Jurnal Rekayasa Mesin

Journal Information
ISSN / EISSN : 1411-6863 / 2540-7678
Current Publisher: Politeknik Negeri Semarang (10.32497)
Total articles ≅ 51
Filter:

Latest articles in this journal

Yosef Teddy Budianto, Arka Dwinanda Soewono, Marten Darmawan
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 183-190; doi:10.32497/jrm.v15i3.1994

Abstract:
Dalam industri manufaktur modern, 3D Printer dan Laser Engraver merupakan dua fungsi dasar yang dapat mewujudkan objek rancangan 3D sesuai dengan fungsi yang diinginkan secara cepat dan ekonomis. Meskipun demikian, secara umum dalam prakteknya seringkali kedua fungsi tersebut hanya dapat dipenuhi oleh dua jenis alat berbeda. Tentu saja hal ini akan berdampak pada tingginya biaya-biaya yang dikeluarkan oleh pelaku-pelaku industri manufaktur, baik dari segi biaya operasional, biaya pengadaan, waktu produksi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu diperlukan perancangan alat berbiaya rendah yang dapat mengintegrasikan dua fungsi yaitu 3D Printer dan Laser Engraving. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan sistem alat yang dapat mengintegrasikan fungsi 3D printer dan Laser Engraver dengan hanya memvariasikan head sehingga dalam penggunaanya, head dapat diganti dari 3D Printer ke Laser Engraver dan juga sebaliknya. Pengujian fungsi 3D printer dilakukan berdasarkan fenomena bridging, overhang, dan oozebane melalui variasi parameter sehingga dihasilkan pengaturan optimal pada suhu hotend 185 °C, suhu heated bed 50 °C dan feedrate cetak 25 mm/min sehingga didapat akurasi dan kepresisian pada proses 3D Printer dengan material PLA sebesar 0,1 mm. Sedangkan pada pengujian fungsi Laser Engraver didapat penandaan (marking) yang optimal pada jarak head laser 75 mm, sedangkan kecepatan gerak optimum pada material kardus sebesar 400 mm/min, dan material triplek pada 300 mm/min.
Gilang Aji Prayoga, Iman Saefuloh, Agus Pramono
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 191-198; doi:10.32497/jrm.v15i3.1988

Abstract:
Al 6061 memiliki sifat mekanik yang unggul antara lain bobot ringan, mampu las baik, ketahanan korosi baik serta harga yang murah, tetapi memiliki kelemahan dalam hal kekuatannya. Salah satu metode efektif untuk meningkatkan kekuatan adalah menambahkan beberapa material seperti SiC, hal ini dikenal sebagai Aluminium Matrix Composites. AMC (Aluminium Matrix Composites) adalah jenis material komposit logam dengan aluminium sebagai matriks dan serbuk SiC sebagai penguat. Proses pembuatan AMC tidak mudah karena matrik dapat membentuk gumpalan. Maka dari itu metode stir casting sangat efektif karena dapat menghasilkan AMC yang merata dan memecah gumpalan tersebut. Untuk menambah ketangguhan material pada penelitian ini diberi penguat kawat baja SS201 dan plat SS316 yang kemudian penggabungannya menggunakan metode cor. Pola susunan plat baja SS316 dan kawat baja SS201 pada AMC berpengaruh terhadap ketangguhan dan ketahanan balistik. Penambahan kawat dan plat baja dengan pola susunan yang membentuk piramida sesuai dengan kekuatan materialnya pada AMC terbukti menghasilkan tahan balistik yang baik dengan bobot yang ringan.
Suyadi Suyadi, Ariawan Wahyu Pratomo, Paryono Paryono, Poedji Haryanto, Mochamad Denny Surindra
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 220-228; doi:10.32497/jrm.v15i3.1946

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah menaikkan nilai tambah sampah plastik menjadi produk klem pemegang pipa paralon dengan proses compression molding di bengkel teknik mesin Polteknik negeri Semarang. Sampah plastik yang sering kita jumpai disekitar kita adalah jenis Polyethylene Terephthalate (PET) dari bekas kemasan air mineral dan Polypropylene (PP) dari bekas alat rumah tangga seperti ember, kursi dan lain-lainya, agar mengurangi beban lingkungan maka perlu di daur ulang menjadi produk klem pemegang pipa paralon dengan proses compression molding, dari hasil penelitian diperoleh kekuatan tegangan bengkok produk klem plastik penjepit paralon yaitu bahan plastik daur ulang PP menghasilkan kekuatan/tegangan bengkok sebesar σb=4,67 N/mm2, dan bahan plastik daur ulang PET menghasilkan kekuatan/tegangan bengkok sebesar σb=4,325 N/mm2.
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 212-219; doi:10.32497/jrm.v15i3.2014

Abstract:
Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang morfologi dan distribusi dari partikel penguat pada MMC sangat diminati karena terjadi suatu perdebatan dimana komposit dengan distribusi partikel jaringan memiliki kekuatan yang lebih baik dari distribusi merata. Perlakuan panas memiliki peran penting terhadap morfologi dan mendistibusikan ulang penguat partikel dipermukaan matriks yang bertujuan memperbaiki kekuatan mekanik dari komposit. Perlakuan panas pada komposit dapat menyebabkan penguat partikel tumbuh menjadi lebih besar dengan bentuk yang berbeda dan merubah distribusi partikel pada permukaan matriks yang berakibat menurunnya kekuatan mekanik. Oleh karena itu deformasi panas digunakan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan partikel. deformasi panas juga memiliki peran untuk merubah struktur jaringan dari pola distribusi penguat partikel.
Mardiyono Mardiyono, Hilman Fadillah
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 171-175; doi:10.32497/jrm.v15i3.1779

Abstract:
Beban refrigerasi pada ruang pembekuan dan ruang palkah di KM. Harapan Sri Jaya terdiri dari beban produk dan beban non produk. Pada ruang pembekuan, beban kalor yang harus ditanggung berasal dari beban produk, beban infiltrasi dan beban transmisi. Pada ruang palkah beban kalor yang harus ditanggung berasal dari beban infiltrasi, beban transmisi dan beban internal. Beban keseluruhan yang harus ditanggung oleh ruang pembekuan dan ruang palkah adalah penjumlahan dari beban di ruang pembekuan dan ruang palkah. Besarnya beban tersebut adalah 56 kW. Faktor keamanan dalam perhitungan beban kalor adalah sebesar 15% sehingga besarnya beban kalor yang ada di ruang pembekuan dan ruang palkah adalah sebesar 56 kW + ( 15 % x 8,92 kW ) = 56 kW + 8,92 kW = 68.4 kW. Diketahui total beban kalor refrigerasi adalah sebesar 68,4 kW dan daya kompresor yang penulis ketahui pada spesifikasi yaitu 29,84 kW jika 3 kompresor dinyalakan secara bersamaan maka akan menghasilkan daya (29,84 kW x 3 = 89,52 kW). Dengan demikian dapat diketahui masing – masing kompresor menerima beban kalor sebesar 22,84 kW dimana (68,4 kW : 3 kompresor = 22,84 kW). Maka persentase dari perbandingan beban kalor refrigerasi terhadap daya motor penggerak kompresor adalah 76 %.
Muhammad Khafidh, Abdullah Firdaus, Ilham Akbar Velayati
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 176-182; doi:10.32497/jrm.v15i3.1977

Abstract:
Khitan atau sunat (sirkumsisi) merupakan proses tindakan medis berupa pembuangan sebagian dari kulit luar penis (prepusium) yang membungkus kepala penis (glans). Di Indonesia, khitan banyak dilakukan pada anak laki-laki ketika mencapai masa usia 7 sampai 12 tahun. Tindakan khitan dapat dilakukan oleh berbagai profesi tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, dan mantri sunat. Untuk melatih keterampilan tindakan khitan, salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan alat peraga khitan sebagai sarana latihan memotong dan menjahit kulit penis. Tetapi, alat peraga khitan masih minim ditemukan di Indonesia. Salah satu poin penting dari alat peraga khitan adalah adanya kulit sintetis yang sifat mekaniknya mirip kulit asli agar ketika latihan memotong dan menjahit mempunyai feeling yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menganalisis sifat mekanik karet jenis silikon sebagai material pengganti prepusium pada alat peraga khitan. Pengujian sifat mekanik dari prepusium dan karet silikon menggunakan Dynamic Mechanical Analyzer (DMA). Hasil penelitian menunjukkan modulus elastisitas prepusium dan silikon mempunyai tren yang sama, tetapi mempunyai nilai eksak yang berbeda. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap beberapa praktisi khitan di Yogyakarta, kulit sintetis mudah dipotong dan dijahit serta mempunyai feeling yang mendekati sebenarnya.
Riza Muharni
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 207-211; doi:10.32497/jrm.v15i3.1996

Abstract:
Ti6Al4V ELI merupakan paduan Titanium yang dipakai untuk implan karena memiliki kekuatan mekanis yang baik dan biokompatibilitas terhadap tubuh tetapi material ini kurang bioaktif sehingga perlu dilapisi hidroksiapatit (HA). Tujuan penelitian ini untuk melihat pelapisan hidroksiapatit pada permukaaan material. Penelitian ini tentang pelapisan hidroksiapatit nano dengan metoda elektro phoretik deposition (EPD) pada Ti6Al4V ELI dengan tegangan 5 V dan waktu 5 menit setelah itu di sintering suhu 800ºC. Hasilnya lapisan permukaan material merata, padat, homogen dan tidak ada tracking yang diamati dengan scanning elektron microscopi (SEM).
Muhammad Imam Ammarullah, Amir Putra Md Saad, Ardiyansyah Syahrom, Hasan Basri, Jamari Jamari
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 237-243; doi:10.32497/jrm.v15i3.1993

Abstract:
Kajian ini bertujuan untuk menganalisa tekanan kontak pada permukaan acetabular cup dengan dan tanpa paplikasi permukaan bertekstur. Kontribusi utama dari studi ini adalah mempelajari efek penambahan dimple terhadap tekanan kontak yang berkorelasi terhadap keausan yang terjadi. Pendekatan dengan menggunakan perangkat lunak dilakukan dengan melakukan pemuatan fisiologis sambungan tulang pinggul secara 3D dalam kondisi berjalan normal. Analisa tekanan kontak dilakukan secara kontak langsung dan deskritasi elemen hingga dengan metode dua kutub dilakukan untuk memberikan hasil tekanan kontak yang akurat. Hasil menunjukkan bahwa model total hip arthroplasty dengan penambahan dimple dapat mengurangi tekanan kontak untuk seluruh fase dalam satu siklus penuh yang menjelaskan bahwa penambahan dimple pada permukaan acetabular cup di total hip artroplasti dapat mengurangi tekanan kontak dan mengurangi keausan.
Aldi Wahyu Permana, Ratna Dewi Anjani, Iwan Nugraha Gusniar
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 199-206; doi:10.32497/jrm.v15i3.1989

Abstract:
In Our life, we always life with any tools and technology for improve our life. We can find many tools and other technolgy are made from metal. Of course, we need metals which have a characteristic for improve that inquiry, for example in terms of hardness in metal. Metal hardness can be increased in several ways. One of them is the hardening process. This process is a process of heat treatment of metal by heating and then cooling it to a certain temperature. In the traditional market, a lot of shredded coconut water is not used and can be used as a cooling medium in the hardening process. Therefore, the author will use the results of this wate shredded coconut water as a cooling medium for the hardening process. Researchers examined the effect of variations in heat treatment process cooling media on mechanical properties and microstructure with three variations of coolant. temperature 865 ⁰C for hardening process and 465 C for tempering process. research activities include hardness and micro structure testing. The results showed that the hardening process salt water cooling medium had the highest hardness value of 275.6Hv while the lowest hardness was obtained in the coconut water cooling medium which had carried out the tempering process with a hardness of 219.3Hv. This is influenced by SOQ (Severity Of Quenching) or what is called the ability of the cooling media, for salt water the value is 5.0 for SOQ and for coconut water below 2.055. Meanwhile, for the microstructure, it can be seen that the hardening process brine cooling medium has a finer structure than the other cooling specimens. Meanwhile, in the tempering process, martensite turned into finer ferrite cementite with a hardness of 269.3Hv
Sulaiman Sulaiman, Suharto Suharto
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 229-236; doi:10.32497/jrm.v15i3.1947

Abstract:
Pada konvensi MARPOL 73/78 Annex 1 untuk kapal tanker berukuran >150 GRT (selain dari kapal tanker berukuran > 400 GRT) dan Marpol Consolidate 2006 Annex 1 Regulation 32 “Oil/Water interface Detector” dan Regulation 34 “Control Of Dischare Of Oil” kamar mesin harus dilengkapi dengan sarana Oily water separator sebagai media pemisah antara air dan minyak. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui permasalahan sehubungan dengan kendala pengoperasian Oily Water Separator. Metode pengumpulan data pada penulisan artikel ini studi literatur, wawancara, observasi, studipustaka. Hasil dari pemecahan permasalahan perawatan secara rutin perlu dilakukan untuk menjaga kuliatas dari performa mesin Oily Water Separator. Pengoperasian oleh operator kapal harus sesuai dengan standar operating procedure dengan baik dan benar . Selain itu pengecekan fungsi oil discharge monitoring pada sensor oil content meter perludilakukan agar pengaturan oil content meter yang sesuai dengan peraturan dari MARPOL Annex 1 yaitu sebesar15 ppm.
Back to Top Top