SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan

Journal Information
EISSN : 2655-0695
Total articles ≅ 21
Filter:

Latest articles in this journal

Irawan Irawan, Nasrun Nasrun
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 35-52; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1392

Abstract:
Terorisme mengancam kehidupan manusia. Dampak aksi terorisme dapat menghilangkan nyawa manusia, terluka, dan trauma psikologis. Oleh karena itu, aksi terorisme dan penyebaran paham terorisme harus dibasmi. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahaya perekrutan terorisme melalui media sosial dan langkah-langkah strategis pencegahannya. Perekrutan terorisme melalui media sosial sangat berbahaya karena mempengaruhi psikologi masyarakat. Media sosial seharusnya digunakan untuk kepentingan yang bermanfaat, bukan untuk mempengaruhi orang lain menjadi calon teroris. Demikian juga Islam mengajarkan bagipenganutnya agar memprakkan Islam yang ramah.Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah analis kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi teroris (the psychology of the Terrorist) Rex A. Hudson. Tulisan ini menyimpulkan bahwa tindakan terorisme memberikan rasa takut, cemas, dan bertentangan dengan Islam rahmatan li a`lamin, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Langkah-langkah pencegahan perekrutan teroris melalui media sosial adalah pembinaan kepada masyarakat tentang bahaya terorisme oleh pemerintah (Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia), tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Syarifah Syarifah
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 35-54; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1387

Abstract:
In achieving learning objectives, one of very important component is the right textbook. The use of appropriate textbooks greatly affects the success of learning. Therefore, the analysis of a textbook, in this case, a textbook for Arabic learning, is very important to do. The purpose of this study is to describe the selection and gradation of material in the Arabic textbook Al-Arabiyyah baina Yadaik. The type of research used in this study is library research, using the content analysis method. The object of this research is Arabic textbooks that are widely used in the world of education, especially universities, namely: Kitab Al-Arabiyyah baina Yadaik volumes I and II. Based on this this study it can be concluded that the material selection in the Al-Arabiyyah baina Yadaik textbook has fulfilled the principles of material selection: frequency, range, availability, coverage, and learnability. The gradation of material in the textbook Al-Arabiyyah baina Yadaik, generally, has fulfilled the principles of gradation. If viewed in terms of type, the book Al-Arabiyyah baina Yadaik uses a rotating gradation pattern, whereas if it is based on language categories, the textbooks uses a national-functional gradation pattern.
Yakobus Mbasa
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 23-29; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1323

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pekerjaan Dasar Elektromekanik melalui penerapan model project based learning pada siswa kelas X TITL SMKN 1 Maumere. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TITL SMKN 1 Maumere tahun ajaran 2018/2019, dengan jumlah siswa sebanyak 35 siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan empat tahap, antara lain: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode tes dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar, lembar observasi dan lembar unjuk kerja. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model project based learning dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini adalah: terjadinya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dari 77.33 pada siklus I menjadi 80.35 pada siklus II (terjadi peningkatan sebesar 3.02). Selain itu terjadi juga peningkatan ketuntasan klasikal, dari 71.42 % pada siklus I menjadi 88.57 % pada siklus II (terjadi peningkatan sebesar 17.15%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran pekerjaan dasar elektromekanik dapat meningkat melalui model project based learning.
Yana Fansita Taopan
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 30-34; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1355

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa dengan pendekatan VCT (value Clarification Teaching). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas, Tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus meliputi perencanaan atau pelaksanaan observasi dan refleksi. Hasil pendekatan VCT (Value Clarification Teaching) dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas VI SD Negeri Dendeng pada materi Menyebutkan Kehidupan Sosial Budaya dari Negara-negara ASEAN Terkait Kondisi Geografisnya Tahun Ajaran 2019/2020 dengan peningkatan pada siklus I rata-rata hasil belaja 67,7 dengan persentase ketuntasan 47% sedangkan pada siklus II rata-rata 84,36 dengan persentase ketuntasan 96%. Dengan ini maka pendekatan yang digunakan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Imam Alfikri Pratama
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 15-22; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1300

Abstract:
As an effort, political education becomes an investment in sustainable democracy. The result is citizens’ political awareness and active involvement democratically in national matters. With an opportunity of demographic bonus in the future, the best political therapy must be implemented to young people as a guarantee of the well-functioning of democracy, in which some of them are higher education students. Political education in higher education is constructed in both formal and non-formal forms. In the formal form, it is carried out through political teaching, while the non-formal form is related to the way individuals summarize political knowledge through reflection on a political system. It can be carried out together between teaching through Pancasila and Citizenship Education in the curricular domain and social learning through student organizations in the non-curricular domain.
Muhammad Iqbal Arrosyad, Laela Fitria Ulfa, Mersy Mersy, Cindy Claudia, Indah Eka Safitri
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 1-7; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1149

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) peran kepala sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah, (2) faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa.Untuk teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi dengan informasi penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik SD Negeri 5 Mendo Barat. Data diperoleh dengan cara pengamatan dan wawancara selama sepuluh hari. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) peran kepala sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah, yaitu sebagai kepemimpinan, sebagai inovator, sebagai motivator dan sebagai manejer, (2) faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah, (3) kultur sekolah SD Negeri 5 Mendo barat sangat beragam, dalam pelaksanaannya dibutuhkan kesadaran dan pembiasaan setiap hari baik didalam kelas maupun diluar kelas, (4) upaya bersama guru dalam mengembangkan kultur sekolah yang lebih baik, (5) karakteristik kultur sekolah yang dibangun oleh kepala sekolah di SD Negeri 5 Mendo barat.
Sasih Karnita Arafatun, Sri Sugiyarti, Fazrul Sandi Purnomo
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 8-14; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1171

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran tematik di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah. Hasil penelitian diharapkan dapat mendeskripsikan fenomena yang terjadi di lingkungan Sekolah Dasar Negeri kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah mengenai pengelolaan pembelajaran tematik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan pembelajaran tematik di SDN 2 Pangkalanbaru, SDN 4 Pangkalanbaru dan SDN 13 Pangkalanbaru disesuaikan dengan tema yang akan diajarkan, 2) Penerapan pembelajaran di SDN 11 Pangkalanbaru dalam pelaksanaan pembelajaran berdasarkan tema dengan penentuan pelaksanaan kegiatan masih menggunakan jadwal pelajaran. Berdasarkan model pembelajaran tematik menunjukkan: 1) Pengelolaan pembelajaran tematik di SDN 2 Pangkalanbaru, SDN 4 Pangkalanbaru, dan SDN 13 Pangkalanbaru menggunakan model terpadu (Integrated model), yang memadukan konsep antar mata pelajaran, 2) Pengelolaan pembelajaran tematik diSDN 11 Pangkalanbaru yang mengelola pembelajaran tematik dengan menggunakan model hubungan/terkait (connected model) yaitu menyajikan hubungan yang eksplisit di dalam suatu mata pelajaran yaitu menghubungkan satu topik ke topik yang lain, satu konsep ke konsep yang lain, satu keterampilan dengan keterampilan yang lain, satu tugas ke tugas berikutnya.
Diah Rina Miftakhi, Nurjanah Nurjanah
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 2, pp 265-278; doi:10.32923/10.32923/sus.vol1.iss1.18

Abstract:
Describe the implementation of an integrated quality management component consisting of the quality of services provided by the school, human resources in teaching, the school environment, and learning process in SLB YPAC Pangkalpinang. The method used in this study, namely by using a naturalistic qualitative approach. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The subjects of this study include the principal, teachers, employees, and students. The validity of the data is done by triangulation, and deeper observation. Analysis of the data used is the interactive analysis model of Miles and Huberman through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that: (a) the quality of services to students in SLB YPAC Pangkalpinang had met good service standards. This can be seen from the services in the form of facilities and infrastructure which are quite complete in schools; (b) the quality of human resources in the education process shows good teacher resources. This can be seen from the teacher data which shows that the teaching staff at SLB YPAC Pangkalpinang 95% of educators with S1 qualifications in the field of education; (c) the quality of the environment in SLB YPAC Pangkalpinang is already good. This can be seen from the very strategic location of the school because the location of the school is in the middle of the city so that it is easily accessible by the community; (d) the quality of the learning process carried out by teachers at Pangkal Pinang YPAC SLB is good. This can be seen from the realization of the form of activities through learning planning by preparing lesson plans for each subject, then implementing learning, which includes strategies and methods used by teachers in delivering learning material, and evaluation of learning. Keywords: Integrated quality management, student achievement ABSTRAK Tujuan dalam melaksanakan penelitian ini adalah untuk melihat pelaksanaan serta mendeskripsikan implementasi komponen Manajemen Mutu Terpadu yang terdiri dari kualitas layanan yang diberikan sekolah, sumber daya manusia dalam mengajar, lingkungan sekolah, dan proses pembelajaran di SLB YPAC Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini antara lain kepala sekolah, guru, pegawai, dan peserta didik. keabsahan data dilakukan dengan triangulasi, dan pengamatan yang lebih mendalam. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) mutu layanan terhadap peserta didik di SLB YPAC Pangkalpinang sudah memenuhi standar layanan yang baik. Hal ini dilihat dari layanan yang berupa fasilitas sarana dan prasarana yang sudah cukup lengkap di sekolah; (b) mutu sumber daya manusia dalam proses pendidikan menunjukkan sumber daya guru yang baik. Hal ini dapat dilihat dari data guru yang menunjukkan bahwa tenaga pengajar di SLB YPAC Pangkalpinang 95% pendidik berkualifikasi S1 bidang kependidikan; (c) mutu lingkungan yang ada di SLB YPAC Pangkalpinang sudah baik. Hal ini terlihat dari letak sekolah yang sangat strategis karena lokasi sekolah yang berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat; (d) mutu proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di SLB YPAC Pangkalpinang sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari realisasi bentuk kegiatan melalui perencanaan pembelajaran dengan menyusun RPP setiap mata pelajaran, kemudian pelaksanaan pembelajaran, yang meliputi strategi dan metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
Indrawati Fr, Anna Musyarofah
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 2, pp 212-227; doi:10.32923/kjmp.v2i2.989

Abstract:
Pre-Service English Teachers (PSTs) of Tarbiyah Fakulty of IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung do their teaching practicum at high schools. Their supervising teachers play important role in evaluating, couching and mentoring them. In order to develop PSTs motivation and confidence during teaching and learning process, this study was conducted. Some supervising teachers from some high schools in Bangka regency and Pangkalpinang were interviewed. And the findings showed that PSTs should learn more about lesson planning, classroom management, and speaking skills. The result of the interviewed also gave a brief explanation about some subjects and courses that must be equipped by PSTs before they have their teaching practicum at schools.
Yusra Jamali, Janawi Janawi, Rada Rada
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 2, pp 154-175; doi:10.32923/kjmp.v2i2.986

Abstract:
Progress in information and technology simultaneously affect patterns of interaction and communication systems in education and learning. The availability of increasingly complex communication devices, is so simple that it is increasingly easy to use. Communication is a bridge to establish interactions between individuals and groups, sending messages between individuals and groups can be received directly without time difference even though far apart. The learning process as an interaction and communication is directed to help develop all the potential, skills, positive characteristics possessed by students. Learning interaction patterns and criteria can be done with basic patterns of interaction, interaction centered on content, interaction centered on the teacher, interaction centered on students, communication learning is very important in order to determine the success of education. The learning achievements of each graduate are also influenced by patterns of interaction and communication systems applied by educators. The teaching and learning process, mostly occurs because of the communication process, both which takes place intrapersonal and interpersonal. Progress an educational technology also results in the increasingly available educational devices based on optic / teleconference sources and learning materials available on the internet, media and learning tools based on visual and audio visual. Learning technology will lead to curriculum improvement, improvement of teacher / lecturer resources, improvement of graduate quality, absorption of graduates and satisfaction of alumni users. Abstrak Kemajuan informasi dan teknologi secara simultan sudah mempengaruhi pola interaksi dan sistem komunikasi pendidikan dan pembelajaran. Ketersediaan perangkat komunikasi yang semakin kompleks, sangat sederhana sehingga semakin mudah digunakan. Komunikasi merupakan jembatan untuk menjalin interaksi antara individu dan kelompok, pengiriman pesan antar individu dan kelompok dapat diterima secara langsung tanpa perbedaan waktu meskipun tempat berjauhan. Proses pembelajaran sebagai interkasi dan komunikasi diarahkan untuk membantu mengembangkan semua potensi, kecakapan, karakteristik positif yang dimiliki oleh peserta didik. Pola dan kriteria interaksi pembelajaran dapat dilakukan dengan pola dasar interaksi, interaksi berpusat pada isi, interaksi berpusat pada guru, interaksi berpusat pada siswa, komunikasi pembelajaran sangat penting dalam rangka menentukan keberhasilan pendidikan. Capaian pembelajaran setiap lulusan dipengaruhi pula oleh pola interaksi dan sistem komunikasi yang diterapkan oleh tenaga pendidik. Dalam proses belajar mengajarnya, sebagian besar terjadi karena proses komunikasi, baik yang berlangsung secara intrapersona maupun secara antarpersona. Kemajuan teknologi pendidikan juga berakibat pada semakin tersedianya perangkat pendidikan yang berbasis optic/teleconference sumber dan bahan belajar yang tersedia di intenet, media dan perangkat pembelajaran yang berbasis visual dan audio visual. Teknologi pembelajaran akan bermuara pada perbaikan kurikulum, peningkatan sumberdaya guru/dosen, peningkatakan mutu lulusan, daya serap lulusan dan kepuasan pengguna alumni.
Back to Top Top