Journal of Holistics and Health Science

Journal Information
EISSN : 2686-3812
Published by: Universitas Ngudi Waluyo (10.35473)
Total articles ≅ 64
Filter:

Latest articles in this journal

Ratna Yunita, Agitya Resti Erwiyani
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 131-137; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.121

Abstract:
Indonesia is a tropical country located at the equator and allows exposure to high intensity sunlight. Sunlight contains UV A, UV B and UV C which can penetrate and damage skin DNA. One way to prevent this is to use sunscreen. The purpose of this study was to evaluate the level of knowledge about sunscreen and the dangers of exposure to UV rays as well as the use of sunscreen in students of the Faculty of Health, Ngudi Waluyo University. This study uses descriptive research with a quantitative approach. The number of samples used was 83 respondents who met the inclusion criteria. The sampling technique used non-random sampling. The research instrument used an online google form questionnaire. Data analysis using excel and SPSS vs. 21 with a confidence level of 10%. The respondent's characteristic category has the most results, namely age 21 years (60.24%), Pharmacy study program (33.74%). The level of knowledge about sunscreen is in the good category (78.63%). The use of sunscreen on students of the Faculty of Health, Ngudi Waluyo University is in the sufficient category (68.91%). The level of knowledge about the dangers of exposure to UV rays is in the good category (87.22%). The level of knowledge of students from the Faculty of Health, Ngudi Waluyo University about sunscreen and the dangers of UV exposure is in the good category, while the use of sunscreen is in the sufficient category.ABSTRAK Indonesia merupakan negara tropis yang terletak di garis khatulistiwa dan memungkinkan terpapar sinar matahari dengan intensitas yang tinggi. Sinar matahari mengandung UV A, UV B dan UV C yang dapat menembus dan merusak DNA kulit. Salah satu upaya pencegahannya dengan menggunakan sunscreen. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan tentang sunscreen dan bahaya paparan sinar UV serta penggunaan sunscreen pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling menggunakan non-random sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuisioner online google form. Analisis data menggunakan excel dan SPSS vs. 21 dengan taraf kepercayaan 10%. Kategori karakteristik responden mempunyai hasil yang terbanyak yaitu umur 21 tahun (60,24%), program studi Farmasi (33,74%). Tingkat pengetahuan tentang sunscreen masuk kategori baik (78,63%). Penggunaan sunscreen pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo masuk kategori cukup (68,91%). Tingkat pengetahuan tentang bahaya paparan sinar UV masuk kategori baik (87,22%). Tingkat pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo tentang sunscreen dan bahaya paparan sinar UV masuk dalam kategori baik, sedangkan penggunaan sunscreen masuk kategori cukup.
Tika Setiani, Siti Haryani
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 123-130; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.109

Abstract:
Ineffective breastfeeding is a condition where the mother and baby experience dissatisfaction or difficulty in breastfeeding. The impact of ineffective breastfeeding for the mother is causing breast milk damming, mastitis, and breast abscess, while the impact on the baby will affect the baby's growth and cause jaundice. This writing aims to provide a description or description of ineffective breastfeeding management in patients with spontaneous post partum indications of premature rupture of membranes in Kebondowo-Banyubiru Village. This type of descriptive research with a case study approach in the form of assessment, data analysis, formulating nursing diagnoses, nursing planning, and evaluation in the handling of breastfeeding is not effective. The population is post partum patients with ineffective breastfeeding problems. Sampling technique with non- probability sampling with a sample of 1 person. Ineffective breastfeeding management was performed for 3 days in the patient. With data collection techniques using interviews, physical examination and observation. Then a nursing plan is carried out, namely breastfeeding education and lactation counseling. The final result was that the patient's milk had come out and the baby did not cry while feeding. Based on the nursing actions taken, it can be concluded that ineffective breastfeeding can be overcome. It is hoped that health agencies can provide leaflets and posters to provide health education to visitors about ineffective breastfeeding in post partum patients.ABSTRAK Menyusui tidak efektif merupakan suatu kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesulitan pada saat menyusui. Dampak dari menyusui tidak efektif bagi ibu yaitu menyebabkan bendungan ASI, mastitis, dan abses payudara, sedangkan dampak bagi bayi akan mempengaruhi pertumbuhan bayi dan menyebabkan ikterus. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambaran tentang pengelolaan menyusui tidak efektif pada pasien dengan post partum spontan indikasi ketuban pecah dini di Desa Kebondowo-Banyubiru. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus berupa pengkajian, analisis data, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan, dan evaluasi dalam penanganan menyusui tidak efektif. Populasi adalah pasien post partum dengan masalah menyusui tidak efektif. Teknik pengambilan sampel dengan non probability sampling dengan sampel 1 orang. Pengelolaan menyusui tidak efektif dilakukan selama 3 hari pada pasien. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pemeriksaan fisik dan observasi. Kemudian dilakukan rencana keperawatan yaitu edukasi menyusui dan konseling laktasi. Didapatkan hasil akhir ASI pasien sudah keluar dan bayi tidak menangis saat menyusu. Berdasarkan tindakan keperawatan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan menyusui tidak efektif dapat teratasi. Diharapkan instansi kesehatan dapat menyediakan leaflet dan poster untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada pengunjung mengenai menyusui tidak efektif pada pasien post partum.
Indah Nurmala Sari, Ari Widyaningsih
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 82-91; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.117

Abstract:
Rupture perineum is a  laceration that occurs in the perineum when the baby is born either spontaneously or by action. The tear of the perineum occurs in the middle line of the perineum and can expand when the head of the fetus is born very quickly. Perineal tearing is common in mothers who give birth to their first child. Birth canal tears should be treated immediately because they can cause bleeding in small amounts and can also be very much. The risk that arises from a tear is bleeding. Perineal tearing can be overcome by doing a tailoring that has a laceration to the perineum so that the perineum can recombine and stop bleeding. This study aims to find out the relationship of parity and the weight of babies born with the incidence of rupture perineum in normal labor" In this study using quantitative research methods with a cross-sectional approach Population in this study are all mothers who gave birth normally in January - December 2020 recorded in the register partus book in PMB Sri Marya Gorecty, S.Tr.Keb  number of maternity mothers as many as  84  people. The sampling technique used is purposive sampling. The analysis in this study uses  univariate  and  bivariate analysis. The results of this study showed the results of the Chi Square parity test on the incidence of rupture perineum obtained p-value 0.000 <0.05 and OR value 10.18,  Chi Square test of birth weight to the incidence of rupture perineum obtained p-valeu 0.627 and OR value 2.45. Thereis a relationship between parity and rupture perineum, there is no relationship between the weight of the baby born and the incidence of rupture perineum in PMB Sri Marya Gorecty, S.Tr.Keb in 2020. The need for a more in-depth study of other factors related to rupture perineum with other variables that have not been previously disclosed so that results are obtained more broadly and in-depth.ABSTRAK Rupture perineum merupakan laserasi yang terjadi pada perineum ketikan bayi dilahirkan baik secara spontan maupun dengan tindakan. Robekan perineum umunterjadi dibagian garis tengah perineum dan dapat meluas apabila kepala janin lahir sangat cepat. Robekan perineum umum terjadi pada ibu yang melahirkan anak pertama. Robekan jalan lahir harus segera diatasi karena dapat menyebabkan perdarahan dalam jumlah yang sedikit dan bisa juga sangat banyak. Resiko yang timbul akibat robekan adalah perdarahan. Robekan perineum dapat diatasi dengan cara melakukan penjahitan yang mengalami laserasi pada perineum sehingga perineum dapat menyatu kembali dan menghentikan perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan berat badan bayi lahir dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal”. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan normal pada bulan januari – desember 2020 yang tercatat dalam buku register partus di PMB Sri Marya Gorecty, S.Tr.Keb jumlah ibu bersalin sebanyak 84 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil uji Chi Square paritas terhadap kejadian rupture perineum diperoleh p-value 0,000 <0,05 dan nilai OR 10,18, uji Chi Square berat badan bayi lahir terhadap kejadian rupture perineum diperoleh p-valeu 0,627 dan nilai OR 2,45. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian rupture perineum , tidak ada hubungan antara berat badan bayi lahir dengan kejadian rupture perineum di PMB Sri Marya Gorecty, S.Tr.Keb tahun 2020. Perlunya suatu penelitian lebih mendalam tentang factor – factor yang lain yang berhubungan dengan rupture perineum dengan variable lain yang belum diungkapkan sebelumnya sehingga didapatkan hasil yang lebih luas dan mendalam.
Dian Oktianti, Dian Intan Kusuma Wardhany
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 20-27; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.132

Abstract:
Hypertension is one of the biggest causes of morbidity in the world and is often referred to as the silent killer. Data from the World Health Organization (WHO) in 2015 showed that the prevalence of hypertension in the world reached around 1.13 billion individuals. Hypertensive patients require long-term therapy to improve their quality of life. The purpose of this study was to evaluate the appropriateness of the use of antihypertensive drugs at the Rasau Jaya Health Center in 2021. This research is descriptive non-experimental, with data collection by accidental sampling and descriptive data analysis. The inclusion criteria of this study were outpatients with the main diagnosis of hypertension listed in the medical record at the Rasau Jaya Health Center, adult patients 26 years - 65 years without comorbidities. The exclusion criteria for this study were: medical record data was incomplete and contained important data. Data was taken based on medical record data with a sample of 100 patients. Based on the results of the study showed that the highest prevalence of antihypertensive use was in the female sex as much as 68%, the age 46-60 years as much as 75%. The use of single drugs as much as 68% of the most widely used is amlodipine class Calcium Channel Blocker (CCB).Conclusion: The right indication is 100%, the right drug is 63%, the right patient reaches 100% and the right dose is in accordance with the JNC 7 guidelines as much as 94%.ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyebab morbiditas terbessar di dunia dan sering disebut sebagai silent killer. Data World Health Organization (WHO) 2015 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di dunia mencapai sekitar 1,13 miliar individu. Pasien hipertensi memerlukan terapi jangka panjang untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Rasau Jaya pada tahun 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental, dengan pengambilan data secara accidental sampling dan analisis data secara deskriptif. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien rawat jalan dengan diagnosis utama hipertensi yang tertera pada rekam medik di Puskesmas Rasau Jaya, pasien dewasa 26 tahun – 65 tahun tanpa penyakit penyerta. Kriteria ekslusi dari penelitian ini adalah: data rekam medis tidak lengkap dan memuat data penting. Data diambil berdasarkan data rekam medik dengan jumlah sampel sebanyak 100 pasien. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penggunaan antihipertensi tertinggi yaitu pada jenis kelamin perempuan sebanyak 68%, usia 46-60 tahun sebanyak 75%. Penggunaan obat tunggal sebanyak 68% yang paling banyak digunakan adalah amlodipin golongan Calsium Channel Blocker (CCB). Kesimpulan: Tepat indikasi sebanyak 100%, tepat obat sebanyak 63%, tepat pasien mencapai 100% dan tepat dosis sudah sesuai dengan pedoman JNC 7 sebanyak 94%.
Carollyn Dizzy Sagita, Luvi Dian Afriyani
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 28-40; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.119

Abstract:
The Card Towards Health (KMS) is a tool to find out the progress of growth and nutritional status of toddlers in Indonesia. In this era of the Covid-19 pandemic, there are problems when carrying out posyandu activities. The problem that occurs is that step 4 is not implemented. This is due to the lack of understanding of cadres on growth charts and the lack of information facilities regarding monitoring of child growth and development due to the shortened duration of Posyandu activities and improper implementation during the Covid-19 period. Methods This research is a descriptive study with a quantitative approach. The population of this study was all posyandu cadres with a total of 20 people. The sampling technique in this study was total sampling with a sample size of 20 respondents. The instrument used is a questionnaire using univariate analysis. Research results and functioning of research results. Lack of knowledge (85%) and a small portion of good knowledge (15%), changing behavior in how to care for and feed children and provide advice on feeding recommendations according to age group with good knowledge (100.0%), signs of sick toddlers and undernourished children under five with good knowledge (100.0%). Conclusions from the description of the knowledge of cadres about the interpretation of the growth chart of toddlers in Losari Kidul Village most of them already have good knowledge (100%). It is hoped that the Posyandu staff will develop facilities such as media leaflets, posters about the causes of not gaining weight such as lack of protein-energy, lack of vitamin A intake, lack of breastfeeding, and how to feed children according to age group. In addition, cadres need to be given training or socialization from the puskesmas so that they can increase the knowledge of cadres about the causes of not gaining weight.ABSTRAK Kartu Menuju Sehat (KMS) merupakan alat untuk mengetahui kemajuan pertumbuhan dan status gizi balita di Indonesia Di era pandemic Covid-19 ini terdapat masalah pada saat melakukan kegiatan posyandu. Permasalahan yang terjadi yaitu pada langkah ke 4 tidak dilaksanakan dengan baik. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman kader pada grafik pertumbuhan dan kurangnya fasilitas informasi mengenai pemantauan tumbuh kembang anak karena durasi kegiatan Posyandu yang dipersingkat dan pelaksanaan yang tidak tepat selama masa covid-19. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh kader posyandu dengan jumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan besar sampel sebanyak 20 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan kader tentang interpretasi grafik pertumbuhan dengan pengetahuan baik (100%), grafik pertumbuhan balita dengan pengetahuan baik (100%), penyebab berat badan tidak naik sebagian besar pengetahuan kurang (85%) dan sebagian kecil berpengetahuan baik sebanyak (15%), mengubah perilaku cara merawat dan memberi makan anak serta memberikan nasehat tentang anjuran pemberian makan sesuai golongan umur dengan pengetahuan baik (100,0%), tanda-tanda balita sakit dan balita gizi kurang dengan pengetahuan baik (100,0%). Simpulan dari Gambaran pengetahuan kader tentang interpretasi grafik pertumbuhan balita di Desa Losari Kidul sebagian besar sudah memiliki pengetahuan baik (100%). Diharapkan kepada para keder posyandu agar mengembangkan sarana seperti media lefleat, poster tentang penyebab berat badan tidak naik seperti kurangnya energi protein, kurangnya asupan Vitamin A, kurangnya pemberian ASI dan cara pemberian makan pada anak sesuai golongan usia. Selain itu kader perlu diberikan pelatihan atau sosialisasi dari pihak puskesmas agar dapat menambah pengetahuan terhadap kader mengenai penyebab berat badan tidak naik.
Vionica Citra Dewi, Richa Yuswantina
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 138-145; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.137

Abstract:
Drug storage is a pharmaceutical job in which the activities of regulating pharmaceutical supplies according to predetermined requirements are accompanied by an information system that always guarantees the availability of pharmaceutical supplies. The purpose of this study was to get an overview of drug storage and to know the evaluation of drug storage in the pharmacy warehouse of the Mangunsari Health Center in Salatiga city based on the Minister of Health Regulation No. 74 of 2016.The research design used a descriptive method with observations of the research object and direct interviews. Collecting data by filling out the check list sheet indicators based on the results of observations and interviews. The data is presented in the form of a check list table and then analyzed by comparing the drug storage indicators with the actual situation.The results of this study show that the percentage of storage parameters for warehouse requirements is 92.8%, the percentage of drug storage parameters is 100%, and the percentage of storage parameters for the stok card recording system is 100%.Based on the results of the research on evaluation of drug storage in the warehouse of the Mangunsari Health Center, Salatiga City, it is in accordance with Minister of Health Regulation No. 74 of 2016 on drug storage parameters and stok card recording systems.ABSTRAK Penyimpanan obat merupakan pekerjaan kefarmasian dimana kegiatan pengaturan pembekalan farmasi menurut persyaratan yang telah ditetapkan disertai dengan sistem informasi yang selalu menjamin ketersediaan perbekalan farmasi. Tujuan pada penelitian ini untuk mendapatkan gambaran penyimpanan obat dan mengetahui evaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi Puskesmas. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengamatan terhadap objek penelitian dan wawancara langsung. Pengumpulan data dengan cara mengisi indikator lembar chek list berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara. Data disajikan dalam bentuk tabel chek list kemudian dianalisa dengan cara membandingkan indikator penyimpanan obat dengan keadaan sebenarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran bahwa persentase parameter penyimpanan persyaratan gudang 92,8% persentase parameter penyimpanan obat 100%, dan persentase parameter penyimpanan sistem pencatatan kartu stok 100% Berdasarkan hasil penelitian evaluasi penyimpanan obat di gudang Puskesmas Mangunsari Kota Salatiga sudah sesuai dengan Permenkes No 74 Tahun 2016 pada parameter penyimpanan obat dan sistem pencatatan kartu stok.
Fatimah Zahra, Lintang Puspita Prabarini
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 75-81; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.131

Abstract:
Corona virus is a virus that spreads and has a tremendous impact not only in Indonesia but also throughout the world. The government started to carry out vaccines simultaneously to prevent the transmission of covid 19. Self efficacy motivates and improves and changes people's behavior to carry out the covid 19 vaccine. The purpose of the study was to determine the relationship between self efficacy and the covid 19 vaccine in the community in Malang. This type of research is cross sectional. The sampling technique used is simple random sampling. Bivariate analysis using Spearman's rho. The results showed that 7 (6.4%) respondents did not get the covid 19 vaccine. A total of 78 (71%) respondents had high self-efficacy and 32 (29%) respondents had low self-efficacy. The results of the Spearman's rho p value (0.000) which showed a significant relationship between self-efficacy and community behavior to administer the COVID-19 vaccine. ABSTRAK Virus corona merupakan virus yang menyebar dan menimbulkan dampak yang luar biasa tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Pemerintah memulai untuk melakukan vaksin secara serentak untuk mencegah penularan covid 19. Self efficacy memberikan motivasi dan meningkatkan serta merubah perilaku masyarakat untuk melakukan vaksin covid 19. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan self efficacy terhadap vaksin covid 19 pada masyarakat di Malang. Jenis penelitian ini cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis bivariat menggunakan Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 (6,4%) responden tidak melakukan vaksin covid 19. Sebanyak 78 (71%) responden memiliki self efficacy tinggi dan 32 (29%) responden memiliki self efficacy rendah. Hasil uji Spearman's rho p value (0,000) yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self efficacy terhadap perilaku masyarakat untuk melakukan vaksin covid 19. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan self efficacy pada masyarakat di walayah Malang untuk melakukan vaksin covid 19
Damar Adi Prasetyo, Rissa Laila Vifta
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 192-201; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.143

Abstract:
Ginger is a medicinal plant that is used as a traditional medicine that has developed rapidly. Zingiber officinalevarRubrum is used as traditional medicine because it contains 6-gingerol, 6-shogol, zingerone, phenolics and flavonoids that function as immunodulators, antioxidants, anti-inflammatory, antipyretic and analgesics. The purpose of this study was to analyze the effect of the extraction method on the total flavonoid content of red ginger extract with routine comparisons and quercetin. This research used maceration, reflux, and soxhlet extraction methods with routine and quercetin as a standart. Variations of extraction methods were carried out to compare the total flavonoid content produced from each extraction method.  The results showed that the yield obtained was 8.08% maceration extraction, 3.5% reflux, and 6.8% soxhletation. The results were obtained with the content of flavonoid compounds from each red ginger extract with comparison of quercetin, namely maceration, reflux, and soxlet respectively of 141.379 mgQE/g, 158.466 mgQE/g, and 174.971 mgQE/g. Total flavonoids with routine comparisons obtained results of 92.497 mgRE/g, 100.166 mgRE/g, and 125.732mgRE/g respectively for extracts from maceration, reflux, and soxlet. ABSTRAK Jahe merupakan tanaman obat yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung 6-gingerol, 6-shogol, zingerone, fenolat dan flavonoid berfungsi sebagai imunodulator, antioksidan, antiinflamasi, antipiretik dan analgesik. Penarikan senyawa metabolit sekunder pada jahe menggunakan metode yang sesuai dapat meningkatkan aktivitas farmakologisnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar flavonoid total ekstrak jahe merah dengan pembanding kuersetin dan rutin. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi, refluks, dan soxhletasi dengan pembanding kuersetin dan rutin. Variasi metode ekstraksi dilakukan untuk membandingkan kadar flavonoid total yang dihasilkan dari masing masing metode ekstraksi. Hasil penelitian diperoleh rendemen ekstraksi maserasi 8,08%, refluks 3,5%, dan soxhletasi 6,8%. Hasil diperoleh dengan kandungan senyawa flavonoid dari masing masing ekstrak jahe merah dengan pembanding kuersetin yaitu maserasi, refluks, dan soxlet berturut-turut sebesar 141,379 mgQE/g, 158,466 mgQE/g, dan 174,971 mgQE/g. Flavonoid total dengan pembanding rutin diperoleh hasil berturut turut sebesar 92,497 mgRE/g, 100,166 mgRE/g, dan 125,732mgRE/g untuk ekstrak dari maserasi, refluks, dan soxlet.
Fitria Endah Purwani, Siti Nuryaningsih, Sri Hastuti
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 92-100; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.122

Abstract:
A new virus emerged at the end of 2019 called SARS-Cov-2 called Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). According to the Indonesian Obstetrics and Gynecology Association, 13.7% of pregnant women are more easily infected with Covid-19, compared to those who are not pregnant (Wijaya, C, 2020). Prevention of pregnant women from being infected with Covid 19 is very important because pregnant women have a higher risk (POGI, 2020).  knowing the behavior of 5M during the pandemic in pregnant women at the Budi Kemuliaan General Hospital.Descriptive method. The population of this study was pregnant women who made a pregnancy check-up visit at Budi Kemuliaan General Hospital, the data was taken and considered to be representative of 92 pregnant women. Univariate and bivariate analysis techniques used a questionnaire as a measuring tool. shows that most of the behavior of pregnant women in implementing 5M always apply 5M, namely 76 people (82.6%), most of the knowledge level of pregnant women is good, namely 85 people (92.4%), the last education level of pregnant women is the majority of high school / equivalent amounted to 49 people (53.3%), the majority of pregnant women's environmental support is very supportive in the effort to implement 5M behavior, which is 79 people (85.9%). There is a significant relationship between the level of knowledge (p value = 0.000) and environmental support availability of facilities (p value = 0.000) with the behavior of 5M pregnant women. There is no significant relationship between the last education of pregnant women (p value = 0.239) and 5M behavior during the Covid-19 pandemic. Which can be influenced, such as differences in perceptions, the individual takes preventive measures (Pratiwi, 2020). ABSTRAK Virus baru muncul pada akhir tahun 2019 yang disebut dengan SARS-Cov-2 disebut Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Menurut Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia 13,7% perempuan hamil lebih mudah terinfeksi Covid-19, dibandingkan mereka yang tidak hamil (Wijaya, C, 2020). Pencegahan ibu hamil untuk terinfeksi Covid 19 sangat penting karena Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi (POGI, 2020). Mengetahui perilaku 5M selama masa pandemi pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Budi Kemuliaan. Metode deskriptif, populasi penelitian ini ibu hamil yang melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan di RSU Budi Kemuliaan, data diambil dan dianggap mewakili sebanyak 92 ibu hamil. Teknik analisis univariat dan bivariat menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Menunjukan bahwa sebagian besar perilaku ibu hamil dalam penerapan 5M ialah selalu menerapkan 5M yaitu 76 orang ( 82,6%), sebagian besar tingkat pengetahuan ibu hamil baik yaitu 85 orang (92,4%), tingkat pendidikan terakhir ibu hamil mayoritas SMA/Sederajat berjumlah 49 orang (53,3%), dukungan lingkungan ibu hamil mayoritas sangat mendukung dalam upaya penerapan perilaku 5M yaitu berjumlah 79 orang (85,9%). Ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p value = 0,000) dan dukungan lingkungan ketersediaan ketersediaan fasilitas sarana (p value = 0,000) dengan perilaku 5M ibu hamil. Tidak ada hubungan signifikan antara pendidikan terakhir ibu hamil (p value = 0,239) dengan perilaku 5M pada masa pandemi Covid-19. Hal dapat dipengaruhi seperti adanya perbedaan persepsi, individu tersebut untuk melakukan upaya pencegahan (Pratiwi, 2020).
Lita Desi Isnaeni, Elisa Ulfiana, Yuniarti
Journal of Holistics and Health Science, Volume 4, pp 101-109; https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.135

Abstract:
Premenopausal syndrome is experienced by women almost all over the world, such as 70-80% of women in Europe, 60% of women in America, 57% of women in Malaysia, 18% of women in China, and 10% of women in Japan and Indonesia. Indonesia's population is estimated at 240-250 million, there are about 30-40 million elderly women, where every year the anxiety rate is increasing, the prevalence of anxiety (anxiety) in Indonesia ranges from 2-5% of the general population or 7-16% of the population. all people with mental disorders. The purpose of this study was to determine the relationship between characteristics and level of knowledge on anxiety in pre-menopausal women in Selomanik Village, Kaliwiro District. This research was conducted in Selomanik Village, Kaliwiro District, using correlation analytic with cross sectional time approach. Sampling technique with stratified random sampling. Data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square statistical test. The results of the bivariate test showed that there was a relationship between characteristics and knowledge with pre-menopausal women's anxiety as evidenced by the p value < 0.05. The results of this study are expected that women who will experience menopause are calmer/ less anxious if they experience menopause symptoms and are more prepared to face menopause.ABSTRAK Sindrom pre menopause banyak dialami oleh wanita hampir diseluruh dunia, seperti 70-80% wanita di Eropa, 60% wanita di Amerika, 57% wanita di Malaysia, 18% wanita di Cina, dan 10% wanita di Jepang dan Indonesia, dari seluruh jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan sebesar 240-250 juta, terdapat sekitar 30-40 juta wanita lansia, dimana setiap tahunnya angka kecemasan semakin meningkat, prevalensi keadaan kecemasan (anxietas) di Indonesia berkisar antara 2-5% dari populasi umum atau 7-16% dari semua penderita gangguan jiwa. Tujuan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik dan tingkat pengetahuan terhadap kecemasan pada wanita pre menopause di Desa Selomanik, Kecamatan Kaliwiro. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan stratifed random sampling.Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistic chi-square. Hasil uji bivariat menunjukkan ada hubungan antara karakteristik dan pengetahuan dengan kecemasan wanita pre menopause dibuktikan dengan hasil p value < 0.05. Hasil penelitian ini diharapkan bahwa wanita yang akan mengalami menopause lebih tenang/ tidak cemas jika mengalami gejala menopause dan lebih siap menghadapi menopause.
Back to Top Top