ABDIMAS UNWAHAS

Journal Information
ISSN / EISSN : 2541-1608 / 2579-7123
Current Publisher: Universitas Wahid Hasyim Semarang (10.31942)
Total articles ≅ 21
Filter:

Latest articles in this journal

Harianingsih Harianingsih, Suwardiyono Suwardiyono
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3011

Abstract:
Daerah penghasil susu sapi yang menopang kebutuhan susu sapi di wilayah Jawa Tengah. Perkembangan industry susu ternyata tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat kabupaten Boyolali yang kesehariannnya bekerja sebagai peternak atau pemerah susu. Harga susu segar yang murah tidak dapat menutup kebutuhan pangan sapi. Untuk itu diperlukan solusi diversifikasi susu sgar menjadi produk yoghurt agar harga susu segar yang awalnya murah dapat lebih tinggi. Inovasi yang digunakan adalah teknologi fermentasi yang dapat dilakukan di rumah dan dengan cara sederhana tapi tetap kualitas terjaga dengan baik tidak kalah dengan produk yoghurt yang ada di pasaran. Metode yang dilakukan berupa observasi mitra, persiapan, pelatihan motivasi kewirausahaan, dan pelatihan pembuatan yoghurt. Hasil Pelaksanaan kegiatan antara lain, peserta yang hadir sejumlah 20 orang yang berasal dari dua kelompok usaha pengolah susu sapi. Yoghurt yang dihasilkan disesuaikan dengan permintaan pasar dan disukai oleh anak-anak sampai orang dewasa dengan berbagai variasi rasa. Rasa yang terdapat pada yoghurt antara lain rasa strawberry, rasa anggur dan rasa lecy serta ada plan yoghurt (tanpa rasa). Kata kunci: boyolali, susu sapi, yoghurt
Muhammad Sagaf, Budi Lofian
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3014

Abstract:
Abstrak Kelompok usaha budidaya ayam broiler Bumiharjo Broiler (mitra) di desa Bumiharjo kecamatan Keling kabupaten Jepara merupakan salah satu diantara beberapa kelompok usaha budidaya ayam broiler di kabupaten Jepara. Mitra mempunyai kendala usaha pada masa panen yang lama yaitu 35 hari, bobot ayam waktu panen 1,9 kg/ekor dengan Feed Convertion Ratio (FCR) 1,6. Pengaturan suhu dan kelembaban kandang untuk masa brooding (umur 1-2 minggu) menggunakan panas dari kayu bakar yang ditempatkan dalam drum bekas dan diberi lubang. Suhunya dikontrol secara manual oleh anak kandang yang harus secara rutin dan sering masuk kedalam kandang untuk melihat kondisi ayam dalam kandang. Sedangkan untuk masa setelah brooding, pengaturan suhu dan kelembaban hanya menggunakan tirai penutup kandang yang diatur besar kecil bukaannya serta penyiraman air di sekitar kandang secara manual oleh anak kandang. Sehingga suhu dan kelembaban yang diharapkan tidak bisa terjaga dengan konstan. Dan sangat tergantung pada tingkat kerajinan atau frekuensi pengecekan oleh anak kandang. Mitra juga mempunyai kendala pada manejemen usahanya. Solusi dan target luaran yang diberikan untuk mitra adalah mengadakan penyuluhan dan pendampingan tentang cara budidaya ayam broiler yang baik, penyuluhan dan pendampingan pembuatan alat kontrol suhu dan kelembaban kandang secara otomatis menggunakan pemanas gas elpiji pada masa brooding dan menggunakan blower dan mist sprayer pada masa setelah brooding, pendampingan perbaikan atap kandang yang rusak dan bocor, serta penggantian tirai penutup kandang, memberikan penyuluhan dan pendampingan perbaikan sistem sanitasi dan drainase serta memberikan penyuluhan tentang kewirausahaan, manajemen SDM, menghitung untung rugi dan pembukuan. Peningkatan daya saing/hasil pada mitra antara lain FCR turun menjadi 1,4, masa panen lebih cepat menjadi 32 hari, bobot ayam meningkat menjadi 2 kg/ekor, jumlah kematian turun 100% dan frekuensi pengontrolan langsung ke kandang juga menurun sebesar 100%. Kata kunci : ayam broiler, brooding, FCR, kontrol, suhu dan kelembaban
Mustagfirin Mustagfirin, Yance Anas, Darmanto Darmanto, Laeli Kurniasari, Indah Hartati
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3017

Abstract:
Merupakan kelompok usaha pembuatan batik khas Grobogan yang berlokasi di Pulorejo Grobogan. Permasalahan utama yang dihadapi oleh KUB Flamboyan adalah KUB Flamboyan tidak memiliki instalasi pengolahan limbah serta batik diproduksi dengan pewarna sintesis. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menerapkan instalasi pengolahan limbah dengan sistem penjerapan bertingkat serta memberikan pelatihan penggunaan pewarna alami pada produksi batik KUB Flamboyan. Hasil kegiatan menunjukkan jika KUB flamboyan berhasil memahami dan menerapkan penggunaan pewarna alami pada produksi batiknya serta dihasilkan desain instalasi pengolahan limbah menggunakan prinsip adsorpsi bertingkat. Kata kunci: KUB Flamboyan, batik, Grobogan, pewarna alami, IPAL
Adhi Budi Susilo, Nur Intan Rochmawati, Khifni Kafa Rufaida
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3008

Abstract:
Abstrak Sampah dipandang sebagai barang yang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumberdaya yang bisa dimanfaatkan. Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas tersebut berupa limbah plastik yang bersumber dari bahan plastik dan botol plastik. Limbah sampah plastik tersebut merupakan sampah yang sulit untuk terurai dan membutuhkan waktu yang sangat lama di alam. Kegiatan ini melibatkan mitra Dasa Wisma Widuri IV di Kecamatan Ungaran Timur dengan penaggung jawab ibu Sri Rahayu. Berdasarkan hasil wawancara permasalahan yang di hadapi mitra adalah (1) Bagaimanakah cara mendayagunakan limbah Plastik menjadi lebih efisien menjadi bahan untuk kerajinan yang bernilai ekonomis (2) Bagimanakah kegiatan pemanfaatan alih fungsi dan daur ulang pembuatan limbah Plastik menjadi bahan kerajinan tangan bernilai ekonomi dapat menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat (3) Bagaimana dampak secara ekonomi bagi Dasa Wisma Widuri setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan pemanfaatan pengolahan sampah plastik. Mencermati temuan tersebut maka perlu diadakan kegiatan yang memotivasi dan mengembangkan soft skill dengan metode pelaksanaan pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan limbah plastik. Capain kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan sampah plastik tersebut menjadi bahan alternatif untuk didaur ulang menjadi kerajian tangan yang bernilai ekonomi lebih. Selanjutnya luaran yang akan dihasilkan dapat meningkatkan ilmu/teknologi tentang pemanfaatan limbah plastik kepada masyarakat guna menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat.Selain pelatihan keterampilan membuat kerajinan tangan dan pendampingan, akan diberikan pengetahuan tentang pengelolaan management usaha dan organisasi. Pelatihan kreasi dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu dengan pemberian materi serta pengetahuan, dalam pelaksanaan kelas kreasi nantinya peserta akan di bimbing untuk mendapatkan pengetahuan dan kreasi kerajinan tangan serta alat permaianan edukatif untuk anak usia dini. Kemudian hasil dari kerajinan tangan tersebut dapat menjadi nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar. Kata Kunci : Limbah Plastik, Kerajinan Tangan, Alat Permainan Edukatif
Nugroho Eko Budiyanto, Laeli Kurniasari, Eka Dewi Nurjayanti
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3040

Abstract:
Abstrak Desa Beringin merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Godong Purwodadi. Mitra kegiatan ini merupakan salah satu warga Desa Beringin yang mempunyai usaha produksi keripik pisang. Usaha ini telah cukup lama ditekuni dengan kapasitas produksi 6-7 tandan pisang untuk setiap prosesnya. Usaha keripik pisang mitra selama ini mmepunyai beberapa kendala, diantaranya adalah (i). proses pengirisan pisang yang membutukan waktu lama karena penggunaan pisau manual, (ii). waktu penggorengan yang lama karena tungku yang digunakan adalah tungku tradisional, serta potensi debu dan kotoran dari abu kayu bakar dan (iii). kapasitas penggorengan yang terbatas karena ukuran alat penggoreng yang kecil. Dengan melihat kendala ini, maka kegiatan yang dilakukan meliputi (i). perancangan dan pabrikasi alat pengiris pisang serta (ii). penggantian tungku dan wajan/alat menggoreng. Kata kunci : keripik pisang, alat pengiris, tungku, wajan penggoreng
Hayu Wikan Kinasih, St. Dwiarso Utomo, Dedi Kurniadi
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3013

Abstract:
Pada anggota Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) adalah kurangnya kompetensi, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang dimiliki oleh anggota HIMPAUDI di bidang pengelolaan keuangan berbasis IT. Selain itu, belum tersedianya sistem yang membantu pengelolaan keuangan anggota HIMPAUDI juga dijadikan masalah mendasar dalam membuat laporan pertanggungjawaban keuangan untuk para stakeholder. Oleh karena itu, pentingnya dilakukan program kemitraan masyarakat untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada anggota HIMPAUDI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan dan ketrampilan dasar dari anggota HIMPAUDI dalam mengelola keuangan lembaganya, serta meningkatnya penggunaan sistem pengelolaan keuangan berbasis web sehingga laporan keuangan yang akuntabel dapat terwujud. Program kemitraan masyarakat ini dilaksanakan dalam jangka waktu delapan bulan, dengan agenda kegiatan diawali dengan pelaksanaan sosialisasi program untuk anggota HIMPAUDI, dilanjutkan dengan kegiatan uji coba sistem dan pelaksanaan kegiatan pelatihan penggunaan sistem, serta diakhiri dengan kegiatan evaluasi. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anggota HIMPAUDI dewan perwakilan kota Semarang dalam mengelola keuangan lembaga dan membuat laporan pertanggungjawaban bantuan operasional PAUD. Kata kunci: sistem pengelolaan keuangan berbasis web, laporan keuangan, akuntabel.
Sarno Sarno
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3007

Abstract:
Abstrak Tanaman obat atau dikenal biofarmaka merupakan tanaman yang memiliki khasiat atau kegunaan sebagai tanaman obat terutama bagi keluarga masyarakat Desa Depok Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan tanaman biofarmaka sebagai obat yang berguna bagi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Depok dengan sasaran utamanya adalah masyarakat yang tergabung dalam kelompok wanita tani Sida Jodho. Bentuk dan metode kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan pendidikan masyarakat melalui penyuluhan, ceramah, dan diskusi langsung tentang pemanfaatan biofarmaka. Selain itu juga dilakukan kegiatan difusi ipteks melalui kegiatan pelatihan pemanfaatan tanaman biofarmaka dan kegiatan advokasi melalui pendampingan secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan mulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan setelah pengabdian kepada masyarakat, menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman biofarmaka sebagai produk unggulan meningkat daripada kondisi sebelum kegiatan. Kata Kunci: Biofarmaka, Produk unggulan, Masyarakat, Desa, Banjarnegara
Cover Cover
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3041

Aladin Eko Purkuncoro, Lalu Mustiadi, Rahmadi Setiawan
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3015

Abstract:
Dibina melalui pelatihan yang terus menerus secara periodik dengan pola pelaksanaan yang telah ditentukan oleh pemerintah berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat. Bagi industri kecil dan menengah di bidang permesinan dan konstruksi baja ringan, lingkup pekerjaannya tidak bisa lepas dari bahan logam (terutama baja). Hasil produk yang dihasilkan selalu berkaitan dengan penyambungan antar komponen logam, penyambungan antar komponen yang paling umum bisa dilakukan adalah dengan mur baut, keling maupun las.Dalam pengabdian masyarakat melalui pelatihan ini dapat memberikan informasi tentang tugas dan kewenangan pemeriksa pengelasan. Memberikan pemahaman tentang dasar perhitungan kekuatan sambungan las, yang kemudian dipusatkan pada pembacaan tabel. Memahami fenomena penyimpangan setelah proses pengelasan. Memberikan pemahaman tentang cara memperbaiki cacat pengelasan. Juga dalam pelatihan ini bisa mendapatkan proses pengelasan dengan menggunakan prosedur pengelasan, sehingga manajemen proses pengelasan bisa berjalan dengan baik. Mereduksi tingkat kegagalan pengelasan, sehingga penggunaan bahan lebih efektif. Meningkatkan mutu sambungan las. Adapun tujuan khusus dengan sudah dilakukannya penelitian tentang proses pengelasan ini, kita melakukan pengabdian masyarkat dengan memberikan ketrampilan adik-adik karang taruna kelurahan Tanjungrejo kecamatan Sukun kota Malang, dengan membuat beberapa produk yang dari proses pengelasan. Kata kunci: pelatihan, pengelasan, meningkatkan kualitas proses pengelasan.
Daftar Isi
Published: 21 November 2019
ABDIMAS UNWAHAS, Volume 4; doi:10.31942/abd.v4i2.3026

Back to Top Top