KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi

Journal Information
EISSN : 2721-2432
Published by: Universitas Surabaya (10.24123)
Total articles ≅ 35
Filter:

Latest articles in this journal

Oraldo Emeraldi Anggoro, Ruth Chrisnasari, Ardhia Deasy Rosita Dewi
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 3, pp 10-23; https://doi.org/10.24123/saintek.v3i1.4903

Abstract:
Okra is one of vegetable that rarely used by Indonesian people, whereas it is healthty because of its high antioxidant and fiber content. Water kefir is a fermented product that used fruit and vegetables as its substrate.This study aims to determine the type of okra treatment (soaked and juiced) and honey concentration (0%, 4% and 8%) on physicochemical, microbiology and organoleptic characteristics of water kefir. This study used a randomized group design method with variations on okra treatment and concentration of honey. Based on the results of physicochemical tests, okra treatment and honey concentration have an interaction and significantly influence the parameters of total sugar, total dissolved solids, lactic acid levels, total acid, pH, antioxidant activity, ethanol levels, total LAB and total yeast. Organoleptic test showed okra treatment and concentration of honey significantly influence the parameters of color, flavor, taste and aftertaste. Soaked okra kefir with 8% honey is the best result using the effectiveness index based on psycochemical and organoleptic test. The best treatment has a characteristic product of light yellow, less acidic aroma, quite sweet taste, less alcoholic taste and not bitter aftertaste.Keywords:okra, water kefir, honeyAbstrak—Okra merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, padahal okra sangat baik untuk kesehatan tubuh karena okra memiliki kandungan antioksidan dan serat yang tinggi. Water kefir merupakan produk fermentasi yang menggunakan buah dan sayur sebagai substratnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis perlakuan okra (rendam dan jus) dan konsentrasi madu (0%, 4% dan 8%) terhadap karakteristik fisikokimia, mikrobiologi dan organoleptik water kefir. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan variasi okra dan variasi konsentrasi madu. Berdasarkan hasil uji fisikokimia, variasi perlakuan okra dan konsentrasi madu memiliki interaksi dan pengaruh terhadap parameter gula total, total padatan terlarut, kadar asam laktat, total asam, pH, aktivitas antioksidan, kadar etanol, total BAL dan total yeast water kefir okra madu. Hasil uji organoleptik menunjukkan ada pengaruh variasi perlakuan okra dan konsentrasi madu terhadap parameter warna, aroma, rasa dan aftertaste. Water kefir okra rendam 8% merupakan perlakuan terbaik dengan menggunakan metode indeks efektivitas dari hasil uji fisikokimia dan organoleptik. Perlakuan terbaik tersebut memiliki karakteristik warna kuning muda, aroma yang kurang asam, rasa yang cukup manis, rasa yang kurang beralkohol dan aftertaste yang tidak pahit.. Kata kunci: okra, water kefir, madu
Mangihot Tua Gultom
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 3, pp 51-56; https://doi.org/10.24123/saintek.v3i1.4910

Abstract:
Isolat 22 adalah kode isolat bakteri resisten logam Merkuri (Hg) yang didapatkan pada sampel air limbah pertambangan logam (tailing). Isolat 22 adalah isolat yang paling berdaya tahan tinggi terhadap Hg, dari total 24 isolat yang berhasil diisolasi. Pada paper ini akan dilaporkan hasil identifikasi spesies bakteri isolat 22 menggunakan teknik PCR - sekuensing gen 16S rRNA dan karakter pertumbuhan dan resistensi isolat 22 terhadap Hg. Dari hasil sekuensing 16S rRNA, diketahui bahwa isolat 22 sangat dekat kekerabatannya dengan spesies Stenotrophomonas maltophilia (identity 99 % dan query covered 90 %). Isolat 22 tumbuh dengan baik pada medium NB-Hg dengan kadar Hg 50 dan 100 ppm. Semakin tinggi kadar Hg dalam medum, semakin lama fase lag, walaupun jumlah sel pada medium di fase awal sama.
Muhammad Fa'Iz Dwitrisna, Yosafat Donni Haryanto
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 3, pp 42-50; https://doi.org/10.24123/saintek.v3i1.4543

Abstract:
Indonesia is a maritime country located on the equator, causing Indonesia to have a tropical climate. This causes a lot of convective clouds to grow because they get water supply from the sea so that information on the distribution of convective clouds is important for weather analysis purposes. On December 13, 2020, floods submerged several villages in Pace District, Nganjuk Regency due to the overflow of the Kolosoko river due to heavy rains. The purpose of this study was to see the distribution of convective clouds during heavy rains in Pace District. The data used in this study is Himawari-8 satellite data channels 3, 4, 5, 7, 8, 10, 13 and 15 to process the distribution of convective clouds. This research uses descriptive analysis method with daily weather parameters and Himawari-8 satellite imagery. Analysis of satellite image data using Cloud Convective Overlays (CCO) and Red Green Blue (RGB) CS and NC methods. This method is used to view the image of convective clouds making it easier to analyze the distribution of convective clouds. The results obtained in satellite images show significant growth of convective clouds while in weather radar images show moderate rain reflectivity due to radar limitations.Keywords:flood, heavy rain, convective clouds, himawari-8 Abstrak—Indonesia merupakan negara maritim yang terletak di khatulistiwa sehingga menyebabkan Indoneisa beriklim tropis. Hal ini menyebabkan banyak awan konvektif yang tumbuh karena mendapat pasokan air dari laut sehingga informasi sebaran awan konvektif penting untuk keperluan analisis cuaca. Pada tanggal 13 Desember 2020 banjir merendam beberapa desa di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk akibat meluapnya sungai Kolosoko karena hujan lebat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sebaran awan konvektif saat hujan lebat di Kecamatan Pace. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data satelit Himawari-8 kanal 3, 4, 5, 7, 8, 10, 13 dan 15 untuk mengolah sebaran awan konvektif. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan parameter cuaca harian dan citra satelit Himawari-8. Analisis data citra satelit menggunakan metode Cloud Convective Overlays (CCO) serta Red Green Blue (RGB) CS dan NC. Metode tersebut digunakan untuk melihat citra awan konvektif sehingga mempermudah dalam menganalisis sebaran awan konvektif. Hasil yang diperoleh dalam citra satelit menunjukan pertumbuhan awan konvektif yang signifikan sedangkan dalam citra radar cuaca menunjukan reflektivitas hujan sedang karena adanya limitasi radar. Kata kunci:banjir, hujan lebat, awan konvektif, himawari-8
Dhiani Tresna Absari, Daniel Soesanto
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 3, pp 32-41; https://doi.org/10.24123/saintek.v3i1.4843

Abstract:
The pandemic period, which has been running for approximately two years, has brought many changes to everyone's lifestyle, including in Indonesia. All forms of mobility that used to be easy to do have turned into limitations during the pandemic. One of the activities that is important but full of limitations is conducting an examination at a doctor's practice. Patients and doctors during this pandemic, of course, feel worried if there is a crowd or accumulation of patients in the doctor's waiting room. In addition, various print media, such as patient medical histories, are also a source of concern because they can be a medium for transmitting the virus. Mobile technology and the growing website should be seen as an opportunity to make this easier. The contribution of this research is to develop a website-based online doctor practice system design that can help facilitate doctors' private practice activities both for patients and for doctors themselves. The validation results show that the system design developed can make it easier for patients to register and visit more safely during a pandemic. As for doctors, it was found that doctors felt very helpful in tracing the patient's medical history safely, completely, and easily.Keywords:doctor, website, online, pandemicAbstrak—Masa pandemi yang telah berjalan kurang lebih dua tahun, telah membawa banyak perubahan pada pola hidup setiap orang, termasuk di Indonesia. Segala bentuk mobilitas yang dulunya dapat dilakukan dengan mudah, berubah menjadi penuh keterbatasan pada masa pandemi. Salah satu kegiatan yang penting namun penuh keterbatasan adalah melakukan pemeriksaan pada praktik dokter. Pasien maupun dokter pada masa pandemi ini, tentunya merasa khawatir apabila terjadi kerumunan atau penumpukan pasien pada ruang tunggu dokter. Selain itu berbagai media cetak seperti riwayat medis pasien, juga menjadi sumber kekhawatiran karena dapat menjadi media dalam penularan virus. Teknologi mobile dan website yang semakin berkembang harus dipandang sebagai salah satu peluang untuk mempermudah hal ini. Kontribusi dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah desain sistem praktik dokter online berbasis website yang dapat membantu mempermudah aktivitas praktik pribadi dokter baik bagi pasien maupun bagi dokter itu sendiri. Hasil validasi menunjukkan bahwa desain sistem yang dikembangkan dapat mempermudah pasien dalam melakukan pendaftaran dan kunjungan dengan lebih aman di masa pandemi. Sedangkan bagi dokter, didapatkan bahwa dokter merasa sangat terbantu dalam melakukan penelurusan riwayat medis pasien secara aman, lengkap, dan mudah. Kata kunci: dokter, website, online, pandemi
Dominique Gian Leonardo, Stephanie Singajaya, Dinda Fluor Agustin, Mariana Wahjudi
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 3, pp 1-9; https://doi.org/10.24123/saintek.v3i1.4907

Abstract:
When wounds occur on skin, cell regeneration and healing process will occur. Imperfect cell regeneration will end up leaving ugly scars. Any open wounds will have a high chance of being infected, further slowing the healing processes. The bacteria involved in wound infection are as follow: Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli and  Staphylococcus aureus. The usage of current medical adhesive to cover wound has many implications: cannot be used multiple times and untuk may end up resulting in MARSI (Medical Adhesive-Related Skin Injuries). To solve those problems, this research aims to find an alternative wound dressing that are able to solve the problems mentioned earlier. The synthesis of biocomposite hydrogel consists of bacterial cellulose mixed with gelatin with the crosslinker agent glutaraldehyde. The mixture is then given the wild herbs Centella asiatica extract as an active ingredient. It has been found that the best formulation consists of using 10% gelatine: bacterial cellulose paste with the ratio 200:1 with the total glutaraldehyde concentration of 1%. Furthermore, Centella asiatica 10% are not able to penetrate the human model skin, and did not exhibit any antimicrobial activity against Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, and Staphylococcus aureus.Keywords:biocomposite hydrogel, nata de coco, bacterial cellulose, gelatine, centella asiatica extract, wound dressingAbstrak—Ketika luka terjadi pada kulit, regenerasi sel dan proses penyembuhan akan terjadi. Regenerasi sel yang tidak sempurna dapat menghasilkan bekas luka yang kurang enak dipandang. Selain itu, luka terbuka berisiko terinfeksi oleh patogen sehingga penyembuhan akan terhambat. Bakteri yang berperan pada infeksi luka adalah Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penggunaan medical adhesive untuk menutup luka punya banyak kekurangan yaitu penggunaannya tidak bisa dilakukan berulang dan dapat menyebabkan MARSI (Medical Adhesive-Related Skin Injuries), yaitu berbagai komplikasi dan luka pada kulit yang ditempeli dengan produk tersebut. Untuk mengatasi pemasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif penutup luka terbaru yang dapat mengatasi permasalahan yang telah disebutkan. Pembuatan hidrogel biokomposit terdiri dari selulosa bakteri yang direaksikan dengan gelatin menggunakan agen crosslinker glutaraldehida. Campuran kemudian ditambahkan bahan aktif dari ekstrak tanaman liar Centella asiatica. Didapatkan formulasi terbaik menggunakan perbandingan 10% gelatin:pasta selulosa bakteri = 200:1 dengan konsentrasi total glutaraldehida sebanyak 1%. Selain itu, ekstrak Centella asiatica 10% juga tidak dapat mempenetrasi model kulit manusia, serta tidak memiliki aktivitas antibakteri baik pada Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus. Kata kunci:hidrogel biokomposit, nata de coco, selulosa bakteri, gelatin, ekstrak centella asiatica, penutup luka
Billion Prasetya, Endah Asmawati, Dhiani Tresna Absari
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 3, pp 24-31; https://doi.org/10.24123/saintek.v3i1.4870

Abstract:
Selotapak Village is one of the tourist villages in Trawas. Selotapak Village develops tourism based on natural potential and community empowerment. Therefore, tourist sites are scattered in almost all parts of the village. One of the most well-known locations to the public is the Wangan Tengah Terraces. Other tourist locations are still rarely visited by tourists because they are not well known and their locations are spread out. Each tourist location has its own characteristics, for example Watu Tapak is the site of the founding of Selotapak village. To be able to introduce all tourism in Selotapak village to the public, a tourist information system is needed. The Go-Selotapak application is a information system that was created to be able to provide information about tourist location, maps, tourist descriptions, tour manager contacts (rental guides and vehicles), facilities and infrastructure. Data collection methods were carried out through interviews with village managers and government as well as distributing questionnaires to tourists. The data obtained were analyzed to find out the system requirements. System implementation is done using Android Studio (Java), Laravel, and Hostinger. Trials were carried out on tourism managers and tourists. The validation results show that 100% of the respondents from tourism managers stated that the tourism information system that was created was able to show all tourist sites in Selotapak Village along with their complete descriptions. More than 80% of tourist respondents stated that this application makes it easy to find out the tours in Selotapak and get to the location. In general, with this tourism information system, the public can easily find out all the tourist locations scattered in Selotapak village and with the 'get direction' feature, tourists will find it easy to go to tourist sites. Keywords:go-selotapak, tourism information system, selotapakAbstrak—Desa Selotapak merupakan salah satu desa wisata di Kecamatan Trawas. Wisata yang dikembangkan berbasis potensi alam dan pemberdayaan masyarakat. Oleh sebab itu lokasi wisata tersebar hampir di seluruh bagian desa. Satu lokasi yang paling dikenal masyarakat adalah Terassering Wangan Tengah. Lokasi wisata yang lain masih jarang dikunjungi wisatawan karena belum dikenal dan lokasinya menyebar. Setiap lokasi wisata mempunyai ciri khas tersendiri, misalkan Watu Tapak merupakan situs berdirinya desa Selotapak. Untuk dapat mengenalkan semua wisata yang ada di desa Selotapak ke masyarakat luas, diperlukan sebuah sistem informasi wisata. Aplikasi Go-Selotapak adalah system informasi wisata desa Selotapak yang dibuat untuk dapat memberikan informasi tentang peta lokasi wisata, deskripsi wisata, kontak pengelola wisata (sewa pemandu dan kendaraan), serta sarana dan prasarana. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara ke pihak pengelola dan pemerintahan desa serta menyebarkan kuesioner ke wisatawan. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui kebutuhan sistem. Implementasi sistem dilakukan dengan menggunakan Android Studio (Java), Laravel, dan Hostinger. Ujicoba dilakukan ke pengelola wisata dan wisatawan. Hasil validasi menunjukkan 100% responden pengelola wisata menyatakan bahwa system informasi wisata yang dibuat sudah bisa menunjukkan semua lokasi wisata di Desa Selotapak beserta deskripsinya secara lengkap. Lebih dari 80% responden wisatawan menyatakan bahwa aplikasi ini memudahkan dalam mengetahui wisata-wisata yang ada di Selotapak dan menuju lokasi. Secara umum, dengan adanya system informasi wisata ini masyarakat dengan mudah mengetahui semua lokasi wisata yang tersebar di desa Selotapak dan dengan adanya fitur ‘get direction’ wisatawan mendapatkan kemudahan untuk menuju lokasi wisata. Kata kunci: go-selotapak, sistem informasi wisata, selotapak
Fariza Halidatsani Azhra, Nayoko Prasetyo Jati
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2, pp 85-95; https://doi.org/10.24123/saintek.v2i2.4546

Abstract:
—COVID-19 be a concern in all countries because of its rapid spread through droplets or airborne. The COVID-19 Task Force recorded that 1.4 million Indonesians were exposed to the virus. The government has established health protocols, one of which is social distancing. However, as time goes by, people's awareness of the dangers of COVID 19 is decreasing. Many people violate health protocols and crowd in various places. Based on these problems, a disease transmission prevention tool is designed to reducing the spread of the virus. The method used in this research is Kano Model. From the results of the voice of customer and Kano Model analysis, it was found that the drone that consumers want is have a disinfectant in the form of 360⁰ UVC rays, sound transmission in the form of a mic along with speakers, both of which are included in the attractive category, while the one-dimensional category is a temperature gauge in the form of infrared rays to help detect the symptoms of the COVID-19 virus. The presence of PATRON is expected to help the COVID-19 Task Force in an effort to prevent the transmission of the COVID-19 virus. Keywords: disease transmission tool, kano model, covid-19 Abstrak—Virus COVID 19 menjadi perhatian di berbagai negara dikarenakan penyebaranya yang cepat melalui droplet atau airborne. Berdasarkan data SATGAS COVID 19 tercatat sejumlah 1,4 juta penduduk indonesia terpapar virus. Pemerintah menetapkan berbagai protokol kesehatan untuk mengurangi risiko penyebaran virus, salah satunya yaitu menjaga jarak. Namun, seiring berjalannya waktu kesadaran penduduk akan bahaya COVID 19 semakin berkurang. Banyak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dan berkerumun di berbagai tempat. Sebagai langkah mengurangi jumlah kerumunan, dibutuhkan sebuah alat untuk membubarkan kerumunan dengan tujuan mengurangi penyebaran virus. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dirancang disease transmission prevention tool. Metode yang digunakan dalam perancangan desain alat adalah Model Kano. Dari hasil voice of costumer dan analisis Model Kano, didapatkan hasil bahwa drone yang dihendaki oleh konsumen yaitu memiliki disinfektan berupa sinar UVC 360⁰, transmisi suara berupa mic beserta speaker, kedua hal tersebut termasuk kedalam kategori attractive, sedangkan kategori one dimensional yaitu pengukur suhu berupa sinar infrared untuk membantu mendeteksi gejala virus COVID-19. Kehadiran PATRON diharapkan dapat membantu membantu SATGAS COVID-19 dalam upaya pencegahan penularan virus COVID-19. Kata kunci: disease transmission tool, model kano, covid-19
Daniel Soesanto, Dhiani Tresna Absari
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2, pp 96-102; https://doi.org/10.24123/saintek.v2i2.4567

Abstract:
—The pandemic situation encourages every business, including small and medium scale, to transform towards an online business. This is done to be able to continue to reach customers and carry out existing business processes well. However, with the reduction or disappearance of face-to-face meetings, the quality of the relationship decreases both on the customer and business partner side. This research focuses on the relationship with business partners, where the exchange of information and data is not optimal in this section, and even errors can occur. Many studies have tried to optimize relationship management with business partners, but none have focused on small and medium-sized businesses during this pandemic. SME's need to manage their business relationships. However, according to research that has been done, many of these business models do not realize the importance of this, and only focus on selling.. This research aims to design PRM architecture designs for small and medium-scale enterprises in this pandemic era. This research resulted in an e-marketplace design that implements PRM for SMEs by applying a recommendation system for distributors to provide the right product to each reseller. Through the results of initial trials conducted by users, both from distributors and resellers, it is easier to understand each other's needs with this e-marketplace. Keywords: SMEs, PRM, channel management, recommendation system, pandemic Abstrak—Situasi pandemi mendorong setiap bisnis, termasuk skala kecil dan menengah, untuk bertransformasi menuju bisnis online. Hal ini dilakukan untuk dapat terus menjangkau pelanggan dan menjalankan proses bisnis yang ada dengan baik. Namun, dengan berkurangnya atau hilangnya pertemuan tatap muka, kualitas hubungan menurun baik di sisi pelanggan maupun mitra bisnis. Penelitian ini berfokus pada hubungan dengan mitra bisnis, dimana pertukaran informasi dan data tidak optimal pada bagian ini, bahkan kesalahan dapat terjadi. Banyak penelitian telah mencoba mengoptimalkan manajemen hubungan dengan mitra bisnis, tetapi tidak ada yang fokus pada usaha kecil dan menengah selama pandemi ini. Padahal sebenarnya SME pun sangat perlu mengelola relasi bisnisnya. Namun menurut riset yang pernah dilakukan, bisnis model ini banyak yang belum menyadari pentingnya hal tersebut, dan hanya fokus pada menjual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain arsitektur PRM untuk usaha kecil dan menengah di era pandemi ini. Penelitian ini menghasilkan desain e-marketplace yang mengimplementasikan PRM untuk UKM dengan menerapkan sistem rekomendasi bagi distributor untuk menyediakan produk yang tepat untuk setiap reseller. Melalui hasil uji coba awal yang dilakukan oleh pengguna, baik dari pihak distributor maupun reseller menjadi dimudahkan untuk lebih saling memahami kebutuhan masing-masing dengan adanya e-marketplace ini. Kata kunci: SMEs, PRM, channel management, sistem rekomendasi, pandemi
Jessica Wijaya, Guguh Sujatmiko, Ninik Juniati
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2, pp 111-117; https://doi.org/10.24123/saintek.v2i2.4638

Abstract:
—Social media is a very common thing nowdays. But most people these days have been addicted to social media. This could lead to physical and mental health. That is why social media addicted people tend to feel lonely, depressed, sad, and even lost themselves. Because of such issues, collection of modest citywear and lifestyle product for spring/summer 2021/2022 will be made based on Homespun trend forecast, and being titled with Fixation. This collection is made for inciting awareness about social media addiction danger in society. Fixation’s collection is made for men and women, girls and boys, with urban streetwear designs and some sporty vibes in it. Concept designs are completed with data from interview, which being done for getting upcycle techniques that fit with the concept. Upcycle technique will be applicated into 5 look of Fixation collection. Upcycling process is being done step by step, with sterilization process as the beginning of the process. Upcycle technique using much more energy and time, but it ends up well for environment and society in the future. Upcycle technique also upgrades creativity and can be made as treatment for people who need itKeywords: fixation, homespun, social media Abstrak—Media sosial merupakan hal yang sangat umum digunakan saat ini. Namun masyarakat saat ini banyak yang kecanduan akan penggunaan media sosial. Hal ini dapat berakibat pada kesehatan fisik maupun mental. Oleh karena itu pecandu media sosial cenderung merasa kesepian, depresi, sedih, hingga kehilangan jati diri mereka. Berdasarkan masalah tersebut, akan dibuat koleksi modest citywear dan lifestyle product spring/summer 2021/2022, berdasarkan tema besar Homespun, dengan judul koleksi berupa Fixation. Koleksi ini dirancang untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya dari kecanduan sosial. Koleksi Fixation dirancang untuk dapat dikenakan oleh pria dan wanita, dari anak-anak hingga dewasa dengan desain urban streetwear dan sentuhan sporty pada desainnya. Perancangan konsep didukung dengan data wawancara yang dilakukan untuk mendapatkan teknikupcycle yang sesuai dengan konsep. Teknikupcycleyang diaplikasikan pada koleksi dari Fixation yang terdiri dari 5 look. Proses upcycle dilakukan secara bertahap dengan melalui proses sterilisasi terlebih dulu. hasil penelitian menyatakan bahwa teknikupcycle membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak dalam pengerjaannya, namun berdampak baik bagi masyarakat dan lingkungan untuk kedepannya. Teknik upcycle dapat meningkatkan kreativitas dan juga sebagai terapi bagi orang yang menekuni teknikupcycle tersebut Kata kunci: fixation, homespun, social media
Estri Diniyati, Yosafat Donni Haryanto
KELUWIH: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 2, pp 103-110; https://doi.org/10.24123/saintek.v2i2.4541

Abstract:
—Indonesia located in the equatorial region which has potential to have a major impact on atmospheric physical conditions during extreme weather events such as the Mesoscale Convective Complex (MCC). MCC is a phenomenon that was first discovered by (Maddox, 1980) where this phenomenon is characterized by the presence of a quasi-circular (almost circular) cloud shield with an eccentricity of 0.7 with a cloud cover area of 100,000 km², the cloud core area covers 50,000 km² and cloud top temperature IR1 -52 ℃. These cloud conditions last for a minimum of 6 hours and cause severe weather and extreme rain. This study aims to identify the MCC phenomenon in the Karimata Strait on 19-20 September 2020 which caused heavy rains in parts of the West coast of Kalimantan and Bangka Island using Himawari-8 Satellite imagery data and the MATLAB application. The results showed that on September 19, MCC was identified at 09.00-19.00 UTC, then on September 20, MCC was identified at 16.00-23.00 UTC. At the time of the MCC event, Bangka and Pontianak regions experienced extreme rains recorded on AWS Digi Stamet Pontianak with rainfall reaching 43.4 mm/hour and ARG Lubuk Besar Bangka Tengah with rainfall reaching 16.8 mm/hour. Keywords: mesoscale convective complex (MCC), himawari-8, MATLAB Abstrak—Indonesia merupakan negara yang terletak diwilayah ekuator dimana berpotensi memiliki dampak besar terhadap kondisi fisik atmosfer saat terjadi cuaca ekstrem seperti Mesoscale Convective Complex (MCC). MCC merupakan fenomena yang pertama kali ditemukan oleh (Maddox, 1980) dimana fenomena ini dicirikan dengan adanya perisai awan yang berbentuk quasi circular (hampir lingkaran) dengan eksentrisitas ≥ 0,7 dengan luas area selimut awan ≥ 100.000 km² , luas area inti awan mencakup ≥ 50.000 km² serta suhu puncak awan IR1 ≤ -52 ℃. Kondisi awan tersebut bertahan minimun selama 6 jam dan menyebabkan cuaca buruk dan hujan ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena MCC di Selat Karimata pada Tanggal 19-20 September 2020 yang menyebabkan hujan lebat di sebagian wilayah Kalimantan bagian pesisir Barat dan Pulau Bangka menggunakan data citra Satelit Himawari-8 dan aplikasi MATLAB. Hasil penelitian menunjukkan pada tanggal 19 September, MCC teridentifikasi pada pukul 09.00-19.00 UTC selanjutnya tanggal 20 September 2020 MCC teridentifikasi pada pukul 16.00-23.00 UTC. Pada saat peristiwa MCC, wilayah Bangka dan Pontianak mengalami hujan ekstrem yang tercatat pada AWS Digi Stasiun Meteorologi Pontianak dengan curah hujan mencapai 43,4 mm/jam dan ARG Lubuk Besar Bangka Tengah dengan curah hujan mencapai 16,8 mm/jam. Kata kunci: mesoscale convective complex (MCC), himawari-8, MATLAB
Back to Top Top