Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar

Journal Information
ISSN / EISSN : 2087-0035 / 2622-0148
Current Publisher: Jurusan Keperawatan Makassar (10.32382)
Total articles ≅ 39
Filter:

Latest articles in this journal

Patria Asda, Novita Sekarwati
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 11; doi:10.32382/jmk.v11i1.1237

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Muthahharah Muthahharah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 10, pp 103-108; doi:10.32382/jmk.v10i2.1328

Abstract:
Latar belakang: Menurut WHO pneumonia merupakan pembunuh balita nomor 1 di dunia. Indonesia menempati urutan ke delapan di dunia dalam kasus pneumonia dan bronkopneumonia dimana terdapat 3800 anak yang meninggal setiap tahunnya Bronchopneumonia adalah satu peradangan paru yang biasanya menyerang di bronkeoli terminal yang bersifat sekunder disertai infeksi demam. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan dalam menurunkan demam dan mengurangi peningkatan suhu tubuh secara mendadak adalah melakukan kompres hangat dengan metode tepid sponge. Tujuan : penulis mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan Klien yang mengalami Bronchopneumonia dengan Masalah Hipertermi di ruang perawatan Arafah dengan menggunakan metode tepid sponge. Metode yang digunakan adalah study kasus dengan teknik penyampaian data melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Penatalaksanaan tepid sponge 1 kali dalam sehari selama 3 hari perlakuan. Hasil: Pada klien An. “M” dan An. “A” mengenai riwayat keperawatan untuk status termoregulasi meliputi, keluhan orang tua bahwa anaknya demam, keluarga klien mengatakan badan anaknya teraba hangat, kulit kemerahan, bibir kering dan rewel Keluarga klien mengeluh nafsuh makan anaknya berkurang, dan klien lemah dan sulit tidur dan demam, Intervensi keperawatan yang dilakukan selama 3 hari yaitu : pada masalah klien An. “M’ Dan An. “A” sudah teratasi. Hasil evaluasi kasus yang dilakukan pada klien mengalami Hipertermia menunjukkan bahwa penerapan tepid sponge 1 kali dalam sehari, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan menunjukkan penurunan suhu tubuh klien setelah pemberian, hal ini mmengindikasikan bahwa tepid sponge efektif dilakukan karena dapat membantu dalam menurunkan suhu tubuh klien. Saran : selalu melibatkan orang tua dalam proses asuhan keperawatan pada anak sebagai penatalaksanaan prinsip asuhan keperawatan anak yaitu family center car. dan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode, tekhnik analisis dan jumlah sampel yang lebih besar untuk mengetahui keefektifan dari metode tersebut.
A. Nur Anna As
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 10, pp 97-102; doi:10.32382/jmk.v10i2.1310

Abstract:
Pendahuluan. Halusinasi adalah gangguan jiwa dimana klien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu penglihatan, pengecapan perabaan atau penghiduan. Klien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Menurut WHO (2018) Angka kejadian gangguan mental kronis dan parah yang menyerang lebih dari 21 juta jiwa dan secara umum terdapat lebih dari 23 juta orang jiwa diseluruh dunia.Tujuan, penulis dapat mengembangkan pengetahuan dalam penerapan asuhan keperawatan dengan kasus halusinasi. Tujuan: Mengembangkan pengetahuan di dalam penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah utama halusinasi pendengaran. Metode: studi kasus. Hasil: responden mengetahui dan mempraktekkan cara mengatasi halusinasi. Kesimpulan: Meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasinya.
Sitti Maryam Bachtiar
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 10, pp 92-96; doi:10.32382/jmk.v10i2.1320

Abstract:
Preliminary. Pain is the most common complaint experienced by post-surgical patients, in which clients who experience pain are less able to participate in daily activities and severe pain can hinder a person's lifestyle if not treated immediately. Progressive relaxation techniques (PMR) are one of the techniques which is used in reducing pain in patients, especially post-surgical patients. The results of the study by Aprina, which was carried out in the room fined Dr. H. Abdul Moeloek of Lampung Province in 2017, showed that the intensity scale of post op Benign Prostate Hyperplasia pain before progressive relaxation therapy resulted in a mean of 5.20 with a standard deviation of 0.834 while the pain intensity scale after progressive relaxation therapy obtained a mean result of 3.60 with a standard deviation of 0.681. By this findings, it can be concluded that progressive relaxation techniques have a major effect on reducing pain intensity. Aim. This study aimed to determine the effect of progressive relaxation on pain intensity in BPH post op patients in TK II Pelamonia Makassar Hospital. Research methods. The research design was Quasi Experiment with One Group Pre-Post Test research designed with sampling technique using accidental sampling technique. The number of samples used in this study were 20 respondents. Data collection used observation sheets and the data analysis used univariate and bivariate analysis with Wilcoxon test. Results. The results of the study showed that the mean result of the pain intensity scale before progressive relaxation therapy was 5.20 with a standard deviation of 0.834 while the pain intensity scale after progressive relaxation therapy was 3.60 with a standard deviation of 0.681. The statistical test results obtained ρ-value 0.000 (ρ-value 0.000
Hj. Ningsih Jaya, Muhasidah Muhasidah, Rahmiyanti Rahmiyanti
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 10, pp 62-70; doi:10.32382/jmk.v10i2.1105

Abstract:
In stabilizing blood glucose levels in patients with DM especially DM type 2, through increasing diet compliance, diet compliance is very important in order to achieve success in treatment. Obedience is an individual's willingness to do something that is expected or requested by the authority or power holder which is marked by willingness, obedience, and making a desire to meet the expectations or adjusted expectations of others. The purpose of this study was to determine the correlation of knowledge, motivation, and attitude with diet compliance in patients with type 2 diabetes. The method was cross sectional research. The sampling technique in this study was non random sampling technique with a purposive sampling method with a total sample 51 people. The results of this study indicated based on chi-square analysis found there was a correlation between knowledge with diet compliance with a significant value (p = 0,000), there was a correlation between motivation with diet compliance with a significant value (p = 0.003), there was a correlation between attitude and diet compliance with a significant value ( p = 0.001). So it can be concluded that there was a correlation between knowledge, motivation, and attitude with diet compliance in patients with Type 2 diabetes. Keywords: DM Type 2, Knowledge, Motivation, Attitude, Diet Compliance. ABSTRAK Dalam menstabilkan kadar glukosa darah pada penderita DM terutama DM tipe 2 yaitu meningkatkan kepatuhan dietnya, kepatuhan diet ini sangat berperan penting guna untuk mencapai keberhasilan dalam terapi. Kepatuhan adalah kerelaan individu untuk melakukan sesuatu yang diharapkan atau diminta oleh pemegang otoritas atau kekuasaan yang ditandai dengan kerelaan, mengalah, membuat suatu keinginan konformitas dengan harapan atau kemauan orang lain sehingga dapat menyesuaikan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, motivasi, dan sikap dengan kepatuhan diet pada penderita DM tipe 2. Metode penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini teknik non random sampling dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan analisis chi – square didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet dengan nilai bermakna (p=0,000), ada hubungan motivasi dengan kepatuhan diet dengan nilai bermakna (p=0,003), ada hubungan sikap dengan kepatuhan diet dengan nilai bermakna (p=0,001).sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan prngetahuan, motivasi, dan sikap dengan kepatuhan diet pada penderita DM Tipe 2. Kata Kunci : DM Tipe 2, pengetahuan, motivasi, sikap, kepatuhan diet.
Maryati Tombokan, Muh. Ardi, Novi Desriyani
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 10, pp 121-128; doi:10.32382/jmk.v10i2.1065

Abstract:
Diabetes mellitus is an abnormality of insulin secretion, insulin action, or both of which are marked by an increase in blood glucose levels or hyperglycemia. Various problems caused by diabetes mellitus often make individuals experience excessive anxiety, this can affect the quality of life.The purpose of this study was to determine the effect of social and family support on the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of Mangasa Health Center in Makassar City. The research method uses descriptive analytic with cross sectiona technique approach. The results of the study using unpaired t test showed that there is a social influence sampling on quality of life (p = 0.02), and there is a family influence on quality of life (p = 0.01). The conclusion from the results of the study is that there is an influence of social and family support on the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus.Keywords : Diabetes mellitus, social and family support, quality of life ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa darah atau hiperglikemia. Berbagai masalah yang disebabkan oleh diabetes mellitus seringkali membuat individu mengalami kecemasan yang berlebihan, hal ini dapat mempengaruhi kualtas hidupnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan keluarga terhadap kualitas hidup pasien diabete mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan descriptive analytic dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa ada pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup (p = 0,02), dan ada pengaruh dukungan keluarga terhadap kualitas hidup (p = 0,01). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada pengaruh dukungan sosial dan keluarga terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2. Kata kunci : Diabetes mellitus, dukungan sosial dan keluarga, kualitas hidup
Yulianto Machmud, Abdul Kadir Ahmad, Hilmiyah Purnama Putri Purnama Putri
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 10, pp 109-114; doi:10.32382/jmk.v10i2.1317

Abstract:
Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder caused by a pancreas that cannot produce enough insulin or the body cannot use insulin that is produced effectively. There is an imbalance between the reality and future DM events, it is feared that students may develop diabetes mellitus at a young age. For this reason, a healthy lifestyle can be used as an effort to prevent diabetes mellitus. This study aims to determine the effect of health education on the knowledge and attitude of prevention of diabetes mellitus in class X students at SMK Negeri 10 Makassar. This type of research is quantitative with a True Experiment approach. The sampling technique uses the cluster random sampling method with a total of 55 students. Data collection is done by using a questionnaire created by the author and has been validated. The test carried out is Mann Withney which produces a value for knowledge and attitudes p-value 0,00 < 0,05 which means there is an influence of health education on diabetes mellitus knowledge and attitude in class X students at SMK Negeri 10 Makassar. The results of the percentage of knowledge in the intervention group from less (57,1%) to good (89,3%), whereas in the control group less than less (70,4%) to be enough (85,2%). The percentage of attitudes in the intervention group from less (82,1%) to (67,9%), whereas in the control group did not experience significant changes from less (88,9%) to less (74,1%). The results of this study are expected to be input for school management in paying attention to their students’ bad habits as an effort to prevent diabetes mellitus.Keywords: Diabetes Mellitus, Health Education, Knowledge, AttitudeABSTRAKDiabetes melitus merupakan suatu penyakit gangguan metabolik kronis akibat pankreas yang tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Adanya ketimpangan antara realita dan kejadian DM di masa mendatang dikhawatirkan siswa dapat terkena penyakit diabetes melitus di usia muda, untuk itu pola hidup yang sehat dapat dijadikan sebagai upaya dalam pencegahan penyakit Diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan diabetes melitus pada siswa kelas X di SMK Negeri 10 Makassar. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan True Eksperiment. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Cluster Random Sampling dengan jumlah siswa sebanyak 55 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh penulis dan telah tervalidasi. Uji yang dilakukan adalah Mann Withney yang menghasilkan nilai untuk pengetahuan dan sikap p-value 0,00 < 0,05 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan diabetes melitus pada siswa kelas X di SMK Negeri 10 Makassar. Hasil presentase pengetahuan pada kelompok intervensi dari kurang (57,1%) menjadi baik (89,3%), sedangkan pada kelompok kontrol dari kurang (70,4%) menjadi cukup (85,2%). Hasil presentase sikap pada kelompok intervensi dari kurang (82,1%) menjadi cukup (67,9%), sedangkan pada kelompok kontrol tidak mengalami perubahan yang signifikan dari kurang (88,9%) menjadi kurang (74,1%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan manajemen sekolah dalam memperhatikan kebiasaan buruk siswanya sebagai upaya mencegah diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap
Sitti Rahmatia, Mardiana Mustafa, Andy Setiawan
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 10, pp 115-120; doi:10.32382/jmk.v10i2.1308

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sitti Aminah, Hartati Hartati, Iqraeni Afirda Abbas
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 10, pp 55-61; doi:10.32382/jmk.v10i2.1041

Abstract:
ABSTRAK Indonesia menempati peingkat ketujuh di dunia, untuk prevelensi penderita diabetes tertinggi di dunia, Depresi merupakan salah satu masalah terbesar gangguan psikologis pada pasien DM tipe 2, dengan prevalensi antara 24% hingga 29%, Apabila pasien sudah depresi, dapat menyebabkan pasien menjadi tidak patuh terhadap instruksi dokter. Jika kadar gula darah tidak terkontrol akan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi dan dapat mempengaruh kualitas hidup penderita . Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Antara Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Tingkat Depresi Dan Kualitas Hidup Pasien Di RSUD Daya Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian Non-Eksperimental yaitu rancangan penelitian korelasional dengan desain penelitian potong lintang ataupun yang disebutkan desain cross-sectional, yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran/observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan metode total sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Hasil penelitian setelah dilakukan pemberian kuesioner selama tiga kali dalam sepekan selama tiga pecan, terlihat ada huhungan antara diabetes mellitus tipe 2 dengan tingkatdepresi dengan p=0.011, dan ada hubungan antara diabetes mellitus tipe 2 dengan kualitas hidup p=0.038. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara diabetes mellitus tipe 2 dengan tingkat depresi dan kualitas hidup pasien di RSUD Daya Kota Makassar.
Febri Hardiyanti
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, Volume 10, pp 23-26; doi:10.32382/jmk.v10i2.1332

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Back to Top Top