Ira Oktavia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 4, pp 52-57; https://doi.org/10.31932/jpmk.v4i1.1124

Abstract:
ABSTRAKPandemi COVID-19 adalah salah satu masalah utama yang sedang dihadapi masyarakat karena memberikan dampak yang besar di bidang kesehatan maupun perekonomian. Dalam mengatasi infeksi COVID-19, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan dengan sabun, serta menjaga imunitas tubuh melalui olahraga dan konsumsi makanan atau minuman yang baik untuk kesehatan. Selain jamu, probiotik dapat menjadi pilihan yang tepat untuk dikonsumsi selama pandemi COVID-19. Probiotik adalah kultur mikroba hidup yang baik untuk sistem pencernaan dan diketahui berperan dalam mempengaruhi sistem imun tubuh. Probiotik dapat diperoleh dari produk-produk fermentasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan informasi kepaa masyarakat tentang penggunaan probiotik yang tepat untuk peningkatan imunitas tubuh di era pandemi COVID-19. Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi di Desa Duwet Kabupaten Malang. Keberhasilan pengabdian masyarakat ditentukan dari penilaian kuesioner yang diberikan ke peserta. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu sosialisasi dapat meningkatan pemahaman dan kesadaran peserta untuk mengkonsumsi probiotik.Kata Kunci: Probiotik, Imune system, COVID-19 ABSTRACTPandemic COVID-19 is one of the main problems faced by society because it causes a huge impact in the field of health and economy. In overcoming the infection of COVID-19, people are encouraged to apply health protocols such as wearing mask, keeping a distance, washing hands with soap, as well as maintaining the immunity of the body through exercise and the consumption of foods or drinks that are good for health. In addition to herbs, probiotics can be the right choice to be consumed during the pandemic COVID-19. Probiotics are cultures of live microbes that are good for digestive system and have been found to influence the immune system. Probiotics can be obtained from the fermentation products. The objective of this community service was to provide information for the public about the proper use of probiotic to increase the body's immunity in the era of pandemic COVID-19. This activity was carried out by socialization in Duwet Village Malang Regency. The success of the community is determined based on the assessment of participants’questionnaire. The results showed that this community service was going well and achieved the expected goal, socialization increased participants’ awareness and understanding of probiotic consumption. Keywords: Probiotics, Immune system, COVID-19
Nelly Wedyawati, Yokie Prasetya Dharma, Yudita Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 4, pp 20-30; https://doi.org/10.31932/jpmk.v4i1.1104

Abstract:
ABSTRAKPengabdian bertujuan untuk media penyampaian informasi terkait tentang literasi teknologi bagi masyarakat. Hal ini sangat penting selain untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap internet sehat, kegiatan ini juga berupaya untuk meningkatkan kepekaan dan antusiasme masyarakat terhadap masalah-masalah yang kerap muncul pada pelayanan publik. Kegiatan dilaksanakan di Desa Nanga Tikan, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Sasaran kegiatan PkM ini adalah para perangkat desa dan anggota Karang Taruna (pemuda) yang ada di Desa. Penentuan kriteria khalayak tersebut berdasarkan pengamatan bahwa generasi muda rentang dari umur 17 hingga 35 tahun adalah mereka yang gemar atau secara intensif memanfatkan internet atau sosial media. Bentuk PkM ini penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat tentang pengembangan media sosial. Penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2020 di Balai Desa Nanga Tikan dengan model ceramah dan demonstrasi pemanfaatan media sosial (internet). Hasil wawancara dengan kepala desa dan beberapa pemuda desa diperoleh respon sangat baik terhadap kegiatan ini. Hasil angket respon diperoleh hasil 95% dengan kategori sangat senang. Kesimpulan dari kegiatan yaitu sasaran kegiatan sangat puas terhadap pelatihan Journalis warga.Kata Kunci: Pelatihan, Journalis, Literasi, Teknologi, Media. ABSTRACTThe community service aimed to delivering information media related to technology literacy for the community. This is very important in addition to increasing public understanding of a good internet usage, this activity also seeks to increase the sensitivity and enthusiasm of the community towards problems that often arise in public services. The activity was carried out in Nanga Tikan Village, Kayan Hilir District, Sintang District, West Kalimantan. The targets of this PkM activity are village officials and members of the Karang Taruna (youth) in the village.The determination of the audience criteria is based on the observation that the younger generation, ranging from 17 to 35 year old, are those who like or intensively use the internet or social media. This form of PkM provides counseling and training to the community on social media development. Counseling and training was carried out on October 23, 2020 at the Nanga Tikan Village Hall with a lecture and demonstration model of the use of social media (internet). The results of interviews with the village head and several village youth received very good responses to this activity. The results of the response questionnaire were 95% with the very enthusiastic. The conclusion of the activity is that the target of the activity is very satisfied with the citizen journalism training.Keywords: Training, Journalists, Literacy, Technology, Media.
Cepi Kurniawan, Murbangun Nuswowati, Sri Kadarwati, Harjito Harjito, Arma Yoga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 4, pp 36-40; https://doi.org/10.31932/jpmk.v4i1.921

Abstract:
ABSTRAKMasa pandemic COVID-19 di Indonesia yang dimulai pada bulan Maret 2020 memaksa semua proses belajar mengajar dialihkan pada sistem pembelajaran daring (online). Terlepas dari belum terbangunnya kultur guru dalam mengelola pembelajaran daring, pemberlakuan proses belajar mengajar tanpa tatap muka ini telah memaksa guru lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran. Di samping aspek praktis, Guru-guru harus siap dan menyiapkan diri untuk mampu berperan sebagaimana tuntutan kurikulum. Kualitas pembelajaran daring mempunyai akar permasalahan yang tidak sederhana, mulai dari minimnya sumber belajar daring, kendali waktu belajar, akses internet, dan lainnya. Mengacu uraian pada analisis situasi dapat diidentifikasi permasalahan utama mitra yaitu guru sains utamanya pada kelompok Guru Kimia PPG Daljab 2020. Terdapat peningkatan keterampilan guru dalam menggambarkan struktur molekul kimia dan juga kemampuan menyiapkan video ajar menggunakan PowerPoint. Namun, devais yang dimiliki kurang support untuk rendering video jika PowerPoint memiliki banyak gambar dan atau video.Kata Kunci: Pembelajaran daring; covid-19; Guru Kimia; video ajar; PowerPoint ABSTRACTThe period of the COVID-19 pandemic in Indonesia which began in March 2020 forced all teaching and learning processes to be shifted to an online learning system. Apart from the absence of a teacher culture in managing online learning, the implementation of this face-to-face teaching and learning process has forced teachers to be more creative in making learning media. In addition to the practical aspects, teachers must be ready and prepared to be able to play a role as the curriculum demands. The quality of online learning has roots that are not simple, starting from the lack of online learning resources, control of study time, internet access, and so on. Referring to the description of the situation analysis, the main problems of partners can be identified, namely science teachers, especially in the in-service Chemistry Teachers group. There is an increase in the skills of teachers in describing chemical molecular structures and also the ability to prepare teaching videos using PowerPoint. However, the device does not have support for rendering video if PowerPoint has lots of images and / or videos.Keywords: online-learning; COVID-19; Chemistry Teachers; Teaching Video; PowerPoint.
Celsa Evans, Maria Sabarina Lato Lada, Yasinta Funan, Desi Asrini Loda Nangi, Timbul Yuwono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 3, pp 71-78; https://doi.org/10.31932/jpmk.v3i2.833

Abstract:
: Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Pisang Candi Malang memiliki kegiatan sehari-hari, disamping itu melakukan aktivitas sosial terbatas pada kelompok organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Dilihat dari peminatan untuk mendapatkan keterampilan masyarakat di desa ini cukup antusias, besar harapan mereka dapat diberi keterampilan untuk mendukung peningkatan pendapatan keluarga melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), misalnya dengan pelatihan atau penyuluhan pembuatan Hand Sanitizeryang sangat banyak digemari dan dibutuhkan saat ini terutama bagi masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas dalam covid-19, yaitu sebagai mempembersih tangan yang sehat dan segar sekaligus dapat membunuh dari virus covid-19. Produk ini dapat dipasarkan melalui toko keperluan sehari-hari dan swalayan, sehingga sangat bagus untuk dikembangkan menjadi produk unggulan. Pembuatan produk Hand Sanitizerini sangat mudah, menggunakan alat yang sederhana dan dengan biaya yang cukup murah. Dengan berbagai bahan seperti Alkohol, Glycerol, H2 O2, dan Aquades. Berdasarkan hal tersebut, dipandang perlu untuk menyikapi situasi ini, dengan cara diberikan penyuluhan dan pelatihan cara-cara pembuatan produk Hand Sanitizer bahan kimiawi, cara pengemasan yang baik dan cara pemasarannya bagi masyarakat dikelurahan Pisang Candi Malang, sehingga menghasilkan produk Hand Sanitizerhasil buatan sendiri mempunyai nilai jual, sehingga dapat meningkatkan penghasilan, yang pada akhirnya mendapatkan hidup keluarga yang lebih sejahtera.
Emilia Dewiwati Pelipa, Anna Marganingsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 3, pp 94-105; https://doi.org/10.31932/jpmk.v3i2.900

Abstract:
Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia mempunyai peran dan potensi yang besar dalam membangun perekonomian nasional maupun sektoral. Namun Jenis Usaha mikro kecil menegah masih kurang di kenal oleh masyarakat luas; sehingga berdampak pada pemasaran produk yang mereka hasilkan. Keterbatasan tersebut merupakan permasalahan yang penting bagi UMKM dalam mengembangkan usahanya. Untuk itu dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang pemasaran, promosi dan pengenalan produk kepada masyarakat melalui media Internet, dengan tujuan membantu para pelaku UMKM di kota Sintang agar lebih memahami E-Commerce. Yang menjadi sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah pelaku UMKM di kota Sintang. Kegiatan Pelatihan dan penyuluhan ini memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah di kota Sintang. Peserta penyuluhan memahami apa itu E-Commerce yaitu proses pembelian, penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan melibatkan transfer dana elektronik, sistem manajemen inventory otomatis dan sistem pengumpulan data otomatis yang memanfaatkan jaringan internet komputer. Selain itu para peserta juga mendapatkan pelatihan cara membuat website produk, memberikan pelatihan cara bergabung di Marketplace yang sudah tersedia dan mendesain tampilan produk yang akan dipasarkan.
Kurriawan Budi Pranata, Chandra Sundaygara, Muhammad Sayadi, Sholikan Sholikan Sholikan, Hari Wijaya, Muhammad Ghufron
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 3, pp 46-60; https://doi.org/10.31932/jpmk.v3i2.584

Abstract:
: Prospective physics teachers are the seeds of the next generation to spread science. But the understanding of science has been balanced with standard laboratory facilitation. In fact there are still many public and private schools that do not have adequate laboratory facilities. Whereas a physics teacher candidate must be able to teach in all fields and conditions. This is a challenge for prospective physics teachers. So the importance of conducting workshops to conduct a learning approach using methods of using practicum media by optimizing the surrounding environment such as the use of passive and active electrical component materials. The implementation of this activity is carried out for six hours consisting of 1. Introduction 2. Characterization 3. Implementation. The results of this dedication activity the prospective physics teachers are very enthusiastic because so far the physics candidates are only limited to knowing but do not understand the physical or physical meaning.
Back to Top Top