Bakti Cendana

Journal Information
EISSN : 2622-6766
Published by: Universitas Timor (10.32938)
Total articles ≅ 80
Filter:

Latest articles in this journal

Vera Rosalina Bulu, Silvester P. Taneo, Treesly Y Adoe, Sarah Nurhabibah, Maxel Koro
Published: 31 August 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 22-26; https://doi.org/10.32938/bc.4.2.2021.22-26

Abstract:
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Memberikan sosialisasi nilai – nilai karakter dan implementasi bagi anak – anak LPKA Kota Kupang dan memberikan motivasi kepada anak–anak di LPKA Kelas I Kupang untuk terus mengimplementasikan nilai – nilai karakter dalam rangka penguatan karakter dalam diri mereka. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada dua tempat yaitu kampus B PGSD Universitas Nusa Cendana dan LPKA Kelas I Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi nilai – nilai karakter dan implementasinya yaitu metode ceramah, tanya jawab dan bermain peran. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dimana pada hari pertama dan kedua, peserta diberikan materi mengenai nilai – nilai karakter dan implementasinya sedangkan pada hari ketiga peserta diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan materi yang didapatkan pada hari pertama dan kedua dengan cara bermain peran. Berdasarkan penilaian pada hari pertama sampai dengan hari ketiga didaptkan hasil bahwa anak – anak binaan LPKA Kota Kupang mengalami peningkatan pemahaman mengenai nilai karakter dan implementasinya dalam kehidupan sehari – hari.
Nursaima Harahap
Published: 31 August 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 14-21; https://doi.org/10.32938/bc.4.2.2021.14-21

Abstract:
Story telling is a way of learning that has been used since ancient times and has become a very important learning tool. The teacher tells a story or literary work through story telling and the students do too. Morrow explained that story telling is an activity is fun and stimulates the imagination of students. The reason of teams took this theme was very well known in the North Sumatera region, especially the Mandailing Natal community and story telling was a way of learning that has been used since ancient times and has become a very important learning tool. The teacher conveys a story or literacy work through storytelling and the students do likewise. In addition to make this learning not monotonous, the teacher making groping into several groups then teacher shares English text which contains the story of Sampuraga to each group and tells the students to underline what they know the meaning of as many as 20 words in a period of 15 minutes and the teacher monitors students’ activities. After that, each group wrote down the vocabulary and meanings on the whiteboard in turn so that the students could understand the contents of the story about sampuraga.
Grandianus Seda Mada, Dicky Frengky Hanas, Lukas Pardosi, Welsiliana Welsiliana, Didi Prasetyo Benu, Marselina Theresia Djue Tea, Dira Asri Pramita, Desta Gloria Siahaan
Published: 31 August 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 1-7; https://doi.org/10.32938/bc.4.2.2021.1-7

Abstract:
Salah satu alasan sekolah masih belum dibuka secara penuh hingga kini adalah potensi terjadinya penularan melalui siswa-siswa yang berkumpul dalam waktu lama di ruang tertutup. Beberapa penelitian menunjukan bahwa menutup sekolah akan memperlambat perkembangan infeksi. Namun, langkah-langkah yang lebih luas seperti social distancing, terbukti memiliki efek pengendalian yang lebih besar. Risiko dari pembukaan sekolah akan bergantung pada seberapa baik sekolah mengendalikan penularan, misalnya dengan penggunaan masker dan membatasi okupansi. Oleh karena itu, perlu dilakukan kembali penguatan perilaku untuk mencegah penularan penyakit Covid-19 kepada siswa dan guru. Bentuk Kegiatan Pengabdian yang dilakukan adalah pembagian masker dan edukasi mengenai dampak penyakit Covid-19 kepada siswa dan guru SDK Seoam 1 Eban, Kefamenanu. Hasil dari kegiatan ini adalah para siswa dan guru dapat melakukan protokol kesehatan secara sadar dan benar yaitu melalui 3M: memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun. Kata Kunci:Covid-19, Protokol Kesehatan, Guru dan Siswa
Andriyani Afliyanti Dua Lehan
Published: 31 August 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 49-52; https://doi.org/10.32938/bc.4.2.2021.49-52

Abstract:
Abstrak Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menyelengarakan kegiatan Pelatihan Penyegaran Keterampilan Dasar Mengajar bagi guru-guru SD di Kota Kupang, selain itu juga peserta pelatihan mampu menguasai konsep keterampilan dasar mengajar guru sebagai prasyarat terlaksananya program merdeka belajar di kelas, dan peserta mampu merubah pandangan dan sikap guru yang berkarkter feodalis ke karakter guru humanisme. Adapun metede yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan praktik/simulasi langsung. hasil/temuan yang diperoleh guru belum menguasai keterampilan dasar mengajar oleh karena itu produk yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini guru-guru dapat menguasai kembali keterampilan dasar mengajar. Kata Kunci : Keterampilan dasar, Mengajar
Muhroji Muhroji, Hengki Hermawan, Frendy Sulistyo, Farida Kurniawati Utami, Muhamad Taufik Hidayat, Lina Wahyu Fatmasari
Published: 31 August 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 27-33; https://doi.org/10.32938/bc.4.2.2021.27-33

Abstract:
The aims of this community service was to provide knowledge and skills on how to make a good and interesting PowerPoint (PPT) slide. In addition, this community service also aims to provide a skill to make an educational game, and to make a teaching material from PPT by including audio and viisual. The community service at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Parakan (MIM Parakan) Karanganyar, Central Java was attended by the principal and twenty seven teachers. Before doing this community service, there are various preparations such as; ask for permission from the faculty to carry out activities, then give service permits to partner schools, prepare various needs and carry out activities that have been coordinated between the team and the partner schools. This activity was very enthusiastically followed by teachers at MIM Parakan..
Gerson Frans Bira, Paulus Klau Tahuk
Published: 28 February 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 44-51; https://doi.org/10.32938/bc.v4i1.803

Abstract:
Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah membantu kelompok tani dalam menyediakan pakan ternak ruminansia pada musim kemarau melalui teknologi pembuatan silase. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kuaken Kecamatan Noemuti Timur Kabupaten TTU selama 3 bulan. Alat dan bahan yang digunakan adalah kuesioner, drum plastik (kapasitas 150 kg), alat potong (parang), terpal, kamera dan alat tulis, hijauan gamal, lamtoro, dedak padi dan gula pasir. Metode yang digunakan adalah workshop. Serta pengisisan kuisioner yang berisi pertanyaan untuk dijawab sebelum dan sesudah diberikan ceramah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi dan memberikan respon yang positif terhadap praktik pembuatan silase, dengan dengan tingkat pemahaman mencapai 82,5%. Secara fisik, silase yang dihasilkan memenuhi kriteria silase yang baik yakni memiliki bau khas silase (asam), warna hijau kecoklatan dan bertekstur padat, pH 3,48 dengan tidak adanya jamur. Kandungan nutrisi silase yang tergolong tinggi dengan kandungan PK 10,83% dan EM mencapai 3244,56 Kkal/kg.BK; serta palatabilitas ternak terhadap silase yang tergolong tinggi. Disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan pembuatan pakan ternak berbahan dasar gamal dengan pendekatan teknologi pembuatan silase dalam mengatasi kekurangan pakan di Desa Kuaken Kecamatan Noemuti Timur Kabupaten TTU, telah dilaksanakan dengan baik dan berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan petani/peternak
Stormy Vertygo, Fainmarinat S. Inabuy2, Alfredo Kono, Ermi Ndoen, Dominggus Elcid Li
Published: 28 February 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 20-36; https://doi.org/10.32938/bc.4.1.2021.20-36

Abstract:
Dengan semakin meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), suatu metode pemeriksaan diagnostik yang dapat menganalisa sampel dalam jumlah banyak dengan waktu singkat menjadi sangat imperatif untuk dilakukan. Menyikapi hal ini, sejumlah putra-putri NTT yang tergabung dalam organisasi Forum Academia NTT (FAN) memprakarsai penerapan metode pooled-test untuk analisa diagnostik sampel COVID-19 yang diharapkan dapat mengoptimalkan program pemerintah dalam mempercepat penanganan penyakit ini di wilayah NTT. Pada Maret 2020 lalu, sebanyak 13 teknisi laboratorium (laboran) telah berhasil diseleksi yang akan ditempatkan pada Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT, khususnya untuk menjalankan prosedur analisis sampel menggunakan metode tersebut di atas. Akan tetapi, sebelum para laboran ini siap beraktivitas, diperlukan suatu pelatihan khusus yang dapat membekali mereka dengan kompetensi dan keterampilan dasar yang diperlukan. Pada Juni 2020, pelatihan Biomolekuler tahap I telah dilaksanakan yang memiliki maksud dan tujuan tersebut. Topik pelatihan yang diajarkan berupa: Pengenalan Biosafety Lab dan Biosafety Cabinet, Teknik Penggunaan Mikropipet, Teknik Analisis DNA/RNA menggunakan metode Elektroforesis, Nano-Spektrofotometer, PCR dan qPCR, serta Pengenalan metode Pooled-test. Berdasarkan hasil observasi, para peserta dianggap telah cukup menguasai berbagai teknik Biomolekuler Dasar yang diajarkan yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap hasil penanganan analisis sampel yang lebih akurat, terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Desty Rakhmawati, Cahya Giwangkara Yuliawan, Rizki Nur Armanda
Published: 28 February 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 52-61; https://doi.org/10.32938/bc.4.1.2021.52-61

Abstract:
Pada akhir tahun 2019, di Indonesia mulai muncul wabah virus corona. Virus corona adalah virus yang dapat menular ke manusia, baik bayi, anak- anak, orang dewasa, lansia, bahkan ibu hamil dan menyesui dapat terinfeksi virus corona. Ada beberapa aturan yang harus di patuhi dalam pencegahan virus corona. Salah satunya adalah wajib menggunakan masker ketika keluar dari rumah. Akan tetapi ada beberapa warga di Desa Kutasari Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas, ketika keluar rumah tidak menggunakan masker. Sehingga tujuan dari pengabdian ini, adalah memberikan edukasi terkait virus corona dan cara membuat masker tanpa menggunakan mesin jahit. Sasaran pengabdian ini adalah Ibu Dasa Wisma di Desa Kutasari Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi dan juga memberikan pelatihan membuat masker tanpa menggunakan mesin jahit. Edukasi ini disampaikan melalui media online, yaitu dengan membuatkan video pembuatan masker tanpa mesin jahit yang kemudian di bagikan ke grup WhatsApp Dasa Wisma. Hal ini dikarenakan ketika ada wabah virus corona, ada larangan untuk melakukan kerumunan. Sehingga pengabdian ini dilakukan secara online. Hasil dari program pengabdian ini diantaranya adalah ibu- ibu dapat membuat masker sendiri tanpa menggunakan mesin jahit dan ketika keluar rumah mematuhi protokol kesehatan melalui penggunaan masker.
Muhammad Ridlo Yuwono, Tasari Tasari, Septiana Wijayanti, I Wayan Angga Wijaya Kusuma, Doni Setyawan, Syams Kurniawan Hidayat
Published: 28 February 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 13-19; https://doi.org/10.32938/bc.4.1.2021.13-19

Abstract:
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melatih guru-guru matematika SMP di Kabupaten Klaten supaya dapat membuat dan mengembangkan video pembelajaran matematika yang interaktif dan konstruktif. Tim pengabdian mengajak kerja sama MGMP Matematika Kabupaten Klaten untuk melaksanakan kegiatan ini. Berdasarkan hasil suvei awal diperoleh bahwa masih sedikit guru matematika yang belum memanfaatkan dan mengembangkan video pembelajaran sebagai media pembelajaran yang interaktif dan konstruktif. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan yang dilaksanakan secara tatap muka dan secara online melalui aplikasi Google Meet. Pertemuan I dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 5 Agustus 2020 di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Widya Dharma Klaten. Pertemuan II, III dan IV dilaksanakan secara online pada 12, 19 dan 26 Agustus 2020. Kesimpulan dari kegiatan pelatihan ini adalah peserta dapat membuat dan mengembangkan video pembelajaran matematika yang interaktif dan konstruktif.
Syaharuddin Syaharuddin, Vera Mandailina, Saddam Saddam, Habib Ratu Perwira Negara, Rody Satriawan, Malik Ibrahim
Published: 28 February 2021
Bakti Cendana, Volume 4, pp 62-67; https://doi.org/10.32938/bc.4.1.2021.62-67

Abstract:
Salah satu upaya untuk minimalisasi tingkat plagiat di kalangan mahasiswa dalam menyusun tugas akhir adalah optimalisasi studi literatur dan melakukan pengecekan tingkat plagiat menggunakan aplikasi standar seperti Plagiarism CheckerX. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun tugas akhir dengan tingkat plagiasi tidak lebih dari 30%. Oleh sebab itu, sebanyak 83 mahasiswa telah mengikuti kegiatan workshop penggunaan software Plagiarism CheckerX serta dijelaskan teknik memperbaiki hasil plagiat jika lebih dari 30%. Angket merupakan alat evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa sebesar 89% mahasiswa memahami materi yang disampaikan dan memahami teknik mengecek plagiat serta memperbaiki hasil plagiat tersebut.
Back to Top Top