Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini

Journal Information
ISSN / EISSN : 2655-657X / 2655-6561
Published by: Universitas Ngudi Waluyo (10.35473)
Total articles ≅ 15
Filter:

Latest articles in this journal

Nurul Zahriani Jf, Muhammad Abdul Latif
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 2; https://doi.org/10.35473/ijec.v2i1.415

Abstract:
Artikel ini mengkaji tentang peningkatan kualitas manajemen pendidik dan tenaga kependidikan di PAUD (Pendidikan anak usia dini). Manajemen adalah salah satu upaya untuk mengelola PAUD menjadi lembaga yang bermutu dan mencipatakan generasi yang siap untuk menghadapi langkah-langkah selanjutnya dalam kehidupannya. Peningkatan kualitas manajemen dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, sehingga proses pelaksanan kegiatan di lembaga pendidikan anak usia dini berjalan secara maksimal serta efektif dan efesien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research dengan menelusuri kajian-kajian yang keterkaitan dengan artikel ini baik berupa hasil penelitian ataupun kajian dalam bentuk lain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas manajemen pendidik dan tenaga kependidikan perlu memperoleh pelatihan-pelatihan teknis dalam penyelenggaran administrasi penyelenggaraan pembelajaran dalam lembaga pendidikan anak usia dini sehingga layanan pendidik dan tenaga pendidikan akan lebih berkualitas dan akan lebih optimal sesuai harapan masyarakat. Peningkatan kulialitas ini mengarah pembangunan pendidikan yang bermutu, membentuk pendidik dan tenaga kependidikan yang handal, produktif, kreatif, dan berprestasi.
Ucik Hidayah Binsa, Iys Nur Handayani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 2; https://doi.org/10.35473/ijec.v2i1.414

Abstract:
Implememtasi asesmen otentik dalam mengembangkan multiple intelligence di TKIT Baitussalam sudah sesuai dengan mengembangkan multiple intelligence pada anak dan guru dapat mengimplementasikan asesmen otentik tersebut. Dari 9 aspek multiple intelligence masuk ke dalam instrumen asesmen otentik anak. Sembilan aspek multiple intelligence, yakni: 1) Kecerdasan linguistic, 2) Kecerdasan matematis-logis, 3) Kecerdasan visual spasial, 4) Kecerdasan musical, 5) Kecerdasan kinestetik, 6) Kecerasesmen yang di dasan interpersonal, 7) Kecerdasan intrapersonal, 8) Kecerdasan naturalis, 9) Kecerdasan eksistensial atau kecerdasan spiritual. LPPA (Laporan Pencapaian Perkembangan Anak) / Raport adalah bentuk asesmen otentik yang diberikan kepada orangtua di TKIT Baitussalam.keywords: asesmen otentik, multiple intelligences
Nofi Wulandari
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 2; https://doi.org/10.35473/ijec.v2i1.425

Abstract:
Latar Belakang masalah dalam penelitian ini adalah dengan melalui media KARMAN (Kardus Ragam Permainan) diharapkan dapat meningkatkan kemampuan aspek perkembangan dasar pada anak usia dini kelompok A di TK Islam Sultan Agung 01 Semarang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Apakah penggunaan media KARMAN (Kardus Ragam Permainan) dapat meningkatkan aspek perkembangan dasar pada anak usia dini? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu : Mengetahui apakah melalui bermain dengan media KARMAN (Kardus Ragam Permainan) dapat meningkatkan aspek perkembangan dasar pada anak usia dini. Berdasarkan hasil pengumpulan data pada siklus I, yaitu meliputi : lembar penilaian, lembar pengamatan anak, dan refleksi, maka dapat dilihat hasil sebagai berikut : (1) Pada siklus I, dapat dilihat tingkat aspek perkembangan dasar pada anak usia dini yang mendapat nilai Belum Berkembang (BB) sejumlah 1,4% yang mendapat nilai Mulai Berkembang (MB) sejumlah 3,2%, yang mendapat nilai Berkembang Sesuai Harapan ( BSH ) sejumlah 0,73%, yang mendapat nilai Berkembang Sangat Baik (BSB) sejumlah 0,66%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada siklus II, maka dapat dilihat hasil penelitian sebagai berikut : (I) pada siklus II dapat dilihat tingkat perkembangan dasar pada anak usia dini melaui media KARMAN (Kardus Ragam Permainan) yang mendapat nilai Belum Berkembang (BB) sejumlah 0 % yang mendapat nilai Mulai Berkembang (MB) sejumlah 0,46%, yang mendapat nilai Berkembang Sesuai Harapan ( BSH ) sejumlah 4%, yang mendapat nilai Berkembang Sangat Baik (BSB) sejumlah 1,53% dengan persentase tingkat keberhasilan anak pada siklus II adalah 85%. Berdasarkan data dan hasil pembahasan di atas maka peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut : Bermain melaui media KARMAN (Kardus Ragam Permainan) dapat meningkatkan aspek perkembangan dasar pada anak usia dini. Anak dapat belajar sambil bermain dengan berbagai ragam permainan yang menarik dan menyenangkan.
Ana Nur Muthmainah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 2; https://doi.org/10.35473/ijec.v2i1.424

Abstract:
Sebagai pelaku utama dalam kehidupannya, anak perlu memiliki kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain di sekitarnya dalam menjalankan tahap pertumbuhan dan perkembangannya sehingga anak dapat bersikap pro aktif terhadap kondisi atau suasana tertentu. Pada lingkup perkembangan sosial emosional, tingkat pencapaian perkembangan sikap peduli bagi anak usia 4-5 tahun adalah mampu berbagi dengan teman dan saling membantu sesama teman (Matriks Pembelajaran TK Islam Al Azhar 22, Sosial Emosional (SE) 2.9). Namun, kenyataan di TK Islam Al Azhar 22 yang merupakan tempat peneliti mengajar, sikap peduli anak Taman Kanak-Kanak (TK) A2 dalam berbagi dan saling membantu sesama teman belum mencapai hasil yang signifikan. Berdasarkan hasil observasi dan catatan anekdot peneliti, anak TK A2 masih perlu banyak diingatkan untuk peduli terhadap teman, berebut mainan, berebut baris di depan, tidak peduli terhadap teman yang butuh bantuan dalam berkegiatan dan masih banyak yang perlu diingatkan agar anak yang tepat dan cepat dalam melakukan suatu kegiatan dapat membantu teman yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap peduli melalui Media Audio Visual I Care pada anak kelompok A2 TK Islam Al Azhar 22 Semarang tahun pelajaran 2018/2019. penggunaan media pembelajaran secara audio visual yang disebut dengan I Care sebagai alat bantu untuk meningkatkan sikap peduli anak Kelompok A2 TK Islam Al Azhar 22. Media Audio Visual I Care dirancang untuk mengkonkretkan pembelajaran sikap peduli anak dengan mengoptimalkan kemampuan anak dalam mengevaluasi sikap peduli dirinya sendiri secara nyata dan mengubah sikap ketidakpeduliannya terhadap teman menjadi dikap peduli terhadap teman. Penerapan Media Audio Visual I Care dapat diintegrasikan dengan materi pembelajaran yang telah ada. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa melalui Media Audio Visual I Care terbukti dapat meningkatkan sikap peduli anak Kelompok A2 TK Islam Al Azhar 22 Semarang tahun pelajaran 2018/2019. Hal tersebut ditandai dari peningkatan rata-rata skor rekapitulasi hasil observasi. Rata-rata peningkatan sikap peduli anak Kelompok A2 TK Islam Al Azhar 22 Semarang tahun pelajaran 2018/2019 pada kriteria baik, pra siklus sebesar 9.52% kemudian meningkat menjadi 26.98% pada siklus I, dan akhirnya meningkat menjadi 79.36% pada siklus II. Indikator kinerja dalam penelitian ini adalah 75% anak meningkat sikap pedulinya setelah mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan Media Audio Visual I Care, yang ditandai dengan aktivitas anak dalam kriteria baik di lembar observasi. Peningkatan sikap peduli anak yang dimaksud terdiri atas mampu berbagi dan saling membantu sesame teman. Aspek-aspek tersebut secara umum dalam kondisi yang baik.
Noviyani Ratin S, Sania Alkhoiriyah Umuri, Wiwit Nur Aini
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 2; https://doi.org/10.35473/ijec.v2i1.416

Abstract:
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui cara orangtua dengan pola asuh dalam mempersiapkan anak memasuki pendidikan Sekolah Dasar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif menggunakan metode studi literatur dengan melalukan studi buku dan jurnal, hasil analisis studi teoritis menyatakan bahwa pola asuh orangtua berperan penting dalam kesiapan anak dalam bersekolah. Kesiapan sekolah pada anak usia dini dapat dilihat melalui kematangan aspek perkembangan yang secara langsung akan membantu anak pada tahap pembelajaran dan adaptasi di lingkungan sekolah dasar. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan anak usia dini memasuki sekolah dasar yaitu: (1) kesehatan fisik, (2) usia, (3) tingkat kecerdasan (intelegensi), (4) stimulasi yang tepat, (5) Motivasi.
Elina Intan Apriliani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 1; https://doi.org/10.35473/ijec.v1i2.358

Abstract:
Dalam mendidik karakter bangsa kita tentunya dapat memanfaatkan kekayaan budaya bangsa Indonesia, keanekaragaman kultur dan tradisi itu merupakan aset bangsa yang sangat berharga dan perlu dilestarikan. Termasuk budaya Jawa yang mengandung nilai-nilai luhur adalah bagian dari aset bangsa yang harus jaga agar menjadi simbul kebanggaan/identitas nasional bangsa Indonesia. Salah satu jawaban untuk mengatasi krisis kesantunan bahasa yang sedang melanda di negara kita khususnya pada anak usia dini dan anak remaja adalah pendidikan karakter yaitu dengan kesantunan Bahasa. Berdasarkan latar belakang diatas dapat diidentifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) wujud kesantunan bahasa anak berdasarkan kesantunan bahasa dalam interaksi belajar mengajar di Paud Mekar Sari Gondoriyo Kecamatan Jambu; (2) wujud kesantunan berbahasa guru berdasarkan kesantunan bahasa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah wujud kesantunan anak dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu teknik rekam dan teknik catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yakni pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data, dan penyimpulan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) wujud metode kesantunan bahasa guru dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo, yaitu dengan metode tuturan deklaratif yang ditemukan menyatakan makna pragmatik imperatif suruhan, ajakan, permohonan, persilaan, dan larangan, dan wujud tuturan interogatif yang menyatakan makna pragmatik imperatif perintah, permohonan, dan persilaan; (2) wujud kesantunan bahasa anak dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo, yaitu wujud deklaratif yang ditemukan menyatakan makna pragmatik imperatif suruhan, ajakan, permohonan, dan larangan, dan wujud tuturan interogatif yang menyatakan makna pragmatik imperatif perintah dan permohonan. Selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan kepada guru dan siswa agar memperhatikan penggunaan tindak tutur yang santun terhadap lawan tutur dalam interaksi belajar mengajar. Kata kunci: kesantunan, bahasa, anak usia dini
Nur Intan Rochmawati
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 1; https://doi.org/10.35473/ijec.v1i2.357

Abstract:
Dasawarsa terakhir ini telah tercatat rentetan peristiwa yang mencerminkan meningkatnya suasana emosi, rasa keputusasaan, dan rapuhnya moral dalam masyarakat, serta kehidupan bersama. Meningkatnya tindak kekerasan dan frustrasi/ kekecewaan, baik berupa rasa kesepian anak-anak yang terpaksa ditinggal sendiri atau diasuh babysitter dan televisi, atau dalam kepahitan anak-anak yang dipinggirkan, disia-siakan, atau diperlakukan dengan kejam, atau dalam keintiman tidak lazim dari tindakan kekerasan dalam perkawinan. Meluasnya gejala penyimpangan emosional terlihat pada melonjaknya angka tingkat depresi di seluruh dunia dan pada tanda-tanda tumbuhnya agresivitas. Terkait dengan upaya meningkatkan kecerdasan emosional dapat dilakukan dengan pelibatan anak secara emosional melalui penjelajahan karya sastra yang menggambarkan dunia imajiner. Tulisan ini adalah hasil dari penelitian dengan qualitatitive. Hasil penelitian tersebut adalah anak tahap perkembangan kognitif operasional konkret berkaitan dengan 8 aspek cerita, yaitu: (1) jenis cerita, (2) cara bercerita, (3) tema cerita, (4) tokoh cerita, (5) latar cerita, (6) alur cerita, (7) penyajian cerita, dan (8) tindak lanjut bercerita. Kata kunci: dongeng, kecerdasan emosional, anak usia dini
Syifa Fauziah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 1; https://doi.org/10.35473/ijec.v1i2.353

Abstract:
Setiap pendidikan memerlukan manajemen yang baik dan tepat, karena manajemen tersebut merupakan usaha untuk menyukseskan suatu tujuan dalam pendidikan. Diperlukan adanya pengelolaan, penataan, dan pengaturan ataupun kegiatan yang sejenis yang masih berkaitan dengan lembaga pendidikan guna mengembangkan sumber daya manusia agar dapat memenuhi tujuan dari pendidikan itu sendiri. Manajemen yang baik menentukan baik buruknya pembelajaran, bagaimana seorang guru menggunakan metode yang tepat, penyediaan alat belajar yang cukup, dan suasana kelas yang kondusif. Itu semua sangat mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, termasuk juga organisasi pendidikan, karena tanpa manajemen semua akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meneliti bagaimana optimalisasi manajemen pembelajaran bagi siswa di PAUD Semai Benih Bangsa Pelangi Nusantara 05 Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Simpulan dalam penelitian ini adalah penerapan optimalisasi manajemen pembelajaran di PAUD Semai Benih Bangsa Pelangi Nusantara 05 Kabupaten Semarang dinilai sudah cukup berhasil, karena dilakukan dengan prosedur yang sesuai dengan kurikulum pendidikan.Kata kunci: optimalisasi, manajemen pembelajaran, pendidikan anak usia dini
Himmah Taulany, Swantyka Ilham Prahesti
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 1; https://doi.org/10.35473/ijec.v1i2.361

Abstract:
Kemampuan anak usia dini dalam berbahasa mempunyai masa peka di usia 1,5 tahun. Pengenalan bahasa asing sebagai bagian dari pengembangan kemampuan berbahasa anak dimungkinkan dengan syarat anak tidak merasa terbebani. Oleh karena itu perlu metode dan media dan strategi yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meneliti dan mengembangkan suatu media untuk meningkatkan kosa kata bahasa Inggris pada anak usia 4 – 6 tahun. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk; (1) menganalisis hasil pencapaian jumlah kosa kata bahasa Inggris anak usia 4-6 tahun menggunakan media wayang huruf; (2) menganalisis hasil pencapaian jumlah kosa kata bahasa Inggris anak usia 4-6 tahun menggunakan media poster bahasa; (3) menganalisis perbedaan hasil belajar menggunakan media wayang huruf dan media poster bahasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kosa kata bahasa Inggris yang dikuasai anak setelah menggunakan media pembelajaran wayang huruf adalah lebih banyak dibandingkan menggunakan media poster bahasa. Saran yang diberikan pada penelitian ini adalah jumlah dan jenis kosakata dapat ditingkatkan dan disesuaikan dengan tema-tema yang akan diberikan pada anak-anak. Kata Kunci: anak usia dini, bahasa Inggris, media pembelajaran, wayang huruf
Nufitriani Kartika Dewi, Elina Intan Apriliani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Volume 1; https://doi.org/10.35473/ijec.v1i2.368

Abstract:
Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa komunikasi yang digunakan secara khusus di lingkungan etnis Jawa. Bahasa ini merupakan bahasa pergaulan, yang digunakan untuk berinteraksi antarindividu dan memungkinkan terjadinya komunikasi dan perpindahan informasi sehingga tidak ada individu yang ketinggalan zaman. Dalam kedudukannya sebagai bahasa daerah, bahasa Jawa memiliki fungsi sebagai (1) lambang kebanggaan daerah, (2) lambang identitas daerah, dan (3) alat perhubungan di dalam keluarga dan masyarakat daerah. Oleh karena itu, generasi muda suku Jawa sudah sepantasnya melestarikan bahasa Jawa demi kelangsungan dan tetap terjaganya bahasa Jawa di Pulau Jawa. Apalagi, bahasa Jawa merupakan bahasa budi yang menyiratkan budi pekerti luhur, atau merupakan cerminan dari tata krama dan tata krama berbahasa menunjukkan budi pekerti pemakainya. Berdasarkan latar belakang diatas dapat diidentifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) wujud pembiasaan bahasa Jawa anak berdasarkan lingkungan etnis jawa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang; (2) wujud metode dan media pembelajaran bahasa jawa guru dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah wujud kesantunan anak dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu teknik rekam dan teknik catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yakni pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data, dan penyimpulan data. Kata kunci : Pembiasaan, Bahasa Jawa, Anak Usia Dini
Back to Top Top