Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat

Journal Information
ISSN / EISSN : 2721-1541 / 2721-5113
Published by: Universitas Djuanda (10.30997)
Total articles ≅ 28
Filter:

Latest articles in this journal

Hasan Bisri, Fachrur Razi Amir, Sri Wahyuni Ulfah
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 1-18; doi:10.30997/ejpm.v2i1.2989

Abstract:
Program penumbuhan karakter berbasis tauhid melalui ‘Teras Impian’ di Desa Tajur dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Kampung Parung Ponteng yang kurang memperhatikan pendidikan karakter anak-anak. Program bertujuan meningkatkan mutu karakter anak-anak dan motivasi dalam belajar. Kegiatan program terbagi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pembelajaran menggunakan konsep belajar dan bermain. Bentuk pembelajaran berupa pemberian materi penanaman karakter, pemberian motivasi, bermain di lingkungan sekitar. Peserta program sebanyak 45 anak, terdiri dari anak prasekolah, usia SD, dan yang tidak bersekolah. Program berlangsung sebulan. Berdasarkan hasil dan evaluasi, program ‘Teras Impian’ berhasil meningkatkan sikap sopan santun anak terhadap orang tua, teman sebaya, kemampuan membaca iqra, serta kemampuan menghapal surat-surat pendek Al-qur’an.Kata kunci: Penumbuhan karakter, Program Teras Impian, Tauhid.
Sita Amaliah, Teguh Prasetyo
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 43-50; doi:10.30997/ejpm.v2i1.3614

Abstract:
KKN pada tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan KKN sebelumnya, dikarenakan pandemi covid-19 yang belum juga usai maka KKN dilaksanakan individu dan pada tempat tinggal masing-masing mahasiswa dengan tema Pemberdayaan pengetahuan melalui program kuliah kerja nyata berbasis adaptasi kebiasaan baru (KKN AKB) untuk mewujudkan merdeka belajar yang menyatu dalam tauhid melalui penyelenggaraan Program pondok ceria yang bertempat di Kampung Pancawati RW 13 Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor dengan berbagai macam kegiatan didalamnya guna menunjang merdeka belajar anak-anak dan menambah pengetahuan mereka pada masa adaptasi kebiasaan baru ini, diantara kegiatannya yakni: Literasi baca, one day one hadits (pemberian dan pemahaman hadits-hadits shohih), language in love ( pembelajaran bahasa Arab dan Inggris), ice breaking and games (menyajikan nyanian serta permainan dan quis), Membuat prakarya( kerajinan-kerajinan dari limbah kain, origami dan bahan alam). Sabtu minggu sehat (olahraga dan senam pagi). Program ini dapat menunjang terciptanya merdeka belajar anak-anak kampung meskipun pada keterbatasan masa adaptasi kebiasaan baru ini.
Dyah Mieta Setyawati, Sri Hayuningsih, Veronica Fary, Sri Supadmini
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 19-30; doi:10.30997/ejpm.v2i1.3109

Abstract:
Puskesmas Curug menjadi pusat pelayanan terdekat dengan Pos pengungsi Cipugur merupakan mitra kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ini. Rekam data menyebutkan bahwa terdapat 95 orang pengungsi berusia lanjut. Identifikasi permasalahan ditemukan bahwa Puskesmas Curug memiliki sumber daya terbatas tenaga pelayanan medis untuk kegiatan deteksi dini kesehatan pengungsi berusia lanjut pasca bencana alam yang terjadi pada bulan Januari 2020. Penyuluhan dan pelayanan kesehatan menjadi metode kegiatan ini. Pemeriksaan kadar gula darah dan asam urat melalui tes darah dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit degeneratif yang muncul seiring bertambahnya usia akibat dari penurunan fungsi organ tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan 56 orang lansia memiliki hasil pemeriksaan gula darah sewaktu dan asam urat yang lebih tinggi. Hasil kegiatan dapat digunakan sebagai dasar bagi Puskesmas Curug menyediakan obat untuk penyakit degeneratif yang tepat kepada lansia.
Muhammad Ibnu Yasir, Syukri Indra
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 105-115; doi:10.30997/ejpm.v2i1.3615

Abstract:
Program pembentukan karakter siswa selama melakukan pembelajaran jarak jauh di Kelurahan Pamoyanan dilatarbelakangi oleh kondisi orang tua dan masyarakat di Kampung Lembur Situ yang kurang memperhatikan pendidikan karakter terhadap anak-anak, terutama selama diberlakukannya PJJ (pembelajaran jarak jauh), minimnya kesadaran untuk mengingatkan satu sama lain, sehingga sudah menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat dan sulit untuk merubah kebiasaan tersebut. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter anak-anak lebih baik dari sebelumnya. Kegiatan program terbagi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pembelajaran menggunakan metode motivasi saat pembelajaran dan pemberian contoh sikap. Bentuk motivasi saat pembelajaran berupa pemberian motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat dalam belajar serta menanamkan karakter disela-sela pembelajaran berupa motivasi nasihat dll. Dan bentuk pemberian contoh sikap saat pembelajaran berupa memberikan contoh sikap sikap yang baik ketika berada di depan para peserta didik, seperti mengucap salam saat bertemu dan tidak menggunakan kata kata kasar saat berada diluar lingkungan pembelajar. Peserta program terdiri dari anak prasekolah, usia SD, dan SMP. Berdasarkan hasil dan evaluasi, program ini sudah cukup berhasil meningkatkan sikap sopan santun anak, walaupun masih belum bisa dikatakan program ini sudah sangat berhasil.
Vera Krisdayanti, Novi Maryani
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 51-62; doi:10.30997/ejpm.v2i1.3616

Abstract:
Keluarga merupakan sebuah lingkungan pendidikan informal, di dalam kelurga terdapat beberapa anggota, yaitu ayah, ibu dan anak yang akan menjadi satu kesatuan dalam membentuk sebuah hubungan yang terikat dalam pertalian darah. setiap anggota keluarga memiliki peran masing-masing, orang tua perlu menerapkan pola asuh yang baik, memberikan kasih sayang, juga mencukupi kebutuhan fisik maupun psikis. Pada periode awal tahun 2020 dunia sudah dikabarkan munculnya Corona Virus Disease yang mengakibatkan banyak perubahan sistem dalam berbagai aspek kehidupan, guncangan adanya Pandemi ini menyebabkan banyak orang merasakan kekhawatiran secara berlebihan, Overthinking, stress tingkat tinggi karena ketidakstabilan yang telah dialami. Salah satu yang perlu diperhatikan adanya kebijakan new normal , adalah anak-anak yang belum siap menghadapi situasi yang baru kali ini terjadi, bagaimana perubahan sistem ini menjadikan anak-anak belum terbiasa, segala aktivitas menjadi terbatas ruangnya, keinginan anak-anak untuk berinteraksi dengan teman bermainnya menjadi terhambat,. Kegiatan pengabdian yang dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua untuk memberikan peran terbaik bagi anak selama menjalani masa new normal. Berdasarkan dengan situasi tersebut, maka sebagai solusinya adalah membuat forum edukasi masyarakat dan ebook edukasi sebagai bahan untuk menambah wawasan bagi masyarakat yang ikut bergabung di forum edukasi. Dalam menjalankan kegiatan tersebut, ada beberapa tahapan dalam melakukan kegiatan tersebut di antaranya: 1). Membuat konsep tulisan yang akan dibagikan, 2). Mencari referensi yang sesuai dengan konsep yang dibuat, 3). Menyusun tulisan , 4). Membagikan ke forum edukasi masyarakat dan 5). Membuka forum diskusi untuk melihat respon dari masyarakat. Metode yang digunakan adalah wawancara dengan beberapa responden untuk mengetahui secara langsung.
Laela Indawati, Nuryansyah Adijaya, Deasy Rosmala Dewi, Bayu Fajar Ilhami
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 73-81; doi:10.30997/ejpm.v2i1.3228

Abstract:
Anak usia sekolah merupakan sasaran strategis dalam pelaksanaan program kesehatan. Selain jumlahnya yang besar, yaitu (25%) di antara jumlah penduduk, anak usia sekolah juga sasaran yang mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik. Masalah kesehatan yang dialami anak usia sekolah sangat kompleks dan bervariasi. Permasalahan peserta didik di tingkat SD umumnya berhubungan dengan ketidakseimbangan gizi, kesehatan gigi, kelainan refraksi, kecacingan, dan penyakit menular yang terkait perilaku hidup bersih dan sehat. Program pengabdian kepada masyarakat masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada guru dan orang tua murid terhadap buku rapor kesehatan atau rekam medis personal dan usaha kesehatan sekolah (UKS). Diharapkan dari kegiatan ini selain para guru dan orangtua dapat menambah wawasan, mengetahui tatacara pengisian buku rapor kesehatan sekolah dan program-program usaha kesehatan sekolah. Hasil akhir yang diharapkan adalah adanya peningkatan kesehatan dari para siswa/anak usia sekolah. Metode pendekatan yang digunakan untuk mencapai target luaran ditetapkan, yaitu pelatihan, bimbingan teknis, dan fasilitasi. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah pemanfaatan kembali ruang UKS dan program kegiatan UKS beserta pemanfaatan buku rapor kesehatan sekolah untuk mencatat hasil pemeriksaan maupun riwayat sakit siswa.
Helmia Tasti Adri, Fauziyatul Hamamy, Muhammad Ichsan, Dedeh Sumarni
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 93-103; doi:10.30997/ejpm.v2i1.3612

Abstract:
Kompetensi guru merupakan keahlian yang perlu dimiliki oleh guru. Seiring perkembangan zaman yang semakin modern ini, guru tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengajar tetapi juga dituntut untuk menguasai teknologi dan informasi. Namun pada kenyataannya, masih banyak guru yang belum mengetahui bagaimana cara memaksimalkan teknologi informasi tersebut. Oleh karena itu, perlu diadakannya pelatihan. Peningkatan ekonomi masyarakat adalah hal yang juga mutlak untuk dilakukan disamping peningkatan kualitas pendidikan. ketika ekonomi masyarakat rendah, maka hal ini akan berdampak pada segala aspek lainnya. Dikarenakan tingkat ekonomi masyarakat masih rendah, maka diperlukan solusi untuk membantu masyarakat dalam peningkatan ekonomi, terutama masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang kelontong yang jumlahnya cukup banyak di Desa Pagelaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pelatihan teknologi informasi dalam meningkatkan kompetensi guru. Tahapan pengabdian yang dilakukan adalah (1). Analisis masalah., (2) Menyusun rencana Kegiatan, (3) Melaksanakan Kegiatan, (4) Melakukan Evaluasi, (5) Menyusun Laporan Hasil Kegiatan. Teknik pengumpulan dari dengan cara wawancara dan dokumentasi. Prosedur analisis data yaitu dengan mereduksi data, penyajian data, hingga pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini berdampak positif terhadap guru terlihat dari tumbuhnya motivasi besar dari para guru untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi atau media sosial untuk kepentingan sekolah.
Febriyantina Istiara, Nuryansyah Adijaya, Dery Ciciria
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 63-71; doi:10.30997/ejpm.v2i1.3165

Abstract:
Demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan dimana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Dunia pendidikan termasuk sekolah memiliki peran penting dalam membantu memperbaiki sistem demokrasi dengan melakukan penyuluhan cara berdemokrasi yang baik, seperti memberi pelatihan dan pendampingan tentang cara berdemokrasi yang santun. program pengabdian kepada masyarakat masyarakat ini bertujuan mengembangkan literasi demokrasi dalam pemilihan pemimpin melalui proses pembelajaran. Program kegiatan masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan yang memiliki 3 tahapan. Tahap 1 adalah identifikasi kondisi sekolah. Tahap 2 adalah pelaksanaan program yang dirancang berdasarkan data di tahap 1. Tahap 3 adalah evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat ini mengungkap bahwa sekolah sudah memberikan peluang bagi siswa untuk berdemokrasi di lingkungan sekolah. Terbukti dengan adanya kegiatan pemilihan ketua kelas, OSIS, dan sebagainya, yang secara langsung dipilih oleh siswa-siswa.
Resti Yektyastuti, Lulu Nuroniah, Meli Andiani
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 83-91; doi:10.30997/ejpm.v2i1.3585

Abstract:
Program Rumah Pintar merupakan program bimbingan belajar bagi siswa sekolah dasar di masa pandemic Covid-19 selama 2020. Rumah Pintar dirancang sebagai pusat sumber pembelajaran setelah kegiatan pembelajaran oleh pihak sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan peserta didik dan membantu peserta didik pada Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Masa Pandemi Covid-19. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Maleber dan Kampung Sudimampir, Desa Sukahami, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari bimbingan mata pelajaran matematika dan bimbingan membaca, menulis, dan berhitung (CALISTUNG). Kegiatan ini memberikan hasil berupa peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta didik akan pentingnya belajar meskipun fasilitas pembelajaran jarak jauh kurang mencukupi, membuhkan semangat belajar peserta didik untuk menimba ilmu dan menguasai kemampuan matematika dan CALISTUNG, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan.
Enny Nurcahyawati, Fitria Iswari
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, pp 31-42; doi:10.30997/ejpm.v2i1.2841

Abstract:
Kegiatan belajar mengajar di sekolah umumnya ditunjukkan hanya kepada siswa yang berkemampuan rata-rata, dan bagi siswa yang punyai kemampuan lebih atau yang berkemampuan kurang biasanya terabaikan. Dan kenyataan yang terjadi didunia pendidikan siswa kategori sangat pandai dan kurang pandai, sedikit mendapat kesempatan yang layak untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. Maka dari sini lah, kemudian timbul apa yang disebut kesulitan belajar (learning difficult). Pembelajaran yang mudah diterima oleh anak berkesulitan belajar adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Media belajaran yang efektif dengan menggunakan media flashcard, Karena Media flashcard mempunyai karakteristik yang menyajikan informasi pendek pada setiap kartunya. Misalnya tau dengan mudarah huruf, angka, nama binatang, mengenal buah dan lain sebagainya. Informasi pendek sangat memudahkan siswa mempunyai masalah kesulitan belajar. Metode belajar ini lah yang amat mudah diterapkan, selain mudah tentunya menggembirakan, dan akhirnya mempengaruhi siswa dalam menyerap materi-materi yang disampaikan oleh guru. Seyogya seorang guru harus mempunyai banyak metode yang bervariasi dan menyenangkan dalam memberikan materi setiap mata pelajaran.
Back to Top Top