Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Journal Information
ISSN / EISSN : 2087-166X / 2721-012X
Total articles ≅ 60
Filter:

Latest articles in this journal

Yossita Wisman, Effrata Effrata, Tutesa Tutesa
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 12, pp 1-9; doi:10.37304/jikt.v12i1.105

Abstract:
Dalam tulisan membahas tentang efektivitas pembelajaran dilihat dari segi proses dan hasil dari suatu pembelajaran. Proses dan hasil dari suatu pembelajaran sendiri sering disebut dengan evaluasi. Evaluasi guna untuk mencapai suatu tujuan pendidikan dalam sebuah pembelajaran. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian hasil pembelajaran oleh setiap siswa. Informasi kedua hal tersebut pada gilirannya sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Manfaat dilaksanakannya evaluasi proses dan hasil pembelajaran ada beberapa hal, diantaranya yang penting ádalah: (1) Memperoleh pemahaman pelaksanaan dan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan guru, (2) Membuat keputusan berkenaan dengan pelaksanaan dan hasil pembelajaran, dan (3) Meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dalam rangka upaya meningkatkan kualitas keluaran.
Birhasani
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 12, pp 10-18; doi:10.37304/jikt.v12i1.109

Abstract:
Research on the implementation of analysis of learning outcomes at MTsN 12 Hulu Sungai Selatan through In House Training (IHT) to improve teachers abilities in learning. This study aims to obtain information about the implementation of in-house training as an effort to improve the ability of MTsN 12 Hulu Sungai Selatan teachers in carrying out analysis of learning outcomes. The method used in this study was the School Action Research which lasted 2 cycles, where the second cycle was an improvement from the first cycle by bringing in observers from the supervisor to observe the implementation of In House Training (IHT). The research subjects were all 24 teachers of MTsN 12 Hulu Sungai Selatan. The data collection techniques used were documentation, tests, and observations. The data analysis technique used is descriptive and percentage. The research results prove that there is an increase in the ability of teachers to carry out the analysis of learning outcomes through In House Training (IHT) from cycle I to cycle II, namely the results of activeness, observation of the implementation of In House Training (IHT) and final assignments with an average of 65.97%. 86.11, The results showed an increase in the ability of teachers to carry out analysis of learning outcomes and In House Training (IHT) was very effective as a learning model.
Wahidin Wahidin, Pintarsama Telaumbanua
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 12, pp 19-36; doi:10.37304/jikt.v12i1.110

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pelaksanaan pembelajaran keaksaraan fungsional, 2) upaya tutor dalam menumbuhkan motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian yaitu pemilik lembaga, tutor dan warga belajar keaksaraan fungsional PKBM Wisata, Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya. Metode pengumpulan data dengan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Trianggulasi dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan Pembelajaran pembelajaran keaksaraan fungsional yang di lakukan , pertama melakukan verifikasi calon tutor, dan calon peserta didik, kemudian tutor dan penyelenggara melakukan identifikasi kebutuhan sesuai kompetensi peserta, kedua tutor menyusun silabus serta rencana pelaksanaan pembelajaran, ketiga tutor menyiapkan bahan ajar dan modul yang diperlukan. (2) Upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan motivasi warga belajar dengan cara memberikan pengarahan kepada warga belajar serta memberikan pelatihan yang dapat menunjang mereka untuk berwirausaha selain itu juga tutor dan pihak lembaga selalu memotivasi warga belajar dengan cara memberikan uang transportasi, hadiah, dan selalu menekankan kepada setiap warga belajar untuk lebih giat lagi dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pihak lembaga.
Gunarjo S Budi
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 353-361; doi:10.37304/jikt.v11i2.108

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model discovery learning dalam proses pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dengan sampel 9 hasil penelitian atau skripsi mahasiswa pendidikan fisika Universitas Palangka Raya. Hasil dari penelitian meta-analisis ini adalah model pembelajaran discovery dapat meningkatlkan hasil belajar siswa. Materi yang digunakan menggunakan model pembelajaran discovery adalah materi yang membutuhkan eksperimen dalam proses penemuan konsep nya seperti suhu dan kalor. Model pembelajaran discovery selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dalam penerapannya juga dapat diukur keterampilan siswa seperti Keterampilan Proses Sains (KPS) yang dilakukan pada saat melaksanakan eksperimen.
Rifo Fachrezzy, Debora, Harie S Jaya
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 343-352; doi:10.37304/jikt.v11i2.107

Abstract:
Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Sekolah Menengah Kejuruan sangat perlu memperhatikan salah satu aspek dalam pendidikan yakni berupa sarana dan prasarana yang ada pada bengkel sekolah, tujuannya untuk meningkatkan prastasi serta hasil belajar sehingga siswa menjadi aktif dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan melakukan observasi, wawancara tertutup serta dokumentasi dalam pengumpulan data, dengan menggunakan analisis data kualitatif dengan model Analysis Interactive. Hasil penelitian pada bengkel SMK Negeri 1 Palangka Raya terdiri dari 1) Pengadaan dan distribusi sarana dan prasarana pada bengkel Teknik Bisnis Sepeda Motor SMK Negeri 1 Palangka Raya dalam keadaan baik namun terdapat 4 area kerja yang belum memenuhi standar yaitu pada luas ruangan area kerja; 2) Pengorganisasian bengkel berjalan dengan baik serta saling berkordinasi antara pengelola bengkel; 3) Inventarisasi dan kebijakan penghapusan sarana dan prasarana, pengelola bengkel menerapkan aturan dari pemerintah serta sekolah agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara keseluruhan pada manajemen bengkel SMK Negeri 1 Palangka Raya berjalan dengan baik dan lancar akan tetapi pada bagian prasarana dapat 4 area kerja yang belum memenuhi standar yaitu pada luas ruangan area kerja.
Syarpin Syarpin, Wahyu Nugroho
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 338-342; doi:10.37304/jikt.v11i2.106

Abstract:
One of the large genus of plants growing in the Borneo forests is the genus Diospyros such as Diospyros siamang Bakh., Diospyros confertiflora (Hiern) Bakh., Diospyros areolata King and Gamble and Diospyros bornensis. Some of these plants are widely used by local people as medicinal purpose such as Diospyros borneensis as a medicine to treat panu by utilizing the bark and some other species have also been reported to have bioactivity as antioxidants, cosmetics, antidiabetes and hyperglukoma. In this study, Diospyros confertiflora bark was extracted by methanol. Then, the extract was evaluated using TLC to find out secondary metabolites content in Diospyros confertiflora. The TLC test showed that the methanol extract of diospyros confertiflora bark contains polar compounds and is predicted as a phenolate compound.
Suandi Sidauruk, Akhmad Damsyik
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 315-327; doi:10.37304/jikt.v11i2.103

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas XI MIPA SMA Negeri di Kota Palangka Raya dalam memahami konsep faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia dan penerapan prinsip reaksi kesetimbangan dalam industri pada level mikroskopis yang diaplikasikan dalam bentuk gambar. Subjek penelitian adalah 928 siswa kelas XI MIPA SMA Negeri di Kota Palangka Raya Tahun Ajaran 2017/2018. Kesulitan siswa diteliti menggunakan instrumen tes pemahaman faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia dan penerapan prinsip reaksi kesetimbangan dalam industri. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis pilihan ganda dilengkapi lima pilihan jawaban dan lima alasan tertutup serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami kesulitan memahami konsep faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia pada level mikroskopis yang diaplikasikan dalam bentuk gambar dan teridentifikasi penyebab kesulitan siswa adalah: (1) Menjelaskan pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan kimia sebesar 62,82%, siswa menganggap penambahan konsentrasi ion sejenis ke dalam larutan menyebabkan ion tersebut bertambah banyak; (2) Menjelaskan pengaruh perubahan suhu sebesar 55,28%, siswa mengangap jika suhu diturunkan reaksi bergeser ke reaksi endoterm dan sebaliknya (siswa belum memahami ciri-ciri reaksi eksoterm/endoterm dan hubungannya dengan perubahan suhu); (3) Menjelaskan perubahan volume sebesar 61,96%, siswa menganggap jika volume diperkecil reaksi kesetimbangan bergeser ke arah komponen koefisien reaksi besar dan sebaliknya; (4) Menjelaskan pengaruh perubahan tekanan sebesar 53,56%, siswa menganggap jika tekanan diperbesar reaksi bergeser ke komponen koefisien reaksi besar dan sebaliknya; (5) Menjelaskan prinsip reaksi kesetimbangan dalam industri sebesar 66,06%, siswa menganggap bahwa dengan menambahkan tekanan pada reaksi eksoterm, reaksi bergeser ke arah pereaksi. Kata Kunci: Kesulitan, Konsep, Kesetimbangan Kimia.
Ari Yunus Hendrawan Tubil, Putri Novitasari
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 328-337; doi:10.37304/jikt.v11i2.98

Abstract:
Sistem komputerisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan manusia untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan. Pada dunia pendidikan komputerisasi bisa digunakan untuk menyampaian materi yang sangat efektif. Umumnya Sekolah Dasar dalam penyampaian materi masih bersifat manual yaitu dalam penyampaian materi masih menggunakan media papan tulis yang kurang efektif. Tujuan dari penelitian untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif, supaya kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan efesien agar penyampaian materi kepada siswa bisa tersampaikan dengan baik. Aplikasi multimedia ini dibuat dengan tampilan menarik agar dapat membuat anak-anak tertarik dalam mengenal dan memahami rumah dan pakaian adat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Multimedia Development Life Cycle(MDLC). Pada kegiatan belajar mengajar terutama guru dalam penyampaian materi dan siswa bisa menerima materi dengan lebih baik.
Ayu Kristina
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 292-306; doi:10.37304/jikt.v11i2.95

Abstract:
Banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep sistem koloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep sistem koloid antara pembelajaran menggunakan peta konsep dengan peta pikiran pada siswa kelas XI MIPA MAN kota Palangka Raya tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian adalah siswa kelas XI MIPA MAN Kota Palangka Raya sebanyak 52 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep (pretes, postes) dan lembar kerja siswa. Hasil analisis data dengan menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep sistem koloid antara siswa yang belajar menggunakan peta konsep dengan siswa yang belajar menggunakan peta pikiran. Rata-rata nilai postes siswa kelas peta konsep (85,40%) lebih tinggi dari pada rata-rata nilai postes kelas peta pikiran (71,53%).
Ana Suheri, Rosmawiah Rosmawiah, Effrata Effrata, Yossita Wisman
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Volume 11, pp 278-291; doi:10.37304/jikt.v11i2.104

Abstract:
Guru merupakan komponen pendidikan yang utama. Berbagai komponen pendidikan lainnya, seperti kurikulum, sarana prasarana, dan lainnya tidak akan berarti apa-apa, jika tidak ada guru yang menerapkan dan menggunakannya. Karena demikian pentingnya seorang guru, telah disepakati bahwa guru merupakan tenaga profesional yang membutuhkan berbagai persyaratan yang menjamin profesinya itu dapat dilaksanakan dengan baik. Persyaratan profesi tersebut terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam era digital seperti yang terjadi saat ini, guru profesional kembali dipertanyatakan persyaratannya. Selain persyaratan-persyaratan yang telah dimiliki sebelumnya, ia perlu ditambah dengan persyaratan lainnya yang sesuai. Dengan merujuk berbagai literatur yang otoritatif dalam jumlah yang memadai, serta disajikan secara deskriptif analitis, tulisan ini lebih lanjut memfokuskan pembahasannya pada persyaratan guru profesional yang dibutuhkan di era digital.
Back to Top Top