Jurnal Academia Praja

Journal Information
ISSN / EISSN : 2614-8692 / 2715-9124
Total articles ≅ 89
Filter:

Latest articles in this journal

Dewi Kurniasih, Yudi Rusfiana
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 380-395; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.663

Abstract:
Demokrasi menjamin rakyat dapat mengemukakan aspirasinya. Namun terkadang media penyampaian aspirasi ini masih terbatas. DPRD sebagai lembaga perwakilan di daerah dituntut menjalankan fungsi mengartikulasikan aspirasi rakyat dalam kegiatan yang disebut reses. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dan Focus of Group Discussion. Analisa data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota DPRD Kabupaten Bandung sudah melaksanakan fungsi reses dengan baik sesuai jadwal yang telah ditentukan di daerah pemilihannya masing-masing. Masyarakat mengikuti kegiatan reses secara antusias ditengah pandemi Covid-19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat. Tentu tujuan masyarakat hadir dalam kegiatan reses tersebut cukup beragam. Tersirat sebuah harapan bahwa aspirasi mereka dapat ditampung oleh anggota DPRD dan kemudian disampaikan kepada pihak yang berkepentingan membuat kebijakan. Sehingga kegiatan reses ini tidak hanya bersifat politis saja mengingat anggota DPRD bertemu konstituennya, tetapi lebih kepada bagaimana jarring aspirasi dapat diartikulasikan. Kata Kunci : Reses, Artikulasi, Aspirasi, Anggota, DPRD
Bayu Septiansyah, Lukman Munawar Fauzi, Agustina Setiawan, Zaenal Abidin As, Anceu Murniati, Wibowo Ndaruhadi, Harky Ristala
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 410-426; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.441

Abstract:
Keterlibatan Kodim 0316/Batam dalam situasi krisis kesehatan global telah dimulai sejak COVID-19 mewabah di Indonesia, mulai dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga penerapan fase adaptasi new normal. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan mendeskripsikan Peran Kodim 0316/Batam Dalam Menjaga Stabilitas Pembangunan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dalam penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan, wawancara dan penelaahan dokumen. Berdasarkan hasil penelitan dapat di simpulkan bahwa Peran Kodim 0316/Batam Dalam Menjaga Stabilitas Pembangunan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Peran Preventif dalam tindakan preventif satuan kodim sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kehidupan di era AKB dalam rangka menjaga stabilitas keberhasilan pembangunan nasional, Peran Persuasif Melalui tindakan persuasif satuan kodim dalam melakukan operasi penertiban dan penegakan disiplin masyarakat tentang kehidupan di era AKB dalam rangka menjaga stabilitas pembangunan nasional, Peran Represif Kodim 0316/Batam dalam menjaga dan memelihara kondusifitas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), melakukan pemberdayaan potensi wilayah sebagai bagian dari pembinaan dan pemberdayaan wilayah pertahanan, serta Peran Kuratif Kodim 0316/Batam sudah berjalan dengan baik.
Ashari Sakti Alim, Dian Eka Rahmawati
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 441-453; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.334

Abstract:
This paper wants to analyze how Anies Baswedan conveyed his political communication on Twitter social media. In this contemporary era, one of the most dominant political communications is social media, where political communication plays an important role because it can have an impact on political participation, political socialization. In the political field the role of social media is very important because it contributes as openness and transparency, Anies Baswedan is one of the political actors who play social media Twitter to convey political communication while increasing its popularity. In accordance with its previous political promises of integrated transportation and ok oce program. Anies is not uncommon to convey and show the development of political promises that have been running on his Twitter social media. in disseminating information through social media Twitter has proven to be very effective because many users around the world. This study uses descriptive qualitative research methods and analyzes using the help of NVIVO12 Plus software applications. The results of this study revealed that Anies Baswedan's political communication on Twitter social media was very focused on public services in DKI Jakarta. Political communication from Anies Baswedan also received a lot of responses from his followers on his Twitter account. This can be seen from the number of retweets and mentions done to Anies Baswedan. Anies Baswedan was also quite active in conveying his political communication through Twitter social media such as notifying work programs, political branding, giving political talks that were light in nature and also related to public services in DKI Jakarta. Keywords : Political Communication, Anies Baswedan, Social Media, Twitter Abstrak Tulisan ini ingin menganalisis bagaimana Anies Baswedan dalam menyampaikan komunikasi politiknya di sosial media Twitter. Pada era kontemporer ini salah satu komunikasi politik yang paling dominan adalah media sosial, dimana komunikasi politik sangat memegang peranan penting karena bisa berdampak untuk partisipasi politik, sosialisasi politik. Dalam bidang politik peran media sosial media sangat penting karena berkontribusi sebagai keterbukaan dan transparansi, Anies Baswedan adalah salah satu aktor politik yang bermain sosial media Twitter untuk menyampaikan komunikasi politik sekaligus menaikan popularitasnya. Sesuai dengan janji politiknya terdahulu yaitu transportasi terintegrasi dan program oke oce. Anies tak jarang menyampaikan dan memperlihatkan perkembangan janji politiknya yang telah berjalan di sosial media Twitter miliknya. dalam penyebaran informasi melalui sosial media Twitter sudah terbukti sangat efektif karena banyak penggunanya diseluruh dunia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan melakukan analisis dengan menggunakan bantuan aplikasi perangkat lunak NVIVO12 Plus. Hasil dari ini penelitian ini mengungkapkan bahwa komunikasi politik Anies Baswedan di sosial media Twitter sangat befokus pada pelayanan publik di DKI Jakarta. Komunikasi politik dari Anies Baswedan juga mendapatkan banyak respon dari pengikutnya di akun Twitter hal ini dapat dilihat dari jumlah Retweet dan mentions yng dilakukan kepada Anies Baswedan. Anies Baswedan juga cukup aktif dalam menyampaikan komunikasi politiknya melalui sosial media Twitter seperti memberitahukan program kerja, Branding politik, memberikan perbincangan politik yang sifatnya ringan dan juga terkait dengan pelayanan publik di DKI Jakarta. Kata Kunci : Komunikasi Politik, Anies Baswedan, Sosial Media, Twitter
Udaya Madjid, Nanda Eka Saputri
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 496-508; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.664

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif serta memberikan rekomendasi dari hasil program penghapusan 1000 jamban apung ini. Penelitian ini menggunakan teori Sondang P. Siagian. Pengukuran efektivitas program ini dapat dilihat dari : Sumber Daya, Dana, sarana dan Prasarana, Kualitas dan Kuantitas serta Waktu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Efektivitas Program Penghapusan 1000 Jamban Apung di Kecamatan Martapura Barat belum efektif karena masih terdapat beberapa kendala. Hal ini menyebabkan sungai yang ada di Sungai Martapura masih tercemar karena kebiasaan masyarakat Kecamatan Martapura Barat seperti Mandi, Cuci dan Kakus di Jamban Apung masih ada. Untuk itu pemerintah harus melakukan adanya sosialisasi secara terus menerus meskipun nantinya jamban apung tersebut sudah dihapuskan.
Mariane Olivia Delanova
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 509-524; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.414

Abstract:
Negara Amerika, Jepang dan Tiongkok selama ini dikenal sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Tidak mengherankan jika ekspor Indonesia banyak diarahkan kepada negara-negara tersebut. Akan tetapi, beberapa tahun ini nilai ekspor Indonesia terhadap negara-negara mitra dagang terbesar atau yang biasa disebut sebagai pasar non tradisional, semakin mengalami penurunan. Saat ini, berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah dengan semakin mengintensifkan diplomasi ekonomi Indonesia kepada kawasan yang selama ini belum menjadi mitra dagang Indonesia. Kawasan-kawasan tersebut diidentifikasi menjadi pasar non tradisional Indonesia. Diplomasi ekonomi Indonesia semakin intens dan fokus diarahkan kepada kawasan-kawasan yang menjadi pasar non tradisional. Salah satunya adalah kawasan Afrika. Kawasan Afrika dianggap sebagai pasar non tradisional Indonesia yang memiliki potensi besar yang belum dieksplorasi oleh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi atau pelaksanaan diplomasi ekonomi Indonesia ke kawasan Afrika untuk mencapai kepentingan ekonomi Indonesia, utamanya adalah meningkatkan ekspor Indonesia yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kesejahteraan Indonesia.
Dwi Aryanti, Eko Prasojo
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 333-357; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.445

Abstract:
Tulisan ini mengkaji fenomena manajemen pengetahuan pada organisasi sektor publik. Manajemen pengetahuan sektor publik merupakan area penelitian yang penting karena memiliki manfaat tidak hanya untuk organisasi itu sendiri namun juga kepentingan publik. Manajemen sektor publik di Indonesia merupakan bagian dari reformasi birokrasi sejak tahun 2010. Namun berdasarkan Knowledge Global Index, peringkat Indonesia masih berada dibawah rata-rata dunia. Kajian ini didasarkan pada tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan database dari Scopus. Kumpulan dari 44 sumber jurnal dianalisis dengan menyajikan gambaran komprehensif manajemen pengetahuan sektor publik selama 10 tahun terakhir yakni dari tahun 2010 hingga Februari 2021. Makalah ini menjelaskan analisis deskriptif dan analisis konten. Pada analisis deskriptif digambarkan berupa lokasi, disiplin penelitian, metodologi, karakteristik, ukuran sampel dan tematik. Hasil analisis deksriptif penelitian menemukan bahwa terdapat tema dan area yang terlalu banyak dianalisis, sementara yang lain kurang diteliti. Selain itu, perlu melakukan pendekatan metodologis yang lebih dalam untuk memperkaya literatur. Pada analisis konten dijabarkan tentang urgensi manajemen pengetahuan pada sektor publik di Indonesia dan strategi yang diperlukan oleh pemerintah Indonesia dalam penerapannya.
Wahid Noor Jayn
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 454-473; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.434

Abstract:
Penguatan peran perempuan tertuang dalam komitmen global yakni melalui Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Agenda ini merupakan upaya mengurangi ketimpangan dan ketertinggalan pembangunan dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Di Indonesia, TPB diadopsi menjadi Peraturan Presiden No 59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Keterlibatan pemerintah menjadi hal yang krusial untuk mengatur dan memberikan arahan serta memfasilitasi kepentingan masyarakat. Namun demikian, keterlibatan swasta dan lembaga non-pemerintah juga tidak dapat diabaikan. Pada tahun 2019, BMH (Baitul Maal Hidayatullah) bekerja sama dengan Forum UMKM Kabupaten Bandung Barat menginisiasi program pemberdayaan perempuan yang diberi nama Sekolah Ibu Hebat. Program ini merupakan salah satu kepedulian BMH terhadap kaum perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui pembekalan pelatihan dan keterampilan hingga memberikan bantuan modal usaha. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penulis menemukan bahwa program pemberdayaan sosial-ekonomi yang dimotori oleh lembaga non-pemerintah ini memiliki tujuan yang sejalan dengan agenda TPB khususnya pemberdayaan perempuan dan ekonomi mikro dan bermuara pada semangat kolaborasi dan kemitraan (partnership). Menariknya, para pihak yang terlibat dalam kegiatan ini justru tidak menyadari bahwa mereka telah menerapkan--sekurang-kurangnya--agenda TPB
Ade Priangani, Kunkunrat Kunkunrat, Rangga Ms Saputra
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 317-332; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.519

Abstract:
Sejak reformasi China yang dilakukan oleh Deng Xiaoping pada tahun 1978 dan dilanjutkan oleh Xi Jinping yang lebih aktif pada tahun 2013, dengan membentuk jalur ekonomi sutra baru Belt and Road Initiative (BRI) dengan tujuan menciptakan kerjasama dan interdependensi serta harmoni pada tatanan kawasan Asia-Pasifik dan Global. Landasan BRI ini adalah salah satu bentuk romantisasi sejarah pada masa dinasti Han dengan jalur ekonomi sutra lama. Akan Tetapi kepentingan BRI terhadap negara-negara partner menjadi ancaman tersendiri dengan adanya �Debt trap� atau jebakan Utang yang dilakukan oleh China alih-alih bantuan infrastuktur. Sehigga BRI adalah salah satu model �Tributary system� gaya baru ala Dinasti Ming-Qing yang dimana jebakan utang adalah salah satu pengabdian diri pada China sebagai negara inti. Hasil analisis menjelaskan bahwa pengaruh terhadap Timor Leste menjadi ancaman dengan meningkatnya utang sebesar 13 persen pada tahun 2016, namun dibantah oleh Timor Leste dan China sendiri yang dimana jebakan utang adalah konstruksi subjektivitas dari kekhawatiran AS dan sekutu terhadap dominasi China.
Yusep Ginanjar, I Wayan Aditya Harikesa
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 396-409; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.465

Abstract:
Sesuai dengan tujuan Millenium Development Goals (MDGs) dari United Nation nomor sekian tentang �Air Minum dan Sanitasi�, Pemerintah Kota Cimahi melakukan kerjasama dengan Pihak Australia untuk mengimplementasikan pengadaan air bersih yang lebih terstruktur. Kerjasama yang dilakukan oleh kedua pihak ini disebut dengan Infrastructure Grants For Sanitation meliputi drainase, pembangunan sektor limbah, dan juga pentahapan sistem air limbah domestik. Dengan adanya pengimplementasian pengadaan air bersih ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di Kota Cimahi.
Zahra Mahreva Basuki, Rizky Juda Putra Hidayat, Puji Susilo Asih, Iradhad Taqwa Sihidi
Jurnal Academia Praja, Volume 4, pp 474-495; https://doi.org/10.36859/jap.v4i2.485

Abstract:
The rice import plan to be carried out by the Indonesian government is a very interesting issue to discuss considering that Indonesia is known as an agricultural country. Based on data shown by BPS in 2017, around 29.76% of Indonesia's population works as farmers. This means that when rice import activities are carried out, the welfare of 31.68 million people (farmers) will experience a decline. This study aims to analyze the Indonesian government's plan to import 1 million tonnes of rice, from the perspective of the community that is broadcast on the data and analysis on social media. Meanwhile, data and social media analysis can be seen on (Twitter) obtained through Drone Emprit in the period 13-19 March 2021. The results found based on the data displayed by Drone Emprit show that the issue or plan to import 1 million tons of rice is an inviting policy. many pros and cons in society. The policy for rice imports is strongly rejected by the majority of Twitter people because farmers will enter the main harvest, which is when rice imports continue, what happens is a decrease in the selling price of rice from farmers. And as a result, the farmers will experience a lot of losses.
Back to Top Top