Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa

Journal Information
EISSN : 2620-5300
Published by: LPPM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang (10.31932)
Total articles ≅ 55
Filter:

Latest articles in this journal

Zuhriyan Ash Shiddieqy Bahlawan, Prima Astuti Handayani, Dhoni Hartanto, Ria Wulansarie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 5, pp 1-9; https://doi.org/10.31932/jpmk.v5i1.1329

Abstract:
The majority of the population of Sarirejo Village, District Kaliwungu, work as farmers, and most of the land is planted with cassava plants. Harvested cassava is usually only sold directly to middlemen at low prices. It is necessary to process cassava into food products with high selling value. In this case, the community really needs knowledge and skills, so that the community becomes productive and can increase the income of the community in Sarirejo Village. The purpose of this community service activity is to provide training to the Dasawisma Group, Sarirejo Village, Kaliwungu District on processing cassava into high-protein steamed brownies made from modified cassava flour. The method used in the training is the brownie production process using cassava flour with modified fermentation. Modified cassava flour has better nutritional value. In addition, the production process also requires less labor, shorter time, and produces quality products. Activities include training, practice, and evaluation. Socialization material about the importance of processing cassava into food products that will increase the selling value of cassava and the practice of making steamed brownies to packaging products that are worth selling. Furthermore, mentoring was carried out to the dasawisma group independently so that they could produce steamed brownies and marketing them.Keywords: Cassava, modified flour, fermentation, browniesABSTRAKMayoritas penduduk Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu berprofesi sebagai petani dan sebagian besar lahannya ditanami dengan tanaman singkong. Singkong hasil panen biasanya hanya dijual langsung kepada tengkulak dengan harga murah. Perlu adanya pengolahan singkong menjadi produk makanan dengan nilai yang lebih ekonomis. Untuk pengembangan nilai bahan ini, masyarakat sangat membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, agar menjadi lebih produktif dan dapat menambah pendapatan masyarakat di Desa Sarirejo. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada Kelompok dasawisma Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu tentang pengolahan singkong menjadi kue brownies kukus tinggi protein berbahan tepung singkong termodifikasi. Metode yang digunakan dalam pelatihan dengan proses produksi brownies menggunakan tepung singkong dengan modifikasi fermentasi. Tepung singkong yang telah dimodifikasi memiliki nilai nutrisi yang lebih baik. Selain itu, proses produksi hanya memerlukan tenaga kerja yang relatif sedikit, waktu pemrosesan yang lebih pendek dan menghasilkan produk yang berkualitas. Kegiatan meliputi pelatihan, praktik, dan evaluasi. Materi sosialisasi mengenai pentingnya pengolahan singkong menjadi produk makanan yang akan meningkatkan nilai jual dari singkong dan praktek pembuatan brownies kukus sampai dengan pengemasan produk layak jual. Selanjutnya dilakukan pendampingan sampai kelompok dasawisma secara mandiri sehingga dapat menghasilkan produk brownies kukus dan pemasarannya. Kata Kunci: Singkong, modifikasi tepung, fermentasi, brownies
Masrurotul Mahmudah, Hernisawati Hernisawati,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 5, pp 62-72; https://doi.org/10.31932/jpmk.v5i1.1575

Abstract:
Academic quality in schools and madrasas greatly affects the learning quality of students and teachers' professionals in teaching. Improving academic quality in schools and madrasas requires accreditation from a team or assessor of the National Accreditation Board for Schools or Madrasah (BAN-S/M) in order to compile forms and improve the quality of these schools and madrasas. Accreditation of schools or madrasas functions for knowledge, namely in order to determine the feasibility and performance of schools and madrasas seen from various elements. Excellent schools and madrasas refer to the management of improving the quality of education personnel. The purpose of the Mentoring is to determine the feasibility of the academic quality of schools and madrasas and to know the system of developing school and madrasa forms in improving academic quality under the auspices of PC.LP Ma'arif NU Metro in Metro City. The author concludes that assistance in the preparation of the school and madrasa accreditation assessment system can improve academic quality under the auspices of PC.LP Ma'arif NU Metro', assistance in the preparation of the school accreditation assessment system through discussion group activities to improve the academic quality of schools under the auspices of Ma'arif Nahdlatul Ulama Educational Institution Branch Manager, Metro City, Lampung Province.Keywords: Academic Quality, Preparation of the National Education System, Schools and Madrasah.
ABSTRAKMutu akademik di sekolah dan madrasah sangat mempengaruhi kualitas belajar peserta didik dan profesional guru dalam mengajar. Peningkatan mutu akademik di sekolah dan madrasah diperlukan adanya akreditasi dari tim atau asesor Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) guna penyusunan borang dan memperbaiki kualitas sekolah dan madrasah tersebut. Akreditasi sekolah atau madrasah berfungsi untuk pengetahuan, yaitu dalam rangka untuk mengetahui kelayakan serta kinerja sekolah dan madrasah dilihat dari berbagai unsur. Sekolah dan madrasah yang unggul mengacu pada manajemen peningkatan mutu tenaga kependidikan. Tujuan Pendampingan yaitu untuk mengetahui kelayakan mutu akademik sekolah dan madrasah serta mengetahui sistem pembinaan penyusunan borang sekolah dan madrasah dalam meningkatkan mutu akademik di bawah naungan PC.LP Ma’arif NU Metro di Kota Metro. Penulis mengambil kesimpulan bahwa pendampingan penyusunan pada sistem penilaian akreditasisekolah dan madrasah dapat meningkatkan mutu akademik di bawah naungan PC.LP Ma’arif NU Metro’, pendampinganpenyusunan pada sistem penilaian akreditasi sekolah melalui kegiatan grup forum diskusi untuk meningkatkan mutu akademik sekolah di bawah naungan Pengurus Cabang Lambaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kota Metro Provinsi Lampung.Kata Kunci: Mutu Akademik, Penyusunan Sispena, Sekolah dan Madrasah.
Dadang Iskandar Mulyana, Rasiban Rasiban, Tri Wahyuni, Ikha Novie Tri Lestari, Feni Citra Dewi, Nunung Parawati, Sartika Mala
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 5, pp 28-34; https://doi.org/10.31932/jpmk.v5i1.1536

Abstract:
Rawa Badung Village RT 009/RW 013, Jatinegara sub-district, Cakung sub-district, East Jakarta. Utilizing vacant land to carry out farming activities such as growing kale, mustard greens, spinach, long beans, chilies, bitter melon, and cassava. In terms of managing watering absences and plant health, it can still be done manually using a manual. The process method or steps in collecting the required data from all system elements to be implemented as software, and collecting data on Android-based plant health. Tests are carried out using a soil pH measuring device to obtain data that will be input into the application. Humidity sensor testing is carried out to determine the temperature and humidity of the air around the plants being monitored. With this application, you can find out soil conditions by displaying information on soil conditions (pH, humidity, temperature and lighting). With this application, you can find information data on active PKK members and information on types of plants in the RW 13 garden.Keywords: Android, Moisture Sensor, Health, Garden.
ABSTRAKKampung Rawa Badung RT 009/RW 013 kelurahan Jatinegara, kecamatan cakung Jakarta Timur. Memanfaatkan lahan kosong untuk melakukan kegiatan bercocok tanam seperti bercocok tanaman kangkung, sawi, bayam, kacang panjang, cabe, pare, dan singkong. Dalam hal pengelolaan absensi penyiraman dan kesehatan tanaman, masih dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan buku panduan. Metode proses atau langkah-langkah dalam kumpulkan data yang di butuhkan dari semua elemen sistem untuk diterapkan sebagai perangkat lunak, dan kumpulkan data tentang kesehatan tanaman berbasis android. Pengujian di lakukan menggunakan alat pengukur Ph tanah untuk mendapatkan data yang akan di input ke dalam aplikasi. Pengujian sensor kelembaban di lakukan untuk mengetahui suhu beserta kelembaban udara disekitaran tanaman yang di monitor. Dengan adanya aplikasi ini dapat mengetahui kondisi tanah dengan menampilkan informasi kondisi tanah (ph, kelembapan suhu dan pencahayaan). Dengan adanya aplikasi ini bisa mengetahui data informasi anggota ibu PKK yang aktif dan data informasi jenis tanaman yang ada di kebun rw 13.Kata Kunci: Android, Moisture Sensor, Kesehatan, Kebun.
Fitri Ani Simbolon, Nur Ella Sari Purba, Ermika Sari Panjaitan, Hady Christian Purba, Liharman Saragih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 5, pp 35-41; https://doi.org/10.31932/jpmk.v5i1.1545

Abstract:
In general, corn plants are only used for seeds, other parts such as cobs and skins, are given for animal feed, burned, or even thrown away which causes pollution. The same thing also happened in Bahal Gajah Village, Kec. Sidamanik kab. Most of the people in Simalungun make a living as corn farmers, so there is quite a lot of corn husk waste in the village. Corn husk which has a texture that is strong enough, durable, economical, and also unique can be used as raw material to be created as a work of art such as decoration. decorative walls and flowers. So that the people in Bahal Gajah village need guidance to reduce waste to be used as wall decorations and also ornamental flowers. The method used in this service is in the form of demonstrations and direct practice, which in general the millennial generation has the characteristics of being quick to respond. and have bright ideas and the creative nature of millennials is generally high, therefore it is hoped that this training can open new insights and interests generated from corn husk waste which has a selling value and always continues and develops so that waste pollution becomes better . reduced and m helping income in the village of Bahal Gajah.Keywords: Corn Hust Waste, Decorations Creation
ABSTRAKUmumnya tanaman jagung yang dimanfaatkan hanya bijinya saja, bagian lain seperti tongkol dan kulitnya,diberi untuk pakan ternak, dibakar, atau bahkan dibuang begitu saja yang menyebabkan pencemaran .begitu juga yang terjadi didesa bahal gajah kec. Sidamanik kab. Simalungun sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani jagung, jadi limbah kulit jagung di desa tersebut cukup banyak.kulit jagung yang memiliki tekstur yang cukup kuat, awet, ekonomis ,dan juga bersifat unik dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk dikreasikan sebagai sebuah karya seni seperti hiasan dinding dan bunga hias.maka masyarakat didesa bahal gajah tersebut memerlukan bimbingan untuk mengurangi limbah tersebut untuk dijadikan sebagai hiasan dinding dan juga bunga hias.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa demontrasi dan praktek langsung yang pada umumnya kaum generasi milenial ini memiliki karakteristik yang cepat tanggap dan memiliki ide-ide cemerlang dan sifat kreativitas kaum milenial pada umumnya yang tinggi oleh sebab itu harapan dari dilakukan nya pelatihan ini agar membuka wawasan dan minat baru yang dihasilkan dari limbah kulit jagung yang memiliki nilai jual dan selalu berlanjut dan berkembang agar pencemaran limbah berkurang dan membantu pendapatan di desa Bahal gajah ini. Kata kunci: Limbah Kulit Jagung, Kreasi Dekorasi
Nuraini Asriati, Herkulana Herkulana, Jumardi Budiman, Sandra Fitria, Sri Ernawati, Sidiq Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 5, pp 42-53; https://doi.org/10.31932/jpmk.v5i1.1539

Abstract:
Based on the initial observations and interviews conducted with teachers at SMA Negeri 2 Kuala Mandor B, the obstacles encountered by teachers in implementing and writing Classrom Action Research (CAR) at school include; teachers' assumption that implementing and writing CAR is difficult to implement due to lack of understanding of CAR; lack of mentoring process by colleagues/school principals/education offices for teachers who carry out CAR; the lack of training activities for implementing and writing CAR which is directly technical in nature so that teachers are reluctant to attend seminars that are theoretical in nature; and the lack of facilities for teachers to publish the results of their CAR reports, thereby reducing interest and motivation to carry out CAR. The importance of this workshop being carried out in order to provide applicable understanding to teachers as an important subject in efforts to improve the quality of continuing education through classroom action research activities. The method of implementing PKM is by delivering material online and offline as well as guiding the preparation of CAR proposals online. The results of the PKM implementation are that all participants have a title plan and research outline which will then be developed into a proposal/action plan.Keywords: training, proposal, CAR
ABSTRAKBerdasarkan observasi dan wawancara awal yang dilaksanakan pada guru di SMA Negeri 2 Kuala Mandor B, kendala yang ditemui guru dalam melaksanakan dan menulis PTK di sekolah antara lain; anggapan guru bahwa melaksanakan dan menulis PTK adalah hal yang sulit dilaksanakan akibat kurangnya pemahaman tentang PTK; kurangnya proses pendampingan oleh rekan sejawat/ kepala sekolah/ pihak dinas pendidikan terhadap guru yang melaksanakan PTK; minimnya kegiatan pelatihan pelaksanakan dan penulisan PTK yang langsung bersifat teknis sehingga guru enggan mengikuti seminar yang sifatnya teoritis; dan minimnya sarana bagi guru untuk mempublikasikan hasil laporan PTK yang dilakukan sehingga menurunkan minat dan motivasi untuk melaksanakan PTK. Pentingnya workshop ini dilaksanakan agar memberikan pemahaman aplikatif kepada guru selaku subjek penting dalam upaya perbaikan kualitas pendidikan berkelanjutan melalui kegiatan penelitian tindakan kelas. Metode pelaksanaan PKM yakni dengan penyampaian materi secara daring dan luring serta pembimbingan penyusunan proposal PTK secara daring. Hasil pelaksanaan PKM yakni seluruh peserta telah memiliki rencana judul dan outline penelitian yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi proposal / rencana Tindakan. Kata Kunci: pelatihan, proposal, PTK
Didit Fachri Rifai, Muklis Kanto, Muh Syurabiel, Ahmad Idris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 5, pp 54-61; https://doi.org/10.31932/jpmk.v5i1.1552

Abstract:
Sunggumanai village, Pattallassang sub-district, South Sulawesi province is one of the villages that has the potential for abundant natural raw materials, but their utilization has not been optimized. In general, this service activity aims to explore the benefits of bamboo plants which are widely available in the village, as well as to encourage the community to be creative so as to provide competitiveness, especially for the village of Sunggumanai. As for the implementation, making creations in the form of decorative lamps made of bamboo in an effort to increase the competitiveness of production both from the aspect of creativity and human resources. The method used starts from collecting interview and observation data followed by using value added analysis, namely by calculating the difference between the product value and the value of the costs incurred in creating one decorative lamp. From the calculation, it is obtained that 28% of the added value to one piece of production with the assumption that the final product value is Rp. 100,000 – costs of Rp. 72,200 = Rp. 28,000.Keywords: Competitiveness, Bamboo, Decorative Lights
ABSTRAKDesa Sunggumanai, kecamatan Pattallassang, provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu desa yang memiliki potensi sumber bahan baku alam yang melimpah namum belum dioptimalkan pemanfataanya. Dalam kegiatan pengabdian ini secara umum bertujuan mengekplorasi akan manfaat tanaman bambu yang banyak terdapat didesa tersebut, sekaligus mendorong masyarakat untuk berkreasi sehingga memberi daya saing terutama bagi desa Sunggumanai. Adapun dalam pelaksanaanya membuat kreasi berupa kerajinan lampu hias berbahan bambu dalam upaya meningkatkan daya saing produksi baik dari aspek kreatifitas maupun sumber daya manusia. Metode yang digunakan dimulai dari pengumpulan data wawancara dan observasi dilanjutkan dengan menggunakan analisis nilai tambah yaitu dengan menghitung antara selisih nilai bersih produk dan besaran biaya nilai produksi yang dikeluarkan dalam menciptakan satu buah lampu hias. Dari perhitungan yang diperoleh bahwa sebesar 28% nilai tambah terhadap satu buah produksi dengan asumsi nilai produk akhir sebesar Rp.100.000 – biaya sebesar Rp.72.200 = Rp.28.000. Kata Kunci: Daya Saing, Bambu, Lampu Hias

Ratni Purwasih, Eva Dwi Minarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 5, pp 19-27; https://doi.org/10.31932/jpmk.v5i1.1509

Abstract:
This community service activity aims to improve the abilities and skills of Mathematics MGMP teachers in Pangandaran in using digital-based learning media, namely Android-based I-Spring powerpoint. The service partner in this activity is the mathematics teacher MGMP in Pangandaran. In the implementation of activities, the method used is training. Android-based I-Spring powerpoint learning media training with 21 MGMP SD teachers participating in the activity. The activity implementation stage includes the preparation stage, the activity implementation stage, evaluation and reflection. The results of the service activities showed that the percentage of achievement of mastery and learning skills of TPACK based on powerpoint I-Spring before training was 27.5% and there was an increase of 59% after the activity took place to 86.5%. Participants understand I-Spring powerpoint-based TPACK learning and are able to use I-Spring on Android with good and very good categories. In addition, all participants gave a positive response to the implementation of community service activitiesKeywords: Powerpoint I-Spring, Media Interaktif, Daring
ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para guru MGMP Matematika di pangandaran dalam menggunakan media pembelajaran berbasis digital yaotu powerpoint I-Spring berbasis Android. Mitra pengabdian dalam kegiatan ini yaitu MGMP guru matematika di pangandaran. Dalam pelaksanaan kegiatan, metode yang digunakan adalah pelatihan. Pelatihan media pembelajaran powerpoint I-Spring berbasis Android dengan jumlah peserta kegiatan sebanyak 21 guru MGMP SD. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan, evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa persentase ketercapaian penguasaan dan keterampilan pembelajaran TPACK berbasis powerpoint I-Spring sebelum pelatihan adalah sebesar 27,5% dan terjadi peningkatan sebesar 59% setelah kegiatan berlangsung menjadi 86,5%. Peserta memahami pembelajaran TPACK berbasis powerpoint I-Spring dan mampu menggunakan I-Spring dalam Android dengan kategori baik dan sangat baik. Selain itu seluruh peserta memberikan respon positif terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat.Kata Kunci: I-Spring Powerpoint, Interactive Media, Online
Yeni Selfia, Jihan Pradesi, Hajizah Azmi Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 5, pp 73-78; https://doi.org/10.31932/jpmk.v5i1.1485

Abstract:
One of the problems in Truko Village is the waste problem. Based on the observations, the waste comes from household waste, both organic and inorganic waste. Trucko Village does not yet have a Temporary Shelter (TPS) so that garbage is disposed of in any place. The lack of public understanding, especially for housewives, regarding the methods of sorting waste, storing waste, transporting waste to processing household waste, causes the need to disseminate public understanding of household waste management in Truko Village. The purpose of this activity is to provide understanding, especially to housewives, about how to manage household waste. The implementation of this activity goes through 3 stages, namely (1) lectures to explain the study material, (2) questions and answers to determine the level of public understanding of the material presented, and (3) simulations to give direct examples of how to sort, store, transport and treat waste in accordance with with the type. This activity has a positive impact on increasing the knowledge of housewives regarding the definition of waste, types of waste namely organic, inorganic, and B3 (Dangerous and Toxic Waste), waste management starting from waste sorting, waste storage, waste transportation to waste processing, and understanding the impact indiscriminate disposal of waste both on health, the environment and socio-economic.Keywords: Waste Processing, Household Waste.ABSTRAKSalah satu masalah yang ada di Desa Truko adalah masalah sampah. Berdasarkan hasil pengamatan sampah tersebut bersumber dari sampah rumah tangga, baik itu sampah organik maupun anorganik. Desa Truko belum memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS) sehingga sampah dibuang sembarangan tempat. Kurangnya pemahaman masyarakat terutama bagi ibu rumah tangga mengenai cara pemilahan sampah, pewadahan sampah, pengangkutan sampah hingga pengolahan sampah rumah tangga menyebabkan perlu dilakukannya sosialisasi pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Truko. Tujuan kegiatan ini memberikan pemahaman khususnya kepada ibu rumah tangga mengenai cara pengelolaan sampah rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan ini melalui 3 tahap yaitu (1) ceramah untuk memaparkan materi kajian, (2) tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat mengenai materi yang disampaikan, dan (3) simulasi untuk mencontohkan secara langsung cara pemilahan, pewadahan, pengangkutan dan pengolahan sampah sesuai dengan jenisnya. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga mengenai pengertian sampah, jenis sampah yaitu organik, anorganik, dan B3 (Buangan Berbahaya dan Beracun), pengelolaan sampah mulai dari cara pemilahan sampah, pewadahan sampah, pengangkutan sampah hingga pengolahan sampah, dan memahami dampak pembuangan sampah sembarangan baik itu terhadap kesehatan, lingkungan maupun sosial ekonomi. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Sampah Rumah Tangga.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 5, pp 10-18; https://doi.org/10.31932/jpmk.v5i1.1397

Abstract:
Kelurahan Sekaran has a high population density because it consists of natives and immigrants. Dense activities creating a large volume of domestic waste. The domestic waste consists of vegetable, fruit, egg shells and food scraps and is semi-alkaline in nature. If this domestic waste is not managed properly, it will accumulate and cause environmental problems in the form of unpleasant odors, polluting the environment, disturbing the scenery, and becoming a habitat for pathogenic microorganisms that can cause disease for humans. Therefore, it is necessary to properly handle the organic domestic waste by recycling or processing into new and more useful products such as processing organic domestic waste into organic fertilizer using biocomposter. So far, not all people in Sekaran know the appropriate technology to process domestic waste into organic fertilizer and the economic potential of the products. Thus, community service activities have been carried out regarding training for processing skills of organic domestic waste into solid and liquid organic fertilizer (compost), as well as its application to plants. This training has a positive impact on environmental cleanliness and the creation of new products with appropriate technology, especially for the community in Sekaran Village, Gunungpati District, Semarang City (PKK RT 04 RW 01 Sekaran).Keywords: Domestic waste, organic fertilizer, biocomposter, Sekaran VillageABSTRAKKelurahan Sekaran memiliki kepadatan populasi yang tinggi karena terdiri dari penduduk asli dan pendatang dari luar daerah. Hal tersebut mengakibatkan padatnya aktivitas sehingga menghasilkan volume sampah domestik yang besar. Sampah domestik tersebut terdiri dari sisa sayur, buah, cangkang telur maupun sisa-sisa makanan dan bersifat semi basa. Jika sampah domestik ini tidak dikelola dengan baik, maka akan menumpuk dan menimbulkan permasalahan lingkungan berupa bau tidak sedap, mengotori lingkungan, mengganggu pemandangan, dan menjadi habitat bagi mikroorganisme patogen yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan yang tepat terhadap sampah domestik organik tersebut dengan recycle atau mengolah menjadi produk baru yang lebih bermanfaat seperti pengolahan sampah domestik organik menjadi pupuk organik menggunakan biocomposter. Sejauh ini, masyarakat di Sekaran belum semua mengetahui teknologi tepat guna untuk mengolah sampah domestik menjadi pupuk organik serta potensi ekonomis dari produk yang dihasilkan. Berdasarkan hal tersebut, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan ketrampilan pengolahan sampah domestik organik menjadi pupuk organik (kompos) padat dan cair, serta aplikasinya pada tanaman. Pelatihan ini berdampak positif terhadap kebersihan lingkungan dan penciptaan produk baru dengan teknologi tepat guna, khususnya bagi masyarakat di Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang (PKK RT 04 RW 01 Sekaran).  Kata Kunci: Sampah domestik, pupuk organik, biocomposter, Kelurahan Sekaran
Nanik Hidayati, Yeni Selfia, Neli Hajar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, Volume 4, pp 80-89; https://doi.org/10.31932/jpmk.v4i2.1221

Abstract:
ABSTRAKPlastik merupakan pembungkus serbaguna yang awet, murah, ringan, menarik, elastis dan praktis. Sehingga hampir seluruh barang tersusun atau terbungkus plastik. Begitu juga yang terjadi di Pondok Modern Selamat Kendal yang memiliki santri lebih dari 2000 santri yang berasal dari berbagai daerah, plastik merupakan hal penting untuk membungkus barang atau paket yang akan menambah jumlah sampah. Selama ini pengelolaan sampah di Pondok Modern Selamat Kendal masih berupa open dumping dengan dibakar yang menyebabkan pencemaran dan bau tidak sedap. Oleh sebab itu diperlukan penyuluhan dan bimbingan pada santri tentang bagaimana mengurangi jumlah plastik yang ada dengan membuat ecobrick yang mudah, murah, serta dapat dilakukan kapan dan oleh siapa saja. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa metode ceramah dan tanya jawab untuk memaparkan materi plastik, lingkungan, dan ecobrick agar santri memahami sejarah dan bahayanya plastik bagi kehidupan, sehingga plastik bekas perlu dikunci dalam bentuk ecobrick yang bisa digunakan untuk kursi, meja, pagar, gapura, maupun bangunan yang lain. Santri antusias dalam pemaparan dan diskusi materi. Santri juga bersemangat membuat ecobrick meskipun dalam pelatihan ini hanya bisa membuat kursi dari tujuh ecobrick. Harapannya pembuatan ecobrick bisa berlanjut sehingga plastik bekas yang dihasilkan santri serta pembakaran sampah di pondok berkurang. Kata Kunci : santri, plastik, ecobrick ABSTRACTPlastic is a multipurpose wrapper that is durable, cheap, lightweight, attractive, elastic, and practical. So that almost all items are arranged or wrapped in plastic. Likewise, what happened at Pondok Modern Selamat Kendal which has more than 2000 students from various regions, plastic is an important thing to wrap items or packages that will increase the amount of waste. So far, the waste management at Pondok Modern Selamat Kendal is still in the form of open dumping by burning it which causes pollution and smells bad. Therefore, it is necessary to provide counseling and guidance to students on how to reduce the amount of plastic available by making eco-bricks. This service uses lecture and question and answer methods to explain plastic, environmental, and eco-bricks materials so that students understand the history and dangers of plastic for life. Ecobricks can be used for chairs, tables, fences, gates, and other buildings. Santri was enthusiastic in the presentation and discussion of the material. Santri is also enthusiastic about making eco-bricks even though in this training they can only make chairs from seven eco-bricks. Ecobricking can continue so that the burning of garbage in the cottage is reduced.Keywords : santri, plastic, ecobrick
Back to Top Top