KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi

Journal Information
EISSN : 2721-2432
Published by: University of Surabaya (10.24123)
Total articles ≅ 22
Filter:

Latest articles in this journal

Gracelynn Meira, Assidiq Zidane Iwansyah, Hadinata Santoso, Mariana Wahjudi
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2; doi:10.24123/saintek.v2i1.3986

Abstract:
— Ketul (Bidens pilosa L) is weed plant that has antibacterial properties. The potential of this plant has not been developed yet in Indonesia. We conducted a literature study about this plant use for herbal mouthwash. The purposes of this study were to determine components of Ketul leaf with antibacterial activity, to know the extraction solvent, to determine the method for antibacterial activity, and to predict the characteristics and components of herbal mouthwash formula. The results showed that Ketul leaf contains tannins, cardiac glycosides, saponins, alkaloids, flavonoids, and terpenoids which could inhibit the growth of various bacteria, including Streptococcus mutans. Hence the mouthwash is predicted to have antibacterial activity. The safe extraction solvent widely used was 70-80% ethanol. The Ketul leaf extract has the potential to be applied in herbal mouthwash formula. Other characteristic can be adjusted to meet the requirements as herbal mouthwash, which are pH between 5-7, the viscosity value near water viscosity value (1cP), stable during storage, and color is brownish yellow. Some common additives were added in mouthwash to improve the flavors and taste, such as sorbitol, tween-80, peppermint oil, and sodium benzoate.Keywords: antibacterial activity, solvent, Streptococcus mutans, weed Abstrak— Ketul (Bidens pilosa L) merupakan tumbuhan gulma yang memiliki aktivitas antibakteri. Potensi tumbuhan ini belum banyak dikembangkan di Indonesia. Pada tulisan ini telah dilakukan kajian pustaka pemanfaatan Ketul untuk obat kumur herbal. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui komponen ekstrak daun Ketul yang berkhasiat antibakteri, mengetahui pelarut ekstraksi, metode penentuan aktivitas antibakteri obat kumur, dan prediksi karakteristik dan komponen obat kumur herbal daun Ketul. Hasil penelusuran pustaka menunjukkan bahwa daun Ketul mengandung tannin, glikosida jantung, saponin, alkaloid, flavonoid, dan terpenoid, yang dapat menghambat pertumbuhan berbagai bakteri, termasuk Streptococcus mutans sehingga obat kumur kemungkinan memiliki aktivitas antibakteri. Pelarut aman yang banyak digunakan untuk ekstraksi komponen fitokimia tersebut adalah etanol 70-80%. Penentuan daya antibakteri dapat dilakukan menggunakan metode difusi agar atau pengenceran. Ekstrak daun Ketul berpotensi digunakan dalam formula obat kumur herbal. Selain potensi antibakterinya, karakteristik lainnya dapat diatur untuk memenuhi syarat formula obat kumur herbal yaitu pH berkisar 5-7, nilai viskositas mendekati nilai viskositas air (1cP), stabilitas dapat tetap terjaga selama penyimpanan dan kemungkinan obat kumur berwarna kuning kecoklatan. Beberapa bahan tambahan, seperti sorbitol, tween-80, peppermint oil, dan natrium benzoate, merupakan bahan tambahan yang aman dan umum digunakan untuk menambah cita rasa dan stabilitas formula obat kumur herbal ekstrak daun Ketul.Kata kunci: aktivitas antibakteri, gulma, pelarut, Streptococcus mutans
Marten Erwin, Eric Wibisono, Mochammad Arbi Hadiyat
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2; doi:10.24123/saintek.v2i1.4048

Abstract:
— XYZ Group has been expanding their bussiness in various sector i.e., retail, IT consultants, food & beverages, shopping plazas, Japanese restaurants, e-wallets, e-commerce, and expeditions. XYZ Group continues to expand as an action to survive and win the competition. Therefore, XYZ Group’s Recruitment Division plays an important role in business activities. The Human Resource Scorecard is an appropriate method for measuring performance in XYZ Group's recruitment division. The result of Human Resource Scorecard in the XYZ Group Recruitment Division are acquiring 17 Key Performance Indicators (KPI) consisting of financial perspective two KPIs, three customer perspective KPIs, eight operational perspective KPIs, and four strategic perspective KPIs. Performance measurement is carried out by weighting process, followed by performance measurement based on the required data. The measurement results show an overall performance of XYZ’s Recruitment Division is 3,534, which means the performance of the XYZ Group’s Recruitment Division is good. Financial perspective performance gets a value of 2.5 (good enough), customer perspective performance gets a value of 3,831 (good), operational perspective performance gets a value of 3,423 (good), and strategic perspective performance gets a value of 4 (good). Based on the KPI that didn’t reach the target, an action plan was made. In addition to the action plan, performance dashboard and analysis of cause and effect relationships after measurement have been made. Keywords: human resource scorecard, key performance indicator, performance dashboard Abstrak— XYZ Group telah melakukan ekspansi di berbagai bidang, yaitu retail, grocery, IT consultant, food & beverages, shopping plaza, Japanese restaurant, e-wallet, e-commerce, dan ekspedisi. XYZ Group terus melakukan ekspansi sebagai tindakan untuk bertahan dan memenangkan persaingan. Oleh karena itu, Divisi Rekrutmen XYZ Group memegang peranan penting dalam aktivitas bisnis. Human Resource Scorecard menjadi metode yang sesuai untuk melakukan pengukuran kinerja pada divisi rekrutmen XYZ Group. Perancangan Human Resource Scorecard pada Divisi Rekrutmen XYZ Group menghasilkan 17 Key Performance Indicator (KPI), yaitu dua KPI perspektif financial, tiga KPI perspektif customer, delapan KPI perspektif operational, dan empat KPI perspektif strategic. Pengukuran kinerja dilakukan dengan melakukan pembobotan dilanjutkan pengukuran kinerja berdasarkan data yang diperlukan. Hasil pengukuran menunjukkan kinerja keseluruhan sebesar 3,534 yang berarti kinerja Divisi Rekrutmen XYZ Group tergolong baik. Kinerja perspektif financial mendapatkan nilai sebesar 2,5 (cukup baik), kinerja perspektf customer sebesar 3,831 (baik), kinerja perspektif operational sebesar 3,423 (baik), dan kinerja perspektif strategic sebesar 4 (baik). Berdasarkan KPI yang tidak mencapai target dibuat action plan. Selain action plan, dilakukan perncangan performance dashboard dan analisis cause and effect relationship setelah pengukuran. Kata kunci: human resource scorecard, key performance indicator, performance dashboard
Joel Heryanto, Markus Hartono, I Made Ronyastra
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2; doi:10.24123/saintek.v2i1.4051

Abstract:
— Boarding house is one of the vertical dwellings with certain tariffs which are useful as temporary residences, both those who study far from their homes or work in uncertain locations. With ongoing price inflation, the boarding house entrepreneurs will optimize development for their business, one of which will affect the size of the boarding room. Retrieval of data using interview techniques with a sample system. Interviews were conducted so that this study uses an ergonomics approach and product design, so that the products created are suitable and comfortable when used. Ergonomics will be combined with anthropometry, with the aim that the product is created with a very comfortable size and product design is used to help arrange and sort the best product design. The results of data processing get a multifunctional room furniture concept that uses a modern design with a size of 2.2m x 2m x 2m, using full wood raw material and has a bed and folding table, has a drawer and cupboard. This concept will be shown to boarders and boarding entrepreneurs, 90% of 20 resource persons expressed interest in this concept. After calculating the selling price, this product is valued at Rp. 3,050,000. After conducting market testing, no one is interested in buying this product.Keywords: boarding house, design, price Abstrak— Kos merupakan salah satu hunian vertikal dengan tarif tertentu yang berguna sebagai tempat tinggal sementara, baik itu yang menempuh pendidikan di luar tempat tinggal atau bekerja pada lokasi yang tidak menentu. Dengan inflasi harga berkelanjutan membuat parar pengusaha kos akan mengoptimalkan pembangunan untuk bisnis mereka, salah satunya akan berdampak pada ukuran kamar kos. Pengambilan data menggunakan teknik interview dengan sistem sampel. Interview dilakukan agar Penelitian ini menggunakan pendekatan ergonomi dan perancangan produk, agar produk yang diciptakan sesuai dan nyaman saat digunakan. Ergonomi akan dipadukan dengan antropometri yang bertujuan produk diciptakan dengan ukuran yang sangat nyaman dan perancangan produk digunakan untuk membantu dalam merangkai dan memilah rancangan produk yang paling baik. Hasil dari pengolahan data mendapatkan konsep Furniture kamar multifungsi yang menggunakan desain modern dengan ukuran 2.2m x 2m x 2m, menggunakan bahan baku full kayu serta memiliki ranjang dan meja lipat, memiliki laci dan lemari. Konsep ini akan ditunjukan terhadap penghuni kos dan pengusaha kos, 90% dari 20 narasumber menyatakan berminat terhadap konsep ini. Setelah dilakukan perhitungan untuk harga jual, produk ini dihargai sebesar Rp. 3.050.000. Setelah dilakukan market testing, produk belum ada yang berminat untuk membelinya.Kata kunci: kos, desain, harga
Zefanya Budijono, I Made Ronyastra, Stefanus Soegiharto
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2; doi:10.24123/saintek.v2i1.4050

Abstract:
-- In this modern era along with the development of technology can not be separated from the waste produced. Waste from solid from technological development is electronic waste or often called e-waste. Along with the development of technology followed by an increase in e-waste in both developed and developing countries. E-waste itself is composed of a variety of substances from heavy metals to chemicals and even precious metal groups also make up the e-waste itself. It is said e-waste because it has not been used either because the technology has been left behind by the times, its performance has declined, or it cannot be used. Even so the constituent content in e-waste does not lose its value, one of which is precious metals that can be recycled. In this research, the opportunity to look at the use of precious metal content that is still valuable and can be taken from e- waste is gold, taking into account existing market share and methods for taking gold content in e-waste. This gold extraction activity from e-waste is more commonly known as urban mining outside Indonesia, because from the observations of researchers in Indonesia, especially in Surabaya, this business activity is still rarely an additional reason to conduct a feasibility study for the establishment of this industry in Surabaya. With the characteristics of the City of Surabaya it is assumed to supply qualifie d raw materials for processing, besides that Surabaya is also one of the large market shares in Indonesia. In this research the method of extracting raw materials used is hydrometallurgy, because the product produced is gold so special security management was formed. In addition, because both raw materials and supporting materials in production are classified as B3, special management is also carried out related to waste treatment and worker safety in operational activities. At the founding of this industry capital came from bank loans and own capital with a ratio of 33:67 for a total project cost of Rp 1,455,738,638. The IRR calculation results in this industry are greater than MARR that is 361%> 10.48%), for the NPV value obtained Rp 6,223,244,133.67, then with a 5 -year planning horizon only requires a DPP of 0.313891047 or about 3 months ( smaller than the planning horizon for 5 years). For the sensitivity analysis the most important variables are the selling price and the cost of raw materials.Keywords: e-waste, hydrometallurgy, industrial planning, feasibility study, urban mining Abstrak -- Pada era modern ini seiring perkembangan teknologi tidak lepas dari limbah yang dihasilkan. Limbah dari padat dari perkembangan teknologi adalah sampah elektronik atau yang sering disebut e-waste. Seiring perkembangan teknologi diikuti peningkatan e-waste baik di negara maju maupun negara berkembang. E-waste itu sendiri tersusun dari berbagai zat baik logam berat hingga zat kimia bahkan golongan logam mulia juga menjadi penyusun dari e-waste itu sendiri. Dikatakan e-waste karena sudah tidak digunakan baik karena teknologi tersebut sudah tertinggal oleh jaman, kinerjanya menurun, maupun sudah tidak dapat digunakan. Walaupun begitu kandungan penyusun pada e-waste tidak kehilangan nilainya salah satunya logam mulia yang dapat didaur ulang. Pada penelitian ini melihat peluang pemanfaatan kandungan logam mulia yang masih bernilai dan dapat diambil dari e-waste yang ada yaitu emas, dengan mempertimbangkan pangsa pasar yang ada serta metode dalam mengambil kandungan emas pada e-waste. Kegiatan mengekstraksi emas dari e-waste ini lebih sering dikenal dengan urban mining di luar Indonesia, karena dari pengamatan peneliti di Indonesia terutama di Surabaya kegiatan bisnis ini masih jarang me njadi tambahan alasan untuk melakukan penelitian studi kelayak pendirian industri ini di Surabaya. Dengan karakteristik Kota Surabaya diasumsikan pasokkan bahan baku mumpuni untuk diolah, selain itu Surabaya juga salah satu pangsa pasar yang besar di Indonesia. Pada penelitian ini metode pengekstraksian bahan baku yang digunakan adalah hidrometalurgi, karena produk yang dihasilkan adalah emas maka dibentuk manajemen keamanan khusus. Selain itu karena baik bahan baku dan bahan pendukung dalam produksi tergolong B3 maka juga dilakukan manajemen khusus terkait pengolahan limbah serta keselamatan pekerja pada kegiatan operasional. Pada pendirian industri ini modal berasal dari pinjaman bank dan modal sendiri dengan rasio 33:67 untuk total project cost sebesar Rp 1.455.738.638. Hasil perhitungan IRR pada industri ini bernilai lebih besar dari MARR yaitu 361% > 10,48%), untuk nilai NPV didapatkan Rp 6.223.244.133,67, maka dengan horizon perencanaan 5 tahun hanya memerlukan DPP sebesar 0,313891047 atau sekitar 3 bulan (lebih kecil dibandingkan horizon perencanaan selama 5 tahun). Untuk analisis sensitivitas variabel yang peling berpengaruh adalah harga jual dan biaya bahan baku.Kata Kunci: e-waste , hidrometalurgi, perencanaan industri, studi kelayakan, urban mining
Elvredo Kinsey Tjan, Daniel Hary Prasetyo, Felix Handani
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2; doi:10.24123/saintek.v2i1.4047

Abstract:
-- Non-formal education often requires children to travel to have face-to-face meetings with their teachers. Meetings that take place often still use the attendance method manually by using the attendance form, thus allowing the loss of attendance form, errors in making attendance, and allowing fraud in doing attendance. Parents also cannot control the location of their children when attending meetings and do not know who the tutoring service is who is the teacher for their child. Based on these problems, a mobile application was created that can be used by students, teachers, and parents. Where the attendance process is done digitally by students by taking selfies through a smartphone camera. Teachers do not need to bother in recapitulating attendance and save time when the attendance process is carried out by students. Parents can find out the child's location, receive notifications when the child makes attendance, and download meeting attendance reports. The trial was carried out privately by providing input and seeing the output results whether it had gone well. Validation is done by conducting interviews with each user with the roles of parents, teachers, and students who have tried the system. Based on the results of trials and validation conducted with interviews, it was found that the system that has been created to supervise the student learning process is running well and helps parents in controlling face-to-face meetings between students and teachers through notifications received by parents when students make a presence, attendance reports that help teachers recap attendance data and help teachers make appointments with students easier to do. Keywords: education, attendance , mobile application, camera, notification Abstrak— Pendidikan non-formal sering kali mengharuskan anak bepergian untuk melakukan pertemuan tatap muka dengan guru mereka. Pertemuan yang berlangsung sering kali masih menggunakan metode presensi secara manual dengan menggunakan form presensi, sehingga memungkinkan terjadinya hilangnya form presensi, kesalahan dalam melakukan presensi, dan memungkinkan terjadinya kecurangan dalam melakukan presensi kehadiran. Orang tua juga tidak dapat mengontrol lokasi anak saat mengikuti pertemuan dan tidak mengetahui siapa jasa pengajar yang menjadi pengajar bagi anak mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut dibuatkan sebuah aplikasi mobile yang dapat digunakan siswa, guru, dan orang tua. Dimana proses presensi dilakukan secara digital oleh siswa dengan mengambil foto selfie melalui kamera smartphone. Guru tidak perlu repot dalam melakukan rekapitulasi presensi kehadiran dan menghemat waktu saat proses presensi dilakukan siswa. Orang tua dapat mengetahui lokasi anak, menerima notifikasi ketika anak melakukan presensi, dan mengunduh laporan presensi pertemuan. Uji coba dilakukan secara pribadi dengan memberikan inputan dan melihat hasil output apakah telah berjalan dengan baik. Validasi dilakukan dengan cara melakukan interview kepada setiap pengguna dengan peran orang tua, guru, dan siswa yang telah mencoba sistem. Berdasarkan hasil uji coba dan validasi yang dilakukan dengan interview diperoleh bahwa sistem yang telah dibuat untuk melakukan pengawasan terhadap proses belajar siswa berjalan dengan baik dan membantu orang tua dalam mengontrol pertemuan tatap muka yang dilakukan siswa dengan guru melalui notifikasi yang diterima orang tua saat siswa melakukan presensi, laporan presensi yang membantu guru dalam merekap data presensi kehadiran dan membantu guru untuk membuat janji pertemuan dengan siswa menjadi lebih mudah untuk dilakukan.Kata kunci: pendidikan, presensi, aplikasi mobile, kamera, notifikasi
Christopher Setyawan, Njoto Benarkah, Vincentius Riandaru Prasetyo
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2; doi:10.24123/saintek.v2i1.4045

Abstract:
—Propelled by the modern technological innovations data and text will be more abundant throughout the year. With this much text, automatic text summarization is needed now more than ever to help summarize a text. Automatic text summarization is defined as the creation of a shortened version of a text by a computer program, the product of this procedure still contains the most important points of the original text. Statistical approaches is one of automatic text summarization method. There is 5 statistical approaches that being used namely aggregation similarity method, frequency method, location method, title method (if text has a title), dan tf-based query method (if text doesn’t have a title). Cosine similarity is used to calculate title method, aggregation similarity method, and tf- based query method. There is two type of validation, user validation and system validation. For system validation compare the similarity between human summary and summary generated by program, which result in accuracy of 76.7647% for summary with 30% length of the original journal. For user validation result in 82% accuracy. The conclusion based on user validation and system validation is statistical approaches is suitable for automatic text summarization.Keywords: automatic text summarization, statistical approaches, Indonesian document, cosine similarity Abstrak— Dengan kemajuan teknologi jumlah data dan teks akan semakin melimpah sepanjang tahun. Dengan banyaknya teks ini dibutuhkan bantuan automatic text summarization untuk merangkum teks tersebut. Automatic text summarization didefinisikan sebagai versi singkat dari suatu teks menggunakan program komputer yang hasilnya masih memiliki informasi penting berupa gagasan dasar dan kata atau kalimat yang dapat merepresentasikan keseluruhan teks original. Salah satu metode dalam automatic text summarization adalah pendekatan statistika. Pendekatan statistika yang digunakan ada 5 yaitu aggregation similarity method, frequency method, location method, title method (bila teks memiliki judul), dan tf-based query method (bila teks tidak memiliki judul). Cosine similarity dipakai untuk perhitungan title method, tf-based query method, dan aggregation similarity method. Validasi dilakukan dengan dua macam validasi. Pertama adalah validasi sistem dengan membandingkan similaritas antara rangkuman program dan rangkuman manusia, yang menghasilkan akurasi 76.7647% untuk rangkuman dengan panjang 30% dari jurnal original. Kedua adalah validasi user yang menghasilkan akurasi 81%. Kesimpulannya berdasarkan validasi user dan validasi sistem yang cukup baik maka pendekatan statistika cocok dipakai dalam kasus automatic text summarization.Kata kunci: automatic text summarization, pendekatan statistika, cosine similarity, dokumen berbahasa Indonesia
Ronald Alexander Yosefhan, Susilo Wibowo
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2; doi:10.24123/saintek.v2i1.4052

Abstract:
Abstrak--Pada sistem komunikasi nirkabel yang menggunakan antena, arah antena pusat memegang peranan penting. Hal ini dikarenakan penyimpangan arah antena mempengaruhi kinerja komunikasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah proses pointing untuk mendapatkan arah antena yang lebih baik. Pada Tugas Akhir ini penulis merancang kontroler pointing antena untuk memudahkan proses pointing dan menguji ketepatan pointing dengan parameter yang dapat diukur. Perancangan tersebut diimplementasikan di gedung Fakultas Teknik Universitas Surabaya. Perancangan tersebut mampu melakukan pointing ke arah target pointing berdasarkan nilai masukkan koordinat geografis dan nilai tekanan udara yang dikonversi menjadi nilai azimut dan elevasi. Perancangan alat pointing ini terdiri dari empat komponen utama, yakni modul komunikasi, desain antena, motor servo, dan mikrokontroler. Fokus Tugas Akhir ini adalah merancang alat pointing berdasarkan keempat komponen utama serta menguji ketepatan alat pointing berdasarkan parameter gerak kontroler dan sinyal daya terima. Pengerjaan dibagi menjadi dua belas tahap: konsep desain alat pointing keseluruhan, perancangan modul komunikasi, perancangan motor servo, desain rangkaian mikrokontroler, konsep komunikasi modul komunikasi, konsep desain antena Yagi, penggabungan antena Yagi dengan alat pointing, kalibrasi motor servo setelah diberi beban alat pointing, desain user interface, perancangan target pointing, perhitungan waktu pemakaian maksimum baterai, dan desain akhir alat pointing dan target pointing. Pengujian meliputi uji antena, uji gerak kontroler, uji sinyal daya terima, uji user interface, dan uji transceiver. Hasil menunjukkan parameter antena yang didapatkan berupa SWR 1.33, kuat sinyal ±12 dB, dan beamwidth ±62°. Kontroler azimut memiliki error rate gerak 1°. Nilai sinyal daya terbaik didapatkan -88 dB pada spreading factor 7 dan bandwidth 500 kHz. Uji data sensor menggunakan modul sensor BMP280 pada Tugas Akhir ini memiliki error rate sebesar ±2 °C.Kata kunci: alat pointing, RSSI, gerak kontroler, antena yagi, servo Abstract--Wireless communication systems that use antennas, the direction of the central antenna plays an important role. This is because antenna deviations affect the communication performance. Therefore, we need a pointing process to get a better antenna direction. In this Final Project, the author designed the antenna pointing controller to facilitate the pointing process and test the accuracy of pointing with parameters that can be measured. The design was implemented at Faculty of Engineering building, Surabaya university. The design is able to do pointing in the direction of target pointing based on geographic coordinate input values and air pressure values that are converted to azimuth and elevation values. The design of this pointing tool consists of four main components, namely the communication module, antenna design, servo motor, and microcontroller. The focus of this Final Project is to design a pointing tool based on the four main components and test the accuracy of the pointing tool based on the controller motion parameters and the received power signal. Workmanship is divided into twelve stages: overall pointing tool design concept, communication module design, servo motor design, microcontroller circuit design, communication module communication concept, Yagi antenna design concept, merging of Yagi antenna with pointing tool, servo motor calibration after pointing load , user interface design, target pointing design, calculation of maximum battery usage time, and final design of pointing and target pointing tools. The tests include antenna test, controller motion test, received signal test, user interface test, and transceiver test. The results showed that the antenna parameters obtained were SWR 1.33, signal strength ± 12 dB, and beamwidth ± 62°. The azimuth controller has a motion error rate of 1°. The best power signal values obtained -88 dB at spreading factor 7 and bandwidth of 500 kHz. Sensor data test using BMP280 sensor module in this Final Project has an error rate of ± 2 °C.Keywords: pointing device, RSSI, motion controller, yagi antenna, servo
Marcellinus Ferdinand Suciadi, Andre Andre, Levina Novelinda
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 1, pp 85-91; doi:10.24123/saintek.v1i2.2954

Abstract:
—Norse Mythology is a mythology that originated in the Scandinavian region, which is the basis of all mythologies in the area. At this time, people's knowledge of Norse mythology was only obtained from films, and the adaptation was not in accordance with the original mythology. Submission of stories remains inauthentic due to additional characters that are not present in the original story, thus affecting the authentication of the mythology being conveyed. To educate the public about Norse mythology, interesting media are needed but can also convey a message by not changing the specific elements of the mythology. The survey was conducted on 53 teen respondents and fans of the Marvel franchise. From the survey results, 88% of respondents had never used a motion comic application, but were interested in trying a motion comic application. Through the survey results, a motion comic with the theme of Norse Mythology was made to fulfill the stated goals. The results of the design will be implemented and have several options, including Starting Story, Journal, and Credit. Start Story will start the story from beginning to end, with a mini game in the middle. The journal is a collection of information about the Ragnarok War, and the Credit contains the names of those who intervened in making the Ragnarok motion comic. The making of this motion comic uses several programs. The verification and validation stage is carried out after the implementation has been completed. This application can help teens and adults to understand the mythological story of the Ragnarok War, based on the results of the validation that has been done. Keywords: motion comic, mythology, Norse, Ragnarok, war Abstrak—Mitologi Nordik merupakan mitologi yang berasal dari daerah Skandinavia, yang merupakan dasar dari segala mitologi yang berada pada daerah tersebut. Pada masa ini, pengetahuan masyarakat mengenai mitologi Nordik hanya didapat dari film, dan adaptasi tersebut tidak sesuai dengan mitologi aslinya. Penyampaian cerita tetap tidak autentik dikarenakan adanya karakter tambahan yang tidak ada dalam cerita aslinya, sehingga mempengaruhi autentikasi mitologi yang disampaikan. Untuk mengedukasi masyarakat mengenai mitologi Nordik, maka dibutuhkan media yang menarik namun juga dapat menyampaikan suatu pesan tersebut dengan tidak mengubah unsur khas dari mitologi tersebut. Survei dilakukan kepada 53 responden remaja dan fans dari franchise Marvel. Dari hasil survey, 88% responden belum pernah menggunakan aplikasi motion comic, namun tertarik untuk mencoba aplikasi motion comic. Melalui hasil survei tersebut, dibuatlah sebuah motion comic bertema Mitologi Nordik untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Hasil desain akan diimplementasikan dan memiliki beberapa pilihan, diantaranya adalah Mulai Cerita, Jurnal, dan Kredit. Mulai Cerita akan memulai cerita dari awal hingga akhir, dengan mini game di tengah-tengah. Jurnal adalah kumpulan dari informasi mengenai Perang Ragnarok, dan Kredit berisi nama-nama pihak yang turut campur tangan dalam pembuatan motion comic Ragnarok. Pembuatan motion comic ini menggunakan beberapa program. Tahap verifikasi dan validasi dilakukan setelah implementasi telah selesai. Aplikasi ini dapat membantu remaja dan dewasa untuk memahami cerita mitologi Perang Ragnarok, berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan. Kata kunci: mitologi, motion comic, norse, perang, ragnarok
Jessica Gracilia Ulina Tarigan, Dina Natalia Prayogo, Ninik Juniati
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 1, pp 119-123; doi:10.24123/saintek.v1i2.2949

Abstract:
— Emotion that is created by Smog tends to be different from the other disasters because smog has changing phases and causes as well as the victim’s emotions. The mixing and changing of these emotions became the inspiration that will be applied to the 60 womenswear, menswear, kidswear and lifestyle productcollection of city wear Spring Summer 2021 with the title Vigor. The process began with gathering informations about trend, techniques, and inspiration that will be summarize by using moodboard, shape, style, and details plan. Data is gathered with deeper research on written informations and also direct interview with a disaster psychologist. The results of the research is fashion product that representing emotion through dye and patch technique and also the way to reduce the production of waste in fashion products using zero waste method.Keywords: emotion, smog, zero waste Abstrak— Emosi yang dihasilkan dari bencana kabut asap cenderung berbeda dari bencana lainnya dikarenakan fase dan penyebab kabut asap mengakibatkan emosi yang muncul pun memiliki fase yang berubah. Pencampuran dan peralihan emosi ini yang menjadi inspirasi yang akan diterapkan pada 60 desain city wear dari womenswear, menswear, kidswear, dan 15 produk lifestyleZero waste collection dengan Trend Spring Summer 2021 berjudul Vigor. Perancangan dimulai dari pengumpulan informasi mengenai trend, teknik dan inpirasi yang dirangkum menggunakan moodboard, shape, style, dan details plan. Data dikumpulkan dengan penggalian literasi tertulis maupun wawancara dengan ahli disaster psikologi. Penelitian ini menghasilkan produk fashion dengan penggambaran emosi melalui teknik dye, patch, dan pengurangan limbah material dalam produksi produk fashion menggunakanKata kunci: emosi, kabut asap, zero waste
Ika Nuril 'Abidah, Mufty Ali Hamdani, Yusuf Amrozi
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 1, pp 77-84; doi:10.24123/saintek.v1i2.2868

Abstract:
- Information and communication technology is growing rapidly. One of the emerging technologies is cloud computing. Cloud computing is a computing service that leverages the Internet network as its supporters. Cloud computing technology can be implemented in various fields, including education. This research is about how the implementation of cloud computing on the education and benefits sectors will be gained when cloud computing is implemented. The purpose of this research is to find out if cloud computing might be applied to the education sector, as well as the benefits provided by cloud computing. This research uses qualitative descriptive methods with the technique of data collection in the form of literary studies. Based on the research conducted the results that the services presented by the cloud computing have a variety of benefits, can primarily improve efficiency and effectiveness in the education sector.Keywords: cloud computing, education Abstrak- Teknologi informasi dan komunikasi berkembang semakin pesat. Salah satu teknologi yang sedang berkembang saat ini adalah komputasi awan. Komputasi awan merupakan layanan komputasi yang memanfaatkan jaringan internet sebagai pendukungnya. Teknologi komputasi awan bisa diterapkan di berbagai bidang, termasuk di bidang pendidikan. Penelitian ini berisi tentang bagaimana penerapan komputasi awan pada sektor pendidikan dan manfaat yang akan diperoleh ketika komputasi awan diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah komputasi awan mungkin diterapkan pada sektor pendidikan, serta manfaat yang diberikan oleh komputasi awan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa layanan-layanan yang disajikan oleh komputasi awan memiliki beragam manfaat, utamanya dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pada sektor pendidikan.Kata kunci: komputasi awan, pendidikan
Back to Top Top