Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Journal Information
ISSN / EISSN : 2087-166X / 2721-012X
Total articles ≅ 43
Filter:

Latest articles in this journal

Yossita Wisman
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 209-215; doi:10.37304/jikt.v11i1.88

Abstract:
Pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan dengan cara membimbing, mengajar dan melatih peserta didik yang dapat menimbulkan perubahan dalam diri peserta didik dengan tujuan agar dapat tercapai kesesuaian anatara diri peserta didik dengan lingkungannya. Teori yang melandasi pendidikan pada dasarnya dibagi teoriasosiasi yang berorientasi induktif artinya bangunanilmu dalam pengembangan pendidikan didasarkan atas unit-unit pengetahuan,sikap dan keterampilan menjadi unit yang lebih universal ,aliran dalam teori ini adalah aliran behaviourisme atau lebih dikenal dengan aliran stimulus-respon. Aliran yang beranggapan bahwa pendidikan diarahkan pada terciptanya perilaku-perilaku baru pada peserta didik . Belajar merupakan salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dengan proses pendidikan. Belajar merupakan proses perubahan perilaku dan pola pikir yang dialami oleh individu. Teori belajar kognitif menekankan bahwa yang terpenting dalam proses pendidikan adalah bagaimana proses tersebut terjadi daripada hasil yang dicapai.
Elma Kristiana, Suandi Sidauruk, Ruli Meiliawati
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 200-208; doi:10.37304/jikt.v11i1.87

Abstract:
Struktur Lewis adalah sub materi yang ada pada materi ikatan kimia yang kurang dikuasai siswa, sehingga diperlukan adanya tes diagnostik untuk mengungkap kesulitan yang dialami siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas X MIA SMA Negeri di Kota Palangka Raya tahun ajaran 2018/2019 dalam memahami konsep struktur Lewis yang ditelusuri menggunakan instrumen two tier multiple choice. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA dari SMA Negeri 1 Palangka Raya, SMA Negeri 3 Palangka Raya dan SMA Negeri 4 Palangka Raya dengan jumlah total subjek penelitian adalah 346 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2018/2019. Kesulitan siswa dijaring menggunakan Tes Pemahaman Konsep Struktur Lewis (TPKSL) dalam bentuk soal pilihan ganda beralasan (Two Tier Multiple Choice) dan wawancara untuk mengonfirmasi kesulitan yang dialami oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa pada SMA Negeri di Kota Palangka Raya dalam memahami konsep struktur Lewis dengan persentase kesulitan terkecil hingga terbesar adalah menentukan konfigurasi elektron sebesar 65,59%, menentukan elektron valensi sebesar 67,33%, menentukan lambang Lewis sebesar 67,33%, dan menentukan struktur Lewis 69,37%.
Anjeli Anjeli, Ruli Meiliawati, Abdul Hadjranul Fatah
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 193-199; doi:10.37304/jikt.v11i1.86

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman siswa tentang konsep minyak bumi hasil pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe SQ3R (Survey-Question-Read-Recite-Review) di SMA Negeri 4 Palangka Raya Tahun Ajaran 2017/2018. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI MIA-3 SMA Negeri 4 Palangka Raya Tahun Ajaran 2017/2018 sebanyak 24 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman konsep berupa essay yang Diberikan saat pretes dan postes, lember pengelolaan pembelajran dan angket respon siswa. Data pemahaman konsep siswa diperoleh dari hasil tes tertulis berupa essay yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe SQ3R. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata pemahaman konsep siswa kelas XI MIA-3 SMAN 4 Palangka Raya tahun ajaran 2017/2018 adalah sebesar 84,3 %.Pemahaman siswa setiap konsep adalah sebagai berikut : (i) sebagian besar siswa (84,3 %) dapat menjelaskan teori pembentukkan minyak bumi menurut teori Duplex. (ii) Sebagian besar siswa (89,1 %) dapat menjelaskan komponen-komponen utama minyak bumi. (iii) Sebagian besar siswa (78,9 %) dapat menjelaskan hasil fraksi minyak bumi yang mempunyai atom C11-C14 dan kegunaannya. (iv) Sebagian besar siswa (82,2 %) dapat menjelaskan hasil fraksi minyak bumi dengan titik didih terendah dan kegunaannya. (v) Sebagian besar siswa (88,6 %) dapat menjelaskan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktan. Langkah-langkah model pembelajaran SQ3R yang paling berperan dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa adalah pada kegiatan Question, Read and Recite.
Anipah Anipah, Abdul Hadjranul Fatah, Syarpin Syarpin
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 164-179; doi:10.37304/jikt.v11i1.84

Abstract:
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah (1) Buku teks kimia SMA kelas X, penulis Unggul Sudarmo terbitan Erlangga tahun 2013 (2) Buku teks kimia SMA kelas X penulis Endang-Tarti Harjani terbitan PT. Wangsa Jatra Lestari tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis materi sistem periodik unsur pada masing-masing buku, menganalisis kesesuaian label konsep buku A terhadap buku B, analisis struktur makro wacana pada buku A dan B, analisis representasi kimia dan menganalisis label konsep buku A dab B terhadap Kurikulum 2013. Hasil menunjukkan bahwa Buku A dan B memiliki kesesuaian konsep yang cukup bagus terhadap Kurikulum 2013 dan hanya materi isotop, isoton, dan isobar yang tidak disajikan. Topik pada buku A yaitu Sistem Periodik Unsur, sedangkan pada buku B tabel periodik unsur. Pada buku A dan B sama-sama banyak memiliki kriteria representasi simbolik.
Indraniyati Indraniyati, Abdul Hadjranul Fatah, Nopriawan Berkat Asi
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 180-192; doi:10.37304/jikt.v11i1.85

Abstract:
Model Discovery Learning merupakan nama lain dari pembelajaran penemuan. Sesuai dengan namanya, model ini mengarahkan siswa untuk dapat menemukan sesuatu melalui proses pembelajaran yang dijalaninya. Siswa diarahkan untuk terbiasa menjadi saintis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman konsep struktur atom: partikel penyusun inti atom, nomor atom, nomor massa, isotop, isoton, dan isobar. Setelah pembelajaran menggunakan model Discovery Learning berbantuan LKS pada Siswa Kelas X MIA-1 SMA Negeri 1 Paku, Barito Timur TahunAjaran 2017/2018. Penelitian ini melibatkan 25 siswa kelas X MIA-1 SMA Negeri 1 Paku, Barito Timur. Data hasil pemahaman konsep siswa diperoleh melalui pemberian tes tertulis berbentuk essay (uraian) terhadap siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Discovery Learning, lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran, lembar aktivitas belajar siswa menggunakan rubrik penilaian aktivitas kelompok. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemahaman konsep siswa sudah benar menuliskan dan menjelaskan simbol atom sebagai lambang unsur yang dilengkapi dengan nomor atom dan nomor massa berjumlah 80%. Mendeskripsikan pengertian nomor atom (jumlah proton) sebagai identitas suatu unsur berjumlah 77,33%. Mendeskripsikan pengertian nomor massa sebagai jumlah proton dan neutron dalam suatu inti atom berjumlah 68%. Menuliskan nomor massa, jumlah proton, jumlah neutron, jumlah elektron pada unsur yang diketahui notasinya berjumlah 69,33%, menjelaskan pengertian isotop, isobar, isoton berjumlah 74,66%. Rata-rata pemahaman konsep siswa pada materi struktur atom berjumlah 73,86%.
Syahra Ayu Pratiwi, Abdul Hadjranul Fatah, Syarpin Syarpin
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 132-138; doi:10.37304/jikt.v11i1.81

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deksriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tabel identifikasi label konsep dan jenis representasi, tabel identifikasi kesesuaian label konsep dengan silabus, model struktur makro wacana, dan tabel kriteria representasi kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa label konsep yang terdapat pada buku A sebanyak 27 label konsep dan memiliki 50 jenis representasi yang terbagi dalam tipologi makroskopik, submikroskopik, simbolik. Label konsep yang terdapat pada buku B sebanyak 32 label konsep dengan 68 jenis representasi yang terbagi dalam tipologi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik. Kesesuaian label konsep buku teks A dan buku teks B terhadap silabus kimia kuriukulum 2013 terdapat 31 label konsep yang sesuai dengan silabus kimia K-13. Struktur makro buku A mencapai level 7 dimensi elaborasi, dan buku B mencapai level 7 dimensi elaborasi. Kriteria representasi kimia konsep struktur atom pada buku A terdapat 21 representasi, dan pada buku B terdapat 26 representasi.
Siti Fatimah Indah Sari, Abdul Hadjranul Fatah, Maya Erliza Anggraeni
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 139-151; doi:10.37304/jikt.v11i1.82

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis materi ajar pada buku teks kimia SMA. Instrumen yang digunakan yaitu tabel identifikasi proposisi mikro-makro, model struktur makro wacana, dan tabel identifikasi proposisi yang berpotensi kesalahan konsep (miskonsepsi). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Label konsep yang dianalisis secara keseluruhan berjumlah 46 label konsep, label konsep pada buku teks A dan buku teks B yang sesuai terhadap silabus kurikulum 2013 masing-masing berjumlah 34 dan 37. Label konsep yang hanya terdapat pada buku A berjumlah 9 dan semuanya sesuai terhadap silabus kurikulum 2013, dan label konsep yang hanya terdapat pada buku B, berjumlah 12 dan semuanya sesuai dengan Silabus Kurikulum 2013. Berdasarkan struktur makro wacana untuk topik stoikiometri pada buku teks A pembahasan konsep pada dimensi elaborasi mencapai level 5 dan dimensi progresi terdapat 4 konsep pada level 2 sebagai cakupan bahasan, pada buku teks B sajian materi pada dimensi elaborasi mencapai level 4, dan dimensi progresi pada level 2 terdapat 8 konsep.
Muhammad Iqbal, Abdul Hadjranul Fatah, Syarpin Syarpin
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 152-163; doi:10.37304/jikt.v11i1.83

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi dan kelayakan multimedia pembelajaran Lectora Inspire berbasis multiple representasi materi Larutan Elektrolit dan Non Elekrolit. Mulimedia pembelajaran ini merupakan perpaduan dari teks, gambar, animasi, dan video. Penelitian pengembangan multimedia pembelajaran berbasis multipel representasi ini menggunakan model Four-D (4D) yang diadaptasi dari Thiagarajan. Penelitian pengembangan ini hanya sampai pada tiga tahap, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan) dan develop (pengembangan). Data yang diperlukan pada penelitian ini yaitu data kesesuaian label konsep dengan silabus kurikulum 2013, data kesesuaian konten multimedia pembelajaran menggunakan tabel ceklis label konsep, narasi dan tipologi serta data hasil uji coba produk menggunakan angket respon mahasiswa. Instrumen yang duganakan untuk memperoleh data tersebut adalah tabel identifikasi label konsep dengan silabus kurikulum 2013, tabel identifikasi label konsep, narasi dan tipologi, tabel ceklis kesesuaian label konsep, narasi dan tipologi, serta angket respon. Uji coba produk dilakukan pada mahasiswa kimia angkatan 2018 untuk mengetahui kelayakan mahasiswa terhadap multimedia yang telah dikembangkan. Multimedia pembelajaran berbasis multipel representasi menggunakan lectora inspire terdiri dari halaman beranda, petunjuk penggunaan multimedia, cara membaca navigasi konten serta materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Isi konten multimedia pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit terdiri dari tujuh label konsep. Rata-rata hasil uji coba produk secara individu sebesar 93,2%. Sedangkan rata-rata hasil uji coba produk secara kelompok sebesar 93,6%.
Gusmilasari Gusmilasari, Abdul Hadjranul Fatah, Maya Erliza Anggraeni
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 117-131; doi:10.37304/jikt.v11i1.80

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian konsep termokimia pada materi ajar kimia SMA/MA Kelas XI terhadap kurikulum 2013 dan mendeskripsikan struktur makro wacana dan proposisi yang berpotensi kesalahan konsep. Instrumen yang digunakan yaitu tabel identifikasi label konsep dan proposisi mikro-makro, model struktur makro wacana, dan tabel identifikasi proposisi yang berpotensi kesalahan konsep. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa label konsep yang sama terdapat pada buku teks A maupun buku teks B berjumlah 22 yang sesuai dengan kurikulum 2013. Label konsep yang sesuai dengan kurikulum 2013 pada buku teks A dan buku teks B masing-masing berjumlah 15 label konsep dan 13 label konsep. Struktur makro wacana pada buku teks A pembahasan konsep pada dimensi elaborasi mencapai level 5 dan dimensi progresi pada level 2 terdapat 6 konsep, sedangkan pada buku teks B pembahasan konsep pada dimensi elaborasi mencapai level 6 dan dimensi progresi pada level 2 terdapat 4 konsep.
Dwi Azarianti, I Made Sadiana, Nopriawan Berkat Asi
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 102-116; doi:10.37304/jikt.v11i1.79

Abstract:
Konsep tatanama senyawa dan persamaan reaksi merupakan salah satu konsep kimia yang di ajarkan di SMA kelas X. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan konsep tatanama senyawa dan persamaan reaksi pada siswa kelas XI. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas XI IPA-4 SMA Negeri 2 Sampit tahun ajaran 2018/2019 yang sudah menerima pembelajaran tatanama senyawa dan persamaan reaksi. Data yang dikumpulkan berupa dokumen RPP yang didapat dari guru kimia, data penguasaan konsep siswa yang didapat melalui tes uraian dengan jumlah soal sebanyak 14 butir dari 4 indikator dan data hasil wawancara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep siswa pada topik tatanama senyawa dan persamaan reaksi siswa yaitu sebesar 74.18% berada pada kategori tinggi. Penguasaan konsep siswa terbagi kedalam 3 (tiga) kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, dan sedang. Siswa pada kategori sangat tinggi berjumlah 9 siswa, siswa pada kategori tinggi berjumlah 12 siswa. Siswa pada kategori sedang berjumlah 9 siswa. Siswa mampu menuliskan rumus molekul dan rumus empiris suatu senyawa sebesar 81,66% dengan kategori tinggi, siswa mampu menuliskan nama senyawa anorganik dan senyawa organik sebesar 75,18% dengan kategori tinggi, siswa mampu menuliskan rumus kimia senyawa anorganik sederhana dan senyawa organik sederhana sebesar 84,58% dengan kategori tinggi dan siswa mampu menjelaskan bagian-bagian dari suatu persamaan reaksi sebesar 47,92% dengan kategori rendah.
Back to Top Top