Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat

Journal Information
ISSN / EISSN : 2721-1541 / 2721-5113
Current Publisher: Universitas Djuanda (10.30997)
Total articles ≅ 10
Filter:

Latest articles in this journal

Wilis Firmansyah
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 15-20; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2595

Abstract:
Program kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarabelakangi karena adanya peluang usaha olahan singkong yang belum dimanfaatkan dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai nilai tambah produk olahan singkong yang membuat masyarakat hanya menjual singkong secara langsung tanpa mengalami proses olahan terlebih dahulu. Sehingga harga jualnya sangat rendah dan tidak bisa memberikan pendapatan lebih. Sesuai dengan tema pengabdian masyarakat ini yaitu pelatihan kewirausahaan melalui olahan singkong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah Desa Pabuaran, maka diharapkan ada peningkatan pemahaman masyarakat tentang kewirausahaan dan meningkatnya pengetahuan tentang nilai tambah singkong. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah dimulai dengan observasi dan sosialisasi ke masyarakat Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, dilanjutkan dengan pelaksanaan seminar kewirausahaan dan pelatihan pembuatan olahan singkong yaitu keripik singkong dan bolu singkong. Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Seminar kewirausahaan dan pelatihan olahan singkong ini berdampak positif terhadap perubahan masyarakat, perubahan ini dapat dilihat dari antusias masyarakat yang mengikuti kegiatan ini dan adanya motivasi untuk memulai usaha olahan singkong.
Agus Mulyana
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 1-5; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2593

Abstract:
Eksploitasi teknologi revolusi industri 4.0 membentuk kebiasaan baru pada anak siswa sekolah dasar yang berorientasi pada instan. Sementara proses pembelajaran merupakan kegiatan yang berlangsung dengan cukup lama dan membutuhkan kecakapan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru dan siswa sekolah dasar mengenai ice breaking dalam mengembalikan konsentrasi belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pemberian pelatihan kepada para guru dan pelayanan asistensi dalam melaksanakan ice breaking. Hasil pengabdian masyarakat ini sebanyak 7 jenis kegiatan telah dilatihkan kepada guru di SDN Tajurhalang 03. Pengabdian masyarakat ini dibatasi pada jenjang pendidikan dasar kelas 1 hingga kelas 6.
R Siti Pupu Fauziah, Novi Maryani
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 79-86; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2603

Abstract:
Meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga menjadi bagian penting dalam upaya mencapai keluarga bahagia dan sejahtera, salah satu cara peningkatan ketahanan ekonomi keluarga adalah dengan menumbuhkan karakter cinta lingkungan dengan pemanfaatan halaman rumah menjadi produktif melalui tanaman hidroponik. Karakter cinta lingkungan alam merupakan sikap yang ditunjukkan dengan perbuatan menjaga lingkungan alam sekitarnya. Sikap ini juga ditunjukkan dengan tindakan memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi. Karakter ini membuat kelangsungan alam terjaga. Karakteristik khusus pada kegiatan pengabdian ini adalah berfokus pada optimalisasi kegiatan ibu-ibu di Desa Cilengsi Kampung Tapos, karena alternatif media tanam yang murah, serta edukasi tentang pengelolaan anggaran rumah tangga, untuk membandingkan sisi cost and benefit yang diperoleh dengan melaksanakan program ini. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu bagaimana meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat kampung Tapos, Desa Cilengsi, Bogor melalui pelatihan hidroponik serta menumbuhkan nilai karakter cinta lingkungan pada masyarakat. Program pelatihan hidroponik adalah program pelatihan bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Tujuan diadakannya pelatihan ini sebagai salah satu bentuk membantu ketahanan ekonomi keluarga di Kp Tapos Desa Cileungsi. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu menumbuhkan karakter cinta lingkungan kepada masyarakat serta meningkatnya perekonomian masyarakat warga Kp Tapos Desa Cilengsi, Bogor.
Fikni Mutiara Rachma
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 7-14; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2594

Abstract:
Home Education didirikan berawal dari sebuah keprihatinan atas layanan kependidikan yang terdapat pada SD/MI di desa Cipelang. Pendidikan yang ditekankan oleh Home Education tidak hanya terbatas oleh pendidikan anak-anak melainkan lebih menyeluruh. Maksud menyeluruh Home Education adalah berkontribusi untuk pemerataan pendidikan dan peningkatan potensi generasi muda tanpa melihat asal daerah atau agama. Tujuan Home Education adalah untuk meningkatkan standar pendidikan bagi anak-anak, terutama dalam wacana perkembangan anak. Pembelajaran home education ini di lakukan dengan metode konvensional/ metode ceramah, metode diskusi, metode demostrasi, metode ceramah plus, metode latihan keterampilan, metode discovery, serta metode mengajar sesama teman (Peer Teaching Method). Setelah melakukan proses pembelajaran di home education selama kurang lebih 40 hari, didapatkan hasil bahwa anak-anak merasa terbantu dalam proses memahami pembelajaran mereka di sekolah formal, selain itu anak-anak mulai gemar menbaca dan sedikit demi sedikit menunjukkan perkembangan mereka dalam membaca dan menulis yang baik dan benar. Tidak hanya itu, anak anak juga lebih nyaman belajar karena menurut mereka lebih menyenangkan dan lebih berbaur dengan teman mereka dibandingkan dengan belajar di dalam kelas formal.
Teguh Prasetyo, Irwan Efendi, Ahmad Apriansyah, Uswatun Hasanah
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 21-27; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2596

Abstract:
Permasalahan sumber daya manusia di era revolusi industri 4.0, salah satunya disebabkan fasilitas pendidikan di daerah yang masih kurang. Fakta yang ditemukan dibidang pendidikan di Kampung Cigowong Desa Sukamaju Kecamatan Cigudeg antara lain; rendah kemampuan mengenal huruf para orang tua, minat belajar anak-anak wajib pendidikan masih kurang, dan belum adanya pusat kegiatan pembelajaran bagi orang tua dan anak. Hal ini mendorong untuk terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Cigowong yang termasuk daerah tertinggal di Kabupaten Bogor. Metode pelaksanaan kepada pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui delapan tahapan, yakni: (1) pembentukan tim, (2) analisis masalah, (3) perumusan tujuan kegiatan, (4) solusi masalah, (5) persiapan, (6) pelaksanaan, (7) pendampingan program, (8) refleksi dan evaluasi. Selama waktu empat puluh satu hari dosen dan mahasiswa menyusun dan merencanakan program bagi para warga yang ada di Cigowong. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi belajar anak dan orang tua sehingga masyarakat mampu mengembangkan kompetensi diri dan menyesuaikan perubahan zaman. Fasilitas belajar yang diberikan berupa sarana belajar dari mulai penyediaan pengajar, program bimbingan pembelajaran, penyediaan alat tulis, dan bahan bacaan bagi masyarakat.
Hasan Bisri, Sobrul Laeli
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 59-70; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2601

Abstract:
Program PKM dilatarbelakangan kurangnya minat baca para siswa MI Mathlaul Anwar akibat tidak tersedia fasilitas bacaan. Tujuan program yaitu untuk menumbuhkan minat baca pada siswa dan siswi MI Mathlaul Anwar melalui penyediaan fasilitas (ruang) baca. Pelaksanaan program dilakukan dalam tiga bentuk kegiatan yaitu rehabilitasi ruang baca, penyediaan bahan bacaan, dan seminar motivasi membaca dan belajar. Dampak dari program siswa dapat memanfaatkan ruang baca. Hal itu terlihat setelah dilakukan serah terima fasilitas membaca, para siswa antusias memanfaatkan buku-buku yang tersedia. Implikasi program sekolah harus memberikan penyadaran gemar membaca di kalangan siswa secara continue, guru memanfaatkan fasilitas ruang baca untuk sumber belajar, dan siswa membudayakan membaca
Irwan Efendi, Uswatun Hasanah, Tanti Rustianah
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 43-48; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2598

Abstract:
Partisipasi politik masyarakat desa akan berjalan dengan lancar apabila ada perilaku politik dari masyarakat desa dan sosialisasi politik serta komunikasi politik yang baik dari para bakal calon kepala desa .penyelenggaraan pemilihan kepala desa berlangsung, dengan berbagai cara yang seringkali mengabaikan etika politik, seperti adanya intrik-intrik terror dan politik uang. Metode Pelaksanaan kegiatan Pengabdian masyarakat dimulai dengan observasi lapangan. Pelaksanaan kegiatan untuk menggali informasi tentang monografi dan gambaran profil desa, jumlah aparatur pemerintah desa, serta informasi mengenai kegiatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan bahwa sosialisasi politik dan pendidikan bagi masyarakat yang sudah wajib memilih sangat penting untuk dilakukan. Upaya pelestarian sistim politik dapat dilaksanakan dengan sejumlah kegiatan politik, antara lain sosialisai politik dan pendidikan politik. Kedua kegiatan komunikasi politik itu merupakan suatu proses dalam membentuk sikap dan perilaku berdasar nilai-nilai yang telah dianggap benar dan telah memberi manfaat bagi kehidupan manusia.
Sobrul Laeli, Asep Maulana, Muhammad Syarwan Hamid
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 71-77; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2602

Abstract:
Pengabdian Masyarakat adalah salah satu wujud dari Tri Dharma Pendidikan Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh mahasiswa tahun terakhir sebelum mereka menyelesaikan pendidikan mereka pada jenjang sarjana. Kegiatan ini menjadi jembatan antara mahasiswa dan masyarakat di mana mereka dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari di universitas di kehidupan nyata. Sebagai peserta pengabdian masyarakat, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Djuanda, Bogor, mengajak masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan karakter generasi muda mereka berdasarkan nilai-nilai tauhid melalui program Teras Ilmu dalam bidang pendidikan di Cibadak. Selain kegiatan utama yang sebagian besar dalam bidang pendidikan, mahasiswa juga mengadakan banyak kegiatan yang berkaitan dengan acara budaya. Karena kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan bertepatan dengan bulan Agustus, kelompok 15 mengadakan festival dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibuat khusus untuk penduduk desa Cibadak RT 01 dengan tujuan untuk membangkitkan semangat pemuda melalui acara tersebut. Tema acara ini adalah: “Membangkitkan dan Menjaga semangat jiwa marah putih melalui HUT ke-74 Republik Indonesia di Desa Cibadak” Berdasarkan hasil evaluasi, terbukti bahwa program perayaan hari kemerdekaan tersebut berhasil meningkatkan antusias warga yang terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut. Pada kesempatan lain, tim pengabdian masyarakat diminta untuk mengadakan festival yang sama di desa yang tidak sebenarnya bukan desa target pengabdian masyarakat, Desa Loji. Pihak desa meminta tim pengabdian masyarakat untuk merayakan acara hari kemerdekaan seperti yang mereka lakukan di desa sasaran, Desa Cibadak. Pada akhirnya, kami berharap kegiatan ini dapat mendorong warga desa untuk membangkitkan semangat mereka, semangat Indonesia, terutama bagi generasi muda lingkungan RT 01 Cibadak.
Mega Febriani Sya
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 29-42; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2597

Abstract:
Pengabdian masyarakat merupakan wujud dari tri dharma Perguruan Tinggi. Menyadarkan dan menumbuhkan minat membaca anak merupakan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan sekligus membentuk pribadi anak yang berkarakter. Kesadaran masyarakat perlu ditumbuhkan dengan menularkan efek-efek positif dari kegiatan membaca. Kegiatan membaca bisa dikatakan sebagai menelaah literatur, mengajak pembaca untuk memahami makna dari sebuah kalimat atau bacaan lengkap. Karenanya kegiatan membaca dikemas dalam sebuah proses yang menyenangkan, menggembirakan, dan memiliki penanaman nilai karakter tauhid. Apabila minat membaca sudah tumbuh di hati anak-anak, maka ini akan sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan dan akhlak generasi muda kedepan. Inilah yang dilakukan dosen dan mahasiswa FKIP Universitas Djuanda di desa Cibadak, sebuah kegiatan Pengabdian masyarakat yang diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat dalam menumbuhkan minat baca dan belajar pada anak juga merealisasikan kebutuhan pendidikan karakter dalam program pembangunan desa yang berbudaya dan berbudi pekerti. Program yang dilakukan adalah mengajak dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya meningkatkan minat baca terutama bagi generasi muda adan anak-anak, pendidikan karakter berbasis nilai tauhid diperkenalkan melalui program Teras Ilmu bagi masyarakat. Teras Ilmu dirancang agar bisa menarik dan mengundang minat anak untuk ikut serta dalam membaca bahkan menelaah literatur. Program ini menitik beratkan pada penumbuhan minat baca dan belajar anak guna meningkatkan dan lebih mensejahterakan dalam kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi, terbukti bahwa program Teras Ilmu yang dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat di Desa Cibadak selama satu bulan berhasil menumbuhkan minat baca anak, serta membentuk mempengaruhi pola bersikap sopan santun anak terhadap orang tua. Harapan kedepan atas terselenggaranya Teras Ilmu adalah untuk meningkatkan minat baca dan minat belajar juga meningkatkan karakter akhlakul karimah yang berada di lingkungan Kampung Cibadak dan menjadikan perubahan sebagai anak anak penerus Kampung Cibadak di sektor pendidikan.
Zahra Khusnul Lathifah
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 1, pp 49-57; doi:10.30997/ejpm.v1i1.2600

Abstract:
Eksploitasi teknologi informasi yang cepat menuntut kesiapan anak untuk menghadapi era industri 4.0. Anak-anak Leuwisadeng perlu tahu lebih banyak tentang seberapa cepat kehidupan ini dan betapa berbedanya anak-anak dari tradisi yang dulu anak-anak miliki. Guru memiliki tanggung jawab untuk membuat anak-anak sadar akan perubahan ini dengan menyediakan keterampilan untuk menjadi pembelajar mandiri. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memotivasi para guru untuk peningkatan kemampuan membaca siswa. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan lokakarya kepada para guru Sekolah Dasar Sindangwangi. Hasilnya menunjukkan 5 dari 6 guru sekolah dasar negeri berpartisipasi aktif dan menciptakan 5 media pembelajaran dari barang-barang daur ulang yang anak-anak miliki di sekitar sekolah. Media pembelajaran dipamerkan di sebuah kelas. Pengabdian masyarakat yang akan datang akan lebih baik dilakukan dengan area yang lebih luas, mengubah seluruh desa menjadi lingkungan literasi visual daur ulang.
Back to Top Top