Jurnal Rekayasa Mesin

Journal Information
ISSN / EISSN : 1411-6863 / 2540-7678
Published by: Politeknik Negeri Semarang (10.32497)
Total articles ≅ 100
Filter:

Latest articles in this journal

Eko Saputra, Rifky Ismail, Jamari Jamari
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 265-271; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2849

Abstract:
Cover body merupakan salah satu komponen sepeda motor yang berfungsi sebagai penutup rangka agarterlihat rapi dan sebagai pelindung bagian rangka dan kelistrikan dari kotoran maupun air. Cover body terbuat dari material polypropylene. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada cover body berupa fracture (patah). Tujuan dari paper ini adalah untuk mengetahui penyebab fracture pada cover body sepeda motor Suzuki Smash 110 cc tahun pembuatan 2015. Dua metode analisa kegagalan yang digunakan adalah metode kaji literature dan metode elemen hingga dengan bantuan software FE ABAQUS. Hasil yang diperoleh dari kaji literatur adalah bahwa material polypropylene dapat mengalami kegagalan creep yang dipengaruhi akibat adanya fluktuatif temperatur dan adanya cyclic loading (fatigue), sedangkan hasil simulasi didapatkan letak lokasi konsentrasi tegangan yang terjadi akibat pembebanan statik sebagai pengganti cyclic loading. Kesimpulan dari penelitian ini adalah patah cover body disebabkan oleh perubahan fluktuatif temperatur dan adanya cyclic loading yang merupakan faktor penyebab kegagalan creep terhadap material polypropylene. Kombinasi antara creep dan konsentrasi tegangan akan menyebabkan initial crack yang kemudian terjadi proses crack propagation dan berakhir dengan terjadinya fracture.
Muhamad Sukis, Rusnaldy Rusnaldy, Paryanto Paryanto, Natalino Fonseca D.S. Guterres
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 157-164; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2428

Abstract:
Pengecoran logam di Indonesia sangat diperlukan di industri manufaktur, salah satu faktor yang sering terjadi adalah proses pemilihan material awal pada pengecoran, terutama mengetahuai unsur yang terkandung didalam baja scrap. Salah satu metode untuk mengetahui kandungan karbon pada baja scrap adalah metode spark testing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakterisasi spark pada proses gerinda melalui identifikasi jenis baja scrap berdasarkan panjang spark, sudut spark dan sudut kontak spark. Dimensi dari sampel meliputi 100x50x10 mm, sudut pemakanan adalah 75ᵒ dengan grit size batu gerinda yaitu 36, 60 dan 80. Penekanan menggunakan gaya gravitasi dari spesimen itu sendiri selama 30 detik. Perbedaan volume stream dan bentuk karakterisasi spark dipengaruhi oleh kandungan komposisi kimia baja dan grit batu gerinda. Dengan menggunakan metode ini dapat mempermudah identifikasi awal baja scrap sebelum dilakukan pengecoran logam, sehingga hasil yang didapat adalah material dengan kandungan karbon lebih tinggi menghasilkan sudut spark melebar, kemudian sudut kontak akan mengecil dan ukuran spark semakin pendek. Kandungan karbon 0,54%C telah menghasilkan pancaran burst lebih banyak. Menggunakan ukuran batu gerinda 80 grit (fine) telah menghasilkan jarak pada pancaran burts terjadi melebar di semua material.
Kardiman Kardiman, Najmudin Fauji
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 172-180; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2461

Abstract:
Elektroplating merupakan proses pengendapan ion-ion pada suatu logam dasar katoda pengendapan katoda terjadi karena perpindahan ion-ion bermuatan listrik dari anoda dengan perantara larutan elektrolit, terjadi terus menerus pada tegangan konstan sehingga terjadi pengendapan dan menempel pada logam. Mesin yang digunakan pada penelitian ini merupakan mesin yang telah dibuat sebelumnya, kapasitas tangki 50 liter larutan elektrolit dan tegangan yang dihasilkan sebesar 24 volt dan arus sebesar 50 ampere. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh besar arus listrik 2,3 ampere, serta lama waktu pencelupan 10,20, dan 25 menit terhadap nilai kekerasan dan laju korosi. Dari hasil penelitian, foto makro terlihat bahwa pada proses pencelupan 10 menit nikel yang menempel masih kurang rata dan terlihat masih belum sempurna serta sedikit kasar, waktu peceleupan 20 menit terlihat bahwa nikel yang menempel sudah merata dan permukaan spesimen lebih halus. Hasil pengujian kekerasan terendah terjadi pada kuat arus elektroplating 2 ampere dengan lama pencelupan 25 menit sebesar 16.33 HRc dan nilai kekerasan tertinggi dihasilkan pada kuat arus 3 ampere dengan pada pencelupan 25 menit. Hasil pengujian laju korosi paling tinggi terjadi pada raw material yaitu 2424.25 mmpy sedangakan nilai laju korosi terendah adalah 1385.28 mmpy dengan lama pencelupan 25 menit dan kuar arus 3 ampere.
Fahrudin Fahrudin, Fitri Wahyuni, Dini Oktavitasari
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 218-224; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2555

Abstract:
Wind is an alternative energy that is environmentally friendly and sustainable. Therefore, we need a type of wind turbine that can receive wind from all directions. The crossflow type vertical axis wind turbine has a high torque coefficient at a low tip speed ratio. The purpose of this study was to determine the effect of the number of blades on the performance of the vertical axis crossflow wind turbine. The experimental test was carried out by varying the number of blades. The configuration is analyzed using the experimental wind tunnel test scheme which has been modified in the section test section. The results showed that the number of blades 16 has a power coefficient ( ) = 0.23 tip speed ratio (TSR) = 0.42 at a wind speed of 4 m / s.
Rusnaldy Rusnaldy, Yusuf Umardani, Diva Tsamara Putra, Jovian Bernard
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 200-209; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2523

Abstract:
Austempered ductile iron (ADI) is a difficult material for machining, even though ADI is believed to have several advantages such as strength, ductility, high toughness, fatigue resistance, good dynamic wear resistance, has a good strength-to-weight ratio, easy to manufacture and easy to cast that causes it to be widely used in various applications. This study investigates the effect of milling parameters on surface rougness and chip thickness ratio on milling of ADI. To produce ADI, ductile irons were first austenitized in furnace at 900oC for 1 hour and then they were quenched in salt bath at 375oC for 1 hour. The work material was machined with uncoated carbide tool. The tool was 20 mm in diameter. The cutting experiments were carried out in the dry mode. The feed was varied from 0.05 to 0.1 mm/tooth for cutting speed ranging from 15 m/min to 25 mm/min and depth of cut ranging from 0.1 mm to 0.3 mm. The surface roughness was measured using the Mitutoyo SJ-201, surface roughness machine. The chip thickness was measured using software Image J from the photograph produced by digital microscope endoscope. The results show that connected and loose chips were produced. Long and continuous chips were not found in this study. The effects of cutting speeds, feeds and depth of cut on surface roughness and chip thickness ratio are reported in this paper
Fakhrul Widyantama, Doddy Suanggana, Gad Gunawan
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 234-240; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2577

Abstract:
Energi air adalah salah satu energi alternatif dengan potensi yang sangat besar di Indonesia yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yang memanfaatkan turbin air. Turbin yang dapat digunakan adalah turbin air jenis savonius dengan dua sudu. Dalam penelitian ini dibahas pengaruh pelat lengkung terhadap performa yang dihasilkan turbin air dengan menggunakan metode simulasi CFD. Dengan tiga variasi berupa pelat lengkung ukuran ½ sisi turbin dan ¼ sisi turbin serta tanpa pelat lengkung. Hasil akhir berupa hasil performa turbin air tanpa pelat dan performa turbin air dengan dua variasi Pelat lengkung.. Data yang didapatkan pada hasil simulasi adalah data torsi aktual turbin. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu performa yang dihasilkan turbin Savonius dengan pelat lengkung lebih baik dari performa yang dihasilkan tanpa penggunaan pelat lengkung. Pengujian dengan penggunaan Pelat lengkung ukuran ½ sisi, pelat lengkung ukuran ¼ sisi, dan tanpa pelat lengkung didapatkan bahwa dengan penggunaan pelat lengkung ukuran ¼ sisi menghasilkan menghasilkan koefisien daya yang tertinggi yaitu 0,049 dan daya turbin sebesar 1,56 Watt pada TSR 0,3.
Dwi Basuki Wibowo, Gunawan Dwi Haryadi, Eko Saputra
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 165-171; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2435

Abstract:
Pemindaian 3D telah banyak diterapkan di berbagai bidang kedokteran, forensic, anthropology, anthropometry, topography, hingga reverse engineering. Penelitian ini mengkaji pemindaian 3D telapak kaki dan cara menghasilkan koordinat kontur xyz–nya. Alat pemindai yang digunakan adalah 3D scanner for foot orthotic buatan Vismach Technology China yang dilengkapi software untuk menghasilkan luaran berekstensi standard dxf/stl/wrl/obj/ply/asc. Koordinat kontur xyz diperoleh dari software AutoCAD dan MS Excel yang sudah terdapat coding khusus untuk membaca koordinat dari file AutoCAD. Struktur data koordinat xyz di MS Excel berbentuk baris pertama menyatakan ujung jari jempol dan baris terakhir menyatakan ujung tumit. Dari hasil koordinat ini evaluasi panjang dan lebar telapak kaki, menentukan ukuran sepatu, mendesain sepatu orthotic bagi penderita flat foot dan calcanea spur, dan pembagian area telapak kaki untuk pengukuran beban menjadi mudah dilakukan. Disamping itu luaran scanner berbentuk 3D mesh dan citra berekstensi stl bermanfaat dalam memodelkan kontak telapak kaki menggunakan MEH serta merancangbangun prototype sol sepatu dengan bantuan software SOLIDWORKS dan Rhinoceros.
Kristinah Haryani, Hargono Hargono, Noer Abyor Handayani, Hendra Harles, Sheila Amanda Putri
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 132-139; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2186

Abstract:
Bioetanol merupakan anhydrous alkohol yang dapat diproduksi dengan cara fermentasi pati. Sorgum mengandung pati yang cukup tinggi sebesar 74,63g / 100g bahan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan etanol. Pembuatan etanol berbahan baku pati sorgum ada dua metode yaitu Separated Hydrolysis Fermentation (SHF) dan Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan proses yang tepat untuk memproduksi etanol dari pati sorgum dengan membandingkan metode fermentasi SSF dan SHF. Untuk masing masing proses digunakan variabel konsentrasi pati sebesar 10%, 20% (berat/volume) dan Saccharomyces Cereviciae sebagai yeast saat proses fermentasi sebesar 5%, 7%, 9% dari berat pati. Enzim StargenTM sebesar 1ml/100gram pati sorgum digunakan untuk membantu proses hidrolisis. Dari hasil fermentasi selama 72 jam menunjukkan bahwa sorgum yang difermentasi dengan metode SSF menghasilkan lebih banyak etanol sebesar 111,944 gram/liter dibandingkan metode SHF sebesar 108,645 gram/liter dengan konsentrasi pati sebesar 20% (berat/volume) dan yeast 9% w pati.
Dhimas Satria, Haryadi Haryadi, Rina Lusiani, Erni Listijorini, Nidya Jullanar Salman, Andi Abdillah
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 189-199; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2507

Abstract:
Ikan bandeng adalah salah satu produk hasil perikanan yang menjadi produk unggulan di Provinsi Banten. Kualitas kesegaran ikan bandeng menjadi sesuatu yang harus dipenuhi oleh produsen ikan bandeng. Permasalahan terkait kesegaran ikan bandeng ini yang sering terjadi mengingat penjualan yang tidak selalu habis, sementara ikan bandeng dapat bertahan hanya dalam 24 jam tanpa ada proses pengawetan sebelumnya. Disamping itu, pada ikan bandeng memiliki susunan jaringan yang longgar, kandungan nutrisi dan juga kandungan air yang cukup tinggi sehingga menjadi media pertumbuhan mikroba yang dapat menyebabkan ikan bandeng menjadi lebih mudah mengalami penurunan kualitas atau pembusukan (perishable food). Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan analisa pemilihan konsep desain alat pirolisis yang berfungsi untuk memproduksi asap cair melalui proses pembakaran suhu tinggi dengan sedikit O₂, dengan konstruksi yang sederhana sehingga tidak membutuhkan keahlian khusus bagi pengguna pemula. Metodologi yang dipergunakan dalam menganalisa pemilihan konsep desain alat pirolisis asap cair untuk pengawetan ikan bandeng adalah menggunakan metode Pahl and Beitz dan juga metode Quality Function Deployment. Hasil penelitian adalah mendapatkan varian terbaik yaitu Varian 4 yaitu gas LPG – udara – terbuka – counter flow. Adapun keseluruhan pemilihan konsep desain alat pirolisis asap cair untuk pengawetan ikan bandeng yaitu: proses pembakaran mengunakan gas LPG, proses pendinginan menggunakan air, mekanisme pembakaran adalah tertutup (menggunakan drum), arah aliran kondensor adalah counter flow (berlawanan arah), dan konsep bentuk alat adalah silinder.
Suherman Suherman, Sarjianto Sarjianto, Nisfan Bahri, Ali Sai'In
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 249-254; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2615

Abstract:
Pemilihan proses pengecoran dan laju pendinginan sangat menentukan morfologi partikel autektik silicon yang dihasilkan pada aluminium paduan. Proses pendinginan aluminium paduan dengan metode pengecoran metode Lost Foam Casting (LFC) berjalan sedikit lambat sehingga menghasilkan sifat mekanis yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan modifier Sr pada aluminium A356 pada struktur mikro dan sifat mekanis dengan metode LFC. Aluminium A356 ditambahkan kedalam logam cair sesaat sebelum dituangkan kepermukaan pola polystyrene yang telah dilapisi bahan refaktori. Penambahan modifier Sr dipelajari pengaruhnya terhadap perubahan struktru mikro dan sifat mekanis (kekerasan, kekuatan impak dan kekuatan tarik). Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya perubahan partikel autektik silicon dari bentuk acicular ke bentuk berserabut. Nilai kekerasan, kekuatan tarik maksimum dan kekuatan impak meningkat masing-masing sebesar 27%, 26% dan 22% setelah penambahan.
Back to Top Top