WIDYANATYA

Journal Information
ISSN / EISSN : 2088-8880 / 2656-5773
Published by: Universitas Hindu Indonesia (10.32795)
Total articles ≅ 43
Filter:

Latest articles in this journal

Dewa Kadek Sudyana, I Kadek Satria, I Ketut Winantra
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 79-85; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.1049

Abstract:
Siswa sebagai individu yang melaksanakan proses pembelajaran di sekolah dituntut untuk berperilaku yang baik walaupun terdapat perbedaan dengan individu lainnya.Perilaku sosial Behavioristik menyatakan bahwa tingkah laku manusia dapat diubah atau dimanipulasi, dengan cara mengendalikan tingkah laku manusia, yaitu dengan mengontrol perangsang-perangsang yang ada di lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, maka perilaku sosialpun dapat dikembangkan dengan jalan memanipulasinya menggunakan konseling behavioral. Konseling behavioral menekankan pada penguatan perilaku positif. Melalui penerapan bimbingan konseling behavioral akan dapat dibentuk perilaku sosial yang lebih baik.
I Ketut Winantra, I Nengah Artawan
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 25-35; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.1044

Abstract:
Di era Revolusi Industri 4.0., proses belajar-mengajar Pendidikan Agama Hindu harus mengalami inovasi dan pengembangan metode pembelajaran. Tujuannya adalah memberikan siswa kemudaan dalam memahami berbagai materi dalam lingkup praktik-praktik keagamaan Hindu yang sesuai dengan tuntutan teknologi informasi, terutama bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB/C) bagi para Tuna Grahita dalam pembelajaran jarak jauh atau daring. Inovasi dalam pengembangan metode pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SLB/C ini bertujuan agar sesuai dengan IQ yang dimiliki masing-masing siswa yang sudah didasarkan pada ketentuan yang ada. Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dibagi menjadi tiga jenis yaitu: pembelajaran kelas, praktik pendidikan, serta pendidikan luar kelas. Hal ini tidaklah mudah, karena untuk SLB /C membutuhkan penanganan yang luar biasa terutama para dewan guru harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, inovasi dan pengembangan metode pembelajaran dilaksanakan melalui media informasi berupa rekaman audio dan visual dengan komputer, laptop atau android. Hali ini memudahkan para guru dan orang tua siswa dalam memberikan materi pembelajaran, sehingga terjadi perbaikan dalam metode pembelajaran pendidikan Agama Hindu pada Sekolah Luar Biasa (SLB/C) yang khusus untuk Tuna Grahita.
A.A Dwi Dirgantini, I Made Sudarsana
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 11-17; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.1042

Abstract:
Tradisi Patangkilan Barong di Pura Penataran Agung Puri Agung Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu tradisi yang masih berlangsung hingga kini dan memperlihatkan kompleksitas nilai-nilai spiritual, sosial, seni dan budaya masyarakat Bali. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alasan dipilihnya waktu tertentu, prosesi ritual pelaksanaannya, serta nilai- nilai seni dan budaya yang terdapat dalam pelaksanaan Patangkilan Barong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menekankan kepada analisis deskriptif. Dari penelitian yang diperoleh bahwa pelaksanaan Tradisi Patangkilan Barong adalah berdasarkan syarat dari undagi atau sangging dan tempat pasupati dimana barong-barong yang ngerauhin atau lunga sinarengan adalah pekaryan atau buah karya Ida Tjokorda Api dan penerusnya, Ida Dwagung Geni serta Ida Dwagung Singapadu. Nilai- nilai Pendidikan, seni dan budaya yang dapat diambil dari pelaksanaan Patangkilan Barong di Pura Penataran Agung Singapadu berlandaskan kesatuan sosial antar panyungsung dari berbagai daerah, adanya semacam festival budaya di jaba sisi Pura, dimana setiap sesuhunan mesolah diiringi juru bapang dan penabuh dari daerahnya masing-masing. Keberadaan barong dan rangda sebagai karya seni ritual adiluhung buatan Puri Singapadu menjadi sumber inspirasi bagi para sangging dan pengrajin topeng di Singapadu dan sekitarnya serta sebagai nilai pemersatu dan nilai religius magis. Hal inilah yang menyebabkan pelaksanaan yadnya di Pura Penataran Agung Singapadu semakin bermakna.
I Wayan Sukadana, I Gusti Ngurah Padang
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 49-59; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.1046

Abstract:
Penelitian dengan judul KEBERADAAN GAMELAN GAMBANG DIPURA KELACI ,BANJAR SEBUDI DESA TANJUNG BUNGKAK KECAMATAN DENPASAR TIMUR. Adalah hasil bentuk penelitian dalam bidang studi mengenai bentuk kesenian Tradisional Bali, Gambang adalah gamelan Bali yang termasuk jenis gamelan langka, dengan memiliki fungsi sebagai iringan pitra yadnya atau ngaben. Karena kaitannya dengan upacara kematian. Hal ini membangun kesan gambang adalah gamelan angker dan kramat yang tidak boleh dimainkan secara sembarangan di luar konteksnya pada upacara pitra yadnya. Hal ini menjadi sebuah fenomena bagi peneliti setelah menyelusuri keberadaan Gamelan Gambang di Desa Tanjung Bungkak Denpasar tepatnya di Banjar Sebudi yang dari dulu memiliki dua fungsi yang berlawanan , upacara pitra yadnya yang berkonotasi kesebelan atau kotor dan dewa yadnya yang berkonotasi kesucian namun tempat penyimpanan dari gamelan ini sangat disakralkan di simpan di sebuah tempat suci atau Pura Kelaci di Banjar Sebudi yang tidak diperbolehkan diturunkan dan dimainkan di luar kontek upakara dalam sebuah upacara tertentu. permasalahan penting yang meliputi : Bagaimanakah bentuk Gamelan Gambang di Pura Kelaci Banjar Sebudi, Desa Tanjung Bungkak,fungsi dan makna Gamelan Gambang di Pura Kelaci Banjar Sebudi, Desa Tanjung Bungkak Kecamatan Denpasar Timur ?Dalam penelitian ini memlki ruang lingkup maslah agar idak terjadinya peluasan permasalahan di luar konteks, ini akan digunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu menguraikan dan menjelaskan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan studi dokumen yang kemudian ditranskripsikan dalam bentuk tulisan. Berupa simpulan penelitian sebagai Bentuk atau struktur yang terdapat pada Gamelan Gambang Sebudi Desa Tanjung Bungkak Bentuk Intrumental dan Bentuk Musikal. dan musikalitas atau gending yang selalu dimainkan dalam upacara di pura Kelaci. Dan beberapa Fungsi seperti Estetika , Fungsi Sosial dan budaya dalam Pemaknaan relegius tidak sebatas pada pelengkap sebuah prosesi upacara saja. makna estetis fungsionalnya para musisi di Bali mengasosiasikan melodi yang mereka mainkan dengan tujuan tertentu misalnya untuk suasana pemujaan para Dewata dengan suasana keagungan dalam mengaplemitasikan unsur-unsur pada gending atau lagunya. dengan identitas sosial, dan yang berkaitan warisan budaya tradisional.
Ni Putu Sinta, I Ketut Sukrawa, W.A. Sindhu Gitananda
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 68-78; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.1048

Abstract:
Keberhasilan belajar pada mata pelajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti, dapat dilihat dari hasil belajar kognitif berupa prestasi belajar dan hasil afektif berupa budi pekerti. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa Disiplin Belajar (X1) berkorelasi positif yang signifikan dengan prestasi belajar pendidikan agama Hindu dan Budi Pekerti siswa kelas V SD 5 Saraswati Denpasar (Y1) dan (Y2). Penelitian ini dilaksanakan sesuai rancangan ex-post facto; variabelnya tidak bisa dimanipulasi dan sifatnya sudah terjadi. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat korelasi yang positif signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar, dengan koefisien korelasi hitung sebesar 0,512 > r tabel 0,197 dan sebesar 0,151 masing-masing pada taraf 1% dan 5%, dengan jumlah subyek 169. Di samping itu juga terdapat korelasi yang positif signifikan antara disiplin belajar dengan budi pekerti siswa, dibuktikan dengan koefisien korelasi hitung sebesar 0,746 > r tabel 0,197 dan sebesar 0,151 masing-masing pada taraf 1% dan 5%, dengan jumlah subyek 169. Temuan ini dapat dijadikan dasar untuk menerima h(Ha2) disiplin belajar (X1) berkorelasi positif yang signifikan dengan budi pekerti siswa kelas V SD Saraswati 5 Denpasar (Y2).
I Made Sugiarta, I Putu Arthayana Galih
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 60-67; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.1047

Abstract:
Menarikan tarian sakral adalah merupakan media persembahan dan pemujaan kepada Tuhan. Tari Baris Nanda termasuk kedalam seni tari wali, yang dihadirkan pada saat melakukan prosesi ngilen di Pura Agung Petilan Desa Adat Kesiman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Berdasarkan analisis, bentuk Tari Baris Nanda memiliki ciri khas tersendiri dengan struktur gerak terdiri dari agem tengen, agem ngiwa, tanjek, nengkleng dan ngibas, memiliki dua pola tarian, Nanda Pengrebegan yang dihadirkan di madyaning mandala dalam mengiringi ritual ajejuden menggunakan struktur maupun pola melingkar memiliki gerakan pokok yaitu nengkleng. Sedangkan Nanda Mesesapuh di hadirkan pada utamaning mandala menggunakan pola melingkar mengelilingi para pangruran atau pemangku. Busana menggunakan sesimping, destar (ikat kepala), sekar tajug, selimpet,dan jenis tabuh ancag-ancagan atau leluangan. Fungsi dari Tari Baris Nanda adalah fungsi religius, dan fungsi sebagai pelesestarian budaya. Dan, nilai pendidikan dari Tari Baris Nanda adalah Nilai pendidikan tattwa, nilai pendidikan sosial, dan nilai estetika Hindu.
I Made Yudabakti
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 36-48; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.1045

Abstract:
Untuk mewujudkan lingkungan sosial yang damai, sejahtera, dan rukun dibutuhkan toleransi yang tinggi antar umat beragama. Toleransi dimaksud telah dibuktikan oleh masyarakat (krama) Hindu Bali dan Islam di Desa Kusamba, Dawan, Klungkung yang dilandasi beragam alasan, di antaranya historis, genetik, profesi, dan sosial. Selain hal di atas, tumbuhkembang dan terbinanya sikap toleransi antara karma Hindu dan Islam di Desa Kusamba telah melewati beberapa proses, antara lain: 1) pembinaan para tokoh atau pemuka agama, baik yang beragama Hindu dan yang beragama Islam; 2) pembinaan dari pihak Pemerintah melaui peran Departemen Agama Kabupaten Klungkung; 3) toleransi telah menjadi kebutuhan setiap individu; dan 4) tumbuhnya sikap toleransi dalam berbagai aktivitas. Pembinaan yang dilakukan telah tertata dan berkesinambungan menjadi sikap toleransi antara krama Hindu dan Islam di Desa Kusamba sampai saat ini. Semuanya telah berimplikasi pada kehidupan; kedamaian, berbhinneka tunggal ika, dan persatuan antara warga di Desa Kusamba.
Ni Rai Vivien Pitriani
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 86-99; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.1050

Abstract:
Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi pendidikan di Era Normal Baru dalam perspektif pendidikan agama Hindu ditinjau dari sosio-etika di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Berdasarkan analisis, Era New Normal merupakan suatu kondisi dimana masyarakat saat ini harus bisa hidup berdampingan dengan Covid-19 namun tetap berpegang pada protokol kesehatan yang diberikan oleh pemerintah. Perkembangan pendidikan dilihat dari 3 unsur penting yaitu unsur ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Dari segi ontologis terlihat bahwa dosen dan mahasiswa mampu membangkitkan kesadaran untuk dapat melaksanakan pembelajaran secara online dan harus terbiasa menggunakan IT. Dari segi epistemologi, dosen menyiapkan bahan ajar / bahan ajar yang dapat mendukung pembelajaran online seperti materi berupa powerpoint, teks dan video pembelajaran. Dari sisi aksiologis, dosen dan mahasiswa senantiasa berupaya untuk menjalankan etika yang baik pada saat terjadi pandemi dengan mematuhi aturan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Dalam proses pembelajaran online mahasiswa tidak bertatap muka langsung dengan dosen, penilaian yang dilakukan dosen adalah penilaian terhadap sosio-etik atau etika sosial, bagaimana etika mengkomunikasikan mahasiswa dalam lingkungan sosial, dalam hal ini etika dalam media sosial. . Rata-rata mahasiswa telah mampu menunjukkan cara dan etika berkomunikasi dengan dosen maupun dengan rekan kerja melalui media sosial baik di google class maupun whatsapp.
Ni Nyoman Kurnia Wati
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 100-108; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.904

Abstract:
This study aims to determine how much influence the (effect size) Teams Game Tournament (TGT) Learning Model has on the learning interest of elementary school students. This type of research is a meta-analysis research using data collection techniques in the form of literature analysis on previous research. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive data analysis. This analysis is used to analyze the effect size calculation data obtained from comparing the mean and standard deviation of previous studies. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the Teams Game Tournament (TGT) learning model in elementary school learning can be carried out on variables and on subjects and is supported by appropriate learning media. Testing the magnitude of the influence of the Teams Game Tournament (TGT) learning model in learning in elementary schools has a high category, is very feasible and supports to be carried out in learning, especially in elementary schools.
Ida Ayu Gde Yadnyawati, I Nyoman Winyana
Published: 28 October 2020
WIDYANATYA, Volume 2, pp 18-24; https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i02.1043

Abstract:
Terjadinya kekacauan di dalam bertata negera ditunjukan dengan adanya penyimpangan perilaku. Penyimpangan yang melawan arus perilaku normal dan berkarakter. Ada banyak korupsi dan pencurian yang membawa kondisi tidak sesuai dengan harapan bersama. Tujuan dari artikel ini adalah peningkatan karakter generasi penerus bangsa sebagai harapan masa depan bangsa yang berkeadilan. Menempatkan peran perguruan tinggi dalam membawa mahasiswa menjadi berkarakter. Melalui pendekatan kualitatif dan beberapa pendekatan teoretis, kajian ini juga menggunakan pendekatan studi dokumentasi dan observasi di dalam memperoleh kesimpulan. Adapun temuannya menunjukan bahwa lemahnya karakteristik generasi muda sangat memungkinkan terjadinya penyelenggaraan degradasi moral dan hal itu dapat menggangu kehidupan bangsa secara umum.
Back to Top Top